BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung menorehkan prestasi gemilang pada Rabu (11/3/206), dengan membongkar jaringan besar penyalahgunaan narkotika yang beroperasi selama bulan suci. Dalam operasi intensif ini, petugas berhasil mengungkap 30 kasus yang terdiri dari 27 kasus narkotika dan 3 kasus obat-obatan tertentu di berbagai titik strategis mulai dari pemukiman hingga terminal.
Sebanyak 39 tersangka, yang didominasi oleh laki-laki dan satu orang perempuan, kini telah diamankan sebagai pengedar dengan modus operandi beragam, mulai dari sistem “tempel”, transaksi online, hingga penjualan langsung secara perorangan demi meraup keuntungan pribadi.
Barang bukti yang disita petugas sangat signifikan, mencakup sabu seberat 1.257,95 gram, ganja kering mencapai 12,6 kilogram, hingga ribuan butir obat terlarang dan cairan bibit tembakau sintetis. Selain zat terlarang, polisi juga menyita puluhan ponsel, timbangan digital, serta uang tunai jutaan rupiah yang diduga kuat merupakan hasil transaksi haram.
Melalui pengungkapan ini, Polri mengklaim telah menyelamatkan sekitar 85.728 jiwa dari bahaya narkoba. Para pelaku kini terancam hukuman berat sesuai UU Narkotika dan UU Kesehatan dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan di berbagai wilayah di Indonesia yang digelar secara hybrid melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres)
ISTANA HAMBALANG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia terus memegang teguh prinsip politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika konflik global yang makin kompleks. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara hybrid melalui konferensi video di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026.
“Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, nonblok. Kita tidak ingin ikut blok mana pun. Kita menghormati semua kekuatan. Kita menghormati semua negara. Itulah Indonesia,” ucap Presiden.
Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian akibat berbagai konflik yang terjadi di sejumlah kawasan. Menurutnya, eskalasi ketegangan di kawasan menjadi contoh nyata bahwa situasi global saat ini berada dalam kondisi yang penuh tantangan.
“Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil,” katanya.
Sikap Indonesia yang tidak memihak blok manapun, menurut Presiden merupakan cerminan dari nilai kebangsaan Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi kehidupan nasional juga tercermin dalam cara Indonesia membangun hubungan dengan negara-negara lain di dunia.
“Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis, tapi kita bisa rukun,” ujarnya. (BPMI Setpres)
Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres)
ISTANA HAMBALANG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa Kepala Negara memimpin lima rapat berbeda sejak siang hingga malam hari
“Pada minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar 5 rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Seskab Teddy, dalam sejumlah rapat tersebut Presiden Prabowo meminta laporan terbaru terkait perkembangan sejumlah isu dan agenda strategis pemerintah, baik di dalam negeri maupun dinamika internasional. Isu pertama yang dibahas adalah perkembangan pembangunan sepuluh kampus baru yang difokuskan pada penguatan bidang sains dan teknologi.
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta pendidikan kedokteran,” ungkap Seskab Teddy.
Selain itu, Presiden Prabowo juga meminta laporan terkait upaya peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global serta memperluas kerja sama dengan universitas ternama dunia. Dalam rapat tersebut, Seskab Teddy menyebut bahwa Presiden Prabowo turut membahas perkembangan situasi geopolitik internasional, khususnya dinamika di kawasan Timur Tengah yang dinilai memiliki implikasi terhadap kondisi global dan regional.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” ucap Seskab Teddy.
Topik lain yang juga dibahas dalam rapat tersebut adalah perkembangan program pendidikan bagi mahasiswa asal Palestina di Indonesia, khususnya yang menempuh pendidikan di Universitas Pertahanan. Menurut Seskab Teddy, saat menjadi Menteri Pertahanan, sejak tahun 2022 Presiden Prabowo mengundang 20–40 anak-anak Palestina bersekolah di Indonesia hingga sekarang mencapai hampir 200 mahasiswa-mahasiswi.
Selain isu pendidikan dan geopolitik, Presiden Prabowo juga meminta laporan terkait kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus mudik Lebaran yang diperkirakan mulai meningkat dalam waktu dekat.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri,” pungkas Seskab Teddy.
Dalam rangkaian rapat tersebut turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, serta Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Melalui rangkaian rapat strategis hari ini, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan berbagai agenda prioritas nasional pemerintah dapat berjalan secara optimal mulai dari penguatan pendidikan dan penguasaan teknologi, respons terhadap dinamika geopolitik global, hingga kesiapan menjelang Hari Raya Idulfitri. (BPMI Setpres)
KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Bentuk sinergi dan kolaborasi lintas sektoral, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menghadiri Apel Terpadu Jasa Marga Siaga Operasional Libur Hari Raya Idulftri 1447 H/2026 di TMII, Selasa (10/3). Apel ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan balik dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Hadir dalam kegiatan, Kementerian Pekerja Umum Wilan Octavian Direktur Utama PT. Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, dan Direktur Utama PT. Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa berbagai pihak telah menyiapkan diri untuk mendukung kelancaran operasi pengamanan Lebaran tahun ini dengan sinergi antarinstansi yang telah dibangun sejak awal.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
“Semua kesiapan dalam rangka Operasi Ketupat, baik dari stakeholder, sinergitas, baik dari Kementerian Perhubungan, dari Kementerian PUPR, semua menteri Kabinet Merah Putih Dirut Jasa Marga, Jasa Raharja, dan seluruhnya sudah siap,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Apel terpadu yang digelar bersama jajaran Jasa Marga menjadi penanda bahwa seluruh unsur yang terlibat telah berada dalam kondisi siaga. Ia menilai keberhasilan pengamanan pada tahun sebelumnya menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pelayanan tahun ini.
“Pagi ini kita melaksanakan apel terpadu Jasa Marga Siaga, tentunya ini menandakan bahwa kita semuanya sudah siap. Suksesi pengamanan Operasi Ketupat 2025 tahun lalu cukup bagus, tetapi tahun ini tentunya harus kita tingkatkan,” tambah Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Kakorlantas juga mengapresiasi Apel Terpadu Siaga yang dilaksanakan Jasa Marga. Hal ini menjadi bagian dari kesiapan stakeholder dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat 2026.
“Saya sebagai pihak yang mewakili Bapak Kapolri, tentunya menyampaikan apresiasi yang sangat luar biasa, terutama Jasa Marga yang saat ini mempersiapkan apel terpadu,” jelas Kakorlantas Polri.
Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
“Operasi Ketupat tahun 2026 adalah operasi kemanusiaan, bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya kita mengamankan arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat tahun ini, negara hadir bersama untuk bisa menjamin momen sosial dan spiritual, menjaga rangkaian kegiatan masyarakat dari bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri,” tegas Kakorlantas Polri.
Dalam pengamanan arus mudik lebaran, lima klaster menjadi pergatian khusus di antaranya jalan tol, arteri, penyebrangan pelabuhan, tempat ibadah dan tempat wisata.
“Pertama adalah jalan tol dengan dinamikanya, kedua jalan arteri, ketiga tempat penyeberangan pelabuhan, keempat tempat-tempat ibadah dan terakhir adalah tempat-tempat wisata sudah kita identifikasi semuanya. Untuk jalan tol menjadi prioritas,” ungkap Kakorlantas Polri.
Kunci keberhasilan Operasi Ketupat adalah kolaborasi bersama, Kakorlantas yakin dengan sinergitas kebersamaan dapat mensukseskan kelancaran arus mudik lebaran Idulfitri.
“Kami yakin kata kunci dari keberhasilan Operasi Ketupat 2026 adalah kolaborasi, sinergitas, dan tentunya kebersamaan di lapangan. Together we can, bersama kita kuat, dan bersama kita berhasil,” pungkas Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.,
JAKARTA – Maspolin.id|| Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol. Wibowo menghadiri kegiatan pelepasan Tim Mudik BTV yang digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan media dalam menyampaikan perkembangan arus mudik kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Kehadiran jurnalis di lapangan diharapkan dapat membantu publik memperoleh informasi yang jelas terkait kondisi lalu lintas selama periode mudik.
Brigjen Pol. Wibowo menilai peran media sangat penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik, terutama ketika masyarakat membutuhkan kepastian mengenai situasi perjalanan mudik.
“Kita juga memerlukan informasi yang berimbang. Di mana kita sering menerima informasi yang masih rancu, apakah itu informasi yang faktual atau justru informasi yang hoaks,” kata Dirregident.
“Sehingga harapan kami tentunya dengan adanya pelepasan tim peliputan mudik dari rekan-rekan ini bisa membantu kami dan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi yang valid,” sambungnya.
Ia menjelaskan, Korlantas Polri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan serta menekan potensi kecelakaan selama masa mudik. Berbagai skenario rekayasa lalu lintas juga telah dipersiapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.
“Selain itu secara teknis kita juga telah menyiapkan berbagai skenario untuk menangani kepadatan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas. Skenario tersebut meliputi sistem buka tutup jalan, pengalihan arus, contraflow hingga penerapan one way, baik one way lokal maupun one way panjang atau nasional,” tutur dia.
Dirregident menambahkan bahwa kesiapan pengamanan arus mudik secara umum telah mencapai tahap akhir. Operasi pengamanan akan dilaksanakan melalui sinergi antara Polri, kementerian, lembaga terkait, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Saat ini kesiapan sudah mencapai 100 persen. Kita akan melaksanakan operasi ini dengan berkolaborasi bersama seluruh stakeholder, kementerian dan lembaga terkait. Kepada masyarakat juga kami imbau untuk selalu tertib berlalu lintas, berhati-hati di jalan, menyiapkan dukungan logistik dan kesehatan, memastikan saldo e-toll cukup, serta yang paling utama adalah berdoa sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya.
JAKARTA – Maspolin.id|| Direktur Keamanan dan Keselamatan (Dirkamsel) Korlantas Polri Brigjen Pol Prianto menghadiri pelepasan Tim Jelajah Lebaran 2026 yang digelar Bisnis Indonesia Group di Gedung Bisnis Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memantau kondisi arus mudik sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat selama periode Lebaran. Tim Jelajah Lebaran akan melakukan pemantauan langsung di sejumlah jalur utama untuk memberikan gambaran situasi di lapangan.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol Prianto menyampaikan bahwa tradisi mudik Lebaran merupakan salah satu pergerakan masyarakat terbesar di Indonesia setiap tahun. Berdasarkan data tahun 2025, lebih dari 154 juta masyarakat tercatat melakukan perjalanan mudik ke berbagai daerah.
“Angka tersebut menunjukkan besarnya mobilitas masyarakat sekaligus menjadi tantangan dalam pengelolaan transportasi dan lalu lintas nasional,” ujar Prianto dalam kegiatan pelepasan Jelajah Lebaran 2026 Bisnis Indonesia.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas tersebut, Polri bersama para pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026. Operasi ini bertujuan memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, selamat, tertib, dan lancar selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.
Brigjen Pol Prianto menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan lalu lintas. Operasi tersebut juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjaga momentum sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penjaga, tetapi juga menghadirkan rasa aman, ketenteraman, dan kedamaian bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Perhubungan, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, operator transportasi, serta media.
Menurutnya, kegiatan Jelajah Lebaran yang dilakukan oleh Bisnis Indonesia Group diharapkan dapat menjadi jembatan informasi bagi masyarakat mengenai kondisi lalu lintas dan jalur mudik.
“Kami berharap kegiatan Jelajah Lebaran ini dapat memberikan gambaran nyata mengenai upaya bersama dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Polri juga mengusung tagline Operasi Ketupat 2026, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Tagline tersebut mencerminkan komitmen negara dalam mengawal tradisi mudik agar berlangsung dengan aman dan nyaman.
Selain itu, Polri juga memperkenalkan kampanye keselamatan berlalu lintas melalui lagu berjudul “Mudik Tertib Ojo Kesusu”. Kampanye tersebut mengajak masyarakat untuk tidak tergesa-gesa saat berkendara serta selalu mematuhi aturan lalu lintas.
Di akhir sambutannya, Prianto berharap kegiatan Jelajah Lebaran 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ia juga berpesan kepada tim Jelajah Lebaran agar menjalankan tugas pemantauan dengan baik selama perjalanan di berbagai daerah.
“Semoga perjalanan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya.
Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Wihaji dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., melepas tim peliputan mudik Garuda TV yang akan bertugas meliput arus mudik dan balik dalam rangka Operasi Ketupat 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sinergi antara Polri dan media dalam memberikan informasi kepada masyarakat selama periode mudik Idulfitri, Selasa (10/3).
Turut hadir, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga RI Wihaji dan Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas Polri menegaskan bahwa kehadiran negara melalui Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan arus lalu lintas, tetapi juga memastikan keselamatan masyarakat selama perjalanan mudik hingga kembali ke tempat asal.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
“Negara hadir mengatur lalu lintas dalam Operasi Ketupat, kami tidak hanya hadir melakukan rekayasa lalu lintas, tapi kita semuanya hadir untuk memastikan bahwa semua perjalanan baik berangkat sampai tujuan selamat sampai tujuan bahagia dan kembali selamat,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.
Lebih lanjut, Kakorlantas mengajak masyarakat untuk mendengarkan musik “Mudik Tertib Ojo Kesusu” sebagai pengingat agar tidak tergesa-gesa di jalan selama arus mudik dan arus balik. Keselamatan menjadi prioritas utama, didukung dengan teknologi infrastruktur yang digunakan untuk memantau perkembangan lalu lintas secara real time.
“Mari kita mendengarkan musik ‘Mudik Tertib Ojo Kesusu’, jangan tergesa-gesa di jalan karena keselamatan itu adalah yang paling utama. Kami juga menghadirkan teknologi infrastruktur untuk bisa memantau perkembangan arus mudik dan arus balik,” tambah Kakorlantas Polri.
Peran media penting dalam mendukung keberhasilan Operasi Ketupat. Menurutnya, media menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi terkait kondisi lalu lintas secara cepat dan akurat kepada masyarakat, termasuk kebijakan rekayasa lalu lintas seperti sistem One Way dan Contraflow yang diterapkan di sejumlah ruas jalan selama masa mudik.
Kakorlantas berpesan kepada tim media agar turut menyebarkan informasi keselamatan berkendara kepada masyarakat. Ia berharap media dapat membantu memantau titik-titik rawan kepadatan, memberikan informasi terkait kondisi rest area, serta mengedukasi pemudik untuk memanfaatkan jalur alternatif seperti jalan arteri guna mengurangi kepadatan di jalan tol selama periode mudik Lebaran.
KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi Ketupat 2026 menekankan pentingnya kolaborasi antarsatgas serta kehadiran aktif anggota di lapangan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran. Hal tersebut disampaikan saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Latpraops Ketupat 2026 di Aula Gedung Bareskrim Polri pada Selasa (10/3/2026).
Brigjen Pol Faizal menjelaskan Operasi Ketupat bukan hanya tugas satu fungsi saja, tetapi melibatkan seluruh unsur satgas yang bekerja secara terpadu untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama periode mudik dan arus balik.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal.
“Operasi Ketupat ini bukan hanya tugas lalu lintas saja. Ada enam satgas yang terlibat, mulai dari preventif, kamseltibcarlantas, penegakan hukum, hingga bantuan operasi. Semua harus bekerja bersama-sama,” kata Brigjen Pol Faizal.
Menurutnya, indikator keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat di bidang lalu lintas antara lain menurunnya angka kecelakaan, berkurangnya pelanggaran, tidak adanya kecelakaan menonjol, serta penerapan manajemen dan rekayasa lalu lintas yang berjalan sesuai perencanaan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way kini tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan berdasarkan perhitungan teknologi dan data traffic counting yang memantau volume kendaraan secara real time.
“Sekarang kita sudah menggunakan teknologi. Setiap 500 meter di jalan tol sudah ada kamera, dan setiap pintu tol memiliki traffic counting. Jadi kita bisa memantau pergerakan kendaraan secara langsung dari command center,” ujarnya.
Dalam paparannya, Ia juga menyampaikan sebanyak 3,6 juta kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta. Pergerakan terbesar diperkirakan melalui jalur tol Cikampek, Cikupa, dan jalur menuju Bandung.
Arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang pada 13–14 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026. Selain itu, Polri menyiapkan sebanyak 2.756 pos yang terdiri dari 1.629 pos pengamanan, 784 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu di berbagai wilayah Indonesia.
Ia mengajak seluruh personel yang terlibat dalam operasi untuk menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan agar pengamanan mudik Lebaran dapat berjalan dengan baik.
“Laksanakan tugas ini dengan hati yang senang. Semoga pengamanan mudik dan arus balik berjalan aman, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri bersama keluarga dengan bahagia,” pungkasnya.
Naiknya Mojtaba Khamenei menggantikan Ali Khamenei bukan sekadar pergantian pemimpin, tetapi menandai pergeseran kekuasaan yang lebih besar di Iran—dari dominasi ulama menuju pengaruh kuat militer ideologis Islamic Revolutionary Guard Corps.
Suksesi kepemimpinan di Iran selalu menjadi peristiwa yang sarat makna geopolitik. Ketika Mojtaba Khamenei muncul sebagai penerus ayahnya, dunia segera membaca peristiwa ini bukan hanya sebagai transisi kekuasaan, tetapi sebagai indikasi arah baru Republik Islam.
Selama lebih dari tiga dekade, Ali Khamenei memimpin Iran dengan menggabungkan otoritas religius dan kekuatan negara.
Namun, naiknya Mojtaba terjadi dalam konteks yang jauh lebih kompleks: tekanan ekonomi akibat sanksi internasional, konflik regional yang memanas, serta meningkatnya pengaruh militer revolusi dalam struktur kekuasaan negara.
Di tengah dinamika tersebut, banyak analis melihat bahwa kepemimpinan Mojtaba berpotensi memperkuat peran Islamic Revolutionary Guard Corps, institusi militer ideologis yang selama ini menjadi tulang punggung strategi regional Iran. Jika tren ini berlanjut, Iran mungkin sedang memasuki fase baru—di mana legitimasi religius tetap dipertahankan, tetapi arah kebijakan negara semakin ditentukan oleh kalkulasi strategis militer.
Perubahan ini tidak hanya akan menentukan masa depan Iran, tetapi juga dapat mempengaruhi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.
Ada tiga kemungkinan arah yang dapat membentuk Iran dalam beberapa tahun ke depan.
1. Konsolidasi Kekuasaan Garda Revolusi.
Jika hubungan Mojtaba dengan Islamic Revolutionary Guard Corps semakin kuat, Iran kemungkinan akan bergerak menuju sistem kekuasaan yang lebih terpusat pada militer revolusioner.
Dalam skenario ini, IRGC tidak hanya menjadi kekuatan pertahanan negara, tetapi juga aktor utama dalam kebijakan ekonomi, politik, dan strategi regional.
Model kekuasaan seperti ini dapat membuat Iran lebih stabil secara internal, tetapi juga lebih konfrontatif terhadap lawan geopolitiknya.
2. Konflik Elite Internal.
Tidak semua kalangan dalam Republik Islam mendukung model suksesi keluarga. Sejumlah ulama senior di pusat pendidikan agama Qom mungkin memandang kepemimpinan Mojtaba sebagai preseden berbahaya yang mendekati pola dinasti politik.
Jika ketegangan antara ulama tradisional dan jaringan militer meningkat, Iran bisa menghadapi konflik elite yang perlahan menggerus stabilitas politiknya.
3. Eskalasi Konflik Regional.
Dalam konteks geopolitik, Iran tetap berada dalam rivalitas strategis dengan Israel dan United States.
Kepemimpinan Mojtaba kemungkinan akan mempertahankan strategi “perang tidak langsung” melalui jaringan sekutu regional seperti Hezbollah di Lebanon dan Houthis di Yaman.
Strategi ini memungkinkan Iran menekan lawannya tanpa harus terlibat langsung dalam perang terbuka.
Kesimpulan:
Transisi kepemimpinan dari Ali Khamenei kepada Mojtaba bukan sekadar pergantian generasi. Peristiwa ini berpotensi menandai transformasi yang lebih dalam dalam struktur kekuasaan Republik Islam.
Jika selama empat dekade Iran dikenal sebagai negara teokrasi yang dipimpin ulama, era Mojtaba dapat menjadi fase di mana kekuatan militer ideologis semakin menentukan arah negara.
Dengan demikian, masa depan Iran tidak hanya akan mempengaruhi politik domestiknya, tetapi juga keseimbangan kekuatan di seluruh Timur Tengah—wilayah yang selama puluhan tahun menjadi pusat dinamika geopolitik global.
Presiden Prabowo Subianto melakukan dialog langsung dengan para kepala daerah, aparat, dan masyarakat dari berbagai wilayah melalui konferensi video dari kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. (Foto: BPMI Setpres)
ISTANA HAMBALANG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Sore itu, Senin, 9 Maret 2026, layar besar di Hambalang menampilkan wajah-wajah yang pernah viral di media sosial—anak-anak sekolah dari Nias Selatan yang dahulu harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. Kini mereka berdiri di hadapan Presiden Prabowo Subianto, bukan lagi sebagai kisah kesulitan, tetapi sebagai simbol harapan.
Di antara mereka ada Yamisa Zebua, siswa kelas 12 berusia 17 tahun. Dialah salah satu anak yang dulu berani menyampaikan keluhan langsung kepada Presiden melalui video yang kemudian tersebar luas. Kini, setelah jembatan yang mereka impikan berdiri, Yamisa menyampaikan terima kasih.
“Terima kasih atas semua bantuan yang telah Bapak berikan kepada kami,” kata Yamisa dengan suara tenang namun penuh keyakinan.
Saat video viralnya diputar, Presiden pun mengenali wajahnya. “Yamisa, itu kamu. Kamu itu ya? Berani sekali kau teriak-teriak ke Presiden,” ujar Presiden sambil tersenyum. “Tapi justru karena kau teriak-teriak, aku langsung dengar.”
Namun bagi Yamisa, jembatan bukan satu-satunya yang ingin ia sampaikan. Di balik rasa terima kasih itu, ia membawa pesan lain, tentang harapan anak-anak desa terhadap program Program Makan Bergizi Gratis.
“Izin Pak, tentang MBG. MBG-nya masih belum sampai di sekolah kami,” ujar Yamisa dengan jujur.
Presiden tampak terkejut. “Belum sampai?” tanyanya.
“Iya, Pak. Orang tua kami tidak mampu,” jawab Yamisa.
Pernyataan sederhana itu menggambarkan realitas yang masih dihadapi banyak anak di daerah terpencil: akses pendidikan mulai membaik, tetapi kebutuhan dasar seperti gizi masih menjadi tantangan. Presiden pun merespons langsung. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memperjuangkan agar program tersebut segera menjangkau sekolah Yamisa dan teman-temannya.
“Saya perjuangkan supaya segera MBG sampai ke sana,” kata Presiden.
Bagi Yamisa, program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar kebijakan pemerintah. Itu adalah kebutuhan nyata yang ia dan teman-temannya rasakan setiap hari.
Ketika Presiden menyebut bahwa ada pihak yang menganggap program tersebut tidak perlu, Yamisa menjawab tanpa ragu. “Itu bohong, Pak,” katanya tegas.
Jawaban spontan itu membuat suasana pertemuan menjadi hangat. Bagi Presiden, keberanian Yamisa bukan sekadar keberanian seorang siswa berbicara kepada kepala negara. Ia melihatnya sebagai tanda kepemimpinan yang tumbuh dari pengalaman hidup.
Di balik percakapan singkat itu tersimpan gambaran besar tentang Indonesia: anak-anak desa yang dulu harus menyeberangi sungai kini memiliki jembatan, dan kini mereka berharap juga memiliki akses gizi yang layak melalui Program Makan Bergizi Gratis.
Sebelum percakapan berakhir, Yamisa masih sempat menyampaikan harapan lain—tentang jalan desa yang rusak dan sekolah yang perlu diperbaiki. Presiden mendengarkan semuanya dengan saksama. Namun pesan terakhir Presiden kepada Yamisa tetap sederhana, tetapi penuh makna: “Belajar yang benar, ya.”
Di tempat seperti Nias Selatan, sebuah jembatan bukan sekadar konstruksi baja dan beton. Ia adalah jalan menuju sekolah, jalan menuju mimpi, dan jalan menuju masa depan. (BPMI Setpres)
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.