Hubungan Asmara Merenggang, Foto Vulgar pun Marak di Medsos

Cilacap, Maspolin.id – Kisah asmara yang dialami S (44), warga Jalan Nyamplung, Kelurahan Tritihkulon, Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap, Jateng, ini harus berakhir di penjara.

Dia seperti kecewa karena hubungan asmaranya dengan seorang perempuan yang dikenalnya lewat media sosial berakhir tragis. Dan yang mengantarnya ke penjara pun karena buah dari kekecewaannya sendiri.

Sehingga dia terkena sangkaan telah mendistribusikan, mentransmisikan, membuat, dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang bermuatan asusila.

Bukan itu saja, S ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Cilacap dengan tuduhan menyebarkan konten pornografi di media sosial. Dan S terkena kasus pornografi dengan modus menyebarluaskan foto tidak senonoh melalui internet.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Reskrim, AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar membenarkan kasus tersebut saat jumpa media di Mapolres Cilacap, Kamis (17/10/2019).

Menurut Onkoseno, S menjalin hubungan asmara dengan korban seorang ibu rumah tangga warga Desa Kejawar, Banyumas, dan diminta mengirim foto-foto vulgar melalui aplikasi pesan di HP.

“Saat hubungan asmara mereka mulai merenggang, pelaku merasa sakit hati, kemudian mengunggah foto-foto vulgar korban di media sosial,” imbuh Kasat Reskrim.

Peristiwa itu terungkap ketika korban tahu kalau foto-foto vulgar dirinya yang diminta pelaku diunggah di media sosial.

Mengetahui hal tersebut, korban merasa dirugikan dan tercemar nama baiknya, sehingga dia melaporkan ulah S ke Polres Cilacap untuk diproses hukum.

S pun bakal dijerat Pasal 27 ayat (1) UU No 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), karena diduga telah Mendistribusikan, Mentransmisikan, Membuat, Dapat Diaksesnya Informasi Elektronik atau Dokumen Elektronik yang Bermuatan Asusila. Juga S akan dihukum lebih dari 5 tahun penjara. (Estanto)

Pernyataan Ketum GPAN Brigjend Pol (purn) Drs Siswandi Menanggapi Oknum BNN Yang Ditangkap Polda Metro Jaya Dengan BB 2,5 Kg

Seorang polisi yang ditugaskan di Badan Narkotika Nasional (BNN) ditangkap anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Anggota berinisial MK ini diduga menjual sabu seberat 2,5 kilogram.
Penangkapan MK ini dibenarkan oleh Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari. Arman mengatakan MK saat ini sedang diproses di Polda Metro Jaya.

Menyusul penangkapan tersebut Ketua Umum GPAN mengeluarkan Press Release sebagai berikut;

Ungkap tuntas Penghianat Negara tersebut yang diyakini dia tidak bermain sendiri dan bukan pertama kalinya. Analisa BB 2.5 kg sabu ada indikasi berasal dari:

1. Anggota BNN tersebut pernah menangkap tersangka (tsk) dan selanjutnya BB diambil tsk dilepas dengan dimintai uang.

2. Anggota BNN tersebut menangkap tsk dengan BB sangat banyak kemudian dicuri 2.5 kg dan kemungkinan bisa lebih banyak dari 2,5 kg disimpan.

3.Oknum tersebut mencuri dari penyimpanan gudang BB di BNN

4. Rekam jejak oknum perlu ditelusuri sampai tuntas.

Biar kapok untuk oknum oknum lainnya mungkin bagusnya BB tersebut disuruh telan saja.
Pernah pada saat Kepala BNN jamannya Budi Waseso mengeluarkan pernyataan bahwa bila ada oknum BNN bermain dengan sindikat jaringan narkoba agar diperintahkan untuk ditembak saja, itu penghianat bangsa.

Setelah kasus diungkap harus terang benderang dijelaskan pada masyarakat jangan dipendam hanya karena istilah jeruk makan jeruk.


Indonesia memang benar-benar sudah darurat narkoba, bahkan sudah menjadi bencana narkoba.

Demikian Pernyataan dari Ketua Umum GPAN Brigjend Pol (purn) drs Siswandi.

TIM COBRA POLRES LUMAJANG TANGKAP 4 ORANG PELAKU PERAMPOKAN RUMAH DI GUCIALIT

Lumajang,Maspolin.id – 4 orang pelaku perampokan di Desa Kenongo Kec Gucialit Kab Lumajang berhasil di ringkus Tim Cobra Polres Lumajang dan Polsek gucialit. korban atas nama Bapak Tiananto alias Tante Tiara (24Th).

4 tersangka tersebut yakni Johan Andri (26 th), Harjo (27 th), Ridi (35 th), Izroil Nurrohman (29 th) Dimana ke empatnya adalah warga Kecamata Gucialit Kab Lumajang.

Pelaku perampokan berjumlah 6 orang, dimana saat ini masih 2 orang yang dalam status DPO.

Awalnya Pelaku mengetuk pintu dan memanggil korban dari luar rumah dengan menyebut nama Panggilan “Te tante”, dan setelah korban keluar para pelaku yang berjumlah kurang lebih 4 orang masuk kerumah korban sedangkan 2 orang berjaga diluar. Para pelaku kemudian meminta uang serta mengancam korban dengan pisau. jika berteriak pelaku berdalih korban akan disembelih. kemudian pelaku mengambil uang sebesar Rp. 31 juta yang ada di lemari baju di dalam kamar korban dan kabur melalui pintu depan.

Tim Cobra Polres Lumajang bersama anggota Polsek Gucialit menangkap 4 orang tersangka dan 2 tersangka lagi masih dalam pengejaran Tim Cobra atas nama Doni dan Rohim.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan “penangkapan yang dilakukan oleh Tim Cobra dan anggota Polsek Gucialit berhasil meringkus 4 dari 6 pelaku perampokan yang terjadi pada 01 oktober lalu. Saat melakukan aksinya, para tersangka mengancam korban dengan sebilah pisau agar tidak melawan dan korban diikat agar tidak bisa kabur selanjutnya mereka bisa leluasa menjarah harta korban”.

“diketahui keenam tersangka adalah karyawannya sendiri, mereka melancarkan aksinya setelah mengetahui melalui Facebook korban bahwa korban baru saja mendapat uang dalam jumlah yang cukup banyak. Atas dasar informasi tersebut para tersangka melancarkan aksinya” ujar Arsal.

Kapolsek Gucialit Iptu Rudi Isyanto menjelaskan “para pelaku dalam menjalankan aksinya menutup mukanya dengan sarung ala ninja, sehingga korban tidak tahu pelaku yang merampoknya. korban baru mengetahui kalau yang merampok adalah karyawannya sendiri saat pelaku sudah kami tangkap” terang Rudi.

Agus/Hasran

Jelang Pelantikan Presiden, Masyarakat Suku Tengger Di Lumajang Gelar Do’a Bersama

LUMAJANG ,Maspolin.id – Detik-detik pelantikan Presiden ke 7 Republik Indonesia kian dekat (20/10). Meskipun acara yang akan mensahkan Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih tersebut dilaksanakan di Gedung DPR/MPR Jakarta, namun berbagai daerah di Indonesia pun juga mempersiapkan berbagai acara terkait.

Seperti halnya di Kabupaten Lumajang tepatnya di Desa Argosari Kecamatan Senduro tepatnya di Pura Sanggar Agung, ratusan masyarakat Suku Tengger berkumpul dan berdoa bersama agar acara pelantikan orang nomor satu di Indonesia tersebut berjalan aman dan kondusif. Mereka yang sebagian besar bermata pencaharian bercocok tanam tersebut menyempatkan diri untuk berkumpul dan sembahyang serta mendokan untuk kondusifitas nasional seusai mereka bekerja.

Doa bersama ini mereka lakukan lantaran dalam setiap tahapan Pemilu 2019 ini selalu diwarnai dengan tensi yang cukup panas. Puncaknya saat pengumuman Presiden dan Wakil Presiden terpilih pada tanggal 21-22 Mei 2019, terjadi bentrok antara pihak Kepolisian dengan sekelompok masyarakat yang tak puas dengan hasil penghitungan oleh pihak KPU.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengatakan bahwa personil Polres Lumajang siap mengamankan wilayah hukum Kabupaten Lumajang dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Kami telah siap seratus persen dalam pengamanan pelantikan Presiden dan wakil Presiden yang akan digelar pada tanggal dua puluh Oktober besok. Selain anggota Polri, kami juga akan bahu membahu bersama TNI serta dari unsur Satgas Keamanan Desa agar wilayah hukum Polres Lumajang tetap dalam keadaan aman dan damai” terang pria yang memiliki gelar S3 dari Universitas Padjajaran Kota Bandung tersebut.

Bapak Karaole, salah satu warga dari Suku Tengger yang ikut dalam acara tersebut mengatakan dirinya bersama warga Suku tengger lain tak ingin melihat lagi kerusuhan hanya karena perbedaan pendapat dalam pemilihan Presiden kemarin.

“Kita semua tak sama, lahir dan dibesarkan pun dalam proses yang berbeda-beda. Sudah sewajarnya kita semua menerima kekalahan maupun kemenangan dalam demokrasi secara lapang dada. Kami warga Tengger memiliki harapan tinggi kepada Presiden terpilih agar mampu membawa negara kita ini semakin maju dan disegani oleh bangsa lain” ungkapnya.

Sebagai informasi, Suku Tengger adalah suku yang penduduknya bertempat tinggal di sekitar Gunung Bromo. Suku ini memiliki tradisi yang sangat berkaitan erat dengan gunung Bromo.

Keunikan suku ini memiliki bahasa, kepercayaan dan kebudayaan yang terbilang unik. Masyarakat tengger yang bermukim di sekitar gunung Bromo ini terkenal dengan upacara yadnya kasada.

Keunikan lain dari suku ini adalah mereka mempunyai penanggalan sendiri selain penanggalan Masehi. Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama Tengger. Ada yang berpendapat bahwa tengger mempunyai arti “pegunungan yang menjadi tempat tinggal mereka”.

Agus/Hasran

Lewat Talkshow Radio, Humas Polresta Bandar Lampung, Himbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Jelang Pelantikan Presiden RI

Kota Bandar Lampung (Lampung),Maspolin.id – Kepolisian Resort Kota Bandar Lampung Bagian Humas, melaksanakan kegiatan talkshow di Radio Rajawali 95,2 FM yang beralamat Jl. Way Ketibung yang Pahoman Bandar Lampung , Kamis, (17/10/2019).

Pada kesempatan tersebut, Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco, yang diwakili Kasubag Humas Polresta Bandar Lampung AKP Titin Maezunah, mengatakan, maksud dan tujuannya kegiatan ini, yaitu pertama mengajak masyarakat Kota Bandar Lampung untuk bersama-sama peduli dan menjaga kamtibmas, meningkatkan kesadaran kepatuhan masyarakat pengguna jalan terhadap peraturan lalulintas jalan raya tertib berlalu lintas.

“Kedua, menghimbau masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan dan orang baru disekitar dan segera melaporkan bila ada kejadian yang mencurigakan,” kata AKP Titin, yang didampingi Bripka Asfar Hanafi.

AKP Titin Maezunah juga menghimbau untuk bersama-sama mendukung kegiatan pelantikan Presiden RI dan Wakil Presiden RI dengan bersama-sama menciptakan situasi aman dan nyaman.

MENJADIKAN FOTO ORANG SAKIT SEBAGAI STATUS DI MEDSOS

Oleh: S Stanley Sumampouw

Akhir akhir ini saya sangat prihatin melihat begitu banyak teman di FB yang berlomba lomba memuat dan menjadikan status foto-foto dari teman dan kerabatnya yang sedang sakit.
Saya tidak habis pikir, tujuannya apa, coba? Logika berpikir saya tidak sampai untuk menebak apa maksud mereka sebenarnya memuat dan memamerkan foto-foto orang sakit yang sedang sekarat di medsos. Semakin banyak selang yang keluar masuk ditubuh si sakit kelihatannya akan semakin seru untuk dipajang di time line mereka. Apakah ingin menimbulkan rasa kasihan bagi yang melihat? Apakah si sakit setuju untuk dirinya dikasihani?

Adakah ijin dari keluarganya atau dari si sakit untuk memamerkan diri mereka yang dalam keadaan sakit dan koma tidak berdaya dimuat di medsos? Hai, otak kalian kemana?? 
Bagaimana jika situasi ini dibalik dan kalian yang menjadi obyeknya?

Marilah kita biasakan diri untuk memulai menghargai hak-hak privasi orang lain terutama bagi yang sedang tidak berdaya tergeletak sakit dan koma. Hormatilah mereka, hormatilah dan hargai perasaan keluarga mereka. Berilah empati dan simpati secara baik dengan mendoakan tanpa perlu mengumbar foto dan gambar penderitaan orang sakit dimana-mana.

Akhirnya hargailah diri anda sendiri dengan memperlihatkan bahwa otak anda beres dan perasaan anda masih manusia yang memiliki rasa kasih akan sesama.

Depok, Kamis 17 April 2019
Pkl 20.03.


Jelang Operasi Lilin Candi 2019, Survei Terpadu Gabungan Digelar

Cilacap, Maspolin.id – Menjelang arus mudik dan balik Hari Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilacap, bersama Korlantas Polri dan Dirjen Bina Marga menggelar Survei Terpadu Jalur Nasional, Kamis (17/10/2019).

Survei ini sekaligus mendukung kesiapan pengamanan dalam Operasi Lilin Candi 2019 di jalur selatan wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Kapolres Cilacap, AKBP Djoko Julianto SIK MH didampingi Kasat Lantas Polres Cilacap, AKP Ahmad Nur Ari SIK bersama tim Korlantas dan rombongan mengharapkan, H-20 sebelum pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2019 sudah siap digunakan.

Acara dilanjutkan dengan meninjau langsung sarana jalan jalur utama dan jalur alternatif nasional selatan di wilayah Kabupaten Cilacap.

Survei diawali dari jalur nasional dan menempuh jarak sekitar 30 km di wilayah Kecamatan Sampang, Kecamatan Karangpucung hingga perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, persisnya di Kecamatan Dayeuhluhur.

“Tujuan survei ini untuk mengetahui secara langsung kesiapan jalur utama dan alternatif selatan jalan nasional, menghadapi arus mudik dan balik Operasi Lilin Candi tahun 2019 di wilayah hukum Polres Cilacap,” tutup Kapolres. (Estanto)

Polsek Medan Baru Amankan Puluhan Pelajar Terlibat Tawuran

Polsek Medan Baru Amankan Puluhan Pelajar Terlibat Tawuran

Medan, Maspolin.id—Polsek Medan Baru mengamankan puluhan pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Gelas, Ayahanda, Kecamatan Medan Petisah, Kamis 17 Oktober 2019.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H.Tobing SIK mengatakan puluhan pelajar yang diamankan tersebut berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di wilayah hukum Polsek Medan Baru.

“Totalnya ada 10 pelajar yang kita amankan, 10 pelajar tersebut rata rata dari SMA Negeri 4 Medan dan ada juga dari SMA Methodist 5,” kata Kompol Martuasah H.Tobing SIK.

Kapolsek Medan Baru, menyebutkan penangkapan 10 pelajar tersebut berawal dari laporan masyarakat adanya tawuran antar pelajar.

“Mendapat informasi tersebut, petugas kepolisian dari Polsek Medan Baru dan diperbantu Sabhara Polda Sumut langsung turun kelokasi dan mengamankan para pelajar di seputaran Jalan Gelas,” jelasnya.

Saat ini dari ke 10 orang pelajar tersebut masih dimintai keterangan di ruang penyidik Polsek Medan Baru dan nantinya akan di panggil pihak sekolah dan orang tua masing masing dari pelajar.

Sementara, pihak dari Sekolah SMA Negeri 4 mengatakan, pihak Sekolah akan mengeluarkan para pelajar yang terlibat tawuran.

“Sesuai dengan perjanjian, pihak sekolah akan mengeluarkan murid murid yang terlibat tawuran,” tegas Malau selaku guru bagian kesiswaan SMA Negeri 4 Medan.

Adapun inisial ke 10 pelajar yang diamankan yakni dari SMA Negeri 4 berinisial A (14), Rk (15), A (16), RI (17), DHN (17), CH (15), F (16), LGA (15), AS (15). Sedangkan SBS (16) SMA Methodist 5. *

Novian Harhara

Do’a Bersama dan Santuni Anak Yatim di Makopolres Serang

Kabupaten Serang (Banten),Maspolin.id – Dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), di wilayah hukum Polres Serang, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan bersama jajaran personel Polres Serang, menggelar do’a bersama dan santunan anak yatim, bertempat di Aula Mapolres Serang, Kamis, (17/10/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K., M.H., Wakapolres Serang Kompol Agung Cahyono, S.I.K., para PJU Polres Serang, Kapolsek Petir, para perwakilan anggota Polsek jajaran Polres Serang, Ustad Assudin ulama kamtibmas Polsek Jawilan, serta anak yatim dari Kecamatan Petir.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.IK., MH mengatakan, harkamtibmas kali ini, Polres Serang bersama jajaran melaksanakan kegiatan do’a bersama dan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada beberapa anak yatim dari wilayah Kecamatan Petir.

“Semoga kita semua mendapatkan kebarokahan serta senantiasa mendapat limpahan rahmat dan lindungan dari Allah SWT. Sekaligus kita berdo’a, semoga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dapat berjalan dengan lancar aman dan kondusif,” ucap AKBP Indra Gunawan.

“Alhamdulillah, pada kesempatan ini, kita telah melaksanakan do’a bersama. Mudah-mudahan kita semua dan negeri ini selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” kata AKBP Indra Gunawan.

Nampak kegiatan dilanjutkan dengan pengajian surat Yassin yang dipimpin oleh Ustad Assudin ulama kamtibmas Polsek Jawilan. Dan Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan pembagian santunan anak yatim oleh Kapolres Serang beserta jajaran, dan dilanjukan kembali dengan makan tumpeng bersama.

600 Calon Tamtama TNI AL Siap Jalani Dikmil Setelah Panpus Nyatakan Lulus Seleksi

Lantamal V,Maspolin.id – Sebanyak 600 Calon Tamtama (Cata) TNI AL Gelombang ll Th. 2019 siap menjalani Pendidikan Dasar Militer setelah Panitia Pusat yang diketuai Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers Kasal) Laksda TNI I Nyoman Mandra M.Sc., menyatakan lolos seleksi, Kamis (17/10).

Sidang Panitia Penentuan Akhir (Pantukhir) calon prajurit Tamtama TNI AL Gelombang II Tahun 2019 ini, diikuti 803 orang dari seluruh Indonesia yang digelar di Gedung Gelombang Samudera Mako Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang, Lantamal V, Koarmada ll.

Aspers Kasal usai Sidang mengatakan bahwa seleksi tingkat pusat untuk prajurit TNI AL strata Tamtama ini ditujukan dalam upaya mendapatkan calon calon peserta didik untuk memenuhi organisasi Angkatan Laut yang akan mengisi organisasi TNI Angkatan Laut di masa yang akan datang.

Seleksi ini lanjut Aspers Kasal, diharapkan mampu memberikan data fakta dan informasi secara lengkap terhadap calon calon yang akan dipilih untuk memenuhi sasaran kualitas dan kuantitas yang telah ditentukan yakni terpilihnya sebanyak 600 calon prajurit.

Menurutnya, jumlah yang diterima ini, nanti akan diarahkan ke berbagai kejuruan Tamtama yang ada di TNI AL yaitu Pelaut, Teknik, Elektro, Supply Marinir, Kesehatan, Khusus dan Polisi Militer.

Sidang Pantukhir kali ini dihadiri Kadisdikal Laksma TNI Ivan Yulivan, Kadisminpersal Laksma TNI Beny Sukandari, Dirdik Kodiklatal Laksma TNI Deny, Paban l Renspersal, Paban ll Binteman Kolonel Laut Mukhlis, Paban lll Dikpersal diwakili Letkol (W) Indy, Kalapetal Kolonel Laut (S) Gatot Harianto, Danpuslatdiksarmil Kolonel Mar Agus Dwi Laksono, Katim Rute I s.d III, Aspers Danlantamal serta undangan lainnya.

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Sita 51,58 Gram Sabu dan Uang Rp23 Juta di Karam...

MATARAM, NTB - Maspolin.id|| Aparat gabungan kepolisian bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyita 51,58 gram sabu dan uang tunai...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.