Trenggalek, Maspolin.id- Menghadapi masa pancaroba musim, dari kemarau ke musim penghujan, Polres Trenggalek pasang 133 papan imbauan waspada bencana alam.
Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, pemasangan papan imbauan tersebut bertujuan agar masyarakat menjadi lebih waspada dan berhati-hati. Utamanya pada saat melintas di dekat lokasi tersebut serta meminimalisir jatuhnya korban baik jiwa maupun material.
” Sebentar lagi masa pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan. Guna menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, Polres Trebggalek telah mengambil langkah-langkah strategis,” ungkapnya. Jumat (8/11/2019).
Disampaikan Calvijn, wilayah Kabupaten Trenggalek secara geografis dikelilingi oleh daerah perbukitan dan aliran sungai yang melintasi beberapa kecamatan.
Menurutnya, tatkala musim kemarau, kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Timur ini kerap mengalami bencan kekeringan hingga kekurangan air bersih. Begitu pula sebaliknya, saat musim penghujan sebagai wilayah sering kali dilanda banjir maupun tanah longsor.
” Antisipasi sejak jauh hari kita sudah mempersiapkan diri. Termasuk siapkan Satgas Bencana berikut perlengkapannya. Juga melakukan aksi bersih-bersih sungai bersama instansi terkait dan masyarakat,” terangnya.
Dijelaskan Calvijn, pihaknya telah menginstruksikan jajarannya untuk berkoordinasi dengan instansi terkait maupun stakeholder untuk memetakan lokasi atau titik rawan bencana alam.
” Baik banjir maupun tanah longsor khususnya yang berpotensi membahayakan dan dapat mengganggu roda ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut Calvijn menjelaskan, dari hasil pemetaan, pihak Kepolisian berinisiatif memasang papan imbauan pada titik-titik strategis yang merupakan lokasi rawan terjadi bencana alam.
“Iya betul, sedikitnya sudah kita pasang 133 papan imbauan di 14 Kecamatan se Kabupaten Trenggalek,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Calvijn, pada lokasi fasilitas publik juga disiapkan papan petunjuk jalur evakuasi. Dan menurut rencana akan didirikan posko kesiapsigaan dan tanggap bencana di masing-masing kecamatan.
“ Tentu yang kita harapkan jangan sampai terjadi bencana alam. Tetapi kesiapsiagaan dan persiapan merupakan salah satu hal penting. Jika ternyata terjadi kita sudah benar-benar siap sesuai dengan mitigasi bencana yang ditetapkan,” pungkasnya.
Penulis: Fals Yudistira










