Tak Puas Geruduk Kantor Dinsos, Ibu-ibu di Legok Datangi DPRD Kota Jambi,

Jambi – Maspolin.id// Kantor dinas sosial yang terletak di jalan jenderal Sudirman di datangi emak-emak kelurahan legok

Sejumlah ibu-ibu dari Kelurahan Legok RT 30, Kecamatan Danau Sipin, datangi kantor Dinas Sosial Kota Jambi, Kamis (16/12/2021)
perihal penerimaan sembako yang mereka terima melalui E- warung di tempat mereka, jauh dari layak
Dan tidak sesuai dengan jumlah uang elektronik sebesar 200.000 yang mereka terima
Seperti di ketahui, bahwa program Kemensos salah satu nya E- warung
adalah tempat penyaluran bantuan yg nantinya dikelola masyarakat dan di awasi oleh dinsos setempat

Satu E- Warung bisa beranggotakan 500 Orang lebih ,dan Uang masyarakat penerima bantuan sebesar 200.000 nantinya akan di tukar dengan sembako berupa , beras,telur,sarden dll melalaui E- Warung ini

 

Tidak puas hanya mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Jambi, sejumlah ibu-ibu dari Kelurahan legok RT 30 kecamatan Danau Sipin yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Kota Jambi mendatangi kantor DPRD Kota Jambi.

Mereka mendatangi Komisi IV DPRD Kota Jambi untuk mengadukan keluh kesahnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul usai hearing dengan sejumlah penerima program KPM itu menyebutkan pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil pihak Dinas Sosial Kota Jambi.

” kita akan menindaklanjuti dengan memanggil pihak dinas sosial untuk menjelaskan perkara ini. Karena ini kan sebetulnya di E warung tapi kan pengawasannya ada di Dinsos,” uarnya.

disampaikan Jasrul bahwa hal ini tentu menjadi perhatian kita bersama, karena menurutnya di tengah kondisi perekonomian yang carut marut seperti sekarang ini jangan ada lagi masyarakat yang dirugikan. Apalagi soal bantuan yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ini baru kelompok yang di Legok bisa mungkin saja kelompok lain ada yang sama, tapi masyarakat nerima saja. Jadi saya minta juga bagi masyarakat yang merasa ada ketidaksesuaian bantuan yang diberikan untuk sampaikan ke DPRD sebagai perpanjangan tangan masyarakat,” tambahnya.

Disisi lain, berdasarkan penyampaian masyarakat KPM tersebut kata Jasrul berdasarkan perhitungan dari KPM ada selisih harga yang terlalu tinggi. Hasil hitung-hitungan dengan bantuan yang diterima dan dengan Sembako yang diterima kata Jasrul ada selisih harga.

“tadi kalo di hitung-hitung ada selisih Rp30 ribuan. kita belum bisa sampaikan juga apa ini kecurangan atau gimana yang jelas hitungan tadi selisih sekitar Rp30 ribu,” ujarnya

Di tempat terpisah, Dayah mengatakan biasanya tiap bulan kami menerima beras, buah pir 1,5 kg, buah salak 1 kg seperempat, dan 15 butir telur. Terkadang juga mendapatkan kacang hijau dan kacang tanah.

“ sekarang ini kami hanya cuma dapat telur itu 12 butir, kentang setengah kilo, terus tomat dikasih 1 kg. Untuk apa tomat banyak-banyak kasih kami. Tomat ini kan tidak tahan lama, yang ada busuk tomat itu”. Ujarnya kesal.

(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini