Irjen Agus Suryonugroho Imbau WFA untuk Atur Jadwal Arus Balik Lebaran

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, memperkirakan puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada (24/03/2026). Prediksi tersebut disusun berdasarkan hasil analisis dan evaluasi bersama para pemangku kepentingan.

Sejak 22 Maret hingga 23 Maret 2026, langkah strategis telah mulai diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan. Salah satunya melalui skema rekayasa lalu lintas berupa one way lokal yang diberlakukan secara bertahap di sejumlah titik.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan perjalanan kembali secara bersamaan pada waktu puncak. Kakorlantas juga mendorong pemudik memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dengan menjadwalkan arus balik pada (26/3) hingga (28/3).

“Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi bersama stakeholder, arus balik diperkirakan terbagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada tanggal 23–24 (Maret 2026) dan tahap kedua pada tanggal 28–29 (Maret 2026). Dengan pola tersebut, diharapkan kepadatan arus balik dapat terurai dan perjalanan tetap berjalan lancar,” ucap Irjen Pol. Agus.

Dalam pemantauan di lapangan, Korlantas mencatat perkembangan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik pascalebaran. Secara umum, kondisi lalu lintas masih dalam kategori terkendali meskipun terjadi peningkatan pergerakan.

“Pada Operasi Ketupat hari ke-9 atau dua hari setelah Lebaran, kondisi arus lalu lintas masih cukup terkendali. Terdapat peningkatan arus sesuai prediksi dan hasil monitoring teknologi. Pergerakan aglomerasi terpantau cukup padat, namun masih dapat dikelola dengan baik,” kata Kakorlantas.

Peningkatan volume kendaraan tersebut terpantau di sejumlah wilayah, khususnya kawasan aglomerasi. Di antaranya meliputi Semarang Raya hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Selain itu, lonjakan pergerakan juga terjadi di sejumlah destinasi wisata yang masih diminati masyarakat. Wilayah seperti Bali, Malang Raya, Jakarta, dan Jawa Barat menjadi titik dengan mobilitas tinggi selama masa libur Lebaran.

“Korlantas Polri juga akan menerapkan skema one way nasional untuk arus balik yang direncanakan dimulai pada tanggal 24 (Maret 2026), sesuai arahan Kapolri dan hasil koordinasi dengan Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, serta Jasa Raharja,” sambungnya.

Melalui sinergi antara Polri dan seluruh pemangku kepentingan, pengelolaan arus mudik dan balik terus dioptimalkan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan selamat.

 

Humkas Korlantas Polri

red/mpl/sc

Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret 2026

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepolisian Negara Republik Indonesia menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada hari ke-10 berjalan aman dan kondusif. Berdasarkan laporan periode Sabtu, 21 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Minggu, 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tidak terdapat kejadian menonjol yang mengganggu stabilitas kamtibmas.

Meski demikian, Polri mencatat masih adanya dinamika di lapangan, khususnya pada sektor lalu lintas. Tercatat sebanyak 292 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan rincian 8 orang meninggal dunia, 60 luka berat, dan 489 luka ringan, serta kerugian materiil mencapai lebih dari Rp206 juta.

Di sisi lain, pergerakan arus kendaraan menunjukkan bahwa arus mudik masih berlangsung. Hingga 22 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 2.007.253 kendaraan telah keluar Jakarta atau sekitar 56,9 persen dari total proyeksi.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes. Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam perjalanan, termasuk saat berwisata.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya ke destinasi wisata, agar tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan, terutama di lokasi wisata air seperti pantai, sungai, maupun kolam renang,” ujar Marupa.

Ia juga mengingatkan agar pengelola tempat wisata turut berperan aktif dalam menjaga keselamatan pengunjung dengan memperhatikan kapasitas dan standar keamanan.

“Kami mengingatkan agar pengelola dan masyarakat selalu memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan, sehingga aktivitas wisata dapat berjalan aman dan nyaman,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Marupa mengajak masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada waktu tertentu. Salah satunya dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah.

“Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere atau WFA, sehingga perjalanan arus balik dapat dilakukan secara bertahap dan tidak menumpuk dalam satu waktu,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon tarif tol yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengatur perjalanan.

“Manfaatkan juga kebijakan diskon tarif tol pada tanggal 26 hingga 27 Maret 2026 agar perjalanan lebih efisien dan terhindar dari kepadatan,” tambahnya.

Berdasarkan prediksi, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 24 Maret serta 28 hingga 29 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat merencanakan perjalanan dengan baik.

Di akhir keterangannya, Marupa juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang merayakan Idul Fitri.

“Kami mengucapkan selamat berkumpul bersama keluarga di momen Hari Raya Idul Fitri. Semoga perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan penuh kebahagiaan,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Presiden Prabowo Sapa Ribuan Warga dalam Gelar Griya 1447 H di Istana

Presiden Prabowo Subianto menyapa warga di acara gelar griya (open house) di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

ISTANA MERDEKA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya (open house) dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Momentum tersebut disambut antusias oleh ribuan masyarakat yang memadati halaman tengah Istana.

Suasana hangat dan penuh kebersamaan begitu terasa saat Presiden Prabowo didampingi putranya, Didit Hediprasetyo, menyapa langsung masyarakat yang hadir. Kepala Negara tampak berkeliling, menyalami satu per satu warga, sekaligus menyampaikan ucapan selamat Idulfitri.

Antusiasme terlihat dari raut wajah bahagia masyarakat yang untuk pertama kalinya merasakan suasana Lebaran di lingkungan Istana. Salah satunya Sinta, seorang tukang urut keliling, yang mengaku haru karena mimpinya untuk bertemu Presiden Prabowo akhirnya terwujud.

“Memang saya sudah ada impian ingin ketemu, ternyata diwujudkan. Alhamdulillah, saya bahagia. Nggak bisa saya ucapkan lagi semoga Bapak Presiden sama wakil-wakilnya panjang umur, dimudahkan rejekinya,” ujar Sinta.

Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya dapat menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan untuk pertama kali dalam hidupnya. Bagi Sinta, kehadirannya di Istana tidak hanya untuk merayakan Lebaran, tetapi juga untuk bertemu langsung dengan Presiden dan Wakil Presiden.

“Alhamdulillah, saya diwujudkan, mungkin Allah sayang sama saya. Bahkan saya dikasih hadiah, bersyukur banget buat diri saya,” tambahnya.

Cerita serupa juga datang dari Fitri, warga asal Padang yang kini tinggal di Kebon Kacang. Ia mengaku bangga dapat berjabat tangan langsung dengan Presiden Prabowo dalam momen istimewa tersebut.

“Ini pengalaman saya pertama datang ke istana ya. Saya rasanya ketemu sama Pak Presiden, salaman, dapat berjabat tangan langsung dengan Pak Presiden, rasanya bangga banget ya,” ungkap Fitri.

Meski datang tanpa persiapan khusus, Fitri mengaku puas dengan pengalaman yang didapatkan. Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai wujud kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.

“Ya mudah-mudahan untuk tahun-tahun berikutnya open house kayak gini masih tetap terlaksana ya,” tandasnya.

Gelar griya Idulfitri di Istana Kepresidenan tahun ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan Presiden Prabowo secara langsung dengan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai silaturahmi, kebersamaan, dan kedekatan antara pemimpin dan rakyat dalam suasana hari raya. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/pr

Kecelakaan dan Fatalitas Mudik Lebaran 2026 Menurun

SUMATERA UTARA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen pada arus mudik Lebaran 2026. Hal itu disampaikan Sigit bersama seluruh stakeholder terkait usai melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026).

Sementara itu, kata Sigit untuk angka fatalitas atau korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sebesar 24,61 persen jika dibandingkan pada Operasi Ketupat 2025.

“Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik,” kata Sigit.

Sementara itu, Sigit tak lupa mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan. Ia meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan pos pelayanan yang telah disiapkan untuk berisitirahat.

“Kita tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan optimal saat masyarakat menunaikan Salat Idulfitri (Id) pada seluruh wilayah Indonesia.

“Dan juga besok akan dilaksanakan kegiatan Salat Id yang juga harus dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Dan pasca-itu kemudian tentunya akan ada kegiatan tradisi halal bihalal dan juga kegiatan-kegiatan lanjutan yang tentunya harus kita amankan,” tutup Sigit.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Istana Terbuka untuk Rakyat, Presiden Prabowo Prioritaskan Masyarakat pada Gelar Griya Idulfitri

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026.

ISTANA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menggelar acara gelar griya (open house) dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kegiatan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat umum sebagai wujud kebersamaan di momen hari raya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus menjelaskan konsep pelaksanaan gelar griya tahun ini. Menurutnya, Presiden Prabowo sejak beberapa hari sebelumnya telah mengarahkan agar kegiatan tersebut tidak mewajibkan kehadiran pejabat negara.

“Beliau sejak beberapa hari yang lalu menyampaikan bahwa tidak wajib dihadiri oleh para pejabat, baik kementerian maupun lembaga. Karena beliau tidak ingin merepotkan barangkali ada agenda-agenda atau acara-acara keluarga. Jadi, sore hari ini memang khusus untuk masyarakat umum,” ujar Menteri Pras.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga direncanakan untuk menyapa langsung masyarakat yang hadir, sebagaimana tradisi yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. “Insyaallah, sebagaimana tahun lalu, beliau nanti akan berkeliling menyapa masyarakat yang berkenan hadir untuk merayakan Hari Raya Idulfitri di Istana Merdeka,” ungkap Menteri Pras.

Adapun jumlah masyarakat yang hadir diperkirakan mencapai 5 ribu orang. Pemerintah tidak melakukan pembatasan ketat, melainkan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk hadir secara sukarela.

“Memang kita tidak membatasi atau tidak mengorganise sebagaimana acara biasanya. Misalnya seperti acara 17 Agustus, kita berikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin hadir, sukarela, dipersilahkan sepanjang masih memungkinkan, kami persilahkan untuk masuk ke dalam lingkungan Istana,” jelasnya.

Menteri Pras pun menegaskan bahwa penyelenggaraan gelar griya ini merupakan bagian dari tradisi yang telah berlangsung setiap tahun. Namun demikian, terdapat penekanan pada kesederhanaan dan empati terhadap kondisi masyarakat.

“Sebagaimana kami juga sampaikan melalui surat edaran bahwa kita dihimbau, para pejabat pemerintah, kementerian, dan lembaga untuk mengurangi kegiatan-kegiatan open house dan halal bihalal oleh karena sebagaimana kita ketahui bersama, masih banyak saudara-saudara kita yang di berbagai daerah masih mengalami kesulitan-kesulitan. Oleh karena itulah, Bapak Presiden memilih untuk memprioritaskan kepada masyarakat umum,” ucap Menteri Pras.

Selain masyarakat umum, Presiden Prabowo juga dijadwalkan menerima kunjungan dari para Presiden Republik Indonesia sebelumnya, termasuk Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo.

“Insyaallah, rencananya sore ini,” pungkas Menteri Pras. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/pr

 

Kisah Warga Aceh Tamiang Sambut Lebaran Bersama Presiden

Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi bersama warga di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026.

Aceh Tamiang, ACEH – Maspolin.id|| Suasana Lebaran di Aceh Tamiang tahun ini terasa berbeda. Di tengah jejak bencana yang masih membekas, warga berupaya bangkit dengan segala keterbatasan. Duka masih terasa, namun harapan perlahan tumbuh, terlebih dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang turut melaksanakan salat Id bersama masyarakat.

Pagi itu, Sabtu, 21 Maret 2026, di Masjid Darussalam yang berdiri di tengah kawasan huntara, takbir menggema, pelan tapi penuh. Di antara saf-saf yang mulai terisi, Presiden Prabowo hadir, berdiri sejajar dengan warga, tanpa jarak yang terasa.

Bagi sejumlah warga, kehadiran Presiden Prabowo membawa arti tersendiri. Bagi Ibu Ami, warga Desa Upah, kehadiran Kepala Negara pada Lebaran kali ini seakan menjadi pelipur dari rasa sedih akibat musibah yang baru saja dialami.

“Alhamdulillah ya senang kami dikunjungi bentar-bentar sama Presiden. Alhamdulillah berarti kan Presiden sayang sama orang Aceh Tamiang,” ujarnya.

Di balik kesedihan, Ibu Ami memaknai cobaan sebagai pengingat untuk makin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia berharap bencana ini menjadi titik balik kebangkitan bagi daerahnya.

Senada dengan itu, Ibu Ades dari Desa Simpang Empat menggambarkan Lebaran tahun ini sebagai perpaduan antara sedih dan bahagia. Sedih karena musibah, namun bahagia karena kebersamaan dan semangat yang kembali tumbuh di tengah masyarakat.

“Antusias kami masyarakat setelah mendengar katanya Presiden akan hadir ke mari alhamdulillah kami merasa bahagia, senang karena kami merasa tidak ditinggal. Kami merasa dihargai, kami merasa mendapat spirit untuk kami bisa bangkit walaupun kami sudah terpuruk, tetapi kami sudah bisa bangkit,” tuturnya.

Menurutnya, kehadiran Presiden menjadi suntikan semangat bagi warga untuk bangkit dari keterpurukan. Ia melihat optimisme baru mulai tumbuh di tengah masyarakat untuk kembali berdiri dan maju.

“Kehadiran Bapak ke mari menambah semangat kami untuk kami optimistis kami harus bisa maju, bisa bangkit lagi, berdiri tanpa bantuan dari orang lain,” tambahnya.

Sementara itu, haru tak terbendung dari Ibu Rusnida, yang tak kuasa menahan air mata saat menceritakan pengalamannya. Baginya, kunjungan Presiden merupakan sesuatu yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Pak Presiden ke mari, kami senang. Senang, kami tak pernah dikunjungi Presiden, sekarang dikunjungi karena ada musibah yang besar datanglah Presiden ke mari,” ucapnya lirih.

Di balik rasa haru tersebut, tersimpan harapan sederhana namun mendalam agar kehidupan ke depan menjadi lebih baik, terutama bagi generasi muda. “Biar lebih bagus, anak-anak di sini biar dapat kerja semua,” harapnya.

Kehadiran Presiden di tengah warga yang tengah bangkit dari bencana bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan simbol bahwa negara hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya. Di tengah keterbatasan, momen Lebaran ini menjadi penguat semangat, bahwa dari duka bisa lahir harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Polri Resmi Hentikan One Way Nasional dan Fokus Kawal Perayaan Idul Fitri 1447 H

Juru Bicara Satgas Humas Ops Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan

JAKARTA – Maspolin.id|| Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memasuki hari ke-9 dengan catatan positif. Berdasarkan hasil pantauan dan evaluasi periode Jumat (20/03/2026) pukul 18.00 WIB hingga Sabtu (21/03/2026) pukul 06.00 WIB, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) secara nasional dilaporkan berjalan aman, kondusif, dan tanpa kejadian menonjol.

Seiring dengan volume kendaraan yang mulai melandai, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengambil langkah strategis dengan menghentikan penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) skala nasional pada arus mudik Lebaran 2026.

Juru Bicara Satgas Humas Ops Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, mengonfirmasi bahwa penghentian sistem one way ini dilakukan setelah melalui proses evaluasi komprehensif dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Berdasarkan hasil evaluasi, arus lalu lintas terpantau landai dan terkendali, sehingga rekayasa one way nasional dihentikan dan arus kendaraan kembali normal dua arah,” ujar Kombes Pol. Jansen.

Kombes Pol. Jansen menambahkan bahwa kebijakan lalu lintas akan tetap bersifat dinamis guna menyesuaikan kondisi di lapangan. Saat ini, kepolisian mulai menggeser fokus pengamanan pada rangkaian inti Hari Raya Idul Fitri, meliputi malam takbiran, pelaksanaan Salat Id, hingga pengamanan di berbagai destinasi wisata.

Indikasi melandainya arus mudik terlihat dari data gerbang tol. Volume arus lalu lintas keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat sebanyak 48.440 kendaraan, mengalami penurunan sebesar 13,86 persen dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, arus masuk ke Jakarta tercatat 20.519 kendaraan, turun signifikan sebesar 56,42 persen.

Di sisi keselamatan berlalu lintas, Polri mencatat terjadinya 260 kecelakaan selama periode pantauan. Insiden tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia, 25 orang luka berat, dan 272 orang luka ringan, dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp695,7 juta. Atas data ini, Polri tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.

Ke depan, Polri telah bersiap menghadapi potensi lonjakan mobilitas pasca-Lebaran (arus balik). Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan cermat guna menghindari penumpukan kendaraan. Beberapa langkah antisipasi yang disarankan Polri meliputi memanfaatkan diskon tarif tol yang berlaku pada 26 hingga 27 Maret 2026, mengoptimalkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi pekerja yang memungkinkan dan memperhatikan kapasitas angkut dan mengutamakan keselamatan saat mengunjungi objek wisata, khususnya wisata air, di masa libur Lebaran dan kegiatan halalbihalal.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 sejauh ini tidak lepas dari sinergitas solid antara Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Basarnas, BMKG, Jasa Raharja, jajaran Pemerintah Daerah, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Menutup keterangannya, Kombes Pol. Jansen mewakili institusi Polri menyampaikan pesan bagi seluruh rakyat Indonesia di hari kemenangan ini.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Semoga momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi serta membawa keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Hari Kedelapan Ops Ketupat 2026, Arus Mudik Meningkat, Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Juru Bicara Satgas Humas Ops Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, S.I.K., M.H.,

Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 menyampaikan laporan terkini pelaksanaan operasi pada hari kedelapan, Jumat, 20 Maret 2026. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terpantau dalam kondisi kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

Juru Bicara Satgas Humas Ops Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun selama periode Kamis, 19 Maret 2026 pukul 18.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 90 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, terdapat 1 orang meninggal dunia, 40 orang mengalami luka berat, dan 138 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai Rp 581.350.000.

“Secara umum situasi kamtibmas masih kondusif, meskipun terdapat dinamika di lapangan khususnya terkait peningkatan mobilitas masyarakat pada arus mudik,” ujar Marupa.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam aspek penegakan hukum lalu lintas, tercatat 22 pelanggaran yang seluruhnya ditindak melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Selain itu, petugas juga memberikan 47 teguran sebagai langkah preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Mobilitas masyarakat, khususnya arus keluar Jakarta, mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari Jasa Marga Command Center, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 208.825 kendaraan, meningkat 48,15 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 4,05 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

“Peningkatan volume kendaraan ini terutama terjadi di Gerbang Tol Cikampek Utama arah Trans Jawa, yang menjadi titik dengan arus tertinggi. Namun demikian, kondisi lalu lintas secara umum masih dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Di sisi lain, arus masuk Jakarta tercatat sebanyak 77.584 kendaraan atau mengalami penurunan sebesar 42,22 persen dibandingkan kondisi normal. Kepadatan sempat terpantau di ruas Tol Jakarta–Cikampek, namun masih dalam kondisi terkendali.

Pada sektor transportasi umum, pergerakan masyarakat juga terpantau tinggi. Tercatat 112 trip kapal di 37 pelabuhan penyeberangan dengan total 32.965 penumpang. Khusus lintasan Jawa–Sumatera, terdapat 43 trip dengan jumlah penumpang mencapai 123.540 orang. Sementara itu, moda kereta api mencatat 1.504 perjalanan dengan 616.287 penumpang, serta sektor penerbangan sebanyak 1.879 penerbangan dengan total 184.180 penumpang.

Marupa mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap mengutamakan keselamatan, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan konvoi berlebihan saat malam takbiran, tidak bersikap anarkis, serta tetap menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, baik selama perjalanan maupun saat meninggalkan rumah untuk mudik, serta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman.

Polri turut mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di titik-titik tertentu. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi layanan hotline Polri di nomor 110 yang tersedia selama 24 jam.

“Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, sehingga mudik dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tutup Marupa.

Polri juga mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia, dengan harapan momen Lebaran menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan keluarga.

Mudik Aman, Keluarga Bahagia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Arus Mudik Terus Dipantau, Rekayasa Lalin Diperkuat

Bekasi, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mendampingi Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memantau arus mudik Lebaran di Jasa Marga Tollroad Command Center Jatiasih, Bekasi, Kamis (19/03/2026).

Pemantauan dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas pada masa puncak pergerakan kendaraan. Volume kendaraan terpantau mengalami peningkatan signifikan di sejumlah ruas tol utama.

Dalam arahannya, Kakorlantas menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas di jalan tol dilaksanakan secara bertahap. Kebijakan tersebut didasarkan pada analisa dan evaluasi bersama yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama dengan Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan.

“Untuk jalan tol, sesuai SKB tanggal 17 dan 18 dilakukan rekayasa lalu lintas. Pada tanggal 17 telah dilakukan analisa dan evaluasi bersama Jasa Marga dan Kementerian Perhubungan, sehingga parameter untuk penerapan one way mulai diterapkan dari contraflow lajur 1 dan 2, kemudian dilanjutkan one way sepenggal tahap pertama,” kata Kakorlantas.

Ia menjelaskan, skema rekayasa dimulai dari contraflow lajur 1 dan 2. Selanjutnya, diterapkan one way sepenggal pada tahap awal sesuai kondisi lapangan.

Pada tahun ini, jangkauan rekayasa lalu lintas diperluas dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya one way hanya berlaku dari KM 70 hingga KM 188, kini diperpanjang hingga KM 263.

Bahkan, apabila terjadi lonjakan volume kendaraan, skema tersebut dapat diperluas hingga KM 414 arah Kalikangkung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kepadatan arus mudik.

“Dari KM 36 hingga KM 47 diberlakukan contraflow lajur 1, serta penutupan sementara jalur MBZ untuk dialihkan ke jalur bawah. Namun karena arus masih tinggi, dilanjutkan contraflow lajur 2 dari KM 47 hingga KM 58,” tutur Irjen Pol. Agus.

“Karena kepadatan masih terjadi, hari ini dibuka contraflow lajur 3 dari KM 58 hingga KM 70. Selanjutnya, dari KM 70 hingga KM 414 Kalikangkung terpantau,” sambungnya.

Kakorlantas menegaskan bahwa segmen KM 36 hingga KM 70 menjadi perhatian utama. Pada titik tersebut terjadi peningkatan arus kendaraan yang cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk itu, diperlukan langkah penanganan khusus melalui penerapan rekayasa tambahan. Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran arus kendaraan.

Di sisi lain, dukungan juga datang dari wilayah Jawa Tengah. Kepolisian setempat memberlakukan one way lokal dari KM 414 hingga arah Ungaran guna memperlancar distribusi arus.

“Namun pada segmen KM 36 hingga KM 70, perlu penanganan khusus karena terjadi peningkatan arus yang cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya, sehingga diperlukan langkah-langkah rekayasa tambahan. Selain itu, dari KM 414, pihak (Polda) Jawa Tengah juga memberlakukan one way lokal di jalan tol hingga arah Ungaran,” pungkasnya.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/nn

Arus Mudik Lebaran Terpantau Lancar, Kakorlantas Pastikan Rekayasa Lalin Berjalan Optimal

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. mengatakan arus lalu lintas baik di jalan tol maupun arteri masih terpantau aman dan terkendali.

Kakorlantas menjelaskan bahwa peningkatan arus terutama terjadi di jalur arteri. Namun, seluruh jajaran kepolisian daerah telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas seperti sistem buka-tutup, pengalihan arus, hingga penerapan contraflow dan one way di sejumlah wilayah.

“Kami menyampaikan update lalu lintas baik di jalan arteri maupun jalan tol. Di jalan arteri memang terjadi peningkatan arus, namun para Kapolda dan Dirlantas telah menyiapkan berbagai skenario seperti buka tutup, alih arus, termasuk contraflow dan one way di beberapa wilayah,” kata Kakorlantas di Pospol Thamrin, Jakarta, Jumat (20/3/2026) pagi.

Irjen Pol. Agus menambahkan, skema one way nasional yang saat ini masih diberlakukan akan terus dievaluasi. Jika kondisi arus lalu lintas pada Jumat pagi sudah semakin landai, maka kebijakan tersebut berpotensi dihentikan setelah dilakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, serta dilaporkan kepada Kapolri.

“One way nasional yang telah diberlakukan akan terus dievaluasi. Kamis 19 Maret 2026 malam arus terpantau cukup landai, namun skema one way nasional masih diberlakukan. Apabila Jumat 20 Maret 2026 pagi arus kendaraan semakin landai, maka akan dilakukan evaluasi bersama stakeholder seperti Menteri Perhubungan, Dirut Jasa Marga, dan dilaporkan kepada Kapolri untuk kemungkinan penghentian one way,” ujar Irjen Pol. Agus.

Selain itu, pengamanan Operasi Ketupat juga difokuskan pada tempat ibadah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H termasuk untuk pelaksanaan malam takbiran dan Salat Id.

Menurutnya, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Terkait pengamanan Idulfitri, termasuk malam takbiran dan salat Id, seluruh jajaran telah siap. Rencana penghentian one way nasional akan dievaluasi pada pagi hari. Jika arus sudah landai dan volume lalu lintas rendah, maka kemungkinan one way akan dihentikan pada siang hari,” pungkasnya.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.