Kenapa Pelatihan PBB di Berikan kepada Siswa Siswi Baru

Surakarta,Maspolin.id – Babinsa Kelurahan Sewu Sertu Suryanto dan Sertu Lalu Adijaya memberikan materi Dasar PBB (Peraturan Baris Berbaris) di SMPN 21 Surakarta.

PBB adalah suatu wujud latihan fisik yang diperlukan guna menanamkan kebiasaan berdisiplin dalam tata cara kehidupan yang diarahkan kepada terbentuknya suatu perwatakan / sifat tertentu. (18/7/2019)

Pelatihan PBB diberikan kepada siswa siswi baru di SMPN 21 kelurahan Sewu oleh Babinsa Kelurahan Sewu guna menumbuhkan dan membentuk karakter, sikap jasmani yang tetap tangkas, rasa disiplin dan tanggung jawab.

Materi yang diberikan adalah gerakan dasar PBB antara lain sikap sempurna, penghormatan, sikap istirahat, hadap kanan/kiri, serong kanan/kiri, lencang depan, setengah lengan, lencang kanan dan gerakan jalan serta tatacara upacara bendera.

Kepala sekolah SMPN 21 Kelurahan Sewu Mulyono mengucapkan terimakasih kepada TNI khususnya Babinsa yang telah memberikan pelatihan dasar PBB kepada siswa siswi baru dan berharap pelatihan dapat berlanjut ke depannya.
(Agus Kemplu Pendim Solo)

Pengenalan Lingkungan Sekolah Pada Peserta Didik Baru

Surakarta,Maspolin.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru, merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Masa orientasi lazim dijumpai di tingkat SMP dan SMA.

Kali ini Babinsa Kel Jebres Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Suwardi dan Serda Teguh K hadir dalam acara Penutupan Masa Orentasi Siswa (MOS) di SMK Warga Jln. Kol Sutarto Kel Jebres Kec Jebres Kota Surakarta, (18/7/2019).

Kegiatan MOS SMK Warga ini di laksanakan selama 4 hari, dengan tujuan untuk mengenalkan peserta didik baru, dalam lingkungan belajar yang baru agar memiliki kesiapan belajar yang baik. Mereka dikenalkan tentang fasilitas belajar, strategi belajar, kurikulum, tata tertib siswa, kultur akademik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta teman-teman, baik seangkatan, maupun kakak-kakak kelasnya.

Dalam Kegiatan ini Babinsa juga memberikan ucapan selamat datang kepada siswa siswi baru, dan memotifasi agar para siswa lebih giat belajar untuk meraih prestasi setinggi-tingginya, Babinsa juga berpesan kepada kakak kelasnya, untuk selalu memberikan contoh yang baik terhadap siswa baru, sesuai tatatertib dan peraturan yang di tentukan oleh sekolah.

Heru Munandar S. Pd (Kepala Sekolah) Mengucapkan Banyak terimakasih kepada Babinsa yang sudah hadir dalam acara penutupan MOS, sehingga siswa siswi SMK Warga begitu antusias dan semangat dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

(Agus Kemplu Pendim Solo)

Sambut Siswa Siswi Baru, Babinsa Kelurahan Kemlayan Ikuti Kegiatan Penutupan MOS di SPM 1 Kanisius

Surakarta,Maspolin.id – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, juga dikenal sebagai Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru, merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Masa orientasi lazim dijumpai di tingkat SMP dan SMA.

Kali ini Babinsa kel Kemlayan Koramil 03/Serngan Kodim 0735/Surakarta Serka M Nur Hakib turut hadir dalam acara Penutupan Masa Orentasi Siswa (MOS) di SMP 1 Kanisius jln Honggo Wongso kel Kemlayan Kec Serengan Kota Surakarta, Rabu (17/7/2019).

Kegiatan MOS SMP 1 Kanisius ini di laksanakan selama 3 hari, dengan tujuan untuk mengenalkan peserta didik baru, dalam lingkungan belajar yang baru agar memiliki kesiapan belajar yang baik. Mereka dikenalkan tentang fasilitas belajar, strategi belajar, kurikulum, tata tertib siswa, kultur akademik, pendidik dan tenaga kependidikan, serta teman-teman, baik seangkatan, maupun kakak-kakak kelasnya.

Dalam Kegiatan ini Babinsa juga memberikan ucapan selamat datang kepada siswa siswi baru, dan memotifasi agar para siswa lebih giat belajar untuk meraih prestasi setinggi-tingginya, Babinsa juga berpesan kepada kakak kelasnya, untuk selalu memberikan contoh yang baik terhadap siswa baru, sesuai tatatertib dan peraturan yang di tentukan oleh sekolah.

FX. Yuli (Kepala Sekolah) Mengucapkan Banyak terimakasih kepada Babinsa yang sudah hadir dalam acara penutupan MOS, sehingga siswa siswi SMP 1 Kanisius, begitu antusias dan semangat dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

(Agus Kemplu Pendim Solo)

Ucapan Alhamdulillah, Tasyakuran Pembangunan Masjid Mapolres Serang

Banten,Maspolin.id – Kabupaten Serang. Kepolisian Resort (Polres) Serang Polda Banten, mengadakan tasyukuran memulainya tahapan pembangunan Masjid, di Aula Mapolres Serang, Kabupaten Serang, Kamis (18/7/3019).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Serang, Kompol Agung Cahyono SH., S.I.K., Kabag Sumda, Kasat Narkoba, perwakilan anggota Bagian Satuan, dan beberapa Seksi Polres Serang. Hadir pula, para tokoh agama Desa Nyompok Kecamatan Kopo Kabupaten Serang, Ust. Nur Hidayat, dan sejumlah anak yatim piatu dari Kampung Cisait Muncang, Desa Cisait, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Wakapolres Serang Kompol Agung Cahyono, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka tasyakuran pembangunan Masjid Polres Serang, pembangunan dimulai pada Juli 2019 ini.

“Mohon do’anya kepada seluruh anak yatim yang hadir pada saat ini untuk kelancaran dan kemudahan pembangunan Masjid. Serta agar anggota Polres Serang senantiasa diberikan keselamatan dan hidayah dalam setiap melaksanakan tugas,” ujar Kompol Agung.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan surat Yaasiin dan dilanjutkan do’a untuk kelancaran pembangunan Masjid Polres Serang, pemberian santunan oleh Wakapolres Serang kepada anak yatim dan pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Wakapolres Serang.

admin

Pria Tulungagung ini nekad “Berjalan Mundur dari Tulungagung ke Jakarta,ini alasannya…..

Tulungagung,Maspolin.id – Pria asal Tulungagung nekad melakukan aksi jalan mundur dari kota asal ke Jakarta . Aksi tersebut diperkirakan membutuhkan waktu satu bulan.

Pria ini diketahui bernama Medi Bastomi (43) warga desa Dono, Kecamatan Sendang,kabupaten Tulungagung. Medi memulai start awal jalan mundur dari depan Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso.

Dalam aksinya ini Medi berjalan mundur sambil membawa tas ransel berisi perbekalan serta dilengkapi satu unit rangkaian kaca spion untuk memandu perjalanannya. 

Ditanya maksud dan tujuannya jalan mundur pria ini menuturkan jika maksudnya mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah masa lalu.

“Jalan mundur bisa diartikan mengajak masyarakat untuk menengok ke belakang sejenak untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” terang Medi di Pendapa Tulungagung, Kamis (18/7/2019).

“Bukan sekali ini saja saya lakukan Jalan mundur yang mana tahun lalu saya mengambil jarak dari Tulungagung hingga puncak Gunung Wilis, sedangkan tahun ini Tulungagung-Jakarta.Dan untuk tahun ini saya gunakan momen untuk menyambut hari kemerdekaan,” tambahnya .

Sebelum berangkat memang sudah lakukan persiapan mulai dari kebutuhan logistik, obat-obatan dan fisik.

Menurut perkiraan ,Medi akan sampai tujuan yakni di Istana Negara Jakarta selama kurang lebih satu bulan mendatang. Jalur yang akan ia lalui yakni jalur tengah Jawa mulai Tulungagung, Kediri, Nganjuk, Madiun hingga Jakarta.

Tidak sebatas siang hari saja perjalanan mundur itu akan dilalukan namun malam hari dirinya tetap akan terus berjalan . Kendati demikian Medi akan beristirahat jika kondisi badan telah capek.

“Saya perkiraan dalam sehari itu bisa menempuh perjalanan antara 20 sampai dengan 30 kilometer,”papar Medi. 

Masih menurut Medi , kendala yang sering dihadapi adalah pada saat menyeberang di simpang empat. Untuk itu ia akan meminta bantuan aparat maupun masyarakat sekitar untuk membantu menyeberangkan. 

Selain itu Medi juga memiliki visi untuk mengungkapkan rasa syukur atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo dinilai berhasil dalam memimpin Indonesia selama lima tahun terakhir dan dirinya merasakan keadilan sosial bagi masyarakat sudah terasa hingga tingkat masyarakat bawah,” pungkasnya .

Soim

Warga di Tulungagung Ini Ditemukan Tewas Di Tandon Air Milik Tetangganya

Tulungagung,Maspolin.id – Bastomi (50) warga desa Mirigambar kecamatan Sumbergempol kabupaten Tulungagung ditemukan tewas diduga tersengat listrik di rumah milik tetangganya Khoirul Nikmah (40) .Saat pertama kali ditemukan posisi korban terlentang .Setelah dilakukan pemeriksaan oleh team Inafis Polres Tulungagung korban mengalami luka robek bekas terbakar pada jari sebelah kiri .

“Korban diduga tersengat arus listrik setelah kita ketahui dari hasil pemeriksaan team Inafis Polres Tulungagung bersama petugas kesehatan “terang Kapolsek Sumbergempol Akp I Nengah Suteja , Kamis (18/7 /2019).

“Kejadian diketahui sekitar pukul 10.00 WIB dimana kepolisian sektor Sumbergempol menerima laporan adanya orang meninggal di tandon air belakang rumah milik Khoirul Nikmah ,dikarenakan posisi korban diatas tandon setinggi 20 m kami meminta bantuan dari mobil pemadam jebakaran yang dilengkapi dengan tangga untuk menjangkau mengevakuasi korban dan akhirnya berhasil kita turunkan ” tambah Suteja .

“Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Tulungagung , ditemukan luka bakar dan robek pada jari tangan sebelah kiri yang diduga akibat kesetrum .Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban ” pungkas Suteja.

Sementara itu dari keterangan pemilik rumah Khoirul Nikmah (40) menuturkan
Korban yang sehari – hari kerja serabutan ini awalnya ketemu dirinya dirumah Jupri orangtuanya .Khoirul nikmah berniat mencari orang untuk membersihkan tandon dan korban saat itu sanggup membersihkan tandon air milik Khoirul nikmah .

“Saya sanggup membersihkan tandon itung-itung dapat uang untuk beli rokok ” tutur Khoirul nikmah menirukan korban .

Dan setelah itu korban pamit pulang. Namun setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung kembali kerumah Jupri sehingga Khoirul nikmah bermaksud melihat tandon dirumahnya dan alangkah terkejutnya ketika Koirul nikmah mengetahui ada sepeda motor milik korban sudah ada di rumahnya dan setelah dilihat kebelakang rumahnya ada tangga sudah ada diatas genting rumahnya .Setelah dipanggil – panggil tidak ada suara korban akhirnya meminta bantuan tetangga untuk melihat kedalam tandon air dan betapa terkejutnya korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam tandon air .

Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sumbergempol .

Atas permintaan keluarga korban ,jenasah korban tidak dilakukan otopsi karena pihak keluarga membuat pernyataan sudah mengiklaskan kematian korban murni kecelakaan (kesetrum) sehingga jenasah korban selanjutnya diminta dibawa kerumah korban untuk segera dimakamkan .

Soim

3 Pelaku Becak Hantu Diringkus Pegasus Polrestabes Medan

Medan,Maspolin.id – Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi oleh Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira, dan Kanit Pidana Umum Iptu Said Husein pada saat pemaparan kasus di lobby utama Polrestabes Medan, Kamis ( 18/7/2019) menjelaskan bahwa pihaknya dari unit pidana umum Satreskrim Polrestabes Medan berhasil menangkap 3 orang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi di wilayah hukum Polrestabes Medan terkait kasus pencurian yang viral di Medsos dengan sebutan “becak hantu” yang mana para pelaku beraksi dengan menggunakan becak bermotor jenis pengangkut barang.

“Awalnya kita dapat informasi dari masyarakat dan beberapa media sosial tentang aksi pencurian dengan menggunakan becak bermotor yang disebut becak hantu, lalu dari sini kami melakukan penyelidikan dengan menurunkan serta menyebar petugas berpakaian preman kelokasi yang dianggap berpotensi terjadi tindak pidana pencurian, dan akhirnya kami berhasil menangkap 3 pelaku becak Hantu diantaranya yang pertama kali berhasil kami tangkap adalah Parsian Sihotang (22) warga Jalan Elang Ujung nomor 5 Perumnas Mandala, Parsian kami tangkap dari Jalan Denai dekat jembatan tol (15/7) lalu Natal Perangin-angin (22) Warga Jalan Elang Ujung, kami tangkap dari warung nasi di Jalan Garuda Perumnas Mandala serta Antonius (17) warga Jalan Cendrawasih Elang 2 Perumnas Mandala,” ucap Kombes Pol Dadang Hartanto.

Kata Kapolrestabes Medan lagi, para pelaku beraksi membentuk beberapa kelompok terdiri dari 3 orang mengendarai becak, mengelilingi kota Medan dengan becak mencari lokasi rumah warga yang akan dicuri.

Dari ketiga tersangka turut disita barang bukti berupa 4 unit becak bermotor pengangkut barang, 2 sepeda motor merk Honda Vario dan Yamaha Mio, 2 gunting besi, linggis, martil, kunci T, anak kunci, kunci leter L, uang tunai Rp 25.000 ( dua puluh ribu ) dan 1 flash dish berisi rekaman CCTV saat para pelaku beraksi.

Novian Harhara

Heboh, Gudang Rongsok Milik Warga Terbakar

Cilacap, Maspolin.id – Warga Desa Danasri, Kacamatan Nusawungu, Cilacap, Jateng, heboh. Pasalnya, salah satu gudang untuk menyimpan barang bekas (rongsok) berukuran 18 x 12 meter milik warga, terbakar.

Gudang milik H Sobirin (71), warga RT 02 RW 05 Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu yang terbakar, itu sontak membuat panik warga di sekitarnya, sehingga warga berbondong-bondong menuju lokasi kebakaran.

Mendengar informasi tersebut, anggota Koramil 05/Nusawungu, Serma Mustika, Serda Edi, dan Babinsa Desa Danasri Sertu Sakirin dan Kopda Sohirin langsung menuju TKP membantu memadamkan api, Rabu (17/7/2019) kemarin.

Menurut Sutiyah (69), salah satu tetangga korban yang melihat langsung di TKP mengatakan, kejadian berawal sekitar pukul 15.45 WIB, saat salah seorang karyawan H Sobirin membakar sampah di sekitar gudang rongsok miliknya.

Setelah membakar sampah dia kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut. Dan pada pukul 16.45 WIB api mulai terlihat membesar dan membakar sampah daur ulang yang ada di gudang tersebut.

Hal senada dibenarkan Abrori yang juga melihat langsung kejadian itu. Begitu api membesar, dia melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.

Untuk menghindari meluasnya kobaran api, Babinsa bersama warga setempat turut memadamkan api dengan ember dan alat seadanya, hingga akhirnya datang tim pemadam kebakaran.

Beruntung, dalam insiden ini tidak ada korban jiwa.

Namun demikian, H Sobirin harus merelakan gudang miliknya ludes terbakar. Diperkirakan kerugian materi akibat kebakaran mencapai Rp 10 juta. (Estanto)

Satgas TMMD: Tinggal dan Tidur di Rumah Warga

Cilacap, Maspolin.id – Untuk menjalin kedekatan dengan warga di lokasi sasaran program TMMD, anggota Satgas TMMD melakukan berbagai hal, seperti karya bhakti, anjangsana, dan tinggal bersama masyarakat, serta kegiatan sosial lainnya.

Seperti anggota Satgas TMMD Sengkuyung II Kodim 0703/Cilacap, mereka tinggal, makan, dan tidur di rumah warga yang menjadi sasaran TMMD, yakni di Dusun Kalenwedi, Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, Cilacap, Jateng, Kamis (18/7/2019).

Terpisah, Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto selaku Dansatgas TMMD Sengkuyung II membenarkan bahwa para anggota Satgas TMMD dalam kesehariannya tinggal dan tidur bersama warga.

Hal tersebut dilakukan untuk mendekatkan diri kepada mereka, sehingga tercipta hubungan kekeluargaan yang baik guna mendukung kelancaran pembangunan.

“Anggota Satgas TMMD tinggal dan tidur bersama warga di tempat dilaksanakannya TMMD. Dengan demikian, secara tidak langsung akan memelihara dan meningkatkan hubungan kekeluargaan serta kebersamaan, khususnya antara anggota Satgas TMMD dengan warga setempat,” ungkap Dandim.

Sementara itu, salah satu warga Desa Cimrutu, Sunardi, yang rumahnya dijadikan tempat tinggal dan tidur beberapa anggota Satgas TMMD merasa tak keberatan, bahkan dirinya merasa senang ada para TNI yang mau tinggal di rumahnya.

“Saya tidak keberatan, bahkan sangat senang ada anggota TNI tinggal di rumah saya, karena baru kali ini ada TNI tinggal di rumah saya dan belum tentu ada anggota TNI lagi yang tinggal di rumah saya,” ucapnya. (Estanto)

17 Purnawira dan Wredatama Polri Diwisuda

Cilacap, Maspolin.id – Wisuda terhadap purnawira Polri dan wredatama ASN Polri berlangsung sederhana dan khidmat, dalam suatu upacara yang dipimpin langsung Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto di halaman Mapolres Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (17/7/2019).

Upacara dihadiri para pejabat utama, para purnawira dan wredatama Polres Cilacap, para Kapolsek jajaran, para perwira, brigadir, dan ASN Polri Polres Cilacap, serta Bhayangkari Cabang Cilacap dan ranting jajaran beserta pengurus.

Kapolres mengatakan, upacara Wisuda Purnawira dan Wisuda Wredatama ini dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada anggota Polri dan ASN Polri yang telah memasuki masa purna tugas dalam mengabdikan diri kepada bangsa, negara, dan masyarakat melalui institusi Polri.

“Beliau adalah senior, rekan, dan saudara kita. Setelah sekian tahun bersama-sama kita, baik suka maupun duka dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri dan ASN Polri di Polres Cilacap,” ungkap Djoko.

Pada wisuda kali ini, ada 17 personel wisudawan, terdiri dari 16 purnawira anggota Polri dan 1 wisudawan wredatama ASN Polri.

Kapolres Cilacap juga mengucapkan banyak terimakasih, penghargaan, dan apresiasi yang setingi-tingginya kepada para purnawira dan wredatama atas kinerja, loyalitas, dan dedikasi yang telah diberikan untuk kemajuan Polri pada umumnya, khususnya Polres Cilacap.

“Semoga jasa dan pengabdian yang telah diberikan kepada institusi Polri ini, dicatat sebagai amal ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam melanjutkan dharma baktinya di tengah-tengah masyarakat,” kata Kapolres.

Pihaknya berharap kepada segenap rekan yang telah purna tugas, meski sudah tidak aktif berdinas di Kepolisian, agar tetap menjalin silaturahmi.

“Berikan masukan atau saran demi kemajuan Polri di masa yang akan datang, serta kiranya dapat membantu kami dalam menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing dengan menjadi contoh suri tauladan yang baik bagi warga masyarakat sekitar,” tutup Djoko Julianto.

Usai pelaksanaan upacara, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengantar 17 wisudawan purnawira dan wredatama ASN Polres Cilacap guna mengikuti tradisi Pedang Pora.

Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghargaan istimewa setelah para purnawira maupun wredatama mengabdi selama puluhan tahun.

Mereka dilepas dengan prosesi Pedang Pora dari halaman Mapolres Cilacap dan diarak keliling kota Cilacap menggunakan becak hias yang sudah disediakan.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto mengatakan, tradisi Pedang Pora wisuda purnawira dan wredatama ASN Polri tahun 2019 merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan Polres Cilacap sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para wisuda purnawira dan wisuda wredatama ASN Polri yang telah mengabdikan diri di institusi Kepolisian.

“Tradisi Pedang Pora dan arakan becak ini sebagai salah satu bentuk kenangan indah dan penghargaan tertinggi pada purnawira, karena meski sudah purna tugas, namun tetap bisa membantu tugas-tugas kepolisian,” kata Kapolres.

Dia menambahkan, meski sudah tidak aktif dinas di Kepolisian dan sekarang berkumpul dengan keluarga dan kembali ke lingkungan masyarakat, namun bukan berarti selesai tugas, tetapi harus tetap mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan keahlian masing-masing.

Kompol (Purn) Kiswoyo yang dulu pernah dinas di Dokkes Polres Cilacap dan terakhir sebagai Kapolsek Maos, mengaku bangga dan senang dengan acara pelepasan ini.

Menurutnya, ini suatu penghormatan yang sangat luar biasa dan dirinya akan selalu siap untuk mengabdikan diri pada masyarakat dengan keahliannya di bidang kesehatan dan akan membantu masyarakat di lingkungan tempat tinggal. (Estanto)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Sabet 7 Emas, Teratai Fighter Team Korbrimob Polri Raih Juara Umum...

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Teratai Fighter Team Pencak Silat Korbrimob Polri tampil gemilang pada Kejuaraan Pencak Silat Nasional Tegar Beriman Championship 2026. Tim...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.