Workshop Parenting Islami di SMP Muhammadiyah 1: Anakmu Bukan Milikmu

Cilacap, Maspolin.id – Pesatnya perkembangan teknologi, terlebih di era serba digital sekarang ini membawa konsekuensi positif dan negatif. Tinggal bagaimana kita menggunakan teknologi tersebut untuk tujuan yang baik atau sebaliknya.

Terutama bagi anak yang cepat menerima perkembangan teknologi karena rasa ingin tahu mereka.

Menyikapi hal itu, SMP Muhammadiyah 1 Cilacap menggelar Workshop Parenting Islami dengan tajuk Anakmu Bukan Milikmu, pada Sabtu (14/9/2019) di masjid sekolah tersebut.

Bak sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Itulah upaya yang sedang digalakkan oleh SMP Muhammadiyah 1 Cilacap atau lebih populer disebut SMP Mutu dalam mendampingi dan memperkuat pendidikan karakter terhadap peserta didik.

Proses mendidik anak bisa dilakukan di mana saja, tidak melulu harus menyandarkan pada lembaga pendidikan. Bahkan, pendidikan yang paling berpengaruh dalam perkembangan anak yaitu pendidikan dalam keluarga.

Pendidikan dalam keluarga dapat memberikan pengaruh besar terhadap karakter anak. Sebab, kunci utama untuk menjadikan pribadi anak menjadi baik, yang terutama terletak pada pendidikan dalam keluarga.

Setelah Rabu (11/9/2019) lalu SMP Mutu Cilacap bekerja sama dengan Dinas KB PP dan PA Kabupaten Cilacap menggelar Sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Anak, hari Sabtu (14/9/2019) ini SMP Mutu kembali mengajak para orang tua peserta didik untuk belajar bersama dalam gelar Workshop Parenting Islami dengan tajuk Anakmu Bukan Milikmu, dan menghadirkan narasumber Mulyadi Yulianto atau Kak Imung.

Acara ini bertujuan mengedukasi orang tua dalam membangun pendidikan dalam keluarga, mempererat silaturahmi orang tua dan guru, dan membuka ruang diskusi antara orang tua dan guru.

Anak yang memiliki karakter yang baik dan shalih tidak terlepas dari pendidikan dalam keluarga yang kuat, serta pendidikan di sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter.

Kegiatan dihadiri seluruh orang tua siswa kelas 7A hingga 7J, para guru, dan kepala sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Khaerul Anwar mengatakan, tujuan workshop ini adalah pentingnya orang tua bisa menjadi orang tua, memahami anak, karena zaman sudah berubah. “Oleh karena itu, sebagai orang tua juga harus berubah,” ungkapnya.

Setiap orang tua, imbuhnya, pasti menginginkan anaknya menjadi sukses. Anak yang memiliki karakter yang baik dan shalih tidak lepas dari pendidikan dalam keluarga yang kuat. Serta pendidikan di sekolah yang mengedepankan pendidikan karakter.

Sementara Mulyadi Yulianto, narasumber workshop menekankan, selain rizki, dalam pandangan Islam, anak merupakan titipan Allah SWT. Maka perlu mendapatkan pendidikan yang baik, dan para orang tua biasanya memberikan nama anak terselip doa dan arti nama tersebut.

Selanjutnya dikatakan, sikap dasar orang tua diantaranya menerima dengan tulus anak apa adanya, mengambil tanggung jawab penuh terhadap anak, dimana menurut penelitian bahwa kecerdasan anak itu 40-50 persen dari keturunan (genetik), 20-30 persen dari gizi (nutrisi), dan 10-20 persen dari pendidikan.

“Jadi, sekolah hanya membantu mencerdaskan anak bapak ibu. Anak merupakan titipan, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan oleh orang tua, sebab keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama,” pungkas Kak Imung, panggilan akrab Mulyadi Yulianto.

Dia menekankan, belajar tidak mengenal waktu dan belajar tidak mengenal usia. Untuk itu, selama nafas masih di kandung badan, belajar dapat selalu kita lakukan.

Kedatangan Kak Imung membuat para orang tua antusias. Seperti pada Sabtu itu di Masjid Muhammadiyah 2, SMP Mutu Cilacap.

Mereka begitu eforia menerima materi workshop dan berinteraksi dengan pembicara yang tidak lain salah satu pendongeng terkenal di Indonesia.

Begitu banyak manfaat didapat dari acara tersebut, diantaranya mendobrak pola pikir orang tua tentang pentingnya belajar menjadi orang tua, memfasilitasi orang tua mengetahui trik untuk memahami anak, mengajak orang tua untuk mengupas habis permasalahan orang tua dan anak, serta memahami parenting Islami. (Awan)

Hadir Di Desa Sranak Ratna Antika Hibur Warga Dalam Kemeriahan HUT RI Ke-74

Bojonegoro, Maspolin.id – Kemeriahan Dalam Rangka Memperingati HUT RI Ke-74 Tahun Masih terasa di bulan September ini, salah satunya kemeriahan di Desa Sranak Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. 15 September 2019.

Dalam Kemeriahan Peringatan HUT RI ke-74 Tahun Desa Sranak Kecamatan Trucuk mengadakan Kegiatan Jalan santai  dengan hiburan Orkes Melayu Putra Dewa Dari Desa Selogabus Parengan Tuban dan Menghadirkan Bintang Tamu Ratna Antika.

Asmadi Usman Selaku Kepala Desa Sranak Mengatakan bahwasannya kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-74 tahun.

“Hari ini kita bersama karang taruna Desa Sranak mengadakan Jalan Santai Dalam rangka Memeriahkan HUT RI Ke-74 Tahun, dengan menyediakan berbagai macam Doorprize dan Ratusan Hadiah menarik Lainnya, dengan Mengambil Start dan Finish dari Lapangan Desa Sranak serta dihibur oleh Orkes Melayu Putra Dewa Dengan Sederetan Artis Top Jawa Timur dan Bintang Tamu Ratna Antika, dan untuk malam harinya kita menghibur masyarakat dengan Mendatangkan Campursari Istana, Ujar Kades.

Ditambahkan oleh Kades Bahwasannya untuk mendukung Dan menciptakan rasa aman dalam kegiatan ini pihak Pemdes Sranak melibatkan Pengamanan dari Linmas, Pemuda Karang Taruna Desa Sranak, Polsek Trucuk 5 Personil, Pemuda Pemudi SH, BKP Trucuk dan Koramil Trucuk 5 Personil. 

Ditempat Yang Sama Wiwin Rusli, SH selaku Kapolsek Trucuk dalam sambutannya berpesan Untuk tetap semangat Jaga Kondusifitas dan Kegiatan Berjalan Lancar.

Kapolsek Trucuk bersama Koramil Pimpin Langsung Pengamanan Kemeriahan Jalan Sehat Di Desa Sranak

“Saya ucapkan selamat kepada Pemdes Sranak atas terselenggaranya Kegiatan ini dan tetap semangat tetap jaga kondusifitas serta keamanan, pungkas Kapolsek.

Hingga Berita ini ditulis kegiatan kemeriahan jalan santai dalam rangka HUT RI ke-74 Masih berlangsung dengan dihibur oleh Orkes Melayu Putra Dewa.

Agus  Kuprit

LAGI-LAGI MENJADI BURUAN SELFIE MAHASISWA, SAAT KAPOLRES LUMAJANG ISI KULIAH UMUM DI KAMPUS STIE WIDYAGAMA LUMAJANG

LUMAJANG,Maspolin.id – Siang ini merupakan pembukaan PKKMB 2019 (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) bagi mahasiswa baru Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widyagama Lumajang. Dalam acara tersebut, Kapolres Lumajang mengisi acara kuliah umum tentang kebhinekaan.

Sambutan yang sangat meriahpun langsung didapatkan oleh Kapolres yang diberikan seluruh mahasiswa baru sejak beliau memasuki ruangan. bahkan di akhir acara semua mahasiswa secara bergantian berselfie dengan Kapolres yang telah menjadi idola baru bagi mereka.

Rizal Ahmadi, salah satu mahasiswa yang juga turut berselfie ria mengatakan sangat kagum dengan sepak terjang Kapolres. “Saya bangga bisa berfoto bersama dengan Pak Kapolres. Sebagai seorang pemimpin, beliau memang terlihat memiliki kharisma yang tinggi” ungkapnya.

Lain lagi dengan Lita Anggraeni, dimana ia mengatakan akan mengunggah foto bersamanya dengan Kapolres ke media social.

“Selama ini saya melihat pak arsal hanya melalui Instagram. Namun setelah saya berfoto dengan pak Arsal, foto tersebut akan saya unggah keakun instagram saya” ujarnya dengan senang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga merupakan putra asli Kota Makassar mengatakan bahwa pemuda pemudi adalah ujung tombak bangsa dan negara di masa depan.

“Tak bisa dipungkiri, mahasiswa mengemban tugas berat sebagai agent of change. Kemanakah bangsa ini akan mengarah di masa depan, menjadi tanggung jawab bagi seluruh pemuda-pemudi sekarang. Saya berharap di tangan para mahasiswa STIE Widyagama Lumajang, bangsa ini bisa kembali berbicara banyak di kancah internasional” terang pria yang menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran Kota Bandung tersebut.

Gondrong/Hasran

KISAH KORBAN Q-NET (PART 8), TERNYATA BANYAK TKI DI HONGKONG YANG MENJADI KORBAN Q-NET

LUMAJANG,Maspolin.id – Satu persatu korban dari Q-NET pun akhirnya bercerita di platform lini masa baik di Facebook, Twitter serta di Instagram. Akun @DiandraPrasetya yang diposting di facebook group sahabat M.A.S contohnya, menceritakan kisahnya di masa lalu yang hampir tertipu oleh bisnis tersebut. Ia menuliskan pada masa lalu saat dirinya bekerja sebagai TKI di Hongkong, diajak oleh teman baiknya untuk berbisnis di PT Q-NET.

Awalnya ia diajak oleh teman nya untuk ikut seminar wirausaha, agar mendapatkan penghasilan tambahan selain dari hasil kerjanya. Iapun menulis diajak oleh teman nya ke suatu restoran untuk bertemu dengan seseorang yang dikenalkan sebagai senior yang telah sukses di perantauan.

Di restoran tersebut, ia menceritakan ditraktir oleh orang yang baru ia kenal tersebut.

Seusai makan ia diajak untuk masuk suatu ruangan. Ternyata di dalam ruangan tersebut dirinya telah ditunggu oleh banyak orang yang tak ia kenal. Dari situlah seminar tentang PT Q-NET dimulai. Bahkan saking banyaknya yang datang, seminar tersebut dibagi kedalam beberapa sesi.

Dalam seminar tersebut,para pemateri yang selanjutnya disebut sebagai senior menjelaskan berbagai macam khasiat bioglass maupun kalung yang merupakan produk dari PT Q-NET. Sang penulis menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya juga tertarik untuk membeli produk tersebut sekaligus bisa bergabung ke dalam bisnis ini, namun dirinya tak punya uang lantaran telah mengirim gajinya ke rumah. Iapun akhirnya berjanji kepada para seniornya tersebut untuk bergabung setelah mendapatkan gaji kelak.

Setelah pulang, iapun menghubungi keluarganya yang berada di Indonesia untuk bergabung dengan bisnis tersebut. Namun jawaban yang ia terima malah berbeda, keluarganya tak menyetujui dirinya bergabung dan mengingatkannya akan tujuan dirinya bekerja.

Lama tak ada kabar, para senior di PT Q-NET pun mulai sok kenal dengan menghubungi dirinya baik melalui Facebook, SMS, maupun telfon seluler. Karena risih dan tak mau ikut dengan bisnis tersebut, ia pun memblock semua akses dan tak lagi berhubungan dengan mereka.

Di akhir tulisan, ia membeberkan fakta bahwa banyak teman nya yang bergabung dalam bisnis tersebut malah terlilit banyak hutang. Uang hasil pinjaman tersebut mereka pergunakan untuk membeli barang dan pakaian parlente agar dipandang sukses oleh calon anggota baru bisnis tersebut.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang merupakan alumni S3 Universitas Padjajaran Bandung angkatan tahun 20110 tersebut mengatakan bahwa bisnis ini ternyata tak hanya terjadi di Indonesia.

“Ternyata korban dari PT Q-NET hingga ke luar negri. Sejauh ini masih dari negara Hongkong yang membuka suara akan bisnis tersebut. Untuk wilayah Indonesia sendiri, mulai dari pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, lampung hingga Sulawesi telah ditemukan korban dari korban member Q-NET. Saya berharap para korban agar melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi terdekat”

“perlu diketahui dalam bisnis skema piramida yang mendapatkan keutungan hanya 13 % member sedangkan 87 % member pasti posisi rugi. itulah kenapa mekanisme piramida dilarang di banyak negara” ucap pria putra asli makassar tersebut.

Gondrong/Hasran

KISAH KORBAN Q-NET (PART 7), OKNUM ANGGOTA POLISI DI KALIMANTAN DITUDING JUGA IKUT BISNIS Q-NET

LUMAJANG,Maspolin.id – Setelah salah satu orang penting dalam bisnis Q-NET yang berinisial MK (pria, 51 th) ditangkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang, banyak korban yang berkeluh kesah di dunia maya. Salah satu akun facebook yang menggunakan akun anonim juga menceritakan bahwa Q-NET sudah berkembang pesat di Provinsi Kalimantan Barat.

Target para leader Q-NET adalah masyarakat pedalaman yang masih belum mengenal dengan bisnis tersebut. Mereka diiming-imingi dan di doktrin dengan kata-kata menjadi kaya serta sukses scara instan. Sang penulis mengatakan bahwa pada saat presentasi para korban seperti dihipnotis untuk segera bergabung dalam bisnis tersebut.

Selain itu dalam presentasi juga selalu mengatakan agarsegera bergabung sekarang karena jika bergabung besok, maka mereka tidak akan sukses.

Cara kerja dari upline Q-NET sendiri menurut sang penulis ternyata juga penipuan. Para upline mengatasnamakan presentasi tersebut sebagai lowongan pekerjaan sehingga banyak masyarakat yang datang dengan sendirinya ke presentasi tersebut.

Namun setelah para pencari pekerjaan datang, ternyata mereka disuguhkan dengan presentasi dari perusahaan Q-NET.

Mereka yang datang ke presentasi tersebut kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah sehingga mudah tergiur rayuan manis dari mulut para leader. Lebih parahnya lagi para leader ini menyarankan calon korbannya untuk meminjam uang di bank atau menjual tanah dan kebun serta menggadai kendaraan bermotor para calon korban karena biaya untuk bergabung di bisnis ini yang tergolong mahal yaitu 8 juta Rupiah. Bahkan menurut penulis ada juga korban yang rela membeli 3 slot, yang berarti mengeluarkan uang 24 juta Rupiah dengan imbalan mendapatkan alat kesehatan yang tak diketahui khasiatnya.

Untuk di daerah Provinsi Kalimantan Barat, menurut sang penulis perputaran uang di perusahaan Q-NET bisa mencapai ratusan miliar Rupiah setiap tahun sejak tahun 2009. Meskipun sudah berjalan bertahun tahun, namun para korban disana tak berani melaporkan penipuan tersebut karena adanya oknum anggota Polri yang bermain di dalamnya.

Penulis mengatakan bahwa anggota polisi tersebut sebanyak dua orang berpangkat Brigadir yang berdinas di Polres Sintang

Di akhir tulisan nya tersebut, sang penulis berharap pihak Kepolisian memberikan jaminan keamanan dan perlindungan hukum kepada para pelapor kasus ini. Hal ini ia lontarkan karena banyaknya intimidasi dari berbagai pihak setelah beberapa rekan nya melaporkan kasus tersebut ke kantor Polisi terdekat.

Dalam pernyataan nya, AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga merupakan putra asli Makassar menerangkan pihaknya akan terus mencari bukti terkait tentang penipuan perusahaan tersebut.

“Sudah banyak komentar di sosial media yang menceritakan pengalaman pahitnya tentang bisnis di PT Q-NET. Namun demikian saya berharap kepada para korban agar melaporkan kasusnya ke Kepolisian terdekat agar memberikan bukti-bukti terkait sehingga bisa segera di ungkap sistem kerja yang dilakukan oleh para member qnet” terang pria yang juga lulusan S3 Universitas Padjajaran angkatan tahun 2010 tersebut.

Gondrong/Hasran

AKBP DR ARSAL SAHBAN BERIKAN KULIAH UMUM KEBHINEKAAN DI KAMPUS STIE WIDYA GAMA LUMAJANG

Lumajang,Maspolin.id – kemarin (12/09) Ratusan mahasiswa dan mahasiswi baru STIE Widya Gama Lumajang menerima materi per Kuliahan umum tentang Kebhinekaan untuk menghindarkan disintegrasi bangsa khususnya melihat perkembangan permasalahan isu rasisme terhadap orang Papua yang sempat berakibat kerusuhan di beberapa tempat di wilayah papua. Hal ini dapat berakibat pecahnya sebuah bangsa.

Sangat mudah sekali memecah belah bangsa Indonesia bila kita tidak memiliki jiwa Bhinneka Tunggal Ika karena kita memiliki ribuan suku, puluhan bahasa dan agama yang berbeda-beda. Cukup eksploitasi salah satu perbedaan itu, maka dengan mudahnya tercipta kubu-kubu yang menyebabkan Indonesia terpecah belah.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menjelaskan “kalau kita ingin memecah belah suatu kelompok, maka eksploitasi perbedaan-perbedaannya sehingga akan terjadi perkelahian diantara mereka.

Tapi kalau kita ingin kelompok tersebut kompak dan bersatu maka kesamaan-kesamaannya yang di angkat dan di eksplor. demikian juga kalau bila ingin melihat sebuah negara tetap tegak, maka persamaan-persamaannya yang harus kita kedepankan.

munculkan slogan ‘kita semua bersaudara’, kemudian semboyang kita tentang Bhinneka Tunggal Ika harus terus di dengungkan kepada generasi muda kita” ungkap Arsal yang juga merupakan lulusan S3 dari Universitas Padjajaran Bandung.

Gondrong/Hasran

KAPOLRES LUMAJANG AKBP DR ARSAL SAHBAN MENJADI IDOLA ANAK-ANAK TK

LUMAJANG,Maspolin.id – Kedatangan Kapolres Lumajang kemarin (12/9) dalam rangka refitalisasi taman lalu lintas di TK Kemala Bhayangkari Lumajang benar-benar tak di sia-siakan oleh anak-anak TK, wali murid maupun para guru pembimbing untuk meminta berfoto bersama.

Ketenaran Kapolres Lumajang memang tak perlu dipertanyakan lagi. Beliau sangat dikenal oleh warga Lumajang dengan Tim Cobra Polres Lumajang yang berhasil mengatasi fear of crime masyarakat lumajang dari tindak kriminalitas. Sehingga beliau di idolakan semua kalangan, bahkan oleh anak-anak kecil sekalipun.

Dalam momen tersebut satu persatu anak-anak TK tersebut berfoto bersama Kapolres. Tak terkecuali para orang tua dan para guru juga tidak menyia-nyiakan momen tersebut dengan berselfie bersama Idola meraka.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM yang juga merupakan alumnus S3 Universitas Padjajaran tahun angkatan 2010 berharap banyak kepada penerus generasi Indonesia selanjutnya tersebut.

“dua puluh atau tiga puluh tahun yang akan datang, yang akan memimpin bangsa ini adalah mereka yang saat ini masih di bangku Taman Kanak-Kanak. Harapan saya, jangan sampai orang tua sampai anak anak ini salah memilih pergaulan. Menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua menjaga perkembangan buah hati kita ini” terang pria yang juga putra asli Makassar tersebut.

Lebih lanjut, pria yang menyelesaikan S2 di Universitas Gadjah Mada dan S1 di UNS Solo tersebut ingin semakin dekat dengan anak-anak.

“Ini juga salah satu cara saya sebagai anggota Polri mendekatkan diri dengan anak-anak. Jangan sampai mind set anak-anak terhadap anggota Polri adalah seseorang yang tinggi besar dan selalu galak dengan masyarakat. Saat ini jamannya Polri menampilkan sosok humanis kepada masyarakat” tutup Arsal

Billy Putra, salah satu murid di TK Kemala Bhayangkari menjawa dengan lugas ingin menjadi Tim Cobra jika sudah besar nanti.

“Saat sudah besar nanti, saya ingin menangkap penjahat seperti Tim Cobra. Pokoknya saya menjadi Tim Cobra” jawab Billy dengan sangat polos.

Gondrong/Hasran

TIM COBRA POLRES LUMAJANG BEKUK PELAKU PEMBOBOLAN ALFAMARET DI KABUPATEN PONOROGO

Lumajang,Maspolin.id – Pada 27 Agustus 2019 sekira pukul 07.00 wib ALFAMART Dusun Dukuh weguh Desa Gundik Kec Slahung Kab Ponorogo dibobol oleh 5 orang Pelaku dengan cara membobol dinding tembok belakang toko kemudian pelaku mengambil uang yang ada dibrangkas dan mengambil rokok didalam alfamart tersebut.

tindakan kelima tersangka itu menyebabkan Alfamart tersebut merugi hingga puluhan juta rupiah.

4 pelaku berhasil ditangkap oleh Polres Ponorogo, namun ada 1 pelaku yang tak kunjung tertangkap yakni Imam Agus Santoso warga Dusun Denok kulon Desa Denok Kec Lumajang Kab Lumajang.

Tim Cobra Polres Lumajang mendapat Informasi dari Resmob Polres Ponorogo bahwa tersangka terakhir berada di Kab Lumajang. Berbekal informasi tersebut, Tim Cobra Polres Lumajang berhasil mengamankan tersangka Imam dirumahnya Dusun Denok kulon Desa Denok Kec Lumajang.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan “suatu kesalahan jika pelaku kriminalitas bersembunyi di Lumajang karena Di Lumajang memiliki Tim Cobra mampu menangkap para pelaku Kriminalitas.

Dan saat dimintai bantuan oleh Polres Ponorogo, dengan mudahnya Tim Cobra dapat menangkap pelaku pembobolan Alfamart tersebut”ungkap Arsal yang merupakan putra daerah makassar.

“Saya himbau kepada siapapun saja, pikirkan terlebih dahulu sebelum melakukan tindak kejahatan di Lumajang karena Tim Cobra akan datang tanpa mengetuk pintu rumah anda untuk mengungkap tindak kejahatan yang telah diperbuat” ujar Arsal Alumnus S3 Unpad Padjajaran Bandung.

AKP Hasran Cobra juga menambahkan “ setelah tersangka dapat kami tangkap, selanjutnya akan diserahkan ke Polres Ponorogo untuk menjalani proses pemeriksaan atas perbuatan tersangka yang menyebabkan pihak Alfamart merugi dalam jumlah fantastis” terang Hasran yang merupakan katim Cobra Polres Lumajang.

Gondrong/Hasran

Seruan Persatuan dan Kesatuan Bangsa dari Pergelaran Seni Budaya Nusantara

Cilacap, Maspolin.id – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian bersama para Danramil jajaran menghadiri Pergelaran Seni Budaya Nusantara Kabupaten Cilacap tahun 2019 dan menyerukan persatuan dan kesatuan bangsa.

Pergelaran yang digagas Polres Cilacap itu bertempat di Lapangan eks-Batalyon 405 Cilacap, Jumat (13/9/2919) malam.

Hadir Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji, Sekda Farid Ma’ruf bersama unsur Forkopimda, Danlanal Cilacap Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto bersama jajaran, Wadan Yonif 405 Mayor Inf Aries, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Kabupaten Cilacap.

Bupati mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Seperti diketahui Indonesia adalah negara yang heterogen, yang terdiri dari berbagai suku, agama dan beraneka budaya. Namun demikian, segala perbedaan dalam sebuah kebhinnekaan merupakan satu corak yang menjadi satu kelebihan bangsa Indonesia.

“Untuk itu, melalui pergelaran seni budaya ini kita kuatkan tekad untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Ingat, kita semua adalah bersaudara. Merdeka… merdeka… merdeka…!” pekik Bupati.

Dalam acara yang begitu meriah, Kasdim 0703/Cilacap serta seluruh tamu undangan berkesempatan naik ke atas panggung untuk menyanyikan beberapa lagu kebangsaan dan lagu daerah yang mampu menggetarkan hati seluruh pengunjung sekitar 1.000 orang itu.

Kasdim mengatakan, melalui acara pergelaran seni budaya nusantara ini, kita mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap dan sekitarnya untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sehingga wilayah Kabupaten Cilacap akan selalu aman dan kondusif.

Terciptanya stabilitas dan kondusivitas suatu wilayah tidak akan terwujud tanpa peran dan dukungan dari seluruh komponen bangsa yang ada di daerah, yakni masyarakat itu sendiri. “Untuk itu, melalui momen yang baik ini, mari kita sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Kasdim. (Estanto)

Setrika Pakaian, Warga Gondangmanis Tersengat Listrik

Jombang, Maspolin.id – Linda Ariani (46) warga Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang  tewas usai tersengat aliran listrik saat menyeterika pakaian di rumahnya.

Kejadian tersebut pada Selasa (10/9/2019) petang. Saat korban sedang menyeterika pakaian di ruang tamu rumahnya. Tiba-tiba, anak korban bernama Lisa Muriyani (24) mendengar ibunya menjerit.

Lisa yang saat itu berada di dalam kamar, langsung berlari keluar dan mendapati ibunya sudah terlentang di ruang tamu rumahnya. Sementara disampingnya, terdapat tumpukan pakaian dan sebuah setrika yang masih menancap di stop kontak listrik.

Lisa berusaha menolong ibunya, namun dia justru nyaris kesetrum. Hingga kemudian, dia langsung berinisiatif mematikan listrik melalui meteran pusat. Selanjutnya meminta bantuan warga sekitar membawa korban ke Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Namun, saat dalam perjalanan nyawa korban tidak tertolong.

Kejadian ini, kemudian dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Bandar Kedungmulyo. “Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara.. Dugaan sementara, korban meninggal akibat kesetrum saat mencabut setrika dari stop kontaknya,” kata Kapolsek Bandarkedungmulyo, AKP Darmaji kepada tribratanewsjombang.com.

Selain mencatat keterangan dari para saksi, polisi menyita sebuah setrika warna hitam dan sebuah stop kontak serta sebuah kabel warna biru putih sepanjang 3 meter, sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

(kar/hms)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.