Tingkatkan Kesiapan Personel, Subdit WAL & PJR Gelar Sosialisasi ETLE Handheld & ETLE-Nas

Kegiatan sosialisasi pelatihan ini dipimpin oleh Kasubdit WAL dan PJR Kombes Pol Ruben Very Takaendengan di Ruang Subdit PJR, Gedung NTMC Polri, Rabu (25/2/2026).

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melalui Subdit Pengawalan Patroli Jalan Raya (WAL & PJR) menggelar sosialisasi pelatihan kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Handheld dan aplikasi ETLE Nasional.

ETLE Handheld merupakan perangkat tilang elektronik portabel berupa kamera (ponsel/aplikasi) yang dipegang oleh petugas kepolisian untuk merekam pelanggaran lalu lintas secara real-time.

Kegiatan sosialisasi pelatihan ini dipimpin oleh Kasubdit WAL dan PJR Kombes Pol Ruben Very Takaendengan di Ruang Subdit PJR, Gedung NTMC Polri, Rabu (25/2/2026).

Kasi PJR Subdit WAL dan PJR Ditgakkum Korlantas Polri AKBP Bambang Herkamto mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi ini mengajarkan terkait kesiapan personel dalam mengoperasikan ETLE dalam melakukan penindakan pelanggaran di lapangan.

“Jadi kegiatan pada hari ini yaitu pertama adalah sosialisasi tentang penggunaan peralatan ETLE Handheld, kemudian juga sosialisasi terkait aplikasi ETLE Nasional (ETLE-Nas),” kata AKBP Bambang kepada NTMC.

“Tadi dari tim teknisi sudah memaparkan apa itu ETLE-Nas, kemudian tata cara pengguna (ETLE) Handheld. Yang mengikuti kegiatan hari ini adalah seluruh personel induk jajaran Korlantas Polri di bawah Subdit WAL dan PJR,” sambungnya.

Dalam sosialisasi tersebut, AKBP Bambang menyebut bahwa ada beberapa masukan terkait penggunaan operator peralatan ETLE-Nas, mengingat banyak pelanggaran yang terjadi di jalan raya khususnya di jalan tol.

“Tadi kalau kita lihat di aplikasi, ada 14 jenis pelanggaran yang sudah tercatat. Namun kami memberikan masukan agar pelanggaran yang sering terjadi di tol dapat dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut,” tutur dia.

Nantinya, para personel diharapkan mampu menguasai pengoperasian ETLE Handheld dan dapat menjalankan aplikasi ETLE-Nas dengan baik selama Operasi Ketupat 2026 dan seterusnya.

“Ya itu sebagai salah satu tujuan jangka pendeknya. Jadi peralatan ini nanti juga akan digunakan untuk menunjang persiapan Operasi Ketupat. Kemudian dalam pelaksanaan Operasi Ketupat, kita tetap melaksanakan kegiatan penindakan yang dilakukan dengan mengunakan alat ETLE Handheld,” ungkap AKBP Bambang.

Terakhir, AKBP Bambang juga berterima kasih kepada tim teknis yang telah memberikan informasi kepada personel induk terkait penggunaan ETLE Handheld maupun aplikasi ETLE-Nas.

“Kedepan, kami juga sudah mengusulkan agar dilakukan pelatihan-pelatihan lanjutan supaya anggota lebih mahir sehingga tidak terjadi kesalahan ataupun pelanggaran dalam pelaksanaan penindakan dengan menggunakan ETLE Handheld,” pungkasnya.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

Korlantas Polri Distribusikan ETLE Mobile Handheld di Polda Bali

Kegiatan penyerahan dilaksanakan di Kepolisian Daerah Bali oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. kepada Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes. Pol. Turmudi, S.I.K.

DENPASAR, BALI – Maspolin.id|| Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperluas implementasi penegakan hukum lalu lintas berbasis elektronik melalui penyerahan perangkat Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Mobile Handheld di wilayah hukum Polda Bali.

Kebijakan ini merupakan bagian dari arahan Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryo Nugroho, S.H., M.Hum dan berada di bawah kendali Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H, dalam rangka mewujudkan sistem penindakan yang modern, objektif, transparan, dan berkeadilan.

Kegiatan penyerahan dilaksanakan di Kepolisian Daerah Bali oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. kepada Direktur Lalu Lintas Polda Bali Kombes. Pol. Turmudi, S.I.K.

Penyerahan tersebut merupakan tindak lanjut operasional dari kebijakan Dirgakkum Korlantas Polri dalam memperkuat sistem pengawasan dan penindakan digital di seluruh jajaran Polda, khususnya pada wilayah strategis nasional dan destinasi pariwisata internasional seperti Bali.

Distribusi ETLE Mobile Handheld ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pengawasan pelanggaran lalu lintas secara mobile, fleksibel, dan presisi, ujar Kombes Pol Dwi Sumrahadi di Polda Bali, Rabu (25/2/26).

Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri menerangkan, perangkat ini dirancang untuk mendukung personel di lapangan agar mampu melakukan capture pelanggaran secara real-time, sehingga proses penindakan menjadi lebih efektif, profesional, dan minim potensi penyimpangan.

Perangkat ETLE Mobile Handheld yang diserahkan akan digunakan untuk mendukung operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Bali, terutama pada jalur arteri, kawasan perkotaan, pusat destinasi wisata, serta titik-titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Dengan dukungan teknologi ini, pengawasan di wilayah Bali diharapkan semakin optimal, terukur, serta mampu menjawab dinamika mobilitas masyarakat dan wisatawan, tambah Kombes Pol Dwi Sumrahadi.

Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda Bali, Kombes. Pol. Turmudi, S.I.K. menyampaikan apresiasi atas dukungan Korlantas Polri, khususnya dari Dirgakkum Korlantas Polri, dalam penguatan sistem penegakan hukum berbasis elektronik.

Kehadiran ETLE Mobile Handheld diyakini akan meningkatkan efektivitas pengawasan, memperkuat akuntabilitas penindakan, serta mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih tertib berlalu lintas, ujarnya.

Kombes. Pol. Turmudi mengatakan ETLE Mobile Handheld mampu merekam bukti pelanggaran berupa foto dan video yang dilengkapi data waktu, lokasi, serta identitas kendaraan bermotor.

Seluruh data hasil tangkapan tersebut terintegrasi dengan sistem ETLE Nasional (ETLE-Nas), tambahnya.

Setelah melalui proses verifikasi oleh petugas validator, surat konfirmasi pelanggaran akan dikirimkan kepada pemilik kendaraan sesuai data registrasi kendaraan bermotor, sehingga proses penindakan berjalan secara digital, transparan, dan terstandar secara nasional.

Melalui implementasi ini, Korlantas Polri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan penegakan hukum lalu lintas yang profesional, humanis, dan berintegritas.

Diharapkan, penerapan ETLE Mobile Handheld di Polda Bali mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) secara berkelanjutan di Pulau Dewata.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

Korlantas Polri Perkirakan 3,6 Juta Pemudik Melintas Tol Saat Lebaran

Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memaparkan hasil survei dan analisis dalam rangka persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026. Dari kajian tersebut, diproyeksikan jutaan kendaraan akan keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah melalui ruas tol.

“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi, proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera, itu 3,6 juta,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Agus menyampaikan, dalam rangka pengamanan arus mudik tahun ini, Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada 13-26 Maret 2026 di seluruh jajaran.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, sejumlah strategi rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan. Titik-titik rawan kemacetan juga sudah dipetakan sebagai prioritas penanganan.

“Kita sudah siap skenario daripada pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan. Nanti ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan. Japek Selatan, Japek II, itu nanti akan kita gunakan untuk arus balik dan beberapa tol fungsional,” kata Agus.

Selain itu, pembatasan operasional angkutan berat juga akan diberlakukan. Kendaraan berat yang diperbolehkan melintas hanya yang mengangkut kebutuhan pokok, seperti BBM dan bahan pokok penting.

Agus menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga di kawasan wisata, tempat ibadah, serta simpul transportasi umum seperti pelabuhan. Salah satu titik yang menjadi perhatian karena kerap mengalami kepadatan adalah Pelabuhan Bakauheni.

“Tentunya kita mempersiapkan jalan tol dengan dinamikanya jalan tol. Dua, jalan arteri yang cukup panjang di Indonesia. Semuanya sudah dilakukan survei. Yang ketiga adalah berkaitan dengan pengamanan penyeberangan pelabuhan Merak-Bakauheni, Ketapang dan lain sebagainya,” ujar dia.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei lapangan, perbaikan infrastruktur jalan tol masih terus dilakukan, termasuk penanganan jalan berlubang untuk mencegah kecelakaan.

“Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi, memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak, tetapi H-7,” ungkap Agus.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

Transjakarta Hadirkan Bazar UMKM di Halte MH Thamrin

JAKARTA – Maspolin.id|| PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) kembali menegaskan perannya sebagai ruang publik yang inklusif dengan menggelar bazar UMKM bertajuk ‘Melangkah dalam Kebaikan’ di Lantai 2 Halte MH Thamrin mulai 23 Februari hingga 15 Maret 2026.

Bazar yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai ini hadir sebagai solusi praktis bagi pelanggan untuk berbelanja kebutuhan berbuka puasa sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.

“pelaku UMKM lokal mendapatkan panggung untuk bertumbuh,”

Strategisnya lokasi di Halte MH Thamrin memungkinkan pelanggan setia Transjakarta menikmati suasana ngabuburit yang nyaman tanpa harus keluar dari sistem transportasi terintegrasi.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani mengatakan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Transjakarta sebagai platform, di bulan penuh berkah.

“Ramadan adalah momentum tepat untuk melangkah dalam kebaikan. Melalui bazar ini, kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, pelanggan mendapatkan kemudahan akses takjil dan konsumsi berbuka, sementara pelaku UMKM lokal mendapatkan panggung untuk bertumbuh di tengah hiruk-pikuk pusat kota,” ujarnya, Rabu (25/2).

Bazar kali ini menghadirkan ragam pilihan kuliner pilihan dari berbagai tenant UMKM favorit, di antaranya: Dapoer JM, Gamed Street Food, Kede Dimsum by Sukabumi, Kede Sukabumi, Lalaco, dan Takjil.co.

Ia menyampaikan, banyaknya tenant yang ikut serta tidak hanya memperkuat ekonomi kreatif, tetapi juga menjadikan halte Transjakarta sebagai ruang publik yang hidup dan bernilai sosial tinggi.

Transjakarta memastikan operasional bazar telah diatur sedemikian rupa agar tetap menjaga kenyamanan arus pelanggan dan ketertiban di area halte.

“Kami mengundang seluruh pelanggan dan masyarakat untuk singgah, berbelanja, dan mendukung produk lokal. Mari kita jadikan perjalanan harian kita sebagai langkah nyata dalam berbagi kebaikan di bulan suci ini,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Kakorlantas Sebut Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan Operasi Ketupat 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak semata berfokus pada pengamanan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran, tetapi juga mencakup pengamanan momen sosial dan spiritual masyarakat, Rabu (25/2).

“Operasi Ketupat 2026 bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan berkaitan dengan mudik dan balik tetapi operasi ketupat adalah Polri hadir untuk menjaga momen sosial, baik spiritual, rangkaian bulan suci Ramadan, dan idul fitri harus aman,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., saat membagikan takjil di Lingkungan Mabes Polri.

Operasi Ketupat mengusung tema “Mudik Aman Masyarakat Bahagia”. Menurutnya, kesiapan jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, tempat ibadah dan tempat wisata sudah dipersiapakan secara maksimal.

“Tagline dari bapak Kapolri untuk Operasi Ketupat adalah ‘Mudik aman, Masyarakat bahagia’ maka dari itu kesiapan daripada Operasi Ketupat tentunya kita mempersiapkan jalan tol, jalan arteri semua sudah dilakukan survei, berkaitan dengan pengamanan penyebrangan pelabuhan, tempat-tempat ibadah masjid, dan tempat-tempat wisata sudah kita siapkan semuanya,” tambah Kakorlantas Polri.

Prediksi lonjakan kendaraan yang akan melintas di jalan tol, khususnya menuju jalur Trans Jawa dan Sumatera mencapai 3,6 juta, sehingga diperlukan tata kelola yang baik dengan berkolaborasi mengurai kepadatan arus lalu lintas.

“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi, jadi yang melintasi tol menuju ke Trans Jawa dan Sumatera itu 3,6 juta, sehingga ini harus kita kelola dengan baik. Polri dan stakeholder tentunya berkolaborasi untuk bisa hadir menyelesaikan persoalan-persoalan khususnya berkaitan dengan kepadatan,” jelas Irjen Pol Agus.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Kakorlantas telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas. Mulai dari balik alih arus, contraflow, one way, termasuk ruas tol yang difungsionalkan. Ia memastikan bahwa seluruh skema pengaturan arus sudah dipersiapkan secara matang.

“Kita sudah siap skenario daripada pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan, ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan,” ungkap Kakorlantas.

Operasi Ketupat 2026 sendiri direncanakan berlangsung pada 13 hingga 26 Maret 2026. Kebijakan pemerintah seperti work from anywhere (WFA) dan pembatasan kendaraan sumbu tiga juga menjadi bagian dari strategi pengaturan lalu lintas selama periode tersebut.

“Operasi Ketupat nanti diperkirakan tanggal 13 sampai 26, sehingga kebijakan dari pemerintah tentang work from anywhere, sumbu tiga dilarang melintasi tol dan arteri, ini sudah disiapkan semuanya,” sambung Irjen Pol Agus.

Kunci keberhasilan Operasi Ketupat adalah kolaborasi lintas sektor. Ia memastikan koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan, termasuk peninjauan langsung kondisi jalan di lapangan yang dipastikan H-7 sudah tidak ada perbaikan dan siap digunakan.

“Kata kunci daripada Operasi Ketupat adalah kolaborasi, kami sudah rapat, kemarin saya cek sampai ke Trans Sumatera, memang masih ada jalan yang rusak tapi masih dalam proses perbaikan, jadi memang dengan kondisi cuaca jalan rusak tetapi H-7 ini kemungkinan sudah bisa selesai semuanya,” pungkas Kakorlantas Polri.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Kakorlantas Cek Jalur Tol Jabar dan Matangkan Operasi Ketupat 2026, Pastikan Arus Mudik Lancar

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. bersama jajaran stakeholder melakukan pengecekan jalur tol di wilayah hukum Jawa Barat, Selasa (24/2) sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 menjelang arus mudik Lebaran.

Kegiatan survei dimulai sejak pagi dengan meninjau jalur tol dari KM 01 hingga KM 188 ruas Cikampek–Palimanan (Cipali), termasuk melintasi Tol Cisumdawu untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan serta titik-titik pengamanan yang akan digunakan saat periode mudik.

Setelah peninjauan jalur tol, rombongan melanjutkan kegiatan ke Pos Cileunyi dan menerima paparan kesiapan dari Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Kasatlantas Polresta Bandung, Kasatlantas Polres Garut, serta Kasatlantas Polres Tasikmalaya terkait strategi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Jawa Barat.

Kakorlantas menjelaskan survei dilakukan guna memastikan kondisi jalan, kesiapan personel, serta manajemen lalu lintas berjalan optimal sebelum Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan.

“Hari ini kami melakukan survei dari KM 01 sampai KM 188 Cipali, termasuk melewati Tol Cisumdawu untuk memastikan kondisi jalan serta kesiapan titik pengamanan,” ujarnya kepada awak media.

Salah satu fokus utama dalam pengecekan tersebut adalah kesiapan check point kendaraan pemudik yang akan ditempatkan di Rest Area KM 81. Pemeriksaan kendaraan akan dilakukan secara kolaboratif melibatkan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Polri, hingga unsur kesehatan.

Kendaraan angkutan penumpang seperti bus dan travel menjadi prioritas pemeriksaan guna memastikan kelayakan kendaraan serta keselamatan perjalanan masyarakat selama mudik.

“Check point ini kolaborasi lintas sektor. Kendaraan yang mengangkut pemudik, khususnya bus, akan kita periksa secara menyeluruh sebagai langkah preventif keselamatan,” katanya.

Dalam paparannya, Kakorlantas menyampaikan kesiapan Operasi Ketupat 2026 disusun melalui lima klaster pengamanan, yaitu pengelolaan jalan tol, pengamanan jalan arteri dan nasional, pengamanan penyeberangan serta simpul transportasi, pengamanan tempat ibadah, dan pengamanan jalur menuju destinasi wisata.

Mabes Polri juga telah menyiapkan pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di berbagai titik strategis yang telah dipetakan oleh jajaran kewilayahan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Kakorlantas menambahkan survei lapangan masih akan terus dilakukan dan akan ditutup dengan Tactical Floor Game sebagai simulasi pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di lapangan.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan kementerian dan pengelola jalan tol, perbaikan infrastruktur yang masih berlangsung ditargetkan rampung paling lambat H-7 Lebaran, baik di ruas tol maupun jalan arteri.

“Kami memastikan jalan tol maupun arteri dalam kondisi siap dilalui pemudik. Ini komitmen bersama agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar,” ujarnya.

Pemeriksaan kendaraan di check point nantinya dilakukan secara situasional dengan prioritas angkutan umum di jalan tol, terutama bus dan travel, guna mencegah kecelakaan serta mengantisipasi potensi kemacetan sejak dini.

Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” sebagai upaya menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan bagi masyarakat Indonesia.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Korlantas Siapkan Empat Klaster Pengamanan Ops Ketupat 2026

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol. Wibowo

JAKARTA – Maspolin.id|| Direktur Registrasi dan Identifikasi (Dirregident) Korlantas Polri Brigjen Pol. Wibowo menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026 Kementerian Perhubungan, di Ruang Mataram Lt. 1 Gedung Karya Kemenhub pada Selasa (24/2/2026).

Brigjen Pol. Wibowo menyampaikan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin pengamanan lalu lintas, melainkan momentum pelayanan maksimal kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Operasi Ketupat ini bukan sekadar operasi penjagaan dan pengaturan saja bagi kami. Ini adalah momen bagi kita semua untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan terbaik dari sisi keamanan, kenyamanan, maupun keselamatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengamanan Operasi Ketupat dibagi menjadi empat klaster, pertama jalur arteri dan tol, kedua tempat ibadah dan kawasan wisata, ketiga lokasi penyeberangan, dan terakhir titik pergerakan mudik seperti terminal, bandara, dan stasiun.

“Kami menentukan ada empat klaster dalam kegiatan pengamanan Operasi Ketupat tahun ini, sehingga penanganan bisa lebih terfokus dan terukur,” kata Brigjen Pol. Wibowo.

Lebih lanjut, ia menyoroti Jawa Barat sebagai titik lelah pemudik asal Sumatera, di mana jalur tol kerap mengalami kepadatan terutama di rest area saat waktu berbuka puasa dan istirahat.

“Jawa Barat adalah salah satu lokasi yang menjadi titik lelah pemudik yang berasal dari wilayah Sumatera. Sehingga beberapa inventarisir masalah yang coba kami himpun untuk wilayah di Jawa Barat, kendala di jalur tol ini terutama pada saat-saat tertentu ada di rest area, khususnya pada saat masyarakat akan buka puasa atau istirahat,” jelasnya.

Selain itu, Korlantas juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur arteri secara situasional mulai dari pengalihan arus, contraflow, hingga one way sepenggal di titik-titik dengan intensitas kendaraan tinggi namun kapasitas jalan terbatas.

“Kami tetap menggunakan rekayasa yang dimulai dari pengalihan arus, contraflow, sampai dengan one way sepenggal, khususnya di wilayah yang padat intensitas kendaraannya namun tidak didukung sarana jalan yang memadai,” tutup Dirregident.

Melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga, Polri berharap penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan mudik.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing E-Tilang Palsu, Lima Tersangka Ditangkap

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penipuan daring bermodus phishing yang menyamar sebagai situs resmi pembayaran e-tilang milik Kejaksaan Agung. Dalam aksinya, para pelaku membuat situs palsu yang tampilannya menyerupai laman resmi https://etilang.kejaksaan.go.id dan menyebarkan tautan jebakan melalui metode SMS blast kepada masyarakat.

 

 

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Himawan Bayu Aji, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang mengalami kerugian setelah menerima pesan singkat dari nomor tak dikenal. “Korban menerima SMS yang menginformasikan adanya tagihan denda pelanggaran lalu lintas dan disertai tautan. Ketika tautan tersebut diklik, korban diarahkan ke website palsu yang tampilannya sangat mirip dengan situs resmi Kejaksaan. Karena meyakini situs tersebut asli, korban kemudian memasukkan data pribadi dan data kartu kreditnya,” ujar Brigjen Pol. Himawan.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji

Berdasarkan laporan tersebut, penyidik melakukan pendalaman dan menemukan sedikitnya 124 tautan website phishing yang digunakan pelaku, serta mengidentifikasi enam nomor handphone tambahan yang dipakai untuk melakukan SMS blast dari total lima nomor awal yang telah terdeteksi.

Hasil pengembangan penyidikan, Polri berhasil mengamankan lima orang tersangka di dua lokasi berbeda, yakni di Jawa Tengah dan Banten. Dari pemeriksaan terungkap bahwa kejahatan ini dikendalikan oleh seorang warga negara asing asal Tiongkok. Sementara para tersangka di Indonesia berperan sebagai operator lapangan yang menerima dan menjalankan perintah.

“Kelima tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari operator SMS blasting, penyedia perangkat SIM box, penyedia kartu SIM yang telah diregistrasi, hingga pengelola operasional. Mereka merupakan bagian dari jaringan terorganisir yang dikendalikan dari luar negeri,” tegas Brigjen Pol. Himawan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp12 miliar.

Polri mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap pesan singkat dari nomor tidak dikenal, terutama yang mencantumkan tautan dan mengatasnamakan instansi pemerintah. Masyarakat diingatkan untuk selalu memastikan alamat situs resmi sebelum memasukkan data pribadi maupun data keuangan guna menghindari kejahatan siber serupa.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Debt Collector Penusuk Advokat di Tangsel Diamankan Polda Metro Jaya

JAKARTA – Maspolin.id|| Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap terduga pelaku penusukan terhadap seorang advokat di wilayah Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang Selatan. Terduga pelaku berinisial JBI ditangkap pada Selasa (24/2/26) pukul 23.50 WIB di Semarang, Jawa Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyatakan, korban berinisial BS mengalami luka tusuk serius setelah terlibat perselisihan dengan sejumlah orang tak dikenal yang mengaku sebagai debt collector terkait penarikan kendaraan. Korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Terduga pelaku penusukan terhadap korban yang merupakan advokat di wilayah Kelapa Dua, Tangerang Selatan, telah berhasil diamankan oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani pemeriksaan untuk pendalaman lebih lanjut,” ujar Kabid Humas dalam keterangannya, Rabu (25/2/26).

Ia menegaskan, kepolisian memprioritaskan perlindungan masyarakat dan memastikan setiap tindak kekerasan diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kami merespons cepat setiap kejadian yang menimbulkan keresahan. Penagihan tidak boleh dilakukan di luar mekanisme yang sah, terlebih disertai intimidasi atau kekerasan. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum,” ungkapnya.

Kombes Pol. Budi mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau hendak melaporkan tindak pidana, masyarakat dapat menghubungi layanan 110 yang siaga 24 jam. (ay/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

Polisi Ringkus 7 WNA Ilegal di Pesisir Pantai Masidae

(Gambar Antara)

NTT – Maspolin.id|| Aparat Polres Rote Ndao, Polda Nusa Tenggara Timur menangkap tujuh warga negara asing (WNA) yang diduga merupakan imigran ilegal di pesisir Pantai Masidae, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolres Rote Ndao AKBP Mardiono mengatakan tujuh WNA yang berasal dari China dan Uzbekistan tersebut ditangkap oleh aparat kepolisian saat kapal yang ditumpangi terdampar di pantai Rote Ndao pada Selasa (24/2) kemarin.

“Informasi keberadaan mereka kami personel peroleh dari warga Desa Inaoe pada Selasa (24/2) kemarin,” ujar Kapolres, Rabu (25/2/2026). Usai mendapatkan laporan dari warga, aparat kepolisian dari Polsek Rote Selatan mendatangi lokasi dan menemukan tujuh WNA serta satu unit kapal tanpa nama.

Ketujuh WNA tersebut terdiri atas empat warga negara China yakni Hui Jie, Jiang Bo, Chen Yong, dan Dia Guozhong. Sementara tiga lainnya merupakan warga negara Uzbekistan yakni Kasimov, Sultanmoradov, dan Shodiev.

“Saat ini mereka sudah berada di Mapolres Rote Ndao untuk jalani pemeriksaan lanjutan,” kata Kapolres. Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa sejumlah WNA China itu sebelumnya masuk ke Indonesia melalui Jakarta. Dari Jakarta mereka menuju Kendari, Sulawesi Tenggara.

Mereka diberangkatkan pada 11 Februari 2026 menggunakan kapal melalui perantara yang diduga warga negara Indonesia. “Mereka mengaku melakukan perjalanan laut selama sekitar delapan hari menuju perbatasan Australia,” pungkasnya.

Namun setibanya di sana, mereka ditangkap otoritas Australia dan diminta kembali ke wilayah Indonesia menggunakan speed boat yang dibekali bahan bakar secukupnya hingga akhirnya terdampar di perairan selatan Rote Ndao.

Para WNA tersebut juga mengaku berkomunikasi dengan pengurus melalui media sosial dan berniat menuju Australia untuk bekerja. Sementara itu, tiga WNA asal Uzbekistan mengaku membayar biaya sebesar 400 dolar AS per orang kepada pengurus untuk diberangkatkan.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait jaringan yang terlibat, termasuk menelusuri pihak pengantar yang diduga melarikan diri. “Penanganan kasus tersebut juga dikoordinasikan dengan instansi imigrasi untuk proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tutupnya. (ndt/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/nn

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.