Rizki Nur Fadhilah Korban TPPO ke Kamboja Kembali ke Pelukan Keluarga

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Suasana haru menyelimuti Mapolresta Bandung pada Minggu malam (23/11/2025), saat Rizki Nur Fadhilah (18) tiba dan disambut oleh keluarganya. Rizki, yang sebelumnya berada di Kamboja, tampak menangis dalam pelukan erat sang ayah.

Kedatangan Rizki difasilitasi oleh Polresta Bandung yang bekerja sama dengan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, dan Pemkab Bandung. Prosesi penyerahan Rizki kepada keluarganya berlangsung dengan lancar.

“Terima kasih Kabareskrim, Pak Kapolresta Bandung. Senang bisa pulang lagi,” ucap Rizki dengan suara bergetar di sela tangisnya. Ia tidak memberikan banyak komentar dan memilih untuk masuk ke ruangan di Mapolresta Bandung setelah menjawab singkat pertanyaan mengenai penyesalannya berangkat ke Kamboja.

Menurut Kasi Humas Polresta Bandung, Opi Taufik, tim gabungan menjemput Rizki di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu malam,(22/11) Tim ini didampingi oleh Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh. Setibanya di Bandung, Rizki mendapatkan perlindungan, pemulihan, dan pendampingan dari Dinas Sosial. Pihak Polresta Bandung dan instansi terkait memastikan bahwa kondisi Rizki dalam keadaan sehat.

Polresta Bandung juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kemenlu, KBRI Phnom Penh, BP3MI Jawa Barat, dan Pemkab Bandung, yang telah membantu proses pemulangan Rizki.

Kasus Rizki sebelumnya sempat menjadi perhatian publik terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun, Polda Jawa Barat menyatakan bahwa Rizki berangkat ke Kamboja dengan kesadaran penuh untuk bekerja sebagai scammer daring. Keluarga Rizki juga mengungkapkan adanya permintaan uang sebesar Rp 42 juta dari pihak yang membawanya ke Kamboja, sebagai pengganti biaya keberangkatan, akomodasi, visa, dan pengurusan lainnya.

Selama berada di KBRI Phnom Penh, Rizki mendapatkan pendampingan dan dipastikan dalam kondisi fisik dan mental yang baik. Setelah kembali ke Indonesia, Rizki menjalani pemeriksaan oleh Polresta Bandung terkait klaim keberangkatannya ke Kamboja.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

Aiptu Sarim Bantu Warga Melahirkan di Pinggir Jalan, Ibu dan Bayi Selamat

Purwakarta, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa Aksi heroik dilakukan oleh seorang anggota polisi dari Polsek Plered, Aiptu Sarim yang membantu proses persalinan seorang warga di pinggir Jalan Raya Plered, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (22/11/2025).  Empati dan rasa kemanusiaan Aiptu Sarim yang tergugah saat melihat seorang perempuan meringis kesakitan melahirkan di pinggir jalan, tepatnya di depan Masjid Baiturrohim.

Meski tidak memiliki riwayat sebagai ahli medis, Sarim berhasil menolong persalinan perempuan yang diketahui bernama Asih (25) warga Kampung Cigedogan, Kelurahan Nargri Kidur, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta tersebut dengan selamat.

Awalnya, Asih menjerit secara tiba-tiba di pinggir jalan raya dan menyedot perhatian warga sekitar. Saat dicek oleh warga, ternyata perempuan tersebut hendak melahirkan.

Saat bersamaan, Aiptu Sarim yang berada tak jauh dari lokasi melihat kejadian tersebut dan langsung menghampiri.

Sebenarnya pada saat itu memang ada beberapa warga di lokasi. Tapi tidak ada yang berani mengambil tindakan sehingga Aiptu Sarim memutuskan mengambil tindakan diskresi dengan memberi pertolongan darurat kepada Asih sambil menunggu bidan dari Puskesmas Plered.

Bersama warga, Aiptu Sarim membantu persalinan sebelum petugas dari puskesmas tiba di lokasi.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya  membenarkan anggotanya memberikan pertolongan kepada seorang ibu yang melahirkan di pinggir jalan di depan Masjid Baiturrohim Plered.

“Benar, kejadiannya itu pada Sabtu, 22 November 2025, sekiranya pukul 05.00 WIB setelah Aiptu Sarim melaksanakan kegiatan patroli di Wisata Kuliner Kampung Maranggi Plered,” ucapnya.

Kapolres  menceritakan, saat itu Aiptu Sarim hendak kembali ke Markas Polsek Plered untuk melaksanakan apel pagi. Namun, di tengah perjalanan, ia melihat Asih sedang membutuhkan pertolongan di pinggir jalan, tepatnya di depan Masjid Baiturrohim. Aiptu Sarim pun memutuskan berhenti dan menolong Asih.

“Saat dihampiri oleh Aiptu Sarim, dari informasi yang saya tahu, saat itu posisi kepala bayi sudah keluar, tapi belum ada pertolongan medis. Kami bersyukur, ibu dan bayi berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan dalam keadaan sehat,” ungkapnya, Minggu (23/11/2025)

Petugas medis yang tiba di lokasi lantas mengevakuasi Asih dan bayi perempuan tersebut ke Puskesmas Plered.

“Kami mengapresiasi respon cepat personel Polsek Plered dalam membantu warga yang membutuhkan. Polri hadir guna memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Polisi bukanlah Profesi, melainkan sebuah janji untuk melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat,” Ungkapnya.

Tindakan sigap dan cepat dari anggota Polsek Plered tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar karena telah membantu menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

Ayah Tiri TSK Pembunuh Alvaro Ditemukan Meninggal di Sel Tahanan

(Ilustrasi shutterstock)

Jakarta Selatan (ANTARA) – Maspolin.id|| Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada pelaku pembunuhan yang juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI).

“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya,” kata Dokter Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Dokter Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Farah menjelaskan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher.

“Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan kasus gantung (diri),” katanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah mengajukan kepada keluarga untuk dilakukan autopsi kepada jenazah.

“Kami juga mengajukan kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga,” katanya.

Kepolisian membenarkan pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana.

“Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Budi mengatakan awalnya pada Minggu (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, tersangka izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana.

Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti.

“Jam 09.00 WIB pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi kunci inisial G melihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah melihat tersangka dalam kondisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri,” ucapnya.

Kepolisian mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) karena cemburu dengan istrinya.

Dari proses pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional dan niat untuk melakukan balas dendam yang berawal dari rasa cemburu.

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Agus Salim

 

Antara

bjak/mpl/ay

Polda Metro Jaya Ungkap Pembunuh Alvaro Adalah Ayah Tirinya

Foto Alvaro Kiano Nugroho, cucunya Tugimin yang sudah 8 bulan hilang. Foto: Jonathan Devin/kumparan

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, adalah ayah tiri.

“Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro.

Setelah itu, kepolisian melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.

“Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro,” ujar Nicolas.

Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis “deoxyribonucleic acid” (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.

Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Sebelumnya, polisi telah menemukan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi meninggal dunia.

Polsek Pesanggrahan menyatakan tersangka dalam kasus hilangnya Alvaro itu juga sudah ditangkap untuk dimintai keterangan.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memberikan banyak keterangan terkait penyebab meninggalnya korban karena kasus tersebut masih dilakukan pendalaman.

Kepolisian menyebutkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari dan tidak tersimpan menjadi salah satu kendala dalam pencarian anak tersebut.

Selain itu, keluarga juga melaporkan hilangnya Alvaro tidak tepat pada hari kejadian itu berlangsung.

Akan tetapi, polisi terus berupaya mencari informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, dan pesan langsung atau direct message (DM) pada media sosial Instagram, serta saluran aduan Kapolsek.

Alvaro terhitung hilang selama delapan bulan. Keberadaannya sudah tidak terdeteksi sejak Kamis, 6 Maret 2025.

Sementara itu, kakek korban Tugimin (71) menduga Alvaro diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Rr. Cornea Khairany

 

 

Antara

bjak/mpl/ay

 

Polda Metro Jaya Ungkap Kronologi Kematian Alvaro Hingga Ditemukan di Bogor

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) dengan cara dibekap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin, menjelaskan hal tersebut diakui oleh tersangka yang berawal menculik korban AKN.

“Saat membawa korban dari salah satu masjid di wilayah Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap sampai meninggal dunia,” katanya.

Setelah korban meninggal, tersangka membungkus jenazah dengan tas plastik berwarna hitam, dan membuang di wilayah Tenjo, Bogor.

“Tepatnya di jembatan Cilalay, pada tanggal 9 Maret 2025 pada malam hari, atau tiga hari setelah diketahui AKN hilang,” kata Budi.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan korban ditemukan berdasarkan saksi-saksi kunci yang sudah diperiksa.

“Ada satu saksi inisial G yang mana saksi kunci itu yang diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu. Tapi untuk isinya dia menyatakan bahwa dia tidak tahu dan disampaikan oleh tersangka bahwa isinya bangkai hewan,” katanya.

Kemudian setelah dilakukan rekonstruksi ulang, saksi tersebut menunjukkan tempat bungkusan plastik itu dibuang.

“Selanjutnya setelah dibantu dengan unit K-9 dari Mabes Polri dan juga dari Polda Metro Jaya, kita menemukan adanya kerangka manusia yang diduga korban AKN,” kata Ardian.

Polres Metro Jakarta Selatan menyebutkan ayah tiri sekaligus pelaku pembunuhan anak Alvaro Kiano Nugroho (6), Alex Iskandar (AI) sempat menyimpan mayat Alvaro selama tiga hari di garasi mobil.

“Ada informasi katanya jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh tersangka ini. Baru tiga hari kemudian dibuang ke Tenjo, Bogor,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Ardian mengatakan awalnya pembunuhan terjadi pada Kamis (6/3) di rumah pelaku yang berada di Tangerang. Namun, usai aksi keji tersebut, pelaku langsung menyembunyikan mayat di garasi mobil.

“Nah, setelah itu tidak langsung dibuang ke Tenjo, tiga hari ditaruh di garasi. Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari di situ,” ucapnya.

Lalu, pada Senin (9/3), jenazah dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo tepatnya di bawah jembatan.

 

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Hisar Sitanggang

 

Antara

bjak/mpl/ay

39 Kasus Vape Etomidate Diungkap dan 61 Tersangka Diamankan Sepanjang Tahun 2025

Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso

JAKARTA – Maspolin.id|| Sepanjang tahun 2025, Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri telah berhasil melakukan pengungkapan 39 kasus vape etomidate. Dari pengungkapan tersebut, 61 tersangka berhasil ditangkap.

“Polri selama kurun tahun 2025 dalam pemberantasan Etomidate yang telah diungkap sebanyak 39 kasus, 61 tersangka dengan menyita barang bukti sebanyak 28.331,54 gram,” ujar Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso di Mabes Polri, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Eko mengatakan, vape etomidate merupakan narkoba yang diimpor dari luar negeri. Dari pengungkapan yang sudah dilakukan, terdapat satu kasus menonjol di mana asalnya dari Malaysia.

Eko menyebut, pengendali kasus tersebut beroperasi di Malaysia. Kasus ini diungkap oleh Polres Bandara Soetta dengan modus penyelundupan ribuan cartridge liquid Etomidate melalui jalur bandara.

“Benar, dalam kasus penyelundupan skala besar, vape Etomidate atau bahan bakunya mayoritas diimpor, diselundupkan ke Indonesia melalui jaringan internasional,” ungkapnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Tegaskan Penyelarasan Visi dengan Kebijakan Pemerintah, Apel Kasatwil Polri 2025 Dibuka

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka Apel Kasatwil Polri Tahun 2025 yang digelar di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2025). Kegiatan tersebut digelar untuk menyatukan arah dan visi jajaran kepolisian dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 

Apel tahun ini diikuti sebanyak 631 peserta, mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, para Kapolda, Karo Ops, hingga para Kapolres dari seluruh Indonesia. Setelah lagu Indonesia Raya dikumandangkan, Kapolri secara simbolis membuka kegiatan dengan menancapkan tongkat pada podium seremoni. Ia didampingi oleh Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Prof Jimly Asshiddiqie dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Sejumlah pejabat tinggi Polri turut hadir, diantaranya Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada, Kabaintelkam Polri Komjen Yuda Gustawan, Kabaharkam Polri Komjen Karyoto, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono, Dankorbrimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Astamaops Kapolri Komjen Fadil Imran, Kadivpropam Polri Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Polri Irjen Sandi Nugroho serta Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri. Selain itu, perwakilan atase kepolisian dari berbagai negara sahabat diantaranta Australia, Amerika Serikat, China, Filipina, Jepang, Malaysia, dan Prancis juga turut mengikuti kegiatan ini.

Setelah pembukaan oleh Kapolri, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Prof Jimly dijadwalkan menyampaikan sambutan. Agenda lainnya meliputi pemutaran video prototipe bangunan Polri dan penandatanganan maket gedung polda, polres, dan polsek. Kapolri juga akan meninjau berbagai kendaraan taktis Brimob dan kendaraan Pamapta Polri yang dipamerkan di lokasi.

Apel Kasatwil 2025 berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (26/11). Menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, tahun ini apel mengangkat tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat.” Para peserta akan mendapatkan pemaparan dari sejumlah narasumber strategis untuk memperkuat arah kebijakan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Apel Kasatwil menjadi momen penting bagi institusi kepolisian untuk mempertegas langkah-langkah strategis dan meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan,” ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan Polri sebagai instrumen negara dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mempererat kemitraan dengan masyarakat. “Dengan Apel Kasatwil 2025, Polri diharapkan semakin optimal dalam menjalankan perannya menjaga keamanan dan mendukung pembangunan nasional,” pungkasnya.

Apel Kasatwil, Perkuat Semangat Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam acara Apel Kasatwil di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Dalam pengarahannya, Sigit menyinggung soal semangat Polri dalam meningkatkan pelayanan prima untuk seluruh masyarakat. Menurut Sigit, Apel Kasatwil ini sendiri juga membahas untuk melakukan penguatan internal Kepolisian. Kegiatan ini juga mengingat kembali doktrin Tribrata dan Catur Prasetya.

“Intinya yang kita harapkan pada apel kasatwil ini tentunya ini menjadi semangat Polri untuk kemudian konsolidasikan ulang dan kemudian mewujudkan institusi Polri yang responsif, adaptif dan kemudian betul-betul bisa mewujudkan institusi Polri seperti apa yang diharapkan masyarakat,” kata Sigit di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (24/11/2025).

Apel Kasatwil bertajuk ‘Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat’ ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda selama tiga hari ke depan.

“Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri,” ujar Sigit.

Kapolri mengatakan, Apel Kasatwil juga menjadi wadah untuk melakukan refleksi apa saja yang sudah dilakukan dan melakukan perbaikan terhadap segala kekurangan yang ada. Di antaranya merespons Komisi Percepatan Reformasi Polri.

“Semangat upaya Polri untuk respons komisi reformasi ini juga bagian dari upaya kita lakukan perbaikan,” ucap Kapolri.

Dalam kesempatan ini, Kapolri menyebut, selain menghadirkan pembicara dalam negeri, Apel Kasatwil juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia.

Kedepannya, imbuh Kapolri, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.

“Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak  kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ucap Kapolri.

Lebih jauh, Apel Kasatwil ini juga melaunching seragam Pamapta. Hal ini merupakan simbol komitmen Polri yang terus merespons cepat pengaduan masyarakat dengan memanfaatkan pelayanan digital 110.

“Sehingga saat ada pengaduan, Polri bisa segera turun, termasuk bagaimana kita menguatkan interaksi pelayanan kehadiran kita di tengah-tengah masyarakat. Tadi kita juga perkenalkan beberapa model paket terkait pelayanan kepolisian ke depan. Supaya masyarakat lebih mudah dapatkan pelayanan,” pungkas Kapolri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Pelaku Pembunuhan Nakes Kiwirok Berhasil Ditangkap di Keerom

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Maam Taplo, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel, pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom.

Jayapura, PAPUA – Maspolin.id|| Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Keerom berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) Maam Taplo, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XV Ngalum Kupel, pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan personel.

Maam Taplo masuk dalam DPO berdasarkan DPO nomor DPO/22/X/2021/Dit Reskrimum dan Laporan Polisi Nomor LP/17/IX/2021/Papua/Res Peg Bintang, terkait aksi brutalnya terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kiwirok pada 13 September 2021.

Penangkapan diawali saat tim melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Kemudian tim berhasil mengamankan pelaku Maam Taplo di Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom, tanpa perlawanan.

Dari hasil penyelidikan awal, pelaku diketahui meninggalkan Kiwirok menuju Jayapura pada Agustus 2025 dengan dalih berobat ke RS Vanimo, Papua Nugini, menggunakan surat rujukan dari Puskesmas Kiwirok karena mengalami pembengkakan pada perut.

Setelah diamankan, pelaku Maam Taplo segera dibawa ke Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan lanjutan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Maam Taplo diketahui terlibat langsung dalam sejumlah tindakan kekerasan dan penyerangan, termasuk:

1. Pembunuhan dan Penganiayaan Berat Terhadap Nakes di Kiwirok
Korban meninggal dunia:
– Sdri Gabriella Meilani, mengalami luka bacok di kepala, leher, serta luka tusuk di perut.

Korban luka-luka (10 orang):
– Dr. Restu Pamangi (patah tulang lengan kanan)
– Sdri Siti Khotijah
– Sdr Martinus Deni Satya
– Sdr Lukas Luji (luka memar)
– Sdr Emanuel Abi (luka panah di ketiak)
– Sdr Patra (luka memar)
– Sdri Katrianti Tandiala (luka tusuk di kemaluan dan paha kanan, lebam wajah)
– Sdri Christina Sampe Tonapa (luka tusuk di sekujur tubuh)
– Sdr Marcelinus Ola Atanila (luka memar)
– Sdr Gerald Sokoy

2. Pembakaran Fasilitas Umum di Kiwirok. Adapun Beberapa gedung yang dibakar:
•    Bank Papua
•    Puskesmas
•    Pasar
•    Perumahan Puskesmas
•    Kantor Distrik

Tak hanya itu, ia juga terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan lainnya seperti, penembakan di Lapangan Terbang Kiwirok, penembakan terhadap Pos Brimob Resimen III dan personel Satgas Kodim Yonif 431/SSP Pos Okbibab serta Kontak tembak dengan personel Yonif PR 431/SSP di Pos Kiwirok yang menyebabkan Prada Beryl Kholif A.R meninggal dunia.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim dalam menangkap salah satu pelaku kejahatan kemanusiaan di Kiwirok.

“Penangkapan ini merupakan langkah penting dalam menegakkan hukum dan memberikan keadilan bagi para korban. Pelaku dengan rekam jejak kekerasan seperti ini harus mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya.”

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menegaskan bahwa operasi akan terus dilanjutkan untuk mengejar anggota KKB lainnya.

“Kami terus memantau pergerakan jaringan KKB dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan akan dilakukan tanpa kompromi,” tutup Wakaops.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Masker Dibagikan ke Warga Terdampak Abu Vulkanik Semeru

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali memicu sebaran abu vulkanik di sejumlah titik jalur penghubung desa terdampak Tim SAR Polda Jawa Timur turun langsung ke lapangan dengan membagikan masker kepada para pengendara yang melintas, Minggu (23/11/2026).

Pantauan di lokasi, abu vulkanik cukup tebal di beberapa ruas sehingga mengganggu jarak pandang dan membuat pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan. Pembagian masker dilakukan di titik-titik rawan, terutama pada jalur Jembatan Gladak Perak (Piket Nol) yang menghubungkan Lumajang dan Malang

Menurut petugas, langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa beraktivitas tanpa terganggu dampak abu yang dapat menyebabkan iritasi pernapasan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pembagian masker merupakan respons cepat jajaran kepolisian terhadap kondisi lapangan pasca-peningkatan aktivitas Semeru.

“Personel SAR Polda Jatim kami terjunkan untuk membantu masyarakat, salah satunya dengan membagikan masker agar para pengendara tetap bisa bernafas dengan nyaman meski melintas di area terdampak abu vulkanik,” ujar Abast.

Abast menegaskan bahwa Polda Jatim terus memonitor perkembangan aktivitas vulkanik Semeru dan berkoordinasi dengan BPBD serta instansi terkait lainnya.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada, mematuhi rambu-rambu keselamatan, dan menggunakan perlindungan diri saat beraktivitas di luar rumah, terutama yang berada di sekitar wilayah terdampak,” tambahnya.

Hingga saat ini, situasi lalu lintas di sekitar lokasi terdampak masih dapat dikendalikan, meski petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi peningkatan abu vulkanik maupun perubahan kondisi cuaca.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/gg

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kg Narkoba Jenis Etomidate Asal Malaysia

BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran narkotika jenis baru, Etomidate, seberat...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.