Nasib Naas Dialami SN, Penjaga Pasar Ciruas Dibacok RD bersama AD

Banten,Maspolin.id – Kabupaten Serang. Tak disangka nasib naas harus dialami SN salah seorang penjaga pasar Ciruas. SN mengalami luka bacok dibagian kepala dan perut setelah dikeroyok AD dan RD di dalam Pasar Ciruas, Desa Citerep, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 5 Juli 2019.

Di Mapolsek Ciruas dalam keterangannya kepada awak media, Kapolsek Ciruas Kompol Winoto memaparkan, kejadian berawal saat korban SN sedang duduk di dalam pasar Ciruas, tiba-tiba pelaku AD yang dihasut oleh RD menghampiri korban dari arah samping dan langsung membacok kepala korban dengan menggunakan golok sebanyak 5 kali dan pelaku RD ikut menendang korban sementara saksi Didik berusaha melerai.

“Menurut keterangan sementara, akibat ketersinggungan, pelaku pedagang, kalau korban keamanan pasar,” ucap Kapolsek Ciruas Kompol Winoto kepada awak media di Halaman Mapolsek Ciruas, Selasa, (30/7/2019).

Kapolsek Ciruas, mengungkapkan setelah melakukan pengeroyokan, kedua pelaku langsung melarikan diri ke Tangerang menggunakan mobil angkutan umum.

Lanjut, Kompol Winoto, kita bersinergi dengan Reskrim Polres Serang, perkiraan orang terdekat atau pihak keluarga ke arah Anyer hingga ke Bogor, kita dapat informasi bahwa terduga tersangka ada di daerah Tamansari Tanggerang, sesuai pengakuan mereka ke Tanggerang langsung menggunakan kendaraan umum.

“Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka robek di bagian kepala dan sakit di bagian perut, dan langsung dibawa saksi bernama Didik ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan penanganan serta visum dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ciruas,” kata Kompol Winoto.

“Tersangka AD saat ini masih dalam pencarian, sedangkan pelaku RD berhasil ditangkap, atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” pungkas Kapolsek Ciruas Kompol Winoto.

Admin

Rusak Segel Milik Satpol PP, Pemilik Cafe Betha Berurusan Dengan Polisi

Banten,Maspolin.id – Kabupaten Serang. Salah satu tempat hiburan malam bernama Cafe Betha yang diduga tak berijin resmi, entah apa yang dipikirkan dari pemilik Cafe Betha yang berinisial SM (41) berani merusak segel yang sudah dipasang oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang.

Terkait, adanya laporan dari warga soal lepasnya segel di tempat hiburan Cafe Betha tersebut, Satpol PP Kabupaten Serang bekerjasama dengan Satpol PP Kecamatan Ciruas, langsung melapor ke Polsek Ciruas untuk ditindak lanjuti.

Kapolsek Ciruas Kompol Winoto membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan bahwa Cafe Betha itu belum memiliki izin resmi, kemudian disegel oleh Satpol PP. Penyegelan di Cafe Betha sudah dilakukan dua kali.

“Pertama dilakukan penyegelan pada 7 Maret 2019, karena dari pemilik Cafe Betha ada permohonan untuk mengambil barang barang yang ada didalamnya kita copot penyegelan tersebut,” kata Kompol Winoto, saat ekspose kasus di Mapolsek Ciruas, Selasa, (30/07/2019).

Lanjut, Kompol Winoto, pada tanggal 19 Maret 2019, dilakukan penyegelan kembali. Namun, pada tanggal 23 Maret 2019 sekitar pukul 16:00 WIB sudah ditemukan segel tersebut dalam keadaan terbuka atau segel yang dipasang sudah keadaan rusak.

“Berkas kita sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Serang, dan pemilik Cafe Betha SM (41) yang merusaknya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Kompol Winoto.

Pada kesempatan yang sama, Staf Bagian Trantib Satpol PP Kecamatan Ciruas, Komarudin, mengatakan, bahwa berawal dari laporan dari warga soal lepasnya segel di Cafe Betha, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Serang untuk melakukan tindak lanjut dengan melakukan pelaporan ke Polsek Ciruas.

“Melihat hal tersebut kita langsung melapor ke Polsek Ciruas, di Kecamatan Ciruas sendiri ada 4 Cafe. Semuanya tidak memiliki izin resmi, namun hanya Cafe Betha yang segelnya rusak,” kata Komarudin.

Akibat perbuatanya tersangka, dikenakan Pasal 232 KUHP tentang perusakan segel dengan ancaman 2 tahun 8 bulan.

Admin

Penyuluhan dan Himbauan Antisipasi Kenakalan Remaja di MAN 2 Bandar Lampung, Dapat Respon Positif

Lampung,Maspolin.id – Kota Bandar Lampung. Dukung Operasi Bina Kusuma Karakatau 2019, jajaran Satuan Binmas Polresta Bandar Lampung menyambangi pelajar sekolah MAN 2 Bandar Lampung, dengan memberikan penyuluhan dan himbauan tentang antisipasi kenakalan remaja, Senin (29/7/2019).

Kapolsek Teluk Betung Selatan Kompol Yana, melalui Bhabinkamtibmas Bumiraya Aiptu Wahyu Dalhari bersama Panit 1 Binmas Aiptu Halik, memberikan penyuluhan kamtibmas kepada pelajar MAN 2 Bandar Lampung, tentang antisipasi kenakalan remaja, premanisme dan kekerasan, serta himbauan tentang larangan mengkonsumsi minuman keras dan anti narkoba. Tidak melakukan bullying atau kekerasan terhadap pelajar lain.

“Kepada pelajar agar dapat bekerja sama dengan Kepolisian. Bilamana mengetahui ada kelompok pemuda yang suka memalak, dan adanya perjudian serta peredaran miras dan narkoba, untuk tidak takut melapor ke Polsek Teluk Betung Selatan,” kata Aiptu Wahyu.

Sebelumnya Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco, S.I.K., M.Si. melalui Kasubag Humas AKP Titin Maezunah mengatakan Operasi Bina Kusuma Karakatau 2019 ini mengedepankan kegiatan preemtif (himbauan) dan preventif (pencegahan), dalam rangka penanggulangan penyakit masyarakat (pekat) dalam bentuk kenakalan remaja dan premanisme yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban seperti mabuk-mabukan, geng motor, jambret, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, maupun praktek prostitusi.

Admin

9 Orang Pak Ogah Diamankan dan Diberi Himbauan, di Hari Ke – 6 Operasi Bina Kusuma Krakatau 2019 Polresta Bandar Lampung

Lampung,Maspolin.id – Kota Bandar Lampung. Pelaksanaan Operasi Bina Kusuma Krakatau 2019 Polresta Bandar Lampung sudah memasuki hari ke enam dan berhasil mengamankan sejumlah Pak Ogah yang beraksi di sepanjang jalan Teluk Umur dan Jalan Z. A. Pagar Alam, Kota Bandar Lampung, Senin, (29/7/2019).

Lalu mengapa mereka disebut Pak Ogah? Jawabannya ternyata masih ada hubungannya dengan Pak Ogah yang ada di serial Unyil. Salah satu kalimat andalan Pak Ogah kepada Unyil tak lain adalah “Bagi cepek dong Den”. Dari sinilah pengatur jalan lalu lintas disebut Pak Ogah karena terkadang mereka mendapat receh dari pengguna jalan.

Kepala Kepolisian Resort Kota Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco, S. I. K., M. Si., melalui Kasat Binmas Kompol Atang Syamsuri, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian Operasi Bina Kusuma Krakatau 2019 yang tujuannya, sebagai upaya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, salah satunya karena keberadaan tukang parkir liar yang disebut pak ogah ini sering menjadi salah satu penyebab kemacetan dan bahkan dapat menjadi penyebab keributan terhadap pengendara.

Saat pelaksanaan, sempat terjadi kejar – kejaran antara petugas Kepolisian dengan para Pak Ogah hingga mereka berhamburan. Bahkan, ada beberapa di antaranya nekat berlari diantara kendaraan yang sedang melintas untuk menghindari kejaran petugas.

“Setelah dilakukan pendataan, banyak bukan warga di sini yang jadi Pak Ogah. Mereka datang dari daerah lain dan rata rata bekerja sebagai supir angkot atau pengangguran yang mencari uang tambahan,” tutur Kompol Atang.

Menurutnya, mereka ini memang tidak memaksa meminta uang namun keberadaan mereka dijalan tanpa kemampuan dan kelengkapan keamanan dapat membahayakan bagi mereka sendiri ataupun pengendara lain dan jika dibiarkan dapat terjadi kecelakaan.

Dari hasil kegiatan tersebut, petugas mengamankan sembilan orang warga yang menjadi Pak Ogah untuk selanjutnya dibawa ke Mapolresta Bandar Lampung untuk dimintai keterangan dan dilakukan pendataan serta di berikan penyuluhan agar tidak mengulangi perbuatan tersebut.

“Total kita dapat sembilan orang dan diantaranya ada anak anak yang kemudian orang tuanya akan kita panggil dan selanjutnya kita beri himbauan untuk dapat mengawasi anaknya agar tidak mengulangi lagi untuk menjadi Pak Ogah,” kata Kompol Atang.

Admin

Ekspedisi Destana Libatkan 600 Perangkat Desa, Guru, dan Murid

Cilacap, Maspolin.id – Kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) BPBD Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, akan melibatkan 600 orang terdiri dari 200 perangkat desa dan 400 guru dan murid.

Ekspedisi ini dipusatkan di jembatan Kali Bodo, Desa Jetis, Kecamatan Binangun.

Rangkaian acara yang akan digelar 1 Agustus 2019 mendatang, itu diantaranya serah terima bendera Pataka di jembatan Kali Bodo, kemudian perjalanan bendera Pataka menuju lapangan Widarapayung Wetan, Kecamatan Binangun. Dilanjutkan pembukaan acara serta sosialisasi tentang penanggulangan bencana tsunami.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Cilacap Arif Praptomo saat menggelar Rapat Penajaman Ekspedisi Destana Tsunami 2019 di Ruang Rapat Siaga Lantai II Kantor BPBD Kabupaten Cilacap, Rabu (24/7/2019), menerangkan mekanisme rangkaian kegiatan Ekspedisi Destana dan membagi tugas kepada tim ekspedisi.

Rapat dihadiri Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Heru Kurniawan, Danramil 01/Cilacap Kapten Kav Nurshohib Ansori yang mewakili Dandim 0703/Cilacap, Batiwanwil Koramil 05/Nusawungu Serma Mustika Irwan, unsur Forkopimcam Nusawungu, Forkopimcam Binangun serta para relawan Senkom Mitra Polri, PMI, Sibat, Tagana, Cilacap Rescue, dan para tim Sosialisasi Ekspedisi Destana Kabupaten Cilacap tahun 2019.

Selain itu, akan dilaksanakan gerakan pantai bersih di Pantai Widarapayung, pemutaran film, dan hiburan.

Para perangkat berkumpul di lapangan Widarapayung Wetan, sedangkan para guru dan murid kumpul di sekolah masing-masing.

Tim Destana akan mendatangi sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Binangun.

Direncanakan pula perjalanan dilanjutkan tim Ekspedisi Destana menuju Kalipucang dan penyerahan Pataka Jawa Barat. (Estanto)

KEMBALIKAN MOTOR MILIK BIDAN DESA, “KAPOLRES LUMAJANG KENDARAI SENDIRI MOTOR KORBAN”

LUMAJANG,Maspolin.id – Hari ini (Selasa, 30 Juli 2019) Tim Cobra Polres Lumajang mengembalikan salah satu motor hasil penggrebekan di wilayah hukum Polres Jember beberapa waktu yang lalu yang ternyata dimiliki oleh bidan Desa Yosowilangun. Kapolres mengendarai sendiri motor beat tersebut hingga ke depan rumah sang korban.

Adalah Diah Ayu Putri Karina (perempuan, 26 th) Warga Desa Yosowilangun Kidul Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang yang merupakan pemilik dari Honda Beat warna hitam tersebut. Ia menceritakan motor tersebut hilang pada saat diparkir di depan rumah pada akhir bulan Maret 2019 sekitar pukul 16.30 WIB.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menyampaikan “saya datang sendiri mengantar motor korban, tujuannya sekalian memimpin Patroli Tim Cobra ke wilayah Yosowilangun dan sekaligus mengembalikan motor ibu diah yang kami temukan saat penggerebekan di rumah Sugeng di Desa Sumberbaru Jember. penggerebekan dirumah Sugeng kami menemukan 8 motor yang disimpan di kebun kopi dibelakang rumahnya. Salah satunya ternyata milik ibu Diah ini”

“beberapa hari yang lalu kami menangkap pelaku curanmor bernama Nur Ain dengan total 24 motor hasil curiannya di jual ke Sugeng di Jember. Hasil introgasi kepada tersangka Nur Ain, dia tidak mengakui kalau pernah mengambil motor di wilayah yosowilangun. kalau pengakuannya benar, berarti ada jaringan curanmor lain yang semuanya berafiliasi dengan Sugeng. Semoga kasus ini segera bisa kami bongkar hingga ditemukan siapa pelakunya. ” terang Arsal.

Lebih lanjut, pria lulusan Akademi Kepolisian tahun 1998 ini menghimbau warga agar lebih menjaga kendaraannya. “Saya menghimbau warga agar lebih waspada di lingkungan nya. Hal yang paling sederhana untuk menjaga motor dari kawanan criminal adalah memasang gembok di lubang piringan cakram motor. Hal ini sangat membantu agar pelaku tak bisa membawa kabur motor” tutup Kapolres.

Selain itu korban sangat berterima kasih kepada Kapolres Lumajang dan Tim Cobra yang berhasil menemukan kembali motornya.

“Motor ini masih dalam cicilan pada saat hilang. Saya sempat harap-harap cemas apakah motor ini bisa kembali. Tetapi ternyata Tim Cobra berhasil menemukan kembali motor saya, bahkan Pak Kapolres sendiri yang mengantar hingga ke depan rumah saya. Terima kasih Pak Kapolres, terima kasih Tim Cobra” ungkapnya Diah dengan sangat gembira.

Kasat Reskrim AKP Hasran Cobra yang juga selaku katim Cobra menyatakan “Tim Cobra yang saya pimpin semakin termotivasi untuk mengungkap semua kasus curanmor di Lumajang. kami sudah melihat benang merahnya para pelaku curanmor di Lumajang. semua hanya tinggal masalah waktu untuk kami ungkap” ujar Hasran.

Admin/Hum

Bijak Menyikapi Drama Koalisi dan Oposisi

Oleh : Zainuddin )*

Jakarta,Maspolin.id – Akhir – akhir ini setelah pertemuan rival politik Prabowo dengan Jokowi dan Megawati, masyarakat mendapatkan tontonan yang menarik, mulai dari bertemunya Prabowo dan Jokowi di MRT. Sampai dengan diplomasi Nasi goreng ala Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

Pemandangan tersebut seakan menunjukkan yang tadinya lawan menjadi kawan, hingga akhirnya masyarakat pun berspekulasi dan bertanya – tanya, kemana arah koalisi maupun oposisi dalam pemerintahan Jokowi untuk 5 tahun kedepan.

Hal ini menunjukkan hingar bingar politik yang tadinya adem lalu menghangat kembali, setelah KPU dan MK memutuskan untuk menolak semua gugatan BPN Prabowo – Sandiaga, para elit partai seakan sedang menunjukkan akrobat politis yang makin seru jelang penentuan susunan Kabinet oleh Presiden terpilih Jokowi.

Akrobat politis ini seakan menunjukkan bahwa beberapa politisi “mengharapkan” jatah kursi menteri karena parpol tersebut telah mendukung junjungannya, namun sekali lagi tentu tidak sopan kiranya mendukung calon pemimpin untuk bisa mendapatkan jatah menteri, hal ini tentu saja dipertanyakan ketulusannya dalam memberikan dukungan kepada Capres yang diusungnya.

Rahasia umum dalam ranah politik adalah ‘tidak ada kawan sejati, tidak ada lawan abadi, yang ada kepentingan bersama. Oleh karena itu saat ini masyarakat tengah menebak – nebak siapa kawannya siapa, hal ini terbukti dari adanya pertemuan Gondangdia yaitu beberapa ketua dan elit 4 partai pendukung Jokowi (kubu koalisi) minus PDIP, yang kemudian disusul pertemuan Gondangdia Jilid 2 antara Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dimana pada saat bersamaan di Jalan Tengku Umar dan juga pertemuan antara Megawati dengan Prabowo, 2 pertemuan pada saat yang bersamaan ini bisa dikatakan istimewa, karena dilakukan oleh para pihak yang berlawanan ketika perhelatan Pilgub DKI Jakarta maupun ketika pemilu yang lalu.

Dalam peta politik tidak ada kata kebetulan atau tidak disengaja, sebagaimana jawaban elit politik ketika menjawab pertanyaan awak media, pertemuan gondangdia Jilid 1, dikatakan untuk merayakan ulang tahun pimpinan partai Nasdem Surya Paloh, kemudian jilid kedua, dikatakan karena Anies Baswedan sudah lama ingin bertemu, namun baru sempat pada waktu itu.

Tentunya secara bersamaan dengan pertemuan di Teuku Umar, oleh karenanya masyarakat pun berasumsi, jika dulu terdapat 2 kubu sekarang bertambah menjadi kubu gondangdia dan kubu tengku umar.

Kemunculan kubu baru tersebut dikuatkan oleh pernyataan para tokoh kubu masing – masing, Megawati mengatakan bahwa dalam kabinet Presidensiil tidak ada koalisi ataupun oposisi, sedangkan kubu gondangdia menyatakan bahwa penambahan peserta koalisi akan mengurangi soliditas koalisi pendukung pilpres, dari statement para elit parpol ini, makin jelas akan adanya perubahan peta koalisi maupun opossi.

Sehingga pihak oposisi mungkin berharap ingin berkuasa, sedangkan kubu koalisi merasa khawatir kehilangan jatah kursi di kabinet, sepanjang semua untuk kepentingan bangsa dan negara, kita tinggal serahkan pada Presiden terpilih Joko Widodo untuk menentukan mana yang sekiranya akan diberi amanah sebagai menteri dalam kabinetnya.

Pada kesempatan berbeda, Jokowi juga sempat menyebutkan kriteria calon menteri yang diinginkan, antara lain, memiliki jiwa kepemimpinan, pekerja keras, memiliki kapasitas untuk menjalankan program pemerintah dan berintegritas.

Diketahui pula bahwa PPP juga belum mengusulkan nama – nama calon menteri, Sekjend PPP Asrul Sani menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan nama – nama calon menteri setelah diminta oleh Presiden Joko Widodo.

Jika tidak mendapatkan kursi, tentu kita tidak bisa menyalahkan Jokowi semata, karena Menteri merupakan wewenang presiden yang memilih dan mencopotnya dari jabatannya. Kalau tidak kebagian kursi tentu masih banyak toko meubel yang menjual aneka kursi yang bagus.

Tentu akan menjadi sesuatu yang elok jika Parpol nantinya akan berebut jatah kursi. Presiden Jokowi dalam kesempatan pembubaran TKN juga telah menghimbau agar pendukungnya tetap kompak.

Sehingga tak perlu ada saling cemburu jika dalam kabinet nanti pembagian kursi tidak sesuai dengan harapan para elite partai politik.

Tapi bukan berarti Jokowi tidak menerima usulan calon menteri dari partai koalisinya, sehingga jika nanti Jokowi meminta usulan nama menteri, silakan ajukan saja asal tetap legowo misal tidak dipilih untuk menduduki jabatan di kementrian.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Polsek Kalijambe Temukan Motor Hasil Rampasan Kawanan Perampok di Sragen

Sragen,Maspolin.id – Kapolsek Kalijambe Iptu Aji Wiyono beberkan perkembangan perkara perampasan sepeda motor dan hand phone di wilayahnya. Sepeda motor jenis Satriya yang telah di rampas oleh 6 orang kawanan perampok, pada 23 Juli 2019 lalu, di temukan tergeletak di jalur jalan raya Sragen- Purwadadi oleh warga.

Perampasan yang terjadi dini hari pukul 03.30 Wib, di tempat kejadian warung HIK di jalur Solo- Purwodadi, tepatnya di Dukuh Karangrejo Desa Karangjati Kecamatan Kalijambe Sragen mulai mengerucut.

Iptu Aji mewakili Kapolres Sragen Polda Jawa Tengah menerangkan, 6 orang kawanan perampasan di perkirakan berasal dari Grobogan. Barangbukti sepeda motor jenis satriya bernomor polisi AD 5608 GU, di temukan warga bernama Jaswar pada hari kamis 25 Juli 2019 pukul 04.00 Wib, tergeletak di pinggiran hutan di jalur jalan raya Solo – Purwodadi tepatnya di di Dukuh Getas kecamatan Geyer Grobogan.

Penemuan sepeda motor itupun awalnya membuat warga bertanya tanya. Namun setelah melihat dari media sosial, adanya kawanan perampas beraksi di kalijambe Sragen, merekapun kemudian mencocokan sepeda motor tersebut, yang ternyata ada kecocokan pisik.

Diduga tersangka meninggalkan sepeda motor tersebut, lantaran kehabisan bensin. Dugaan lain disampaikan Iptu Aji, bahwa dua nomor handphone yang telah di rampas para pelaku itu, terdeteksi terakhir kali berada di wilayah grobogan.

“ setelah di cek, sepeda motor tesebut benar adalah hasil kejahatan di kecamatan Kalijambe Sragen, dan berdasarkan petunjuk IT, dua HP tersebut terakhir on di wilayah Grobogan, “ terangnya.

Saat ini, Polsek Kalijambe masih meminta keterangan dari penemu sepeda motor sebagai saksi. Pihak Kepolisian juga terus melakukan upaya pencarian, berkoordinasi dengan polres jajaran lainnya, untuk menemukan para pelaku.

Admin

Unit Provost Polsek Singgahan Gelar Pemeriksaan Senpi Inventaris Personil Polsek

Tuban,Maspolin.id – Usai melaksanakan apel pagi, Unit Provost Polsek Singgahan Polres Tuban menggelar pemeriksaan senjata api/Senpi inventaris yang di pegang personil maupun piket penjagaan.

Pemeriksaan senpi organik milik Polsek Singgahan di pimpin langsung Kapolsek Singgahan Akp Ali Kanapi, Sh bersama Wakapolsek Iptu Suharto dan Kanit Provost Aiptu Mujiono di halaman Mapolsek Singgahan Polres Tuban. Selasa (30/07/2019) pagi.

Pemeriksaan dan pengecekan tersebut terkait kelayakan personil pemegang senpi maupun senpi yang dipinjam pakai agar selalu sesuai dengan Standar Operasional Prosedur ( SOP ).

Kapolsek Singgahan mengatakan  pemeriksaan senpi inventaris polsek baik terhadap pemegang perorangan maupun yang ada di penjagaan tersebut menindaklanjuti arahan pimpinan yang meliputi kondisi senpi, jumlah amunisi dan kepemilikan Surat Ijin Memegang Senjata Api ( SIMSA ), hal ini dilakukan agar meminimalisir terjadinya penyalah gunakan senjata api dinas serta penginventarisiran secara berkala.

“Selain pemeriksaan senjata api  juga dilakukan kelengkapan ranmor beserta surat-surat, administrasi anggota meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Ijin Mengemudi (SIM) ,”Ucap Kapolsek Singgahan

Sebagai anggota Polri Dalam melaksanakan tugas dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat juga mempunyai tugas dalam pengegakan hukum sehingga sebagai anggota polri harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat sebelum melakukan penindakan hukum baik itu pidana maupun pelanggaran Pungkasnya.

Agus/Hum

Bupati Bojonegoro Hadiri Hari Keluarga Nasional yang Dilaksanakan P3AKB

Bojonegoro,Maapolin.id – Bupati Bojonegoro menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional yang diselenggarakan oleh P3AKB (Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) di pendopo Malowopati, selasa (30/7). Acara dihadiri oleh Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesra, Koordinator Penyuluh KB se Kabupaten Bojonegoro.

Hari Keluarga Nasional diselenggarakan guna memacu keluarga untuk meningkatkan interaksi di dalam lingkup keluarga. Dinas P3AKB kembali menggelorakan gerakan Kembali ke Meja Makan, yaitu kegiatan makan bersama dengan anggota keluarga. Kemudian gerakan 18.00 – 21.00, yaitu mematikan Tv dan media komunikasi lain yang bertujuan membangun komunikasi dan kedekatan didalam keluarga.

Keluarga sebagai tempat berkumpul, berkomunikasi dan berbagi, maka kebersamaan dalam keluarga perlu ditingkatkan. Anik Yuliarsih, Kepala Dinas P3AKB dalam sambutannya “kita meminta kerja sama dari seluruh peserta yang hadir untuk menggelorakan Gerakan Kembali Meja Makan dan Gerakan 18.00 – 21.00.” Tutur Kepala Dinas P3AKB.

Bupati Bojonegoro berharap, Pemkab Bojonegoro dalam mengimplementasikan Kabupaten/kota layak anak, dibutuhkan peran keluarga secara maksimal untuk membangun karakter seorang anak. “Ibu menjadi pilar penting dalam membangun karakter seorang anak serta seorang suami di dalam keluarga.” kata Bupati.

Anna Muawanah berpesan kepada Kader PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) yang hadir, agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh, dapat disalurkan kepada keluarga, saudara dan lingkungan khususnya. Sehingga Bojonegoro dapat mempersiapkan generasi penerus sebaik mungkin.

Agus/Pred

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Kepemilikan Senpi AR-15

Lampung Selatan, LAMPUNG - Maspolin.id|| Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mengembangkan kasus kepemilikan senjata api yang terungkap di wilayah Kalianda. Dalam pengembangan tersebut, polisi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.