Perdana Menteri dan Presiden Pakistan Jemput Langsung Presiden Prabowo di Bandara Islamabad

ISLAMABAD, PAKISTAN – Maspolin.id|| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Islamabad, Pakistan, Senin (08/12/2025) sekitar pukul 12.00 waktu setempat, untuk memenuhi undangan resmi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Kunjungan kenegaraan ini langsung disambut dengan seremoni militer penuh kehormatan, menegaskan kuatnya hubungan strategis kedua negara.

Presiden Prabowo dan delegasi dengan menggunakan pesawat kepresidenan Garuda Indonesia-1 mendapatkan penyambutan istimewa bahkan sebelum mendarat. Enam jet tempur JF-17 Thunder milik Angkatan Udara Pakistan mengawal pesawat Kepresidenan ketika memasuki wilayah udara Pakistan, sebuah tradisi khusus yang hanya diberikan kepada tamu negara setingkat kepala negara.

Setibanya di Nur Khan Base Airport, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan PM Shehbaz Sharif, sementara dari pihak Indonesia terlihat Duta Besar RI untuk Pakistan Chandra Warsenanto dan Atase Pertahanan RI Kolonel Inf. Henru Hidayat Susanto. Upacara kehormatan dengan jajar pasukan, dentuman 21 kali Gun Salute, dan rangkaian bunga dari seorang anak kecil Pakistan menambah hangatnya sambutan untuk Presiden Republik Indonesia.

Kunjungan ini memiliki makna historis penting, bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Pakistan. Kehadiran Presiden Prabowo juga menghidupkan kembali jejak sejarah persahabatan yang dimulai sejak kunjungan Presiden Sukarno pada 1950, momen yang dikenang sebagai fondasi eratnya hubungan kedua bangsa.

Undangan kunjungan ini sudah disampaikan PM Shehbaz sebanyak dua kali, yaitu saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 di Kairo serta sesudah KTT Perdamaian Gaza di Sharm El Sheikh, Mesir. Pemerintah Indonesia memandang kunjungan ini sebagai kesempatan strategis memperkuat kerja sama bilateral di tengah dinamika geopolitik regional dan global.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendorong solidaritas, kolaborasi, dan kemitraan yang saling menguntungkan dengan Pakistan dan negara-negara sahabat lainnya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan ke Islamabad adalah Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/sc

27 Kayu Hanyut di Garoga Disita Bareskrim untuk Diselidiki

JAKARTA – Maspolin.id|| Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengamankan 27 gelondongan kayu yang terseret arus banjir bandang di kawasan Garoga, Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penyitaan sampel tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk melacak asal kayu yang terbawa hingga ke aliran sungai.

Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni, mengatakan bahwa jajarannya telah mendirikan posko pemantauan di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga dan turut meninjau dua jembatan yang ada di lokasi terdampak.

“Di sekitar TKP (DAS Garoga) ini 27 sampel kayu telah diambil, police line terpasang.” kata Irhamni dalam keterangannya, Selasa, 9 Desember 2025.

Untuk memastikan spesifikasi kayu yang ditemukan, penyidik melibatkan tenaga ahli.

“Barang bukti kayu telah disisihkan, dispesifikasikan, dan dikategorikan oleh ahli. Jenis kayu dominan karet, ketapang, durian, dan lainnya,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa sebagian kayu memiliki tanda-tanda keterlibatan manusia dalam proses penebangan atau pemindahan.

“Identifikasi kayu menunjukkan beberapa kategori kayu hasil gergajian, kayu yang dicabut bersama akar (alat berat), kayu hasil longsor, kayu hasil pengangkutan loader,” beber dia.

Meski demikian, tim penyelidik masih perlu melakukan pendataan lanjutan terhadap tumpukan kayu yang ditemukan hingga ke pesisir. Seluruh proses analisis terus dilakukan untuk menentukan apakah material tersebut murni akibat bencana alam atau berkaitan dengan aktivitas ilegal manusia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Bareskrim Polri Bersama Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8 Kg Sabu yang Disembunyikan dalam Toolbox Mobil

Bengkalis, RIAU – Maspolin.id|| Upaya jaringan narkotika internasional untuk memasukkan sabu ke Indonesia kembali berhasil digagalkan melalui operasi terpadu aparat gabungan. Bea Cukai dan Polri mengamankan sekitar 8 kilogram methamphetamine yang ditemukan tersembunyi di dalam sebuah toolbox mobil minibus di wilayah Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (4/12). Dua orang terduga kurir asal Kalimantan Tengah ikut diamankan dalam penindakan ini.

 

Laporan Warga Jadi Awal Pengungkapan

Kasus bermula dari informasi masyarakat yang diterima Bea Cukai Dumai pada 28 November 2025 terkait penyelundupan narkoba dari Malaysia melalui jalur perairan menuju Dumai atau Bengkalis. Menindaklanjuti hal tersebut, sejumlah satuan Bea Cukai dan Subdit 4 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri membentuk tim khusus dan melakukan operasi intensif selama hampir sepekan.

Patroli dilakukan menggunakan dua speedboat yang menyisir wilayah pesisir, namun hingga beberapa hari tidak ditemukan aktivitas mencurigakan di laut.

Pergerakan Pelaku Berubah ke Jalur Darat

Memasuki hari keenam operasi, penyidik menerima petunjuk bahwa target telah berpindah melalui jalur darat di wilayah Dumai. Tim pun melakukan perubahan strategi. Sebuah minibus hitam berpelat B 2279 TOM yang gerak-geriknya dianggap aneh kemudian dibuntuti hingga berhenti di sebuah minimarket area Pinggir, Bengkalis.

Di lokasi tersebut, petugas langsung melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan penumpangnya.

Sabu Dikemas dalam Bungkus Teh Cina

Penggeledahan pada bagasi mobil menemukan sebuah kotak perkakas berwarna hitam. Di dalamnya terdapat delapan bungkus kemasan teh asal Tiongkok yang diduga berisi sabu. Uji timbangan awal menunjukkan total berat sekitar 8.003 gram termasuk satu paket kecil sabu seberat 3 gram yang ditemukan terpisah.

Selain narkoba, petugas juga mengamankan dua ponsel, satu STNK, serta kendaraan yang digunakan sebagai sarana transportasi barang terlarang tersebut.

Uji Narkoba: Positif Methamphetamine

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, membenarkan bahwa barang bukti telah diuji menggunakan alat uji narkotika.

“Hasil pengujian cepat menunjukkan bahwa konten dalam delapan kemasan tersebut positif mengandung methamphetamine,” jelas Budi di Jakarta, Senin (8/12/2025).

Para pelaku kini diserahkan kepada penyidik Bareskrim Polri untuk pemeriksaan jaringan lebih lanjut. Aparat menduga kuat narkoba berasal dari sindikat internasional yang memanfaatkan celah perbatasan maritim.

Sanksi Berat Menanti Pelaku

Para tersangka terancam pidana berdasarkan UU Kepabeanan serta UU Narkotika yang mengatur hukuman berat atas penyelundupan dan peredaran narkotika di wilayah Indonesia.

40 Ribu Jiwa Terselamatkan

Menurut perhitungan aparat, keberhasilan ini tak hanya mencegah kerugian ekonomi negara, tetapi juga menghindarkan ribuan masyarakat dari bahaya narkoba.

“Dari penindakan ini, tim tidak hanya menghentikan peredaran 8.003 gram sabu yang nilainya diperkirakan mencapai Rp8 miliar, tetapi juga menyelamatkan sekitar 40.015 jiwa dari ancaman kecanduan dan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Bea Cukai bersama Polri memastikan akan terus memperkuat sinergi pengawasan di seluruh jalur rawan penyelundupan, baik laut maupun darat, sebagai langkah melindungi generasi bangsa.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Wontech WiFi Dihadirkan di Masjid Jamik Kuta Blang Bireuen Aceh

Bireuen, ACEH – Maspolin.id|| Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Aceh menempatkan personelnya di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk mengoperasionalkan layanan Wontech WiFi Polri guna mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat pada Minggu, (7/12/2025).

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa kehadiran layanan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam mempermudah akses jaringan komunikasi.

“Bidang TIK Polda Aceh menghadirkan Wontech WiFi Polri di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memudahkan akses jaringan komunikasi,” ungkap Joko Krisdiyanto, Senin (8/12).

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Wontech WiFi Polri tersebut. Layanan ini sangat membantu warga yang saat ini masih menghadapi kendala akses komunikasi akibat dampak pasca banjir, di mana sebagian jaringan mengalami gangguan bahkan terputus sama sekali, sambung Kabid Humas

Dengan hadirnya layanan ini, Polda Aceh berharap kebutuhan komunikasi masyarakat dapat kembali terpenuhi sehingga aktivitas warga, termasuk koordinasi penanganan pasca bencana, dapat berjalan lebih lancar, tutup Kabid Humas.

 

Humas Polda Aceh

red/mpl/nn

Krisis Air Bersih Pasca Banjir Tapanuli Tengah, Water Treatment Brimob Polda Sumut Jadi Penyelamat

Tapanuli Tengah, SUMATERA UTARA – Maspolin.id|| Krisis air bersih yang melanda warga Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, setelah banjir dan longsor membuat kebutuhan dasar masyarakat terhenti. Dalam situasi tersebut, satuan Brimob Polda Sumatera Utara hadir dengan dukungan teknologi lapangan berupa Water Treatment Mobile, peralatan pengolah air yang umumnya digunakan dalam operasi besar penanganan bencana (08/12).

Kehadiran alat tersebut langsung memberi harapan baru. Mulai dari jeriken, galon hingga drum kecil terlihat memenuhi antrean warga yang membutuhkan air untuk kebutuhan vital sehari-hari seperti minum dan memasak, serta aktivitas domestik lainnya.

Perangkat ini mengolah air yang masih tercemar lumpur banjir melalui tahap filtrasi serta proses sterilisasi hingga menjadi air yang aman dikonsumsi. Dalam hitungan menit, air keruh berubah menjadi jernih dan layak pakai, membuat masyarakat menyebut Water Treatment Mobile sebagai solusi penting di tengah keterbatasan.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa penempatan alat tersebut dilakukan sesuai kebutuhan mendesak masyarakat.

“Kami siagakan Water Treatment Mobile terutama di wilayah yang paling terdampak dan mengalami kekurangan air bersih. Ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi upaya memastikan masyarakat tetap mendapat air aman konsumsi meskipun jaringan distribusi air belum pulih,” ujar Kombes Pol Ferry.

Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi air bersih dari unit tersebut cukup besar untuk memenuhi kebutuhan warga setiap harinya.

“Kami tidak hanya hadir untuk evakuasi dan pembersihan, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar tetap bisa bertahan dengan aman dan layak,” tambahnya.

Bagi warga Desa Hutanabolon, alat pengolah air ini menjadi solusi yang tepat saat sumber air lokal tidak dapat digunakan karena rusak diterjang material banjir. Kehadirannya dinilai tidak hanya menjadi penolong sementara, tetapi juga mendukung proses pemulihan wilayah.

Selain memproduksi air bersih, Brimob turut membantu menyediakan area penampungan dan mengatur pembagiannya secara teratur agar bantuan benar-benar merata ke setiap rumah.

Upaya ini terbukti memberikan dampak signifikan. Saat listrik dan prasarana lain belum sepenuhnya pulih, teknologi pengolah air dari Brimob menjadi bukti nyata hadirnya negara dengan cara yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Respons cepat dan terarah Sat Brimob Polda Sumut ini memperlihatkan komitmen kemanusiaan yang berfokus pada solusi nyata di titik krusial tempat warga sangat membutuhkan bantuan.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/sss

PJU Polda Sumbar Distribusikan Bantuan untuk Ibu dan Balita Terdampak Banjir Bandang di Nanggalo

Padang, SUMATERA BARAT – Maspolin.id|| Pejabat Utama (PJU) Polda Sumatera Barat bersama personel lainnya melaksanakan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi para korban banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, khususnya di Kelurahan Surau Gadang yang terdampak sebanyak sekitar 55 orang, Senin (8/12/2025).

Bantuan tersebut diprioritaskan untuk ibu yang memiliki balita dan ibu menyusui. Dalam pelaksanaannya, personel membagikan susu formula lengkap dengan penjelasan penggunaannya, popok bayi, handuk, bedak bayi, minyak telon, selimut, serta beberapa mainan untuk balita. Selain itu, masyarakat juga mendapat edukasi singkat terkait kesehatan bayi pascabencana, mengingat kondisi lingkungan yang masih rawan memicu penyakit.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang memantau kegiatan secara langsung, menekankan bahwa kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam situasi darurat.

“Kami memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, terutama untuk ibu dan balita yang sangat membutuhkan dukungan di masa darurat seperti ini. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menyalurkan logistik, tetapi juga memberikan rasa aman dan perhatian bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Ia berharap langkah cepat yang dilakukan dapat mendukung percepatan pemulihan kehidupan warga pascabencana.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Polda Sumbar akan terus hadir dan berupaya maksimal dalam setiap tahapan penanganan bencana,” tambahnya.

Warga Surau Gadang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan, mengingat kebutuhan balita menjadi salah satu prioritas utama setelah banjir bandang menerjang wilayah tersebut.

 

Humas Polda Sumbar

red/mpl/sss

Korban Banjir Karawang Dievakuasi ke Tempat Pengungsian

Karawang, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Intensitas hujan deras yang tinggi memicu banjir di Desa Karanglinggar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Merespons cepat kondisi darurat tersebut, Tim SAR Kompi 3 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Jabar segera bergerak melaksanakan penanganan dan bantuan di lokasi terdampak, Minggu (7/12/2025).

Melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, diinformasikan bahwa anggota Tim SAR segera melakukan survei lokasi, memastikan tingkat ketinggian air, dan mengidentifikasi akses evakuasi.

Tim SAR Brimob segera melaksanakan evakuasi korban menuju tempat pengungsian yang telah disiapkan aparat setempat. Selain penyelamatan, personel Sat Brimob Polda Jabar juga fokus membantu menurunkan dan mendistribusikan logistik berupa Makanan siap saji dan air bersih dan Selimut dan perlengkapan darurat lainnya.

Sementara itu Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Donyar Kusumadji, menegaskan bahwa aksi sigap dan terukur ini adalah bukti komitmen Brimob untuk selalu hadir di garda terdepan dalam setiap penanganan bencana.

“Fokus kami adalah evakuasi, distribusi logistik, serta kesiapsiagaan di lokasi hingga situasi dinyatakan aman. Brimob akan terus bekerja cepat, sigap, dan profesional demi keselamatan masyarakat Jawa Barat,” pungkas Donyar Kusumadji.

Saat ini, anggota Brimob melaksanakan standby di lokasi bencana, memastikan respons cepat apabila situasi kembali memburuk, sekaligus mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas.

 

Humas Polda Jabar

 

bjabar/mpl/adr

Gajah Dilibatkan Bersihkan Sisa Banjir di Pidie Jaya

Meureudu, Pidie Jaya, ACEH – Maspolin.id|| Empat ekor gajah milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kini telah berada di Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu penanganan pascabanjir. Satwa tersebut langsung terlibat dalam upaya menyingkirkan tumpukan kayu serta material berat yang terbawa arus beberapa waktu lalu.

Proses pembersihan hari ini difokuskan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, yang menjadi salah satu titik paling terdampak akibat banyaknya kayu dan lumpur yang mengendap.

Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mewakili Kapolres, menyampaikan bahwa seluruh gajah sudah bekerja membantu warga setibanya di lokasi.

“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Iptu Fauzi.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu juga menjelaskan bahwa selain membantu pembersihan, kehadiran gajah tersebut memiliki tujuan lain, yakni memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak terdampak.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pelayanan Polri yang lebih humanis dan responsif kepada masyarakat, selaras dengan motto Polda Aceh “Meutuah Sabe Tajaga, Aceh Mulia.”

Melalui kolaborasi antara Polres Pidie Jaya dan BKSDA Aceh ini, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih cepat sekaligus memberikan dukungan emosional bagi warga, terutama anak-anak yang terdampak bencana.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H: “Polri Tepat Berada Langsung di Bawah Presiden, Sesuai Konstitusi dan Sistem Ketatanegaraan”

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H.

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. I Gde Pantja Astawa, S.H., M.H., menegaskan bahwa keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai institusi yang langsung bertanggung jawab kepada Presiden merupakan pilihan yang paling sesuai dengan konstitusi, sejarah, serta perkembangan sistem ketatanegaraan di Indonesia.

Prof. Pantja menguraikan bahwa pandangan tersebut merujuk pada teori kontrak sosial yang dikemukakan para filsuf seperti Hobbes, Locke, dan Rousseau. Dalam gagasan “keadaan alamiah”, masyarakat akan terus berada dalam kondisi saling mengancam apabila tidak terdapat kekuasaan yang mengatur. Maka, negara muncul untuk memberikan rasa aman serta ketertiban bagi seluruh warga.

“Tugas menjaga keamanan dan ketertiban adalah tugas paling awal dan paling tradisional dari setiap pemerintahan. Bahkan, pembentukan negara pertama-tama ditujukan untuk melindungi keselamatan masyarakat,” ujar Prof. Pantja.

Ia menyebut bahwa prinsip tersebut selaras dengan amanat Alinea IV Pembukaan UUD 1945, yang menempatkan perlindungan seluruh bangsa sebagai tujuan fundamental negara. Aturan ini kemudian dirinci dalam Pasal 30 ayat (4) UUD 1945 yang menetapkan Polri sebagai alat negara yang menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban umum, perlindungan, pengayoman, pelayanan masyarakat, serta penegakan hukum.

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip ketegasan Tap MPR No. VII/MPR/2000 dan UU No. 2 Tahun 2002 yang menempatkan Polri dalam struktur langsung di bawah Presiden sejak masa awal reformasi.

“Sejak awal reformasi hingga lebih dari dua dekade berjalan, regulasi kita konsisten menempatkan Polri sebagai institusi yang berada langsung di bawah Presiden. Ini bukan tanpa alasan—ini adalah kebutuhan konstitusional dalam sistem eksekutif tunggal Indonesia,” jelasnya.

Menurut Prof. Pantja, terdapat tujuh alasan utama kedudukan Polri tidak tepat jika ditempatkan di bawah kementerian:

  1.  Memungkinkan Kapolri mengikuti sidang kabinet, sehingga dapat merespons cepat perkembangan situasi nasional dan global.

    “Kapolri hadir dalam sidang kabinet bukan sebagai menteri, tetapi karena jabatannya setingkat menteri dan memegang peran strategis dalam keamanan nasional,” ungkap Prof. Pantja.

  2.  Menegaskan lingkup tugas Polri sebagai perangkat pusat yang berwenang di seluruh wilayah hukum Indonesia, bukan perangkat daerah.
  3.  Menjamin independensi Polri dari kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

    “Penempatan di bawah Presiden menjaga Polri tetap independen, tidak terseret arus kepentingan politik praktis,” katanya.

  4.  Memberikan ruang bagi Polri untuk menentukan kebijakan strategis dalam menghadapi dinamika keamanan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
  5.  Mempercepat penegakan hukum tanpa birokrasi panjang, khususnya pada kasus-kasus kriminal strategis.
  6.  Meningkatkan kepercayaan masyarakat karena Polri dipandang sebagai institusi yang netral dan tidak partisan.
  7.  Memperkuat koordinasi lintas lembaga, khususnya dengan TNI, Kemendagri, dan instansi lainnya.

Ia mengingatkan bahwa usulan mengembalikan Polri di bawah kementerian justru merupakan kemunduran.

“Dalam sejarah panjangnya, ketika Polri berada di bawah departemen atau bagian dari struktur lain seperti ABRI, Polri sering mengalami intervensi kekuasaan dan politik. Hal itu menghambat profesionalisme, soliditas, dan kemandirian Polri,” tegas Prof. Pantja.

Menurutnya, hasil-hasil reformasi yang telah meningkatkan kinerja dan profesionalitas Polri harus dijaga, bukan dilemahkan melalui perubahan struktur kelembagaan.

Di bagian akhir paparannya, ia menutup dengan menegaskan:

“Secara konstitusional, historis, dan teoritis, keberadaan Polri sebagai alat negara yang berada langsung di bawah Presiden selaku Kepala Negara adalah yang paling tepat dan beralasan. Penempatan ini menjamin efektivitas, independensi, dan profesionalitas Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia.”

Dengan demikian, kedudukan Polri yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian tak terpisahkan dari desain sistem ketatanegaraan Indonesia untuk memastikan stabilitas keamanan nasional dan kepentingan rakyat tetap terjamin.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Puluhan Korban Penipuan Wedding Organizer Melapor Ke Polres Metro Jakut

Ilustrasi, Foto: Made by Chat GPT

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Sebanyak 87 orang melaporkan adanya dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan “Wedding Organizer” PT Ayu Puspita Sejahtera di Mapolres Metro Jakarta Utara.

“Saat ini kami mengamankan lima terlapor dan mereka semua statusnya masih saksi dalam pemeriksaan kasus ini,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar di Jakarta, Senin.

Menurut dia, salah satu korban berinisial SOG membuat laporan adanya aksi tindak pidana penipuan atau penggelapan pasal 378 atau 372 Kitab Hukum Undang Undang Pidana (KUHP) pada Sabtu (6/12).

Pelapor ini ingin melangsungkan pernikahan menggunakan “Wedding Organizer” (WO) PT Ayu Puspita Sejahtera dan telah melunasi biaya persepsi Rp82.740.000 ke rekening yang sudah disepakati.

Namun, kata dia, ketika resepsi berlangsung pihak “Wedding Organizer” tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

“Mereka juga tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut,” kata dia.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata korban dari penipuan WO pernikahan ini cukup banyak dan sejauh ini sudah 87 orang yang membuat laporan di Polres Metro Jakut.

Sejumlah bukti yang dikumpulkan yakni bukti pengiriman uang, cetakan pesan antara pelapor dengan terlapor, data catering dan panduan acara nikah.

Saat ini, kata Onkoseno, petugas sudah melakukan pengamanan terhadap pelapor serta melakukan pemeriksaan saksi-saksi. “Kami melengkapi proses penyelidikan dan menggelar gelar perkara terhadap kasus ini,” ujarnya.

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim

 

Antara

bjak/mpl/ma

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kg Narkoba Jenis Etomidate Asal Malaysia

BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran narkotika jenis baru, Etomidate, seberat...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.