DIY – Maspolin.id|| Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Kota Yogyakarta diwarnai kegiatan positif berupa Karnaval Budaya, Pentas Seni, serta Deklarasi Damai yang digelar Forum Jogja Damai pada Kamis (30/4/2026).

Kegiatan bertajuk “Jaga Jogja Dengan Cinta” ini berlangsung di sepanjang rute Teteg Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Yogyakarta, dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolresta Yogyakarta AKBP Robertus Kokok S., S.H., M.H., didampingi Kabag Ops Kompol Sumanto serta Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa, S.H., M.H.

Personel gabungan dari Polresta Yogyakarta, jajaran Polsek, serta instansi terkait diterjunkan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.

Kegiatan diawali dengan kirab budaya dari kawasan Malioboro menuju Titik Nol Kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta melakukan orasi damai, membagikan bunga kepada masyarakat, serta menampilkan berbagai kesenian tradisional di sejumlah titik strategis.

Puncak acara digelar di kawasan Titik Nol Kilometer dengan berbagai penampilan seni seperti angklung, reog, hingga orkestra biola. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan deklarasi damai oleh seluruh peserta.

Dalam deklarasi tersebut, Forum Jogja Damai menyampaikan tiga komitmen utama, yaitu menolak segala bentuk aksi unjuk rasa anarkis, mendukung penyampaian aspirasi secara damai sesuai aturan yang berlaku, serta berkomitmen menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kapolsek Gondomanan AKP Basungkawa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pre-emptive atau pencegahan dini melalui pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

“Melalui kegiatan budaya ini, kita mengedepankan pendekatan persuasif untuk membangun opini positif di ruang publik. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menjadi bukti nyata bahwa Jogja menolak segala bentuk tindakan anarkisme,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan ruang publik secara positif, terutama di kawasan strategis seperti Malioboro. Keterlibatan komunitas, paguyuban, dan organisasi masyarakat diharapkan memperkuat peran sosial dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Momentum menjelang May Day dan Hardiknas ini juga dinilai sebagai langkah strategis untuk menunjukkan kesiapan masyarakat Yogyakarta dalam menjaga keamanan secara bersama-sama.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, mencerminkan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga kedamaian Kota Yogyakarta.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini