Bus Tabrak L300 Hingga Masuk Rumah Makan Di Jombang, Tiga Orang Tewas Satu Luka Berat

Jombang,Maspolin.id – Diduga ugal-ugalan Bus Harapan Jaya jurusan Surabaya-Tulungagung menabrak kendaraan pick up L300, kejadian itu terjadi di Jalan Raya Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (12/6/2019) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.

Akibat ditabrak Bus Harapan Jaya nopol AG 7391 US yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang, kendaraan pick up nopol AE 8832 YA tersebut terlempar dari badan jalan hingga masuk ke sebuah rumah makan. Peristiwa itu pun, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka.

Kanit Lakalantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman mengatakan, kecelakaan berawal saat Bus Harapan Jaya yang dikemudikan Bambang Budianto (50), warga Jl. Tosaren II Rt 016 Rw 006, Kecamatan Tosaren, Kota Kediri, berjalan dari arah timur melaju ke barat dengan kecepatan tinggi. Begitu sampai lokasi kejadian, bus menabrak bagian belakang kendaraan pick up L300 yang berjalan searah didepannya.

“Pengemudi bus kurang berhati-hati dan tidak bisa menjaga jarak aman, sehingga menabrak bagian belakang pick up L300 yang berjalan searah didepanya, dari arah timur ke barat,” kata Iptu Sulaiman.

Begitu ditabrak, kendaraan pick up L300 yang dikemudikan Bambang Purbudianto (56), warga Dusun Krajan Rt 001 Rw 002, Desa Sumbereji, Kecamatan Sudimirro, Kabupaten Pacitan, oleng kekiri arah selatan dan terlempar dari badan jalan masuk ke sebuah rumah makan dan menabrak Subandia (45) warga setempat, saudara dari pemilik rumah makan yang sedang menyiram halaman.

Tidak sampai disitu, kendaraan pick up menimpa dua orang anggota TNI AL yang sedang makan dilokasi tersebut, sebelum terbalik, yakni Serda Jarni (41) asal Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, dan Koptu Edi Susanto (46) asal Desa Sumberejo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.

“Dari keempat korban, tiga diantaranya meninggal dunia dan satu mengalami luka. Korban meninggal di TKP, Bambang Purbudianto dan Serda Jarni sedangkan Subandia meninggal saat dilarikan ke RSUD Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Sementara Koptu Edi Susanto menjalani perawatan di RSUD Jombang,” terang Sulaiman.

Peristiwa itu pun, ditangani langsung anggota kepolisian dari Satlantas Polres Jombang. Setelah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan di evakuasi ke kantor Polisi.

“Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kita amankan di Satlantas Polres Jombang, beserta sopir bus dan kondekturnya untuk dimintai keterangan, guna penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Sulaiman.

Jajang

DEMO HAMIL

Oleh : Dahlan Iskan

Dia hamil. Dia dibunuh. Di kamar hotel. Di luar negeri.

Si pembunuh dijatuhi hukuman ringan. Hanya karena memiliki barang milik wanita yang dibunuh. Bukan karena membunuh.

Hukuman itu begitu ringannya. Jumat minggu depan sudah bisa bebas.

Itulah salah satu kasus yang membuat hakim dan jaksa di Hongkong gemes. Jengkel. Frustrasi. Dalam upaya menegakkan hukum setegak-tegaknya.

Masih banyak kasus lain. Tapi hanya yang itu yang dijadikan pemicu lahirnya proposal yang didemo besar-besaran di Hongkong sekarang ini.

Jaksa tahu: Chan Tong Kai, 19 tahun, itu pembunuhnya.

Hakim pun tahu: Chan Tong Kai itu pembunuhnya.

Chan Tong Kai sendiri, pun sudah mengaku: dialah pembunuhnya.

Tapi pembunuhan itu dilakukan di Taiwan. Locus delicti-nya ada di luar Hongkong. Barang-barang bukti ada di sana.

Hongkong tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Taiwan. Atau negara lain.

Hakim hanya bisa menjatuhi hukuman ringan. Itu pun karena diketahui Chan mengantongi kartu kredit milik perempuan yang ia bunuh. Dan Chan menarik uang senilai Rp 35 juta dari kartu kredit itu. Di bank Hongkong. Menggunakan PIN pacarnya. Yang dengan rela memberikan kepada Chan. Dengan prinsip orang yang lagi jatuh cinta: milikku juga milikmu.

Mencuri uang Rp 35 juta, itulah nilai hukumannya.

Hakim tahu itu tidak adil. Tapi hukum harus tegak: bunyi pasalnya begitu.

Karena itu Carrie Lam ingin melakukan perubahan. Agar Hongkong bisa menyerahkan tersangka seperti Chan ke negara lain. Agar bisa dihukum di negara tersebut. Karena perbuatannya itu dilakukan di sana.

Proposal Carrie Lam itulah yang di demo habis-habisan warga Hongkong. Minggu lalu. Dan kembali didemo kemarin. Sampai hari ini. Bahkan mungkin sampai hari Kamis minggu depan.

Hari ini adalah hari pembahasan proposal itu Di parlemen Hongkong.

Carrie Lam ngotot meneruskan proposalnya. Meski sudah didemo 1,03 juta orang Minggu lalu.

Bahkan Carrie Lam menginginkan pembahasannya dikebut. Kamis minggu depan sudah harus diputuskan.

Mengapa begitu kesusu? Chan, si pembunuh, akan bebas di hari Jumat. Kalau Kamis proposal itu disetujui legislatif, Chan akan dikirim ke Taiwan. Untuk diadili di sana. Dalam kasus pembunuhan itu.

Yang dibunuh adalah: Poon Hiu Wing, 20 tahun. Setahun lebih tua dari Chan Tong Kai.

Chan Tong Kai dan Poon Hiu Wing

Dua tahun lalu dua remaja ini pacaran. Setelah satu bulan saling berkenalan. Keduanya kenal karena sama-sama bekerja di satu perusahaan Hongkong.

Mereka sepakat ingin merayakan Hari Valentine 2018 di luar negeri. Di Taiwan. Sejak Desember 2017 mereka sudah memesan tiket. Dan hotel di Taipei.

Tanggal 8 Februari 2018 mereka berangkat. Rencananya sampai tanggal 17 Februari.

Sehari sebelum pulang mereka masih bersetubuh. Lalu ke pasar malam. Membeli koper warna pink.

Balik ke hotel mereka bertengkar. Soal barang mana yang masuk koper mana. Lalu reda. Bersetubuh lagi.

Tengah malam Poon kirim WA ke ibunya. Memberi tahu bahwa dia jadi pulang tanggal 17 keesokan harinya.

Malam itu mereka bertengkar lagi. Setelah Chan tahu bahwa Poon hamil. Yang membuat Chan emosi, kata Chan, Poon mengaku ayah bayi itu adalah pacar sebelumnya.

Chan lantas membenturkan kepala Poon ke dinding. Lalu mencekik lehernya dari belakang. Terjadilah perlawanan. Mereka bergumul di lantai. Selama 10 menit. Sampai diketahui Poon meninggal dunia.

Chan langsung mengemasi barang-barang milik Poon. Untuk dimasukkan ke satu koper. Kecuali handphone milik Poon. Dimasukkan ke tas Chan sendiri. Dan kartu kredit milik Poon. Ia masukkan ke dompetnya.

Sedangkan mayat Poon dimasukkan ke koper yang lain.

Beres.

Tidur.

Besok paginya Chan membuang barang-barang milik Poon. Juga membuang mayatnya. Di satu taman dekat terminal bus Zhuwei.

Chan langsung ke bandara. Pulang ke Hongkong.

Aman.

Hanya orang tua Poon yang gelisah. Anaknya itu kok tidak datang pada hari yang dijanjikan. Pun hari-hari berikutnya. Tanpa ada WA pula.

Dua minggu kemudian barulah ibunya bikin laporan polisi: anaknya hilang. Tapi sang ibu menemukan kertas pemesanan hotel. Tertinggal d

i kamar anaknya. Juga pemesanan tiket pesawat pulang-pergi. Atas nama dua orang Itu.

Polisi pun mendapat petunjuk yang sangat berarti.

Chan sebenarnya juga gelisah. Di dalam hati. Terutama sejak ada pengumuman anak hilang itu. Maka ia datang ke kantor polisi: mengakui apa adanya. Dialah yang membunuh pacarnya yang hamil itu.

Tentu semua jalan cerita tadi versi Chan. Apakah benar ia emosi. Terpancing oleh pengakuan pacarnya. Bahwa ayah bayi itu pacar lama pacarnya. Juga apakah benar terjadi perlawanan.

Yang jelas benar, adalah ia dua kali mengambil uang di kartu kredit milik almarhumah pacarnya.

Carrie Lam memang menyebut kasus itu dalam proposalnya. Tapi, yang seperti itu akan banyak.

“Saya tidak mau Hongkong menjadi surga persembunyian penjahat,” ujar Carrie Lam. Yang secara luas dikutip media internasional.

Tapi para pendemo punya pendapat sendiri.

Kalau proposal ekstradisi itu disetujui jadi UU, tidak hanya penjahat kriminal yang dikirim. Bisa jadi merembet ke urusan politik. Yang tidak pro Tiongkok akan dianggap penjahat. Dan bisa dikirim ke Beijing.

Demo besar-besaran kali ini memang bukan membela si pembunuh. Tapi mengkhawatirkan masa depan kebebasan politik di Hangkong.

Mereka bertekad demo kali ini tidak akan bubar.

Mereka akan terus tinggal di jalan raya. Akan terus memblokade parlemen.

Sampai kapan pun.

Sejak malam sebelum jadwal sidang hari Rabu, mereka sudah menduduki semua jalan menuju parlemen. Memasang pagar besi. Berbaris bergandengan tangan di balik pagar itu.

Hampir semua membawa payung. Agar bisa jadi pelindung diri: dari semprotan merica dari depan. Atau dari guyuran hujan dari atas.

Minggu lalu polisi memang menggunakan semprotan cairan bermerica. Yang lebih aman daripada gas air mata. Meksipun akhirnya polisi juga gunakan gas air mata Rabu siang.

Tujuan blokade itu agar anggota DPR Hongkong tidak bisa datang ke gedung parlemen.

Rabu pagi kemarin mereka benar-benar tidak bisa bersidang. Mereka kumpul di kantor polisi untuk berangkat bersama dengan mobil khusus. Tapi juga tidak bisa.

Sidang Rabu kemarin ditunda. Padahal Kamis depan, kata Carrie Lam, sudah harus jadi UU.

Begitulah.

Saya pun sulit mencari alenia penutup yang menarik. Untuk artikel dengan bahasan seperti ini. Ada usul?

(Dahlan Iskan)

Proses Tradisi Ritual Grebeg Suro, Ini Penelitiannya….

MALANG,Maspolin.id – Ngebel merupakan salah satu desa yang berada di Ponorogo dan merupakan salah satu tempat pelaksanaan rangkaian tradisi ritual Grebeg Suro.

Masyarakat Ngebel adalah satu dari beberapa masyarakat adat yang masih tetap menjaga seluruh kebudayaan warisan nenek moyang atau leluhur.

Satu diantara tradisi yang hingga saat ini masih dipertahankan adalah tradisi ritual Grebeg Suro yang mana tradisi Ritual Grebeg Suro terdiri dari beberapa rangkaian acara, seperti festival reog, pawai lintas sejarah, kirap pusaka, dan larungan sesaji serta risalah do’a.

Salah satu acara dari serangkaian acara Grebeg Suro, yakni acara Larungan Sesaji merupakan sebuah ritual untuk menolak bala atau sial.

Ritual ini dilaksanakan saat tanggal 1 Muharram atau 1 Suro, yang mana perayaan Grebeg Suro ini melibatkan seluruh elemen masyarakat Ponorogo, mulai anak-anak sampai dengan sesepuh. Dibalik prosesi ritual tersebut banyak terdapat nilai-nilai filosofi serta makna dalam seluruh prosesi Ritual Grebeg Suro.

Hal itu dikemukakan oleh hasil penelitian tim mahasiswa Uuniversitas Negeri Malang yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) untuk kategori penelitian sosial humaniora.

Tim ini terdiri dari Istikharotul Khoirun Nisa’ dari Fakultas Ilmu Sosial (2016), Elis Sri Kusumawati dari Fakultas Ekonomi (2016), dan Eka Ari Widayanti dari Fakultas Ilmu Sosial (2016).

Menurut Istikharotul, tradisi ritual upcara Grebeg Suro memiliki ciri khas yang sangat kental akan budaya Bumi Ponorogo, yang mana di dalam tradisi tersebut menjadikan rasa solidaritas yang kuat antar masyarakat Ponorogo serta terdapat rasa gotong-royong, persatuan, dan mencerminkan rasa cinta terhadap kearifan lokal.

“Dalam pelaksanaan upacara tradisi ritual Grebeg Suro terdapat rangkaian-rangkaian acara yang dianggap masih mistis oleh masyarakat umum seperti : melarungkan tumpeng raksasa ke tengah telaga, menyembelih kambing wendit dan menanam tulang kaki kambing wendit di pojok-pojok telaga,” kata Hartono, Juru Kunci atau pelaksana larungan sesaji.

Menurut tim PKM Sosial Humaniora Universitas Negeri Malang, dari penelitian mereka, ditemukan korelasi antara kepercayaan terhadap hal ghaib dengan tingkat keselamatan masyarakat Ponorogo.

Meski zaman sudah berubah namun tradisi ritual Grebeg Suro ini masih tetap dilaksanakan oleh masyarakat Ponorogo, buktinya dalam setahun sekali tepatnya pada satu Suro masyarakat Ponorogo masih melaksanakan tradisi ritual Grebeg Suro bahkan tradisi ini dilaksanakan dalam kurun waktu hampir 1 bulan, mulai dari mendekati 1 Suro sampai setelah 1 Suro.

Kami dari tim PKM Sosial Humanora Universitas Negeri Malang berkesimpulan dengan menjalankan warisan para keluhurnya, masyarakat Ponorogo dapat lebih menjiwai bagaimana perjuangan para leluhurnya dalam menciptakan tradisi ini kemudian bisa mempertahakan tradisi ritual Grebeg Suro tetap ada sampai saat ini, selain itu dengan tetap melaksanakan tradisi tersebut masyarakat Ponorogo bisa hidup tentram dan damai.

Eka Sri Widayanti, anggota tim peneliti lainnya juga menuturkan bahwa, tradisi ritual Grebeg Suro ini merupakan hal yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat Ponorogo, sebagai bentuk wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah daerah dalam melakukan inventarisasi budaya di Ponorogo.

Sumber : Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Sosial Humaniora Universitas Negeri Malang :
Yuswanti Ariani Wirahayu (Pembimbing)
Istikharotul Khoirun Nisa’ (Ketua)
Elis Sri Kusumawati (anggota)
Eka Ari Widayanti (anggota)

Peran aktif Koptu Agus S pada kegiatan kemasyarakatan Di Wilayah Binaannya

Surakarta,Maspolin.id – Babinsa Sudiroprajan Koramil 04 Jebres Kodim 0735 Surakarta Koptu Agus S hadiri kegiatan Talkshow Peran Masyarakat Dalam Upaya Kelurahan Sudiroprajan Bersih Narkoba bertempat di Aula Kelurahan Sudiroprajan Jebres Surakarta (12/5/2019).

Hadir Dalam Kegiatan tersebut Camat Jebres Agung Riyadi, Plt.Kepala BNN Kota Surakarta Edison Pajaitan SH.MH, Lurah Sudiroprajan Dalimo SH. dan Babhinkamtibmas.

Dalam pengarahannya Kepala BNN menyampaikan dari hasil evaluasi/Survei dari Tahun 2009 sampai Sekarang untuk Kota Surakarta Menduduki Peringkat ke – 2 Se-Jawa Tengah dari hasil laporan Polres Surakarta.

Dengan tingginya pengguna Narkoba di Kota Surakarta Kepala BNN membuat Kepanjangan tangan dari tiap kelurahan perwakilan 10 orang untuk perpanjangan tangan untuk menyampaikan tentang bahaya narkoba yang mengancam diri kita dan Kepala BNN juga sudah mengandeng Rumah Sakit yang ada di Solo untuk para pemakai narkoba yang perlu di Rehabiltasi Rumah Sakit yang di gandeng antara lain Rs. Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa yang ada di Surakarta.Penyampaian dari Kepala BNN sekarang juga sudah banyak yang mau yang menjadi pelopor tentang bahaya narkoba di tiap-tiap kelurahan.

Kepala BNN juga mengatakan untuk Anak- anak Sekolah yang terlibat narkoba juga sudah di koordinasikan sama Sekolah bagi pengguna yang ketangkap memakai narkoba untuk di rehabilitasi dan tidak di keluarkan dari Sekolah. untuk itu Kepala BNN mengajak kepada seluruh warga kota surakarta untuk menghindari atau menjahui tentang bahaya narkoba mulai dari diri sendiri, keluarga,saudara, tetangga untuk kelurahan sudiroprajan yang bersih dari Narkoba.

(Pendim Solo Agus Kemplu)

Cabuli Bocah TK, Nelayan Asal Randuboto Sidayu Diciduk Polisi

GRESIK,Maspolin.id – Entah apa yang terlintas di benak Saiful Arif (37) warga Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, hingga dia tega mencabuli DLA (6) seorang bocah TK yang masih tetangganya sendiri.

Tak tanggung-tanggung, pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan ini sudah mencabuli bocah tersebut sebanyak empat kali. Padahal korban tersebut adalah teman sekolah dari VA, anak pelaku yang juga masih TK.

Kini pria beristri dengan satu anak tersebut sudah mendekam di balik jeruji penjara, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Gresik.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo ketika dikonfirmasi membenarkan, bila pihaknya telah menetapkan Saiful Arif sebagai tersangka kasus pencabulan anak yang masih di bawah umur.

“Pelakunya sudah kita amankan setelah menerima laporan dari orang tua korban. Dalam pemeriksaan pelaku juga telah mengakui perbuatannya,” ujar Tiksnarto Andaru Rahutumo saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (12/06/2019).

Dia menegaskan, pihaknya juga telah melakukan visum terhadap korban. Dari hasil visum dokter itu menunjukkan adanya luka bekas gesekan pada alat kelamin korban. “Kita juga telah mengantongi bukti visum,” tegasnya.

Atas perbuatannya itu, maka tersangka akan dijerat pasal 82 ayat 1 dan 2 UU no. 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun. Perbuatan bejat itu dilakukan Saiful usai pulang dari melaut. Saat itu korban sedang bermain di depan rumah, lalu dipanggil oleh Saiful. Dengan bujuk rayu korban lalu diajak masuk ke dalam kamar pelaku.

Di dalam kamar tersebut korban disuruh duduk di pangkuan pelaku. Melihat situasi rumah yang sepi, pelaku rupanya makin beringas. Korban pun dipaksa untuk melepaskan celana dalamnya, dan akhirnya dicabuli oleh pelaku.

Kasus ini terkuat setelah ibu korbanya mengetahui anaknya kesakitan saat buang air kecil. Begitu didesak oleh orang tuanya, korban akhirnya mengaku telah dicabuli oleh Saiful. Mendengar pengakuan itu, ibu korban tidak terima lalu membawa kasus ini ke jalur hukum.

(Kabarjawatimur)

Wabup Bojonegoro Berikan Penghargaan Serta Pembinaan Kader Lingkungan dan Sekolah Adiwiyata

Bojonegoro,Maspolin.id – Pembinaan Kader dan Sekolah Adiwiyata kali ini di laksanakan di TPA Banjarsari Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro pada (12/06/19).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurul Azizah dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam rangka mewujudkan hak masyarakat Kabupaten Bojonegoro untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat maka diperlukan pemantauan dan evaulasi terhadap kwalitas lingkungan melalui Kegiatan Gerakan Bangga Bojonegoro Bersih, Indah, Asri dan Rapi ( Gerbang Bojonegoro Bersinar ).

Untuk itulah telah diadakan Lomba Gerbang Bojonegoro Bersinar atau GBB dan hari ini hari Rabu telah dilaksanakan penyerahan penghargaan program GBB yaitu Gerakan Bangga Bojonegoro Bersinar dan Penghargaan Adiwiyata yang pelaksanaan penilaian dilakukan di tahun 2018.

Adapun penghargaan ini dilaksanakan sebagaimana program berkelanjutan karena program ini dimulai pada tahun 2013 hingga ide awal adalah tahun 2013 dan sudah berjalan selama 6 tahun untuk

Kegiatan GBB program ini dari gerakan Bangga Bojonegoro Bersinar sehingga berkelanjutan ini nanti di dalam pengelolaan lingkungan hidup adalah Adipura kemudian kalau khususnya di sekolahan adalah Adiwiyata lalu nanti fokusnya ada di Kelurahan atau Desa” ucap Ibu Nurul.

Adapun penerima penghargaan dan bantuan uang pembinaan juara Lomba Gerbang Bojonegoro Bersinar atau GBB tahun 2018 kategori Kantor Kecamatan Juara 1 kantor kecamatan Margomulyo, Juara 2 Kantor Kecamatan Bojonegoro, Juara 3 Kantor Kecamatan kapas dan Juara 4 kantor kecamatan Ngraho.

Dalam kesempatan itu Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto menyampaikan, saya mewakili pemerintah sangat amat mengapresiasi Harapan Kita masalah kebersihan masalah lingkungan ini harus kita mulai dari diri kita jadi seperti yang dicanangkan program pemerintah sekarang ini perlu ditambahkan artinya ini pemerintah pusat itu punya program pengurangan limbah sampah plastik dari ini perlu disosialisasikan Kepada seluruh masyarakat agar mengurangi limbah sampah dari plastik.

Dari pemaparan yang pernah saya hadiri di Indonesia ini terbesar sampah plastik nya kita harus kita mulai dari diri kita sendiri mulai dari rumah tangga mulai dari sekolah mulai dari lingkungan hidup harus kita awali dari kita sendiri.

Selanjutnya juga disampaikan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Harapan Kita juga mempunyai program untuk disampaikan ke sekolah dari perlu disampaikan juga pada saat saya masih sekolah dulu mulai SD sampai SMP dan SMA dan itu di sekolah itu punya program juga lomba per kelas.

Harapan kami ke depan lebih ditingkatkan lagi karena ini memang apa sering juga banjir Harapan Kita semua penanaman pohon-pohon keras bisa dilakukan juga karena itu bagaimanapun juga bisa untuk mengurangi erosi maupun banjir

“Seperti kita ketahui sekarang ini kalau banjir di sini banjir Bengawan itu sudah biasa tetapi sekarang ini di Bojonegoro yang paling ditakutkan sekarang ini banjir bandang wilayah selatan karena hutan sudah gundul” ungkap Wabub.

Dalam kegiatan ini juga di Hadiri Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto, Kepala Dinas Pendidikan Hanafi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurul Azizah, Camat, Kepala Sekolah, Kepala Desa dan RT se Kabupaten Bojonegoro selaku penerima Adiwiyata serta para penggerak lingkungan.

Agus/Hum

Oknum Polisi Berpangkat AKP di Bojonegoro Telantarkan Istri Sah Puluhan Tahun

Bojonegoro,Maspolin.id – Seorang oknum polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) berinisial Mf bertugas di Polres Bojonegoro diduga menelantarkan istri sah selama puluhan tahun.

Hal ini dituturkan Ettie Dwi Pratiwi (44) tahun istri sah Mf, Selasa (11/6/2019). Perempuan cukup umur dengan dua orang anak yang kini tinggal di Rusunawa Gunung Sari lantai V blok A-9 surabaya tersebut mengaku selama puluhan tahun ditelantarkan oleh Mf. 

Berdasar penuturan Ettie, dirinya menikah dengan Mf pada 27 Agustus tahun 1994 atau dua puluh empat tahun lalu, ketika itu Mf berpangkat Sersan Kepala (Serka) di kesatuan Polwiltabes Surabaya. Hasil pernikahan tersebut melahirkan dua anak, tahun 1995 dan tahun 1998 dengan jenis kelamin anak pertama perempuan dan kedua laki-laki. 

Pada tahun 1998, Mf ikut pendidikan Secapa Polri di Sukabumi sampai tahun 1999. Begitu lulus penempatan di Polda Jatim, kemudian diarahkan ke Polres Bojonegoro. 

“Kurang lebih tiga atau enam bulan di Polres mendapat jabatan di Polsek Kasiman dengan pangkat Letda waktu itu,” terang Ettie menceritakan perjalanan karier suami sahnya. 

Lanjut Ettie, terjadi masalah rumah tangga, biasa ketika karier menanjak, menjabat Kapolsek punya pangkat, kedudukan dan jabatan, Mf diduga jatuh hati pada perempuan lain. Waktu itu kalau tidak salah, perempuan tersebut sedang mengurus Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB). Kemudian terjadilah perselingkuhan. 

“Saya pulang ke Surabaya tahun 2002, tapi dia masih di Bojonegoro,” lanjutnya. 

Setelah kejadian perselingkuhan tersebut, selain dirinya turut pulang ke rumah orang tuanya di Surabaya dua anak kandung beserta barang-barang pribadi. Ettie mengaku sebagai istri sah, namun status hubungan tidak diperjelas alias digantung. 

“Sejak 2002 sampai sekarang (2019,red) saya ditelantarkan,” aku Ettie. 

Kini Ettie tinggal bersama kedua anaknya di Rumah Susun (Rusun) dengan status sewa.

Perbulan bayar Rusun kurang lebih termasuk air dan listrik dengan biaya 500 sampai 600 ribu rupiah per bulannya. Sementara, dari tahun 2002 sampai tahun 2011 dirinya hanya dikirimi uang oleh Mf sebesar 300 ribu rupiah. 

Selanjutnya, terang Ettie dari tahun 2012 sampai saat ini dirinya dikirimi uang sebesar 1 juta rupiah. Dirinya mengetahui jika Mf sekarang sudah menikah lagi dan memiliki anak, baginya bukan suatu masalah.”Mbok saya jangan ditelantarkan, sampai saat ini saya tidak punya rumah,” keluhnya. 

Apalagi keadaan terbaru Ettie sedand dalam kondisi tertekan karena ada tagihan hutang sebesar 17 juta rupiah dari pengelola Rusun. Jika tidak segera dilunasi, dirinya akan dikeluarkan dari Rusun dan khawatir akan tinggal dimana.

Pasalnya, satu anak dewasa sudah menikah dan anak kedua hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang kini bekerja sebagai kuli bangunan, bagaimana harus melunasi hutang. Ettie berharap agar Mf yang menurutnya akan memasuki masa pensiun sekitar satu atau dua tahun lagi bisa membantu mengatasi masalah Ettie. 

Sejauh ini belum ada keterangan lebih lanjut dari Mf. Besar harapan dapat etikat baik dari Mf terkait status pernikahannya yang jelas tercatat di buku nikah nomor 482/56/VIII/1994, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sawahan, Kabupaten Surabaya, Jawa Timur. 

(red/kla/Indonesiasatu)

Perekat Silaturahmi, Babinsa Halal Bil Halal di Wilayah Binaan

Cilacap, Maspolin.id – Suasana Idul Fitri 1 Syawal 1440 H masih terasa, dan momen ini sangat penting untuk saling memaafkan, baik secara perorangan maupun kelompok.

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 14/Cimanggu, Sertu Carnoyo bersama warga di daerah binaan, halal bil halal dilaksanakan di Balai Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilapcap, Jawa Tengah, Selasa (11/6/2019).

Kegiatan ini dihadiri Camat Cimanggu Buddy Haryanto, Bhabinkamtibmas Cimanggu Brigadir Wahyudin, Kepala Desa Negarajati Wasko, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga setempat, dan Majelis Taklim Desa Negarajati.

Sertu Carnoyo mengatakan, kegiatan halal bil halal ini sangat penting dilakukan guna menjalin silaturahmi di antara warga Desa Negarajati. Dia berharap, kegiatan ini menjadi tradisi Desa Negarajati.

“Halal bil halal itu tidak perlu mewah, seperti saat ini sederhana namun membawa nuansa kebersamaan,” ungkapnya.

Selaku Babinsa, dia menyambut baik kegiatan tersebut guna merajut dan mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan masyarakat sekaligus sinergi masyarakat dengan aparat di sekitar tempat tinggal, baik dengan unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun aparat lainnya.

“Kegiatan seperti ini harus tetap dipertahankan dan dipelihara agar lebih dekat lagi dan saling bersinergi dalam menjaga keutuhan dan kebersamaan umat beragama di wilayah Koramil 14/Cimanggu,” terang Carnoyo. (Estanto)

Silaturahmi Keluarga Besar Dinas PSDA, Saeful: Pekerjaan Infrastruktur Diharapkan Rampung Sesuai Jadwal

Cilacap, Maspolin.id – Keluarga besar Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kabupaten Cilacap menggelar silaturahmi di halaman kantor, Selasa (11/6/2019).

Acara ini dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Sekda Farid Ma’ruf, Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Dian Setyabudi, Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Wasi Ariyadi, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Warsono, Kepala Dinas PSDA Kabupaten Cilacap Saeful Hidayat beserta para kepala bidang dan staf, serta para kepala UPT Dinas PSDA se-Kabupaten Cilacap.

Saeful Hidayat dalam sambutannya mengatakan, pasca cuti Lebaran, semua ASN di lingkungan PSDA Cilacap 100 persen hadir di hari pertama masuk kerja. “Meski ada yang rumahnya jauh dari kantor, mereka semua komitmen untuk bekerja melayani masyarakat dan tepat waktu,” ucapnya.

Acara juga dihadiri seluruh UPT PSDA se-Kabupaten Cilacap yang berjumlah 500 orang.

“Perlu kami sampaikan kepada Bapak Bupati, silaturahmi merupakan penyemangat mengawali kerja kita di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air agar kita menjaga keharmonisan, kebersamaan, serta kekompakan yang lebih baik,” imbuh Saeful.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji yang didapuk oleh Saeful untuk memberikan tausiyah, karena pihaknya sengaja tidak mengundang kiai untuk memberikan ceramah, mengatakan bahwa masih adakah bekas-bekas tarawih kita, tahajjud kita, ibadah kita di bulan Ramadhan? Yang dijawab oleh Tatto, jika tidak, berdoalah agar kita dipertemukan lagi dengan puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun depan.

“Dengan silaturahmi ini, kita pasti punya pengalaman pernah ditipu atau menipu teman, dimarahi teman. Di Idul Fitri ini kita harus meminta maaf atau memberi maaf. Inilah momen yang harus kita ambil.

Dengan momen ini harus diambil kesempatan, siapa tahu tahun depan kita tidak bertemu lagi dengan silaturahmi Idul Fitri seperti saat ini,” imbuh dia panjang lebar.

Bahkan, Tatto menyebut hal seperti itu merupakan silaturahmi realitas virtual.

Usai acara, kepada awak media Saeful mengatakan, silaturahmi ini diikuti seluruh karyawan dan karyawati PSDA serta keluarga. “Semua turun ke induk, berkumpul bersama dan saling bermaafan,” ucapnya.

Setelah ini, ungkapnya, pihak PSDA akan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang belum selesai untuk segera diselesaikan, termasuk pekerjaan yang kini memasuki proses lelang.

Menurut Saeful, ada 40 jenis pekerjaan infrastruktur yang akan dilelang. Sedangkan pekerjaan yang sifatnya tunjuk langsung dengan pagu anggaran di bawah Rp 200 juta sekitar 30-40 jenis pekerjaan.

“Untuk anggaran tahun ini terserap sekitar Rp 60 miliar,” katanya.

Dia berharap kegiatan ini bermanfaat bagi seluruh karyawan dalam melayani masyarakat dengan baik. Juga pekerjaan infrastruktur terlaksana dengan baik dan rampung sesuai jadwal.

Kegiatan silaturahmi ini diakhiri dengan bersalam-salaman dan pembagian doorprize kepada yang hadir. (Estanto)

Pererat Tali Silaturohmi Untuk Pilkades Aman Dan Damai, Ida Agustina Cakades Trucuk Gelar Halal Bihalal

Bojonegoro,Maspolin.id – Pilkades serentak yang bakal digelar di 156 Desa di 27 Kecamatan di Kabupaten Bojonegoro tinggal menghitung hari.

Gelaran pilkades yang rencananya digelar 26 Juni 2019 dipastikan bakal meningkatkan eskalasi politik di desa. 

Oleh sebab itu guna menciptakan suasana Pilkades Desa Trucuk Aman Dan Damai Ida Agustina Calon Kepala Desa Trucuk Nomor urut 1 mengadakan Kegiatan Halal bihalal demi mempererat tali silaturohmi dengan Warga Masyarakat Desa Trucuk. 

Acara sendiri di adakan di halaman Kediaman Ida Agustina Calon Kepala Desa Nomor Urut 1 dan di hadiri Masyarakat serta Pendukungnya. 

Danang Puji Asmoro Selaku Kepala Desa Trucuk sekaligus Suami dari Ida Agustina mengatakan, halal Bi Halal ini sengaja digelar tidak lain adalah untuk mempererat hubungan silaturahmi antar Calon Kades dengan lapisan masyarakat,” Dan kedepannya hubungan silatuhrami ini dapat terjalin dengan baik, “ucap Danang.

Selain itu juga Danang Juga Berharap Do’a dan Dukungannya dari Masyarakat Desa Trucuk untuk pilihan Ida Agustina sebagai Kepala Desa Trucuk selanjutnya Di Periode 2019 – 2025.

” Saya merasa bangga dengan kompaknya para warga desa Trucuk yang telah datang ke acara halal bihalal ini, mudah mudahan dengan acara seperti ini jalinan tali silahturahmi kita bisa terjalin dengan lebih erat,”harapnya. 

Agus Kuprit

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Ini Daftar Pejabat Utama Polda Metro Jaya yang Dirotasi oleh Kapolri...

PMJ - Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto melakukan rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya. Pergantian mencakup posisi Kapolda, Wakapolda, direktur...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.