MASPOLIN.ID, CILACAP – Abrasi yang terjadi di muara pantai Dusun Winong, Desa Slarang Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, kian parah, bibir pantai dengan pemukiman kurang dari 50 meter jaraknya.
Semakin parahnya abrasi diduga adanya pembangunan kanal intake serta dilakukannya maintenance dredging, serta adanya penambahan breakwater disisi barat hingga timur sejauh 525 meter.
Tujuan dari penambahan breakwater tersebut untuk melindungi kolam pelabuhan serta mengurangi proses sedimentasi di mulut kanal intake.
Dikatakan Riyanto, dari Forum Masyarakat Winong Peduli Lingkungan (FMWPL), Minggu (23/8/2020), sebelum adanya PLTU garis pantai berjarak 500 meter dari pemukiman, namun kini sangat berubah, dan kondiao ini membuat warga dusun Winong merasa khawatir.
Komunikasi antar warga dengan pihak terkait telah dilakukannya, namun belum mendapat hasil yang signifikan.
Masyarakat Winong yang tergabung dalam FMWPL, melakukan penanggulangan abrasi secara mandiri, seperti yang sekarang dilakukannya, terang Riyanto.
Berharap Pemerintah memberi perhatian serius serta mengupayakan kontribusi la jutan terhadap penanggulangan abrasi.
Sementara itu, Danang dari pendamping LBH Yogyakarta mengatakan, meskipun masyarakat secara mandiri telah melakukan penanggulangan abrasi bukan berarti permasalahan dan tanggung jawab pemerintah selesai.
Pemerintah perlu terlibat dan memastikan pertanggung jawaban PLTU dalam melaksanakan komitmen yang tertuang di dalam dokumen lingkungan, tegasnya.
Menurutnya, pemerintah sebagai pihak yang wajib melakukan pengawasan serta pemangku kewajiban pemenuhan hak warga negaranya.
Danang berharap, pemerintah daerah dapat menyelesaikan persoalan dampak lingkungan dan melakukan penanggulangan dampak abrasi yang mengancam kehidupan masyarakat Dusun Winong.
(Awan)










