Cilacap, Maspolin.id – General Manager (GM) Unit I dan II PT Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap, Sugeng, menepis isu pengobatan gratis ditarik biaya.
Hal itu dikatakan dia usai menggelar audiensi dengan masyarakat Dusun Semampir dan Winong, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jateng, Senin (18/11/2019) petang.
“(Hingga) saat ini kita belum pernah menarik pengobatan gratis dengan membayar. Itu belum pernah,” katanya singkat, sembari menegaskan bahwa kalau (isu itu) memang ada, itu oknum yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Menurut Sugeng, PT S2P membiarkan saja isu itu. Yang penting, ungkap dia, pihaknya sudah memberikan pengobatan gratis. “Isu itu nggak usah ditanggapi serius, karena akan membikin lebih runyam lagi,” ujarnya.
Dia menambahkan, pihak PT S2P sudah bersepakat dengan warga untuk tidak mengeluarkan pendapat di depan PLTU dengan unjuk rasa. “Kita sepakat untuk berbicara secara periodik sekali dalam tiga bulan,” jelas Sugeng.
Terkait hasil audiensi yang menghadirkan 15 orang perwakilan dari tiga dusun ditambah kepala dusun serta ketua RT dan RW, juga karang taruna, Sugeng menjelaskan bahwa audiensi berjalan cukup baik, berdasar kesepakatan yang diteken pada 18 Desember 2018 silam.
“Kita bertemu untuk mendetailkan kesepakatan yang sudah dibuat dan jadwal tentatifnya kapan,” ucapnya.
Ada 7 tuntutan warga dan yang disepakati diantaranya perbaikan jalan yang diminta warga dan akan direalisasi tahun 2020, pengobatan gratis yang akan dilaksanakan pada 28 November 2019, perekrutan tenaga kerja yang profesional akan dilakukan secara terbuka dan independen.
“Kita tetap komitmen dengan apa yang telah disepakati,” tandas Sugeng.
Sementara, salah satu warga, Boyin Supriyono mengatakan apa yang dituntut warga sudah dipenuhi pihak S2P. Seperti pengobatan gratis, perbaikan jalan, pembangunan tanggul, dan pembentukan koperasi.
Tentang isu adanya pengobatan gratis yang ditarik biaya, Boyin mengaku memang ada. “Itu pada 2018 lalu dimana pihak kesehatan menarik biaya Rp 7.000 per warga,” ungkapnya.
Ditanya bagaimana langkah pihak S2P, dia mengatakan akan diklarifikasi. (Estanto)










