Kapolda NTT Pimpin Ribuan Pasukan Amankan “Tour de Entete Turangga 2025”

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.,

KUPANG, NTT – Maspolin.id|| Polda NTT secara resmi menggelar Upacara Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan “Tour de Entete Turangga 2025” yang dipusatkan di Lapangan Mapolda NTT, Kupang, pada Selasa pagi (9/9/25).

Dipimpin langsung oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., Operasi ini merupakan bentuk kesiapan Polri dalam mengamankan salah satu event olahraga internasional bergengsi yang bukan hanya menonjolkan kompetisi balap sepeda, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan keindahan alam, budaya, dan keramahan masyarakat NTT ke mata dunia.

Sebagai tanda dimulainya operasi, Kapolda NTT menyematkan Pita kepada perwakilan peserta Operasi.

Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko menegaskan bahwa pengamanan event berskala internasional seperti Tour de Entete 2025 tidak bisa dianggap sebagai kegiatan rutin biasa.

“Tour de Entete ini bukan sekadar lomba balap sepeda. Ini adalah etalase dunia untuk menunjukkan kekayaan alam, kearifan lokal, dan keramahan masyarakat NTT yang menjadi kebanggaan Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai negara. Maka, pengamanan harus kita laksanakan secara optimal, profesional, humanis, dan penuh rasa tanggung jawab,” ungkap Irjen Pol Rudi Darmoko.

Operasi “Tour de Entete Turangga 2025” akan dilaksanakan mulai 8 hingga 23 September 2025, mencakup pengamanan di tiga pulau besar di Provinsi NTT, yaitu Pulau Timor, Pulau Sumba, dan Pulau Flores, dengan jarak tempuh mencapai ±1.461 km. Operasi ini melibatkan 17 Polres/TA, serta dikerahkan 4.309 personel Polri yang bekerja sama dengan personel dari instansi terkait, termasuk TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Linmas.

Untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan efektif dan efisien, Polda NTT membentuk tujuh satuan tugas (Satgas) yaitu: Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcar Lantas, Satgas Tindak, Satgas Gakkum, Satgas Humas, dan Satgas Banops, yang bekerja secara terintegrasi dari tingkat Polda hingga Polres.

Irjen Pol Rudi Darmoko juga menyoroti pentingnya antisipasi terhadap berbagai tantangan geografis dan potensi bencana alam di wilayah NTT, seperti banjir, tanah longsor, serta aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.

“Kondisi geografis kita tidak mudah, wilayah berbukit dan pegunungan, rawan longsor dan banjir. Namun kita harus tetap mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta, official, panitia, dan masyarakat. Pengamanan ini bukan hanya soal teknis, tetapi bentuk pelayanan terbaik dari negara,” tambahnya.

Dalam rangka memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan operasi ini, Kapolda memberikan lima penekanan penting yang wajib dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personel yang terlibat:

“Event ini disorot dunia. Maka keberhasilan pengamanan Polri akan berdampak langsung pada citra positif Indonesia di mata internasional,” ungkap Kapolda NTT.

Mengakhiri amanatnya, Kapolda NTT menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh personel yang akan bertugas, serta memberikan semangat dalam mengemban tanggung jawab besar demi suksesnya event ini.

“Dengan semangat, kebersamaan, sinergi, dan komitmen kita semua, saya percaya Operasi Tour de Entete Turangga 2025 dapat berjalan aman, tertib, dan sukses. Selamat bertugas, tetap semangat, dan jadilah kebanggaan institusi dan negara,” tutup Kapolda NTT. (pt/hn/rs)

 

red/mpl/sc

Lima Buron Nomor Satu Sri Lanka Ditangkap Jatanras Polda Metro

Dokumentasi Polda Metro Jaya

JAKARTA – Maspolin.id|| Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Hubinter (Interpol) Mabes Polri, dan Kepolisian Khusus Sri Lanka menangkap lima buronan kelas kakap di salah satu apartemen kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kelima orang tersebut menjadi buronan karena terlibat kasus peredaran narkoba dan beberapa pembunuhan di Srilanka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi menerangkan, Lebih lanjut Ade Ary menerangkan, salah satu yang ditangkap adalah tokoh dunia bawah tanah Sri Lanka, Mandinu Padmasiri alias Kehelbaddara Padme. Dia dikenal sebagai penjahat terorganisasi yang cukup ditakuti di negaranya.

“Salah satunya tokoh dunia bawah tanah, penjahat terorganisasi terkenal Mandinu Padmasiri, alias ‘Kehelbaddara Padme’, dan anggota geng yang dikenal dengan ‘Commando Salintha’, ‘Backhoe Saman’, ‘Thembili Lahiru’ dan Kudu Nilantha,” jelas Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/9/25).

Ia mengemukakan, setalah dilakukan penangkapan, Polda Metro Jaya menyerahkan para pelaku ke kepolisian Srilanka di Bandara Internasional Bandaranaike (BIA) di Katunayake. Kelimanya kemudian langsung dibawa ke negaranya untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dan dikawal ketat oleh Departemen Investigasi Kriminal (CID) untuk proses lebih lanjut,” ujar Kombes Pol. Ade Ary. (ay/hn/rs)

 

bjak/mpl/apl

Satlantas Depok Ingatkan Pengendara Hindari Exit Tol Cibubur Antisipasi Macet Jambore Pramuka Muslim Sedunia

Exit Tol Cibubur

KORLANTAS POLRI, Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Satlantas Polres Metro Depok mengimbau masyarakat untuk menghindari Exit Tol Cibubur menuju Buperta saat berlangsungnya World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025, pada 9–14 September 2025.

Imbauan ini disampaikan untuk meredam potensi kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore, karena ribuan peserta dari berbagai negara akan berkegiatan di lokasi.

“Satlantas Polres Metro Depok mengimbau kepada masyarakat untuk menghindari Exit Tol Cibubur–Buperta Jambore pada 9–14 September 2025, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja,” tulis akun Instagram resmi Satlantas Polres Metro Depok.

Satlantas Polres Metro Depok bersama Satlantas Jakarta Timur menyiapkan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di sekitar lokasi acara. Masyarakat juga diimbau menggunakan jalur alternatif dan mengatur perjalanan agar tidak terjebak kemacetan di kawasan Buperta.

“Mari bersama-sama jaga kelancaran lalu lintas dengan mengatur perjalanan Anda dan mencari jalur alternatif,” tulisnya lagi.

Massa peserta Jambore mencapai lebih dari 15 ribu orang dari 16 negara yang berbeda, sehingga mobilisasi yang tinggi berpotensi membuat panjang antrean kendaraan masuk ke Buperta. Oleh karena itu, masyarakat diminta merencanakan perjalanan dan memilih jalur alternatif jika hendak melewati kawasan acara.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sc

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025. Rapat tersebut membahas langkah-langkah percepatan program pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya usai rapat menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan yang telah dirancang. Menurutnya, kebijakan yang ada saat ini perlu dioptimalkan agar dampaknya lebih cepat dirasakan masyarakat.

“Kebijakan-kebijakan yang ada sekarang itu kelihatannya belum terlalu lancar diselenggarakan. Dan tadi rapat menentukan atau memutuskan untuk mempercepat semuanya. Itu dulu yang pertama. Jadi harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat,” ujar Purbaya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga defisit fiskal sesuai ketentuan undang-undang, yakni maksimal di level 3 persen. “Kita akan mengikuti undang-undang yang ada. Itu kan bukan keputusan saya. Keputusan pemerintah secara keseluruhan. Kita ikuti undang-undang yang ada,” jelasnya.

Lebih lanjut, Purbaya menepis anggapan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan otomatis memicu inflasi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan berada di kisaran 6,5 hingga 6,7 persen masih dalam batas aman.

“Jadi nggak otomatis defisit APBN menyebabkan inflasi atau belanja menyebabkan inflasi. Tidak otomatis. Jadi kita lihat sisi-sisi yang lain, kapasitas ekonominya untuk menciptakan pertumbuhan seperti apa,” ucapnya.

Terkait stimulus tambahan, ia menyebut pemerintah sedang menyiapkan percepatan implementasi program yang ada agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja. “Kuncinya di situ. Berapa cepat kita bisa memulihkan ekonomi sehingga lapangan kerja ada banyak. Itu yang kita kejar nanti ke depan,” tegasnya.

Selain itu, Purbaya juga menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan Bank Indonesia agar kebijakan yang ditempuh tidak mengganggu likuiditas sistem perbankan. (BPMI Setpres)

red/mpl/pr

Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu Diungkap Polisi

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepolisian berhasil mengungkap motif di balik pembunuhan sadis satu keluarga di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu. Lima anggota keluarga itu ditemukan terkubur dalam satu liang di rumah mereka, Senin (1/9/2025) lalu.

Pelaku berinisial R (35) dan P (29), warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, Indramayu. R menjadi otak dari aksi pembunuhan ini karena dendam terhadap korban Budi Awaludin (45).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, rasa kesal itu muncul setelah R menyewa mobil Avanza kepada Budi dengan uang Rp750 ribu. Namun, ketika hendak mengambil mobil tersebut, kendaraan ternyata mogok. “Motif pembunuhan bermula dari rasa dendam tersangka R kepada korban Budi Awaludin. Sebelumnya, R merental mobil Avanza kepada Budi dengan memberikan uang sewa sebesar Rp750.000. Namun saat akan mengambil mobil yang disewa, kendaraan tersebut ternyata mogok,” ujar Hendra, Selasa (9/9/2025).

R kemudian meminta uangnya kembali, tetapi Budi menolak dengan alasan sudah digunakan untuk membeli sembako. Dari situlah muncul niat membunuh. Pada Kamis (28/8/2025) malam, R mengajak P dengan iming-iming uang. Sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari, mereka mendatangi rumah korban sambil membawa pipa besi.

“R memukul kepala korban Budi Awaludin lalu menghabisi korbal lain, sedangkan P menenggelamkan bayi B ke bak mandi,” ungkap Hendra.

Lima korban yang ditemukan tewas adalah Budi Awaludin (45), istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7) dan bayi B (8 bulan), serta ayah Budi, Sahroni (76). Seluruh jasad dikuburkan di lubang berukuran panjang 4 meter, lebar 1,5 meter, dan kedalaman 4 meter di halaman belakang rumah.

Usai menghabisi korban, kedua pelaku mengepel lantai rumah untuk menghapus bercak darah, lalu membawa kabur uang, dua mobil, serta perhiasan milik keluarga Budi. Pipa besi yang digunakan dibuang ke Sungai Cimanuk.

Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang menuturkan, R merupakan seorang residivis. Setelah melarikan diri hingga ke Surabaya, keduanya ditangkap saat berencana kabur menjadi anak buah kapal. “Pihaknya juga masih mendalami apakah R berencana membunuh semua korban atau hanya diawali oleh R” kata Fajar.

Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menambahkan, korban dan pelaku sebenarnya saling kenal. “Hubungan korban dan pelaku hanya saling kenal dan pernah bekerja bersama dengan salah satu korban di salah satu bank,” ujarnya.

Warga sekitar menjadi saksi pertama yang menemukan tanda-tanda keberadaan jasad korban. Ema (55), kerabat korban, mencium bau busuk dari arah rumah. “Awalnya kami curiga karena keluarga Sachroni tidak bisa dihubungi sejak beberapa hari. Rumah juga sepi tanpa aktivitas,” kata Ema.

Kecurigaan makin kuat saat ia bersama tetangga mendobrak pintu rumah. Dari arah belakang, tercium bau menyengat dari gundukan tanah di bawah pohon nangka. “Pas dilihat lebih dekat, terlihat kaki manusia muncul dari tanah. Itu jasad Haji Sachroni. Saya langsung minta tolong,” ucapnya.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus yang mengguncang warga Indramayu ini. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

bjabar/mpl/adr

Gasak Rp4,5 Miliar, Polisi Bekuk WNA Asal Tiongkok di Tangerang

Tangerang Kota – Maspolin.id|| Polisi meringkus dua dari tiga Warga Negara Tiongkok yang melakukan aksi pencurian Rumah kosong di perumahan kawasan Lippo Karawaci, Kelurahan
Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang. Para tersangka itu adalah Feng Shangwei (49) dan Huang Xiaobo (39).

Kapolresta Tangkot, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, dalam kasus ini para pelaku menggasak aset Rp4,5 miliar. Polisi pun masih melakukan pengejaran terhadap seorang DPO yang berhasil melarikan diri ke Negaranya berinisial CW (40).

“Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 25 Agustus 2025 lalu. Pemilik rumah Liana langsung melaporkan kejadian pencurian dengan pemberatan tersebut ke Polsek Jatiuwung dan diteruskan ke Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota,” jelasnya, Selasa (9/9/25).

Kapolres mengungkapkan, para pelaku ini melancarkan aksinya secara random. Mereka mengaku baru pertama kali melakukan pencurian dengan menyasar rumah kosong yang ditinggalkan oleh pemiliknya.

Menurut Kapolres, 2 pelaku masuk ke rumah korban dengan memanjat pagar dan merusak pintu kemudian menggasak barang berharga.

“Setelah berhasil masuk ke kamar korban di lantai dua, para pelaku merusak brankas dan mengambil logam mulia, uang tunai dolar AS dan Rupiah, serta perhiasan senilai total Rp4,5 miliar rupiah,” ungkapnya.

Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota bersama Reskrim Polsek Jatiuwung langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) termasuk memeriksa saksi dan CCTV di lokasi serta riwayat perjalanan para pelaku ini. Usai melakukan aksinya, para pelaku menggunakan jasa taksi menuju bandara Soekarno-Hatta untuk meninggalkan wilayah Indonesia sekitar pukul 23.30 WIB tujuan Shanghai.

“Identitas para pelaku merupakan WNA ini diketahui sejak tanggal 20 Agustus 2025 menginap di salah satu hotel di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat,” ungkap Kombes Pol. Jauhari.

Berdasarkan informasi tersebut, tim gabungan segera berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta
dan Satreskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta untuk mengamankan para pelaku. Satu pelaku berinisial CW (40) berhasil meloloskan diri lantaran telah berangkat terlebih dahulu ke negara asalnya.

Sedangkan Feng Shangwei (49) dan Huang Xiaobo (39) berhasil ditangkap di saat hendak naik pesawat di Bandara.

“Kita telah berkoordinasi dengan Divhubter / Interpol untuk menangkap pelaku DPO. Saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan mendalam dan mendekam di sel Mapolres Metro Tangerang Kota. Pasal yang disangkakan 363 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara,” ujar Kapolres.

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

Tangkap Seorang Kurir Jaringan Internasional, Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 14 Kg Sabu di Aceh

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu seberat 14 kilogram (kg) di Jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Alue Pineung, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh. Dalam operasi tersebut, satu orang kurir berinisial MD alias Songket berhasil ditangkap.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa penangkapan kurir tersebut dilakukan pada Senin (8/9/2025) dini hari.

Kurir narkoba berinisial MD alias Songket

“Peran tersangka kurir penjemput (mengambil dan membawa narkotika jenis sabu),” kata Eko Hadi dalam keterangannya kepada wartawan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diterima Satgas Narcotics Investigation Center (NIC) dari masyarakat terkait adanya peredaran sabu dan ekstasi dari Malaysia melalui jalur laut di perairan Aceh. Berbekal informasi tersebut, Satgas NIC bersama Subdit IV Direktorat Narkoba Bareskrim Polri, Polres Langsa, dan Bea Cukai segera melakukan penyelidikan terhadap target di Aceh Tamiang.

Pada Senin, 8 September 2025, pukul 00.20 WIB, tim gabungan berhasil mengamankan MD alias Songket yang berperan sebagai Kuda Bawah. Penangkapan tersebut dilanjutkan dengan penggeledahan.

Kemudian tim berhasil mengamankan narkotika jenis sabu sebanyak 14 bungkus di dalam satu karung, ujar Brigjen Eko Hadi.

Penangkapan ini merupakan bukti nyata dari kerja keras dan sinergi antara Polri dan instansi terkait, serta peran penting informasi dari masyarakat, dalam memberantas peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polda Jatim Tangkap 2 Provokator yang Kerahkan 70 Orang Membakar Gedung Grahadi

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Polda Jawa Timur mengamankan dua orang diduga provokator dalam perusakan dan pembakaran Gedung Negara Grahadi saat aksi unjuk rasa di Surabaya pada 29–30 Agustus 2025.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan kedua pelaku mengaku mengerahkan sekitar 70 orang untuk melakukan aksi perusakan.

“Dua pelaku ini mengaku menggerakkan massa kurang lebih 70 orang untuk bersama-sama merusak Gedung Grahadi,” ujarnya, Senin (8/9/2025).

Meski belum merinci identitas mereka, Jules menyebut keduanya berprofesi sebagai wiraswasta dan diduga menyebarkan pamflet, ujaran kebencian, serta provokasi yang memicu tindakan anarkis. Saat ini, kepolisian masih mendalami peran keduanya, termasuk soal klaim pengerahan massa.

Latar belakang dua orang itu, wiraswasta. Dia membuat pamflet menyebarkan ujaran kebencian di media. Provokasi, kegiatan-kegiatan. Atau kegiatan melawan hukum, atau tindakan anarkis, jelasnya.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah menetapkan 33 tersangka terkait kericuhan 29–31 Agustus 2025, yang berujung perusakan di sejumlah titik serta pembakaran Gedung Negara Grahadi, Mapolsek Tegalsari, dan 29 pos polisi.

Selain itu, Polda Jatim juga menetapkan sembilan tersangka dalam kasus pembakaran sisi barat Gedung Grahadi, terdiri dari satu orang dewasa dan delapan anak berhadapan dengan hukum.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/ls

Atas Dedikasi dan Pengorbanannya Empat Polisi Polda Jabar Naik Pangkat Luar Biasa

(Foto: Bid Humas Polda Jabar).

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Empat anggota KepolisiaDaerah Jawa Barat (Polda Jabar) mendapat kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) atas dedikasi, keberanian, dan pengorbanan mereka saat bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Jabar.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Telegram Kapolri ST/1192/IX/KEP./2025, sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa mereka. Upacara penyematan pangkat dipimpin langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan di Lapangan Mapolda Jabar, Senin (8/9/2025).

(Foto: Bid Humas Polda Jabar)

Hadir dalam acara itu Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, Irwasda Polda Jabar Brigjen Pol Rinto Prastowo, pejabat utama, serta seluruh personel Polda Jabar.

Adapun empat anggota yang menerima kenaikan pangkat luar biasa ialah Kompol Nova Bhayangkara (Kasatreskrim Polres Cianjur), Ipda Sandy Tatiady Koswara (Satintelkam Polres Karawang), Briptu Sherlyta Putri Rabbania (Ditsamapta Polda Jabar), serta Briptu Adzulfaqqor (Satintelkam Polres Indramayu). Keempatnya mengalami luka saat bertugas, sehingga dianggap layak menerima penghargaan tersebut.

“Luka yang mereka alami bukan kelemahan, melainkan bukti nyata pengabdian. Kenaikan pangkat luar biasa ini adalah simbol penghormatan negara atas keberanian dan loyalitas yang mereka tunjukkan. Jadikan momen ini sebagai inspirasi dan teladan bagi seluruh anggota Polri untuk terus berbuat yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan dalam amanatnya.

Upacara KPLB ini menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian penuh risiko, namun dengan keberanian dan integritas, anggota Polri diyakini mampu menjalankan amanah menjaga keamanan, ketertiban, serta persatuan bangsa.

Polda Jabar berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk meningkatkan dedikasi dan pengabdian dalam setiap tugas.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/adr

Supian Suri Minta Siskamling Diaktifkan Kembali

Suasana acara kunjungan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Aula Edelweiss, Gedung Balai Kota Depok. (Foto : Diskominfo Depok)

Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Wali Kota Depok, Supian Suri, meminta agar kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) diaktifkan kembali di seluruh wilayah Kota Depok. Hal ini disampaikan dalam acara kunjungan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Aula Edelweiss, Gedung Balai Kota Depok, Senin (08/09/25).

Menurutnya, saat ini di beberapa wilayah kelurahan masih ada pos Siskamling yang berjalan. Namun, pelaksanaannya belum massif seperti pada masa lalu. Untuk itu, ia mendorong agar jajaran pemerintah bersama masyarakat dapat menghidupkan kembali kegiatan tersebut.

“Saya minta Pak Sekda menyiapkan instruksi atau edaran khusus terkait pengaktifan kembali Siskamling. Sebelumnya memang sudah ada surat edaran tindak lanjut arahan dari Menteri, tapi untuk Siskamling perlu kita buatkan edaran tersendiri,” ujarnya.

Dirinya juga menginstruksikan para camat untuk mendata keberadaan pos Siskamling di wilayah masing-masing. Dari total 928 RW yang ada di Depok, Bang Supian, sapaan akrabnya, meminta agar diketahui pos mana saja yang masih aktif dan mana yang belum berjalan.

“Saya minta setiap camat minimal mendatangi satu pos Siskamling di wilayahnya. Yang masih aktif akan kita apresiasi, sementara yang belum aktif harus kita dorong agar kembali berjalan,” ujarnya

“Jangan sampai kita memulai dari nol, karena sebenarnya ada yang masih rutin berjalan, bahkan Polres Depok juga mengadakan lomba Siskamling di tiap RW,” tegasnya.

Dikatakannya, pengaktifan kembali Siskamling merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Depok.

Menurutnya, peran serta masyarakat menjadi kunci penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan masing-masing.

“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kota ini. Siskamling bukan hanya soal keamanan, tapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tandas Bang Supian.

 

Pemkot Depok

bjabar/mpl/he

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.