Katingan, KALTENG – Maspolin.id|| Aiptu Sumaryanto menjadi anggota ketiga dari Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, yang ditemukan gugur dalam tragedi penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kelemai yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) dini hari lalu.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh anggota TNI (Babinsa Kodim setempat) di aliran Sungai Katingan, tepatnya di kawasan Rantau Asem, pada Minggu (5/7/2026) pagi sekitar pukul 09.45 WITA. Saat dievakuasi, kondisi tubuh korban dipenuhi luka tembak senjata api serta luka bacok akibat senjata tajam. Kuat dugaan, korban dihabisi terlebih dahulu sebelum jasadnya dibuang ke sungai.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, seluruh personel kepolisian yang sempat dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut kini telah ditemukan. Sehari sebelumnya, Sabtu (4/7/2026), jasad Bripda Nopandri Ramadhana juga telah ditemukan di aliran Sungai Katingan dengan jarak yang cukup jauh dari lokasi kejadian.

Peristiwa memilukan ini bermula saat 12 personel Resnarkoba Polres Katingan yang dibagi menjadi dua tim melakukan penangkapan terhadap seorang bandar sabu bernama Bio di Desa Tumbang Kelemai pada Kamis dini hari. Namun, tindakan tegas petugas mendapat perlawanan sengit dari pihak keluarga bandar yang memprovokasi masyarakat setempat.

Ratusan warga bersenjatakan senapan api rakitan dan parang melakukan serangan balik secara membabi buta terhadap petugas. Karena kalah jumlah, 12 personel Resnarkoba akhirnya memutuskan untuk mundur demi menyelamatkan diri sekaligus mencari bantuan medis dan pengamanan tambahan.

Tragisnya, dalam upaya menyelamatkan diri tersebut, tiga personel gugur dengan kondisi mengenaskan:

Aipda Yudie:
Diduga terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri hingga akhirnya tertangkap oleh massa. Jasadnya ditemukan keesokan pagi di atas lantingan (rakit) penyedot emas dalam kondisi penuh luka bacok.

Bripda Nopandri Ramadhana:
Diduga tidak kuat berenang menyeberangi sungai menuju kawasan hutan untuk bersembunyi, sehingga terpaksa kembali ke tepian dan dinyatakan hilang. Setelah tiga hari pencarian, jasadnya ditemukan tersangkut di ranting pohon di aliran Sungai Katingan, berjarak sekitar 34 km dari lokasi kejadian dengan kondisi penuh luka bacok.

Aiptu Sumaryanto:
Mengalami nasib serupa setelah mencoba kembali ke tepian sungai bersama Bripda Nopandri. Jasadnya ditemukan satu hari setelah penemuan Bripda Nopandri, berjarak 4 km dari lokasi kejadian dengan luka tembak dan luka bacok di sekujur tubuhnya.

Ya Allah smoga Husnul khotimah, meninggal saat bertugas, aminnn 🤲🏻

 

** Berita dari medsos/FB

red/mpl/nn

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini