JAKARTA – Maspolin.id|| Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mendesak kepolisian menindak tegas aksi premanisme, termasuk mengusut pihak-pihak yang diduga menjadi pimpinan kelompok tersebut. Desakan ini menyusul dugaan penganiayaan terhadap seorang pedagang perempuan di Pasar Griya Bukit Jaya, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Polisi harus tindak tegas pelaku dan para gerombolannya itu, sterilkan pasar dari premanisme. Pemberantasan preman ini harus jadi prioritas karena memang keberadaan mereka sudah sangat mengkhawatirkan,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (07/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan penganiayaan terhadap pedagang perempuan di Pasar Griya Bukit Jaya pada Senin (05/10/2026).
Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar, korban terlihat mengalami kekerasan hingga menangis dan merintih kesakitan.
Kapolsek Gunung Putri Kompol Hilal Adi Imawan pada Selasa (06/10/2026) menyampaikan bahwa korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Menanggapi peristiwa itu, Sahroni meminta polisi mengusut kasus secara menyeluruh dan memproses pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.
“Para preman ini harus diproses hukum dan kalau terbukti melakukan kekerasan dan gangguan keamanan, segera proses pidana. Selain itu, polisi juga wajib menyikat para preman ini sampai petinggi-petingginya. Agar mereka tahu bahwa ini negara hukum, tidak bisa mereka semena-mena melanggar hukum,” ujarnya.
Menurut Sahroni, pasar merupakan ruang publik yang menjadi tempat masyarakat mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, keamanan pedagang maupun pengunjung harus dijamin agar aktivitas ekonomi berjalan tanpa intimidasi, pemalakan, ataupun kekerasan.
“Pasar jangan sampai dikuasai preman. Jangan ada setoran, pemalakan, ancaman, atau kekerasan terhadap pedagang maupun masyarakat. Negara harus memastikan orang bisa berdagang dan berbelanja dengan aman. Kalau ada yang mencoba menguasai ruang publik dengan cara-cara seperti ini, tindak tegas dan jangan kasih ruang,” kata Sahroni.
HUMAS POLRI
red/mpl/pr













