Buaya Muara yang Hebohkan Nelayan Ditemukan Mati

Cilacap, Maspolin.id – Buaya muara yang belakangan sering terlihat berkeliaran di sekitar perairan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, dan meresahkan masyarakat khususnya nelayan, Minggu (4/8/2019) pagi, berhasil dievakuasi Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Cilacap.

Buaya tersebut ditemukan di Segara Anakan, persisnya di Kali Gladakan, namun sudah dalam keadaan mati.

Buaya ini pertama kali ditemukan oleh Daryanto, nelayan jaring apong warga Dusun Ciperet, Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Selatan sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu dia akan mengangkat jaringnya di Kali Gladakan, tetapi tersangkut seekor buaya. Daryanto pun langsung melaporkan penemuan tersebut ke Sat Polair Polres Cilacap.

Sat Polair yang kebetulan sedang melakukan patroli laut langsung mendatangi lokasi penemuan buaya tersebut.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto melalui Kasat Polair Polres Cilacap AKP Huda Syafi’i mengatakan, penemuan buaya muara ini memang benar dan saat ini buaya tersebut sudah dievakuasi menggunakan kapal Polair Polres Cilacap.

“Buaya tersebut akan diserahkan ke BKSDA Cilacap guna penanganan lebih lanjut,” ungkap Huda Syafi’i.

Seperti diketahui, nelayan setempat dihebohkan dengan kemunculan buaya muara yang diperkirakan memiliki panjang sekitar 3 meter.

Dan kemunculan buaya tersebut beberapa kali sempat terekam kamera milik warga. (Estanto)

GUDANG PUPUK ORGANIK DI SIDODADI BANGILAN DI LALAP SI JAGO MERAH

Tuban,Maspolin.id – Pada hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2019, sekira pukul 14.30 Wib didalam pabrik pupuk organik UD. SETYA GUSTI milik Sdr MUSTOLIH FU’AD Dsn Soto Ds Sidodadi, Kec Bangilan, Kab Tuban, telah terjadi kebakaran gudang diduga akibat korsleting listrik.

Nampak Anggota Polsek Bangilan dipimpin Kapolsek Bangilan AKP BUDI HANDOYO SH., AIPDA JAUHARUDIN ( SPKT ), BRIPKA HASANUDIN (PS Kanit Reskrim), BRIPKA GENDUT K (Bhabinkamtibmas), BRIGADIR AGUNG DP (SPKT) serta Babinsa desa Sidodadi SERTU SUGIARTO (anggota Koramil Bangilan) mendatangi TKP dan koordinasi dengan petugas pemadam kebakaran.

Menurut keterangan Sakai Pada hari Sabtu tanggal 3 Agustus 2019, sekira pukul 14.30 Wib didalam pabrik pupuk organik UD. SETYA GUSTI milik Sdr MUSTOLIH FU’AD turut Dsn Soto Ds Sidodadi, Kec Bangilan, Kab Tuban, telah teljadi kebakaran gudang diduga akibat korsleting listrik, saat itu tidak ada orang digudang karena sudah berhenti beroperasi sejak 3 (tiga) bulan yang lalu, adapun bahan pembuatan pupuk organik tersebut yang terbakar berasal dari kotoran hewan, belerang dan gamping.

Petugas dari Polsek Bangilan bersama dengan 2 unit PMK dan BPBD Kab Tuban dan warga berusaha memadamkan api tersebut, Asap kobaran api tersebut beracun sehingga 2 petugas dari PMK Jatirogo mengalami keracunan atas nama WARSONO, dan DIMAS dan dirawat di puskesmas Jatirogo. Hingga saat ini kobaran api masih berusaha di padamkan.

Ags/Hum

Bupati Bangkalan Bereaksi Atas Penangkapan 2 Pejabatnya

Bangkalan,Maspolin.id – Penangkapan terhadap dua pejabat di lingkungan pemkab Bangkalan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) menimbulkan reaksi bupati Bangkalan.

R Abdul Latif Amin Imron mengaku prihatin atas peristiwa penangkapan anak buahnya dan berharap tak ada lagi pejabat yang tersangkut kasus korupsi. Pasalnya, kasus yang diungkap merupakan tindak pidana korupsi pengadaan kambing etawa tahun 2017. Meskipun begitu, bupati memasrahkan kasus tersebut pada proses hukum.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi, kita akan serahkan sepenuhnya kepada proses hukum,” kata Ra Latif, sapaan akrab bupati, Minggu (4/8/2019).

Dia juga meminta kedua pejabat yang menjalani proses hukum itu kooperatif. Meski demikian, Mantan Wakil Ketua DPRD Bangkalan itu mengedepankan praduga tak bersalah. Hal itu berkaitan dengan sanksi yang akan diberikan kepada kedua penjabat tersebut.

”Kita tunggu aja nanti di pengadilan seperti apa. Asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan, sekalipun dua pejabat Pemkab Bangkalan sedang menjalani proses hukum,” terangnya.

Dia memastikan kasus hukum yang menimpa dua pejabat tersebut tidak akan mengganggu roda pemerintahan dan proses pelayanan publik kepada masyarakat Kabupaten Bangkalan. Pihaknya mengaku akan secepatnya mengambil langkah strategis guna mengisi kekosongan jabatan. Sebab, kedua tersangka masih aktif mengisi jabatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Secepatnya kita akan mengambil langkah, siapa yang akan mengisi kekosongan beliau, dua pejabat itu. Dugaan kasus ini bisa menjadi pelajaran bersama bagi pejabat yang lain agar tidak melanggar hukum dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kejari Bangkalan telah menetapkan Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bantuan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 9 miliar tersebut.

Mulyanto Dahlan merupakan mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Sedangkan, Syamsul Arifin adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang masih aktif.

Penetapan tersangka terhadap dua pejabat tersebut, berawal dari proses penyelidikan yang dilakukan Kejari Bangkalan terhadap proyek pengadaan kambing etawa yang menjadi program DPMD dan BPKAD di tahun 2017 era bupati RK Muh Makmun Ibnu Fuad. Pengadaan kambing etawa untuk 273 desa yang tersebar di 18 kecamatan itu dianggarkan senilai Rp 9,2 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Perinciannya, setiap desa mendapat anggaran sebesar Rp 33.750.000 untuk pembelian 4 ekor kambing etawa betina senilai Rp 13.750.000, termasuk Rp 800 ribu biaya transportasi. Sementara, untuk pembelian seekor kambing etawa jantan dianggarkan senilai Rp 10 juta, termasuk Rp 800 untuk ongkos kirim. Kemudian, Rp 10 juta untuk kebutuhan pembuatan kandang.

Tak hanya itu, kasus tersebut menimbulkan reaksi demonstrasi berjilid dari sejumlah aktivis di Bangkalan karena tak juga menemukan titik terang. Hingga akhirnya, Jumat 2 Agustus 2019 Kejari memutuskan untuk menangkap dua pejabat OPD di Bangkalan.

(rid)

Babinsa Gadekan Ikut Meriahkan Jalan Sehat dan Tabur Bunga Ke TMP Jurug

Surakarta,Maspolin.id – Babinsa Kelurahan Gandekan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Suparno ikut serta dalam kegiatan jalan sehat dan Tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti Jurug, Kegiatan diawali dengan jalan sehat dengan titik kumpul di depan Kantor Kelurahan Jln. Sungai Batang Hari kemudian warga berjalan menuju TMP Kusuma Bakti Jurug dengan jarak -+3 km. Minggu (4-8- 2019)

Sertu Suparno menyampaikan Kegiatan yang di selenggarakan oleh Kelurahan Gandekan beserta warga dalam rangka untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 Tahun 2019.

Tambahnya kegiatan ini adalah merupakan tradisi Tahuanan yang di selenggarakan oleh Kelurahan Gandekan dengan maksud dan tujuan untuk mengenang jasa para Pahlawan Kusuma Bangsa yang berjuang untuk merebut kemerdekaan dan untuk menanamkan rasa cinta kepada Tanah air khususnya para generasi muda, di harapkan para generasi muda bisa lebih memahami bahwa Kemerdekaan yang Indonesia raih bukanlah hadiah dari bangsa asing melainkan dari perjuangan panjang para pendahulu kita yang dengan rela mengorbankan segalanya bahkan nyawanya rela di korbankan demi untuk Kemerdekaan NKRI dan di ikuti oleh seluruh warga Kelurahan Gandekan Kec Jebres Kota Surakarta.

(Agus Kemplu)

Serka Yudiyanto : Kami Datang Untuk Rakyat, TNI Kuat Bersama

Surakarta,Maspolin.id – Wujud sinergitas dengan semua elemen masyarakat di wilayahnya, Babinsa Kel Kratonan, Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Serka Yudi Widiyanto dan Sertu Rumbawa ,dalam menyambut hari kemerdekaan indonesia babinsau bersama warga melaksanakan kerja bakti dan pemasangan bendera merah putih di Jalan Lesan Pura No. 21 Rt.02 Rw 06 Kratonan Kelurahaan Kratonan Kecamatan Serengan kota Surakarta. Minggu (4/7/2019).

Dari penyampaian RW 06 Kratonan mengucapkan banyak banyak terima kasih kepada bpk babinsa telah hadir dalam kegiatan kerja bakti di wilayah RW kami

Menurut Serka Yudi, dalam kegiatan kerja bakti ini kita bisah menjalin kerja sama dengan masyarakat binaan nya dan bisah membantu tugas tugas babinsa di wilayah

”Penting bagi Babinsa untuk senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dan komunikasi yang baik dengan warga binaan supaya nantinya dapat mengetahui dan membantu setiap kesulitan atau permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat, serta guna terwujudnya Kemanunggalan TNI-Rakyat,” jelasnya
(Agus Kemplu)

Polsek Tapung Hilir Amankan 2 Orang Pria Sebagai Kurir Narkoba

Kampar, Riau,Maspolin.id – Unit Reskrim Polsek Tapung Hilir amankan 2 orang tersangka kasus penyalahgunaan narkotika jenis shabu di wilayah Desa Kota Garo Kecamatan Tapung Hilir pada Sabtu siang (3/8/2019).

Kedua tersangka kasus penyalahgunaan narkotika yang diciduk aparat Kepolisian ini adalah AG alias ND (Lk 18) dan SU alias AN (Lk 18), keduanya warga Telaga Samsam Kecamatan Kandis Kab. Siak.

keduanya berperan sebagai kurir narkoba yang disuruh seseorang untuk mengantarkan narkotika jenis shabu kepada pemesan barang haram ini di wilayah Kota Garo Tapung Hilir.

Bersama pelaku turut diamankan barang bukti berupa 2 paket narkotika jenis shabu dengan berat 15,88 gram, 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion warna merah, 4 unit Hp berbagai merek dan beberapa barang bukti lainnya terkait kasus ini.

Pengungkapan kasus ini berawal pada Sabtu (3/8) sekira pukul 13.00 wib, saat itu anggota Reskrim Polsek Tapung Hilir mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di belakang Pos Security PT. Bina Fitri Jaya wilayah Desa Kota Garo Kec. Tapung Hilir.

Menindaklanjuti informasi tersebut Kanit Reskrim Iptu Lambok Hendriko SH beserta anggota mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan penyelidikan, sekira pukul 13.30 Wib terlihat oleh petugas 2 orang laki-laki yang tidak dikenal datang kearah belakang pos Security dengan menggunakan sepeda Motor.

Kedua orang ini berdiri dibawah pohon rambutan dan sepertinya sedang menunggu seseorang, melihat hal itu salahsatu petugas yang menyamar sebagai Security ini mendekati orang tersebut namun keduanya berupaya melarikan diri sambil membuang sebuah bungkusan.

Melihat hal itu petugas langsung mengejarnya dan berhasil mengamankan kedua orang itu, selanjutnya dilakukan penyisiran disekitar TKP yang didampingi Ketua RT serta Kadus setempat.

Petugas menemukan barang bukti berupa bungkusan Rokok Sampoerna warna merah putih dan bungkusan rokok Magnum warna hitam berisi narkotika jenis shabu.

Setelah diintrogasi kedua orang ini mengaku bahwa barang haram tersebut adalah milik N yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO, para pelaku ini mengaku sebagai kurir untuk mengantar narkotika ini dengan upah Rp 1 juta.

Kapolsek Tapung Hilir melalui Kanit Reskrim Ipda Lambok Hendriko SH saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku narkoba ini, kedua tersangka dan barang bukti telah diamankan di Polsek Tapung Hilir untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penulis: Canggih/rls

Tanggapi Keluhan Masyarakat, Polres Bojonegoro Gelar Ops Skala Besar Di Jalan Veteran

Bojonegoro,Maspolin.id – Menanggapi aduan masyarakat yang merasa resah dengan adanya aksi balap liar yang hampir dilakukan setiap malam Minggu oleh beberapa remaja, Polres Bojonegoro melaksanakan patroli skala besar dan membubarkan aksi balap liar yang meresahkan di Jalan Veteran Bojonegoro, Sabtu (03/08/2019) sekitar pukul 23.30 WIB.

Kedatangan tim Patroli yang sudah direncanakan oleh Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli SIK MH MSi secara mendadak membuat para pembalap liar semburat melarikan diri hingga beberapa dari mereka membawa sepeda motornya masuk ke pematang sawah.

Dalam razia tersebut, polisi lalu lintas dibantu unit Reskrim, Sabhara dan juga Polisi Militer Bojonegoro. Petugas dibagi dalam beberapa tim untuk menyisir dan melakukan pengepungan di jalan Veteran Bojonegoro yang disinyalir hampir setiap malam Minggu sering digunakan balapan liar.

“Puluhan remaja berusia pelajar yang kita amankan, mereka melakukan aksi balap liar dan ugal-ugalan dengan menggunakan kendaraan knalpot brong di jalan raya, sehingga mengganggu masyarakat terutama pengguna jalan lain dan masyarakat yang hendak ke rumah sakit karena di sini dekat rumah sakit,” Kata Kapolres.

Para remaja beserta sepeda motornya yang terjaring mayoritas berusia pelajar itu kemudian diminta menuntun sepeda motornya mulai dari jalan Veteran hingga ke Mapolres Bojonegoro untuk dilakukan pembinaan.

“Kita lakukan pembinaan kepada mereka, harapan kedepannya kegiatan balapan liar tidak kembali terulang dan Bojonegoro ini bisa tertib sehingga masyarakat tidak terganggu bisa beraktifitas dengan nyaman dan aman,” ucap Kapolres.

Ags/Hum

Sasaran Fisik Rampung, Satgas TMMD Bikin Dapur

Cilacap, Maspolin.id – Seluruh sasaran fisik program TMMD di Desa Cimrutu rampung, kini anggota Satgas TMMD yang dipimpin Sertu Basuki membuatkan dapur untuk Sapja (84), warga RT 01 RW 03 Dusun Cimrutu, Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Cilacap, Jateng, Sabtu (3/8/2019).

Sapja merupakan salah satu penerima rehab RTLH.

Dapur tersebut dibangun menyambung bangunan rumah yang telah direhab.

Satgas TMMD memanfaatkan beberapa bagian rumah yang bisa dipakai, setelah dibongkar beberapa hari yang lalu, dan Satgas TMMD mulai membuat kerangka bangunan dapur.

Beberapa material, seperti kayu dan bambu juga didatangkan agar dalam pembangunannya cepat selesai.

“Lokasi rumah Mbah Sapja berada di tepi jalan desa, sehingga akan dilihat semua orang yang melintas jalan ini. Dan ini menjadi barometer kita bahwa semua sasaran fisik program TMMD benar-benar telah kita selesaikan dengan hasil yang maksimal,” terang Sertu Basuki.

Sertu Basuki kembali menegaskan, pada akhir minggu ketiga, untuk semua sasaran fisik baik pembangunan talud, MCK, dan RTLH telah rampung seluruhnya, dan hal itu juga telah ditinjau langsung Kabid PPSLD Dispermades Cilacap Jumat kemarin.

“Bangunan dapur ini kita buatkan sesuai permintaan Mbah Sapja. Kita merasa kasihan karena Mbah Sapja sudah tua, sehingga sisa waktu yang ada ini kita manfaatkan untuk membuatnya, dan dibantu warga setempat,” pungkasnya. (Estanto)

Belum Diketahui Penyebab Pasti, Api Membakar Warung Di Sekar

Bojonegoro,Maspolin.id – Kebakaran melanda Kios warung dan lahan milik warga yg berada disekitar lokasi pasar Desa Sekar Kec.Sekar. Minggu 4 Agustus 2019.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut, namun Diduga api berasal dari area lahan milik bpk. Suwadi, dikarenakan angin pada saat itu cukup kencang akhirnya api menjalar ke kios sembako milik ibu. Tumpi dan membakar sebagian kios miliknya.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Satu juta rupiah. 
Setelah mendapatkan laporan dari warga masyarakat,pihak Pemadan Kebakaran Pos Sekar dibantu Anggota Forpimka Sekar mendatangi TKP untk melakukan pemadaman ke titik lokasi api agar tidak menjalar ke lokasi yg lainnya.

Sekitar pukul 7.30 wib api dapat dipadamkan dan selanjutnya Petugas yang berwenang melakukan identifikasi penyebab awal kebakaran tersebut. 
Hingga berita ini ditulis,  barang” di kios sembako milik ibu Tumpi sedang dilakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Agus Kuprit

PARADE TARI MODEREN KEPULAUAN RIAU 2019 TARI MELAYU BERCERITA, BERGERAK, BERTENAGA

Catatan: Embi C Noer

Parade Tari Daerah Provinsi Kepulauan Riau 2019 diikuti oleh sebelas sanggar tari; Sanggar Sang Setie, Sangar Seni Pelangi, Snggar Givo, Sanggarp Tebing Kike Sedanau, Sanggar Seni Kledang, Sanggar Bintan Telani, Sanggar Angsana Dance, Sanggar Seni Tuah Pusaka, Sanggar Seni Mawar Tanjoeng, Sanggar Bintan Bertuah, Sanggar Seni Wan Sendari.

Parade ini diadakan tiap tahun dan bersifat kompetisi. Pemenang dalam kompetisi akan menjadi mewakili provinsi dalam parade tari tingkat nasional yang diadakan di TMII – Taman Mini Indonesia Indah.

Menyaksikan sebelas karya penata tari dari Kepulauan Riau di acara malam parade tari 2019, jiwa serasa disuguhi ledakan energi optisme yang menggeliat dalam keindahan kreatifitas gerak, citra dan suara. Waktu berjam-jam tak terasa. Secara jujur harus dikatakan, jika geliat budaya sosial, ekonomi, dan lainnya di Kepulauan Riau memiliki ledakan dan geliat optimisme seperti yang diekspresikan garapan tari di parade tarinya, maka bisa diyakini tidak sampai sepuluh tahun ke depan Kepulauan Riau akan menjadi salah satu kutub penting dari kemajuan di Indonesia.

Tak ada yang sempurna di dunia ini selain Yang Maha Pencipta. Karenanya ada beberapa catatan yang akan disampaikan.

Pertama penggunaan istilah ‘tari daerah’. Apakah tari daerah adalah jenis (genre) tari atau hanya menunjuk pada asal dari karya tari tersebut? Dalam kesenian hanya dikenal jenis Seni Rakyat (folk/pop), Seni Klasik (sophisticated), Seni Moderen (progressive), Seni Kontemporer, dan Seni Eksperimental. Jika mengacu pada jenis, maka seluruh karya tari yang tampil pada acara parade lebih tepat disebut Parade Karya Tari Moderen/Kontemporer Kepulauan Riau. Hal ini penting disampaikan agar pelabelan sebuah acara besar seperti parade tari tingkat propinsi tidak mendapat ‘hak’ pelabelannya secara benar dan jelas. Maka artinya, parade tersebut adalah gelar karya kreatifitas budaya seni moderen dan atau kontemporer dari propinsi Kepulauan Riau.

Ke-sebelas karya tari moderen yang ditampilkan pada malam parade, memiliki keunikan dan perbedaan bentuk garapan sekalipun warna budaya Melayu tetap dihadirkan sebagai ‘benang merah’. Kehadiran warna Melayu menjadikan seluruh karya kokoh dalam mengolah warna budaya khasnya. Sikap kokoh dalam warna budaya merupakan modal budaya yang sangat menentukan untuk menjaga keutuhan dan kemajuan suatu budaya di era budaya global yang sangat ganas dalam menggarap ‘penyeragaman’. Menghindari dari penyeragaman semena-mena karena sadar, bahwa penyeragaman adalah sikap ‘peremehan’ simplifikasi, dan simplifikasi sangat potensial terjadinya stagnasi yang berujung pada terjadinya dekadensi.

Dalam parade tari 2019 tidak satu pun karya yang tampil memperlakukan warna Melayu sebagai tempelan. Warna Melayu di setiap karya ditampilkan oleh penata tari sebagai ‘pertarungan’ konsep yang ketat antara tradisi lama dan trend kekinian. Dalam pertarungan antara tradisi dan trend kekinian, trend kekinian meraih kemenangan progressivitas dinamika tempo, irama. Seluruh karya peserta tampil dengan sangat bersemangat mengolah gerak dan suara dari pola irama 6/8 yang khas menjadi progresi penuh variasi kejutan dan beberapa terasa merupakan hasil dari konsep yang cukup rumit (complicated). Seluruh penari pun terlihat mampu menjaga stamina konsentrasi dan energinya. Hanya saja, para penari terlihat kesulitan dalam membangun progresi emosi intensitas dramatik, karena karya yang berdurasi kurang dari sepuluh menit ( 6 menit ) tersebut dipadati berbagai perubahan fragmental. Bagaikan sebuah karya montage pada video clip musik, karya tampil sebagai sebuah ‘kilasan’. Setiap moment fragment tidak memiliki cukup ruang dan waktu (normal) untuk memenuhi struktur plot. Mini fragmet jika ingin tetap tampil utuh dalam arti tercapainya nilai keindahan dari konsep ‘cepat’nya – dan bukan sebuah ‘keterburu-buruan’, maka karya harus dikerjakan dalam ruang waktu ‘mikro’ dengan konsep dan kemampuan penari yang harus memiliki waktu kerja cukup bahkan mungkin di atas waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk proses garapan normal.

Apa yang terjadi pada pola tari, terjadi juga pada pola garapan musik. Selain harus sigap merespon jiwa gerak yang dipadati perubahan fragmental, musik secara internal pun tengah terjadi pergulatan yang sama. Komposer harus bekerja keras untuk tetap konsisten melayani setiap kemungkinan dialog dengan dinamika gerak sekaligus tetap berjuang tak mau tertinggal untuk menemukan ekspresi kekinian tanpa kehilangan irama, dinamika dan warna khas. Sama halnya pada unsur gerak, musik juga harus bekerja di ruang dan waktu mikro. Secara umum seluruh karya musik yang tampil dalam parade berhasil mengimbangi gagasan penata tari dan penampilan para penari. Yang belum nampak disadari adalah saat melakukan penguatan musik dengan menggunakan soundsystem. Nampaknya tak cukup waktu untuk mengatur jarak mikrofon dengan instrumen. Jarak yang terlalu dekat antara mikrofon dan instrumen memerlukan penanganan yang teliti agar warna dan artikulasi instrumen tidak pudar. Proporsi kekuatan volume fungsinya untuk mencapai proyeksi yang semakin jelas, bukan hanya sekedar pengeras suara. Dalam suara; Keras bukan berarti Jelas karena Keras itu Volume sedangkan Jelas adalah Artikulasi.

Untuk Tata Artistik, beberapa rancangan busana dalam parade tari 2019 sangat mengagumkan, khususnya dalam mengolah bentuk, corak dan warna yang khas. Tata rias secara umum tidak ada yang khusus hanya beberapa penampil yang menggunakan tata rias karakter dan efek. Hal yang perlu disampaikan untuk tata rias adalah belum adanya upaya untuk menggarap secara optimal rias mata, mengingat mata dalam karya tari sangat vital. Properti pendukung untuk pembentuk pola konfigurasi melalui tubuh penari, belum berhasil menampilkan sebuah proses kolaborasi dan transisi yang maksimal.

Sebagai penutup, sangat sayang karena sempit pandang jika mengapresiasi seluruh penampilan karya seni di parade tari 2019 hanya berkisar pada soalan teknis. Hal utama dan paling utama yang penting diperhatikan dan kita nikmati adalah hasil karya setiap peserta secara utuh tanpa harus terganggu hal-hal yang sesungguhnya merupakan wilayah proses yang sedang terus berlangsung.

Selamat untuk budaya seni Kepulauan Riau. Selamat terus berproses terus dalam kebersamaan dan keindahan. (*)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Duel.com Login: Step-by-Step Registration Guide

Why a Smooth Duel.com Login MattersStep‑by‑Step Registration and First Duel.com LoginCommon Login Problems and How to Fix ThemSecurity, Verification, and Responsible GamingBonuses and Promotions...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.