Pati – Maspolin.id|| Hampir berbulan-bulan harga beras tak kunjung turun.
Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran dapat mempengaruhi angka inflasi di Kabupaten Pati kian meroket.
Sebagai upaya mencegah angka inflasi kian tinggi, pemerintah provinsi menggelontorkan 10 ton beras di Kabupaten Pati.
Jumlah tersebut kemudian dibagi melalui 10.000 lembar kupon ke para warga di Pati.
Bertempat di Halaman Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis (09/11) sejumlah orang tampak saling berebut.
Mereka mengantri untuk mendapatkan sepuluh kilogram beras dengan harga miring.
Penanggung jawab pembagian beras, Beni Pratikta mengatakan dalam satu kilogram beras yang dibagikan para penerima kupon hanya perlu menebus dengan harga Rp 10.000 kilogram.
Harga ini mendapat subsidi dari pemerintah sebesar Rp 3.000 dari harga di pasar.
“Sasaran kami tentu masyarakat yang membutuhkan. Yaitu golongan menengah ke bawah dan dikoordinir dari kelurahan di Pati,” kata Beni Kamis (09/11).
Dirinya mengatakan droping beras yang dilakukan pemerintah provinsi sekitar pukul 09.00 WIB merupakan kerjasama antar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Jawa Tengah.
Terhitung beberapa BUMD melakukan patungan untuk menggelontorkan beras murah ke para warga Pati.
“Harapannya kami tentu bisa menurunkan inflasi. Biasanya ketika harga beras melambung tinggi dapat mempengaruhi inflansi,” terang Beni.
Sejak terjadi kenaikan harga beras beberapa bulan lalu inflansi di Kabupaten Pati naik menjadi 0,02 persen.
Data itu merujuk pada bulan data inflansi yang terjadi pada September 2023 lalu.
Sementara tingginya harga beras telah dirasakan warga Pati sejak tiga bulan lalu.
Menurut salah seorang warga asal Desa Mulyoharjo, Pati Kota Turini (60) mengaku harga beras masih diangka Rp14.000 perkilogram di pasar tradisional.
“Memang harga setinggi itu tentu keberataan. Tetapi karena tidak ada sawah tetap harus beli,” terang Turini.
Perempuan yang sehari-hari sebagai penyapu jalan hanya pasrah dengan keadaan ini.
Dirinya berharap harga beras dapat turun secepat mungkin agar dapat kembali menyisakan uang kerjanya.
Humas Pemprov Jateng
( DMW )










