Pria Asal Seraya Dibekuk Polresta Denpasar Nekat Culik Anak SD Minta Tebusan 100 Juta Rupiah

BALI – Maspolin.id|| Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandhy S.I.K., membenarkan kejadian penculikan anak tersebut dan pelaku berhsil di bekuk Unit Reskrim Polsek Densel Polresta Denpasar pada rabu 5 februari 2025. Adapun identitas korban An. IMRAK. Laki-laki 11 tahun, alamat Pemogan Densel merupakan pelajar di SD Harapan Jl. Raya Sesetan Densel. Sedangkan pelaku An. IWS. Laki-laki 30 tahun asal desa seraya karangasem dan TKP di SD Harapan Jl. Raya Sesetan Densel.

Kronologis kejadian berawal pada Rabu 5 Februari 2025 sekitar pukul 14.00 Wita saksi (ayah korban) ditelepon Satya staf saksi yang menjemput anak saksi di sekolah SD harapan Sesetan dan mengatakan bahwa anak saksi tidak ada di sekolah, kemudian saksi langsung menuju ke sekolah dan mengecek keberadaan anaknya, selanjutnya saksi berkordinasi dengan pihak sekolah dan mengecek CCTV dan terlihat anaknya dijemput oleh seseorang dengan menggunakan SPM, tidak berselang lama ada yang menelpon istri saksi (ibu korban) meminta tebusan, atas kejadian tersebut saksi melapor ke Polsek Densel untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan LP-B / 32 / II / SPKT / Polsek Densel / Polresta Denpasar, tanggal 5 Februari 2025. Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Densel di pimpin Kanit Reskrim IPTU. NUR HABIB AULYA S.Tr.K.,S.I.K.,M.H. mendatangi TKP dan melakukan olah TKP dan memeriksa CCTV, selanjutnya berdasarkan olah TKP diperoleh cirri-ciri pelaku, selanjutnya tim melaksanakan penyisiran di seputaran jl. Bypass Ngurah Rai dan diketahui pelaku sedang berada di areal kebun di samping PT. Indonesia Power Sanggaran Sesetan Densel dan terlihat sedang membonceng korban dan mencoba melarikan diri. Selanjutnya Tim berhasil mengamankan pelaku dan korban dapat di selamatkan dalam keadaan aman, kemudian pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Denpasar Selatan untuk penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil interogasi Pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan penculikan tersebut, Pelaku mengakui telah menghubungi ibu korban dan meminta tebusan sebesar Rp. 100 juta dan ditransfer melalui rekening pelaku. Pelaku mengakui perbuatannya tersebut karena dendam terhadap orang tua korban yang mengeluarkan pelaku dari tempat kerja.

Adapun barang bukti yang turut diamankan 1 unit SPM Honda beat warna hitam DK 6980 MR yang digunakan pelaku menjemput korban, 1 HP Iphone yang digunakan pelaku untuk menghubungi ibu korban meminta tebusan.

Berdasarkan kejadian tersebut kami Polda Bali menghimbau agar para orang tua mengawasi anak-anak dengan ketat, termasuk para guru juga turut mengawasi aktifitas anak-anak didiknya saat berada disekolah hingga dipastikan mereka pulang dengan aman dan selamat.

Pastikan disetiap sudut rumah maupun sekolah terutama diarea dimana lokasi anak-anak bermain dan lokasi antar jemput terpasang CCTV karena ini sangat penting dalam pengawasan dan rekamannya dapat kita cek setiap saat jika dibutuhkan, ucap KBP Ariasandhy.

 

Humas Polda Bali

red/mpl/pr

Polresta Denpasar Amankan 35 Pelaku Narkoba, Salah Satunya Menggunakan Modus Cor Semen

DENPASAR, BALI – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Denpasar dalam Operasi Antik Agung 2025 yang berlangsung selama 16 hari berhasil mengamankan 35 pelaku penyalahgunaan narkoba. Dari jumlah tersebut, 33 pelaku adalah laki-laki dan 2 lainnya perempuan. Operasi ini mengungkap total 30 kasus, dengan 14 di antaranya merupakan target operasi, sementara 16 lainnya merupakan kasus non-operasi.

Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar, AKP Muhammad Rizky Fernandez, S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan 35 tersangka, termasuk empat mantan narapidana dengan berbagai latar belakang kriminal. “Barang bukti yang berhasil disita meliputi 3,9 kg ganja, 2.041,6 gram sabu-sabu (SS), serta 125 butir ekstasi,” ungkapnya pada Jumat (7/2).

Lebih lanjut, AKP Fernandez menjelaskan bahwa aparat Satresnarkoba menemukan modus baru dalam penyelundupan narkoba, yakni menggunakan cor semen sebagai metode penyamaran. Modus ini bertujuan untuk menghindari deteksi aparat serta melindungi sabu-sabu yang diedarkan agar tidak terkena air. Selain itu, modus lain yang terungkap dalam operasi ini adalah pengiriman melalui jasa ekspedisi serta sistem pengambilan barang di lokasi tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.

“Metode ini baru pertama kali kami temukan di Bali. Tersangka yang menggunakan modus cor semen ini bernama Dedi Sulaiman alias AM (25), asal Jalan Darmawangsa No. 106, Banjar Menesa, Desa Kampial, Kuta Selatan, Badung,” imbuhnya.

Tersangka yang berprofesi sebagai tukang ojek ini diamankan di Jalan Dewi Sri II, Legian Kaja, Kuta, pada Jumat, 31 Januari 2025. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu seberat 5,97 gram. “Tersangka berinisiatif sendiri mengecor sabu-sabu tersebut dan mendapatkan upah Rp 50 ribu setiap kali mengedarkan,” jelas AKP Fernandez.

Dari total 35 tersangka, sebanyak 11 orang diidentifikasi sebagai bandar narkoba. “Ini adalah peringatan bagi para pelaku narkoba. Kami akan terus memburu mereka. Tidak ada tempat bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Denpasar,” tegasnya, seraya menambahkan bahwa penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung untuk mengungkap jaringan yang lebih luas dalam kasus ini.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 hingga 20 tahun. Selain itu, mereka juga dikenakan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009, yang mengancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda minimal Rp 800 juta hingga maksimal Rp 8 miliar.

 

Humas Polda Bali

red/mpl/nn

Aiptu Suwarjo Polisi Dari Polres Rembang 15 Tahun Jadi Marbot Masjid

Rembang, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Menjalani tugas sebagai anggota Polri bukanlah perkara mudah. Selain bertanggung jawab menjaga stabilitas kamtibmas, seorang Polisi juga harus membagi waktu untuk keluarga dan lingkungan sekitar. Namun, di tengah kesibukannya, Aiptu Suwarjo justru memilih mengabdikan dirinya sebagai marbot masjid dengan penuh keikhlasan.

Selama 15 tahun, anggota Seksi Humas Polres Rembang ini secara sukarela menjadi Marbot yang bertugas membersihkan Masjid Permata Iman di Desa Ngotet Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Tidak hanya sekadar menyapu dan mengepel, ia juga membersihkan kamar mandi serta memastikan segala keperluan ibadah tersedia. Kegiatan ini dilakukan setiap kali ada waktu luang, baik setelah dinas maupun di hari libur, tanpa mengharapkan imbalan.

Pada  Rabu (5/1), ia terlihat sibuk di masjid, merapikan ruangan dan mempersiapkan perlengkapan Sholat, Baginya, kebersihan tempat ibadah adalah bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang tidak bisa diabaikan.

” Bantuan itu tidak selalu berupa materi, bisa juga dukungan moril, tenaga, dan pikiran. Saya hanya ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Aiptu Suwarjo.

Tak hanya di masjid, dedikasinya dalam menjaga kebersihan juga meluas ke tempat-tempat lain. Ia sering membersihkan lingkungan sekitar, termasuk pemakaman umum dan selokan yang tersumbat. Bagi nya kepedulian terhadap lingkungan adalah wujud nyata dari tugas seorang Polisi yang mengayomi masyarakat.

Ketua Takmir Masjid Permata Iman, Bapak Suryono, mengaku terharu dengan dedikasi yang ditunjukkan oleh Aiptu Suwarjo.

” Beliau bukan sekadar anggota Polri yang baik, tapi juga bagian dari kami. Setiap hari libur atau setelah dinas, beliau selalu menyempatkan diri membersihkan masjid. Ketulusannya menginspirasi banyak jamaah di sini untuk lebih peduli,” ungkap Suryono.

Kapolres Rembang, AKBP Dhanang Bagus Anggoro mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh Aiptu Suwarjo. Menurutnya, keterlibatan anggota Polri dalam kegiatan sosial merupakan bagian penting dari upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat.

“Tugas polisi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membaur dan turut serta dalam setiap kegiatan sosial. Ini adalah bagian dari pengabdian,” kata nya.

Kapolres Rembang kembali menegaskan bahwa keterlibatan anggota Polri dalam aktivitas sosial seperti menjadi marbot masjid dapat meningkatkan kedekatan emosional dengan warga.

” Kehadiran polisi dalam kegiatan sosial memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.

 

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/ag

Aiptu Adi, Polisi Blora yang Membangun TPQ dari Gajinya, Terima Penghargaan Kak Seto Award

Blora, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Dedikasi dan ketulusan Aiptu Adi Tri Sukmono, anggota Polres Blora, dalam membangun pendidikan keagamaan bagi anak-anak mendapat apresiasi tinggi. Dalam kunjungannya ke Blora pada 31 Januari 2025, Ketua LPAI, Kak Seto, secara langsung menganugerahkan Kak Seto Award 2025 kepada Aiptu Adi sebagai bentuk penghargaan atas kiprah luar biasanya.

Penghargaan ini diberikan kepada tokoh-tokoh yang berperan besar dalam dunia pendidikan dan perlindungan anak. Aiptu Adi adalah salah satu sosok inspiratif, yang dengan penuh keikhlasan mengalokasikan gajinya sendiri untuk mendirikan dan mengelola TPQ Nurul Qur’an. Kini, tempat belajar yang ia bangun dari nol telah menjadi rumah bagi lebih dari 164 peserta didik muda dan 80 santri dewasa, memberikan mereka akses pendidikan agama yang layak.

Dalam acara tersebut, Kak Seto mengungkapkan rasa kagumnya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh Aiptu Adi.

” Saya sangat terharu dan bangga. Seorang polisi yang tidak hanya bertugas melindungi masyarakat, tetapi juga dengan tulus membangun taman pendidikan Al-Qur’an dari gajinya sendiri. Ini bukan hanya amal baik di dunia, tetapi juga ladang pahala di akhirat nanti. Semoga ini menjadi inspirasi bagi banyak orang bahwa mendidik generasi muda adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar Aiptu Adi terus berjuang dalam mendidik generasi muda dengan ilmu agama tanpa pamrih, dan tetap teguh dalam niat baiknya mengharap ridha dari Yang Maha Kuasa.

Sementara itu bertempat di Mapolres Blora, Aiptu Adi, dengan penuh rasa syukur, menyampaikan terima kasihnya kepada Kak Seto dan Polres Blora yang terus mendukung langkahnya. Baginya, penghargaan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi juga pengingat bahwa apa yang ia lakukan adalah bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

” Harapan saya, semoga sedikit yang saya lakukan ini bisa menjadi bagian dari upaya menguatkan keimanan generasi muda. Saya ingin menginspirasi rekan-rekan Polri di mana pun agar tidak pernah lelah berbuat kebaikan, sekecil apa pun. Sebab kita tidak pernah tahu, amalan mana yang akan menjadi jalan kita menuju surga,” ujar Aiptu Adi penuh haru. Jumat (7/2/2025)

Pengabdian tanpa batas ini merupakan bukti seorang polisi juga sebagai pelita bagi masa depan generasi muda.

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/gg

Bripka Fahmi, Sosok Polisi Inspiratif Yang Mengasuh 35 Anak Yatim Piatu

SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Di balik tugasnya sebagai anggota Satsamapta Polrestabes Semarang, Bripka Muhammad Kais Fahmi menjadi sosok yang memberikan harapan bagi 35 anak yatim piatu. Dengan penuh kasih sayang, ia mengelola panti asuhan Yayasan Darul Qur’ana Al Karomah sejak 2021, menjadikannya tempat yang penuh cinta dan dukungan bagi anak-anak yang membutuhkan.

Bripka Fahmi memulai perjalanan kepeduliannya terhadap anak yatim piatu sejak 2017. Pandemi COVID-19 menjadi momentum penting baginya untuk mendirikan lembaga sosial yang kini menjadi rumah bagi anak-anak berusia 1 hingga 11 tahun. Bahkan, salah satu anak asuhnya sudah diterima sejak usia 3 bulan.

“Kami menerima mereka apa adanya, dengan hati tulus,” ungkap Bripka Fahmi kepada tim Humas Polrestabes Semarang.

Di panti asuhannya, anak-anak tidak hanya mendapatkan tempat berlindung tetapi juga pendidikan moral dan karakter. Bripka Fahmi percaya, pendidikan nilai-nilai etika adalah fondasi penting agar anak-anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan berkontribusi bagi masyarakat.

Panti asuhan yang didirikan Bripka Fahmi tidak hanya menjadi tempat tinggal bagi anak-anak yatim piatu, tetapi juga pusat pembelajaran yang mengutamakan pendidikan akademis dan pengembangan moral. Dengan bimbingan penuh kasih, ia memastikan bahwa anak-anak asuhnya tumbuh menjadi individu yang kuat secara mental, etika, dan spiritual.

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/ls

Tingkatkan Kesiapan dan Semangat Bertugas, Personel Ops Damai Cartenz-2025 Hadapi Tantangan Unik dan Seru

Timika, PAPUA – Maspolin.id|| Pemandangan tak biasa terlihat di Posko Sektor Timika pada Kamis (6/2), saat personel Ops Damai Cartenz-2025 mengikuti pelatihan psikologi yang diselenggarakan oleh Tim Psikologi Subsatgas Kesehatan Satgas Banops Damai Cartenz-2025.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ipda Amelia Mega Kartika Kawilarang, S.Psi., dan Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi., dengan tujuan memperkuat mental, kekompakan, serta fokus para personel yang bertugas di wilayah operasi.

Dalam pelatihan ini, peserta dibagi menjadi dua tim:

1. Belukar 65, dipimpin oleh Ipda Ari Barudin

2. Belukar 66, dipimpin oleh Ipda Hendri

Kedua tim berlomba menyelesaikan berbagai tantangan menarik yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan mental dan kerja sama tim, di antaranya:

Tebak istilah kepolisian khususnya terkait fungsi Brimob, guna mengasah pengetahuan dan kesiapan personel.

Perlombaan memasukkan bola ke dalam kardus, untuk melatih ketangkasan dan koordinasi tim.

Mengambil sumpit dengan hidung, tantangan unik yang mengundang tawa, tetapi tetap mengasah fokus dan konsentrasi.

Menggendong komandan tim hingga garis finis, sebagai simbol kekompakan dan kekuatan tim dalam menghadapi tantangan.

Ipda Amelia Mega Kartika Kawilarang menekankan pentingnya pelatihan psikologi seperti ini.

“Di lapangan, mental yang kuat sama pentingnya dengan keterampilan bertempur. Kami ingin memastikan setiap personel tetap tangguh, solid, dan memiliki semangat juang yang tinggi.”

Sementara itu, Wakaops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan bahwa kesejahteraan psikologis personel adalah prioritas utama.

“Tugas mereka sangat berat. Kami ingin mereka tetap dalam kondisi terbaik, baik secara fisik maupun mental, agar dapat menjalankan tugas secara optimal.”

Kegiatan ini membuktikan bahwa membangun mental baja tidak selalu harus dengan latihan keras. Melalui tantangan unik dan seru, para personel dapat belajar, tertawa, serta mempererat kebersamaan.

Pelatihan ditutup dengan pengumuman skor, di mana Tim Belukar 65 keluar sebagai juara. Dengan semangat yang semakin tinggi, personel Ops Damai Cartenz-2025 siap bertugas dengan penuh keyakinan dan kekompakan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polri Bongkar Tambang Timah Ilegal di Bekasi, Kerugian Negara Capai Rp10 Miliar

BAHARKAM POLRI – Maspolin.id|| Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pertambangan mineral dan batubara ilegal yang beroperasi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari pengungkapan ini, polisi menyita ratusan batang balok timah dan menetapkan dua tersangka, salah satunya warga negara asing (WNA).

Kasus ini terbongkar setelah tim penyidik Ditpolair Korpolairud menerima informasi adanya aktivitas pengiriman pasir timah dari Bangka Belitung menuju Tanjung Priok, Jakarta. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, diketahui bahwa barang tersebut tidak berhenti di Jakarta, melainkan dikirim ke sebuah gudang tertutup di Jalan Lurah Namat, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

“Gudang ini telah beroperasi sejak tahun 2023. Kami mendapati aktivitas ilegal berupa pengolahan dan pemurnian pasir timah menjadi balok timah, yang kemudian dijual tanpa izin,” ungkap Kasubdit Gakkum Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Pol. Donny Charles Go, dalam konferensi pers, Selasa (6/2).

Pada Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, tim gabungan dari Subdit Gakkum dan Subdit Intelair bergerak menuju lokasi dan berhasil masuk setelah berkomunikasi dengan penjaga gudang. Polisi menemukan alat-alat produksi, balok timah siap jual, serta para pekerja yang sedang melakukan proses peleburan timah.

Dalam operasi ini, polisi mengamankan 207 batang balok timah dengan berat total sekitar 5,81 ton, dua toples berisi pasir timah, alat XRF untuk mengukur kadar logam, cetakan timah, perangkat CCTV, surat jalan, serta tiga unit telepon genggam milik para tersangka.

Sebanyak delapan orang yang berada di lokasi langsung diamankan ke Mako Ditpolair Korpolairud untuk diperiksa lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni:

1. MJ – Warga Negara Asing, kepala operasional gudang sekaligus pemodal utama usaha produksi balok timah.

2. AF – Warga Negara Indonesia, direktur CV. Galena Alam Raya Utama, perusahaan yang menaungi kegiatan ilegal tersebut.

Sementara itu, tujuh pekerja lainnya berstatus sebagai saksi karena mereka hanya bekerja berdasarkan gaji bulanan sebesar Rp5 juta dari tersangka MJ.

Berdasarkan hasil penyelidikan, aktivitas ilegal ini telah berjalan lima kali produksi sejak 2023 hingga Januari 2025, dengan empat kali pengiriman balok timah ke luar negeri, diduga ke Korea Selatan.

“Jika dihitung dari lima kali produksi, potensi kerugian negara akibat aktivitas ilegal ini mencapai sekitar Rp10,038 miliar,” jelas Kombes Pol. Donny Charles Go.

Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri masih melakukan pendalaman terkait pihak-pihak lain yang terlibat dalam jaringan ini, termasuk sumber pasir timah yang berasal dari Bangka Belitung.

“Identitas pengirim dari Bangka Belitung sudah kami kantongi, dan saat ini kami sedang memburu pelaku lainnya. Kami yakin ini bukan kasus tunggal, masih ada jaringan lain yang beroperasi,” tambah Donny.

Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterkaitan kasus ini dengan pengungkapan 2 ton timah ilegal di Bangka Belitung baru-baru ini.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 161 jo Pasal 35 ayat (3) huruf c dan g, Pasal 104, atau Pasal 105 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Mereka terancam pidana penjara paling lama lima tahun dan denda hingga Rp100 miliar,” pungkas Kombes Pol. Donny Charles Go.

Saat ini, polisi terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam perdagangan timah ilegal ini.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Penerimaan Polri 2025 Resmi Dibuka, Ini Jalur Seleksi, Cara Daftar, dan Jadwalnya

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka pendaftaran anggota Polri tahun 2025. Warga Negara Indonesia dengan Pendidikan minimal SMA atau sederajat bisa mendaftar,

Penerimaan Polri ni dibuka mulai 5 Februari-6 Maret 2025. Calon peserta bisa memantau situs resmi penerimaan.polri.go.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut terkait jadwal dan persyaratannya.

Bagi putra-putri terbaik bangsa yang untuk menjadi bagian dari Korps Bhayangkara, bisa mendaftar melalui penerimaan jalur bintara Polri, tamtama Polri, dan taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Jalur Penerimaan

Berikut informasi masing-masing jalur penerimaan yang dilansir dari pengumuman resminya:

1. Penerimaan Taruna Akpol 2025

Akpol adalah institusi pendidikan setingkat perguruan tinggi yang mencetak calon perwira pertama Polri dengan pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Pendidikan berlangsung selama empat tahun (delapan semester) di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Semarang, Jawa Tengah. Lulusan Akpol akan memperoleh gelar Sarjana Terapan Kepolisian (S.Tr.K).

2. Penerimaan Bintara Polri

Rekrutmen Bintara Polri bisa diikuti oleh lulusan SMA/sederajat ataupun perguruan tinggi dari jenjang D1 hingga S1.

Pendidikan berlangsung selama 7 bulan mulai 30 Juli 2025 sampai 24 Februari 2026. Lulusan jalur ini akan mendapatkan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Pendidikan berlangsung di SPN Polda untuk bintara PTU, bintara brimob, bintara polair, bakomsus, dan bintara rekpro pria. Sedangkan pendidikan bintara PU, bakomsus, dan bintara rekpro wanita digelar di Sepolwan.

Berikut penerimaan jalur Bintara Polri:
– Bintara Polisi Tugas Umum (PTU)
– Bintara Brimob (Brigade Mobil)
– Bintara Polair (Polisi Perairan)
– Bakomsus Tenaga Kesehatan (Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan)
– Bakomsus Hukum
– Bakomsus Tenaga Pendidik
– Bakomsus Tata Boga
– Bakomsus Siber
– Bakomsus Gizi

3. Penerimaan Tamtama Polri

Penerimaan tamtama Polri 2025 terdiri dari tamtama brimob dan tamtama polair Pendaftaran dan seleksi Tamtama Polri diselenggarakan oleh seluruh polres/polda.

Pendidikan berlangsung 5 bulan mulai 7 Juli sampai 3 Desember 2025 di SPN Polda Metro Jaya atau SPN Polda Jatim.

Setelah lulus pendidikan, calon tamtama Polri akan menjadi Tamtama Polri dengan pangkat Bhayangkara Dua (Bharada).

Persyaratan

Sesuai Pasal 21 (1) UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, berikut syarat umum penerimaan Polri:
– Warga Negara Indonesia
– Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
– Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD NRI 2045
– Pendidikan paling rendah SMA/sederajat
– Usia minimal 18 tahun pada saat dilantik menjadi anggota Polri
– Sehat jasmani dan rohani
– Tidak pernah dipidana, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
– Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.

Cara Daftar

Cara mendaftar dalam penerimaan Polri 2025:
1. Kunjungi situs resmi pendaftaran Polri di https://penerimaan.polri.go.id/.
2. Lengkapi formulir registrasi online.
3. Lakukan verifikasi berkas di Polres atau Polda setempat.
4. Ikuti tahap seleksi sesuai jadwal yang ditentukan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Jika Orang Tua Casis Mempertanyakan Hasil Tes Masuk Polisi

ITWASUM POLRI – Maspolin.id|| Polri terus berinovasi dalam proses rekrutmen anggota baru dengan memutakhirkan perangkat tes seleksi. Langkah ini dilakukan guna menjamin objektivitas dalam seleksi sehingga menghasilkan personel yang berkualitas dan profesional.

Irwasum Polri, Komjen Dedi Prasetyo menuturkan aspek kualitas menjadi pertimbangan utama dalam proses rekrutmen Polri. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Persiapan Pendaftaran Penerimaan Anggota Polri Tahun 2025 di Gedung SSDM Polri, Jakarta Selatan.

“Proses rekrutmen ini betul-betul kita pertimbangkan dengan cermat. Yang paling utama adalah kualitas personel yang direkrut,” ujar Dedi, Kamis 6 Februari 2025.

Polri terus berbenah dengan belajar dari pengalaman sebelumnya, di mana banyak peserta atau orang tua peserta mempertanyakan hasil tes kesehatan dan psikologi. Oleh karena itu, seluruh perangkat alat ukur dalam seleksi telah diverifikasi dan memiliki standar kualitas yang jelas.

“Saya minta seluruh alat ukur yang digunakan dalam seleksi harus terverifikasi dengan baik. Kita harus betul-betul bisa mengantisipasi masalah yang mungkin timbul dalam setiap tahapan seleksi,” imbuh Dedi.

Sejak 2024, Polri telah menambah komponen pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan kepadatan tulang, rontgen tulang belakang, dan USG abdomen. Selain itu, teknologi digital seperti Body Composition Analyzer kini digunakan untuk mendeteksi dini kemungkinan cedera pada tulang dan otot. Pemeriksaan juga mencakup analisis tubuh secara detail, seperti massa lemak, massa otot, metabolisme sel, hingga kadar air dalam tubuh.

Pemeriksaan darah juga diperketat, termasuk pengujian HbA1c untuk mendeteksi potensi diabetes melitus, serta tes anti-HCV untuk mendeteksi Hepatitis C. Tak hanya itu, Polri tetap menerapkan pemeriksaan kesehatan standar lainnya, seperti tes fungsi paru (spirometri) dan pemeriksaan oleh 11 spesialis klinis.

Dalam aspek psikologi, Polri menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) II dengan metode Computer Assisted Test (CAT). Dibandingkan dengan MMPI versi sebelumnya, MMPI II memiliki variasi pertanyaan yang lebih dinamis dan hasil yang lebih rinci.

Selain itu, pada seleksi mendatang, tes psikologi akan menggunakan metode Situational Judgment Test (SJT). Metode ini dirancang untuk mengevaluasi kemampuan calon anggota Polri dalam menghadapi berbagai situasi di lingkungan kerja. SJT akan mengukur keterampilan pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta kemampuan interpersonal kandidat.

Inovasi lainnya dalam rekrutmen Polri tahun 2025 adalah penambahan pemeriksaan saraf untuk memastikan kondisi kesehatan kandidat lebih optimal. Secara khusus, bagi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol), pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) akan dilakukan sebelum tes jasmani untuk mengidentifikasi kondisi jantung.

Dengan pemanfaatan teknologi digital dalam setiap tahapan seleksi, Polri berharap objektivitas dan transparansi dalam rekrutmen semakin meningkat. Komjen Dedi menegaskan bahwa Polri harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat menghasilkan personel yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki integritas tinggi.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap personel yang terpilih benar-benar memiliki kualitas terbaik demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Temuan Kecelakan GT Ciawi: Truk Tak Lakukan Upaya Pengereman

MABES POLRI – Maspolin.id|| Tim dari Korlantas Polri bersama Polda Jawa Barat, yang terdiri Traffic Accident Analysis (TAA) dan Traffic Accident Research Center (TAA RC), melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait kecelakaan besar yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi, Kabupaten Bogor.

Kasubdit Audit Korlantas Polri Kombes Pol Dodi Daryanto menjelaskan hasil pengamatan di lokasi kecelakaan yang mengungkap sejumlah temuan menarik.

“Setelah melakukan pendalaman terhadap bukti-bukti yang ada, kami mencatat bahwa pada faktor jalan, tidak ditemukan sama sekali bekas pengereman dari ban. Ini menunjukkan bahwa kendaraan tidak melakukan upaya pengereman sebelum kecelakaan terjadi,” kata Dodi.

Menurut Kombes Dodi, temuan tersebut mengindikasikan adanya kemungkinan kerusakan pada sistem pengereman kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Ini menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut, terutama untuk memverifikasi apakah sistem pengereman kendaraan bermasalah, yang berpotensi menyebabkan kecelakaan,” lanjutnya.

Polri menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh, tidak hanya pada faktor kendaraan, tetapi juga pada faktor manusia, jalan, dan lingkungan yang dapat mempengaruhi kejadian kecelakaan. Tim juga berjanji akan melanjutkan pemeriksaan terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan untuk memastikan penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.

Dodi juga mengingatkan bahwa proses olah TKP dan analisis masih berlangsung, dan hasil yang lebih mendalam akan segera diumumkan setelah seluruh pemeriksaan selesai dilakukan.

“Kami berkomitmen untuk memastikan kejadian ini dapat dipahami dengan baik, dan kami akan terus bekerja keras untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.