Satu Bulan Polres Cilacap Berhasil Tangkap 6 Tersangka Narkoba

Cilacap,Maspolin.id – Ada 6 tersangka terkait penyalah gunaan obat berbahaya berhasil ditangkap Sat narkoba Polres Cilacap selama bulan Juli sampai Agustus 2019.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Narkoba AKP Koliq Salis Hirmawan saat konferensi pers di Mapolres Cilacap Selasa (10/9/2019).

Pelaku yang berhasil ditangkap adalah SLH warga Wanareja Cilacap, AL warga Majenang Cilacap, FR warga Donan Cilacap terkait kasus penyalahgunaan nerkoba dan pelaku FSL warga Gampong Jaumpa Aceh Utara, JML, warga Peureulak Barak Aceh Timur serta YD warga Pelmerah Jakarta Barat terkait kasus penyalahgunaan obat berbahaya.

Dari penangkapan tersebut petugas berhasil menyita barang bukti Ganja seberat 7,1 gram, Tembakau sinte seberat 5,7 gram, Sabu seberat 1,5 gram, Tramadol 140 butir, Trihexyphenidyl 900 butir serta Pil warna kuning bertuliskan mf 4790 butir.

Ada kasus yang menarik terutama terkait peredaran obat berbahaya dimana 3 pelaku dari luar Cilacap yang mencoba peruntungannya wilayah Cilacap baru 9 hari tiba di kawunganten untuk memasarkan obat berbahaya berhasil ditangkap.

“Pelaku menyewa toko kelonthong kemudian sambil menawarkan obat dan menyimpanya di semak semak belukar jadi saat ada yang menanyakan langsung diambil ke belakang” tambah Kasat Narkoba.

Pelaku menjual obat dengan harga 10 ribu 1 paket berisi 6 butir pil warna kuning konsumennya anak anak muda anak Pank bahkan ada juga pelajar, efeknya sebagai penenang yang dapat menimbulkan halusinasi dan hayalan.

Pelaku dijerat dengan UU RI No. 5 Th. 1997 tentang Narkotika serta UU Ri No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 5 tahun penjara.

“Untuk peredaraan narotika sudah menjalar ke semua lini masyarakat bukan hanya di kota Cilacap tapi sudah merambah ke Kecamatan dan desa desa oleh karena itu dihimbau kepada orang tua agar lebih berperan aktif mengecek kegiatan dan keberadaan anak anaknya baik disekolah atau dilingkungan pergaulannya, jangan segan segan cek HP jika ada chatingan yang mencurigakan di hp tersebut” pungkas Kasat Narkoba.

Red/Hum

5 Kg Tembakau Gorila Berhasil Diamankan Polresta Surakarta

Surakarta,Maspolin.id – Jajaran Polresta Surakarta menggerebek sebuah tempat indekos di Jalan Reksoniten 1, Gajahan, Pasar Kliwon, Solo. Salah satu kamar di tempat indekos tersebut dijadikan empat peracikan tembakau Gorilla.

Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap seorang penghuni indekos berinisial AL (27). Dia diketahui merupakan warga Cilegon, Banten.

Polresta Surakarta menyita tembakau Gorilla sebanyak 5 kilogram, sabu-sabu, dan bahan kimia. Selain itu, terdapat peralatan yang diduga digunakan untuk mengemas barang terlarang itu.

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai mengatakan penangkapan berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap AL. Sebab, dia kerap menerima paket yang mencurigakan.

“Dia sering menerima paket dalam jumlah banyak. Petugas kami mengikutinya selama dua hari, tadi pukul 09.00 WIB kita tangkap,” kata Andy di lokasi kejadian, Rabu (11/9/2019).

Dia diduga telah tiga bulan menjalankan aksinya. Menurutnya, tembakau Gorilla itu dijual oleh AL melalui internet. “Ini merupakan tangkapan kami yang terbesar tahun ini,” katanya.

Pelaku saat ini masih diperiksa di Mapolresta Surakarta. Dia diduga melanggar Pasal 114 ayat (1) juncto Pasal 6 ayat (3) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Peraturan Menkes RI No 2 Tahun 2017 tentang perubahan Penggolongan Narkotika di dalam Lampiran UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penjaga tempat kos, Apri (21), mengatakan AL sudah tiga bulan menghuni kamar nomor 8 di lantai tiga. Menurutnya, AL merupakan orang pendiam. “Orangnya pendiam. Kalau kesehariannya, katanya dia mahasiswa,” ujar dia.

Setiap hari, kata Apri, AL menerima paket yang tidak diketahui isinya. “Sehari bisa tiga kali menerima paket,” tutupnya.

Red/Hum

Miliki Tembakau Gorila,Seorang Mahasiswa Asal Banten Terciduk..

Surakarta,Maspolin.id – AL (27) seorang warga Celegon, Provinsi Banten diamankan Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta, Rabu (11/9). AL mengaku sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Sukoharjo itu digerebek di kamar indekos ‘Kosi Kost’ Jalan Reksoniten Nomor 1, Kampung Carikan RT 02 RW 9, Kelurahan Gajahan, Pasarkliwon, Solo.

Dari kamar nomor 8 lantai III tersebut, polisi menemukan tembakau gorila sebanyak 5 kilogram, alat isap, sabu-sabu, bahan kimia, alat pengepakan, isolasi kuning, timbangan digital dan sarung tangan. AL diduga melakukan aktivitas peracikan barang haram di kamar tersebut.

“Penangkapan pelaku kita lakukan berkat adanya laporan dari warga yang menyebutkan ada aktivitas mencurigakan di indekos tersebut. Menurut warga penghuni indekos sering menerima paket yang mencurigakan dalam jumlah banyak. Warga kemudian melaporkan ke polisi,” ujar Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai.

Berdasarkan informasi tersebut, pihaknya melakukan pengintaian selama dua hari. Pada hari ini, sekitar pukul 09.00 WIB petugas langsung menangkap AL di depan indekos.

Anggota Satnarkoba Polresta Surakarta langsung melakukan penggerebekan kamar indekos menemukan sejumlah barang bukti yang tertata rapi di atas tempat tidur pelaku. Ia menduga pelaku ini meracik narkoba Gorila di kamar indekos yang disewanya.

“Menurut keterangan pelaku, ia sudah 3 bulan menjalankan bisnisnya ini,” jelasnya.

Kasus tersebut, dikatakan Andy merupakan tangkapan narkoba terbesar Polresta Surakarta sepanjang tahun 2019. Pelaku menjual tembakaau gorila hasil racikan melalui online. Jika terbukti bersalah, pihaknya akan menjerat dengan dakwaan pertama pasal 114 ayat (1) jo Pasal 6 ayat (3) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo peraturan Menkes RI No 2 Tahun 2017 tentang perubahan Penggolongan Narkotika di dalam Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hum/Red

Empat Pemakai Dan Pengedar Tembakau Gorila Diamankan Polres Tegal

Tegal,Maspolin.id – Empat tersangka pemakai dan pengedar tembakau gorilla di Kota Tegal ditangkap. Selain itu Polisi juga berhasil mengamankan seorang pelaku pengedar obat-obatan terlarang. Hal ini diungkapkan Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah, S,Si di Mapolsek Tegal Timur, Jumat (13/09/2019).

Dihadapan sejumlah awak media Kapolres menyampaikan, penangkapan ke empat tersangka berawal dari adanya informasi bahwa akan ada transaksi barang haram tersebut di sebuah minimarket di Jalan Pancasila, Kota Tegal.

“Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan benar saja, tersangka berinisial DP (26) kedapatan membawa lima linting tembakau gorilla. Pelaku mengaku mendapatkan paket itu dari seseorang berinisial YI (34) yang selanjutnya berhasil kita amankan juga,” ujarnya.

Tidak berhenti disitu, lanjut Kapolres mengatakan, dari hasil pengembangan penangkapan tersebut didapati tembakau itu telah dijual kepada dua pelaku lainnya yakni RP dan FK. Keduanya juga berhasil diamankan petugas ditempat kosnya di jalan Citarum, Mintaragen Kota Tegal.

“Sejumlah barang bukti kita amankan. Diantaranya, 10 linting tembakau, uang tunai, bungkus rokok yang digunakan untuk menyembunyikan barang haram itu dan barang bukti lainnya,” terangnya.

Dari pengakuannya, mereka mendapatkan barang haram tersebut dari media sosial Instagram dan dikirim melalui jasa ekspekdisi.

“Mereka mengaku baru menggunakan tembakau gorilla dan mengaku karena penasaran. Atas perbuatannya, mereka dijerat maksimal 15 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara selain keempat pelaku tersebut, Kapolres menyebutkan, petugas juga berhasil mengamakan DP (34) warga Jalan Abdul Muis, Debong Tengah, Kota Tegal, yang diduga telah mengedarkan obat-obatan tanpa ijin jenis Pil Koplo.

Dari tangan pelaku petugas menemukan 3 paket berisikan 12 butir obat terlarang berikut uang tunai sebesar Rp 50.000. “Barang tersebut diperoleh dari seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran. Setiap 1 Paket berisi 4 butil Pil Koplo dijual seharga Rp 20.000,” pungkasnya.

Hum/Red

AKBP IMAM SUHADI SIK: “BATU ADALAH SIMBOL KEBENARAN”

Sebagian koleksi batu akik pak Imam.

Bogor, maspolin.id

Di temui di kediamannya di Bogor, dengan senyum lebarnya yang khas, perwira Akpol angkatan 1996, mas  AKBP Imam Suhadi SIK, yang kini menduduki jabatan sebagai KASUBAGBINKAR BAG SDM KORPS BRIMOB POLRI di Kelapa Dua Depok, mengurai arti batu bagi dirinya. Berbeda dengan orang pada umumnya, mas Imam  ini bukan hanya hobi batu saja tidak juga benar-benar mendalami ilmu perbatuan. Pada waktu Booming batu dahulu 2014-2016, tidak tanggung tanggung juga ikut memotong dan memoles batu kalau ada waktu. Baginya batu buian Cuma sekedar hiasan di tangan saja, namun lebih dari itu. “Batu itu bagi saya,   sama aja seperti bicara kehidupan. Kita akan berbicara seperti awal eksistensi manusia sejak dari awal sampai sekarang.” “Batu itu simbol alam semesta dan memang bagi saya ini hal yang serius bukan main main. Hal ini banyak  saya pikirkan. Bahkan waktu saya ketika berkelana, menjelajahi alam ketika saya penempatan di daerah daerah , seperti di Bengkulu dan Di Aceh, 80 -90 persen saya pakai untuk berpikir. Di sanalah saya pikirkan juga tentang arti batu batu yang ada di kita ini. Sambil mengambil koleksi batu-batunya edisi lawas, ia kemudian melanjutkan lagi. “Lihat batu batu yang sudah jadi ini, saya bisa katakan mengolah batu  itu seperti mengolah hati, untuk menjadi batu yang baik dan bagus itu perlu di asah terus. Hatipun begitu juga. Perlu di asah terus. Baru nanti hati yang cemerlang, bagusnya bisa keluar dan jadi.

Apakah batu kesukaan mas Imam Suhadi ?

“Saya suka batu apa aja kecuali batu imitasi dan Pewarnaan. Karena itu bagi saya artinya kepalsuan. Karena mempertahankan keaslian itu artinya mempertahankan kehidupan kita  manusia yang kita ingin pertahankan dalam kan kehidupan. Hidup yang tanpa kepalsuan. Batu apapun kita bahas, kita bicarakan. Maka nanti diujung pasti kebenaran. Ini batu beneran apa bukan? Buat apa terang, warna bagus. Mengkilat. Eh taunya palsu. Buat apa kita bicara sia2. Yang palsu itu sia sia”
Konon, dulu mas Imam ini sampai punya batu cincin sampai satu lemari penuh. Bahkan gosipnya, sampai bisa beli mobil segala ketika booming batu. Tapi sekarang, sudah banyak yang minta minta juga sehingga tinggal tersisa seperti yang terlihat.
Dan percaya atau tidak, bagi mas Imam yang berkulit hitam manis ini, Batu itu  bisa sangat berpengaruh sama kedinasan.
“Beda lho memakai batu cincin sama make tapi ya tentu saja bagi orang yg bisa membedakan. Bagi yg tidak mau ngerti, ya tidak bisa membedakan.
Perbedaannya misalnya,  buat memompa adrenalin. Enggak takut. Bisa, kita pilih batu seperti itu. Karena pada dasarnya batu itu dari alam energinya beda beda. Jadi memang ada energinya misalnya buat keberanian.”

“Banyak pengalaman saya, missal saja ada pengalaman saya masuk hutan, memakai batu giok, ini batu yang bersumber dari alam bisa membuat kita terlindung dari penghuni penghuni hutan juga.”
, .

“Saya memang paling senang batu di dunia ini, batu giok. Karena giok itu identik warnanya hijau, Warna hijau itu warna kedamaian, jadi kalau orang masuk surga warnanya kan  hijau. Ya di surga itu begitu, makanya batu giok itu di sebut batu surga.
Enggak ada cerita manusia enggak cocok sama batu giok. Batu giok itu adalah
lambing pluralisme. Harganya bisa menyentuh ke bawah, bisa juga ke atas.”

“dan wajar aja kalau banyak orang suka batu giok, karena Manusia itukan sukanya yang dingin. Giok itu lambang dingin. Di mata jadi dingin.  Ratu kidul juga suka giok. Identic warna hijau. Dewi kwan im juga suka giok. Identik dengan batu giok.
Batu giok itu hawanya kan menarik hawa dingin. Jadi wajar banyak yang suka. Pernah, saya potong batu giok, dia dipotong pakai mesin, beda memang sama batu lain. Batu giok enggak panas.  Atau panasnya berbeda. “
“kita ini harusnya bersyukur di  cina banyak giok palsu, disini kita masih punya banyak asli. Boleh dikatakan masyarakat Indonesia itu sebenarnya lebih dulu mengenal tentang batu, hanya saya kurang bisa mengolah batunya”

“Batu giok itu juga suka mengorbankan dirinya sendiri. Jadi dia suka mengorbankan dirinya untuk melindungi manusia ketika manusia dalam bahaya, Makanya dia pecah. Pecah itu artinya dia sedang melindungi manusia dengan mengorbankan dirinya sendiri”

(HSA/MASPOLIN)

Hendak Dibekuk, Pengedar Sabu Lompat dari Lantai 5

SURABAYA,Maspolin.id – Diduga mengetahui jika Polisi datang hendak menangkapnya, satu pelaku pengedar Narkotika jenis sabu nekat melompat dari lantai 5 deler mobil di Jalan Manyar Surabaya.

Pelaku berinisial AS (31) warga Jalan Manyar Sabrangan 5, Surabaya itu nekat melompat dan jatuh ke rumah warga guna melarikan diri.

Akibat dari ulah nekatnya, pelaku yang melanggar tindak pidana Narkotika jenis sabu dan Undang Undang Kesehatan tersebut tewas dilokasi kejadian.

Pria yang bekerja dilokasi kejadian yakni di Showroom Citra Mandiri Mobil Jalan Manyar Kertoarjo Gg. III No. 17 Surabaya Surabaya itu meregang nyawa, Jum’at, 13 September 2019 pukul 17.00 WIB.

Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian membenarkan kejadian tewasnya pria yang diduga mejadi pengedar Narkotika itu.

“Namun disayangkan, ketika Polisi baru tiba dilokasi kejadian, diduga pelaku ini sudah melompat dari lantai 5 dan meninggal dunia,” sebut Memo Ardian, Sabtu (14/9/2019).

Lanjut Kasat, saat kejadian, Tim 3 Unit I Satnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana Narkotika di Jalan Kertajaya tepatnya CC Motor (dealer Mobil).

Dan saat dilakukan penangkapan salah satu tersangka ketakutan dan melarikan diri ke lantai 5 dan sempat membuang barang bukti berupa satu kantong plastik pil Dobel L.

Hingga akhirnya diketahui, pelaku ini tewas setelah melompat dan jatuh dibelakang rumah milik seorang warga bernama, Irfan Tandiano di Perum Manyar Kertoarjo Gg III, Surabaya.

Dari pelaku yang melanggar
Pasal 112 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika tersebut diamankan beberapa barang bukti.

Barang Bukti yang disita diantaranya, satu bungkus plastik klip yang diduga sabu, satu bungkus plastik yang berisi pil Dobel L (Pil Koplo) dan Uang Rp. 3.000,00.

Reporter: Eko/KjT

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selalu Bersinergi Dalam Kawal Kewilayahannya

Surakarta,Maspolin.id – Babinsa Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Saman Hudi bersinergi dengan Babinkamtibmas melaksanakan Komsos di Kelurahan Mojosongo Jebres Surakarta dan masyarakat, Jum’at 13 September 2019.

Sinergitas antara Babinsa dan Babinkamtibmas sangat diperlukan untuk menunjang tugas pokoknya, mereka bersama sama melaksanakan komsos di wilayah.

Komsos di laksanakan di kelurahan Mojosongo dan sekitarnya, ini merupakan senjata andalan bagi Babinsa dan Babinkamtibmas guna memantau serta mengetahui seluruh keadaan maupun permasalahan di wilayah binaan

Disamping itu juga giat komsos akan membentuk suatu jalinan kerja sama yang baik antara TNI, Polri dan Staf Kelurahan setempat dengan tujuan yang positif terutama di wilayahnya.

Babinsa dan Babinkamtibmas berharap masyarakat di wilayah Mojosongo ini selalu menjaga kekompakan antar warga dan selalu menjaga keamanan wilayah.

Tujuan yang lain adalah menciptakan wilayah yang kita cintai ini akan selalu kondusif dan tentram. Salah satu tugas Babinsa dan Babinkamtibmas yakni membangun Komsos ke semua lapisan masyarakat, agar bisa saling memberikan informasi dan juga merupakan serap aspirasi keinginan masyarakat.

(Agus Kemplu)

Babinsa Kelurahan Tipes Melaksanakan Safari Sholat Jumat di Masjid Jami Baitusalam

SURAKARTA,Maspolin.id – Jum’at  tanggal 13 September 2019 Pukul 11.30 s/d 13.00WIB.Babinsa Kelurahan Tipes Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Sersan Kepala Sugiono selalu aktif  di wilayah binaanya seperti halnya Melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Jami Baitussalam di Jl. Veteran  RT.1/RW.13 Kelurahan Tipes Kota Surakarta  bertindak sebagai Iman Ustad.Rosidi (Takmir Masjid Baitussalam Tipes)

Kegiatan Sholat Jum’at berjemaah dengan tujuan untuk menjalin tali silaturahmi dan kedekatan dengan tokoh agama tokoh masyrakat dan para warga sebagai Jamaah masjid, supaya terjalin komonikasi yang baik.

Setelah Sholat dilanjutkan bersilaturahmi, dan berbincang bincang dengan jamaah, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kemanan dan ketertiban masyarakat, mengajak warga masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari tindak pidana kriminalitas, salah satunya dengan mengaktifkan kembali Siskamling, untuk tamu yang menginap dilingkungannya sesuai aturan 1X24 jam wajib lapor kepada ketua Rt dan Rw setempat, waspada terhadap peredaran narkoba.

Ucapan terima kasih dari takmir Masjid Jami Baitussalam ust.Rosidi bahwa keberadaan Babinsa diwilayah bisa dirasakan oleh warga masyarakat binaanya seperti proses perehaban masjid.Ungkap “Ustad Rosidi” (Takmir masjid Baitussalam Tipes)

Gudang Penyimpanan Handak di Asrama Brimob Srondol Banyumanik Terbakar

Semarang, Maspolin.id – Gudang penyimpanan Bahan Peledak (Handak) temuan Perang Dunia ke-II di Asrama Brimob Srondol Banyumanik meledak sekitar pukul 07.30 WIB Sabtu (14/9/2019).

Berdasarkan keterangan Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel, ledakan terjadi pada pukul 07.00 WIB.

Sumber ledakan berasal dari gudang penyimpanan bahan peledak yang di dalamnya terdapat bahan peledak atau bahan bom yang ditemukan warga yang berasal dari masa perang.

“Bahan peledak maupun bom yang ditemukan sebagian besar dari sisa-sisa perang yang Sebagian sudah dilakukan disposal sedangkan sisanya masih proses perencanaan disposal ,”.

Informasi terkini situasi sudah mulai kondusif warga telah Melakukan Aktifitas seperti biasa.

KitaJagaPAPUABersama

@humas_korbrimob_polri

Hum/Lilik.s

Bupati Taput Terima Audiensi Citibank Indonesia

Bupati Taput Terima Audiensi Citibank-Indonesia

Taput, Maspin.id—Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M. Si menerima audiensi Direktur Hubungan Kerjasama Citibank-Indonesia Elvera N. Makki tentang Program Dukungan Terhadap Generasi Muda di Situs Warisan Budaya Indonesia di wilayah Danau Toba, bertempat di Sopo Rakyat Kanopi Rumah Dinas Bupati, Tarutung (Jumat, 13/09).

Dalam arahannya, Bupati mendukung perhatian dan program CSR Citibank tersebut dan berharap dilakukan juga pelatihan bagi para pengurus BUMDes terutama dalam hal administrasi.

“Masa sekarang ini saya menilai bertani merupakan suatu peluang yang baik bagi generasi muda karena kita telah membuat jaminan harga pada komoditi pertanian tertentu. Kedepannya kita berencana untuk semakin perluas jenis komoditi pertanian yang mendapat jaminan harga. Saya berharap untuk selanjutnya, pihak Citibank berkenan untuk membuat pelatihan kepada para direktur dan pengurus BUMDes, termasuk dalam hal disiplin adinistrasi. Semoga dengan adanya pelatihan ini akan semakin meningkatkan kualitas SDM generasi muda termasuk dalam memajukan pariwisata Danau Toba,” ucap Bupati.

Bupati juga memperkenalkan produk dari Tapanuli Utara dan menjelaskan berbagai upaya yang telah dilaksanakan dalam mendukung kewirausahaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

“Salah satu UMKM yang paling kita kembangkan adalah Tenun Ulos, pada beberapa hari lalu meraih predikat tekstil terbaik se-Indonesia pada Dekranas Award. Kendala yang kita hadapi saat ini karena adanya regulasi yang membatasi dalam pemberian hibah/bantuan kepada masyarakat (penenun) sehingga harga jual tenun ulos tersebut menjadi mahal. Pemerintah Tapanuli Utara akan selalu mengupayakan bagaimana cara agar semakin banyak dana yang ‘berputar’ di daerah kita ini sehingga mampu mengurangi angka kemiskinan,” akhir arahan Bupati.

Elvera N. Makki menjelaskan bahwa Program ini merupakan program CSR Citibank-Indonesia yang bekerjasama dengan UNESCO dan telah dilaksanakan sejak tahun 2017. “Program ini fokus pada generasi muda yang bergerak di industri kreatif pada 5 kabupaten se-kawasan Danau Toba,, termasuk Tapanuli Utara” ucap Direktur Elvera.

TRI SAPUTRA SIANTURI.
MASPOLIN.TAPUT/HH.

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.