Pedang Pora Iringi Farewell Parade Kapolresta Bandar Lampung, Selamat Dan Sukses Selalu

Kota Bandar Lampung (Lampung),Maspolin.id – Polresta Bandar Lampung melaksanakan penyambutan Kapolresta Bandar Lampung AKBP Yan Budi Jaya, S.I.K., M.M, beserta ibu dan Farewell Kapolresta sebelumnya Kombes Pol Wirdo Nefisco, S.I.K., M.Si, di halaman Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (19/11/2019).

Pada kesempatan tersebut di awali Kombes Pol Wirdo Nefisco beserta istri dan didampingi Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Yudy Chandra Erlianto beserta istri, menyambut langsung Kapolresta Bandar AKBP Yan Budi Jaya, S.I.K., M.M, dari depan pintu gerbang Polresta Bandar Lampung, yang kemudian menerima kalungan bunga, dan penghormatan pedang pora dari pasukan pedang pora Polresta Bandar Lampung.

Usai menerima Kapolresta Bandar Lampung yang baru para Kabag, Kasat, dan Kapolsek sejajaran Polresta Bandar Lampung langsung memasuki ruang rapat Polresta Bandar Lampung untuk pelaksanaan laporan satuan.

Dalam kesempatan terakhir, sekaligus salam perpisahan tersebut, Kombes Pol Wirdo Nefisco, mengucapkan, terima kasih kepada seluruh personel Polresta Bandar Lampung yang telah membantu dan bekerja sama kurang lebih selama 1 tahun, sekaligus meminta maaf kepada personel Polresta Bandar Lampung, jika ada perbuatan atau kata kata yang salah ataupun tak disengaja selama bertugas.

“Semoga Kombes Pol Wirdo Nefisco, semakin sukses di tempat yang baru, dan kepada seluruh personel Polresta Bandar Lampung, marilah kita berkerja secara bersama-sama dan meningkatkan kinerja yang baik dan benar,” ucap Kapolresta Bandar Lampung AKBP Yan Budi Jaya.

Iptu Buri Handoyo Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Yayasan Habbul Yataama Berau

Kaltim,Maspolin.id – Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Iptu Buri Handoyo bersama anggotanya Hadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Habbul Yataama Wal Masaakin Kabupaten Berau , Senin (18/11).

Acara dengan tema “Kita Tingkatkan Kecintaan Kepada Baginda Rosulullah SAW Untuk Membentuk Pribadi Yang Berakhlaqul Karimah” ini dihadiri tokoh masyarakat dan tokoh agama serta seluruh masyarakat dan perwakilan TNI/POLRI di Kabupaten Berau.

Dikonfirmasi saat pelaksanaan acara, Komandan Kompi 3 Batalyon C Pelopor Iptu Buri Handoyo menyampaikan bahwa giat keagamaan ini bertujuan meningkatkan jalinan silaturahmi antara anggota Brimob Kaltim dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Berau.

”mengingat kita ini sebagai kompi muda yang ada di kabupaten Berau, dengan adanya acara ini saya berharap terjalin silaturahmi yang lebih intens agar kedepannya dapat bersama-sama menjaga keamanan di Kabupaten berau,”Ucap Iptu Buri Handoyo kepada PID Batalyon.

Peringatan Maulid Nabi ini diawali dengan penampilan rebana dari para santri. Dilanjutkan dengan sambutan pimpinan yayasan dan ceramah dari Ustadz.

“semoga dengan adanya peringatan maulid Nabi Muhammad ini kita sebagai umat muslim dapat meneladani Baginda Rosulullah SAW serta menjadikan Pribadi Yang Berakhlaqul Karimah,”tutup Iptu Buri Handoyo

Hum/Lilik s

Kerap Lihat Video Bokep, Kakek Di Sukosewu Wik – Wik Bunga Yang Masih Dibawah Umur..

Bojonegoro,Maspolin.id – Tua- tua keladi makin tua makin menjadi, mungkin julukan ini tepat bagi seorang kakek berinisial LM yang berusia 68 tahun, yang beralamatkan di Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonenegoro, Provinsi, Jawa timur ini,lantaran tega mencabuli Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 8 tahun ini, hingga 5 (lima) kali.

Seorang kakek yang moralnya bejat itu, sebetulnya masih bertetangga dengan korban. Setiap hendak melakukan niat jahatnya itu, LM (68) mengajak Bunga ke rumahnya dan diajak “main” di rumah belakang yang dimanfaatkan untuk dapur itu.

Untuk membangkitkan gairah seksnya, pelaku memutar video porno yang dimiliki di dalam handphone miliknya itu. Setelah puas melakukan pelecehan seksual, kakek yang berperawakan kurus dan kecil itu, memberikan imbalan uang Rp 5 ribu kepada Bunga dengan alasan untuk beli jajan.

Di hadapan penyidik, pelaku mengaku telah melakukan pelecehan terhadap Bunga selama 5 kali, terhitung sejak buan Juli hingga November 2019. Perbuatan tak senonoh itu, dilakukan di tempat yang sama yaitu di dapur yang ada di rumah pelaku itu.

Terbongkarnya kejadian itu, setelah Bunga mengaku kepada orang tuanya jika dirinya mendapat perlakukan yang tak senonoh dari LM itu. Mendapat pengakuan itu, orang tua Bunga marah besar dan langsung membawa anaknya untuk dilakukan visum. Selanjutnya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Sukosewu, Selasa (12/11/2019).

Menindak lanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Sukosewu langsung bergerak dan berhasil menangkap LM di rumahnya tanpa ada perlawanan. Sehingga, LM digelandang ke Mapolsek Sukosewu dan mendekam di jeruji besi sambil meratapi nasibnya.

Dikarenakan kasus tersebut adalah pelecehan seksual sehingga, pihak Polsek Sukosewu melimpahkanya ke UPPA (Unit Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Rekrim Polres Bojonegoro.

“Korban merupakan anak yang masih di bawah umur karena masih berusia 8 tahun sehingga perlu didampingi oleh UPPA Polres Bojonegoro untuk dilakukan pendampingan guna memulihkan mental si anak yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut,” demikian disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli,SIK,MH,M.Si, dalam Konferensi Pers, yang digelar di halaman Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Senin (18//11/2019).

Masih menurut kapolres, setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif diperoleh keterangan bahwa korban telah memperoleh perlakuan tak senonoh oleh pelaku hingga berlangsung selama 5 kali.

“Korban perlu mendapat pendampingan untuk mental psikisnya, untuk menghilangkan efek trauma agar tidak mengalami trauma berkepanjangan. Juga untuk memulihkan kembali kondisi mental korban,” tegasnya.

Dalam kejadian itu, Polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti, yakni, pakaian korban dan handphone milik pelaku.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 76 junto 82, undanga-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Agus

KAPOLRES PIMPIN LANGSUNG OLAH TKP PEMBUNUHAN AKIBAT ISU “DUKUN SANTET” DI DESA KALIDILEM KEC. RANDUAGUNG

LUMAJANG,Maspolin.id – Kapolres Lumajang pimpin Olah TKP pembunuhan terhadap MURSAM (64 Tahun) warga Dusun Curah lapak Desa Kalidilem Kec Randuagung Kab Lumajang.

Motif pembunuhan menurut para warga sekitar karena Bapak Mursam (63 th) diduga seorang Dukun santet yang sangat meresahkan warga. Dirinya terbunuh dengan luka bacok pada leher kiri dan punggungnya yang membuat Mursam tewas.

Kepala Desa Kalidilem Bapak Abdullah menjelaskan sejak dulu Mursam sudah diduga sebagai penganut ilmu Hitam opeh warga sekitar “pak Mursam pada 2006 pernah di sumpah pocong karena diduga sebagai dukun santet oleh warga sekitar.

Isu ini sudah tenggelam namun muncul kembali pada 2014 dan dilakukan kembali pengambilan sumpah pocong. Ketika akan dilangsungkan sumpah tersebut, warga mulai ragu dan tidak jadi melaksanakan pengambilan sumpah tersebut” ujar pak Abdullah.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan “dugaan kami motif pembunuhan terhadap korban karena adanya isu sebagai dukun santet. Ada beberapa peristiwa kematian warga yang dikaitkan dengan keberadaan korban pada saat itu. Tapi hal ini tentu tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

Isu dukun santet seringkali muncul karena ketidaksenangan kepada seseorang. kita tidak boleh main hakim sendiri. Pelaku pembunuhan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Penyidik Tim Cobra Polres Lumajang akan mencari pelakunya”

“Melihat dari luka bacoknya, dugaan kami korban di bacok menggunakan clurit. Perlukaan yang lebar dan cukup dalam di area leher dan punggung mengindikasikan kalau korban di bacok dari arah belakang menggunakan clurit” ucap Arsal yang menghabiskan masa kecilnya di desa kecil di Kalosi – Enrekang, Sulawesi Selatan.

Perlu di ketahui Bpk Mursam (63 th) ditemukan tak bernyawa pada tanggal 16 Nopember 2019 sekira pukul 22.45 Wib dalam keadaan terdapat luka bacok di leher dan punggungnya.

Dalam Olah TKP ini terdapat 7 posisi letak korban dan letak perlukaan korban yang diambil oleh Tim Cobra Polres Lumajang.

Agus

POLISI MILITER LANTAMAL V PERINGATI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1441 H

Surabaya,Maspolin.id – Polisi Militer Lantamal V memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019 M, di Musholla Al Hady, Senin (18/11/2019).
Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H ini mengambil tema “Kita implementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari guna mewujudkan Prajurit dan PNS Polisi Militer Lantamal V Profesional kebanggan rakyat”.

Dalam sambutan Komandan Polisi Militer Lantamal V Kolonel Laut (PM) Joko Tri Suhartono menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi dan hari besar Agama merupakan sarana yang efektif untuk melaksanakan pembinaan mental, karena dalam peringatan seperti ini terkandung nilai-nilai positif yang sangat bermanfaat dalam kehidupan.

Rasulullah SAW diutus ke muka bumi dengan membawa amanah Allah SWT, guna memperbaiki akhlak umat manusia.

“Bila dikaji secara mendalam, sejarah kehidupan rasulullah SAW merupakan suatu gambaran dinamika kehidupan umat manusia yang sangat tinggi nilainya, yang berpijak pada tiga landasan pokok yaitu Iman, Islam dan Ikhsan. Kesemuanya ini tercermin dengan sangat jelas dari perilaku keseharian Nabi Muhammad SAW,” tutupnya dalam sambutannya.

Kemudian dilanjutkan ceramah oleh Ustadz H. Wiroi Sudiarso. Dalam ceramahnya Ustadz menyampaikan agar kita selaku umat nabi Muhammad SAW supaya meniru akhlak mulia baginda Rasulullah.

“Walaupun kenyataannya cukup berat untuk mengikuti semua perilaku Rasulullah, setidaknya kita mampu mengamalkan sebagian prilakunya,” tutup Ustadz dalam ceramahnya.

Acara diakhiri dengan Dzikir bersama dilanjutkan dengan tasyakuran berupa pemotongan tumpeng yang diberikan dari Danpom Lantamal V Kolonel Joko kepada Wadanpom dan Ustadz Wiroi Sudiarso.

Turut Hadir dalam acara Wadanpom, para Kadis POM Lantamal V , para Perwira staf, Ketua Ranting C Korcab V dan pengurus Ranting C Jalasenastri serta prajurit dan PNS Polisi Militer Lantamal V.

Kadispen

Kapolda Jatim Bersama PJU Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres Gresik

Gresik,Maspolin.id – Mapolres Gresik akan berpindah lokasi, dari Kecamatan Gresik ke Kecamatan Kebomas tepatnya di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo. Pembangunan akan menelan biaya Rp 30 miliar.

Mapolres baru yang menempati lahan seluas 11.1456 m² ini akan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Gresik ditargetkan rampung pada 2021.

Pembangunan Mapolres Gresik berkaitan dengan akan diajukannya Polres Gresik dari tipe C naik menjadi tipe B (Polrestabes) termasuk beberapa Polsek.

Terkait hal itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi pejabat Utama antara lain Karo Log, Karo Rena, Karro SDM dan Kabid Propam menghadiri acara peletakan Batu Pertama pembangunan Polres Gresik, Senin (18/11/2019).

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, S.H., S.I.K., M.H.Bupati Gresik Dr. Ir. H. Sambari Halim Radianto, ST, M.Si dan Ketua DPRD Kabupaten Gresik Fandi Ahmad Yani ikut serta dalam peletakan batu pertama.

Usai acara sambutan, Kapolda Jatim, Kapolres Gresik, Bupati Gresik dan Ketua DPRD Gresik menandatangani prasasti. Peletakan batu pertama di tandai dengan penekanan tombol Sirine. Dengan demikian pembangunan Polres Gresik resmi dimulai.

FIT4

ISU “DUKUN SANTET”,,,,, KAKEK DI RANDUAGUNG DIBUNUH ORANG TAK DIKENAL

Lumajang,Maspolin.id – Bapak Mursam (pria, 64 th) yang diisukan sebagai dukun santet asal Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang dibunuh orang tak dikenal.

Bermula dari 4 tahun yang lalu, Mursam tinggal di rumah H. Ismail. Namun tak berselang lama, H. Ismail meninggal dunia sehingga keluargapun mengusir Mursam dari rumah duka.

Sempat tidur di gubuk penarikan amal, Mursam pun akhirnya menumpang di rumah H. Husen di Desa Kalidilem kurang lebih 6 bulan. Namun tiba-tiba H. Husen meninggal dunia. Setelah 40 hari kematian H. Husen, Mursam pun meninggalkan Desa Kalidilem.

Setelah diusir oleh warga Desa Kalidilem kurang lebih selama 4 tahun, iapun kembali ke desa tersebut lantaran ada kerabatnya yang meninggal.

Setelah mengikuti tahlilan di malam hari, korban cangkrukan (begadang) dengan beberapa warga. saat begadang tersebut dirinya pamit kebelakang untuk ke kamar mandi. Namun kejadian janggalpun mulai terjadi, dimana ia tak kembali lagi ke tempat tersebut.

Benar saja, sekitar pukul 22.45 wib (16/11), dirinya ditemukan meninggal dunia di tengah jalan desa dekat tempat tahlilan kerabatnya tersebut dengan luka akibat senjata tajam di leher dan pundak. Tak berselang lama, Tim Cobra Polres Lumajang pun datang ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad korban dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH yang juga merupakan putra daerah asli Makassar tepatnya dari kota Kalosi-Enrekang memberikan konfirmasi.

“Korban dibunuh karena isu dukun santet. Sebagian besar warga Desa Kalidilem meyakini Marsam memiliki ilmu hitam karena beberapa tahun yang lalu beberapa warga meninggal karena korban menginap di rumahnya. Tapi seharusnya kita tak boleh menghakimi orang lain sebagai dukun santet, apalagi tak ada fakta yang konkret yang mengatakan dia adalah dukun santet.

Disamping itu saat ini peradaban sudah sangat maju serta modern. Sudah sepatutnya pola pikir masyarakat juga ikut berkembang dan harus sesuai dengan logika”

“ini menjadi tanggung jawab kami untuk mengungkapnya. pelaku pembunuhan akan kami cari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. kita tidak boleh main hakim sendiri, apalagi sampai menuduh ssbagai dukun santet” terang pria yang menghabiskan masa kecilnya di kalosi – Enrekang di sulawesi selatan

Selain itu, Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra mengatakan saat ditemukan adanya beberapa luka di tubuh korban.

“Dari olah TKP yang kami lakukan, ditemukan adanya dua luka yang ada di tubuh korban. Keduanya adalah luka potong pada leher sebelah kiri serta luka potong pada pundak sebelah kiri” ungkap pria yang juga merupakan Katim Cobra Polres Lumajang tersebut.

Agus

Wabup Lepas Peserta Napak Tilas Punggelan Hebat Berjuang

Banjarnegara, Maspolin.id – Nilai-nilai kepahlawanan tak akan lekang oleh zaman dan masih up to date di era milenial saat ini.

Nilai-nilai tersebut, seperti keberanian, punya nyali, jujur, bertanggung jawab, kerja sama, berani berkorban, kerja keras, dan disiplin, merupakan modal penting untuk membangun jiwa korsa, kekompakan dalam membangun desa, kecamatan, dan kabupaten, khususnya Kabupaten Banjarnegara.

Demikian ditegaskan Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin saat memberi pengarahan dan melepas peserta napak tilas Punggelan Hebat Berjuang di Kolam Cinta Petuguran, Punggelan, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (16/11/2019).

Harapannya, usai acara ini, kepala desa dan perangkat desa bisa menyatu dalam tim kerja yang solid dan siap mewujudkan Banjarnegara bermartabat dan sejahtera.

Napak tilas ini merupakan inisiatif Forkopimcam Punggelan bersama pemerintah desa se-Kecamatan Punggelan, yang digelar untuk memperingati Hari Pahlawan.

Peserta berjumlah 460 orang, terdiri dari satu regu kades terpilih, 17 regu penjabat kades dan perangkat desa, satu regu pendamping PKH, 3 regu siswa SMK dan SMP, serta 4 regu ormas pemuda dan keagamaan.

Sebagian peserta mengenakan seragam mirip tentara dengan wajah penuh corengan, layaknya tentara yang sedang menyamar.

Ketua panitia penyelenggara, Danramil Punggelan, Kapten Sutarman menjelaskan, rute napak tilas sepanjang 4,5 km yang melewati Desa Petuguran, Tanjungtirta, dan Tlaga, merupakan rute para pejuang saat melawan Belanda, dengan start dan finish di Kolam Cinta Petuguran.

Sepanjang rute tersebut ada satu sesi kegiatan dimana peserta harus merangkak, berguling, dan merayap. Juga diberikan soal permainan yang harus diselesaikan secara tim.”Permainan dan aktivitas fisik menjadi bagian dari sarana untuk menguatkan jiwa korsa di antara peserta,” imbuh Sutarman.

Ide kegiatan berawal dari keprihatinan Forkopimcam terkait pemilihan kepala desa dan pengisian perangkat desa yang sering menyisakan permasalahan pasca kegiatan, seperti disampaikan Camat Punggelan, Andri Mukti S bahwa momentum kegiatan napak tilas ini selain untuk memperingati Hari Pahlawan, juga dalam rangka menumbuhkan semangat kebangsaan, cinta tanah air, serta memupuk jiwa korsa, kebersamaan dan kekompakan di antara perangkat desa dan kades terpilih untuk bersatu membangun desanya.

Setelah sampai finish, peserta disambut hiburan musik organ tunggal di panggung hiburan, sekaligus launching lagu Mars Kecamatan Punggelan Hebat oleh Camat Punggelan.Lagu yang liriknya menggugah semangat dan motivasi bahwa masyarakat Punggelan adalah orang-orang hebat, yang merupakan kepanjangan dari hijau, energik, berkarakter, andalan, dan terpuji.

Camat berharap, akronim Hebat bisa menjadi budaya kerja masyarakat Punggelan ke depan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Awan)

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Wakapolresta Bandar Lampung: Teladani Sifat Rasulallah Dalam Bertugas

Kota Bandar Lampung (Lampung),Maspolin.id – Wujud kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H/2019, bertempat di Masjid Taqwa Bhayangkara Polresta Bandar Lampung, Jumat (15/11/2019).

Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Yudy Chandra Erlianto, S.Ik, M.Si dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum dalam mengintropeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan menjalankan sunah sunah dari Nabi Muhammad SAW.

“Sebagai insan Bhayangkara, kita patut meneladani akhlak dan sifat Nabi Muhammad SAW, dengan menjalankan sunah sunah Nabi Muhammad SAW sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dalam bertugas,” ucap AKBP Yudy Chandra.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para Pejabat Utama Polresta Bandar Lampung, para Kapolsek Jajaran Polresta Bandar Lampung, para Pengurus Bhayangkari cabang kota Bandar Lampung dan para personel gabungan Polresta Bandar Lampung dan Polsek Jajaran.

Selesai sambutan yang disampaikan oleh Wakapolresta Bandar Lampung, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Brigadir Kadim dan tilawah oleh Bripda Annisa.

Ustad Helmi, LC dalam tausiyahnya, mengajak seluruh personel Polresta Bandar Lampung untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dalam bertugas di lapangan maupun dalam kehidupan sehari hari.

Saridin

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Bersama Pemkab Humbahas Melaksanakan Kegiatan Penyusunan PPKD Menjadi Kebudayaan Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Bersama Pemkab Humbahas Melaksanakan Kegiatan Penyusunan PPKD Menjadi Kebudayaan Nasional

Doloksanggul, Maspolin.id—Dalam sambutan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, S.E yang diwakili oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Janter Sinaga mengatakan Pemkab Humbahas senantiasa memberikan perhatian untuk pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah yang ada di Kabupaten Humbahas.

Kabupaten Humbahas memiliki beberapa potensi kebudayaan seperti: warisan raja sisingamangaraja I s/d XII, tombak hatuaan, aek sipangolu, markas pertahanan raja sisinga mangaraja XII, lokasi wafat raja sisingamangaraja dan situs-situs lainnya.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Pendopo, Komp. Perkantoran Bukit Inspirasi, Kabupaten Humbang Hasundutan, Senin (18/11).

Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan ini diantaranya Sumari (Kemdikbud), Ibu Restu (Kemdikbud), MPR Manullang. Materi dalam pemaparan ini disampaiakan oleh Sumari, ia mengatakan UUD 1945 Pasal 32 mengamanatkan bahwa Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. Atas dasar amanat tersebut, disusunlah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari amanat pemajuan kebudayaan nasional Indonesia. Melalui Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 (selanjutnya disebut sebagai UU No.5/2017), dinyatakan bahwa pemajuan kebudayaan adalah upaya meningkatkan ketahanan budaya dan kontribusi budaya Indonesia di tengah peradaban dunia melalui pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan,” ujarnya.

Pokok pikir/outline dari kegiatan PPKD ini bertujuan untuk menyusun sebuah dokumen yang berisi tentang:

  1. Data Objek Pemajuan Kebudayaan
    (terdiri dari: data cagar budaya, data adat-istiadat, data permainan rakyat, data seni, data Bahasa, data tradisi lisan, data pengetahuan tradisonal, data teknologi tradisional, data ritus).
  2. Data Sumber Daya Manusia Kebudayaan dan Sarana Kebudayaan
    (terdiri dari: data raja parhata, data raja adat, data guru Bahasa, data penenun, data pengrajin, data pembatik, data sarana & prasarana kebudayaan).

Kegiatan ini dihadiri Sumari (Kemdikbud), Restu (Kemdikbud), Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor yang diwakili oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Janter Sinaga, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, guru seni budaya, pelaku seni budaya, tokoh pemuda dan insan pers Humbahas.


Tri Saputra Sianturi.

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Kepemimpinan Korlantas Polri Berganti, Irjen Pol. Wibowo Ingatkan Personel Tetap Jaga...

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Irjen Pol. Wibowo meminta seluruh personel tetap menjaga kekompakan, komunikasi, dan kerja sama dalam menjalankan tugas. Hal ini dikatakan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.