(Gambar dari suarantb.com)

Mataram (ANTARA) – Maspolin.id|| Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi respons cepat tim SAR gabungan dalam mengevakuasi penumpang dan awak KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Rabu.

“Tentunya, kami mengapresiasi respons yang sangat cepat dan baik dari tim SAR gabungan dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat,” kata Dudy di Pelabuhan ASDP Lembar, Lombok Barat.

KMP Putri Yasmin terbakar saat berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, pada Rabu dini hari.

Dudy mengatakan karakter arus di Selat Lombok membutuhkan respons cepat dalam penanganan kecelakaan pelayaran.

Menurut dia, tim SAR gabungan segera melakukan operasi setelah menerima informasi mengenai kebakaran dan berhasil mengevakuasi penumpang serta awak kapal.

“Begitu diketahui adanya kejadian, langsung melakukan operasi dan alhamdulillah SAR gabungan berhasil mengevakuasi baik penumpang maupun kru kapal,” katanya.

Berdasarkan data sementara operasi SAR, sebanyak 172 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan 12 orang di antaranya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Satu penumpang perempuan dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Dudy mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya, KMP Putri Yasmin dinyatakan laik berlayar berdasarkan hasil pemeriksaan sebelum melakukan pelayaran.

“Kapal ini laik melaut, berdasarkan hasil pemeriksaan,” katanya.

Terkait informasi adanya ledakan yang diduga berasal dari truk ekspedisi di geladak kapal, Dudy mengatakan penyebab kebakaran belum dapat disimpulkan.

“Kami tidak ingin terlalu cepat mengambil kesimpulan penyebab kapal terbakar. Yang paling penting tim SAR gabungan cepat bertindak mengevakuasi menekan timbulnya korban,” katanya.

Menurut dia, setelah proses evakuasi selesai, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dapat melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran.

“Nantinya kita berikan kesempatan KNKT untuk menyelidiki sebab musabab kejadian. Dari situ kita bisa melihat apa yang harus dilakukan dan evaluasi,” katanya.

Dudy mengatakan insiden tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan, pencegahan, serta kesiapan penanganan kecelakaan transportasi laut.

 

Pewarta: Dhimas Budi Pratama
Editor: Edy Sujatmiko

 

antara

red/mpl/sc

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini