Seorang Pemotor di Jombang Tewas, Setelah Tertabrak Kereta Api Rapih Dhoho di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

Jombang,Maspolin.id – Seorang pengendara sepeda motor tersambar Kereta Api (KA) di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Bean, Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (9/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, pengendara motor tersebut meninggal di lokasi kejadian.

Korban tewas diketahui bernama Surahmadi (37), pengendara sepeda motor Honda Prima nopol S 4228 YL, asal Dusun Sanan RT/RW 02/07, Desa Puton, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Kanit Lakalantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman mengatakan, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Prima sendirian itu, berjalan dari arah utara ke selatan kurang memperhatikan situasi saat menyebrang perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu.

Sehingga, Surahmadi tidak menyadari kalau dari arah barat datang kereta api Rapih Dhoho 424 jurusan Kertosono – Surabaya, yang melaju kearah timur. Akibatnya, korban bersama kendaraannya tertabrak kereta api dan terpental sejauh 30 meter hingga masuk selokan.

“Korban meninggal di lokasi kejadian, sedangkan penyebab kecelakaan diduga korban ceroboh saat menyebrang rel kereta, sehingga tertabrak kereta api Rapih Dhoho jurusan Kertosono – Surabaya,” kata Iptu Sulaiman.

Polisi dari Unit Laka Satlantas Polres Jombang dan Polsek Diwek sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Dibantu warga sekitar, petugas mengevakuasi jenazah korban beserta kendaraannya yang ringsek dari lokasi kecelakaan.

“Jenazah korban sudah kami evakuasi ke RSUD Jombang untuk keperluan visum. Sedangkan kendaraan korban, sudah kita amankan di Satlantas Polres Jombang untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Sulaiman.

Jajang

Pesta Sungai Deli 2019, H.Akhyar Arungi Sungai Bersama Gubsu Disertai Tabur Bibit Ikan dan Tanam Pohon

Pesta Sungai Deli 2019, H.Akhyar Arungi Sungai Bersama Gubsu Disertai Tabur Bibit Ikan dan Tanam Pohon

Medan, Maspolin.id—Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi bersama Gubsu Edy Rahmayadi mengarungi Sungai Deli, Selasa (10/9). Arung sungai dilakukan dalam rangka Pesta Sungai Deli 2019 yang diinisiasi Komunitas Peduli Anak dan Sungai Deli (Kopasude) Kota Medan. Titik start pengarungan mulai dari Jalan AH Nasution (Underpass Titi Kuning) dan finish di Jalan Perdana.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut dan Kota Medan, unsur TNI-Polri serta Federasi Arung Jeram (FAJI) Kota Medan, Wakil Wali Kota dan Gubsu tampak bersemangat dan siap untuk mengarungi sungai. Selain menjadi salah satu rangkaian kegiatan Pesta Sungai Deli, kesempatan tersebut digunakan Wakil Wali Kota dan Gubsu untuk melihat kondisi sungai sekaligus menyapa warga yang tinggal di sepanjang pinggiran Sungai Deli.

Sebelum mengarungi sungai, Wakil Wali Kota dan Gubsu terlebih dahulu menabur benih ikan nila. Hal ini sebagai upaya untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Namun, sesaat sebelum turun ke pinggir sungai, Wakil Wali Kota dan Gubsu terlebih dahulu dipakaian tengkuluk Melayu oleh masyarakat adat suku Melayu sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa agar seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar.

Usai itu, Gubsu mengaku senang karena dapat ikut serta dalam kegiatan yang mengangkat Tema “Menyatukan Kepingan Ingatan Yang Hilang” tersebut. Bagi Gubsu, kegiatan mengarungi sungai mengingatkannya kembali pada kebiasaan semasa kecil dulu. Namun, di samping itu Gubsu mengaku sedih melihat kondisi Sungai Deli yang kini kotor dan tercemar oleh sampah.

“Saya mengaku senang karena berkesempatan untuk mengarungi sungai. Kegiatan ini mengingatkan saya pada kebiasaan saat kecil dulu. Namun, kini Sungai Deli telah berubah. Sunggu miris rasanya melihat sungai yang menjadi sumber kehidupan bersama tapi tidak kita jaga kebersihannya,” kata Gubsu.

Oleh karenanya, Gubsu mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk ikut peduli pada Sungai Deli yakni dengan tidak membuang sampah kembali ke dalamnya. Apalagi, bilang Gubsu, Pemprov bersama Pemko Medan tengah concern melakukan pembersihan sungai demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Sungai bukanlah tempat sampah. Jika hal tersebut terus kita lakukan, artinya kita telah menyakiti dan merusak pemberian Tuhan. Saat ini pemerintah terus fokus melakukan pembersihan dan pembenahan. Ini kami lakukan semata-mata demi masyarakat sekaligus mewujudkan Kota Medan bebas banjir. Maka dari itu, kami mohon bantuan dan dukungannya,” bilang Gubsu.

Selanjutnya, berada dalam satu perahu, Wakil Wali Kota dan Gubsu kemudian mulai mengarungi sungai. Tampak sesekali Wakil Wali Kota dan Gubsu saling berinteraksi, menyapa dan melambaikan tangan kepada warga yang antusias menyaksikan orang nomor dua di Pemko Medan dan orang nomor satu di Pemprovsu tersebut.

Setelah mengarungi sungai selama hampir 2 jam, Wakil Wali Kota dan Gubsu pun sampai di aliran sungai Jalan Perdana. Setibanya di sana, Wakil Wali Kota juga menabur sebanyak 20 ribu benih ikan nila. Di sampimg itu, dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai upaya pelestarian alam dan lingkungan sekaligus upaya mencegah terjadinya bencana.

Usai kegiatan, Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi menyampaikan apresiasi dan mengaku senang karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Selain itu, Wakil Wali Kota berharap semakin banyak pihak yang menaruh kepedulian tidak hanya pada Sungai Deli tapi juga seluruh sungai di Kota Medan.

“Setiap langkah dan upaya yang dilakukan pemerintahan merupakan bentuk tanggungjawab kepada masyarakat agar dapat merasa aman dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus mengedukasi warga untuk menanamkan kecintaan dan kepedulian akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ajak Wakil Wali Kota.

Terakhir, Wakil Wali Kota mengungkapkan kegiatan ini menjadi energi dan momentum bagi seluruh aparatur pemerintahan khususnya para camat dan lurah untuk menghidupkan dan membangkitkan kembali tradisi gotong royong di wilayah masing-masing. “Setiap kontribusi baik yang dilakukan akan sangat berguna dan berarti bagi kebersihan Kota Medan,” pungkasnya.*

Novian Harhara

Langen Tayub Warnai Kemeriahan Sedekah Bumi Punden Mbah Segoro

Bojonegoro, Maspolin.id – Pemerintah Desa (Pemdes) bersama ratusan warga Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro menggelar tradisi Sedekah Bumi (Manganan) di Punden  leluhur desa setempat, Mbah Segoro. Selasa 10 September 2019.

Sedekah bumi yang digelar setiap tahun tersebut mengundang antusias warga semakin meningkat, dimana pada bulan Syuro ini pelaksanaan sedekah bumi dilaksanakan dalam Kepemimpinan Kepala Desa Yang Baru saja Dilantik pada beberapa Hari yang lalu. 

“Memang  kebetulan kita laksanakan Sedekah Bumi ini pas bertepatan dibulan Syuro di Punden Mbah Segoro, yang sudah menjadi warisan nenek moyang sejak dulu,” terang Mad Muhargo selaku Kepala Desa Ngadiluhur. 

Ditambahkan Oleh Kades, Bahwa Kegiatan sedekah bumi ini sebagai wujud Rasa Syukur kita Kepada Allah Swt yang sudah memberikan Kita Kesehatan, Nafas, Dan Riski yang melimpah melalui beberapa Hasil Pertanian kita. 

“Alkhamdulillah Agenda Tahunan Sedekah Bumi ini kita laksanakan sebagai Bentuk rasa Syukur Kita Kepada allah Swt, Tambah Kades. 

Masih Menurut kades, Untuk memeriahkan Kegiatan Sedekah Bumi ini Pemdes Ngadiluhur Memberikan Hiburan Berupa langen Tayub. 

Hingga Berita Ini ditulis Kegiatan sedekah bumi dengan hiburan langen Tayub Masih Berlangsung hingga Malam Nanti. 

T. Hariyanto

Haornas Ke-36, Kodim Gelar Upacara

Cilacap, Maspolin.id – Kodim 0703/Cilacap menggelar upacara Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 tahun 2019.

Upacara ini dipimpin Kepala Staf (Kasdim) Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian di halaman Makodim Cilacap, Jateng, Senin (9/9/2019).

Bertindak selaku inspektur upacara (Irup) Kasdim Mayor Inf Rofik Alfian, perwira upacara Kapten Cba M Isa Saefudin, dan komandan upacara dipercayakan kepada Kapten Inf Sidin yang sehari-hari menjabat sebagai Danramil 12/Sidareja.

Upacara diikuti prajurit baik perwira, bintara, tamtama, dan ASN TNI yang ada di lingkungan Kodim 0703/Cilacap, termasuk Satuan Balak Sub Denpom IV/1-1, Sub Zibang 021/IV, dan Rumkitbant 04.08.01 Cilacap.

Membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi, Kasdim mengatakan olahraga itu mudah karena dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja.

“Pembangunan dalam olahraga tidak hanya jasmani saja, tetapi juga rohani. Dengan sehat rohani berarti kita telah mendukung kebijakan Presiden tentang revolusi mental dan SDM yang unggul,” tutur Menpora.

Selanjutnya dikatakan, pembinaan atlet muda berbakat yang didukung talent identification dan talent scouting yang tepat telah dibuktikan pada perhelatan Asian School Games (ASG) 2019 di Semarang.

“Indonesia tidak sekadar sukses menjadi tuan rumah dan memenuhi target juara umum, namun secara keseluruhan Indonesia mampu mengoleksi 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu,” kata Imam.

Hal itu pertanda bahwa kita telah menata pondasi olahraga prestasi yang cukup kuat yang dimulai sejak dini, atlet unggulan, dan atlet disabilitas.

“Untuk itu, kita telah memiliki harapan besar membangun olahraga prestasi dengan melakukan pembinaan berjenjang,” imbuhnya.

Tema Haornas tahun ini adalah Ayo Olahraga, di Mana Saja, Kapan Saja.

Hal itu mengandung makna optimalisasi pemassalan dan pembudayaan olahraga terkait Gerakan Ayo Olahraga.

“Mari sama-sama melaksanakan olahraga secara masif dan meluas di semua lapisan masyarakat. Olahraga harus menjadi kebutuhan dan gaya hidup,” tandas Imam.

Dengan gerakan tersebut akan menjadi jawaban atas permasalahan rendahnya derajat kebugaran masyarakat di Indonesia. (Estanto)

Dandim Bojonegoro Pimpin Upacara Wisuda Purna Tugas Anggota

BOJONEGORO,Maspolin.id –  Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto memimpin upacara Wisuda Purna Tugas bagi anggota yang mengakhiri masa tugasnya kepada TNI AD, bangsa dan negara di Gedung Ahmad Yani, Makodim setempat, Selasa (10/9/2019).

Selaku Inspektur Upacara (Irup) Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto dalam sambutannya mengatakan bahwa masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian seorang prajurit kepada bangsa dan negara. Karena pengabdian seorang prajurit akan terus berlangsung selama hayat masih dikandung badan.

“Purnawirawan bukan merupakan akhir perpisahan, melainkan awal dari persaudaraan yang baru antara prajurit masih aktif dengan prajurit yang sudah purnawirawan,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan kepada purnawirawan agar tetap menjalin hubungan baik dengan dinas atau dengan anggota yang masih aktif. Karena keluarga besar Kodim 0813, dan hendaknya menjaga nama baik TNI di tengah-tengah masyarakat umum.

“Jadilah contoh yang baik dalam kehidupan di masyarakat. Tunjukkan bahwa semangat nasionalisme dan jiwa prajurit tidak akan pernah pudar, serta lanjutkan pengabdian di masyarakat,” ujarnya.

Diakhir sambutannya, selaku Komandan Kodim dan keluarga besar Kodim 0813 Bojonegoro mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian yang dicurahkan di TNI AD khususnya Kodim 0813 Bojonegoro.

“Semoga apa yang diberikan melalui pengabdian sebagai prajurit Kodim 0813 Bojonegoro ini bermanfaat untuk bangsa dan negara,” pungkas Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kasdim 0813 Bojonegoro Mayor Inf Hairil Achmad, para Danramil jajaran dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro beserta pengurus.

Yud/Agus

Apa Agama Pilot ?

Oleh: (unknown).

Mengikuti rekomendasi seorang teman saya, belakangan ini saya menyukai salah satu maskapai penerbangan domestik untuk perjalanan rutin Bali – Jakarta. Ada yang menarik: setiap menjelang lepas landas, para penumpang diajak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Kalau penerbangan mulus-mulus saja, ajakan ini barangkali bermakna biasa-biasa saja. Kalau cuaca buruk, doa menjadi tumpuan harapan untuk menguatkan keyakinan akan keunggulan teknologi penerbangan dan kompetensi pilot, kopilot, serta pemandu penerbangan yang ada di bandara.

Dalam suatu penerbangan malam ke Cengkareng dari Denpasar bulan Januari lalu, pesawat mendarat di tengah hujan lebat setelah sebelumnya putar-putar di langit berawan tebal karena bandara tidak aman untuk didarati. Situasi sangat mencekam. Belum pernah saya merasakan keringat dingin getir seperti itu. Ternyata saya juga takut mati, walau selalu pasrah. Di sekeliling saya sebagian besar penumpang memejamkan mata. Dari gerak tangan, banyak yang tampak berdoa. Nama Allah juga disebut-sebut.

Ternyata manusia-manusia yang berbeda agama bisa berdoa bersama. Pesawat terbang adalah salah satu dari begitu banyak ruang publik yang tidak mempersoalkan agama. Di ‘boarding pass’ tidak ada kolom agama. Walau harus tunjukkan kartu identitas, seringkali KTP, kolom agama tidak dibahas. Dan, saya belum pernah mendengar ada calon penumpang yang bertanya, “Pilotnya agama apa?” Padahal, kalau keselamatan penerbangan adalah wujud terkabulnya permohonan kepada Tuhan, karunia keselamatan itu terjadi lewat pilot yang kita tidak ketahui namanya, pilot yang kita doakan tanpa kita ketahui agamanya, pilot yang tidak kita adili kualitas moralnya menggunakan ajaran moral agama kita. Belum pernah juga ada yang menolak naik pesawat terbang gara-gara pesawat terbang dibuat oleh orang-orang yang tidak seagama. Saat duduk di kursi pesawat, kita yakin semua pemangku kepentingan melakukan kewajibannya dengan kehendak baik untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Saya mungkin ada di golongan para naif, mendambakan kehidupan beragama seperti di dalam pesawat terbang. Kita memilih menggunakan pesawat karena yakin akan profesionalisme dunia penerbangan, komitmen maskapai pada keselamatan, kecakapan pilot, kopilot serta awak-awak pesawat, bukan karena agama. Mungkin saya naif jika berharap agama dikembalikan ke tempatnya yang suci, sebagai suluh perilaku, bukan sekedar identitas pengkotak-kotakan masyarakat yang rentan dijadikan tunggangan untuk merebut kuasa dan sumber-sumber ekonomi.

Salam dari Mbetawi,
13 Maret 2016

NB : penulis (saya ) sama sekali tidak mengenal pembuat tulisan ini. Isinya kami jadikan ibrah utk kesadaran kepada sahabat semuanya. Semoga apa yang tertulis ini bisa mendatangkan manfaat bagi terjaganya sikap toleransi untuk saling menghormati walau berbeda keyakinan.

Kadiv Humas Polri Bersama Karo Dan PJU Berikan Penghormatan Terakhir Pada Anggota

Tangerang,Maspolin.id – Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Muhammad Iqbal, S.I.K. M.H., bersama Karo dan pejabat utama Divisi Humas polri Memberikan penghormatan terakhir kepada Widyaiswara utama Sespim lemdiklat polri Irjen Pol. Drs. Ferdie Fomalhout Jermias Mirah.

Kepala Badan Penanggulangan Terorisme ( BNPT ) Komjen Pol.Drs. Suhardi Ailius,M.H, memimpin upacara penyerahan jenazah Irjen Pol.Drs. Ferdie Fomalhout Jermias Mirah di kediaman almarhum,Rempoa, Tangerang Selatan,senin (9/9).

Almarhum pernah menjabat sebagai Karo PID  Divisi Humas Polri. Polri telah kehilangan putra terbaik yang turut membangun Devisi Humas Polri. 
Jendral bintang Dua ini wafat pada 6 September 2019 wafat di Bali karena serangan jantung yang di deritanya.

Lilik

KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID FAUZUL AZIM MEDAN

KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID FAUZUL AZIM MEDAN

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Fauzul Azim jalan Tangkuk Bongkar X No 46 Tegal Sari Mandala II Medan Denai, Selasa 10 September 2019.

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi, Kapolsek Medan Area Kompol Anjas Asmara Srg,Bkm Masjid Fauzul Azim, Tokoh agama, tokoh masyarakat, Personel Polsek Medan Area serta jamaah masjid Fauzul Azim yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu ramah dengan pengurus Bkm Fauzul Azim, Sholat Subuh berjamaah dan Foto Bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi mengatakan Kegiatan Sholat Subuh ini hanya semata-mata untuk ibadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt. Ini merupakan Program Kami menyapa subuh dan membangun silaturahmi serta menyampaikan informasi yang berkembang saat ini.

Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doa serta kerjasamanya. keamanaan kita, Kota medan saat ini terus berlangsung aman dan semoga anak cucu kita mengawal bangsa dan negara ini semakin maju.

Sesuatu yang baik jika kita sampaikan berulang-ulang akan tertanam dihati kita menuju hal yang baik. Setiap manusia diberi amanah,Apakah kita Polisi, TNI, Masyarakat, Guru dan lain-lain semua adalah amanah. Dan amanah tersebut akan diminta pertanggung jawaban maka sebagai manusia yang ingin berakhir hidup dengan baik khusnul khotimah maka niat harus ditanamkan apa yang terkandung didalam Al qur’an. Niat menjadi sebaik-baiknya manusia hidup harus bermanfaat untuk lingkungan Rahmatan lil alamin.

Ada beberapa hal yang perlu disampaikan yaitu masalah narkoba. Mari kita perkuat masyarakat kita harus sama-sama mengatasi bagaimana supaya jangan terpengaruh narkoba.kalau kita perkuat maka peredarannya tidak akan laku.*

Novian Harhara

Tak Hiraukan K3, LSM Lira Bojonegoro Akan Laporkan Pelaksana Proyek Pelebaran Jalan Bojonegoro-Nganjuk

Bojonegoro,Maspolin.id – Pekerjaan Paket Rekonstruksi dan Pelebaran Jalan batas Kabupaten Bojonegoro – Nganjuk di ruas Km 37 tepatnya di Kecamatan Temayang dari UPT PJJ (Pengelolaan Jalan dan Jembatan) Bojonegoro yang dikerjakan PT Timbul Persada diduga tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3).

DPD LSM LIRA Bojonegoro dalam pantaunnya dilapangan menyayangkan lemahnya pengawasan dan pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi jalan terkait K3 dan juga ada bahan matreal bescouse yang di gunakan diduga tidak sesuai spesifikasi.

Sunyoto selaku Ketua LIRA Bojonegoro akan melaporkan temuan adanya pelaksana pekerjaan yang tidak memperhatikan K3 dan minimnya safty bagi pengguna jalan serta diduga ada bahan yang tidak sesuai spesifikasi pada pembangunan rekonstruksi jalan tersebut,dalam hal ini akan kita tindak lanjuti dan akan kita laporkan.

Dilain pihak Agus selaku pelaksana PT.Timbul Persada saat dihubungi melalui telpon seluler pribadinya mengatakan untuk K3 kita sudah kita perhatikan sedangkan untuk bescouse sudah melibatkan banyak pihak termasuk konsultan pengawas

Yusup selaku konsultan pengawas saat di singgung tentang K3, ya nanti kita ingatkan mas” ucapnya.

Seperti diketahui, pagu proyek rekonstruksi dan pelebaran Jalan batas Bojonegoro- Nganjuk belum jelas anggarannya, mengingat papan informasi belum dipasang di lokasi pekerjaan tersebut.

E-Sorot/Red

Takut Terjaring Operasi Patuh Semeru 2019, Dua Motor Pelajar di Jombang Terlibat Kecelakaan

Jombang,Maspolin.id – Sejumlah pengendara sepeda motor di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berusaha menghindari razia polisi yang sedang menggelar operasi Patuh Semeru 2019.

Bahkan, puluhan pengendara sepeda motor yang masih dibawah umur dan berseragam sekolah berusaha memutar balik kendaraannya saat melihat ada razia polisi, karena takut dikenakan tilang (bukti pelanggaran), Sabtu (7/9/2018).

Kejadian itu terlihat saat polisi menggelar razia kendaraan dalam rangka Operasi Patuh (Optuh) Semeru 2019. Dalam kegiatannya, petugas menyasar pengendara sepeda motor yang masih di bawah umur di kawasan Jalan Kusuma Bangsa Kota Jombang.

Petugas yang mengetahui kejadian itu langsung berusaha menghentikannya dan memberikan arahan agar tidak memutar balik kendaraannya, karena sangat membahayakan bagi dirinya maupun pengendara lain.

Bahkan, dalam operasi Patuh Semeru kali ini sempat terjadi insiden kecil, yaitu siswi sekolah yang mengendarai sepeda motor Scoopy tertabrak pengendara sepeda motor Beat dari arah belakang ketika akan putar balik arah. Beruntung tidak ada korban luka, hanya motor Scoopy mengalami kerusakan pada bagian samping depan dan bawah sebelah kanan.

“Iya, terjadi kecelakaan tadi karena mungkin dia tau ada razia dia putar balik, karena tidak melihat di belakangnya akhirnya tertabrak yang dari belakang. Tapi tidak apa-apa, karena masih sekolah jadi merasa takut,” kata Iptu Mulyani.

Lanjut Mulyani, dalam razia yang sudah digelar selama delapan hari ini, kurang lebih sudah sebanyak 2.500 pelanggar yang diberikan sanksi tilang. Mereka didominasi pelajar yang masih berusia di bawah umur.

“Selama delapan hari ini, pelanggaran didominasi helm dan anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar,” ujarnya.

Razia ini akan terus dilaksanakan hingga batas waktu yang sudah ditentukan, sedangkan sasaranya akan dilakukan secara bergiliran di titik-titik tertentu. Dalam operasi patuh ini, ada delapan fokus sasaran menjadi bidikan petugas. Yakni penggunaan helm tidak sesuai standar, pengendara dalam pengaruh alkohol, pengedara di bawan umur dan menggunakan HP saat berkendara.

Selain pengendara roda dua, razia juga akan menyasar pengendara roda empat yang tidak memakai sabuk pengaman atau safety belt, kecepatan melebihi batas maksimum, melawan arus serta penggunaan lampu rotator atau strobo.

“Operasi Patuh Semeru ini akan kami laksanakan hingga tanggal 11 September 2019, bagi pelanggar langsung kami kenakan tilang untuk sidang di pengadilan,” pungkas Iptu Mulyani.

Jajang

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Empat Kasus Perdagangan Ilegal dengan Potensi Kerugian Negara Rp2,15 Miliar Diungkap...

Lampung Selatan, LAMPUNG – Maspolin.id|| Polda Lampung bersama jajaran mengungkap empat kasus dugaan kejahatan ekonomi dan perdagangan ilegal, mulai dari peredaran rokok tanpa pita...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.