Polres Metro Depok Bersama Pemkot Depok Lakukan Razia Daycare Tak Berizin

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Polres Metro Depok bersama instansi terkait melakukan penindakan terhadap tempat penitipan anak atau Daycare di Kota Depok. Operasi ini buntut kasus kekerasan terhadap bayi yang kembali terulang.

Kanit PPA Polres Metro Depok, Iptu Dwi Santy Anggraini mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Depok melakukan razia ke beberapa Daycare terkait masalah perizinan.

“Sudah kemarin dari PPA sudah koordinasi ke Pemkot dan kami sudah razia ke beberapa Daycare di wilayah Depok untuk menanyakan perizinan daycarenya,” jelas Iptu Dwi Santy Anggraini, Sabtu (7/12/24).

Iptu Dwi Santy Anggraini menambahkan, sampai dengan saat ini Unit PPA belum menemukan Daycare yang berdiri tanpa izin. Ia menilai setelah kejadian kekerasan beberapa hari lalu langsung bergerak cepat membenahi perizinan.

“Sampai hari ini kita belum menemukan daycare yang tanpa izin. Mungkin setelah kejadian daycare Kiddyspace kemarin, pihak daycare yang lain langsung gercep membenahi surat surat nya,” jelas Iptu Dwi Santy Anggraini.

Iptu Dwi Santy Anggraini menyampaikan bahwa Unit PPA setiap hari akan mendatangi tempat penitipan anak untuk melakukan razia perizinan. Hal ini untuk mengantisipasi kekerasan terhadap anak tidak terulang kembali.

“Setiap hari unit PPA akan jalan ke daycare yang ada di Depok untuk mengecek langsung. Hanya saja belum ada yang kedapatan ilegal, karena izin nya lengkap,” tutup Kanit PPA Polres Metro Depok.

 

Tribratanews

BJak/Mpl/SSS

Irwasum Polri Ingatkan Calon Polwan Terus Kembangkan Potensi ketika Kunjungi Diktuba di Sepolwan

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo memberikan pengarahan dan motivasi kepada siswa Sepolwan angkatan 56 jelang penutupan pendidikan Bintara tahun anggaran 2024 pada hari Jumat (06/12/2024).

Komjen Pol Dedi berpesan agar para siswa terus mengembangkan dan memperkuat potensi diri.

“Nanti kalau sudah selesai pendidikan dan menjadi polisi harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab. Harus terus memperkuat kompetensi serta potensi diri, adaptif dengan perkembangan zaman agar bersaing dengan Polisi laki-laki. Ingat tugas polisi adalah to serve and to protect,” pesan Komjen Pol Dedi Prasetyo.

40 siswa yang mengikuti pembekalan dan motivasi antusias mendengarkan arahan Irwasum Polri.

Komjen Pol Dedi Prasetyo juga mengajak dialog para siswa yang telah menjalani pendidikan sejak bulan Juli 2024. Salah satunya Nur Fatia Azzahra, siswa yang mengikuti pendidikan pembentukan Bintara lewat rekrutmen Bakomsus Disabilitas.

“Dari pendidikan yang kamu terima selama lima bulan ini, kamu tertarik ke Satker mana? “ Tanya Komjen Pol Dedi Prasetyo kepada Fatia.

Fatia yang memiliki keterbatasan pada tangan menyatakan minatnya pada bidang pembinaan Masyarakat.

Fatia adalah seorang Sarjana Psikologi dengan predikat Cum Laude. Ia merasa latar belakang pendidikan yang dimiliki mendukung minatnya di bidang pembinaan Masyarakat.

Polri pada tahun 2024 untuk pertama kali membuka rekrutmen Bintara dengan kompetensi khusus untuk kelompok disabilitas. Saat ini ada 37 siswa yang menjalani pendidikan, dua diantaranya wanita yakni Nur Fatia Azzahra dan Novita Fajrin.

Polri merupakan institusi kepolisian pertama di Asia dan ketiga di dunia yang membuka rekrutmen anggota Polri untuk kelompok disabilitas.

Kesempatan bagi penyandang disabilitas fisik untuk menjadi anggota Polri berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Kapolri Nomor 10 Tahun 2016 tentang Penerimaan Anggota Polri.

Selain membuka kesempatan bagi kelompok disabilitas, Polri juga berkomitmen memberikan ruang bagi Polisi Wanita untuk meningkatkan kemampuan dan mengisi posisi-posisi strategis di institusi Polri sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya.

Perhatian Polri terhadap kesetaraan gender juga diwujudkan melalui peningkatan kapasitas pendidikan bagi Polwan dengan pangkat Bintara untuk melanjutkan sekolah S1 di STIK.

Dalam kunjungan ke Sepolwan, Irwasum Polri didampingi Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Pol. Mulya Hasudungan Ritonga dan Kasepolwan Lemdiklat Polri Kombes Pol Ratna Setiawati.

Pendidikan Sepolwan angkatan 56 T.A. 2024 berlangsung sejak Juli dan akan ditutup pada 16 Desember 2024.

 

Humas PMJ

BJak/Mpl/MA

Polres Metro Tangerang Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis di Pinggir Kali Cisadane Kurang dari 24 Jam

Tangerang – Maspolin.id|| Tim Gabungan Sat Reskrim, Unit Reskrim Polsek Jatiuwung, dan Unit Reskrim Polsek Pakuhaji, Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan separuh telanjang dan luka kepala akibat kekerasan di semak-semak rumput pinggiran Kali Cisadane, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. pada Rabu (4/12/2024) petang.

Pasca penemuan jasad gadis berusia 22 tahun diketahui bernama Ita Kartika itu. Polisi bergerak cepat dan kurang dari 12 jam berhasil meringkus rekan kerja korban dengan inisial INI (27) sebagai pelaku tunggal.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho didampingi Kasat Reskrim Kompol David Yanuar Kanitero mengungkapkan, untuk motif sementara dari pelaku menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati dengan perkataan korban.

“Pembunuhan dilakukan pelaku terhadap korban, terjadi pada Senin, 2 Desember 2024 petang, dan jasad korban ditemukan pada Rabu 4 Desember 2024 petang oleh warga saat hendak mancing di TKP. Pelaku mengaku sakit hati dengan perkataan yang dilontarkan korban terhadapnya,” terang Zain. Jum’at, (6/12/2024)

Ia menjelaskan hubungan antara pelaku dan korban merupakan rekan kerja di suatu perusahaan di kawasan Jatiuwung, Kota Tangerang. Sebelumnya, sepulang kerja korban dan pelaku ini janjian bertemu di suatu tempat di kawasan simpang cadas, Tangerang.

“Saat bertemu sepulang bekerja, antara pelaku dan korban sepakat untuk jalan-jalan menggunakan sepeda motor milik korban,” jelasnya.

Lanjutnya, pada saat di SPBU Desa Gaga, keduanya saling berbincang-bincang. Korban bercerita bahwa sedang menyukai seseorang. Lalu pelaku bertanya bagaimana pandangan korban terhadapnya, kemudian dijawab korban, pelaku tidak pernah merapikan rambut, berkulit hitam, dan tidak akan punya pacar kalau tidak dijodohkan.

“Akibat perkataan tersebut, pelaku merasa sakit hati dan mengajak korban ke pinggir Kali Cisadane, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang (TKP) untuk berfoto-foto,” terangnya.

Karena sudah merencanakan perbuatannya, saat korban berdiri dipinggir kali Cisadane, Pelaku langsung memukul kepala korban dari belakang menggunakan kayu yang didapat disekitar lokasi. Korban pun tersungkur.

“Korban sempat melawan dan meronta, tapi pelaku yang sudah gelap mata membekap mulut korban, kemudian memukuli wajah korban menggunakan tangan kosong, mengetahui korban tak bergerak pelaku kemudian pelaku menyeret tubuh korban ke semak-semak dan pergi meninggalkan korban menggunakan sepeda motor milik korban,” ungkapnya.

Pasca identitas korban terungkap, Polisi pun melakukan penyelidikan secara cepat, dan didapatkan informasi bahwa orang terakhir yang bertemu dengan korban adalah teman kerjanya yakni pelaku.

“Saat diintrogasi keterangan pelaku INI selalu berubah-ubah, hingga akhirnya kami melakukan pendalaman. Dan menemukan teman korban yang menerima gadai sepeda motor korban. Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya membunuh korban karena sakit hati,” bebernya.

Kini pelaku mendekam di sel tahanan Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya, Pelaku diancam dengan pasal pembunuhan berencana dan atau pembunuhan dan atau pencurian dengan kekerasan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP.

“Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP dan/atau Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 365 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukum penjara 20 tahun penjara atau seumur hidup dan atau hukuman mati,” pungkas Kapolres.

 

Humas PMJ

BJak/Mpl/MA

Polda Metro Jaya Terima Kunjungan Delegasi Korean National Police Commission

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya menerima kunjungan delegasi dari Korean National Police Commission (KNPC) pada Kamis (5/12/2024) pagi.

Kunjungan yang berlangsung di Lobby Gedung Promoter dan Gedung Biroops ini bertujuan mempelajari sistem kepolisian di Indonesia, termasuk teknologi di Command Center Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kunjungan ini menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan antar kepolisian kedua negara.

“Kami merasa terhormat menerima kunjungan delegasi Korean National Police Commission. Ini kesempatan bagi kami untuk berbagi pengalaman terkait teknologi dan manajemen operasional dalam tugas kepolisian,” ujarnya.

Delegasi KNPC disambut oleh jajaran pejabat utama Polda Metro Jaya. Mereka diberi paparan tentang peran polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah Jakarta.

Rombongan juga diajak meninjau Command Center untuk melihat langsung penggunaan teknologi canggih dalam memantau situasi keamanan.

“Kunjungan ini juga jadi momen untuk menunjukkan inovasi kami, terutama sistem pemantauan berbasis teknologi yang mendukung keamanan Jakarta,” tambahnya.

Ade Ary menyebut kolaborasi internasional ini penting untuk menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks. Ia berharap hubungan kerja sama dengan KNPC dapat terus terjalin di masa depan.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini diakhiri dengan diskusi singkat untuk saling berbagi pandangan mengenai sistem kepolisian di masing-masing negara.

 

Humas PMJ

BJak/Mpl/APL

Warga Suriah Robohkan Patung Hafes al-Assad Menyusul Tumbangnya Rezim Baath

Damaskus/Latakia, SURIAH – Maspolin.id|| Dengan runtuhnya rezim Baath Suriah pada Minggu dan berakhirnya era keluarga Assad, warga Suriah terlihat merobohkan patung Hafez al-Assad, mendiang ayah dari Presiden Bashar al-Assad yang digulingkan, di berbagai kota di seluruh negeri.

Ketika kota-kota terbesar di negara itu lepas dari kendali rezim, banyak warga turun ke jalan dan merobohkan patung-patung mendiang Assad dan menghancurkan foto-foto putranya, Bashar.

Dari Ibu Kota Damaskus hingga kampung halaman keluarga Assad di pesisir Latakia, di antara kota-kota lainnya, semua simbol rezim dirobohkan.

Di Damaskus, orang-orang juga menyerbu istana Bashar al-Assad.

Keberadaan Bashar masih belum diketahui, sementara perayaan terus berlanjut di banyak bagian negara itu.

Media internasional melaporkan berbagai klaim bahwa Assad meninggalkan negara itu, dengan laporan yang belum dikonfirmasi menyebut bahwa ia mungkin telah melakukan perjalanan ke Rusia atau negara tetangga Timur Tengah.

Dalam beberapa hari terakhir, ribuan orang di seluruh dunia telah menggunakan program pelacakan penerbangan untuk melacak rute penerbangan ke dan dari Damaskus dan Latakia.

Sumber: Anadolu

Antara

RED/Mpl/PR

Setelah Berkuasa 61 Tahun di Suriah Rezim Baath Tumbang

Keterangan foto: Gambar pemimpin rezim Suriah yang tumbang Bashar al-Assad (kanan) dan ayahnya Hafiz al-Assad (kiri).

Ankara dan Damaskus, SURIAH – Maspolin.id|| Kekuasaan 61 tahun Partai Baath di Suriah tumbang pada Minggu (8/12) setelah ibu kota Damaskus lepas dari kendali rezim Assad.

Partai Sosialis Arab Baath pertama kali berkuasa di Suriah pada 1963 melalui kudeta militer.

Pada 1970, Hafez al-Assad, ayah dari Bashar al-Assad, penguasa Suriah yang baru saja terguling, mengambil alih kekuasaan melalui kudeta internal partai dan menjadi presiden pada 1971.

Setelah kematian Hafez al-Assad pada tahun 2000, Bashar al-Assad melanjutkan kepemimpinan rezim Baath.

Namun, kekuasaan Assad dan rezim Baath berakhir hari ini, ketika kelompok anti-rezim berhasil memasuki Damaskus, menandai puncak serangkaian perkembangan dramatis sejak akhir bulan lalu.

Gelombang protes rakyat yang menuntut kebebasan dimulai pada 2011, tetapi rezim Assad merespons dengan kekerasan terhadap para aktivis yang menyerukan perubahan.

Tindakan represif tersebut, yang menewaskan ribuan orang, memicu perang saudara di Suriah.

Meski kelompok oposisi bersenjata melancarkan perjuangan panjang, rezim Assad menolak menyelesaikan konflik melalui jalur diplomasi atau damai, meski mendapat tekanan internasional, termasuk dari aktor-aktor regional.

Sejak bentrokan yang memuncak pada 27 November, rezim Assad kehilangan kendali atas banyak wilayah di negara itu, dimulai dari Aleppo, Idlib, dan Hama.

Dengan rakyat yang turun ke jalan di Damaskus, pasukan rezim mulai mundur dari institusi publik dan jalan-jalan kota, sementara kelompok anti-rezim memperkuat cengkeraman mereka atas pusat kota.

Runtuhnya kekuatan pasukan Assad di ibu kota mengakhiri 61 tahun pemerintahan Partai Baath yang penuh kekerasan dan 53 tahun kekuasaan keluarga Assad.

Pernyataan perdana menteri rezim yang runtuh

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, Mohammad Ghazi al-Jalali, perdana menteri pemerintahan Bashar al-Assad, menyatakan kesiapan mereka bekerja sama dengan pemerintahan baru yang dipilih oleh rakyat Suriah serta memberikan dukungan penuh.

Al-Jalali menyerukan agar properti publik tidak dirusak. Ia mengatakan “Kami mengulurkan tangan kepada oposisi, yang telah berjanji tidak akan mencelakakan siapa pun, dan kini mereka juga mengulurkan tangan kepada kami.”

“Suriah adalah milik semua rakyat Suriah. Negara ini bisa menjadi negara normal dengan hubungan baik dengan tetangganya dan dunia,” tambahnya.

“Pilihan ini ada di tangan pemerintah yang akan dipilih rakyat Suriah. Kami siap bekerja sama dengan pemerintah baru yang terpilih dan memberikan semua jenis dukungan, termasuk mentransfer dokumen negara dengan mudah kepada mereka.”

Pernyataan pemimpin Hayat Tahrir al-Sham

Abu Mohammed al-Jolani, pemimpin kelompok bersenjata anti-rezim Hayat Tahrir al-Sham (HTS), memperingatkan agar tidak ada pihak yang mendekati institusi publik di Damaskus.

Dalam unggahan media sosial, ia menyatakan, “Institusi-institusi ini akan tetap berada di bawah pengawasan perdana menteri sebelumnya hingga secara resmi diserahkan.”

“Dilarang keras mendekati institusi publik,” tambahnya, sembari mengimbau agar tidak ada tembakan perayaan ke udara.

Perkembangan di Suriah

Bentrokan antara pasukan rezim Assad dan kelompok bersenjata anti-rezim pecah pada 27 November di wilayah pedesaan barat Aleppo, kota besar di Suriah utara.

Pada 30 November, kelompok anti-rezim merebut sebagian besar pusat kota Aleppo dari pasukan rezim.

Pada hari yang sama, mereka juga berhasil menguasai seluruh provinsi Idlib. Kamis (5/12), setelah pertempuran sengit, kelompok oposisi menguasai pusat kota Hama.

Di provinsi Homs, yang memiliki nilai strategis tinggi sebagai gerbang menuju Damaskus, kelompok anti-rezim merebut sejumlah permukiman dan mulai melancarkan serangan lanjutan.

Pada Jumat (6/12), kelompok oposisi bersenjata melancarkan operasi di provinsi Daraa, yang berbatasan dengan Yordania, dan berhasil merebut pusat kota dari pasukan rezim setelah bentrokan.

Pada Sabtu (7/12), seluruh provinsi Suwayda di selatan Suriah jatuh ke tangan kelompok oposisi. Pada hari yang sama, kelompok oposisi lokal di Quneitra juga berhasil menguasai ibu kota provinsi tersebut.

Di provinsi Homs, yang mengarah ke ibu kota, pasukan anti-rezim menguasai pusat provinsi pada Sabtu.

Pasukan yang maju melawan rezim Assad memasuki pinggiran selatan Damaskus pada Sabtu malam.

Pasukan rezim juga menarik diri dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri, dan bandara internasional di Damaskus.

Ketika kelompok bersenjata anti-rezim mulai mendominasi ibu kota, rezim Assad pada Minggu pagi dengan cepat kehilangan seluruh kendali atas Damaskus.

Dalam Operasi Fajar Kebebasan yang diluncurkan oleh Tentara Nasional Suriah (SNA) melawan organisasi teroris PKK/YPG di wilayah pedesaan Aleppo pada 1 Desember, pusat distrik Tel Rifaat berhasil dibebaskan dari elemen-elemen teroris.

Sumber: Anadolu

Antara

RED/Mpl/PR

Bripka Miftahu Rochman, Pahlawan Kemanusiaan dari Polres Sukabumi Gugur Saat Bantu Korban Bencana

Sukabumi, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Bripka Miftahu Rochman, seorang anggota Polres Sukabumi, meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan membantu evakuasi korban bencana di Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Dedikasi dan pengabdiannya menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri.

Sebelum berpulang untuk selamanya, Bripka Miftahu yang merupakan anggota Polsek Lengkong, telah melaksanakan tugas piket rutin di Mako Polsek Lengkong pada Selasa (3/12).

Pada Rabu (4/12), ia mendapat informasi tentang bencana yang terjadi di beberapa titik di Kecamatan Lengkong. Meskipun dalam kondisi lelah, Bripka Miftahu langsung terjun ke lokasi bencana untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi bencana.

Di tengah guyuran hujan deras, Bripka Miftahu tetap menjalankan tugas memberikan pelayanan terhadap masyarakat, seperti melakukan evakuasi warga yang terjebak bencana tanah longsor dan banjir bandang.

“Walaupun kondisi fisiknya terus menurun, ayah dua anak ini tetap bekerja keras tanpa henti sejak Rabu dini hari,” ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Samian.

Namun, sekitar pukul 13.30 WIB, Bripka Miftahu yang tengah mengamankan lokasi bencana tiba-tiba hilang kesadaran. Rekan almarhum dan petugas gabungan langsung mengevakuasinya ke Puskesmas Lengkong untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Oleh karena kondisi kesehatannya yang terus menurun dan semakin memburuk serta tidak juga sadarkan diri, Bripka Miftahu dirujuk ke RSUD Jampang Kulon pada Rabu (14/2) malam.

Meski mendapatkan perawatan intensif, Bripka Miftahu akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (6/12), sekitar pukul 07.00 WIB.

“Tidak hanya institusi Polri yang kehilangan sosok Bripka Miftahu, tetapi juga masyarakat, khususnya yang tinggal di Kecamatan Lengkong,” tambah AKBP Samian.

“Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucapnya.

Rencananya, atas permintaan dari pihak keluarga, jenazah almarhum dimakamkan di kampung halaman di wilayah Cirebon.

 

Tribratanews

BJabar/Mpl/PG

Polda Jabar dan Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Sembako ke Warga Terdampak Banjir di Desa Sirnasari

POLDA JABAR – Maspolin.id|| Tim SAR Sat Brimob Polda Jabar, dan personel Polres Sukabumi bersama-sama membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Sirnasari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/12/2024).

Aksi ini merupakan bagian dari upaya untuk meringankan beban masyarakat yang terkena musibah banjir yang melanda Desa Sirnasari. Banjir tersebut mengakibatkan sejumlah rumah terendam dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

“Sebagai bentuk kepedulian, personel Polri yang turut dilibatkan dalam pencarian dan pertolongan juga bergerak cepat untuk memberikan bantuan sembako yang berisi bahan kebutuhan pokok,” jelas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Jules Abraham Abast S.I.K.

Sembako tersebut meliputi beras, mie instan, minyak goreng, gula, dan sejumlah bahan pangan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh warga yang terdampak.

“Kami bersama seluruh jajaran kepolisian Polda Jabar dan Polres Sukabumi akan terus hadir untuk memberikan bantuan dan memastikan warga terdampak bisa mendapatkan bantuan yang cukup,” ujarnya.

Anggota Polda Jabar, anggota Sat Brimob Polda Jabar, serta anggota Polres Sukabumi segera mendatangi lokasi-lokasi yang terendam banjir, dan secara langsung menyampaikan bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

Kehadiran mereka memberikan semangat dan rasa aman bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa-masa sulit. Selain memberikan sembako, anggota tim juga melakukan pemantauan kondisi dan melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan lebih lanjut.

“Banjir adalah bencana alam yang memerlukan tanggapan cepat. Kami berharap bantuan sembako ini dapat membantu meringankan beban masyarakat Desa Sirnasari,” kata Kabid Humas Polda Jabar.

“Bantuan sembako ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk mendampingi masyarakat dalam menghadapi masa pasca bencana,” ujarnya.

“Polda Jabar dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama dengan pihak terkait akan terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk memastikan pemulihan yang cepat dan optimal,” katanya.

“Dengan adanya tindakan cepat dan kolaborasi dari berbagai pihak, diharapkan dampak dari bencana banjir ini dapat segera diatasi dan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal,” pungkas Jules Abraham.

 

Tribratanews

BJabar/Mpl/HF

Ibu Rumah Tangga Diculik dan Ditodong Pistol

Aksi penculikan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA (43) di komplek kawasan Sukanegara, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat pada Minggu (8/12/2024) viral pada sejumlah media sosial.

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Aksi penculikan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA (43) di komplek kawasan Sukanegara, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat pada Minggu (8/12/2024) viral pada sejumlah media sosial. Dalam rekaman video CCTV yang beredar, korban didapati baru saja keluar dari mobil miliknya hingga didatangi seorang pria yang tak dikenal.

Saat itu pula, pria tersebut lantas menodongkan senjata api (senpi) milik pelaku hingga korban ketakutan. Sembari menodongkan senjata apinya, pelaku pun turut menyeret korban untuk ikut bersamanya dan meninggalkan lokasi peristiwa dengan mobil yang digunakannya.

Kapolsek Antapani, Kompol Yusuf Tojiri menyebut saat ini pihaknya masih dalam proses penyelidikan terkait aksi penculikan tersebut.

“Sampai saat ini tim masih bekerja melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini,” kata Yusuf dilansir dari Antar, Jakarta, Senin (9/12/2024).
Yusuf mengkonfirmasi aksi penculikan itu dilakukan oleh seorang laki-laki dengan bermodalkan senpi yang digenggamnya.

Menurutnya kepolisian pun tengah melakukan penelusuran terhadap pelaku dan korban yang kini masih dalam proses pencarian.

“Korban dibawa oleh seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya dengan cara menarik tangan korban memasukkan ke dalam mobil,” ungkapnya.

Adapun hingga saat ini kepolisian masih mendalami aksi penculikan dengan video rekaman CCTV yang viral pada sejumlah media sosial tersebut.

“Untuk motif sampai saat ini belum dapat disimpulkan,” katanya.

Anak Korban Mengetahui Aksi Penculikan

Yeyen selaku keluarga dari korban pun menceritakan detik-detik menegangkan aksi penculikan terhadap korban yang berlangsung tepat di depan sang IRT tersebut.

Menurutnya aksi penculikan itu terjadi saat korban usai pulang dari kegiatan arisannya dan mengantar sejumlah rekannya menuju kediamannya masing_masing. “Korban ini pulang arisan dengan ibu-ibu di sini. Tadi, katanya sebelum pulang dia antar ibu-ibu arisan lainnya, setelah semua diantar barulah dia pulang,” kata Yeyen. Usai mengantarakan rekan-rekannya pulang, korban pun lantas menuju kediamannya di kawasan Sukanegara. Setibanya di halaman rumah, korban pun lantas dihampiri seorang pelaku yang menodongkan senpi kepadanya.

Usai mengantarakan rekan-rekannya pulang, korban pun lantas menuju kediamannya di kawasan Sukanegara. Setibanya di halaman rumah, korban pun lantas dihampiri seorang pelaku yang menodongkan senpi kepadanya.

Tak lama korban itu pun dipaksa mengikuti pelaku dengan menaiki sebuah kendaraan yang telah disediakan dan meninggalkan lokasi.

“Saat kejadian anaknya tahu dan berteriak serta menangis,” ungkapnya.

** Artikel ini sudah tayang di tvonenews.com pada hari Senin, 9 Desember 2024 – 05:00 WIB
Judul Artikel : Viral Seorang Ibu Ditodong Pistol Hingga Diculik di Kota Bandung, Keluarga Ungkap Anak Korban Mengetahui

BJabar/Mpl/HF

Kasus Viral: Penyekapan Ibu dan Bayi dikandang Anjing

BABEL – Maspolin.id|| Manajemen PT Payung Mitra Jaya Mandiri (PMM), perusahaan perkebunan sawit yang terlibat dalam kasus penyekapan ibu dan anak di Desa Maras Senang, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, akhirnya memberikan klarifikasi. Kuasa hukum perusahaan, Tian Handoko, menegaskan bahwa tidak ada unsur penyekapan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.

“Saya selaku legal internal PT PMM memberitahukan, menyampaikan bahwa tidak adanya unsur penyekapan yang dilakukan karyawan kami, terutama yang sudah disaksikan bersama itu manajer dan satu staf, tidak ada sama sekali unsur penyekapan,” kata Tian melalui video jumpa pers yang diterima Kompas.com pada Sabtu (8/12/2024).

Tian juga mengklarifikasi video viral di media sosial yang menyebutkan bahwa tempat penyekapan tersebut berada di kandang anjing.

“Ada yang menyebutkan tempat itu kandang anjing, adalah tidak benar. Tempat tersebut adalah kantor admin yang sudah tidak digunakan,” jelas Tian Tian mengatakan, kejadian bermula dari suami Nadya yang merupakan karyawan sawit, diduga mencuri minyak solar. Saat dicari pihak perusahaan, suami Nadya kabur sehingga Nadya dipanggil ke kantor.

“Pihak perusahaan mendatangi tempat tinggal Nadya dengan berkoordinasi dengan Polsek Bakam, Bangka. Kemudian Nadya meminta sendiri datang ke kantor perkebunan untuk menyelesaikan persoalan suaminya,” ujar Tian. Humas PT PMM, Feriyanto, juga menegaskan bahwa mereka tidak pernah menyekap Nadya dan anaknya. “Bebas keluar masuk di sana, ada makanan dan susu formula buat anaknya,” ujar Feriyanto

Feri juga membantah ada sekuriti yang khusus untuk mengawasi ibu dan anak tersebut. Sebelumnya diberitakan, video dugaan penyekapan terhadap Nadya dan anaknya viral di media sosial. Penyekapan dilakukan pihak perusahaan karena suami wanita tersebut, yang merupakan karyawan perusahaan, kabur karena diduga mencuri solar. Kapolda Babel, Irjen Pol Hendro Pandowo langsung mendatangi Polres Bangka untuk menemui Nadya yang sudah diselamatkan.

Mantan Wakapolda Metro Jaya ini juga menegaskan pihaknya sudah menetapkan satu orang sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang sudah dilakukan oleh jajaran Ditreskrimum Polda Bangka Belitung. “Tersangka atas nama GM dan siang ini sudah dilakukan penahanan. Tentunya atensi kami, keadilan harus dijunjung tinggi, makanya proses penyidikan sampai dengan nanti berkas perkara dikirim ke Kejaksaan,” ujar dia.

** Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Perusahaan Sawit Bangka Bantah Sekap Ibu dan Bayinya di Kandang Anjing”

RED/Mpl/SSS

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Operasi Antik Lodaya Polda Jabar Sasar 47 Target Narkoba Kerahkan 1.112...

BANDUNG, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Polda Jawa Barat mengerahkan 1.112 personel dalam Operasi Antik Lodaya 2026 yang berlangsung selama 10 hari, mulai 7 hingga...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.