Inovasi Antrian Elektronik FIFO, Guna Maksimalkan Pelayanan di Satpas SIM Polresta Bandar Lampung

Lampung,Maspolin.id – Kota Bandar Lampung. Ada inovasi baru yang diberlakukan di Satpas SIM 2526 Polresta Bandar Lampung. Inovasi tersebut yaitu pemberlakuan sistem antrian elektronik First In First Out (FIFO).

“Di Satpas SIM 2526 Polresta Bandar Lampung mengenalkan sistem antrian elektronik FIFO, yang diharapkan dapat mempermudah para masyarakat pemohon SIM dalam proses menunggu antrian penerbitan SIM di Satpas SIM Polresta Bandar Lampung,” jelas Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco, saat di wawancarai awak media di Gedung Satpas SIM Polresta Bandar Lampung, Rabu, (31/072019).

Lanjut, Kapolresta Bandar Lampung, berharap bagi pemohon SIM bisa lebih tenang menunggu proses penerbitan SIM, karena sudah diatur dengan sistem antrian elekronik ini, sebagai salah satu upaya Satpas SIM Polresta Bandar Lampung dalam memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat pemohon SIM.

Ada Cara Tersendiri Babinsa Dekat Dengan Warga binaannnya

Surakarta,Maspolin.id – Dalam rangka membangun karakter bangsa untuk ketahanan wilayah serta memperkuat jalinan silaturahmi antara TNI dan Komponen Masyarakat, Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03 Serengan Kodim 0735/Ska intensifkan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos).

Seperti yang dilakukan Babinsa Kelurahan Serengan Koramil 03 Serengan Kodim 0735 Surakarta Sertu E lau We melaksanakan Komsos bersama masyarakat binaannya di warung bapak Agus Rt 02 Rw 07 makam bergolo Kecamatan Serengan Surakarta (31/07/2019).

Kegiatan Komsos merupakan Program Kodim 0735/Ska melalui Koramil 03 Serengan

Melalui kegiatan Komunikasi Sosial dengan komponen masyarakat kita dapat meningkatkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan antar anak bangsa khususnya warga kelurahan Serengan.

Sertu E lauvwe menegaskan bahwa tujuan kegiatan Komsos salah satunya sebagai upaya meningkatkan kerja sama antar babinsa dan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kelurahan Serengan yang aman damai dan sejahtera. dengan Komsos ini masyarakat benar-benar mengerti dan memahami bahaya laten dan bahaya Narkoba yg ada disekelilingnya.
Melalui komsos ini kami harap masyarakat paham dan memberikan pengertian kepada anak-anak generasi muda supaya mereka tidak terjebak dengan hal hal yang dapat membahayakan diri sendiri, keluarga atau orang lain kedepannya.

Agus mengucapkan trima kasih banyak kepada Babinsa yang telah meluangkan waktu hadir di warung kami untuk memberikan banyak arah dan masukan kepada kami dan warga yang ada disekitaran kami.

(Agus Kemplu Pendim Solo)

Guna Tingkatkan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat, Satpas SIM Polresta Bandar Lampung Tambah Fasilitas Pendukung Layanan

Lampung,Maspolin.id – Kota Bandar Lampung. Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang datang ke Polresta Bandar Lampung dan khususnya bagi masyarakat yang akan membuat SIM, dengan menambah sistem antrian First In First Out (FIFO), fasilitas ruang menyusui, arena bermain anak , charging box dan tombol Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), Rabu, (31/07/2019).

Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco, S.I.K., M.Si, yang didampingi Kasat Lantas AKP Reza Khomeini, S.I.K. serta Ketua Tim RBP Polda lampung AKBP Adrie

Kombes Pol Wirdo Nefisco, dalam acara launching kegiatan tersebut, mengatakan, bahwa penambahan sejumlah fasilitas yang ada di Satpas SIM ini adalah bukti keseriusan dari Polresta Bandar Lampung memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang akan membuat SIM baru ataupun memperpanjang SIM, agar masyarakat merasa nyaman dalam pelayanan.

“Peningkatan fasilitas yang ada di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) 2526 Polresta Bandar Lampung ini adalah bukti keseriusan dan perhatian Polresta Bandar Lampung kepada masyarakat yang datang dan khususnya bagi pemohon SIM, yang diharapkan dengan adanya penambahan fasilitas tersebut, masyarakat tidak merasa jenuh dan nyaman ataupun bagi ibu ibu yang membawa anak bayi dapat menyusui diruang menyusui, serta yang membawa anak kecil dapat bermain di arena bermain anak yang memang sudah di tata untuk kenyamanan anak,” jelas Kombes Pol Wirdo Nefisco.

Lanjut, Kapolresta Bandar Lampung, kedepannya juga Satuan Lalulintas akan menambah fasilitas ataupun ruang bagi penyandang difabel.

“Iya, nanti itu ada juga pelayanan khusus bagi penyandang difabel. Jadi, seperti jalannya itu, kita bikin bagus biar mudah bagi mereka. Serta, berbagai fasilitas lainnya kita akan bangun untuk pelayanan prima bagi masyarakat,” ucap Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco.

(Humas Polresta Balam)

Asrama Santri Ponpes Tahfiz Wahdah Islamiyah Bulukumba Hangus Terbakar

BULUKUMBA,Maspolin.id – Asrama santri Putra Pondok Pesantren Tahfiz Abu Bakar As-Shidiq Wahdah Islamiyah Bulukumba, di Jl H Parodjai, Desa Taccorong, Bulukumba, terbakar siang tadi, Selasa (31/7/2019).

Sebanyak empat mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke TKP, untuk memadamkan api.

Api diduga berasal dari konseleting listrik hingga menjalar ke plafon salah satu ruangan asrama santri.

Kepala sekolah tingkat Aliya Faris HP, S.Pd.I, SH mengatakan bahwa dugaan sementara kebakaran ini adalah konseleting listrik.

“Dugaan sementara kebakaran yang terjadi di sebabkan karena konseleting arus pendek, sekitar 10.30 saat santri sedang melakukan program,” ucapnya kepada mujahiddakwah.com

Akibat kebakaran ini, satu asrama hangus terbakar dan dua kamar lainnya mengalami kebakaran pada bagian atap dan palpon, serta kerugian diperkirakan mencapai 350 juta rupiah.

“Kerugian yang diperkirakan sementara dari kebakaran ini sekitar 350 juta,” imbuhnya

Meskipun demikian program belajar mengajar di pondok pesantren tetap di lanjutkan dengan menggunakan fasilitas yang ada.

“Proses belajar akan tetap di lanjutkan agar target-target yang sudah di tetapkan bisa tercapai,” ungkap Andi Muhammad Syawal Kepala Ponpes Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah Bulukumba

Faris HP mengajak kaum muslimin untuk membantu dalam renovasi asrama santri yang kebakaran yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Saya mengajak kepada kaum muslimin dan juga kepada kader dan simpatisan Wahdah Islamiyah untuk membantu dalam proses renovasi asrama ini,” tutupnya

Pondok pesantren Abu Bakar Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah Bulukumba telah melahirkan banyak penghafal Al-Qur’an, olehnya itu mari menginfakkan harta kita dalam renovasi gedung asrama dengan transfer ke nomor rekening BSM 747-000-2233 (An. LAZIS Wahdah Bulukumba).

Laporan: Muhammad Akbar
(Wartawan Mujahid Dakwah.com)

Tak Perlu Ragu Menolak Kepulangan WNI Eks ISIS

Oleh : Muhammad Zaki )*

Jakarta,Maspolin.id – Media telah memberitakan bahwa ISIS mengalami kekalahan di Suriah, mereka memaksa mundur setelah diserang oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bulan Maret 2019 ditandai dengan jatuhnya pertahanan terakhir ISIS di Baghouz.

Sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, terdapat sekitar 700 sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah. Dari keseluruhan tersebut, baru sekitar 200 orang yang telah. dipulangkan ke Indonesia. Sisanya, masih menunggu bantuan pemerintah agar dapat pulang ke Tanah Air.

Namun, tidak semudah itu, toh tidak ada yang memaksa mereka untuk pergi ke Suriah. Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa kepulangan para WNI eks ISIS akan dilaksanakan apabila mereka berkomitmen untuk setia pada pancasila.

Tetapi jika mereka tidak mau mengubah ideologi mereka, maka Indonesia dengan tegas tidak menerima mereka.

Mari kita merujuk pada sebuah pepatah lama “kalaulah kamu mendengar gunung berpindah, bolehlah kamu percaya. Namun apabila kamu mendengar karakter orang berubah maka jangan mudah percaya”.

Kalimat tersebut seakan menyiratkan akan adanya bahaya yang mungkin muncul jika kita mudah percaya pada seseorang yang ingin mengubah karakternya.

Hal tersebut diperkuat oleh Kasandra Putranto selaku Psikolog Kasandra Associates yang mengatakan bahwa, ada potensi bahaya bila istri dan anak eks kombatan dan simpatisan ISIS tersebut pulang ke Tanah Air, hal tersebut dikarenakan adanya potensi mengembangkan sikap ekstrem sebagai dampak dari lingkungan sosial mereka saat berada di Suriah.

Tentu kita sudah tahu betapa ISIS sangatlah Radikal dan seakan pro dengan tindak kekerasan. Jika memang nanti mereka pulang ke Indonesia, apakah mereka akan bersikap damai dan toleran dengan perbedaan yang ada?

Bolehkah kita curiga, misal mereka pernah mengetahui cara membuat bom di Suriah, lalu setelah ISIS kalah mereka minta pulang dan dipulangkan, karena dalam hatinya masih ada sisa – sisa sikap radikalisme, tentu akan berbahaya jika mereka lantas tidak mau menyatakan bahwa pancasila sebagai ideologi.

Jika masih kurang bukti, mari kita tengok di tahun 1980-an, dimana pada saat itu seseorang yang berpaham radikal dan menamakan dirinya Mujahidin Afganistan kembali ke tanah air dan 20 tahun kemudian menjadi teroris bom bunuh diri di Bali.

Merujuk pada kisah tersebut bukan tidak mungkin hal ini dapat terlulang oleh para eks-simpatisan ISIS yang hendak pulang ke tanah air.

Menteri Pertahanan Republik Indonesa, Ryamizard Ryacudu telah menegaskan, bagi warga Indonesia yang memilih untuk bergabung dan berjuang bersama ISIS, Ia menyarankan agar tidak usah kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan ISIS baik di Irak, Suriah maupun Marawi.

Penolakan ini mungkin akan memunculkan reaksi dari beberapa masyarakat yang merasa bahwa pemerintah sekarang ini zalim terhadap umat Islam.

Namun akan muncul sebuah pertanyaan, apakah saat mereka berangkat ke Suriah, mereka para simpatisan ISIS masih mau mengakui ideologi bangsa Indonesia, atau apakah mereka masih mau hormat kepada bendera merah putih.

Jika ada yang menuduh Pemerintah tidak pro terhadap umat muslim, tentu akan ada tanda tanya besar, umat Islam yang mana yang dibenci oleh Jokowi. Atau jangan – jangan umat Islam tertentulah yang ingin hidup dalam negara yang menganut sistem khilafah.

Kalau begitu, para simpatisan Eks ISIS lebih baik tidak usah pulang, daripada nanti menunjukkan sikap anti demokrasi dan toleransi di Indonesia, lebih baik mereka setia saja dengan ISIS yang sudah kalah, jangan lantas sudah kalah baru merengek pulang.

Jika tujuan mereka berjihad, tentu tidak sepenuhnya benar jika jihad dimaknai dengan upaya perang dan angkat senjata. Padahal menafkahi keluarga dan menyumbang harta kepada orang miskin juga termasuk Jihad.

Sekali lagi kita patut curiga bahwa kejatuhan ISIS ini bisa berdampak banya kepada para simpatisannya. Selain membuat kaget, runtuhnya kelompok radikal ini tentu bisa memicu sikap perlawanan dari simpatisan mereka dalam melanjutkan perjuangan melalui kelompok lain.

Kalau begitu, masih ingin Indonesia dilanda paham radikalisme hingga aksi terorisme yang membuat geger. Masih pengen denger kalimat “Allahu Akbar” tapi berniat untuk mencelakai seseorang?

)* Penulis adalah pegiat media sosial

Binsiap Apwil Dan Puanter, Sarana Meningkatkan Kemampuan Prajurit Kodim Surakarta

Surakarta,Maspolin.id – Dalam rangka meningkatkan kesiapan Prajurit dalam pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan di wilayah, Kodim 0735/Surakarta melaksanakan kegiatan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan Dan Kemampuan Teritorial (Binsiap Apwil dan Puanter) Aparat Kowil Tri Wulan III TA. 2019 di Aula Makodim 0735/Surakarta, Jln.A Yani No.349, Kelurahan Kerten, Kecamatan Laweyan, Rabu (31-07-2019).

Kegiatan tersebut dilaksankan dengan tujuan Agar seluruh Aparat Komando Kewilayahan (Kowil) menguasai pengetahuan yang terkandung dalam materi Binsiap Apwil dan Puanter serta memiliki kesamaan langkah dan tindakan dalam menjalankan tugas binter tingkat perorangan maupun satuan.

Kepala Staff Kodim (Kasdim) 0735/Surakarta Mayor Inf Alfian Yudha Praniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk merefresh dan mengingat kembali materi-materi teritorial, sehingga diharapkan nantinya bisa lebih memahami tugas dan tanggung jawabnya, sehingga tidak terjadi keraguan dalam mengaplikasikan atau melaksanakan tugas dilapangan.

Sementara itu Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim Kapten Inf Gasar saat ditemui usai pelaksanaan kegiatan menegaskan bahwa sasaran penyelengaraan Binsiap Apwil dan Puanter ini diharapkan agar lebeih optimal, efektif dan efisien, dalam penyelengaraan dan acuan pelaksanaannya serta dapat meningkatkan kemampuan Prajurit dalam melaksanakan, menjabarkan, mensosialisasikan Binter ke Wilayah.

“Sehingga melalui kegiatan ini terwujud Prajurit yang memiliki Mental, Disiplin, Semangat yang tangguh dan Profesional serta dapat berintergrasi dengan komponen masyarakat dalam melaksanakan tugas di satuan komando kewilayahan di jajaran Kodim 0735/Surakarta.” Imbuhnya.

“Kegiatan ini juga bisa menyamakan langkah dan misi para Babinsa dalam pengabdian kepada Bangsa dan Negara melalui tugas pembinaan teritorial di wilayahnya dan terpeliharanya kemanunggalan TNI dengan Rakyat.” Pungkas Pasiter.

(Arda 72, Pendim 0735 Surakarta).

Rugikan Negara Miliaran, Dua Tersangka Kasus Korupsi Alsintan Ditangkap Polres Sragen

Sragen,Maspolin.id – Jajaran Satuan Reserse Kriminal, khusus tindak pidana korupsi akhirnya menangkap dua tersangka kasus korupsi bermodus pungli bantuan hibah alat mesin pertanian (Alsintan) di Dinas Pertanian Sragen dari dana APBN dan APBD Provinsi tahun 2017. Selasa (30/07/2019).

Keduanya ditangkap setelah sebelumnya tidak ditahan, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu, sebagaimana di katakan Kasat Reskrim Polres Sragen Polda Jawa Tengah AKP Suharno dalam keterangannya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, siang pukul 11.00 Wib.

Kedua tersangka itu masing-masing mantan Kasie Alsintan Dinas Pertanian Sragen, Sudaryo (58) dan THL POPT Dinas Pertanian, Setyo Apri Surtitaningsih (45). Keduanya hadir di Polres untuk menjalani pemeriksaan dilanjutkan pelimpahan tahap kedua, siang ini pukul 11.00 Wib di kantor kejaksaan negeri sragen ( Kejari).

Pelimpahan tahap kedua, oleh Unit Tipikor Sat Reskrim, dilakukan setelah berkas kasus pungli yang diperkirakan merugikan negara hingga miliaran itu, sudah lengkap alias P-21 oleh Kejari.

“Hari ini, dua tersangka kita limpahkan ke Kejaksaan, bersama berkas perkara dan barang bukti,” papar AKP Harno didampingi Kasubag Humas AKP Agus Jumadi.

Untuk kerugian negara dari kasus dua tersangka itu, AKP Harno menyebutkan berkisar sekitar Rp 500 juta dan alat pertanian yang dipungli.

AKP Harno juga menguraikan, bahwa kasus ini masih akan dikembangkan lagi sehingga barang bukti dan jumlah kerugian negara dimungkinkan akan berkembang.

“Modus kedua tersangka, yakni memindahtanganan alat pertanian dari kelompok satu kepada kelompok tani yang lain, dengan imbalan uang. Imbalannya pun juga bervariasi, ada yang Rp 30 juta ada yang Rp 35 juta, tergantung nilai besar kecilnya alat pertanian yang diterima,” urainya.

Untuk sementara, barang bukti yang diamankan ada satu mesin pertanian berupa traktor besar bernilai Rp 450 juta. Namun alat mesin sementara dititipkan di Mondokan.

Untuk total titik bantuan yang dipungli, belum bisa dipastikan karena dimungkinkan masih ada perkembangan.

Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 12 huruf a UU No 20/2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup paling lama 20 tahun penjara, dan denda sedikitnya 200 juta rupiah.

Admin/Hum

Polres Boyolali Berhasil Bekuk Pengedar Narkoba

Boyolali,Maspolin.id – Polres Boyolali Berhasil menangkap jaringan pengedar narkoba jenis sabu di Ngemplak Boyolali pada hari Sabtu (20/7).

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro melalui Wakapolres Kompol Donny Eko Listianto, menjelaskan bahwa seorang pengedar Narkoba asal Solo ditangkap oleh Sat Narkoba Res Boyolali di Ngemplak – Boyolali karena melakukan Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika, saat konferensi pers Selasa ( 30/7/2019 ) di Mapolres.

Pelaku pengedar yang ditangkap tersebut ( FH als Pendi ), 33 th, Swasta/Usaha bengkel, d/a Mojosonggo Kecamatan Jebres – Surakarta saat ini ditahan di Rutan Polres Boyolali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari tersangka ( FH ) 33 Th, petugas berhasil menyita barang bukti 5 paket serbuk kristal putih hasil pemeriksaan di labfor Polri Semarang termasuk Narkotika golongan 1 jenis sabu ( metamphetamin ) totalnya seberat 75,24 gram, peralatan bong, dan 1 unit kendaraan honda beat Nopol : AD-2381-AO, terang Kompol Donny.

Tersangka ( FH ) 33 Th, ditangkap pada hari Sabtu tanggal 20 Juli 2019 pukul 23.30 wib di Jalan desa Pandean Kec Ngemplak – Kab Boyolali karena menguasai barang terlarang tersebut yang menurut keterangan tersangka karena disuruh seseorang yang dikenal sudah satu tahun berjalan ini, kontaknya lewat hubungan HP, terang Kompol Donny.

Kasubag Humas Akp Eddy Lillah yang ikut mendampingi saat konferensi pers, melengkapi menambahkan bahwa tersangka ( FH ) 33 Th yang ditahan oleh Sat Narkoba Polres Boyolali karena kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai, menjadi perantara peredaran serbuk kristal putih yang diduga narkotika golongan 1 jenis sabu ( metamphetamin ) dari seseorang yang menjanjikan akan memberi upah 1 juta rupiah sehingga tersangka ditahan dan dikenai pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 UURI No 35 Th 2009 tentang Narkotika terang Akp Eddy Lillah.

Admin/Hum

Staf Perencanaan dan Anggaran TNI AL Sosialisasikan Reformasi Birokrasi Dan Evaluasi Organisasi Di Pangkalan TNI AL Semarang

Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Semarang, Lantamal V, Koarmada II, Kolonel Laut (P)  Musleh Yadi menghadiri pembukaan  Sosialisasi tentang Reformasi Birokrasi dan Evaluasi Organisasi oleh  Ketua Bidang Monitor dan Evaluasi Disinfolahta Mabes TNI AL Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto,S.Kom.,M. T. I   mewakili Wakil Asrena Kasal Laksamana Pertama TNI Erwin S Aldedharma, di gelar di Ruang Karimunjawa Mako Lanal Semarang, Selasa (30 /7).

Kegiatan Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Perwakilan dari Prajurit dan PNS Lanal Yogyakarta dan Lanal Tegal yang masing masing berjumlah 10 Personel. Adapun Tim Sosialisasi dari Mabes TNI AL berjumlah 6 Personel diantaranya Kolonel Laut (S) Diki Atriana ,M.SC,CHARMP. (Srenal ), Kolonel Laut (KH) Bayu Kurnianto,S.Kom.M.T.I.(Disinfolahta), Letkol Laut (P) Agus Joko, S.T.M.Tr.Hanla.(Srenal ), Letkol Laut (S) Argen Buawana C.A.S.H.(Irjenal ), Mayor Laut (P) Soni Wibisono.S.E. (Sopsal) dan Pelda (Pdk) Agus Supriyanto (Srenal).

Danlanal Semarang dalam sambutannya mengucapkan selamat datang di Pangkalan TNI AL Semarang kepada Tim Sosialisasi dan Peserta Sosialisasi yang berasal dari Lanal Yokyakarta dan Lanal Tegal, Semoga dengan adanya Sosialisasi ini bisa bermanfaat bagi seluruh Peserta, yang lebih penting lagi setelah mengikuti Sosialisasi ini Seluruh Peserta bisa berbagi Ilmu kepada seluruh Personel di Lingkungan kerja Masing masing.

Di sisi lain Wakil Asrena Kasal dalam Sambutannya menyampaikan banyak terima Kasih kepada Danlanal Semarang yang telah menyiapkan tempat serta seluruh Fasilitas guna terselenggaranya Sosialisasi ini, Semoga Lanal Semarang bisa menjadi Percontohan untuk Lanal Lanal se Indonesia di segala bidang.

Menyinggung tentang pelaksanaan Reformasu Birokrasi Wa Asrena Kasal mengatakan bahwa  sudah memasuki tahun ke 10  dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi, namun masih banyak mekurangan atau dengan kata lain masih Jauh Panggang Dari Api yang artinya masih jauh dari rencana Reformasi Birokrasi itu sendiri.

Untuk itu pelaksanaan Sosialisasi kali ini adalah merupakan salah satu wujud untuk meningkatkan peran serta seluruh Personel TNI AL dalam melaksanakan Reformasi Birokrasi di satker Masing masing.

Dengan harapan setelah mengikuti Sosialisasi ini para Peserta bisa menjadi Pendorong serta menjadi Agen Perubahan di Satker masing masing.

Mengakhiri sambutannya Waasrena Kasal menyampaikan ucapan terima kasih dan Apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak hingga acara Sosialisasi ini bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Usai dilaksanakan pembukaan seluruh Peserta menerima Materi materi yang di berikan oleh Tim Sosialisasi.  

Direncanakan sosialisai ini berlangsung selama 2 hari.  Khusus agenda besok pagi akan dilaksanakan evaluasi dan Penutupan.

Pgs Kadispen Kapten Laut (E) Kusnan

Mencermati Perburuan Kursi, Koalisi VS Oposisi

Oleh : Ismail )*

Jakarta,Maspolin.id – Kubu koalisi tampak seperti kebakaran Jenggot, ketka kemenangan Capres yang diusungnya Joko Widodo, menyisakan kegalauan, ketenangan dan kepastian mereka terhadap jatah kursi kabinet yang terusik oleh fenomena kedekatan Presiden Jokowi dengan mantan rivalnya Prabowo Subianto. Bahkan Prabowo juga telah menjalin kedekatan pula dengan ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

Pertemuan antara Megawati dan Prabowo juga berlangsung akrab dan dikenal sebagai diplomasi nasi goreng, karena dalam kesempatan tersebut Megawati membuat nasi goreng racikannya yang juga menjadi favorit Gus Dur.

Kedekatan antara keduanya tentu tidak harus membuat kita merasa kaget, karena faktanya Megawati pernah berpasangan dengan Prabowo ketika Pilpres 2019, hal ini menunjukkan bahwa politik merupakan sesuatu yang dinamis, dimana terkadang lawan bisa menjadi kawan.

Meski begitu, pertemuan tersebut mengindikasikan tidak tertutup akan adanya “koalisi plus – plus” dalam susunan kabinet periode 2019 – 2024.

Di lain pihak kubu koalisi minus PDI-P juga sudah pasang kuda2 dengan mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh ketua dan sekretaris masing – masing di markas Partai Nasdem, dimana partai koalisi tersebut seakan menyiratkan keberatan dengan penambahan peserta koalisi, kecuali partai Nasdem yang terang – terangan menyatakan bahwa penambahan partai koalisi tidak diperlukan, menurut Nasdem kekuatan koalisi sudah lebih dari cukup, sangat terlihat tidak sepahamnya partai Nasdem terlihat juga dari dua kali markas partai Nasdem dijadikan tuan rumah pertemuan, anehnya pertemuan yang kedua justru dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjadi lawan politik ketika Pilgub DKI.

Dari pertemuan tersebut sangat terlihat kecemburuan Partai Nasdem, terhadap partai Gerindra yang semakin mendekat pada Jokowi dan PDIP, sebenarnya peta politik yang berubah itu suatu keniscayaan, yang tadinya lawan bisa menjadi kawan dan hal itu lumrah terjadi.

Misalnya dalam konteks Pilkada baik bupati atau gubernur, dukungan partai tentu tidak linier dengan koalisi pusat, tergantung kesepakatan parpol tingkat daerah, bahkan koalisi itupun tidaklah permanen. Karena setiap 5 tahun akan ada pemilu kembali, sehingga sangat dimungkinkan peta politik akan berubah.

Contohnya Gubernur Banten Wahidin, ketika Pilgub lawannya adalah Ratu Atut, pada pilkada tahun lalu mereka bersatu berkoalisi dengan Andika Hazrumy (Anaknya Ratu Atut) melawan Rano Karno dari PDI-P, demikianlah politik, oleh karena itu tidak perlu adanya kecemburuan atau bahkan show of force kepada mitra koalisi yang lain termasuk kepada Presiden terpilih.

Yang kita khawatirkan kecemburuan yang sudah terlanjut diperlihatkan secara eksplisit ternyata tidak diikuti oleh kawan koalisi yang lain, bagaimanapun kepentingan masing – masing partai akan dikedepankan, yaitu kepentingan meraih kursi, kesetiakawanan akan menjadi ‘usang’ tatkala kekuasaan yang menjadi incaran para politisi.

Tentu alangkah lebih baik juga tetap solid mendukung Presiden terpilih sekaligus menjadi koalisi yang solid dan mendukung penuh kebijakan pemerintah yang akan berjalan 5 tahun kedepan.

Daripada ditinggalkan teman, kemudian tidak mendapat kursi di kabinet, justru kursinya dialihkan kepada lawan dan berubah jadi oposisi, tentu hal tersebut akan sangat disayangkan.

Partai koalisi tentunya harus sadar bahwa pemilihan kabinet merupakan hak preroogatif Presiden sepenuhnya, meski demikian bukan tidak mungkin Presiden akan meminta saran kepada partai pengusungnya, siapa yang kelak akan membantunya dalam kabinet Indonesia Kerja.

Meski nantinya sudah masuk dalam kabinet, bukan berarti posisi tersebut membuatnya bisa duduk dengan nyaman, karena reshuffle kabinet juga sangat mungkin terjadi, seperti ketika Anies Baswedan dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan.

Para politisi harus sadar bahwa tidak ada lawan atau kawan abadi dalam ranah politik, yang ada adalah kepentingan yang abadi, dalam ranah pilpres 2019 PAN dan PKS merupakan partai koalisi pengusung Prabowo, namun akan berbeda jika nantinya ada Pilbup atau Pilgub.

Contohnya, Ganjar Pranowo tidak mendapatkan dukungan dari PAN dan PKB, namun dalam ranah Pilpres, PKB seakan getol mendukung Jokowi karena adanya ulama kharismatik yang mendampingi Jokowi yaitu KH Ma’ruf Amin. Hal tersebut menunjukkan bahwa menjadi politisi tidak boleh kaku.

Partai koalisi tentu memiliki tugas yang lebih besar daripada harap – harap cemas mendapatkan kursi, yaitu tetap mendukung dan mengawal arah kebijakan presiden.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Kepemilikan Senpi AR-15

Lampung Selatan, LAMPUNG - Maspolin.id|| Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mengembangkan kasus kepemilikan senjata api yang terungkap di wilayah Kalianda. Dalam pengembangan tersebut, polisi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.