Wakil Wali Kota Bogor Bantu Siswa Lunasi Tunggakan di Sekolah

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Lini masa media sosial sempat ramai karena aduan dari salah seorang warga Kota Bogor yang mengaku tak bisa mengikuti ujian akhir sekolah.

Aduan tersebut bahkan sampai ke kolom komentar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.

Mengetahui hal itu, Jenal Mutaqin langsung berangkat ke kediaman siswa yang tak bisa mengikuti ujian tersebut, Senin (5/5/2025).

Siswi tersebut bernama Nabila Oriza (16), warga Kampung Cibeureum RT 01/01, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan. Ia tidak bisa mengikuti ujian akibat adanya tunggakan di sekolahnya yang berlokasi di Desa Tamansari, Kabupaten Bogor.

Jenal Mutaqin langsung melunasi semua tunggakan Nabila agar ia bisa mengikuti ujian. Akhirnya, Nabila bisa mengikuti ujian keesokan harinya.

“Kami bereskan semua tunggakannya dan dia bisa ikut ujian. Ternyata Nabila adalah murid yang berprestasi di sekolahnya. Beberapa kali juara dan mendapatkan piala serta piagam,” tutur Jenal Mutaqin.

Keputusasaan Nabila karena tidak bisa mengikuti ujian pun sempat diceritakan kepada Wakil Wali Kota. Ia bahkan mengaku sempat berpikir untuk putus sekolah karena faktor ekonomi.

Selain itu, ayah Nabila yang merupakan seorang juru parkir juga ditawari untuk menjadi petugas kebersihan di Balai Kota Bogor dengan gaji pribadi dari Jenal Mutaqin.

“Jika ada kasus serupa di wilayah lain, Insyaallah akan kami bereskan. Apalagi jika menyangkut masalah kesehatan dan pendidikan karena mereka adalah penerus generasi kita menuju generasi emas,” tutup Jenal Mutaqin.

 

Pemprov Jabar

bjabar/mpl/sc

Ini Modus Guru Ngaji Lakukan Pencabulan Terhadap Anak-anak di Makassar

(Gambar hanya ilustrasi).

 

MAKASSAR, SULSEL – Maspolin.id|| Polisi berhasil mengungkap aksi dugaan pencabulan yang dilakukan SA (49), guru ngaji yang juga berstatus ASN di salah satu sekolah dasar di Makassar, Sulawesi Selatan, terhadap 16 korban yang masih anak-anak.

Pelaku juga diduga meminta para korban bersumpah memakai Al-Quran agar aksi bejatnya tak diadukan ke orang tua mereka.

“Jadi (korban) didoktrin, disumpah (pakai Al-Quran),” ujar, Kapolrestabes Makassar, Kombes. Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., dilansir dari laman cnn, Selasa (6/5/25).

Menurut dia, aksi pencabulan yang dilakukan tersangka SA menggunakan modus bahwa pelaku ingin mengetahui apakah para korban yang merupakan santri tersebut sudah dewasa (baliq) atau belum.

“Jadi dia melakukan itu, untuk mengetahui (korban) sudah baliq atau belum. Dari hasil pemeriksaan dulu, dia (pelaku) juga merupakan korban pelecehan seksual,” jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang komika asal Makassar, Eky Priyagung mengunggah di akun media sosial-nya bahwa dia pernah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh tersangka SA pada tahun 2009.

Sejumlah santri di tempat tersangka mengajar mengaji diduga juga telah menjadi korban pelecehan seksual.

“Kalau dari keterangan komika tersebut disampaikan di beberapa podcast termasuk podcastnya Deddy Corbuzier sekitar 40 orang (korban), namun demikian memang kita lihat rentang waktunya ada yang masih bisa kita sidik ada juga yang sudah tidak bisa, karena sudah kadaluarsa, karena kasus sudah cukup lama,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menyebutkan bahwa aksi pencabulan tersebut terjadi sejak tahun 2004 di dalam sekretariat masjid di Jalan Bonto Lanra, Kecamatan Rappocini, Makassar.

“Sampai saat ini saksi yang sudah kita periksa total sudah 4 orang, 3 di antaranya adalah saksi korban. Tapi memang dugaannya ada kurang lebih dari 10 orang (korban). Nanti masih kita cari korbannya,” jelasnya.

Dalam mempertanggungjawabkan perbuatannya, penyidik menjerat tersangka SA dengan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang Nomor 17 tahun 2015 tentang perlindungan anak.

“Tersangka terancam pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar,” jelasnya.

 

Tribratanews

red/mpl/nn

4 Pelaku Anarkis Saat Pengamanan May Day diamankan Polda Jabar

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Polda Jawa Barat (Jabar) mengamankan satu orang pendemo yang melakukan tindakan anarkis, yakni MAA (26). Dia merupakan mahasiswa yang mengaku mengonsumsi obat keras Alpharazolam.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan S.I.K., S.H. M.H menjelaskan, setelah diamankan, MAA menjalani tes urine di lokasi dengan hasil positif mengandung benzodiazepine (BENZO). Padahal, saat dilakukan penggeledahan badan tidak ditemukan barang bukti narkotika maupun zat sejenis.

“Selain itu, dari tangan pelaku, polisi juga menyita senjata tajam berupa pisau lipat dan Batom stick. Atas kepemilikan senjata tajam tersebut, Ditreskrimum Polda Jabar telah menetapkan MAA sebagai tersangka serta telah dilakukan penahanan di Polda Jabar guna menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (6/5/25)

Kapolda Jabar mengungkapkan, tersangka juga telah dibawa ke RS Bhayangkara Sartika Asih untuk menjalani tes urine tambahan sebagai alat bukti pendukung dalam proses penyidikan. Selain itu Polda Jabar juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya atas kasus perusakan kendaraan dinas Polsek Kiaracondong saat aksi unjuk rasa May Day, Kamis (1/5/25) di Cikapayang Dago Kota Bandung.

Kapolda Jabar mengungkapkan Sebelum kejadian pengrusakan tersebut, mobil patroli Polsek Kiaracondong, Nissan Almera warna stone grey dengan nomor Polisi 4405-40-VIII, diparkir di Jl. Dipati Ukur (Cikapayang Dago ) Lebak Gede Coblong Kota Bandung. Sekitar pukul 16.00 WIB, massa pendemo mulai bergerak menuju lokasi parkir kendaraan, kemudian melakukan perusakan dengan melempar batu, paping block, dan bambu, bahkan menaiki kendaraan sambil menginjak- injaknya.

“Akibatnya, kaca depan, kaca belakang, kaca samping kiri kanan, body mobil, spion, dan lampu depan mengalami kerusakan berat.” ujarnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

Bulog Jabar Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Untuk Program Makan Bergizi Gratis di Dapur SPPG Lanud Husein Sastranegara

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat memastikan ketersediaan dan kualitas bahan pokok untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Husein Sastranegara, Rabu (7/5/2025).

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Mohamad Alexander, saat meninjau dapur SPPG Lanud Husein Sastranegara. Dalam kunjungannya, rombongan meninjau langsung proses pengolahan makanan serta memastikan ketersediaan dan mutu bahan pangan yang digunakan.

“Kami ingin memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan kualitasnya sesuai standar. Program ini sangat penting bagi masa depan generasi bangsa,” ujar Mohamad Alexander.

Ia juga mengapresiasi Dapur SPPG Lanud Husein yang telah menggunakan bahan pangan berkualitas tinggi, termasuk beras dengan standar di atas rata-rata ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Pnb Alfian, S.E., M.Han., menegaskan komitmen TNI AU melalui Lanud Husein Sastranegara dalam mendukung program strategis pemerintah tersebut.

“Dapur SPPG kami setiap hari menyiapkan makanan bergizi sesuai standar kesehatan dan gizi yang ditetapkan. Ini adalah bentuk kontribusi nyata TNI AU khususnya Lanud Husein Sastranegara dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat,” pungkas Danlanud.

 

‎(Kapen Lanud Husein Sastranegara/Sus/TNI-AU)

bjabar/mpl/sc

KDM Soroti Kenakalan Remaja Sebagai Ancaman Sistemik terhadap Ketahanan Bangsa

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap maraknya kenakalan remaja yang kini dinilai bukan lagi sekadar perilaku nakal biasa, melainkan bagian dari sistem yang terstruktur dan terorganisir secara masif.

KDM – sapaan akrab gubernur menegaskan fenomena gangster remaja di Jawa Barat telah berkembang menjadi ancaman serius bagi ketahanan bangsa.

Ia menilai, pengaruh buruk terhadap remaja saat ini berlangsung melalui dua jalur utama yakni pengorganisasian kelompok berbasis fanatisme sempit di lingkungan sekolah, serta paparan konten negatif dan tutorial kekerasan melalui media sosial.

“Ini bukan lagi kenakalan biasa. Ini sudah menjadi sistem yang terkelola, terencana, dan terprogram. Bahkan banyak dari mereka yang tahu celah hukum bahwa anak di bawah umur tidak bisa diproses pidana seperti orang dewasa,” ujar KDM.

Ia menambahkan keterbatasan fasilitas pembinaan anak di kabupaten/kota menyebabkan aparat penegak hukum kesulitan dalam menindak tegas para pelaku. Akibatnya, banyak anak yang hanya ditahan sementara di kantor polisi dan dikembalikan kepada orang tua tanpa proses pembinaan yang memadai.

KDM juga menyoroti praktik penyelesaian secara kekeluargaan yang justru memperburuk keadaan.

“Anak-anak yang berkelahi hanya dihukum fisik ringan seperti jalan jongkok, lalu pulang dan kembali menjadi gangster. Jika ini terus dibiarkan, kita akan menghadapi kerusakan generasi secara sistemik,” katanya.

Lebih lanjut, KDM mendorong langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, di antaranya melalui program pendisiplinan remaja di barak militer, pembubaran organisasi gangster remaja, serta pembentukan tim siber yang lebih kuat untuk menindak penyebaran konten kekerasan di media sosial.

“Tim siber harus bisa mendeteksi dan mematikan akun-akun media sosial, sistem media sosial yang mereka miliki harus dimatikan sehingga mereka tidak bisa lagi eksis membangun jaringan lewat kekuatan media sosial.,” ungkapnya.

Menurutnya, fenomena ini juga berkaitan dengan jaringan bisnis ilegal yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana ekspansi. Karena itu, penanganan kenakalan remaja harus dilihat dalam perspektif ketahanan nasional.

“Ini bukan semata persoalan sosial, tapi ancaman terhadap masa depan Indonesia. Kita perlu bersatu dan menyelesaikannya secara komprehensif tanpa saling menyalahkan,” pungkas KDM.

 

Pemprov Jabar

bjabar/mpl/sc

11 Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut di Purworejo

KORLANTAS POLRI, Purworejo, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jurusan Purworejo–Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Kecelakaan ini melibatkan kendaraan truk tronton bernomor polisi B-9970-BYZ dan sebuah KOPAJA (nomor polisi masih dalam proses identifikasi), yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia.

Selain korban meninggal dunia, insiden ini juga menyebabkan enam orang mengalami luka ringan. Kedua kendaraan terguling dan menabrak rumah warga.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jurusan Purworejo–Magelang, tepatnya di Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Rabu (7/5/2025) sekitar pukul 10.30 WIB

Kejadian bermula truk tronton melaju dari arah utara (Magelang) menuju selatan (Purworejo). Saat melewati jalan menurun, truk mencoba mendahului KOPAJA di depannya. Namun, diduga karena tidak mampu mengendalikan laju kendaraan, truk menyenggol KOPAJA hingga menyebabkan kedua kendaraan terguling dan menabrak rumah di sisi jalan.

Petugas dari Unit Laka Polres Purworejo, Polsek Bener, dan tim Basarnas diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan korban. Hingga Rabu siang, proses identifikasi para korban masih berlangsung.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.Masyarakat diminta untuk berhati-hati saat melintasi jalur menurun di wilayah tersebut yang diketahui rawan kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Presiden Prabowo dan Bill Gates Sepakat Perkuat Kolaborasi Filantropi Melalui Danantara Trust Fund

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates, dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025. (Foto: BPMI Setpres)

 

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan pendiri Gates Foundation, Bill Gates, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, kedua tokoh membahas penguatan kolaborasi di bidang filantropi, khususnya melalui pengembangan Danantara Trust Fund.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Danantara saat ini tengah membentuk Danantara Trust Fund. Hal tersebut bertujuan untuk memperluas kontribusi sosial di bidang pendidikan, sanitasi, dan peningkatan taraf hidup masyarakat Indonesia.

“Kalau kami lihat, memang kami sudah running number-nya, pada awal tahun kita memang akan taruh dulu 100 juta USD, dan kita sudah lihat angkanya mungkin dalam waktu lima sampai enam tahun ini kita sudah bisa memberikan ke dalam Danantara Trust Fund ini sebesar 1 bilion USD,” ujar Rosan dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan.

Menurut Rosan, kolaborasi ini telah mulai dibahas secara intensif dengan pihak Gates Foundation. Dalam rencana tersebut, Gates Foundation diharapkan turut berpartisipasi dalam mendukung pendanaan bersama di dalam Danantara Trust Fund.

“Kolaborasi itu sudah kita bicarakan dengan Gates Foundation kemarin, untuk mereka juga bersama-sama menaruh dana juga bersama-sama dengan kami, dan kita pun juga menawarkan membuka kolaborasi dengan kami di dalam Danantara Trust Fund ini,” jelasnya.

Rosan menegaskan bahwa tujuan besar dari inisiatif ini adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat kegiatan filantropi di kawasan ASEAN. Ia pun mengajak para pengusaha dan filantropis internasional untuk berkontribusi.

“Jadi hal itu yang kita ingin dorong karena ini akan memberikan dampak yang sangat-sangat positif kepada kita semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosan menyatakan bahwa Danantara akan mengoordinasikan program ini dengan berbagai BUMN yang telah memiliki program CSR masing-masing. Koordinasi dilakukan agar kegiatan sosial tersebut menjadi lebih terstruktur, berkelanjutan, dan selaras dengan program pemerintah.

“Kita ingin ini program CSR punya dampak atau impact yang besar, yang berkelanjutan dan berkesinambungan, bukan yang sifatnya hanya ad-hoc saja,” tegasnya.

Saat ini, proses pembentukan kolaborasi ini tengah berlangsung. Rosan menyebut bahwa dua orang perwakilan dari Gates Foundation telah ditunjuk untuk melanjutkan diskusi teknis lebih lanjut.

“Harapannya ini kita mengikuti standar internasional, yang kita mau attract sebenarnya bukan hanya filantropis dari Indonesia saja, itu juga dari ASEAN, dari negara-negara lain. Yang paling penting juga adalah programnya ini kita akan lakukan secara terbuka, secara transparan, bisa dipantau oleh semua teman-teman media,” kata Rosan.

Setkab RI

red/mpl/nn

Bill Gates Apresiasi Komitmen Indonesia Ketika Tinjau Langsung Program MBG

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto bersama tokoh filantropi dunia Bill Gates berkunjung ke SD Jati 03, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025, guna meninjau langsung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: BPMI Setpres)

 

JAKARTA – Maspolin.id|| Tokoh filantropi dunia Bill Gates menyampaikan apresiasi mendalam atas pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Indonesia. Apresiasi ini, menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana disampaikan Bill Gates saat meninjau langsung pelaksanaan program tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto di SD Jati 03, Jakarta, pada Rabu, 7 Mei 2025.

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda kerja sama di bidang kesehatan antara Pemerintah Indonesia dan Gates Foundation. Kunjungan ke SD Jati 03 difokuskan pada observasi langsung terhadap distribusi makanan bergizi untuk siswa sekolah dasar serta pemeriksaan kesehatan dasar bagi anak-anak.

“Alhamdulillah hari ini Pak Presiden menerima kunjungan dari Bill Gates yang kelihatannya ada beberapa agenda yang dilakukan terutama terkait dengan kesehatan dan sekalian kemudian meninjau program pelaksanaan makan bergizi gratis di sekolah SD Jati 03 ini. Dan tadi Pak Bill Gates sangat appreciate dan impress dengan apa yang dilakukan,” ujar Kepala BGN dalam keterangannya kepada media.

Dadan menyampaikan bahwa Bill Gates menaruh perhatian pada pentingnya asupan gizi terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Menurutnya, Bill Gates juga memandang program MBG sebagai bagian integral dari upaya jangka panjang pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif.

“Menurut beliau ini program yang sangat penting dan terutama beliau menekankan pada seribu hari pertama yaitu ibu hamil, menyusui, anak balita serta juga anak-anak yang masih butuh pertumbuhan,” tambah Kepala BGN.

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo dan Bill Gates sempat berbincang hangat dengan para siswa dan melihat langsung proses distribusi makanan. Selain meninjau program MBG, Presiden dan Bill Gates juga meninjau layanan cek kesehatan gratis yang disediakan bagi murid-murid sebagai bagian dari pendekatan terpadu antara gizi dan kesehatan anak.

“Beliau sangat impress karena untuk melakukan ini kan pasti membutuhkan anggaran yang cukup besar dan Pak Presiden menyampaikan bahwa itu sudah disiapkan oleh pemerintah Indonesia. Dan kemudian beliau terkesan dengan apa yang dilakukan,” jelasnya.

Mengenai bentuk dukungan konkret dari pihak Bill Gates, Kepala BGN menyebut bahwa pembicaraan lebih teknis akan dilanjutkan dalam sesi yang lain. “Biasanya setelah itu kan ada hal yang teknis tindak lanjut. Nanti kita tunggu saja,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Dadan menjelaskan bahwa kunjungan ke SD Jati 03 bersifat mendadak dan tidak dirancang secara khusus. Kepala BGN memastikan bahwa persiapan kunjungan beserta menu makanan yang diberikan kepada anak-anak pada hari ini tidak dipersiapkan khusus.

“Jadi betul-betul ini dadakan. Kita enggak tau mau ke sekolah mana dan kita baru taunya pagi hari. Jadi apapun yang terjadi disini bukan settingan, memang apa adanya,” tegas Kepala BGN.

Rangkaian kunjungan ini menjadi simbol kuat kerja sama global dalam membangun ketahanan gizi anak-anak Indonesia. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Presiden Prabowo terhadap pembangunan manusia sejak usia dini.

Setkab RI

red/mpl/pr

Bareskrim Polri Ungkap 9 Kasus TPPO Penempatan Ilegal PMI di Kaltara, 82 Korban Diselamatkan

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Satgas Penegakan Hukum Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipimpin oleh Bareskrim Polri berhasil mengungkap sembilan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Kalimantan Utara. Sebanyak 82 calon pekerja migran berhasil diselamatkan dari upaya pengiriman ilegal ke Malaysia melalui jalur tidak resmi.

Pengungkapan kasus ini berawal dari pemeriksaan penumpang KM Talia pada 5 Mei 2025 dan KM Bukit Sibuntang pada 6 Mei 2025. Dari hasil pemeriksaan, terungkap sembilan kasus dengan tujuh orang tersangka. Modus yang digunakan yakni pengiriman PMI secara nonprosedural melalui pelabuhan-pelabuhan kecil di Pulau Sebatik menuju Tawau, Malaysia. Para korban diminta membayar antara Rp4,5 juta hingga Rp7,5 juta, meski banyak di antaranya tidak memiliki dokumen resmi.

Barang bukti yang diamankan meliputi 14 paspor, 13 unit handphone, 13 tiket kapal, dua surat cuti dari perusahaan Malaysia, dan tiga kartu vaksin dari klinik di Malaysia. Para tersangka diketahui telah menjalankan aksinya sejak tahun 2023.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 81 jo Pasal 69 UU No. 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan PMI, Pasal 4 UU No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO, serta Pasal 120 ayat 2 UU No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Ancaman hukuman bisa mencapai 15 tahun penjara dan denda hingga miliaran rupiah,” jelas Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, Dir PPA & TPPO Bareskrim Polri.

Brigjen Pol. Nurul Azizah menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan penyelidikan hingga ke akar jaringan, termasuk potensi keterlibatan pihak luar negeri.

“Penindakan ini tidak akan berhenti di sini. Kami terus mengembangkan penyidikan untuk membongkar jaringan internasional di balik kasus ini. Semua pelaku, termasuk oknum-oknum yang terlibat, akan kami tindak tegas,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan TPPO.

“Polri bersinergi dengan TNI, imigrasi, kejaksaan, pemerintah daerah, dan BP3MI dalam penanganan dan pemulangan korban. Kami juga menggandeng Kominfo dan Direktorat Siber untuk memblokir akun media sosial yang menawarkan kerja ilegal ke luar negeri,” katanya.

Sebanyak 82 korban dalam proses diserahkan ke shelter BP3MI untuk asesmen dan pendataan lebih lanjut. Kepala BP3MI, Sarni, menyebutkan bahwa mereka yang memiliki dokumen lengkap akan difasilitasi untuk bekerja secara prosedural. Sedangkan korban tanpa dokumen akan dipulangkan ke daerah asal dengan pembiayaan penuh dari pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Nunukan, Farida, menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki perda dan tim gugus tugas khusus TPPO.

“Kami terus melakukan asesmen, pendampingan, dan reintegrasi sosial bagi para korban. Koordinasi dengan daerah asal juga dilakukan agar korban mendapatkan bantuan lanjutan,” ujarnya.

Polri menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada tawaran kerja ke luar negeri tanpa prosedur yang jelas, serta mendorong peningkatan pelatihan keterampilan bagi calon pekerja migran agar dapat diberangkatkan secara resmi dan aman.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Hercules Rosario dalam Tinjauan Akademisi Australia

(Ilustrasi gambar “Baltyra.com”).

 

Jauh sebelum nama Hercules Rosario Marshall disebut dengan penuh ketakutan oleh para pengusaha, jauh sebelum ia menjadi ikon kontroversial karena kedekatannya dengan Prabowo Subianto, namanya lebih dulu bergema dalam forum-forum ilmiah.

Di balik tubuh kekar dan reputasi jalanan, para ilmuwan sosial melihat sebuah gejala yang lebih luas: absennya negara.

Salah satu yang paling tajam membedahnya adalah lan Douglas Wilson, akademisi asal Australia yang juga dosen di Murdoch University. Dalam buku The Politics of Protection Rackets in Post-New Order Indonesia, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Politik Jatah Preman, Wilson menyebut kehadiran Hercules sebagai cerminan dari kegagalan negara dalam menjalankan fungsi-fungsi dasarnya: melindungi, mengatur, dan menciptakan keadilan.

Hercules, kata Wilson, adalah perantara kekuasaan informal yang muncul karena kekosongan otoritas formal. la adalah “makelar kekerasan” dalam sistem demokrasi yang pincang, tempat di mana hukum tidak mampu
menjangkau lorong-lorong paling gelap dari republik ini. Wilson menggambarkan Hercules bukan sebagai pengecualian, tetapi sebagai pola–sebagai manifestasi struktural dari relasi kuasa yang terputus antara rakyat dan negara.

Kadang Hercules berjalan di lorong gelap, kadang pasar yang riuh, kadang berselimut wangi jas dan dasi, tapi tetap membawa jejak sepatu dari lumpur jalanan. la hadir di ruang-ruang kosong yang dibiarkan negara menganga. Sebab, dalam dunia yang tanpa jaminan keadilan, reputasi kekerasan lebih dipercaya ketimbang proses hukum.

Dalam pengamatan Wilson, yang selama bertahun-tahun tinggal di Indonesia, Hercules adalah tokoh yang “mengerti betul bagaimana memanfaatkan ketakutan sebagai mata uang sosial.”

Kekuatannya bukan semata berasal dari otot, melainkan dari jejaring, loyalitas, dan–ini yang paling penting– ambiguitas hukum yang dibiarkan tumbuh oleh rezim pasca-Orde Baru. la menyebut ini sebagai coercive capital – modal koersif yang digunakan untuk membentuk otoritas tanpa legitimasi formal.

Wilson tidak sedang menulis kisah kriminal. la menulis tentang demokrasi yang compang-camping. Tentang negara yang kehilangan taringnya. Tentang hukum yang hanya hadir di pasal-pasal, tapi tak menyapa di lorong- lorong pasar.

Kekuasaan, kita tahu, tak selalu hadir dalam bentuk yang bisa ditakar. Di negara yang merayakan pemilu lima tahun sekali, kita membayangkan kedaulatan rakyat sebagai pusat kekuatan. Tapi di luar sana, di luar podium dan televisi, kekuasaan juga bisa hadir lewat tepukan di meja warung kopi, atau kalimat yang samar seperti, “Kami juga ingin diperhatikan.”

Begitulah yang terjadi di sebuah ruangan dingin, di kantor sebuah perusahaan otomotif Tiongkok, BYD. Orang-orang datang dengan senyum, mengaku sebagai “mitra lingkungan,” bicara perihal harmoni dan keamanan. Tapi di balik kata-kata itu ada sesuatu yang tak diucapkan. Yang tak perlu diucapkan.

Jatah. Itu kata yang tak pernah disebut, tapi justru paling terasa. Wilson menyebutnya sebagai “invisible coercion” yang dibungkus dalam bahasa kewirausahaan dan stabilitas.

Orang-orang seperti Hercules, atau para penerusnya, tidak sekadar meminta upeti. Mereka menawarkan “perlindungan” dari kekacauan yang mereka sendiri ciptakan, dan dalam logika yang ironis, itu dianggap sebagai bentuk “kontribusi sosial”.

Premanisme hari ini tidak selalu datang dengan parang dan tatapan tajam. Ia bisa muncul lewat proposal pengamanan. la bisa menyebut dirinya ormas. la bisa berfoto bersama politisi. la bisa mengirimkan surat resmi. Tapi tetap, yang ia bawa adalah dunia lama: dunia tanpa kepastian hukum, tanpa perlindungan yang adil. Dunia di mana yang kuat adalah yang bisa membuat takut.

Kita bisa melihat semua ini sebagai kegagalan hukum. Tapi mungkin lebih dari itu: ini adalah cermin dari negara yang tak selesai. Negara yang membiarkan kekuasaan berserakan, dan tidak pernah sungguh-sungguh merebutnya kembali dari tangan-tangan tak bernama.

Wilson menyebut Indonesia sebagai demokrasi yang “dipenuhi bayangan” – bayangan kekuasaan informal yang menyusup ke dalam sistem formal. Preman, kata Wilson, bukanlah lawan dari negara, tetapi kadang mitra yang dibutuhkan oleh elite untuk mengerjakan apa yang tak bisa dilakukan secara sah.

Hercules pernah menjadi ancaman bagi negara. Tapi ia juga sekaligus penanda: bahwa negara bisa diancam, karena ia terlalu lama absen.

Dan para “mitra lingkungan” yang mengetuk pintu BYD itu mereka adalah penerus zaman. Mereka tak perlu keras. Cukup hadir. Karena mereka tahu, dalam dunia yang tak pasti, ketakutan adalah alat tawar paling kuat.

Wilson menulisnya dengan tenang. Tapi setiap kalimatnya memanggil kita untuk bertanya: apakah kekuasaan kini benar-benar ada di tangan rakyat, atau diam-diam telah diambil alih oleh yang tahu cara menundukkan tanpa perlu bicara keras?

Mungkin itulah tragedi kita hari ini: negara ada, tapi tak hadir. Preman ada, dan selalu tahu kapan harus datang.

 

(Sumber tulisan diambil dari medsos Brigjen Pol purn. Siswandi).

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan 4 ABK KM Maulana, 24 Kru Diperiksa

PMJ - Maspolin.id|| Polres Pelabuhan Tanjung Priok memeriksa 24 kru KM Maulana 23 terkait dugaan penganiayaan terhadap empat anak buah kapal (ABK) yang beroperasi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.