Dukung Kebangkitan Ekonomi Nasional, Pemerintah Serap Aspirasi Pelaku Industri

Oleh : Ghiffari Ramadhani )*

Jakarta,Maspolin.id – Aspirasi dari sektor industri dan pelaku usaha ternyata mendapatkan respons pemerintah dengan penerbitan peraturan pemerintah nomor 45 Tahun 2019, berisi super deduction tax.

Peraturan tersebut menerbitkan peraturan bahwa pengusaha dan industri yang terlibat dalam penyelenggaraan pendirkan vokasi serta kegiatan riset dan inovasi akan mendapatkan pengurangan tagihan pajak penghasilan.

Adanya regulasi tersebut merupakan angin segar bagi para pelaku industri di tanah air, dimana secara akuntansi, dana yang dikeluarkan untuk riset dan vokasi bisa dibiayakan dan mengurangi pajak hingga dua – tiga kali lipat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, terbitnya peraturan tersebut merupakan jawaban dari aspirasi para pelaku industri. Beberapa waktu lalu, Kementrian Perindustrian mengusulkan agar dirinya memberikan insentif kepada pelaku usaha yang melakukan riset dan inovasi.

Menurutnya, dengan adanya PP tersebut, pemerintah ingin mendorong agar industri dalam negeri dapat meningkat. Tak tanggung – tanggung, pemerintah menginginkan agar industri dalam negeri bisa bersaing di kancah internasional.

Perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan praktik kerja, pemagangan dan atau pembelajaran untuk mengembangkan sumber daya manusia berbasis kompetensi diberi pengurangan pajak penghasilan paling tinggi 200 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan.

Sedangkan yang menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan berbasis teknologi dan inovasi diberi pengurangan pajak penghasilan maksimal 300 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu.

Sementara itu, pengurangan pajak penghasilan sebesar 60 persen diberikan kepada industri padat karya yang menanam modal baru atau memperluas usaha di bidang tertentu.

Insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dalam mengembangkan kualitas SDM, dalam pelatihan tenaga kerja agar sesuai kebutuhan pasar, dan melakukan riset untuk meningkatkan daya saing global. Hal tersebut tentu menjadi peluang besar bagi Pemerintah Indonesia untuk dapat meningkatkan peran serta swasta dalam mencapai target – target ekonomi, antara lain memperkuat basis industri nasional yang berorientasi pada ekspor dan industri menengah.

Insentif pajak tersebut juga bisa diarahkan untuk mengatasi persoalan industri nasional yang selama ini ada, yaitu kompetensi tenaga kerja yang kurang dan pengembangan riset, secara lebih terstruktur.

Sehingga alokasi dana perusahaan yang semestinya dibayarkan untuk membayar pajak, dapat dialihkan untuk mendanai keperluan pengembangan SDM dalam sebuah perusahaan, yang dampaknya pengembangan tersebut akan meningkatkan kualitas perusahaan sehingga dapat bersaing di tingkat global.

Kini terbukti sudah bahwa pemerintah dapat menerima dan mengapresiasi aspirasi serta masukan dari pelaku bisnis. Senada dengan hal tersebut, kita tentu mengharapkan agar masukan – masukan dari segmen masyarakat yang lain, seperti dalam bidang politik, sosial dan budaya juga dapat disampaikan kepada pemerintah.

Aspirasi berupa masukan – masukan yang disampaikan secara konstruktif dengan argumentasi rasional dan latar belakang filosofi yang jelas, harus dapat diakomodasi oleh pemerintah untuk kemaslahatan bersama.

Kepedulian ini kita harapkan juga dapat merembet kepada pelaku ekonomi kreatif, hal ini diperlukan karena pelaku industri kreatif cukup disegani di tingkat internasional. Bahkan dalam beberapa kompetisi tingkat internasional, Indonesia juga sering mendapatkan juara pertama.

Dalam kesempatan berbeda, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, bahwa ada sejumlah dana abadi yang seharusnya dapat dianggarkan untuk memberikan dukungan guna mendorong pengembangan potensi dan sumber daya di sektor industri kreatif.

Namun pihaknya belum bisa memastikan bagaimana mekanismenya karena hal itu akan kembali dibicarakan dan semoga DPR RI juga dapat memberkan dukungan yang sama dengannya menyangkut dengan alokasi dana abadi tersebut.

Pada periode kedua nantinya, para pelaku ekonomi kreatif tentu berharap agar Jokowi dapat memberikan perhatian lebih di sektor ekonomi kreatif agar nantinya sumber daya dan kesejahteraan para pelaku seni dan kreatif dapat semakin kompetitif di kancah internasional.

Penyerapan aspirasi yang baik tentu merupkan ciri dari negara demokrasi yang sudah matang, karena bagaimanapun juga mereka yang duduk di kursi parlemen tidaklah lepas dari peran dukungan masyarakat yang memberikan suaranya pada kontes pemilihan umum.

Terserapnya aspirasi juga menjadi salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap kehidupan masyarakat yang heterogen.

Hafys

Generasi Peduli Anti-Narkoba (GPAN) Bersama Polo Akan Siapkan Pengacara Untuk Nunung

Jakarta,Maspolin.id – Terkait Penangkapan Nunung Dan suaminya atas Kasus penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu Mengundang Keprihatinan banyak pihak, terutama sahabat sahabat sesama pelawak. 

GPAN (Generasi Peduli Anti-Narkoba)  Bersama Polo ikut prihatin dengan penangkapan Nunung Srimulat, Jumat (19/7/2019). Terlebih anggota GPAN kebanyakan adalah anggota Srimulat, termasuk Tessy dan Polo yang sempat terjerat kasus serupa.

Atas keprihatinannya itu, Polo dan GPAN siap membantu Nunung Srimulatuntuk menjalani kasus hukum yang tengah dihadapinya.Secepatnya ia akan mencarikan kuasa hukum buat Nunung Srimulat dan juga suaminya. Apalagi Nunung Srimulat sempat beberapa kali mengikuti kegiatan mereka dalam memberantas narkoba.

Kalau langkah hukum yang  seperti tadi dibilang Ketua GPAN, akan membantu menyiapkan para lawyer,” ujar Polo ditemui di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019)

Polo dan GPAN ingin mencarikan pengacara untuk Nunung Srimulat lantaran berharap wanita 56 tahun itu bisa direhabilitasi dan bukannya dipenjara.

Sebab menurut Polo, Nunung Srimulat adalah korban yang harus disembuhkan dari ketergantungan narkoba dengan cara rehabilitasi dan bukannya dipenjara.

“Kita berharap rehabilitasi ya. Lagian barang buktinya enggak banyak,” ujar Polo.

Admin/LP6

Melalui Pengacara Siswandi, Tessi Inginkan Nunung Direhabilitasi

Jakarta,Maspolin.id – Di mata teman-temannya seperti Tarzan, Doyok, Polo, dan Tessi, Nunung merupakan sosok yang peduli dengan teman-temannya saat tertimpa musibah.

“Waktu beberapa eks anggota Srimulat terjarat kasus narkoba, Nunung sering memberi dukungan moral dan membantu secara finansial untuk keluarga saat ditinggal mengikuti rehaibilitasi dan ‘mondok’ di lembaga pemasyarakatan (LP),” kata Tarzan di kantor pengacara Siswandi, Gunawarman , Kebayoran Baru,  Jakarta Selatan, Sabtu (20/7/2019).

Menurutnya, karir Nunung lebih moncer dibanding rekan-rekannya di Srimulat. Nunung sempat booming di acara OVJ, dan kini membintangi ‘Ini Talk Show’ bersama Sule dan Andre Taulani.

Maka ketika Tarzan mendengar kabar Nunung bersama suaminya diciduk polisi, ia kaget.

“Saya belum tahu apa yang mempengaruhi Nunung sehingga berteman dengan narkoba, duit ada, rumah tangga baik-baik saja, dan job terus mengalir,” ungkapnya.

Tarzan dan komedian Srimulat lainnya seperti Polo serta Tessy yang ikut jumpa pers berencana bertemu hari ini, untuk memberikan dukungan moril kepada Nunung.

Mereka juga akan meminta pihak kepolisian untuk merehabilitasi Nunung sehingga tidak dijebloskan ke penjara.

Admin

Porkemi Manggarai Bersama Perumda Tirta Komodo Gelar Aksi Bersih

Manggarai,Maspolin.id – Mengatasi masalah sampah di Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) menyedot perhatian banyak pihak baik tokoh agama, masyarakat maupun organisasi peduli sampah lainnya.

Kali ini, organisasi olahraga dari Persatuan Olahraga Kempo Indonesia ( Porkemi) cabang Manggarai dibawah kepemimpinan Kanis Nasak IV Dan bekerja sama dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Komodo Ruteng, gelar aksi bersih di sekitar gereja Khatolik Khatedral Ruteng.

Sebagaimana pantauan media ini, Sabtu ( 20/7/2019), pukul 03.00 Wita, atlet Porkemi Manggarai menggunakan kostum olahraga lengkap dalam membersihkan sampah disekitar jalan Mgr. Vitalis itu. Dalam aksi bersih itu nampaknya Direktur Perumda Tirta Komodo , Klemens Man turut hadir memimpin seluruh staff di kantor yang ia pimpin.

Ketua Porkemi Manggarai, Kanis Nasak mengatakan, mengatasi masalah sampah merupakan tanggungjawab bersama karena sampah itu bersumber dari semua kalangan.

” Butuh kesadaran semua pihak. Ketika setiap insan memiliki kesadaran terhadap kebersihan lingkunagan maka masalah sampah di Ruteng dapat diatasi” jelas Kanis yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai

Kegiatan membersihkan sampah jelas Kanis, merupakan program Porkemi Manggarai dan akan menjadi agenda rutin.

” Ke depannya, aksi bersih akan dilakukan secara berkelanjutan. Pada prinsipnya aksi ini dalam rangka menciptakan lingkungan yang sehat. Di dalam lingkungan yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Kami (Porkemi) berolahraga untuk menjaga tubuh tetap sehat.Tentu dalam mendukung itu harus memiliki lingkungan sehat” jelasnya

Sementara Dirut Perumda Tirta Komodo, Klemens Man, menyampaikan apresiasi kepada Porkemi Manggarai atas kerja sama dengan pihaknya.

” Kami menyampaikan apresiasi karena Organisasi cabang olahraga Porkemi mengambil bagian dalam mengatasi masalah sampah di Manggarai. Aksi nyata sangat dibutuhkan dalam membangun daerah ini” ungkap Klemens di lokasi kegiatan.

Perlu diketahui, Porkemi merupakan satu-satunya cabang olahraga di Manggarai yang peduli dengan masalah sampah saat ini.

Tingkatkan Akselerasi Komunikasi Pembangunan, Kadis Kominfo Labuhanbatu Galang Kekuatan Pers

MEDAN,Maspolin.id – Untuk mengakselerasi komunikasi pembangunan di daerahnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Labuhanbatu, Muhammad Ihsan Harahap, S.T. berdiskusi langsung dengan praktisi maupun tokoh pers di Medan, Sabtu (20/7).

“Ini diskusi informal yang diinisiasi Pokja Humas Sumut (Kelompok Kerja Kehumasan Sumatera Utara). Tujuannya tentu untuk meningkatkan akselerasi komunikasi pembangunan di Labuhanbatu,” ujar Ihsan kepada wartawan, seusai kegiatan.

Semangat kuat Plt. Bupati Labuhanbatu, H Andi Suhaimi Dalimunthe dalam mencapai visi maupun misi pembangunan, menurut dia, harus mampu disebarluaskan oleh aparatur pemerintahan kabupaten lewat metode komunikasi yang baik. Dengan begitu, masyarakat secara partisipatif dapat berperan menjadi bagian dari proses pembangunan, sesuai kapasitas masing-masing.

Diskusi tersebut dipandu Ketua Pokja Humas Sumut, Supriadi, S.E., M.Si. Berkesempatan hadir, mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Ch. Susilo Sakeh; mantan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut, Syaiful Anwar Lubis; Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Edward Thahir; dan Pemimpin Redaksi Harian Metro 24, Indra Gunawan. Sementara, fungsionaris Pokja Humas Sumut yang juga berhadir adalah Sekretaris, Mirza Syahputra, S.E. dan Bendahara, Abdul Salim.

“Setidaknya, program-program perioritas yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Labuhanbatu harus bisa dipahami masyarakat. Ini membutuhkan teknik komunikasi massa yang disesuaikan dengan kearifan lokal di Labuhanbatu,” ujar Ch. Susilo Sakeh, wartawan senior yang lebih akrab disapa Choking dalam diskusi tersebut.

Sementara itu, Syaiful Anwar menyarankan agar Dinas Kominfo Labuhanbatu segera mengonsolidasi potensi-potensi lintas lembaga teknis. Sebab, dia mengaku sangat memahami bahwa dinas kominfo di hampir semua pemerintahan daerah memiliki keterbatasan sumber daya, terutama dalam hal pembiayaan.

“Dinas kominfo itu memiliki peran besar dalam upaya mensinergikan program pembangunan dengan aktivitas masyarakat. Maka, dinas-dinas lainnya harus memberi dukungan maksimal kepada dinas kominfo, jika ingin komunikasi pembangunan di Labuhanbatu berakselerasi baik. Kalau hanya mengandalkan sumber daya sendiri, saya yakin dinas kominfo akan kesulitan,” ungkap Syaiful, yang saat ini menjadi salah satu tenaga ahli Dewan Pers di Sumut.

Edward Thahir sendiri lebih menekankan agar Dinas Kominfo Labuhanbatu dapat membina hubungan kemitraan dengan kalangan media. Selain itu, dia berharap Dinas Kominfo Labuhanbatu memberi dukungan penuh kepada organisasi pers dalam upaya peningkatan kualitas jurnalis di daerahnya.

Seusai memandu diskusi, Supriadi yang juga menjabat Pembantu Dekan (PD) I Fakultas Ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (FE-UISU) mengaku mengapresiasi sangat positif upaya Pemkab Labuhanbatu ini. Menurut dia, informasi mengenai proses dan progres pembangunan memang seharusnya dapat diakses cepat oleh masyarakat.

“Upaya ini akan mendorong terjadinya komunikasi dua arah antara Pemkab Labuhanbatu dengan masyarakat. Upaya ini sangat positif. Pokja Humas siap membantu dengan segenap sumber daya yang ada, jika Pemkab Labuhanbatu membutuhkan tenaga-tenaga terampil bidang komunikasi,” pungkasnya.

Diketahui, Pokja Humas Sumut didirikan sejumlah praktisi pers, akademisi dan aktivis sosial untuk didedikasikan menjadi sebuah lembaga yang turut berperan memperkuat akses masyarakat di bidang informasi.

Novian Harhara

Inginkan Khilafah di Indonesia, PA 212 Perlu Diwaspadai

Oleh : Samsul Maarif )

Jakarta,Maspolin.id – Asep Syaifudin selaku Pelaksana tugas Ketua PA 212, mengharapkan agar konsep khilafah bisa tegak berdiri di Indonesia. Menurutnya, khilafah atau sistem kenegaraan yang berlandaskan ajaran Islam itu tidak terlarang.

Asep mengaku bahwa dirinya telah belajar banyak tentang konsep sistem kenegaraan yang berlandaskan Islam. Justru dirinya menilai, kalau menolak khilafah, sama artinya menodai agama.

Menurut Asep, khilafah merupakan sistem politik serta menjadi salah satu bagian dari syariat Islam.

Asep mengungkapkan alasannya, mengapa ia menginginkan tegaknya khalifah di Indonesia, karena sistem kenegaraan di Indonesia saat ini belum bisa mengamankan kedaulatan agama.

Karena hal tersebut Asep merasa sangat berharap agar khilafah dapat berdiri tegak di Indonesia pada 2024. Selain banyak organisasi – organisasi berbasis Islam yang memiliki divisi soal pengamalan khilafah, ia juga menilai bahwa khilafah merupakan syariat Islam.

Berkat kondisi itulah dia sangat menginginkan khilafah dapat tegak berdiri di Indonesia pada masa mendatang. Bahkan dirinya mengungkapkan bahwa FPI sendiri juga mempunyai Divisi Penegakan khilafah tersebut diajarkan dalam organisasinya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti pertemuan antara junjungannya Prabowo dengan Jokowi di MRT merupakan bentuk pengkhianatan Prabowo terhadap PA 212. Dalam hal ini mari kita bayangkan jika Prabowo yang menang dalam Pilpres 2019, terbayang sudah apa yang menjadi kontrak politik antara Prabowo dan PA 212 nantinya.

Berbicara terkait khilafah, tentu kita tidak bisa menampik akan eksistensi HTI yang sempat menjadi sorotan media waktu itu. Pelan tapi pasti, HTI berhasil dibubarkan melalui proses yang cukup panjang dan mendetail.

HTI sendiri dibubarkan karena gerakannya yang mengusung ideologi khilafah, dan terindikasi mengancam kedaulatan NKRI.

Kegiatan Hizbut Tahrir juga dilarang di 20 negara demokrasi, negara Islam, ataupun negara berpenduduk mayoritas Islam seperti Arab Saudi, Turki, Pakistan, Mesir, Yordania dan Malaysia.

Wiranto juga menegaskan bahwa gerakan dakwah HTI secara nyata dapat mengancam kedaulatan NKRI. Ia juga bercerita berdasarkan pengalaman di lapangan, bahwa gerakan dakwah HTI telah masuk ke dalam ranah politik.

Konsep dari ideologi khilafah secara garis besar bersifat transnasional. Yang artinya konsep tersebut berorientasi dalam meniadakan negara bangsa dengan tujuan mendirikan pemerintahan Islam.

Namun dalam konteks lebih luas, konsep khilafah telah membuat negara bangsa, termasuk Indonesia menjadi absurd.

Bahkan Ulama dari Lebanon, Syeikh Zubair Utsman Al Juaid, sempat mengajak umat Islam di Indonesia agar tidak tergoda dengan sistem pemerintahan kekhalifahan. Karena menurutnya, di masa kini model pemerintahan kekhalifahan tersebut justru bisa menyebabkan ketidakstabilan.

Syeikh Zubair mengatakan, Jangan terpecah, terkecoh dan terpengaruh dengan rayuan untuk mendirikan khilafah atau bentuk negara lain saat ini, dimana khilafah seringkali dikaitkan dengan kata syariah Islam.

Ancaman kesehatan demokrasi di Indonesia, dikarenakan khilafah masih diperjuangkan oleh kelompok yang ada di Indonesia, dimana pengusungnya ingin mengganti konsep demokrasi.

Hal tersebut karena dalam khilafah, tidak ada penyusunan hukum oleh representasi warga, apapun latar belakangnya, khilafah akan mengganti hukum yang ada dengan Al – Qur’an dan hadist, entah tafsir siapa dan dimana.

Sistem khilafah juga tidak cocok untuk Indonesia, karena sudah pasti ideologi tersebut akan mengganti tata cara pemilihan kepala negara. Tidak ada lagi kampanye, dan juga tidak ada tim sukses yang menyemarakkan pemilu.

Padahal jika memang PA 212 menginginkan khilafah, tentu pertanyaan dasarnya adalah, mengapa PA 212 berada di pihak Prabowo – Sandiaga. Apakah PA 212 telah memiliki kontrak khusus dengan kubu BPN dan Prabowo.

Jika memang PA 212 ingin menerapkan sistem khilafah di Indonesia, mestinya mereka tidak perlu turut serta menjadi bagian dari pemilihan semangat demokrasi. Tentu mereka seperti menelan lidah yang sudah ia muntahkan.

Khilafah dan Demokrasi tentu sebuah kontradiktif dan tidak dapat diaplikasikan di negara Indonesia yang beragam budaya dan bahasa.

Jika memang PA 212 menginginkan Indonesia menjadi negara khilafah, artinya PA 212 terjebak pada ego dan tidak mampu menerapkan rasa persatuan dan toleransi kebangsaan untuk negaranya sendiri, atau jangan – jangan mereka tidak paham akan sejarah, mengapa Indonesia memilih untuk menjadi negara yang demokratis oleh founding father Indonesia.

)* Penulis adalah pemerhati sosial politik

Jurus Sia-Sia Ijtima Ulama 4 Pasca Pertemuan Jokowi-Prabowo

Oleh : Novel Muslihin )*

Jakarta,Maspolin.id – Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar ijtima Ulama keempat untuk menentukan sikap setelah Capres yang diusungnya Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden 2 Periode Joko Widodo. Acara tersebut rencananya akan dilaksanakan pada awal Agustus, ujar Novel Bakmumin selaku juru bicara PA 212.

Novel sendiri menyayangkan pertemuan antara Prabowo dan Jokowi yang tidak didahului komunikasi dengan PA 212. Seperti yang kita tahu PA 212 memiliki gerakan awal yang besar sejak kasus tuduhan penistaan agama membelit mantan Gubernur DKI Jakarta.

Kita semua juga tahu, bahwa hampir media di Indonesia merekam momen dimana Prabowo mengucapkan “Selamat Bekerja” kepada rivalnya Jokowi. Dengan adanya ucapan tersebut, polarisasi politis antara kubu 01 dan 02 haruslah berakhir.

Namun sepertinya Novel merasa kecewa dengan pertemuan yang menyejukkan tersebut, Ia mengatakan bahwa sejak MK membacakan hasil putusan Pilpres 2019, Prabowo belum pernah berkomunikasi dengan pihak PA 212.

Seakan Novel merasa “dilangkahi” padahal pertemuan kedua anak bangsa tersebut tidak ada kaitannya dengan PA 212, Prabowo tentu memiliki hak untuk bertemu dengan siapapun demi terwujudnya persatuan Indonesia agar guyub kembali.

Sikap yang ditunjukkan oleh PA 212 tersebut menunjukkan bahwa tidak semua kelompok pendukung Prabowo – Sandiaga senang dengan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo di MRT. Bahkan PA 212 juga hendak melangsungkan Ijtima Ulama 4 yang akan digelar pada Agustus mendatang, pertemuan tersebut rencananya akan membahas sikap politik usai Prabowo bertemu dengan Jokowi.

PA 212 bahkan mengancam akan meninggalkan ketua umum Gerindra itu bila Prabowo bersedia “dirangkul” Jokowi.

Pertemuan tersebut tentu patut dipertanyakan, apa urgensinya bagi bangsa Indonesia, padahal rangkaian Pilpres 2019 sudah selesai sampai pada tahap putusan Majelis Konstitusi. Padahal masyarakat menginginkan adanya rekonsiliasi, dan sudah terwujud dengan sangat akrab.

Sehingga penyelenggaraan Ijtima Ulama 4 jangan sampai menginginkan keterbelahan di Indonesia.

Padahal ulama merupakan tokoh terhormat. Ulama merupakan sosok yang dihormati dengan visi keislaman dan keilmuannya sebagai pewaris nabi. Bukan lantas membenci akan pertemuan yang mendamaikan.

Menurut PBNU Masduki, di NU pelaksanaan ijtima hanya dilakukan untuk membahas masalah fiqih dan keagamaan, bukan untuk membahas politik praktis. Dirinya pun menyebutkan, bahwa NU tidak akan terlibat dalam ijtima ulama yang digagas oleh PA 212 tersebut.

Jika kelak PA 212 bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap persatuan masyarakatm itu tentu merupakan sesuatu yang bagus. Namun jika ingin memelihara keterbelahan apalagi menuduh junjungannya sebagai pengkhianat, hal tersebut tentu sebuah kontraproduktif dari apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia, yaitu persatuan pasca pemilu.

Tak jauh berbeda dengan sikap PBNU, Ketua Majels Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, Trisno Raharjo, memandang bahwa rencana ijtima ulama 4 tidaklah diperlukan jika acara tersebut hanya merespons pertemuan Jokowi – Prabowo.

Menurutnya, sebuah ijtima tidak perlu bersifat responsif akibat suatu pertemuan antar 2 orang.

Meski dalam berdemokrasi tidak ada larangan untuk berkumpul dan berserikat. Namun Ijtima Ulama 4 merupakan agenda yang sarat akan nuansa politk, hal tersebut tentu dapat memecah rasa persatuan setelah rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi terwujud.

Pihak PP Muhammadiyah juga menegaskan, tidak ada warga Muhammadiyah yang akan hadir dalam ijtima ulama yang digagas PA 212 tersebut. Sebab, warga Muhammadiyan akan mengikuti ketentuan Muhammadiyah. Yaitu berupa fatwa Majelis Tarjih dan kebijakan PP Muhammadiyah.

Jika kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut menolak untuk tidak hadir dalam ijtima ulama 4 yang digelar PA 212, maka menghadiri acara tersebut tentu sebuah kesia – siaan, karena tidak ada dampak yang konstruktif bagi bangsa.

PA 212 tentu tidak boleh terkesan mempolitisasi pertemuan Jokowi dan Prabowo untuk kepentingannya, meskipun Prabowo merupakan rival politik bagi Jokowi, namun keduanya tetaplah seorang sahabat yang senantiasa menjaga silaturahmi.

Tentu tidak ada landasan yang kuat bagi PA 212 untuk menganggap junjungannya sebagai pengkhianat karena telah mengucapkan selamat kepada Jokowi.

Untuk itu siapun dulu yang kita coblos, kita tentu harus menerima dan legowo jika junjungan kita tidak berhasil menduduki kursi kepresidenan. Bukan lantas membuat acara yang beresiko memecah rasa persatuan.

Belasan Tahun Menabung, Penjual Kerupuk Keliling Asal Sumobito Bisa Berangkat Haji

Jombang,Maspolin.id – Selama belasan tahun menabung untuk menunaikan Rukun Islam yang ke lima, Mustain penjual kerupuk keliling asal Dusun/Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Akhirnya, bisa mewujudkan impiannya tersebut.

Pria yang terkenal ramah dan penyabar itu, berkesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pada tahun 2019, dengan cara menyisihkan sedikit demi sedikit keuntungannya dari hasil berjualan kerupuk demi biaya berhaji.

Walau pun penghasilan Mustain (57) boleh dibilang pas-pasan, tetapi dengan niat dan tekadnya yang tulus untuk menunaikan Rukun Islam yang kelima tidak pernah kendor. Akhirnya, dari hasil kerja kerasnya itu bisa mewujudkan mimpinya.

“Saya bisa berangkat ke tanah suci tahun ini, dengan cara menabung setiap hari sekitar Rp 10-15 ribu dari keuntungan Rp 50 ribu setiap hari, hasil berjualan kerupuk keliling dari Desa ke Desa,” kata Mustain (19/7/2019) siang.

Lanjut Mustain, dirinya mendaftar diri untuk menjadi calon jemaah haji pada tahun 2011 dan dijadwalkan berangkat ke Mekkah pada 23 Juli 2019 mendatang. Sebelum mendaftar haji, Mustain sudah bertahun-tahun memendam mimpi untuk bisa berangkat ke Tanah Suci, dan mulai menabung.

“Saya sudah puluhan tahun bermimpi untuk menunaikan ibadah haji, dan langsung mendaftarkan diri untuk mewujudkan impian saya ini berangkat ke tanah suci,” terang Mustain.

Dirinya berharap, dalam keterbatasan yang dimilikinya bisa memberangkatkan istri dan anak cucunya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan menjadi motivasi buat umat muslim yang lainnya.

“Semoga keluarga saya dan umat muslim lainnya bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Sebab, jika kita memiliki niat serta tekad yang kuat dan mau berusaha, maka Allah akan memberikan jalan pada kita,” pungkas Mustain.

Jajang

PERKUAT PERSATUAN INDONESIA BAKESBANGPOL JAWA TIMUR GELAR PENGUATAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN

BOJONEGORO,Maspolin.id – Dalam rangka untuk menjaga kebersamaan, kerukunan dan persatuan serta kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI). Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik ( Bakesbangpol ) Provinsi Jawa Timur menggelar Sarasehan bertajuk, “Penguatan Penganut Penghayat Kepercayaan”, bertempat di Hotel
De Warna,Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18-19 Juli 2019). 

” Terima kasih kepada narasumber dan Bapak/Ibu sekalian atas kehadirannya”.terang Agus Imantoro, Ketua Panitia di awal sambutannya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga kebersamaan, kerukunan,kesatuan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Adapun kegiatan ini melibatkan setidaknya 100 peserta undangan dari perwakilan organisasi Penganut Penghayat Kepercayaan se-Jawa Timur. 

Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur,  Drs, Jonathan Judianto, M.MT dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bidang  Integrasi Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Agus Sumantoro, S. E,  mengajak kepada para peserta undangan menjaga semangat persatuan kesatuan yang merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi usai Pilpres dan Pileg 2019 yang lalu, yang memicu ketegangan antar anak bangsa. 

” Untuk itu, kita harus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam upaya menjadi bangsa yang kuat, karena kita ini adalah bangsa yang besar”.jelasnya.

Menurutnya, Pancasila adalah berkah terindah dari Tuhan YME yang di anugrahkan kepada Bangsa Indonesia.  Selain itu, Pancasila juga berperan sebagai falsafah dan dasar negara serta menjadi fondasi Bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan Makmur.  Sehingga, Pancasila harus terus mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia. 

” Sudah sepatutnya Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan, hati dan pikiran setiap warga negara untuk meneguhkan semangat bersatu dan berprestasi”. 

Dalam sarasehan tersebut, beberapa penilaian dilakukan oleh narasumber meliputi pre test, bentuk dan materi permainan simulasi, keserasian, kekompakan maupun olah raga. 

Selain itu, seluruh peserta digembleng dengan berbagai materi diantaranya, materi Peran Penghayat Kepercayaan Dalam Menjaga Kebhinekaan, dengan Narasumber Nean Suoeryono,  S. H, M.H, Ketua Presidium Majelis Luhur Penghayat Pusat. Sedangkan, Materi ” Peran Generasi Muda Dalam Menyikapi Hati Speech Di Media Sosial” dengan Narasumber Otto Bambang Wahyudi, Ketua Presidium Majelis Luhur Penghayat Jawa Timur. Sementara untuk Materi “Melawan Intoleransi dan Radikalisme disampaikan oleh Tim Multikultiral. (eko S). 

KEPALA MAN 1 BOJONEGORO BERTEKAD WUJUDKAN MADRASAH BERMARTABAT PANCASILA

Bojonegoro,Maspolin.id – Dalam rangka untuk kembali menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Bojonegoro menggelar dialog Penguatan Nilai-Nilai Pancasila kepada peserta di didik baru tahun ajaran 2019/2020, dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) yang laksanakan di Aula MAN 1 Model Bojonegoro, Jum’at (18/07/2019).

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Model Bojonegoro, M. Syaifudin Yulianto, S. Ag, M. Pd. I, dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia hadir dalam kesempatan tersebut. 

” Saya ucapkan terima kasih yang luar biasa kepada narasumber yang bersedia singgah di tempat kami. Semoga dengan kegiatan dialog ini ” Penguatan Nilai-Nilai Luhur Pancasila “, kami berharap kedepan MAN 1 Bojonegoro menjadi Madrasah Bermartabat Pancasila “.tegas pria asal Kabupaten Tuban ini, di sambut gemuruh tepuk tangan ratusan peserta didik baru di ruang Aula tersebut.  

Hadir narasumber dalam dialog ini, Dr. Danang Sumiharta, M. Sc, M.M, M.Pd dari Bakesbangpol Jawa Timur, 
Ir. Kunjung Wahyudi, ST, M. Cs, Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Jawa Timur, Dr. Nasrul Faqih Syarif, S.Sos.I, M.Si, Dosen ITS, Mawanto ST, S.Pd, dari Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Surabaya.  

Untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, menurut Danang Sumimitra ada lima pendekatan yang di lakukan, ia menyebutnya Panca Sadar yakni :

Pertama, sadar Tuhan YME, yakni sadar atas keberadaan Tuhan YME. Bahwa Tuhan hanya satu yakni Allah S. W.T. 
” Baik dan buruk yang kita lakukan, Allah S. W.T. pasti mengetahuinya “.jelasnya.

Kedua sadar diri yakni mengenali siapa dan untuk apa manusia dilahirkan di dunia. “Siapa yang mengenali dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya”.tegasnya dihadapan ratusan peserta MATSAMA MAN 1Bohonegoro.

Selain itu, sebagai manusia harus memiliki jiwa kemanusiaan maka jika tidak memiliki jiwa kemanusiaan maka sama halnya manusia seperti hewan.

” Jangan sampai kita sebagai manusia memiliki sifat kehewanan”.katanya.

Ketiga sadar hidup. Kita sadar bahwa kita hidup tidak sendirian. Sedangkan, ke empat, sadar masalah yakni bahwa setiap manusia memiliki masalah, maka untuk memecahkan masalah harus musyawarah.  

Kelima terakhir, sadar bahagia yakni sadar bahwa bahagia itu penting pasalnya setiap dari manusia pasti ingin bahagia. Apa bukti bahwa semua manusia ingin bahagia? Kata Danang dihadapan para peserta MATSAMA. 

” Buktinya adalah doa, siapapun dan agama apapun pasti ada doa. Nah,   dalam doa itulah keinginan akan kebahagian terungkap. Kedua, Syukur. Siapapun yang bersyukur maka Allah S. W.T, akan menambah nikmatnya”.pungkasnya.

(eko S). 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Amankan Dua Orang Terkait Kasus Kepemilikan Senpi AR-15

Lampung Selatan, LAMPUNG - Maspolin.id|| Kepolisian Resor Lampung Selatan terus mengembangkan kasus kepemilikan senjata api yang terungkap di wilayah Kalianda. Dalam pengembangan tersebut, polisi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.