Dua Truk Dan Satu Motor Terlibat Kecelakaan, Sehingga Menewaskan Pengendara Motor

Jombang,Maspolin.id – Dua kendaraan truk dan satu sepeda motor terlibat kecelakaan di Jalan Raya Desa Gondang Manis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/7/2019) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, satu orang mengalami luka berat dan meninggal di RSUD Kertosono. Korban tewas, diketahui bernama Andi Ilham (21), warga Desa Kedungrejo RT/RW 05/01, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pengendara sepeda motor Yamaha Mio nopol AG 2449 UG.

Kanit Lakalantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman mengatakan, kecelakaan bermula saat kendaraan truk Box Mitsubishi nopol W 8135 NT, berjalan dari arah timur melaju kebarat berusaha mendahului kanan kendaraan truk Tracktor Head nopol P 8140 UW yang berjalan searah didepannya.

Namun saat mendahului, kendaraan truk Box Mitsubishi terlalu kekanan sehingga berserempetan dengan sepeda motor Yamaha Mio yang berjalan dari arah berlawanan, yakni dari arah barat ketimur.

Kemudian, kendaraan Truk Box Mitsubushi oleng kekiri dan menabrak Kendaraan truk Tracktor Head yang didahuluinya, maka terjadilah kecelakaan lalu lintas.

“Dalam insiden kecelakaan ini, satu orang meninggal dunia di RSUD Kertosono, Nganjuk, yaitu pengendara sepeda motor Yamaha Mio. Sedangkan faktor penyebab kecelakaan, pengemudi Truk Box ceroboh saat berusaha mendahului kanan kendaraan yang berjalan searah didepannya,” kata Iptu Sulaiman.

Sementara pengemudi truk Box, yaitu Deni Agus Taqyudin (22) warga Dusun Nanggungan RT/RW 02/04, Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Jombang, dan Imam Sopii (38) warga Dusun Tanjung RT/RW 23/04, Desa/Kecamatan Ngusikan, Jombang, pengemudi truk Tracktor Head, selamat dan tidak mengalami luka.

Peristiwa tersebut, ditangani langsung anggota kepolisian dari Satlantas Polres Jombang. Oleh petugas, dua kendaraan truk dan satu sepeda motor yang terlibat kecelakaan dibawa ke kantor polisi.

“Kedua sopir truk selamat dan tidak mengalami luka. Sedangkan ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan, sudah kita amankan di Satlantas Polres Jombang guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Sulaiman.

Jajang

Menang Lomba, Kapolres Beri Hadiah kepada Kampung KB Serasi

Cilacap, Maspolin.id – Gaung HUT ke-73 Bhayangkara belum juga usai. Buktinya, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto memberikan hadiah kepada Kampung KB Serasi di Desa Sidasari, Kecamatan Sampang, Cilacap, Jateng, Senin (22/7/2019) siang.

Orang nomor satu di Polres Cilacap itu mendatangi Desa Sidasari, karena desa tersebut menjadi runner up Lomba Bhayangkara KB Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang diselenggarakan Polda Jateng dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara.

Kapolres yang didampingi Kasat Binmas AKP Pujiono beserta rombongan yang terdiri dari pejabat utama Polres Cilacap tiba di Kampung KB Serasi Desa Sidasari, disambut Forkopimcam Sampang, para Kapolsek Distrik Kroya, para Bhabinkamtibmas se-Distrik Kroya, kepala Desa Sidasari, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Kapolres dan rombongan disambut drama tentang Akeh Anak Akeh Rejeki, dimana ceritanya menitikberatkan pentingnya menerapkan program KB dalam keluarga.

Kegiatan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan menyanyikan Mars Keluarga Berencana serta Mars Germas Hidup Sehat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sidasari, Syarifudin mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Kapolres Cilacap berserta staf yang datang pada acara tersebut, karena telah diberikan kepercayaan mewakili Cilacap pada kegiatan Bhakti Sosial KB-Kes Bhayangkara dalam rangka HUT ke-73 Bhayangkara.

Kades juga mengapresiasi Polres Cilacap yang telah mendukung kegiatan tersebut.

AKBP Djoko Julianto juga mengucapkan terimakasih kepada warga Desa Sidasari atas pelaksanaan Lomba Bhayangkara KB Kesehatan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Selanjutnya, Kapolres juga mengapresiasi Kampung KB Serasi di Desa Sidasari yang telah mendapat prestasi sebagai Juara II Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Sebagai bentuk rasa syukur, apresiasi dan ungkapan terimakasih atas pencapaian yang telah ditorehkan Kampung KB Serasi Desa Sidasari, Kapolres memberikan dua ekor kambing betina dan uang pembinaan.

Selain itu, Djoko Julianto juga menyampaikan pesan Kamtibmas kepada masyarakat agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terhadap berita yang dapat memecah belah persatuan, serta selalu waspada terhadap golongan yang ingin mengganggu keutuhan NKRI.

“Kita hadir di sini dengan pemerintah, dibantu unsur terkait bersama rekan-rekan yang sedang KKN dari Unsoed, kita imbau kepada masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana bagi kesejahteraan keluarga, termasuk kemajuan bangsa dan negara ini,” ungkap Kapolres. (Estanto)

SURAT IRJEND POL (PURN) SISNO ADIWINOTO UNTUK ILC –  KARNI ILYAS.

Pengantar Redaksi:

Barusan saya mendapat kiriman WA pribadi dari Irjend Pol purn Sisno Adiwinoto, perihal undangan beliau sebagai salah satu pembicara tamu dalam acara ILC.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, pak Sisno adalah seorang yang giat menyoroti kinerja KPK akhir akhir ini.
Berikut Surat beliau untuk Presiden ILC Karni Ilyas.

(S Stanley Sumampouw, Pemred Maspolin).

Yth.
Pak Dt Karni Ilyas,
Presiden ILC.

Terima kasih banyak atas Undangan untuk hadir pada ILC Selasa, 23 Juli 2019, dengan “Topiknya Wajah KPK di masa Depan.”
Mohon maaf saya tidak dapat hadir karena ada tugas yang harus saya kerjakan. Untuk bahan saya sudah siapkan seperti dibawah ini.

Dum.
Terima kasih, Wass
Sisno Adiwinoto/Pengamat Kepolisian.

Wajah KPK dimasa Depan :

1. Harus clear keberadaan KPK sebagai institusi ad hoc (dalam pemberantasan korupsi) mau sampai kapan ? Kalau sejak awal pembentukannya dimaksudkan hanya ad hoc, dalam UU KPK tidak ada satupun klausul atau pasal yang menyatakan sifatnya ad hoc.
Artinya, jangka waktu dibatasi, apakah 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun, atau berapa tahun ? Bahwa betul maksud dibentuknya KPK adalah untuk men-trigger (trigger mecanism) agar penegak hukum yang sudah ada dan permanen sifatnya seperti Polri dan Kejaksaan bisa terpacu untuk bersama-sama memberantas korupsi. Bagaimana mungkin hal itu bisa terwujud kalau treatment, salary, kewenangan, fasilitas, dan lain lainnya tidak equal antara KPK dengan Polri dan Kejaksaan untuk sama-sama memberantas korupsi ;

2. Kalaupun KPK tetap dipertahankan keberadaannya, mestinya ke depan KPK lebih konsen ke Pencegahan daripada pemberantasan. Biarkan soal pemberantasan diserahkan kepada Polri dan Kejaksaan ;

3. Dgn merefer pada ungkapan Lord Dalberg Acton bahwa: “Power tends to corrupt, absolute power corrupt absolutelly”, maka adalah sangat berbahaya sebuah institusi semacam KPK diberikan kewenangan yang nyaris powerfull, bahkan cenderung sudah menjadi super body, tapi tdk ada pengawasan secara institusional, tunggulah waktunya akan menjadi institusi sewenang-wenang dalam penegakan hukum pemberantasan korupsi. Terlebih lagi KPK tidak berwenang menerbitkan SP3, semakin mengkhawatirkan institusi KPK ini dipakai/digunakan secara sewenang-wenang untuk menetapkan seseorang sebagai TSK (sdh banyak kasus yg menunjukkan hal itu, hanya tdk pernah di expose oleh media, krn media semua sdh dibuat “tiarap” oleh KPK);

4. Ke depan, KPK mesti tetap menghormati HAM dlm proses hukum terhadap mereka yang ditetapkan sebagai TSK ;

5. Ke depan, mindset KPK harus diubah dari semula lebih pada menggunakan Hukum Pidana sebagai Primum Remediun menjadi Ultimum Remedium. Jadikan Hukum Administrasi sebagai Primum Remediun (dgn Tuntutan Ganti Rugi/TGR terhadap penyelesaian Kerugian negara), sedangkan Hukum Pidana menjadi Ultimum Remedium

6. Ada hal yg mendasar yaitu bahwa KPK harus transparan dan akuntabel dalam penggunaan keuangan negara dan juga harus tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku yang terkait dengan penghasilan dan status kepegawaian Komisioner, penyidik, dan pegawai KPK,

7. Adalah sangat ironis, KPK memberantas korupsi tapi KPK sendiri tidak tranparan dan tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan keuangan negara yang sering menjadi temuan BPK (tapi tidak di expose ke publik).

8. KPK keunggulannya krn ada kewenangan penyadapan lalu semua kasus didominasi hsil OTT.

9. Ada beberapa kasus sudah sempat viral seperti kasus Emirsyah, Lino, dan kasus lanjutan E-KTP justru penyelesaiannya melambat.

10. Masih terjadi polemik mengangkat penyidik internal, seolah menafikan kemampuan dan integritas penyidik fungsional (polri dan jaksa)

11. Wadah atau organisasi pegawai internal memiliki otoritas dalam tata kelola sdm termasuk karir yg tidak selalu memperhatikan kesetaraannya dengan pejabat fungsional lainnya.

12. Ke depan KPK
– Harus menata ulang tata kelola penanganan kasus agar dpt dijamin kecepatan penyelesaiannya secara tuntas. Kalau memerlukan penambahan penyidik fungsional segera dikoordinasikan, jangan terpengaruh berbagai pertimbangan dari wadah internal.
– Penataan wadah internal sebaiknya difokuskan pada upaya bagaimana semua personal mampu berkontribusi positif untuk kemajuan KPK, tanpa mengurusi hal-hal yg menjadi tugas, tanggung jawab dan kewenangan para komisioner KPK.
– KPK harus selalu bertindak cepat, akurat, tegas serta massif dlm meringkus tsk. Profesional dan menyeluruh dlm menyidik para tsk.
– Segala sesuatu yang membuat kesan bertele-tele, ramai dlm pemanggilan, ber-ulang2 itu-itu juga orangnya tetapi tanpa kemajuan yang berarti, yang sudah terindikasi sebagai tsk masih belum bermuara ke pengadilan.

Dum. Tks. Wass Sisno Adiwinoto.

Catatan:
Pada point 1 kita bisa menarik bbrp benang merah :

– KPK yang sebenarnya sebuah lembaga ad hoc utk men trigger polisi dan jaksa sebagai institusi yg lebih dulu punya kewenangan me nangani korupsi TAPI nyatanya sampai sekarang tidak ada NIAT untuk membuat batasan waktu bagi KPK sebagai layaknya sebuah lembaga ad hoc.

– kalau berdalih dengan bukti bahwa KPK lebih mampu dan lbh banyak menangani korupsi ketimbang jaksa dan polisi, itu adalah sebuah “comparasi” yg TIDAK ADIL, …. mengingat dari aspek lain seperti salary, fasilitas dan sebagainya jaksa & Polisi tidak Equal bila dibanding KPK.

Polisi dan jaksa pun seandai nya diberi fasilitas, salary spt halnya KPK, kita yakin akan mampu juga.

– akan tetapi masalah nya adalah …. Mungkinkah dalam sebuah organisasi spt kepolisian dan Kejaksaan dibentuk unit atau satuan khusus yang punya kewenangan super dan diberi fasilitas dan salary super juga seperti halnya KPK ?

Tentu ini akan menimbulkan Steimingbell bagi yg lain..

KAPOLRESTABES MEDAN PRES RELEASE HASIL OPERASI TIM PEGASUS 3C & N POLRESTABES MEDAN

Medan,Maspolin.id – Dalam menekan angka kriminalitas jalanan di Kota Medan, Polrestabes Medan hingga Polsek jajaran, gencar melakukan patroli dan Hunting ke jalanan.Hasilnya, sejak Juni dan Juli 2019, polisi berhasil mengamankan 47 pelaku Curanmor, 56 kendaraan roda dua, dan 2 mobil. Para pelaku dan hasil curian yang di di dapat dari beberapa wilayah, diboyong ke Polrestabes Medan, Senin (22/7) siang.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira,SIK,MH dan para Kapolsek, serta Kanit Reskrim jajaran menjelaskan, giat patroli hunting dilakukan beberapa kali dilakukan dalam seminggu dan malam hari, guna menekan gangguan Kambtimas dan pelaku 3C & N (Curanmor, Curas, Curat dan Narkoba) yang di kota Medan.
Dalam kegiatan rutin tersebut,tingkat kerawanan pelaku curanmor dalam Kurun setahun ini berkurang drastis.

“Secara umum, dari bulan Januari-Juni 2018 dibanding 2019 sekarang per Januari-Juni, tingkat kejaharan khususnya untuk pencurian kendaraan bermotor, menurun. Tahun lalu itu ada 228 kasus, tahun ini ada 102 kasus. Untuk jumlah tindak pidana ada 1612. Jadi penyampaian per bulan juni sampai 48 persen,” ungkap, Kombes Dadang Hartanto

Terbaru, sambung pelaku curanmor paling menonjol yang bisa diringkus yakni dari kawasan Polsek Medan Baru dan Polsek Patumbak.

Di Medan Baru,Kombes Pol Dr Dadang Hartanto merinci bahwa pihaknya berhasil menemukan 4 kendaraan bermotor. Dari 2 orang tersangka (Dhema Fahrizal Laurenz dan Robianto), yang mana pencurian terakhir dilakukan tersangka pada malam hari tanggal 22 Juni 2019. Dia melakukan pencurian pada malam hari.

“Dari hasil pengembangan, kedua pelaku melakukan pencurian di 30 TKP,” katanya.

Sementara hasil pengungkapan Curanmor yang menonjol lainnya di kawasan Polsek Patumbak, polisi berhasil menyikat para pelaku yang terakhir melakukan aksi curanmor pada 23 Juni 2019.

“Di Patumbak ada 10 TKP yang pernah dilakukan pelaku dalam pencurian kendaraan bermotor. Total seluruhnya yang kita pamerkan ada 56 kendaraan bermotor roda 2 dan roda 4 nya ada 2. Para pelaku ini mengambil dari masyarakat,” jelasnya.

Atas pengungkapan itu, menegaskan bahwa upaya ekspose dilakukan sebagai sarana pemberitahuan kepada masyarakat yang pernah mengalami kehilangan kendaraaannya untuk bisa mengecek dan melaporkannya ke Polrestabes Medan.

Novian Harhara

Rumah Dewi Direhab Total TNI

Cilacap, Maspolin.id – 20 unit rumah yang menjadi sasaran rehab program TMMD Sengkuyung II, sebagian besar memasuki tahap finishing, dan hanya beberapa rumah yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Satu dari 20 unit rumah tersebut, salah satunya adalah milik Dewi.

Rumah yang berlokasi di RT 03 RW 05 Dusun Ciputri, Desa Cimrutu, itu direhab terakhir oleh Satgas TMMD dan masyarakat. Menariknya, rumah itu direhab total alias dibangun dari nol.

Pasalnya, kondisi awal rumah Dewi rusak keseluruhannya, sehingga bahan bangunan seutuhnya diganti oleh Satgas TMMD.

“Untuk rumah ibu Dewi ini, total kita bangun dari awal. Mulai dari pondasi hingga kerangka rumah. Bahan bangunan yang sudah ada kita maksimalkan agar cepat selesai, seperti rumah sasaran rehab lainnya,” jelas Sertu Hamdan Permana di lokasi rehab RTLH, Senin (22/7/2019).

Dia menuturkan, selain rumah Dewi, ada beberapa rumah yang saat ini belum selesai digarap, diantaranya rumah milik Mbah Wahja, Warsono, Aang, dan Cuang. Keempatnya merupakan warga Dusun Kalenwedi, Desa Cimrutu.

“Kondisi serupa bisa kita lihat di wilayah Dusun Kalenwedi, dimana masih ada tiga rumah lagi yang belum selesai direhab. Kita Satgas TMMD bersama warga tentu akan terus mengejar penyelesaian semua sasaran rehab RTLH ini agar masyarakat bisa hidup dengan rumah layak,” pungkas Hamdan, anggota Satgas TMMD yang juga Babinsa Cimrutu tersebut. (Estanto)

Konferensi Pers, Nunung Minta Maaf Pada Semuanya

Jakarta,Maspolin.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya siang ini menggelar jumpa pers terkait penangkapan Nunung. Komedian bernama lengkap Tri Retno Prayudati itu dipamerkan dalam jumpa pers tersebut dengan memakai Baju Tahanan Bersama Suami dan Penjual.

Komedian Nunung menangis tersedu-sedu meminta maaf pada suaminya. Nunung meminta maaf pada suaminya karena Nunung tak mendengarkan nasihat suaminya agar berhenti mengkonsumsi sabu. 

Tidak hanya meminta maaf pada keluarga, sang komedian juga meminta maaf pada rekan-rekan kerjanya.

“Kepada rekan-rekan kerja saya dan dimana saya bekerja,” tambahnya.

Nunung sangat menyesal atas apa yang ia perbuat.

“Saya sudah mengecewakan, saya sudah salah, melanggar hukum,” ujar Nunung pelan.

Momen ini terjadi saat polisi menghadirkan Nunung dan suami saat konferensi pers terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

Sebelumnya, Komedian Nunung ditangkap bersama suaminya pada Jumat, 19 Juli 2019 di kediamannya di Tebet, Jakarta Selatan. Nunung ditangkap sesaat setelah menggunakan sabu yang dibelinya oleh penjual berinisial TB.

Sejumlah fakta pun terungkap terkait Nunung yang terjerat narkoba. Nunung kerap bertransaksi sabu di depan rumahnya di Tebet, Jakarta Selatan.

Penjual sabu, TB tak pernah diizinkan masuk ke dalam rumah. Nunung dan TB bertransaksi di pintu gerbang. Nunung dan suaminya bertransaksi dengan modus membeli perhiasan.

Saat digerebek, Nunung sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang sabu seberat 2 gram ke dalam kloset.

Nunung telah aktif menggunakan sabu sejak 20 tahun lalu, sedangkan suami Nunung aktif sejak 24 tahun lalu. Suami Nunung sempat menasehati agar berhenti mengkonsumsi narkoba.

Admin/Hum

Peduli, Babinsa Beri Bendera Merah Putih kepada Kantor Pos Kesugihan

Cilacap, Maspolin.id – Di sela aktivitasnya melakukan monitoring wilayah, Babinsa Desa Kesugihan Kidul, Serda Hartoyo terbersit hatinya saat melewati Kantor Pos Kesugihan.

Dia melihat ada yang ganjil di kantor salah satu BUMN, itu dan matanya menyorot tajam pada bendera yang berkibar di halaman kantor tersebut.

Hartoyo mengaku prihatin melihat kondisi bendera yang merupakan simbol kehormatan bangsa Indonesia itu sudah usang dan terlihat pudar.

Sebagai prajurit, jiwa patriotismenya tersentak karena tak sanggup melihat Sang Merah Putih sedang berkibar dalam keadaan suram.

Hal itu menggugah hatinya, dan mendorong pikirannya untuk mengambil inisiatif mengganti bendera Merah Putih yang baru kepada pihak Kantor Pos Kesugihan.

Penyerahan bendera dilakukan di halaman Kantor Pos tersebut, dan diterima langsung oleh karyawan yang sedang bertugas, serta dilakukan penggantian saat itu juga, Sabtu (20/7/2019).

Hartoyo mengatakan, apa yang dia lakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap wilayah binaaan dan wujud patriotisme, rasa cinta Tanah Air, bangsa, dan negara Indonesia.

Menurutnya, dengan memberikan bendera Merah Putih baru untuk mengganti bendera yang sudah usang dan warnanya memudar atau tak layak berkibar merupakan wujud kepedulian TNI menanamkan rasa cinta Tanah Air dan nilai-nilai kebangsaan kepada instansi maupun masyarakat.

“Ini dilakukan agar dinas/instansi mempunyai kepedulian terhadap arti penting bendera Merah Putih sebagai lambang negara Republik Indonesia,” tandasnya.

Menurutnya, lambang negara tersebut diraih dengan pengorbanan yang begitu besar oleh para pendahulu, pejuang bangsa kita dengan taruhan harta dan nyawa.

Selain itu, imbuh Hartoyo, ini dapat menjadi satu teladan yang patut dicontoh seluruh masyarakat sebagai aplikasi rasa cinta Tanah Air dan pentingnya membela negara. (Estanto)

Tak Hafal Jalan, Jeep Nyungsep ke Jurang

Banyumas, Maspolin.id – Mobil jeep nopol Z-1521-HA sekira pukul 17.00 WIB tiba-tiba nyungsep ke jurang, Minggu (21/7/2019).

Jeep yang dikemudikan Khaerul, warga RT 04 RW 03 Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jateng, awalnya terperosok keluar badan jalan dan masuk ke pekarangan warga dengan kemiringan 45 derajat hingga kedalaman 7 meter, persisnya di tanjakan Desa Babakan menuju Desa Sunyalangu.

Mobil jeep tersebut mengangkut 6 orang termasuk sopir. Mereka masing-masing Agus Prayoga (50), laki-laki, menderita luka dan patah tangan; Efian Hendalin (45), perempuan, patah tangan kiri; Ganjar Eti (43), perempuan, patah tangan kiri; Aufa Nisa (8), perempuan, lecet bagian muka; dan Humaira Najla (6), perempuan, lecet bagian muka.

Menurut informasi yang dihimpun, Agus Prayogo dan keluarga menggunakan mobil jeep yang dikemudikan Khaerul saat itu dalam perjalanan pulang dari menengok saudaranya yang akan berangkat menunaikan ibadah di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok.

Ketika tiba di jalan menurun dari Desa Sunyalangu ke Desa Babakan, Khaerul yang diduga tidak mengenal jalan tidak dapat menguasai kendaraannya, dan menabrak pohon so, kemudian meluncur ke pekarangan milik Nohidin, warga RT 04 RW 04 Desa Babakan, Kecamatan Karanglewas, yang memiliki kemiringan 45 derajat sejauh 7 meter dari badan jalan.

Kendaraan pun terbalik dengan posisi roda di atas, dan seluruh penumpang masih di dalam mobil.

Muazin dan Munhamir yang ada di dekat lokasi mendengar suara “Deng”, seperti mobil jatuh dan mereka langsung menuju ke TKP.

Mereka berdua lantas memanggil warga untuk melakukan pertolongan.

Tak lama, petugas dari Tagana Kabupaten Banyumas dan warga melakukan pertolongan. Seluruh korban tercatat 5 orang dan dibawa ke RS Hermina, Purwokerto.

Petugas Polsek dan Koramil setempat juga mendatangi lokasi kejadian untuk mendata dan mengamankan TKP. Polsek Karanglewas kemudian menghubungi Polres Banyumas.

Petugas Polres datang ke TKP dan memanggil mobil derek. Jeep tersebut langsung diderek pukul 21.50 WIB dan dibawa ke Polres Banyumas.

Sementara Khaerul selamat dari kecelakaan dan tidak mengalami luka apapun.

“Jumlah korban jiwa nihil, sementara 5 orang penumpang jeep dalam keadaan hidup, namun mengalami luka-luka,” jelas Ady Candra, koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, Minggu (21/7/2019) malam. (Estanto)

SMCE Gelar Diskusi Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Kontruktif

Jakarta,Maspolin.id – Lembaga nirlaba Sosial Media for Civic Education (SMCE) akan menggelar diskusi dengan kalangan insan media bertema ; “Peran Media Melawan Hoax dan Mengawal Demokrasi Secara Kontruktif Demi Suksesnya Pembangunan 5 Tahun Kedepan”. Acara ini rencananya akan digelar Rabu, (24/07/2019) jam 13.00 WIB hingga selesai di Hotel Cetral.

“Pemerintah yang memiliki legitimasi yang kuat perlu diimbangi dengan Oposisi yang cerdas, tanpa hal itu Demokrasi kurang bermakna, Pemerintah akan berjalan tanpa ada yang mengkoreksi, maka diperlukan kontrol diluar pemerintahan yang sama-sama memiliki tujuan memajukan bangsa namun dengan peran yang berbeda,” kata Wasil Direktur Eksekutif Lembaga SMCE dalam rilisnya, Minggu (22/07/2019).

Menurut Wasil, untuk mengabdi pada bangsa dan negara, unsur kekuatan politik yang dalam hal ini direprestasikan oleh Parpol tidak harus masuk dalam Pemerintahan semua.

Sebab katanya, mengabdi pada bangsa dan negara dapat dilakukan semua pihak dan dalam bentuk berbagai hal serta disemua lini, dengan kemampuan peran dan profesi masing-masing. Artinya jadi oposisi pun juga mulia sepanjang kritik yanf di bangun berdasarkan fakta dan bukti yang benar bukan bersumber dari Hoax.

Lebih lanjut Wasil menambahkan ” Media harus memberi ruang kepada oposisi untuk oposisi dapat memainkan perannya melalui media sebagai pengawas atau kontrol serta penyeimbang terhadap berbagai.kebijkan pemerintah , Nah disinilah peran media harus profesional dan sesuai kode etik agar fungsi pengawasan dari oposisi tidak bersumber dari informasi dan data Hoax ,,jika oposisi memainkan isu isu berdasarkan data hoax maka media harus tegas untuk tidak.memberi ruang tersebut.”

Menjadi Oposisi pun kalau menjalankan fungsinya dengan baik dan berdasarkan data serta fakta yang benar merupakan manifestasi dari pengabdian bagi bangsa dan negara dalam dalam konteks menjalankan demokrasi yang konstruktif. Untuk itu peran media sangatkah dibutuhkan guna mengawal dan memberikan literasi untuk tumbuh kembangnya demokrasi yang konstruktif dalam rangka mensukseskan pembangunan 5 tahun kedepan tanpa kegaduhan yang bersumber dari info info Hoax” jelas Wasil.

“Dalam diskusi yang akan dimoderatori oleh Syafrudin Budiman SIP (Konsultan Media dan Politik) rencanannya akan dihadiri para pembicara yang ahli dalam kajian-kajian politik dan media. Diantaranya, Agus Sudibyo Anggota Dewan Pers, Pengamat Politik Senior UI, DR. Arbi Sanit dan M. Antoni Wartawan Senior Antara serta Politisi Abdul Kadir Karding yang juga Kerua DPP PKB,” pungkas Wasil.

Admin

Antisipasi Ramainya Pengunjung, Polsek Kaligesing Giatkan Patroli Tempat Wisata

Purworejo,Maspolin.id – Untuk mengantisipasi ramainya pengunjung yang datang ke obyek wisata pada liburan akhir pekan personel Polsek Kaligesing Polres Purworejo patroli dengan menyambangi lokasi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Kaligesing, Minggu (21/07/2019).

Wilayah Kecamatan Kaligesing yang memiliki beberapa destinasi wisata unggulan yang cukup mengundang datangnya wisatawan baik dari warga sekitar Purworejo maupun dari luar daerah untuk mengunjungi obyek wisata pada liburan akhir pekan.

Tentunya untuk menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di lokasi obyek wisata personel Polsek Kaligesing melaksanakan kegiatan patroli dengan menyambangi tempat tempat wisata tersebut.

Dalam kegiatan patroli juga memberikan himbauan kepada para pengunjung supaya lebih hati hati apabila berada dipinggir tebing mengingat lokasi wisata yang berada di daerah pegunungan.

Kapolres Purworejo Polda Jateng AKBP Indra Kurniawan Mangunsong melalui Kapolsek Kaligesing AKP Joko Nurwanto mengatakan untuk mengantisipasi ramainya pengunjung kita laksanakan kegiatan patroli dengan menyambangi lokasi obyek wisata, ungkapnya.

Admin/Hum

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Kepemilikan Senpi AR-15

Lampung Selatan, LAMPUNG - Maspolin.id|| Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mengembangkan kasus kepemilikan senjata api yang terungkap di wilayah Kalianda. Dalam pengembangan tersebut, polisi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.