Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan Nasional 2025

Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025 saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

JAWA BARAT – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan nasional tahun 2025. Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri Panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan tonggak fundamental bagi kemerdekaan dan kedaulatan sebuah bangsa. Menurut Presiden, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka apabila kebutuhan pangannya masih bergantung pada negara lain.

“Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau makan, pangan, tergantung bangsa lain,” tegas Presiden.

Presiden mengingatkan pengalaman Indonesia pada masa pandemi COVID-19, ketika sejumlah negara produsen beras menahan ekspor demi kepentingan domestik masing-masing. Situasi tersebut, kata Presiden, menjadi peringatan keras bagi Indonesia agar tidak lengah dan terus bergantung pada pihak lain, terutama dalam urusan pangan dan energi.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa saat dilantik sebagai Presiden RI, dirinya menargetkan swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Namun, berkat kerja keras dan kekompakan seluruh elemen pertanian nasional, target tersebut berhasil diwujudkan hanya dalam satu tahun.

“Kalau waktu saya dilantik jadi Presiden, memang saya beri target 4 tahun swasembada beras, swasembada pangan. Saudara bekerja keras, saudara bersatu, saudara kompak, saudara hasilkan yang (tadinya) 4 tahun saudara berikan kepada bangsa dan negara, 1 tahun kita sudah swasembada, 1 tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” ungkap Presiden.

Presiden Prabowo pun menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh komunitas pertanian Indonesia. Menurut Presiden, mereka telah membuktikan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri mandiri.

“Hari ini saudara memberi kepada bangsa dan negara bukti yang nyata. Saudara telah, menurut saya, mencatat tonggak penting dalam kemerdekaan bangsa Indonesia,” ucap Presiden.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam laporannya turut menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepemimpinan Presiden Prabowo dalam sektor pertanian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan buah dari gagasan besar Presiden yang diwujudkan melalui kerja kolektif Kabinet Merah Putih dan seluruh insan pertanian di Tanah Air.

“Seluruh petani Indonesia ada 160 juta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang luar biasa perhatiannya pada sektor pertanian. Sekali lagi, atas nama petani Indonesia, Bapak Presiden, mengucapkan terima kasih tak terhingga,” ujar Mentan.

Mentan turut menambahkan bahwa swasembada pangan nasional menjadi salah satu capaian terbaik Kabinet Merah Putih sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan seluruh penyuluh petani Indonesia,” pungkasnya. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Lumpur di Aula SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan Tapteng Dibersihakan

Tapanuli Tengah, SUMUT – Maspolin.id|| Personel SAR Satuan Brimob Polda Sumatra Utara Batalyon A melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pembersihan material lumpur di Aula SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan pascabencana alam sekaligus memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan lancar.

Pembersihan difokuskan pada area aula dan sekitarnya yang sebelumnya terdampak banjir dan aliran lumpur. Endapan lumpur serta sisa puing bencana menumpuk di area tersebut dan berpotensi menghambat kegiatan sekolah serta menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kehadiran Brimob dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam membantu pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana, khususnya sarana pendidikan.

“Pascabencana, pemulihan sarana pendidikan menjadi prioritas agar anak-anak dapat segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Polri hadir untuk membantu membersihkan fasilitas sekolah sekaligus memastikan lingkungan belajar kembali layak digunakan,” ujar Erdi.

Kegiatan pembersihan dilaksanakan sejak pagi hari hingga selesai di Aula SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan yang berlokasi di Jalan MH Azairin, Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Personel SAR Brimob Polda Sumut Batalyon A melakukan pembersihan secara manual dengan menggunakan sekop, cangkul, serta mesin pompa air untuk mengangkat lumpur dan sisa material yang mengendap.

Material lumpur yang telah dikumpulkan kemudian dipindahkan ke titik pembuangan yang telah ditentukan, sehingga area aula dan lingkungan sekolah dapat kembali bersih, aman, dan siap dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan kehadiran Brimob Polda Sumatra Utara. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana alam.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Cuaca Ekstrem Melanda Ternate, Personel Siaga dan Bantu Warga Terdampak Banjir-Longsor

Ternate, MALUKU UTARA – Maspolin.id|| Personel Satuan Samapta Polres Ternate melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa bantuan dan pembersihan rumah warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Kota Ternate, sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, yang terdampak banjir, serta di Kelurahan BTN, Kecamatan Ternate Tengah, yang terdampak longsor. Rabu (7/1/2026).

Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto,melalui Kasi Humas Polres Ternate Ipda Sudirjo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan respons cepat Polres Ternate dalam membantu masyarakat pascabencana alam.

“Personel Satuan Samapta Polres Ternate diterjunkan untuk membantu membersihkan rumah warga yang terdampak banjir dan longsor, guna meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan kondisi lingkungan,” jelas Kasi Humas.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, seluruh personel melaksanakan apel pengecekan, persiapan perlengkapan, serta pembagian tugas menjadi dua tim.

Tim 1 dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Ternate, sedangkan Tim 2 dipimpin oleh KBO Samapta Polres Ternate. ujar Kasi Humas.

Tim 1 bergerak menuju Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara, dan setibanya di lokasi langsung melaksanakan pembersihan rumah warga dengan membersihkan sisa-sisa lumpur dan genangan air akibat banjir. Setelah kegiatan pembersihan selesai, personel kembali ke mako dan melaksanakan siaga.

Sementara itu, Tim 2 menuju Kelurahan BTN, Kecamatan Ternate Tengah, untuk melakukan pembersihan rumah warga yang terdampak longsor. Personel membersihkan sisa-sisa material bangunan serta sampah yang terbawa longsoran. Usai kegiatan, personel kembali ke mako dan standby.

Saat ini, situasi banjir dan longsor di kedua wilayah tersebut telah reda. Namun demikian, personel Satuan Samapta Polres Ternate tetap standby di mako guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir dan longsor susulan.

Kapolres Ternate juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi situasi darurat di lingkungan sekitar.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Tim Gabungan Dibantu K9 Temukan 1 Korban Banjir Bandang di Kampung Laghaeng Siau Timur

SULAWESI UTARA – Maspolin.id|| Satu korban bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sitaro ditemukan oleh personel Polri dan petugas gabungan dari instansi terkait lainnya.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan membenarkan hal tersebut.

“Jasad seorang anak laki-laki bernama Clayton Azriel Tatambihe (2) ditemukan oleh petugas dibantu K-9, di lokasi bencana banjir bandang di Kampung Laghaeng Kecamatan Siau Timur pada hari Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 11.40 WITA,” ujarnya.

Saat ini jasad korban sudah dievakuasi dan diserahkan ke Tim DVI untuk diidentifikasi selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Petugas gabungan juga masih terus melakukan pencarian kemungkinan ada korban lainnya dan melakukan kerja bakti untuk membersihkan lokasi yang terdampak banjir bandang, baik di Siau Barat maupun Siau Timur.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polda NTB Selidiki Penemuan Mayat Wanita di Kawasan Hutan Sekotong Lombok Barat

Lombok Barat, NTB – Maspolin.id|| PolsekSekotong bersama Polres Lombok Barat, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB), bergerak cepat menindaklanjuti laporan penemuan mayat wanita di kawasan hutan Dusun Panggang, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Selasa siang (6/1/2026). Lokasi penemuan berada di wilayah perbukitan dengan medan cukup terjal dan jauh dari permukiman warga.

Menerima informasi dari masyarakat terkait peristiwa tersebut, personel Polsek Sekotong bersama Tim Inafis Polres Lombok Barat segera diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). Langkah awal difokuskan pada pengamanan lokasi serta pengumpulan bukti-bukti awal guna memastikan proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur hukum.

Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026), menjelaskan bahwa sterilisasi lokasi dan olah TKP dilakukan secara menyeluruh mengingat posisi jenazah berada di kawasan hutan yang sulit dijangkau.

“Begitu menerima laporan, personel langsung kami kerahkan untuk mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP. Medan yang cukup berat menjadi perhatian khusus dalam penanganan awal,” ujar Suriarta.

Ia mengungkapkan, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 WITA oleh seorang anak berusia 8 tahun yang sedang menggembalakan ternak di perbukitan Dusun Sauh. Anak tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada warga, hingga informasi tersebut diteruskan secara berjenjang ke pihak kepolisian.

Dalam proses olah TKP, lanjut Iptu Suriarta, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya tas berisi pakaian, sepatu, dompet, serta kartu identitas. Barang-barang tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi awal.

“Kondisi jenazah saat ditemukan cukup memprihatinkan. Namun, keberadaan barang-barang pribadi di sekitar lokasi sangat membantu kami dalam mengungkap identitas korban,” jelasnya.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Jani (41), perempuan asal Dusun Dasan Bengkel, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Korban diketahui berdomisili di Dusun Lebah Suren, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

“Setelah seluruh rangkaian olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna kepentingan penyelidikan,” terang Kapolsek Sekotong.

Sementara itu, informasi penemuan mayat tersebut dengan cepat menyebar ke lingkungan tempat tinggal korban. Sekitar pukul 17.30 WITA, aparat desa bersama sejumlah warga mendatangi Mapolsek Sekotong untuk memastikan identitas korban. Pihak keluarga pun membenarkan bahwa barang-barang yang diamankan kepolisian merupakan milik almarhumah.

“Pihak keluarga telah mengonfirmasi identitas korban. Namun demikian, kami tetap mengikuti seluruh prosedur hukum untuk memastikan penyebab kematian secara pasti,” tambah Iptu I Ketut Suriarta.

Secara terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, menegaskan bahwa pihaknya belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Penyelidikan masih terus dikembangkan dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga korban.

“Kami masih menunggu hasil visum dari tim medis. Seluruh tahapan penyelidikan kami pastikan dilakukan secara profesional dan transparan agar penyebab kematian korban dapat terungkap secara jelas,” tandasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polresta Yogyakarta Berhasil Ungkap Sindikat Love Scamming Internasional

Kapolresta Yogyakarta Kombes Eva Guna Pandia menjelaskan praktik penipuan itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/1/2026).

YOGYAKARTA, DIY – Maspolin.id|| Polresta Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming atau penipuan berkedok asmara jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Eva Guna Pandia menjelaskan praktik penipuan itu terbongkar setelah operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, pada Senin (5/1/2026).

“Kantor itu diduga digunakan sebagai tempat dugaan tindak pidana love scamming,” ujar Kapolresta, Rabu (7/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, telah ditetapkan enam orang tersangka yang masing-masing berinisial R (35) selaku CEO atau pemilik perusahaan, H (33) sebagai HRD, P (28) dan M (28) sebagai project manager, serta V (28) dan G (22) sebagai team leader.

Altair Trans Service Cabang Yogyakarta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga kerja sesuai permintaan klien atau pemilik aplikasi dari China.

Menurut Kapolresta, dalam operasinya, penipuan itu memanfaatkan aplikasi kencan daring yang merupakan aplikasi kloningan dari aplikasi asal China bernama WOW.

Para pegawai perusahaan itu dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan menyesuaikan dengan negara asal korban atau pengguna.

Mereka melakukan bujuk rayu agar pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau top up guna mengirim gift yang tersedia di dalam aplikasi.

“Penggunaannya adalah warga negara asing dari beberapa negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia,” ucap Kapolresta.

Setelan pengguna mengirim gift, mereka kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.

“Untuk mengakses foto dan video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gift dengan besaran tertentu,” terang Kapolresta.

Dari perusahaan itu, polisi menyita empat kamera pengawas (CCTV), dua router WiFi, 30 unit telepon genggam, serta 50 unit laptop yang diduga digunakan sebagai sarana tindak pidana dan di dalamnya ditemukan berbagai foto serta video bermuatan pornografi.

Selain barang bukti, 64 orang karyawan diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Yogyakarta. Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik kemudian menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 407 atau Pasal 492 KUHP sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2023, juncto Pasal 20 dan Pasal 21 KUHP, serta ketentuan dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik dan UU Pornografi dengan ancaman hukuman minimal enam bulan dan paling lama 10 tahun penjara.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Laboratorium Produksi Narkoba Vape dan Happy Water di Ancol di Grebeg BNN

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo memberikan keterangan kepada wartawan terkait penggerebekan lab pembuatan narkotika di Jakarta Utara, Selasa (6/1/2026). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat/am.

“Kami menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke dalam liquid vape dan happy water,”

 

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium pembuatan narkotika yang dikemas dalam bentuk liquid vape dan happy water, yang berlokasi di salah satu apartemen di wilayah Ancol, Jakarta, Selasa.

“Kami menemukan tempat yang digunakan untuk meracik, mengolah narkotika cair yang kemudian disuntikkan ke dalam liquid vape dan happy water,” kata Plt. Deputi Pemberantasan BNN Budi Wibowo di Jakarta Utara, Selasa.

Budi menerangkan dalam pengungkapan tersebut petugas menangkap total empat orang, yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dengan perannya masing-masing.

Ia juga menambahkan lab pembuatan narkotika tersebut merupakan bagian dari jaringan internasional peredaran gelap narkotika.

Pengungkapan lab pembuatan narkotika tersebut berawal dari Operasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Saat itu tim menangkap dua orang penumpang asal Malaysia berinisial HHS dan DM karena kedapatan membawa bahan yang diduga mengandung narkotika jenis MDMA dan Ethomidate.

Berdasarkan temuan tersebut, petugas langsung melakukan pengembangan dan menangkap dua orang lainnya, yakni PS dan HSN, yang diduga berperan sebagai pengendali lapangan serta pengatur operasional jaringan.

Dari keterangan tersangka PS, tim gabungan kemudian melakukan penggerebekan di sebuah apartemen di Jakarta, yang digunakan sebagai lokasi peracikan narkotika.

Di tempat tersebut, bahan MDMA dan Ethomidate yang diselundupkan dari luar negeri dicampur dengan minyak nikotin dan cairan perasa untuk dijadikan liquid vape sebelum dipindahkan ke lokasi lain.

Pengembangan lanjutan mengarah ke sebuah gudang di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Dari lokasi ini, petugas menyita bahan diduga narkotika, puluhan cartridge liquid vape mengandung narkotika siap edar, ribuan cartridge kosong, serta berbagai bahan dan peralatan peracikan.

Hasil penyidikan mengungkap bahwa jaringan ini menerapkan modus penyamaran berlapis. Selain mencampurkan narkotika ke dalam liquid vape, bahan baku, termasuk Ethomidate, juga dikemas menyerupai sachet minuman energi yang tampak seperti produk legal.

“Para jaringan, para bandar, para kartel ini selalu mengembangkan modus-modus operandi untuk tetap melakukan perdaran narkotika secara masif,” ujar Budi.

Modus ini digunakan untuk mengelabui petugas, menyamarkan narkotika sebagai produk konsumsi sehari-hari, serta mempermudah penyelundupan lintas negara.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, antara lain:

1. Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana mati, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun serta pidana denda maksimal Rp 10 miliar.

2. Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimal Rp 8 miliar.

3. Pasal 113 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), dengan ancaman pidana pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimal Rp 10 miliar.

 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Agus Setiawan

 

Antara

bjak/mpl/sss

Warga Jakarta Diminta Tetap Waspada Meskipun Belum Ditemukan Kasus Super Flu

Warga diminta waspada SuperFlu. (Foto: Andri Widiyanto)

JAKARTA – Maspolin.id|| Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas penularan secara global sejak Agustus 2025.

“Warga Jakarta tetap harus waspada potensi penularan penyakit ISPA,”

Penyakit ini disebut Superflu karena penyebarannya yang relatif lebih cepat dibandingkan influenza musiman lainnya.

Meskipun terjadi peningkatan aktivitas penularan, data epidemiologi terkini yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) tidak mengindikasikan adanya peningkatan keparahan penyakit. Namun demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

“Warga Jakarta tetap harus waspada potensi penularan penyakit ISPA dan diimbau untuk senantiasa menjaga kesehatannya, mengingat mobilitas penduduk yang cukup tinggi setelah masa libur Natal dan Tahun Baru serta sudah dimulainya musim penghujan,” ujar Sri Puji Wahyuni, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa (6/1).

Berdasarkan informasi hasil Whole Genome Sequencing (WGS) pada sampel pasien influenza dari seluruh Indonesia yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan pada 1 Januari 2026, Superflu telah beredar di Indonesia sejak Agustus 2025.

Virus tersebut tercatat telah tersebar di delapan provinsi, yakni Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pada data tersebut, hingga saat ini tidak ditemukan kasus Superflu di Provinsi DKI Jakarta,” ungkapnya.

Sri mengatakan, merujuk pada data akhir tahun 2025, total kasus ISPA dan pneumonia di DKI Jakarta terus mengalami penurunan sejak puncak kasus yang terjadi pada Oktober 2025.

Pada bulan Oktober tercatat sebanyak 309.532 kasus, kemudian menurun menjadi 216.312 kasus pada Desember 2025. Sementara itu, kasus Influenza A juga terus menurun dari 80 kasus pada Oktober menjadi 3 kasus pada Desember.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta aktif menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima Puskesmas di setiap kota dan satu rumah sakit untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta.

“Selain itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di DKI Jakarta telah diinformasikan mengenai kewaspadaan terhadap penyebaran Superflu, termasuk dalam mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama untuk kasus ISPA dan pneumonia,” jelasnya.

Upaya pencegahan yang terus disosialisasikan kepada masyarakat antara lain dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker jika sedang sakit, menerapkan etika batuk, menghindari menyentuh wajah, menjaga asupan nutrisi seimbang, minum air minimal dua liter per hari, istirahat cukup, serta berolahraga secara teratur.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat, seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, serta saturasi oksigen di bawah 92 persen.

“Masyarakat juga diimbau untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan apabila keluhan berlanjut,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Pramono Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan dalam Pembongkaran Tiang Monorel

JAKARTA – Maspolin.id|| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek pembongkaran tiang-tiang monorel terbengkalai yang berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said segera dilaksanakan pada minggu ketiga bulan ini.

“Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan,”

Rencananya, eksekusi pembongkaran akan dimulai pada Selasa atau Rabu pekan depan.

“Untuk pembongkaran (tiang) monorel seperti yang kemarin kami sampaikan, akan kami lakukan minggu ketiga, apakah hari Selasa atau Rabu depan,” ujar Pramono, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1).

Menurut Pramono, seluruh proses pembongkaran akan dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga DKI Jakarta, bukan pihak PT Adhi Karya. Langkah ini diambil setelah surat yang dikirimkan Pemprov DKI ke pihak Adhi Karya telah melewati batas waktu yang telah ditentukan.

“(Pembongkaran) Tiang monorel yang melakukan adalah Pemerintah DKI Jakarta, Bina Marga. Adhi Karya sudah kami surati dan batas waktunya sudah lewat, kami akan melakukan sendiri,” jelasnya.

Meski melibatkan alat berat dan pengerjaan konstruksi berada di jalur utama, Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta tidak akan melakukan penutupan jalan selama proses pembongkaran.

Sedangkan terkait lokasi pembuangan material pembongkaran, ia juga menyampaikan hal itu menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta.

“Dan untuk itu tidak dilakukan penutupan jalan. Jadi yang dibongkar tetap dilakukan, dengan pengalaman yang ada, Bina Marga berkoordinasi untuk melakukan pembongkaran, tidak dilakukan penutupan,” kata Pramono.

Pembongkaran tiang monorel terbengkalai ini dilakukan untuk meningkatkan estetika kota serta menjaga keselamatan pengguna jalan.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/apl

Yayasan Kemala Bhayangkari Dituduh Konflik Kepentingan Sebagai Mitra MBG Perlu Dikoreksi

JAKARTA – Maspolin.id|| Sorotan Indonesia Corruption Watch (ICW) terhadap Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai salah satu mitra penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu ditempatkan secara lebih adil dan proporsional agar kritik kebijakan publik tidak berubah menjadi stigma institusional.

Penarikan kesimpulan yang menyiratkan konflik kepentingan semata-mata karena keterkaitan yayasan tersebut dengan keluarga pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berisiko melampaui batas analisis hukum dan tata kelola yang sehat.

Yayasan Kemala Bhayangkari merupakan badan hukum swasta yang telah lama dikenal sebagai organisasi sosial pendamping Polri, dengan mandat utama di bidang kesejahteraan, pendidikan, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Keberadaan istri pejabat Polri sebagai pengurus atau pembina yayasan bukanlah anomali, melainkan praktik yang lazim dan terbuka, sebagaimana juga ditemukan pada organisasi sejenis di lingkungan aparatur negara. Dalam kerangka hukum administrasi, fakta tersebut tidak otomatis memenuhi konflik kepentingan.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan secara tegas menyatakan bahwa konflik kepentingan mensyaratkan adanya penggunaan kewenangan jabatan publik untuk menguntungkan kepentingan pribadi atau pihak tertentu.

Dalam konteks Yayasan Kemala Bhayangkari, tidak terdapat bukti bahwa Kapolri, Wakapolri, maupun pejabat Polri lainnya menggunakan kewenangan institusionalnya untuk mempengaruhi proses verifikasi, penunjukan, atau pengelolaan anggaran MBG demi kepentingan yayasan tersebut.

Tanpa pembuktian atas penggunaan wewenang itu, maka tuduhan konflik kepentingan kehilangan dasar hukumnya.

Menyamakan Yayasan Kemala Bhayangkari dengan praktik patronase juga mengandung kelemahan konseptual. Patronase, dalam pengertian kebijakan publik, mensyaratkan adanya pertukaran keuntungan materi atau akses sumber daya negara dengan loyalitas politik.

Yayasan Kemala Bhayangkari bukan entitas politik, tidak berfungsi sebagai alat mobilisasi pemilu, dan tidak memiliki posisi dalam struktur kekuasaan formal. Menyematkan label patronase pada organisasi sosial semacam ini tanpa menunjukkan adanya pertukaran kepentingan politik yang nyata justru meruntuhkan makna patronase itu sendiri.

Pelibatan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam pelaksanaan MBG juga tidak dapat dilepaskan dari konteks kapasitas kelembagaan. Dengan jaringan hingga tingkat daerah, pengalaman panjang dalam kegiatan sosial, serta kedekatan struktural dengan satuan kepolisian di suatu wilayah, yayasan ini memiliki keunggulan operasional dalam hal distribusi, pengawasan lapangan, dan koordinasi.

Dalam kebijakan publik berskala nasional dengan risiko logistik tinggi seperti MBG, pertimbangan kapasitas sering kali menjadi faktor utama, bukan afiliasi personal.

Masalah lain dalam narasi kritik tersebut adalah kecenderungan mencampuradukkan hubungan keluarga dengan otoritas kekuasaan. Dalam sistem hukum, hubungan keluarga baru menjadi relevan jika berujung pada tindakan melawan hukum atau pelanggaran prosedur.

Jika sekadar hubungan keluarga dijadikan dasar pengamatan, maka hampir seluruh aktivitas sosial yang melibatkan keluarga pejabat negara akan berada dalam bayang-bayang tuduhan, sebuah pendekatan yang tidak sejalan dengan prinsip kepastian hukum dan keadilan.

Kritik terhadap program MBG tentu saja sah dan bahkan diperlukan, terutama mengingat besarnya anggaran publik yang dikelola. Namun kritik yang efektif harus dibangun atas temuan pelanggaran konkret, seperti penyimpangan prosedur, ketidaksesuaian standar, atau aliran manfaat yang tidak sah. Tanpa itu, kritik berisiko berubah menjadi generalisasi yang justru merusak kepercayaan publik terhadap institusi dan negara.

Menyoroti Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai sebuah persoalan dalam tata kelola MBG tanpa bukti penyalahgunaan kewenangan oleh pimpinan Polri tidak hanya tidak adil bagi yayasan tersebut, tetapi juga mengurangi kualitas kritik itu sendiri.

Dalam negara hukum, yang perlu dipersoalkan adalah tindakan dan pelanggaran nyata, bukan sekadar siapa memiliki hubungan dengan siapa. Kritik kebijakan publik akan jauh lebih bermakna jika diarahkan pada perbaikan sistem dan prosedur, bukan pada asumsi yang bertumpu pada hubungan pribadi semata.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/apl

 

Jangan Lewatkan

Keberagaman Harus Jadi Kekuatan untuk Jaga Persatuan Bangsa

Rembang, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menjadikan keberagaman...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.