Cilacap, Maspolin.id – Menanggapi keluhan warga Dusun Winong, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Jateng, Tim Kajida Sekjen Wantanas di bawah pimpinan Mayjen TNI Afanti S Uloli, melakukan silaturahmi dengan perwakilan warga dusun setempat.
Tim berdialog dengan warga untuk mendengarkan curhat mereka dan mencari solusi persoalan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas PLTU Cilacap yang dikelola PT Sumber Segara Primadaya (S2P). Terutama terkait penggunaan batu bara sebagai bahan baku pembangkit listrik di wilayah tersebut.
Tim mencoba mencari solusi dengan mendengar keluhan dan masukan dari warga melalui forum dialog yang difasilitasi Pemkab Cilacap di Aula Dusun Winong, Selasa (20/8/2019).
Turut hadir Kepala Bakesbang Pol Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono, Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian, Sekcam Kesugihan Dian Galih Wicaksono, Danramil Kesugihan Kapten Inf Sueb, Kapolsek Kesugihan Aipda Hartoyo, Kades Slarang Marmin, dan perwakilan warga Dusun Winong sekitar 40 orang.
Fandi Ramadhan (21), salah satu warga Dusun Winong mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi kampung kelahirannya pasca berdirinya PLTU.
Menurutnya, setelah adanya PLTU banyak menimbulkan persoalan baik pencemaran limbah, polusi, abrasi, timbulnya berbagai penyakit, minimnya pasokan air PDAM, maupun dampak psikologis lainnya akibat aktivitas pembangkit listrik terbesar di Jawa Tengah itu.
“Kami masyarakat Dusun Winong berharap pihak PT S2P selaku pengelola PLTU segera menyelesaikan berbagai persoalan dan dampak lingkungan yang telah ditimbulkan dan mendorong adanya kaji ulang AMDAL PLTU Cilacap,” sebutnya.
Menanggapi hal itu, Tim Kajida mengaku turut berempati atas kondisi lingkungan Dusun Winong. “Kami bersama tim akan menampung semua masukan atau aspirasi dari warga untuk selanjutnya melakukan kajian serta berkoordinasi dengan pihak PT S2P, Pemkab Cilacap, dan pemerintah pusat untuk mencari solusi terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang melanda warga Dusun Winong ini,” ucap Afanti S Uloli. (Estanto)










