POLRES TUBAN GELAR LAT PRA OPS BINA KUSUMA SEMERU 2019

Tuban,Maspolin.id – Maraknya aksi premanisme dan kejahatan jalanan sekarang ini membuat Polri bergerak cepat untuk meminimalisir. Hari ini 19 Juli 2019 Polres Tuban Menggelar Lat Pra Ops Bina Semeru 2019 di Gedung Sanika Satyawada. Dipimpin langsung oleh Kabag Ops KOMPOL Ngadi kegiatan tersebut akan berlangsung mulai 22 Juli – 5 Agustus 2019.

Tujuan Operasi Bina Kusuma adalah menekan terjadinya gangguan kamtibmas, seperti premanisme, penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja dan masalah sosial lainnya. Diharapkan kegiatan tersebut dapat menekan kejahatan maupun penyakit sosial di Bumi Wali Tuban.

Dengan sasaran pelajar, anak punk dan perkumpulan remaja kegiatan ini berupa himbauan kamtibmas dan binluh. Selain itu patroli juga ditingkatkan dengan adanya Operasi ini. Dengan cara memberikan pengetahuan-pengetahuan dan memberikan ajakan supaya melakukan hal yang positif dan bermanfaat.

Selain kegiatan nyata berupa tatap muka, Polres Tuban juga menggunakan media sosial dalam pelaksanaanya. Dengan cara memberikan konten-konten yang positif dan bernilai edukasi kepada khalayak. Karena kejahatan sekarang sudah bukan tentang kegiatan nyata, namun provokasi juga bisa menyebabkan kejahatan semakin luas.

Ags/Hum

Mengawali Tugas Sebagai Komandan Lantamal V Laksanakan Entry Breifing

Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) V, Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Tedjo Suksono, S.H.,CHRMP. melaksanakan Entry Breifing kepada seluruh Perwira Lantamal V di Gedung Serba Guna (GSB) Mako Lantamal V, Jumat (19/7).

Fungsi Lantamal V bebagai satuan pendukung, saya selaku Komandan Lantamal V ingin berupaya meningkatkan pembangunan Lantamal V yang didukung oleh seluruh perwira Lantamal V berupaya secara maksimal agar Lantamal V mampu melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.

Entry Breifing ini terasa menjadi istimewa karena merupakan kesempatan pertama saya selaku Komandan Lantamal V untuk dapat bertatap muka bicara langsung dengan Para Asisten, Para Danlanal, Kasatlak/Kabatker dan Perwira Lantamal V sekalian.

Kegiatan entry briefing sengaja saya minta untuk dilaksanakan siang ini, karena saya ingin menyampaikan beberapa arahan dan pesan kepada seluruh Asisten, Danlanal serta Kasatker Lantamal V sekalian.

Rencanakan program kerja dengan baik menowgat tantangan dan beban tugas Lantamal V cukup berat bahkan paling berat diantara Lantamal – Lantamal yang ada di TNI AL  dengan perencanaan kerja yang baik maka kita sudah mengawali pekerjaan dengan baik.

Seiring dengan perkembangan zaman yang sangat dinamis dan kecenderungan terjadinya perubahan dengan cepat, mengakibatkan tantangan tugas Lantamal V ke depan akan semakin kompleks dan mencakup dimensi yang cukup luas, adanya perubahan dan perkembangan tersebut tentu sangat berpengaruh terhadap program pembangunan dan pembinaan Lantamal V sebagai satuan pendukung unsur – unsur operasional.

Pgs Kadispen Kapten Laut (E) Kusnan

Dibentuk, Kampung Siaga Bencana di Banjarnegara

Banjarnegara, Maspolin.id – Kementerian Sosial RI melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP PA) Kabupaten Banjarnegara menggelar pembentukan Kampung Siaga Bencana di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jateng, mulai Jumat hingga Minggu (19-21/7/2019).

Kecamatan Pandanarum terdiri dari 8 desa, yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Kalibening.

Proses pembetukan Kampung Siaga Bencana (KSB) ini melalui 3 tahapan, yakni penyuluhan, pelatihan, dan simulasi.

Para peserta berasal dari unsur Forkopimcam Pandanarum, kepala desa se-Kecamatan Pandanarum, karang taruna desa se-Kecamatan Pandanarum, Tagana, dan relawan lain di Kecamatan Pandanarum.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinsos PP PA Kabupaten Banjarnegara, Aziz Ahmad mewakili Kementerian Sosial RI.

Hadir pada upacara pembukaan, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Forum Komunikasi (FK) Tagana Jateng, Camat Pandanarum, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Pandanarum.

Menurut Wakil Ketua FK Tagana Jateng yang juga Koordinator Tagana Banyumas, Ady Candra, kegiatan hari pertama penyuluhan dari Dinsos Provinsi Jateng, BPBD Kabupaten Banjarnegara, dan PMI Kabupaten Banjarnegara.

“Kegiatan dijadwalkan rampung pukul 16.00 WIB, dilanjutkan besok pagi berupa pelatihan dan penguatan, serta gladi simulasi penanggulangan bencana untuk pengurus KSB yang akan diampu oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Jateng, FK Tagana Jateng, dan FK Tagana Banjarnegara,” terang Ady. (Estanto)

Jalan Berliku Amien Rais Mendukung Jokowi – Ma’ruf

Oleh : Dodik Prasetyo )*

Setelah sebelumnya sering mengkritisi pencalonan Jokowi sebagai Capres periode 2019 – 2024. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mempersilakan presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi – Ma’ruf Amin untuk bekerja memimpin Indonesia selama periode 2019 – 2024.

Dirinya juga akan mendukung pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin hingga tuntas selama 5 tahun kedepan. Meski demikian dirinya berjanji akan mengawasi roda pemerintahan era Jokowi nanti dengan menjadi oposisi. Menurut mantan ketua MPR tersebut, tanpa oposisi pemerintahan tidak akan berjalan dengan baik.

Pernyataan Amien Rais tersebut tentu tak jauh berbeda d lengan pernyataan Prabowo ketika bertemu dengan Jokowi, Kala itu Prabowo menyatakan siap untuk membantu kinerja pemerintahan sebagai oposisi.

Amien Rais juga menyinggung terkait bahaya demokrasi tanpa ada pihak oposisi. Menurut dia, lonceng kematian berbunyi kencang apabila tidak terdapat pihak yang mau menjadi oposisi.

Dirinya juga menyebutkan bahwa Presiden Jokowi sebagai sosok yang mengerti demokrasi. Sebab, Jokowi menyampaikan pentingnya oposisi dalam sistem demokrasi. Hal tersebut disampaikan oleh Jokowi saat pidato politik di Sentul.

Dalam pidatonya, Jokowi sempat menyinggung opsi politik menjadi oposisi ialah pilihan yang mulia, Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menyadari bahwa totalitas dalam mendukung seseorang dalam kontes demokrasi adalah suatu hal yang wajar.

Ketiadaan oposisi dalam demokrasi juga akan membuat demokrasi membusuk karena tidak memberi ruang sehat bagi pemerintah khususnya dalam hal check and balances.

Jokowi juga sempat menegaskan, tidak masalah bila nantinya ada oposisi. Namun, dia juga mengingatkan oposisi haruslah tanpa kebencian yang dapat menimbulkan dendam.

Hal ini menunjukkan bahwa kekuasaan memerlukan penyeimbang, perlu pemantau. Oposisi mengambil peran tersebut. Karena pihak oposisi memiliki fungsi kontrol yang dapat membawa kemaslahatan. Tanpa kontrol dari oposisi, kekuasaan hanya akan menjadi gelanggang korupsi dan ajang mementingkan kelompok sendiri.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya seluruh pihak yang berkoalisi dalam Badan Pemenangan Nasional, mengambil peran sebagai oposisi yang baik. Dalam membangun Indonesia semua pihak dapat memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara dengan memainkan perannya masing – masing secara kritis dan konstruktif.

Adanya ruang bagi oposisi merupakan salah satu keunggulan sistem demokrasi. Dimana partai yang memilih untuk menjadi oposisi juga dapat mengambil perannya. Berbeda dengan sistem otoritarianisme, dimana sistem tersebut tidak mengenal oposisi, dan fungsi kontrol dari partai oposisi.

Pernyataan Amien Rais untuk menjadi oposisi, tentu diharapkan akan menjadikan partai – parta yang berkoalisi dengan BPN dapat menjadi oposisi yang kredibel. Yaitu oposisi yang mengkritisi dan mengawasi pemerintahan secara substansial, dengan memberikan argumen – arguman yang solid dan bernas. Bukan lantas menyiyiri pemerintahan dengan hal – hal yang remeh – temeh.

Pernyataan sosok Amien yang sebelumnya kontra dengan Jokowi, tentu harus mendapatkan sambutan baik, setidaknya hal tersebut akan mengurangi tensi politik dan dapat kembali menyatukan pihak yang sempat terpolarisasi saat pilpres 2019 berlangsung.

Jika Amien Rais tidak mempersilakan Jokowi – Ma’ruf memimpin Indonesia, maka hal tersebut akan menjadi tanda bahwa demokrasi tidak berjalan dengan baik karena kontestasi menjadi seperti tiada akhir. Di negara maju, bahkan pihak yang kalah selalu menyampaikan pidato pengakuan kekalahan.

Jalan demokrasi sudah sepantasnya memiliki pihak luar pemerintahan yang bertugas mengkritisi. Agar keseimbangan roda pemerintahan dapat berjalan, karena tanpa oposisi maka jalannya demokrasi hanya akan menjadi demokrasi bodong alias demokrasi bohong – bohongan.

Amien Rais juga sempat menyampaikan kalimat yang cukup meneduhkan, dimana dirinya mengajak untuk terus merajut merah – putih, meneruskan bangsa ini bersatu, jangan sampai pecah. Hal tersebut secara eksplisit menunjukkan bahwa Amien Rais telah legowo dengan segala yang menjadi putusan KPU dan MK.

Sosok Amien Rais menunjukkan sikap seorang negarawan yang tidak menginginkan perpecahan karena pemilu. Meski ia tidak berada dalam pemerintahan, bukan berarti pihaknya tidak memiliki andil dalam membangun Indonesia.

Karena pada hakikatnya, demokrasi adalah mengakui adanya perbedaan tanpa harus memecah persatuan, seperti semboyan yang ada dalam cengkeraman Garuda, Bhineka Tunggal IKA, yang berarti berbeda – beda namun tetap satu jua.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Pemdes Sokosari Bersama MCL Sosialisasikan Program Bantuan Pembangunan PAUD

Tuban,Maspolin.id – Perkembangan dalam dunia pendidikan menjadi tanggung jawab bersama kita semua, baik pemerintah, masyarakat maupun pihak swasta. Khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Banyak hal yang menjadi faktor pendukung untuk meningkatkan laju pendidikan, salah satunya, yaitu kondisi sarana dan prasarana untuk mendukung kegitan belajar dan mengajar.

Melihat Kondisi Tersebut Pemdes Sokosari Bersama MCL sosialisasikan Program Bantuan Pembangunan PAUD. 

MCL berencana memberikan bantuan berupa pembangunan Gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cerdas Ceria Senilai Rp. 80 juta. 

Manajemen Pihak MCL mengatakan bahwa bantuan membangunan gedung PAUD Cerdas Ceria Di Desa Sokosari ini merupakan salah satu perhatian Khusus perusahaan terhadap perkembangan dan peningkatan dunia pendidikan. 

“Pembangunan gedung PAUD ini tentunya untuk mendukung sarana pendidikan di pedesaan, khususnya desa Sokosari Kecamatan Soko yang Mana Posisinya berdekatan dengan wilayah operasional perusahaan. Dukungan dunia pendidikan memang sudah menjadi komitmen perusahaan, untuk hidup dan berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain Edi Purnomo Selaku Kepala Desa Terpilih yang merupakan Incumbent mengucapkan Banyak terima kasih atas bantuan Dari program MCL, mudah mudahan bermanfaat bagi warga masyarakat di Desa Sokosari. 

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pihak MCL atas pemberian bantuan Pembangunan PAUD, Yang dulu sudah ada program bantuan Untuk pembangunan Taman dan Paving di Seputaran Lapangan Sokosari, Ujar Kades. 

Agus Kuprit

Jokowi dan Prabowo Tak Benar-benar Dicintai

Oleh: Lazuardi Ansori

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan rival politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Kedua tokoh utama dalam konstalasi politik nasional ini bersua di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Sabtu (13/7/2019). Pertemuan tersebut adalah yang pertama kali semenjak Pilpres 2019 berlangsung.

Pertemuan itu disebut-sebut sebagai langkah positif bagi terwujudnya perdamaian di kalangan para pendukung mereka masing-masing.
Polarisasi politik di level bawah semakin meruncing belakangan ini hingga pada tingkat yang cukup memprihatinkan.
Jokowi berharap dari pertemuan tersebut rakyat kembali bersatu. “Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah garuda. Garuda Pancasila,” kata Jokowi Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).

“Walaupun pertemuan ini seolah-olah tidak formal tetapi saya kira memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting. Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas ditetapkannya Pak Jokowi sebagai presiden 2019-2024. Saya katakan saya ini bagaimanapun ada ewuh pekewuh ada toto kromo. Jadi kalau ucapan selamat maunya langsung tatap muka,” ucap Prabowo di tempat yang sama.

Benarkah kedua kubu akan berdamai? Apakah pertemuan yang terkesan sejuk itu bisa menular ke pendukung-pendukung mereka masing-masing di tingkat akar rumput? Rasanya sulit.
Ada banyak hal yang membuat perdamaian di tingkat bawah bisa terwujud.
Pertama, gaya kampanye kedua kubu selama ini cenderung mengedepankan kampanye negatif. Akhirnya,tidak sedikit pemilih yang menjatuhkan pilihannya bukan lantaran cinta kepada sosok yang dia pilih. Mereka memilih Jokowi tidak lantaran cinta kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu, pilihannya itu didominasi karena ketidaksukaan terhadap Prabowo. Begitu juga sebaliknya, yang memilih Prabowo juga banyak yang karena tidak mengingini Jokowi memimpin kembali Indonesia.
Alasan kebencian terhadap rival jauh lebih berpengaruh dibandingkan rasa cinta kepada sosok yang dipilihnya. Ini adalah resiko konkrit atas gaya kampanye negatif.

Hal ini juga resiko atas aturan presidential threshold yang sedemikan tinggi sehingga yang bisa mencalonkan diri hanya dua pasang saja. Andaikata calon yang berkompetisi di Pilpres lebih dari dua, maka faktor kebencian terhadap tokoh bisa tereduksi efeknya. Orang yang tak suka sosok A, bisa punya pilihan lebih banyak. Bisa akhirnya memilih C atau D.
Kembali lagi, bahwa kedua tokoh ini didukung bukan benar-benar karena mereka dicintai. Bahkan beberapa saat setelah pertemuan itu Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan tidak bersama Prabowo lagi. Padahal selama ini mereka identik dengan kelompok yang mendukung Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.
“PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional),” kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

Faktor kedua dari sulitnya terwujud kedamaian di kalangan bawah adalah soal gengsi. Rakyat di era media sosial punya beban ego dan gengsi atas pernyataan-pernyataan mereka yang selama ini mereka unggah di Facebook, Group WhatsApp, Twitter dan lain-lain. Rakyat biasa tidak punya kemampuan seperti elite politik yang pintar berkelit ketika berubah haluan. Politikus secara naluriah punya kemampuan menahan malu jika tidak konsisten dengan langkah-langkah politiknya, sementara rakyat biasa tak bisa semudah itu.

Kalau di media sosial selama ini sering ada perdebatan yang sengit, sesungguhnya bukan sekedar membela tokoh yang dipilihnya, melainkan juga sedang membela harga dirinya. Mereka akan mempertahankan diri supata tidak terlihat sebagai seseorang yang salah pilih. Sehingga dengan segala kemampuan akan mencari pembenaran atas segala hal yang telah mereka ungkapkan.
Rakyat biasa akan terpenjara oleh pernyataan-pernyataan mereka di masa lalu. Mengubah sikap itu seperti tengah mempertaruhkan rasa malunya. Ada belenggu psikologis jika kemudian mau mengakui pihak yang selama ini mereka serang habis-habisnya.
Mereka yang dalam kelompok pemenang pun merangkul yang kalah pihak yang kalah dengan gestur membanggakan kemenangannya. Mereka yang ada di golongan yang kalah pun belum tentu punya kemampuan ikhlas melepas segala prasangka-prasangka yang selama ini tumbuh subur dalam hati dan pikirannya.

Lebih lanjut, rekonsilasi atau apapun namanya itu, hanya pada kalangan elite politik. Segala macam pertikaian akibat polarisai politik di tingkat akar rumput punya peluang untuk dibiarkan. Tikai dan tengkar rakyat akan sangat potensial untuk menjadi asset yang bakal berguna bagi elite di kontestasi politik berikutnya.
—

Sejarah Baru, Prabowo dan Jokowi Berada Dalam 1 Gerbong MRT

Oleh : Ismail )

Jakarta,Maspolin.id – Presiden terpilih periode 2019 – 2024 Joko Widodo, bertemu Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ketika keduanya bertemu, kedua tokoh tersebut seraya berangkulan hangat, seperti sahabat lama yang baru kembali bertemu.

Mereka lantas menyapa masyarakat yang telah menanti mereka di Stasiun MRT Lebak Bulus. Setelah menyapa masyarakat, Presiden Jokowi dan Prabowo langsung menuju gerbong MRT untuk melakukan perjalanan menuju Stasiun MRT Senayan.

Hal tersebut tentu menjadi sebuah catatan sejarah dimana Prabowo dan Jokowi berada dalam 1 Gerbong. Banyak pihak menyatakan bahwa pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Jokowi dan Prabowo merupakan negarawan sejati. Terlepas dari sentimen kompetisi Pilpres 2019 yang kerap memanas, kedua tokoh tersebut nyatanya berkomitmen yang sama kuat terhadap bangsa dan negara.

Meski sempat menjadi lawan politik, mereka berdua tidak membiarkan rakyat terpolarisasi sebagai dampak dari kontes demokrasi berupa pemilu 2019.

Keberadaan Jokowi dan Prabowo yang ada dalam 1 Gerbong memberikan pesan bahwa seluruh elemen bangsa harus bersatu dan bekerja sama untuk meneruskan pembangunan untuk kemajuan Indonesia.

Momen bersejarah tersebut seakan memberikan pelajaran bagi semua pihak, bahwa perbedaan tidak menghalangi sikap seseorang untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Dunia Internasional tentu akan melihat bahwa pertemuan tersebut menandakan kedewasaan politik dalam berdemokrasi di Indonesia. Selain itu dunia akan memandang bahwa Indonesia adalah negara yang sudah matang dan bisa dijadikan contoh bagi negara – negara lainnya, khususnya negara – negara dengan mayoritas penduduk muslim di dunia.

Tentu akan timbul pertanyaan, mengapa pertemuan antara Prabowo dan Jokowi dilaksanakan di MRT. Hal tersebut rupanya bukan tanpa alasan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan sejumlah alasan. Pertama, Tempat yang netral, agar tidak menunjukkan tendensius politis. Kedua, MRT dipandang sebagai hal yang visioner menuju kedepan, hal tersebut merupakan suatu keniscayaan angkutan massal yang memang harus ada di kota besar.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengakhirinya perjalanan MRT-nya bersama Prabowo di stasiun Senayan. Kedua tokoh yang bersaing pada Pilpres 2014 dan 2019 tersebut lalu berjalan kaki ke mal FX Sudirman untuk makan siang bersama.

Budi Karya lantas berterimakasih kepada Prabowo yang memuji MRT sebagai moda transportasi baru ibukota.

Bahkan Prabowo juga memberikan pujian, bahwa MRT di Jakarta sudah seperti transportasi massal di luar negri.

Menhub Budi Karya juga mengaku bangga dan berterimakasih kepada Prabowo, karena memang effort kita membuat MRT ini memang tidak mudah dan harus dikawal bersama supaya nanti di Jakarta ini sudah 100 Km atau 2000 Km, sehingga masyarakat di Jakarta tidak perlu bawa mobil sendiri, tidak perlu bawa motor sendiri, ke segala tujuan kita bisa gunakan dengan angkutan massal.

Pertemuan Prabowo dan Jokowi selama di dalam gerbong MRT juga berlangsung sangat cair. Kedua rival tersebut juga mendapatkan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat yang menyaksikannya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan, bahwa dirinya memilih MRT sebagai lokasi pertemuan, hal ini dikarenakan ia tahu persis bahwa Prabowo belum pernah menjajal moda transportasi baru ibu kota tersebut.

Sementara Itu Prabowo juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang telah memilih MRT sebagai lokasi pertemuan dengan Jokowi.

Prabowo menuturkan, bahwa pertemuan diatas MRT ini merupakan gagasan Jokowi, karena Jokowi tahu bahwa dirinya belum pernah naik MRT sehingga ketua umum Partai Gerinda tersebut merasa harus berterimakasih kepada Jokowi atas pengalamannya menaiki MRT.

Pertemuan tersebut juga mendapatkan sorotan oleh pengamat psikologi politi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk. Dirinya menuturkan bahwa pemilihan lokasi bertemunya Jokowi dan Prabowo tersebut merupakan pilihan lokasi yang jenius, sebab, tak ada yang menyangka bahwa keduanya akan bertemu di sana.

Selain itu, Hamdi mengatakan bahwa dengan bertemunya di tempat umum, maka tak ada lagi gengsi untuk menyebut siapa yang mengundang dan diundang.

Selain itu, MRT juga dianggap sebagai simbol kebangkitan Indonesia. Sudah lama Indonesia memimpikan moda transportasi umum yang nyaman dan cepat untuk dapat mengurangi kemacetan di Jakarta.

Pertemuan keduanya juga sebagai tombol yang dapat melupakan perbedaan yang ada, di dalam MRT mereka menyimbolkan diri sebagai sesama warga Indonesia yang setara.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Iptu Dadan Pimpin Langsung Goro Bersihkan Lingkungan Mako Polsek Benai

Kuansing, Riau,Maspolin.id – Sejumlah anggota jajaran Polsek Benai, Polres kuantan Singingi Polda Riau laksanakan gotong royong di mako Polsek Benai, Jum’at (19/7/19) sekira pukul 08.15 WIB.

Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Benai, Iptu. Dadan Wardan Sulia, SH.

Pantauan awak media, Kapolsek Benai bersama anggota jajarannya tampak membersihkan area lingkungan sekitar Mako Polsek Benai.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP. Muhammad Mustofa, SIK, M.Si melalui Kapolsek Benai, Iptu Dadan Wardan Sulia, SH mengatakan, kegiatan gotong royong bersih-bersih mako polsek ini rutin dilaksanakan setiap minggunya.

“Kegiatan gotong royong bersih-bersih ini penting dilaksanakan agar Mako Polsek Benai terlihat bersih dan nyaman, apabila Mako Polsek Benai bersih, tentunya seluruh jajaran Polsek Benai akan dapat bekerja dengan tenang dan nyaman,” ujar Iptu Dadan.

Kegiatan gotong royong anggota jajaran Polsek Benai ini selesai sekira pukul 09.00 WIB, dan selama kegiatan berlangsung, situasi terdapat dalam keadaan, aman, terkendali, dan berjalan lancar.

Resnarkoba Polres Kampar Ringkus 4 Anggota Sindikat Narkoba di Wilayah Perhentian Raja

Kampar,Maspolin.id – Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar berhasil menggulung 4 anggota Sindikat Narkoba di 3 Lokasi dalam Wilayah Kecamatan Perhentian Raja pada Rabu sore hingga malam, (17/7/2019).

Dari penangkapan para pelaku narkoba ini berhasil diamankan 137 gram narkotika jenis shabu dan 451 butir pil extacy serta sejumlah barang bukti lainnya terkait kasus ini.

Penangkapan pertama pada Rabu sore (17/7) sekira pukul 17.30 wib terhadap tersangka SO (24) dan OZ (19), keduanya merupakan warga Desa Hang Tuah Kecamatan Perhentian Raja, mereka ditangkap saat berada di sebuah Warnet dengan barang bukti 12 paket shabu dengan berat 6,08 gram serta sejumlah peralatan penggunaan shabu.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan cara memesan kembali narkotika jenis shabu untuk memancing bandarnya, tidak berapa lama datang tersangka GU (22) dengan mengendarai motor Scoopy warna merah hitam.

Petugas yang sudah siaga langsung mengamankannya, selanjutnya disaksikan Aparat Desa setempat dilakukan penggeledahan dan ditemukan 1 bungkus narkotika jenis shabu seberat 50,73 gram yang disembunyikan di kantong sebelah kiri jaket yang dipakainya.

Tidak sampai disitu, petugas kembali melakukan pengembangan dan didapat keterangan bahwa narkotika itu berasal dari Sdr. HE yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO pihak Kepolisian.

Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Kampar melakukan penyelidikan dan melakukan penggerebekan di kamar kontrakan Sdr. HE yaitu kamar 24, namun saat digrebek sdr. HE tidak berada di kontrakannya itu.

Petugas mendapati tersangka FE (22) sedang berada di kamar 24 yang dikontrak sdr. HE tersebut, kemudian didampingi Aparat Desa setempat dilakukan penggeledahan namun tidak ditemukan barang bukti saat itu.

Saat diinterogasi tersangka FE mengakui jika dirinya bersama sdr. HE menyimpan narkotika jenis shabu di areal Perkebunan PTPN V Perhentian Raja, selanjutnya team menuju tempat yang ditunjukkan oleh FE namun narkotika yang dimaksud juga tidak ditemukan.

FE kembali diinterogasi petugas dan yang bersangkutan mengaku jika menyimpan narkotika di kamar 22 atau disebelah kamar kontrakannya, tanpa buang waktu Team kembali ke rumah kontrakan semula dan langsung menuju kamar 22 yang dimaksud.

Dikamar 22 tersebut ditemukan 5 bungkus narkotika jenis shabu dengan berat 81,07 gram dan 451 butir Pil Extacy serta sejumlah barang bukti lainnya, selanjutnya para pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Kampar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Asdisyah Mursid SH saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini, disampaikan Asdi bahwa tersangka dan barang bukti terkait kasus ini telah diamankan di Polres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Diduga Sering Sakit-sakitan Dan Pikun, Seorang Kakek Di Sumobito Nekad Gantung Diri

Jombang,Maspolin.id – Diduga sering sakit-sakitan dan pikun, seorang kakek nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri disebuah pohon mangga yang berada di Desa Gedangan, Kacamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (18/7/2019).

Diketahui, kakek tersebut bernama Saiman (79) warga Dusun Ngumpak, Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito, Jombang. Jasad korban pertamakali diketahui oleh Suryo (70) dan Riadi (53), yang merupakan tetangga korban.

Kapolsek Sumobito, AKP Mohammad Agus mengatakan, sekitar pukul 07.00 WIB saat kedua saksi berniat pergi ke sawah melewati jalan tempat korban gantung diri. Namun, keduanya dikejutkan setelah melihat seseorang yang terlihat duduk di bawah sebuah pohon mangga, yang tidak bergerak sedikit pun.

Selanjutnya, kedua saksi itu mencoba mendekati sosok tersebut, ternyata korban adalah Saiman tetangganya sendiri. Saat ditemukan, keadaan Saiman sedang gantung diri dan sudah meninggal dunia. Lehernya terikat dengan tali plastik warna hijau yang panjangnya sekitar dua meter.

“Menurut kedua saksi, saat ditemukan dibawah sebuah pohon mangga korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi duduk dan lehernya terikat tali plastik warna hijau dengan panjang sekitar dua meter, tali tersebut terikat pada batang pohon mangga,” kata AKP M Agus

Melihat hal tersebut, Suryo dan rekanya lantas melaporkan kejadian itu ke perangkat Desa setempat dan dilanjutkan ke pihak kepolisian. Begitu mendapatkan laporan, anggota kepolisian langsung menuju lokasi ditemukannya korban.

Tak berselang lama polisi tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan proses identifikasi jenazah korban. Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Sehingga diduga, kakek renta ini murni bunuh diri.

“Sesuai keterangan keluarga, korban memang mengalami sakit-sakitan dan sudah pikun dan kelurga menyadari serta menerima kejadian tersebut. Setelah memintai keterangan sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti, selanjutnya jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas AKP Mohammad Agus.

Jajang

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan 4 ABK KM Maulana, 24 Kru Diperiksa

PMJ - Maspolin.id|| Polres Pelabuhan Tanjung Priok memeriksa 24 kru KM Maulana 23 terkait dugaan penganiayaan terhadap empat anak buah kapal (ABK) yang beroperasi...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.