Pemerintah Kabupaten Siak Terapkan PSBB Terhitung Mulai Hari Ini, Serta Bentuk Kesiapan Pemkab Siak

Riau, Maspolin.id—Pelaksanaan Pembatas sosial berskala besar(PSBB)di lima kabupaten di propinsi riau, yakni kabupaten kampar, kabupaten pelalawan, kabupaten bengkalis, kabupaten siak dan kotamadya dumai dimulai jumat, 15 mei 2020.

Pemberlakuan kebijakan memutus mata rantai penularan cobid 19 tersebut menyusul tebitnya permenkes Menteri kesehatan Republik indonesia no HK.01.07/MENKES/308/2020 pada tanggal 12 mei yang lalu,disusul diterbitkannya peraturan Gubernur Riau No KPTS 840/V/2020.

Terkait hal itu, Pemkab Siak melaporkan kesiapan pelaksanaan PSBB kepada Pemerintah Propinsi Riau, bersempena pelaksanaan videoconference Gubernur Riau bersama Bupati dan Walikota, dengan agenda rapat Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) propinsi Riau di lima kabupaten kota, serta perpanjangan PSBB di kota Pekanbaru, dari command Center Siak Live Room kantor Bupati Siak,Kamis(14/05/20)

Bupati Siak mengatakan kepada Maspolin menindaklanjuti penetapan PSBB dari Kementerian Kesehatan dan surat edaran Gubernur Riau terkait pelaksanaan PSBB di lima Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau, Pemerintah kabupaten Siak langsung melaksanakan rapat koordinasi dengan agenda finalisasi hasil kajian dan peraturan Bupati terkait pelaksanaan PSBB di Kabupaten Siak.

“Untuk PSBB di Kabupaten Siak, sesuai ketentuan akan dilaksanakan mulai 15 Mei – 28 Mei 2020 mendatang, dengan mengikut sertakan seluruh kecamatan se kabupaten tanpa terkecuali”jelas Alfedri.

Selanjutnya, pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di kabupaten Siak kata dia akan di laksanakan dua pola atau skema.
Pertama pola maksimal dengan penjagaan oleh dua tim dan dilaksanakan 24 jam meliputi kecamatan Siak,tualang dan Kandis.kedua pola minimal dengan penjagaan dilaksanakan oleh satu tim dilaksanakan 12 jam meliputi kecamatan Pusako, sungai Mandau,mempura,Munas,sungai apit,Dayun, Sabak Auh, kerinci kanan,lubuk dalam,koto Gasib dan Bunga raya.

“Sehari menjelang PSBB,kami telah melaksanakan video vonference dengan para camat, untuk memberikan arahan agar segera mensosialisasikan PSBB di setiap kampung melalui satgas covid 19 kampung,dan juga pengumuman malalui mobil keliling.selain itu media luar ruang seperti spanduk juga dipersiapkan untuk mensosialisasikan PSBB disetiap kampung dan kelurahan”kata Alfedri melaporkan kesiapan jajaran nya kepada Gubernur.

Selain itu, pemerintah kabupaten Siak juga telah menyiapkan 8 pos pantau akses keluar masuk kabupaten Siak yang akan di jaga TNI polri serta satpol PP Dinas perhubungan dan Dinas kesehatan.

Selain itu untuk orang yang akan masuk serta keluar dari wilayah kabupaten Siak, akan kami cek suhu tubuh berada diatas suhu 36 – 40 derajat Celcius akan langsung dilaksanakan rapid tes ditempat dan memang jika terdapat gejala akan dilakukan isolasi dan akan ditetapkan PDP kata Bupati Siak.

Selain itu Alfedri juga melaporkan kepada Gubernur H.Syamsuar bahwa mulai hari Jumat ini,pemkab Siak mulai mendistribusikan bantuan sembako kepada 16,850 kepala keluarga melalui kerjasama dengan pihak Bulog.

Selain pendistribusian sembako,kata Alfedri juga telah dilaksanakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai(BLT) Dana Desa dengan jumlah sasaran sebanyak 11,785 kepala keluarga di beberapa kecamatan diantaranya kecamatan Dayun,lubuk dalam dan kecamatan lainnya.

“Untuk BLT Kemensos dengan jumlah sasaran 16,650 Kepala keluarga, juga telah mulai didistribusikan pada hari Jum’at di kecamatan lubuk dalam dan dilanjutkan hari Sabtu di kecamatan koto Gasib serta hari Senin di kecamatan Mempura, disesuaikan dengan kemampuan PT Pos, karena pengambilan BLT Kemensos di Bantu oleh PT pos terangnya.

Sementara Gubernur Riau H Syamsuar menjelaskan,bahwa penetapan pelaksanaan PSBB tersebut mengacu pada surat keputusan Menteri kesehatan nomor HK.01,07/MENKES/308/2020 tentang penetapan pelaksanaan pembatasan sosial Berskala besar(PSBB) diwilayah Kampar, kabupaten Pelalawan, kabupaten Bengkalis, kabupaten Siak dan kotamadya dumai, propinsi Riau terkait percepatan penanganan virus covid 19

Penetapan PSBB di lima kabupaten kota di provinsi Riau selain kota Pekanbaru ini merupakan salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus yang mematikan ini apalagi sudah banyak kabupaten kota di provinsi Riau yang sudah masuk zona merah.kata Syamsuar

Syamsuar juga mengatakan hari ini saja jumlah pasien covid 19 bertambah 6 orang berasal dari claster pondok pesantren di Magetan

Jadi saya mohon informasi kepada seluruh Bupati, walikota dan seluruh kepala desa se provinsi Riau,agar segera mendata jika ada anak yang baru pulang dari pesantren dimagetan pintanya.

Dalam arahannya, Gubernur Riau juga memberikan masukan kepada Bupati Siak untuk memperketat penjagaan di perbatasan Sabak Auh karena berbatasan langsung dengan kabupaten Bengkalis.

Selain itu, Syamsuar juga agar pelabuhan Mengkapan atau Buton di perketat pengawasan nya,mengingat pelabuhan tersebut merupakan salah satu pintu masuk dari kabupaten Bengkalis dan negri Jiran malasya.

“Jika akses pintu masuk dari daerah lain tidak diperketat,takutnya orang luar akan membawa wabah covid 19 kedaerah kita.kata Syamsuar

Rahman Sihotang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini