Terungkap, Pratu Wilson Sempat Lakukan Hal Ini Sebelum Gugur Ditembak KKB
Papua – Maspolin.id – Pratu Wilson Anderson Here (25) menjadi satu dari dua prajurit yang gugur akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.
Sang ayah, Karen Here, menyampaikan bahwa sebelum penyerangan terjadi, almarhum sempat menelepon keluarganya di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Karel mengatakan bahwa Pratu Wilson menelpon pada Sabtu (26/3/2022) sekitar pukul 20.30 WITA.
“Dia (Wilson) telepon,” ujar Karel, seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (29/3/2022).
Saat menelepon, Wilson menginformasikan baru selesai berolahraga bola voli.
Namun, berselang beberapa jam, keluarga mendapatkan kabar, Wilson bersama beberapa rekannya tertembak dari KKB saat menjalankan patroli.
Karel mengatakan, saat itu ia menerima informasi bahwa Wilson dan rekan-rekannya dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Karel mengaku bahwa ia mendapat kabar bahwa hanya Komandan Peleton yang meninggal dunia dalam peristiwa mengerikan ini.
Namun, tak lama berselang, mereka mendapat telepon lagi.
Pada saat itu, kakak Wilson bernama Nikson yang mengangkat telepon tersebut.
Saat mendengar pesan dari telepon itu, lanjut Karel, wajah Nikson memucat.
“Wajahnya langsung menjadi pucat,” ujar Karel.
Karel menyatakan bahwa pihak keluarga memperoleh informasi kalau anak kesayangan mereka meninggal dunia pada Minggu (27/3/2022) sekitar pukul 02.00 Wita
Keluarga sangat terpukul dengan kepergian salah satu prajurit korban serangan KKB tersebut.
Jenazah Wilson kini sudah diterbangkan dari Papua menuju NTT.
Sesuai rencana, jenazah Wilson akan tiba di Bandara El Tari Kupang, pukul 13.00 WITA.
Kemudian akan langsung dibawa ke rumah duka di RT 16 RW 06 Jalan Oekalipi, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Serangan KKB di Nduga
Sebelumnya, pada Sabtu (26/3/2022) terjadi kontak senjata antara Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya dengan personel Marinir di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua.
Akibat serangan itu, sepuluh prajurit menjadi korban.
Dua di antaranya meninggal dunia.
Yakni Letda Moh. Iqbal dan Pratu Wilson.
(Ven/Hsb)










