Kapolri Dampingi Presiden Cek Lokasi Pengungsian Korban Banjir di Tapanuli Tengah

(Dok. Div. Humas Polri)

SUMATERA UTARA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pengungsian korban banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025).

(Dok. Div. Humas Polri)

Dalam kesempatan itu, Presiden melakukan pengecekan langsung ke tempat pengungsian. Ia melihat tempat tidur sementara warga, mengecek posko kesehatan dan menyapa serta berdialog dengan masyarakat.

Usai mendampingi, Sigit mengungkapkan sejumlah instruksi tegas dari Presiden Prabowo. Di antaranya untuk segera dilakukan perbaikan jalur terputus akibat bencana alam.

Ada beberapa hal menjadi perhatian kaitannya dengan beberapa jalur yang terputus tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan, kata Sigit.

Selain itu, Sigit menyebut, Presiden juga meminta agar memenuhi kebutuhan dasar warga. Serta, hal yang diperlukan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari seperti Bahan Bakar Bersubsidi (BBM).

Intinya beliau memerintahkan untuk seluruh kegiatan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam betul-betyl dimaksimalkan, sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik, ujar Sigit.

Sigit menyebut, instruksi Presiden juga telah disampaikan ke seluruh instansi terkait, kementerian, lembaga, TNI, Polri dan forkopimda. Dalam menangani bencana alam memang diperlukan sinergisitas seluruh pihak.

Saya kira seluruh kementerian lembaga, TNI, Polri, BNPB Kementerian PU, Kementerian PMK, gubernur, bupati, wali kota,  semuanya sudah mendengar arahan tersebut tentunya akan segera ditindaklanjuti, ucap Sigit.

Dalam kesempatan ini, Kapolri juga bakal menyerahkan secara simbolik bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ sebanyak tujuh truk yang berisikan bahan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Presiden Prabowo Tiba di Tapanuli Tengah, Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga Terdampak Banjir

Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, pada Senin, 1 Desember 2025. (Foto: BPMI Setpres)

SUMATERA UTARA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto tiba di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatra Utara, pada Senin, 1 Desember 2025, untuk meninjau langsung penanganan dampak banjir yang melanda wilayah tersebut. Helikopter Caracal TNI AU yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat di Helipad Lapangan GOR Pandan, setelah sebelumnya lepas landas dari Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara.

Dari helipad, Presiden Prabowo langsung menuju area GOR Pandan yang menjadi pusat koordinasi penanganan bencana. Di lokasi tersebut, Presiden meninjau dapur umum dan memastikan kebutuhan logistik masyarakat terdistribusi dengan baik.

Selain itu, Presiden juga meninjau posko kesehatan dan posko pengungsian yang saat ini menampung warga dari sejumlah kecamatan terdampak banjir. Kepala Negara tampak berinteraksi dengan warga terdampak terkait kondisi keluarga dan rumah saat banjir terjadi. Kepada Presiden, warga pun menceritakan kondisi yang terjadi saat air sungai mulai naik hingga menerjang wilayah mereka.

Dalam peninjauan ini, Kepala Negara memastikan bahwa langkah darurat telah dilakukan dengan baik dan distribusi bantuan telah menjangkau seluruh masyarakat terdampak. Presiden menekankan agar seluruh proses penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

Kehadiran Presiden di Tapanuli Tengah menunjukkan bahwa negara hadir dalam proses penanganan bencana yang terjadi di wilayah Indonesia dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Sebelumnya, pemerintah telah mendistribusikan bantuan ke wilayah terdampak seperti kebutuhan logistik dan makanan. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Presiden Prabowo Bertolak ke Daerah Terdampak Bencana, Tinjau Kondisi di Lapangan

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju wilayah terdampak bencana banjir di Pulau Sumatra pada Senin, 1 Desember 2025 dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju wilayah terdampak bencana banjir di Pulau Sumatra pada Senin, 1 Desember 2025 sekitar pukul 06.00 WIB. Dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Presiden lepas landas menuju Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatra Utara sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam memastikan seluruh upaya penanganan bencana berjalan dengan optimal.

Pada kunjungan ini, Presiden diagendakan meninjau langsung kondisi lapangan termasuk situasi di titik-titik yang mengalami kerusakan serta gangguan layanan dasar. Presiden Prabowo juga akan memastikan bahwa langkah-langkah darurat telah dilaksanakan sesuai standar penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Pemerintah juga tengah menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur dasar, termasuk akses jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, serta layanan kesehatan. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah meminta seluruh jajaran untuk bekerja cepat dalam penanganan agar dampak bencana dapat diminimalkan.

Seluruh proses penanganan darurat diharapkan makin terkoordinasi dan memberikan kepastian bagi masyarakat bahwa negara hadir dalam penanganan bencana. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan aparat di lapangan seiring potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan wilayah bencana yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/sss

Gendong Bantuan Demi Warga Terisolir di Taput, Brimob Polda Sumut Tempuh Jalur Terjal

Tapanuli Utara, SUMUT – Maspolin.id|| Di tengah situasi darurat akibat banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Tapanuli Utara, pasukan Brimob Polda Sumut menjadi salah satu garda terdepan yang bergerak cepat mengevakuasi, memberi bantuan, dan menembus desa-desa terisolir, Jumat (28/11/2025).

Sejak pukul 07.30 WIB, 1 SST personel Batalyon B telah melakukan apel kesiapan sebelum diberangkatkan ke titik-titik paling terdampak. Mereka bergerak di bawah pimpinan AKP Achmad Fachri dan IPDA Sanday Murdani, S.H., membawa perlengkapan lengkap mulai dari helm SAR, perahu karet, tenda lapangan, alat medis, hingga logistik untuk kebutuhan warga.

Setibanya di lokasi, kenyataan jauh lebih berat dari laporan di radio. Akses menuju beberapa desa masih tertutup total oleh material longsor. Jalur tanah yang seharusnya dilalui kendaraan telah hilang digerus air dan runtuhan tanah.

Namun, mundur bukan pilihan. Personel Brimob kemudian memutuskan membawa bantuan secara manual, memanggul dus sembako, menggendong paket makanan, dan berjalan kaki menyusuri medan licin yang penuh lumpur menuju Desa Robean dan Desa Sibulan Bulan, dua wilayah yang hingga saat ini belum bisa diakses kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pukul 08.00 WIB, dapur lapangan Brimob mulai beroperasi di Desa Sitohulbahal. Bau makanan hangat dari dapur darurat menjadi harapan baru bagi warga yang sejak dua hari terakhir kesulitan mendapatkan makanan layak.

Ratusan porsi makanan siap santap disiapkan dan dibagikan dari pagi hingga sore hari. Banyak warga yang tidak mampu menahan haru saat menerima makanan karena rumah mereka masih terendam air, jalur terputus, dan suplai logistik sangat terbatas.

Selain membantu warga, Brimob juga mengawal alat berat menuju Desa Robean dan Desa Huta Nagodang yang hingga kini masih terisolasi. Pengawalan ini penting karena alat berat adalah satu-satunya harapan untuk membuka jalur transportasi dan membawa lebih banyak bantuan ke dalam desa.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan ini adalah komitmen penuh Polri dalam memastikan seluruh warga terpenuhi kebutuhannya.

“Personel Brimob kami berjalan kaki membawa logistik ke desa-desa terisolir, dan sampai saat ini masih beroperasi (29/11/25). Mereka melintasi jalur yang tertutup material longsor, bahkan harus memanggul bantuan satu per satu. Ini bentuk pengabdian kami, tidak boleh ada warga yang merasa sendirian saat musibah seperti ini,” ujar Kombes Pol Ferry.

Ia menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan sekadar membantu secara fisik, tetapi juga memberi rasa aman, dukungan, dan harapan bagi masyarakat.

“Polri hadir bukan hanya sebagai petugas, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Sumatera Utara,” ungkapnya.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/nn

Pemerintah Kirim 11 Helikopter untuk Percepatan Penanganan Bencana

JAKARTA – Maspolin.id|| Pemerintah terus memperkuat upaya percepatan penanganan bencana di wilayah terdampak melalui dukungan sarana udara berskala besar. Dalam keterangan tertulisnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa total 11 helikopter telah dikerahkan dari Jakarta menuju wilayah terdampak.

“Sampai dengan hari ini, pemerintah telah mengirimkan total 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta ke lokasi daerah terdampak bencana,” tulis Seskab Teddy dalam keterangannya pada Sabtu, 29 November 2025.

Menurut Seskab Teddy, sebanyak 9 helikopter telah berada di lokasi sejak 26 November 2025. Helikopter tersebut secara simultan menjalankan operasi distribusi bantuan serta pemantauan dampak bencana.

“Sembilan helikopter sudah berada di lokasi sejak tanggal 26 November 2025 dan dua helikopter tambahan telah terbang ke Aceh dari Jakarta pagi ini,” katanya.

Lebih lanjut, Seskab menjelaskan bahwa seluruh helikopter tersebut difokuskan untuk operasi distribusi logistik secara terus-menerus, terutama menuju daerah-daerah terdalam dan kawasan yang akses daratnya terputus. Seluruh operasi udara, menurutnya, dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan dan kondisi cuaca sebagai pertimbangan utama.

“Helikopter-helikopter ini terbang di lokasi sekitar bencana untuk terus-menerus mendistribusikan logistik, terutama di daerah terdalam serta di daerah yang jalur daratnya terputus. Serta terus memperhatikan faktor cuaca sebagai pertimbangan utama dalam upaya penanganan bencana ini,” tandasnya. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/nn

Polri Kirim Ribuan Paket Kebutuhan dan Peralatan SAR ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pondok Cabe, Tangsel – Maspolin.id|| Polri memberangkatkan dua pesawat CN dan Fokker dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, membawa berbagai jenis bantuan logistik dan peralatan penyelamatan untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pengiriman logistik ini merupakan tindak lanjut instruksi negara untuk merespons cepat situasi darurat.

“Atas perintah Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” ujarnya.

Bantuan yang diberangkatkan hari ini mencakup kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu.

“Untuk masing-masing daerah, Polri menyiapkan paket kebutuhan anak dan ibu sebanyak 1.500 pcs, termasuk pakaian, tas sekolah, obat-obatan, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, pelampung, serta air mineral,” jelas Trunoyudo.

Selain kebutuhan dasar, Polri juga mengirimkan peralatan pertolongan dan pendukung operasi SAR dalam jumlah besar.

Untuk Polda Aceh, bantuan terdiri dari 20 unit perahu karet, 220 pelampung, 10 tenda peleton, 2 tenda dokas, 200 fieldbed, 2.000 MTP, hingga portable solar generator dan Techno WiFi.

Sementara Polda Sumut menerima 10 perahu karet, 60 pelampung, 500 jas hujan, 7 tenda peleton, 300 fieldbed, 3.000 MTP, 1.000 pack masker, 3 genset, serta 500 nasi cepat saji dan 4 unit wontek.

Untuk Polda Sumbar, peralatan yang dikirim mencakup 3 perahu karet, 18 pelampung, 5 senso, 10 tenda peleton, 300 fieldbed, 2.000 MTP, 200 skop runcing, hingga 100 ponco coklat.

Trunoyudo menegaskan bahwa kelengkapan logistik tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang berkembang.

“Semua unsur kami kerahkan—dari Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, hingga Forensik DVI dan Kedokteran Polri—untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar tepat guna,” katanya.

Untuk mendukung pendistribusian ke lokasi yang sulit dijangkau, Polri juga menggerakkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, Pingwin 5011, serta kapal bantuan dari Polda Riau, dan helikopter dari berbagai polda di Indonesia.

Sebagai tambahan dukungan kebutuhan harian warga, Polri telah mengoperasikan 28 dapur lapangan yang tersebar di 22 polda, siap melayani penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak.

Perkuat Penanganan Darurat Bencana di Sumatera Utara, Polri Kirim 4.459 Kilogram Logistik pada Hari Kedua

JAKARTA – Maspolin.id|| Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.

Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.

Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).

Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Kapolri Tegaskan Personel dan Logistik Dikerahkan ke Lokasi Terisolir Bencana Sumatera

Kapolri dalam rapat koordinasi penanganan bencana bersama sejumlah stakeholder terkait di Medan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025), malam. 

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait dengan penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Sigit menegaskan, Korps Bhayangkara langsung merespons cepat mengerahkan kekuatan yakni, personel, sarana-prasarana, helikopter, pesawat hingga kapal untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah.

Hal itu ditekankan Sigit saat menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama sejumlah stakeholder terkait di Medan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025), malam.

Jajaran Polri sesuai arahan Presiden menindaklanjuti dengan menurunkan bantuan untuk operasi kemanusiaan, kata Sigit dalam jumpa pers.

Sigit memastikan, personel telah diterjunkan ke titik terdampak musibah tersebut. Selain itu, kata Sigit, personel hingga bantuan juga difokuskan untuk masuk ke wilayah yang paling parah atau hingga terisolasi usai bencana alam.

Mulai dari turunkan personel untuk masuk ke wilayah-wilayah yang terisolir kemudian kita menurunkan sarpras, baik pesawat, helikopter, kapal untuk bisa bantu kirimkan logistik yang diperlukan oleh masyarakat utamanya di wilayah terputus, jalurnya yang tidak bisa dimasukin, maka kita kerahkan bantuan melalu jalur udara, ujar Sigit.

Sigit menuturkan, kekuatan yang dikerahkan baik dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran. Dalam hal ini, seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk memaksimalkan bantuan dan penanganan bencana alam.

Kita turunkan untuk memaksimalkan, dukungan kita terhadap operasi ini, mungkin kita juga akan gelar operasi kemanusiaan, sehingga kemudian terkait kebutuhan personel, kebutuhan dukungan bantuan peralatan, sarpras, logistik bisa kita maksimalkan untuk membantu di 3 wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar, tutup Sigit.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Akses Terputus Hambat Bantuan, Polda Sumut Berjibaku Tanpa Henti Cari Korban di Tengah Duka Mendalam

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan

Tapanuli Utara, SUMATERA UTARA – Maspolin.id|| Bencana besar yang melanda Sumatera Utara dalam sepekan terakhir menyisakan duka mendalam sekaligus tantangan berat bagi tim penyelamat.

Hingga Jumat, 28 November 2025, tercatat 367 titik bencana tersebar di 20 wilayah Polres, dengan 222 warga menjadi korban, termasuk 62 meninggal dunia, puluhan luka-luka, serta 65 orang yang hingga kini masih hilang.

Situasi semakin berat karena sejumlah wilayah terparah—terutama Sibolga dan Tapanuli Tengah—masih terisolasi akibat longsor yang menutup total akses jalan.

Di Posko Terpadu Kontingensi Penanggulangan Bencana Alam Wilayah Tapanuli Utara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan gambaran jelas betapa beratnya kondisi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa korban meninggal terbanyak berada di Sibolga. “Dan yang terbanyak kejadian meninggal ada di daerah Sibolga. Kurang lebih jumlahnya ada 33 orang,” ujarnya. Banyaknya korban jiwa, ditambah puluhan warga yang belum ditemukan, membuat proses pencarian menjadi prioritas utama seluruh tim SAR di lapangan.

Di tengah situasi penuh duka ini, Ferry menyampaikan belasungkawa mendalam mewakili jajaran Polda Sumut. “Kami dari kepolisian daerah Sumatera Utara turut berbuka cita, dan kami tetap melakukan upaya untuk dapat melakukan evakuasi terhadap korban-korban di sana,” tuturnya.

Namun, upaya kemanusiaan ini menghadapi kendala terbesar: akses menuju lokasi. Longsor hebat yang terjadi di beberapa ruas utama membuat jalur bantuan fisik dan mobilisasi personel tertahan. “Karena kami juga berusaha untuk bisa tembus ke daerah Sibolga. Kemudian kami sudah memberikan bantuan, tetapi hanya masalahnya bantuan kami untuk saat ini tertahan di daerah longsor ke arah menuju daerah Sibolga,” jelasnya.

Meski akses terputus, upaya penyelamatan tidak pernah berhenti. Tim SAR gabungan—Brimob, Polres jajaran, Basarnas, TNI, BPBD, relawan, serta warga lokal—bekerja siang dan malam untuk menyisir sungai, lereng bukit, dan pemukiman yang tertimbun material longsor. Perahu karet, alat berat, hingga jalur alternatif melalui perkampungan digunakan demi mencapai lokasi-lokasi yang bahkan tidak bisa dijangkau kendaraan.

Setiap proses evakuasi berlangsung penuh haru, terutama ketika keluarga korban menunggu di pinggir jalan yang berlumpur, berharap ada kabar baik dari tim penyelamat.

Situasi medan yang ekstrem tidak menyurutkan semangat pasukan SAR. Mereka bergerak di tengah cuaca yang masih sering berubah, arus air yang deras, serta ancaman longsor susulan. Komunikasi darurat didorong tetap berjalan menggunakan perangkat pendukung yang tersedia, sementara jalur logistik terus diupayakan melalui berbagai rute alternatif.

Di tengah keterbatasan, tekad Polda Sumut tetap sama: tidak akan berhenti hingga korban terakhir ditemukan dan seluruh warga terdampak menerima pertolongan. Semangat kemanusiaan menjadi kekuatan utama yang menggerakkan ratusan personel untuk terus berjuang meski akses terputus dan situasi belum sepenuhnya pulih.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/pr

Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan 47 Orang, Akses Wilayah Terputus Total Namun Upaya Terus Dimaksimalkan

Tapanuli Tengah, SUMATERA UTARA – Maspolin.id|| Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Selasa (25/11) telah menyebabkan korban jiwa mencapai 47 orang meninggal dunia. Selain itu, tercatat 507 orang luka-luka dan 51 orang dinyatakan hilang. Data sementara ini merupakan laporan terbaru per Jumat (28/11/2025) pukul 12.00 WIB.

Menurut keterangan dari Humas Polres Tapanuli Tengah dan BPBD Tapteng, daerah ini mengalami kelumpuhan total selama 72 jam terakhir. Listrik padam, air mati, dan jaringan internet terputus di Tapteng dan sekitarnya, termasuk Kota Sibolga, membuat proses penanganan terkendala.
Akses Bantuan Terisolasi

Akses menuju ibu kota Pandan terhambat karena rusaknya infrastruktur vital di tiga jalur utama:
1. Akses Selatan (dari Tapanuli Selatan/Padangsidimpuan): Terputus total akibat ambruknya Jembatan Kalangan dan Jembatan Anggoli.
2. Akses Utara (dari Tapanuli Utara/Tarutung): Lumpuh karena banyak titik tanah longsor yang menutupi badan jalan, terutama di Kecamatan Sitahuis.
3. Akses Barat (dari Aceh Singkil): Terkendala oleh banjir di Kecamatan Kolang dan terputusnya Jembatan Sorkam.

Bencana ini berdampak paling parah di lima kecamatan, dengan jumlah korban yang masih terus bertambah:
1. Kecamatan Pandan: Tercatat 11 orang meninggal dunia, 2 orang luka parah, dan 6 orang hilang. Wilayah terdampak mencapai 100%. Pengungsi di wilayah ini mencapai 665 orang.
2. Kecamatan Tukka: Merupakan wilayah dengan korban terbanyak, yaitu 26 orang meninggal dunia, 505 orang luka parah, dan 33 orang hilang. Wilayah ini juga terdampak 100%. Data pengungsi dari Tukka masih belum dilaporkan.
3. Kecamatan Badiri: Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 12 orang hilang. Wilayah terdampak mencapai 100%, sementara data korban luka belum tersedia.
4. Kecamatan Barus: Dua orang meninggal dunia. Laporan mengenai korban luka, korban hilang, dan jumlah pengungsi belum ada, dengan tingkat kerusakan wilayah mencapai 98%.
5. Kecamatan Sitahuis: Tujuh orang meninggal dunia. Data korban luka, hilang, dan pengungsi masih belum dilaporkan. Kecamatan ini terdampak sebesar 35%.
Secara keseluruhan, jumlah total korban meninggal dunia mencapai 47 orang, 507 orang luka, dan 51 orang hilang. Jumlah pengungsi masih terus bertambah seiring evakuasi.

Melihat skala kerusakan dan wilayah yang terdampak, penanganan bencana di Tapanuli Tengah telah ditingkatkan menjadi skala nasional. Lokasi pengungsian telah dipusatkan di GOR Pandan, dan dapur umum telah didirikan untuk menampung kebutuhan logistik para pengungsi.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/pr

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kg Narkoba Jenis Etomidate Asal Malaysia

BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran narkotika jenis baru, Etomidate, seberat...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.