Brimob PMJ Bagikan MBG untuk Anak Jalanan di Karet

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya membagikan paket makanan bergizi gratis kepada siswa di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ), kawasan Karet, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025).

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Anton Asrar, S.H., S.I.K., mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah pusat.

“Ini bukti bahwa kami di Satuan Brimob Polda Metro Jaya mendukung penuh kesehatan dan tumbuh kembang anak untuk masa depan mereka,” ujar Anton.

Paket makanan bergizi yang dibagikan terdiri dari nasi, lauk ayam, tempe, tahu, sayur, buah, air mineral, dan susu.

Selain pembagian makanan, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan peran dan tugas Brimob kepada para siswa.

“Kami juga mengenalkan Brimob kepada para siswa, termasuk tugas-tugasnya dan peralatannya,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari siswa dan pihak sekolah sebagai bentuk perhatian terhadap anak-anak jalanan.

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polri Lakukan Penyelidikan Gugurnya Anggota Polri Tertembak Saat Patroli di Yalimo

PAPUA – Maspolin.id|| Seorang anggota Polri yang bertugas dalam Operasi Damai Cartenz menjadi korban penembakan saat melaksanakan patroli rutin di wilayah Kabupaten Yalimo, Papua. Korban, Briptu Iqbal Anwar Arif, mengalami luka tembak di bagian leher dan telah dinyatakan gugur dalam tugas. Jenazahnya saat ini sudah diterbangkan ke Jakarta untuk dimakamkan setelah menerima kenaikan pangkat menjadi Brigpol Anumerta.

Peristiwa terjadi Jum’at sekitar pukul 16.30 WIT di sekitar PT. AMO. Tim patroli, yang menggunakan dua kendaraan, sedang melintas di sebuah tanjakan ketika menemukan papan kayu melintang di jalan. Saat kendaraan pertama berhenti untuk memeriksa, tembakan tiba-tiba datang dari sisi kanan tebing. Salah satu peluru mengenai Briptu Iqbal, yang langsung dilarikan untuk mendapatkan pertolongan.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Rahmadani menjelaskan bahwa pasca insiden, seluruh personel di lapangan telah diperintahkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Polri juga memastikan bahwa keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Kejadian ini merupakan tantangan yang harus kami hadapi sebagai bagian dari tugas menjaga keamanan di Papua. Kami terus memantau perkembangan situasi di lokasi,” ujar Brigjen Faizal Rahmadani.

Brigjen Faizal menambahkan, Operasi Damai Cartenz berkomitmen menciptakan stabilitas di Papua, meskipun menghadapi berbagai ancaman.

“Polri tidak akan gentar dalam menjalankan tugas. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Tindakan seperti ini hanya memperkuat komitmen kami untuk menegakkan hukum dan melindungi masyarakat,” tegasnya.

Saat ini, Polri tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membantu memberikan informasi yang dapat mempercepat proses penyelidikan.

“Kami meminta dukungan masyarakat agar peristiwa ini dapat diselidiki dengan tuntas dan pelaku dapat segera diketahui, demi terciptanya keamanan dan kedamaian di Papua,” tutup Brigjen Faizal Rahmadani.

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Ramai Warganet Boikot Patwal Mobil RI-36, Simak Aturan Pengawalan dari Polri

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Masih lekat di ingatan beberapa waktu lalu, warganet dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan tindakan arogan petugas pengawal (patwal) berpelat nomor khusus mobil RI 36 di jalan raya.

Dalam video itu, terlihat mobil RI 36 sedang melintas ketika sebuah taksi eksekutif berusaha menyalip. Polisi patwal segera menghentikan motornya di samping taksi tersebut, sembari menunjuk sopir dengan gestur keras. Video ini memicu reaksi warganet untuk memboikot patwal dan mobil milik pejabat tertentu.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menyoroti seruan warganet akan aksi boikot patwal dan mobil itu dalam paradigma hukum. Menurutnya, setiap warga negara memiliki status yang sama saat melintas di jalan raya.

“Jadi bagi saya persamaan di hadapan hukum itu perlu. Perlu dilihat indikatornya di jalan raya, apakah juga ada persamaan di jalan raya,” kata Asfinawati dalam sebuah tayangan reels.

Selain itu, ia menyebut bahwa pengawalan kendaraan yang tidak sesuai dengan aturan hukum perlu diberi penindakan khusus.

“Kalau pengawalannya itu tidak sesuai dengan peraturan ya harusnya kita (masyarakat) gak melakukan kesalahan dong. Justru yang mendapatkan pengawalan dan yang mengawal itu yang melakukan kesalahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa aksi arogansi petugas Patwal tidak dapat dibenarkan.

Ia memastikan kasus ini sudah ditindaklanjuti untuk mengidentifikasi pelanggaran yang dilakukan oleh petugas tersebut.

“Kami juga minta maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu terkait personel Patwal,” tutur Slamet.

Mengutip laman resmi Polri, aturan dalam perundang-undangan memberikan peluang untuk mendapatkan prioritas menggunakan jalan dalam berlalu lintas. Hak utama itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 1993.

Adapun, dalam Pasal 65 ayat 1 disebutkan, pemakai jalan wajib mendahulukan sesuai urutan prioritas, diantaranya mobil pemadam kebakaran, hingg ambulans saat memberi pertolongan pada lakalantas.

Kemudian, kendaraan Kepala Negara (Presiden dan Wakil Presiden) atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, konvoi atau pawai kendaraan orang cacat, serta kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.

Kendaraan yang mendapatkan prioritas tersebut, harus disertai dengan pengawalan petugas yang berwenang atau dilengkapi dengan isyarat atau tanda-tanda lain.

Dalam ayat 3 ditegaskan lagi, petugas yang berwenang melakukan pengamanan apabila mengetahui adanya pemakai jalan yang diprioritaskan tersebut.

Dalam ayat 4 ditambahkan, perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas tentang isyarat berhenti tidak diberlakukan kepada kendaraan-kendaraan sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 huruf “a” sampai dengan “e”.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

In Memoriam Brigjen Pol (Purn) Yusri Yunus

JAKARTA – Maspolin.id|| Kabar duka datang dari kepolisian Indonesia. Brigjen Pol (Purn) Yusri Yunus, mantan Dirregident Korlantas Polri, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (19/1/2025) malam. Almarhum wafat pada usia 58 tahun.

Almarhum Brigjen Pol (Purn) Drs. Yusri Yunus mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Minggu (19/1/2025) sekitar pukul 20.53 WIB.

“Innalillahi wa innaillaihi roji’un. Telah meninggal dunia, Bapak BJP (Purn) Drs. Yusri Yunus (Akpol 91), mantan Dirregident Korlantas Polri, pada hari ini, Minggu, 19 Januari 2025, pukul 20.53 di RSCM,” ujar Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya, Minggu malam.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka yang berlokasi di Cluster Kebayoran View, Blok A No. 11, Jalan Kebayoran Residence, Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. Brigjen Pol Trunoyudo juga menginformasikan bahwa prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Senin (20/1/2025) pagi.

“Rencana pemakaman akan dilakukan di TPU Tanah Kusir, Senin, 20 Januari 2025, sekitar pukul 9.30 WIB, dengan pemberangkatan dari rumah duka,” jelasnya.

Ia turut menyampaikan doa dan harapan bagi almarhum. “Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosanya, diterima segala amal kebaikannya, dan mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT. Aamiin,” tambah Trunoyudo.

Yusri Yunus lahir di Sulawesi Selatan pada 21 Desember 1966. Ia dikenal sebagai sosok perwira yang memiliki rekam jejak panjang dan cemerlang dalam kepolisian. Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah Kabid Humas Polda Metro Jaya, posisi yang membuatnya dikenal luas oleh publik.

Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya jenderal bintang satu lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 ini. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa beliau mengembuskan napas terakhir di kediamannya.

Semasa hidupnya, Yusri Yunus memiliki hubungan dekat dengan sejumlah tokoh penting di Polri, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi. Ketiganya merupakan rekan seangkatan di Akpol.

Karier Yusri Yunus dimulai dari penugasan di Direktorat Lalu Lintas, di mana ia menghabiskan sebagian besar waktu dalam bidang lalu lintas dan registrasi kendaraan. Jabatan terakhirnya sebelum pensiun adalah Dirregident Korlantas Polri, sebuah posisi strategis yang bertanggung jawab atas pengaturan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor di Indonesia.

Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Kapolres di beberapa wilayah, termasuk Bintan dan Tanjung Pinang. Keberhasilannya dalam menjalankan tugas membuatnya dihormati oleh rekan kerja maupun masyarakat luas.

Berbagai penghargaan juga pernah ia terima, seperti Satyalancana Dwidya Sistha pada 2002 dan Satyalancana Pengabdian 8 Tahun pada 2004. Penghargaan tersebut menjadi bukti dedikasi dan kontribusi besar yang ia berikan selama bertugas di institusi Polri.

Berita kepergian Yusri Yunus membawa duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat yang mengenalnya. “Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” tulis pesan duka yang tersebar melalui berbagai platform.

Kepergian Brigjen Pol Yusri Yunus juga meninggalkan kenangan dan jejak pengabdian yang tak terlupakan. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai perwira polisi yang berdedikasi tinggi bagi bangsa dan negara.

 

** Dikutip dari Visi News edisi Senin, 20 Januari 2025.

red/mpl/pr

Nanang Dendam Kepada Sandy karena Pernah di Ludahi

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Polisi mengungkap motif di balik pembunuhan aktor Sandy Permana. Dalam kasus ini, pelaku pembunuhan adalah Nanang Irawan alias Gimbal.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Wira Satya Triputra, menyebut bahwa Nanang adalah tetangga Sandi. Dari pendalaman kepada tersangka, diketahui motif yang melatarbelakangi adalah dendam pribadi sejak 2017.

“Untuk motif daripada pelaku ataupun tersangka melakukan perbuatan tersebut, adalah disebabkan karena pelaku ataupun tersangka sakit hati karena merasa direndahkan oleh korban,” ujar Kombes. Pol. Wira dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Kamis (16/1/25).

Ia menjelaskan, pada beberapa saat sebelum kejadian penusukan, korban sempat memberikan tatapan sinis dan meludah ke arah Gimbal. Lalu, Gimbal emosi dan bergegas mengambil pisau untuk menusuk korban.

“Tersangka merasa direndahkan oleh korban dengan cara korban melihat secara sinis ke arah tersangka, kemudian korban meludah ke arah tersangka,” jelas Kombes. Pol. Wira.

 

Tribratanews

bjak/mpl/ma

Bertemu Anggota Polri Disabilitas, Komjen Dedi: Saya Bangga dengan Kalian

ITWASUM POLRI – Maspolin.id|| Inspektorat Pengawas Umum (Irwasum) Polri Komjen Dedi Prasetyo mengundang 16 anggota Polri yang masuk melalui jalur disabilitas. 16 anggota yang tersebar di berbagai Polda seluruh Indonesia ini dihadirkan untuk bersilaturahmi dan berdiskusi.

Dedi mengatakan, rekrutmen anggota Polri jalur disabilitas menunjukan kepedulian Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Kapolri sangat peduli dan ramah terhadap kaum disabilitas.

“Pak Kapolri buat satu kebijakan inklusif, membuka kesempatan yang sama. Kemudian membuka kebijakan-kebijakan yang memberikan peluang yang egaliter kepada masyarakat, termasuk setelah nanti dia dididik, dan menjadikan anggota Polri pun diberikan kesempatan untuk meniti karir yang sama,” kata Dedi di gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (17/1/2025).

Dedi pun menyampaikan kebanggaannya terhadap anggota Polri disabilitas. Hal ini lantaran sudah melewati pendidikan di SPN maupun Sepolwan yang cukup berat dengan baik.

Dalam pertemuan ini, terdapat 14 anggota Polri disabilitas melalui jalur bintara maupun perwira. Dua diantaranya merupakan polisi wanita (polwan).

“Belum tentu juga yang kita rekrut itu, pemuda-pemudi yang dalam kondisi fisik yang normal itu dia kuat untuk mengikuti pendidikan dasar. Tapi rekan-rekan sudah menunjukkan dan membuktikan itu semuanya. Saya bisa,” katanya.

Dedi menuturkan, dalam pertemuan ini menghadirkan beberapa pejabat Mabes Polri untuk bisa berdialog dan berdiskusi terkait ruang jabatan yang kelak nanti dijalani para anggota Polri disabilitas.

Lebih lanjut, mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, rekrutmen Polri jalur disabilitas diawali dengan studi komprehensif ke negara-negara yang sudah lebih dahulu merekrut anggota kepolisian dari disabilitas.

Ia pun mencontohkan negara Inggris yang jauh lebih maju dalam misi perekrutan, pembinaan karir, dan Inggris punya universitas tertua di dunia yaitu Oxford University yang usianya sudah hampir seribu tahun lebih.

“Makanya salah satu kiblat kita di bidang manajemen manusia, yaitu salah satu di Inggris. Karena Inggris jauh lebih maju, jauh lebih progresif, dan juga sangat ramah terhadap teman-teman atau saudara-saudara disabilitas,” katanya.

Nantinya, kata Dedi, para anggota Polri disabilitas ini akan diarahkan ke bidang yang sesuai keinginannya. Entah di bidang IT, siber, lantas, reskrim maupun fungsi lainnya di Polri.

Bahkan, jika nanti anggota ingin mengembangkan kemampuan diri dengan menempuh pendidikan lebih tinggi maka akan difasilitas.

“Yang penting rekan-rekan tidak boleh nyerah menghadapi keadaan, juga tidak boleh takut, dan rekan-rekan tetap bagian daripada komunitas kepolisian yang kita banggakan,” katanya.

Selain itu, Dedi menjelaskan Polri juga mempersiapkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk merekrut sumber daya manusia dari kelompok, dari golongan sekolah menengah pertama untuk bisa masuk ke SMA unggulan. Nantinya setelah lulus diproyeksikan masuk ke universitas-universitas terbaik yang ada di dalam negeri maupun di dunia.

“Jadi pertemuan hari ini saya panggil seluruh hari ini dari seluruh Indonesia, saya ingin lihat bagaimana perkembangan rekan-rekan,” katanya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Waktu yang Tepat untuk Minum Kopi

JAKARTA – Maspolin.id|| Tim peneliti yang dipimpin ahli dari Universitas Tulane, Amerika Serikat (AS), menemukan bahwa minum kopi di pagi hari bisa memiliki lebih banyak manfaat ketimbang membagi konsumsi kopi sepanjang hari. Manfaat minum kopi di pagi hari salah satunya hidup lebih lama.

Studi yang ditulis di European Heart Journal ini melibatkan lebih dari 40 ribu partisipan. Seluruh partisipan diteliti kesehatan, nutrisi, dan gaya hidupnya.

Adapun itu, kebiasaan minum kopi, ada dua pola minum kopi yang berbeda yakni minum kopi sebelum tengah hari dan minum kopi sepanjang hari. Lebih dari sepertiga partisipan (36 persen) dikategorikan sebagai peminum kopi pagi, sementara sekitar 14 persen peminum kopi sepanjang hari.

Sepanjang periode tindak lanjut, sebanyak 4.295 partisipan meninggal dunia. Setelah melihat berbagai faktor, peneliti menemukan, peminum kopi pagi 16 persen lebih kecil kemungkinan untuk meninggal dunia dibanding yang tidak minum kopi.

Kemudian, mereka juga 31 persen lebih kecil kemungkinan meninggal akibat penyakit jantung.

“Penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa minum kopi tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, dan tampaknya menurunkan risiko beberapa penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2,” ujar Lu Qi, peneliti utama dalam studi dikutip dari The Independent, Rabu (8/1/25).

Ia menyebutkan, bukan hanya minum kopi dan seberapa banyak konsumsi kopi, tapi juga waktunya. Lantas, kenapa minum kopi pagi atau sebelum tengah hari jadi waktu terbaik minum kopi?

Ia menjelaskan, penjelasan paling mungkin adalah minum kopi di sore atau malam hari bisa mengganggu ritme sirkadian dan kadar hormon melatonin.

“Hal ini, pada gilirannya, menyebabkan perubahan pada faktor risiko kardiovaskular seperti peradangan dan tekanan darah,” jelasnya.

 

red/mpl/nn

Dalam Kebakaran di Glodog 4 Jenazah ditemukan

JAKARTA – Maspolin.id|| Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menemukan empat mayat dalam kebakaran di gedung Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, dan telah dievakuasi, pada Kamis.

“Jadi total yang telah kita evakuasi itu ada empat jenazah, empat korban. Tadi satu sudah kita turunkan. Nah, tadi juga sama-sama kita saksikan ada dua kantong jenazah (diturunkan),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Sementara satu jenazah lainnya, kata Satriadi, akan segera diturunkan. “Satu lagi nanti kita akan turunkan lagi ke bawah,” kata dia.

Keempat jenazah tersebut, kata Satriadi, ditemukan di lantai 8 gedung Glodok Plaza.

“Jadi, dua jenazah tadi ditemukan di lantai 8. Sama dengan jenazah yang awal juga di lantai 8. Nah ini (jenazah keempat) ditemukan juga di lantai 8,” tutur Satriadi.

Dia menuturkan, pihaknya kesulitan untuk mengidentifikasi korban lantaran kondisi jenazah yang sudah hangus terbakar.

“Nah ini karena korban kita temukan sudah tidak untuk diidentifikasi agak sulit, karena memang sudah terbakar gitu ya. Dan untuk itu perlu dilakukan investigasi atau perlu Inafis dari kepolisian. Tadi dari kepolisian sudah berkomunikasi sama kami,” ujarnya.

Identifikasi keempat jenazah akan dilakukan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Satriadi juga belum dapat memastikan kapan proses evakuasi selesai dilakukan lantaran terdapat titik-titik api yang belum semua dipadamkan.

“Kita belum bisa pastikan karena memang kan area yang terbakar cukup luas ya. Nah, kita juga harus memastikan titik-titik api mana lagi yang berpotensi terjadinya kebakaran,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, jumlah orang hilang dalam kebakaran gedung Glodok Plaza, Tamansari, Jakarta Barat, yang terjadi pada Rabu malam (15/1) bertambah dari lima menjadi delapan orang.

Delapan orang tersebut adalah Ade Aryati (29), Sinta Amelia (20), Aldrinas (29), Aulia Belinda (28), Odima Yukari (25), Deri Saiki (25), Indira Seviana Bela (25) dan Keren Shalom J (21).

 

Antara

bjak/mpl/apl

Siti Khadijah Ibunda Mahfud MD Meninggal Dunia Hari Ini di Madura

Foto Tribun News

 

JAKARTA – Maspolin.id|| Ibunda mantan Menteri Koordinator Bidang Polituk, Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Siti Khadijah, meninggal dunia pada Jumat (17/1/2025) hari ini. Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa Khadijah wafat di Madura, Jawa Timur, pada usianya yang ke-94 tahun. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Staf Mahfud, Ocha. “Mohon doanya dan minta maaf atas segala dosa. Ibunda saya Hj Siti Khadijah wafat dalam usia 94 tahun di Madura hari ini: Jumat, tanggal 17 Januari 2025,” demikian tertulis dalam pesan yang beredar, Jumat.

Melalui akun Instagram-nya, Mahfud menyebut ibunya wafat pada subuh tadi.

“Bu, kepergianmu menghadap Sang Khalik ba’da subuh pada Jumat pagi ini mengagetkan anakmu,” tulis Mahfud. “Tentu saya menangis, tetapi terus berdoa dan membaca surat Yasin untukmu, surat dalam Quran yang engkau hafal dan selalu baca,” sambungnya.

** Artikel ini telah tayang di Kompas.com, edisi Jumat 17 Januari 2025.

red/mpl/pr

Ini Dia Polisi yang Siap Melayani dan Melindungi Warga, Bripka Syahid Rela Badannya dijadikan Jembatan

Sumbawa Barat, NTB – Maspolin.id|| Aksi heroik seorang anggota polisi, Bripka Abdul Syahid viral di media sosial usai merelakan dijadikan sebagai jembatan.

Bripka Syahid rela badannya diinjak oleh seorang ibu dan anaknya saat ingin melintasi jalan yang terputus akibat bencana longsor di Kecamatan Sengkongkang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Saat itu, Bripka Syahid yg juga merupakan seorang bhabinkamtibmas mencoba untuk menyebrangkan ibu dan anak tersebut, karena ada jembatan putus dengan cara menidurkan badannya di antara jalan yang renggang akibat jembatan putus karena banjir bandang sehingga ibu tersebut bisa melintas.

*Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Pol Dedi Prasetyo yang mendengar laporan ini menyampaikan apresiasinya terhadap tindakan yang dilakukan Bripka Abdul Syahid. Dedi menyampaikan Bripka Syahid menunjukkan kehadiran seorang Polisi di tengah masyarakat dalam arti yang sebenarnya. Ia berharap Tindakan Bripka Syahid menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri lain untuk selalu siap melayani dan melindungi masyarakat.*

“Polisi Inspiratif yang perlu menjadi contoh untuk selalu tetap berbuat baik kepada sesama. Terima kasih kepada Bripka Syahid yang sudah betul-betul memegang teguh tugas pokok Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” kata Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (16/1).

Dedi menegaskan, bahwa Polri tidak pernah berhenti berbenah dalam rangka untuk menjaga kepercayaan publik.

“Polri tidak akan pernah berhenti melayani dan mengayomi masyarakat. Polri akan selalu ada dan hadir di tengah-tengah masyarakat,” demikian Dedi Prasetyo.

 

Tribratanews

red/mpl/sss

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Pria 55 Tahun Diamankan Polrestabes Bandung Lakukan Budidaya Ganja di Atap...

BANDUNG, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Polrestabes Bandung mengungkap praktik budidaya tanaman ganja di atap sebuah rumah di Jalan Sriwulan, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.