Gubernur DKI Pramono Pastikan Aktivitas Jakarta Kembali Normal

(Foto: Reza Pratama Putra)

JAKARTA – Maspolin.id|| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan kondisi Jakarta kembali normal usai aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari belakangan. Ini ditunjukkan dengan pulihnya kembali berbagai aktivitas di ibu kota.

 

“Jakarta sekarang sudah normal kembali,”

“Saya hadir hari ini, saya juga ingin menunjukkan kepada publik bahwa Jakarta sekarang sudah normal kembali. Ini yang menjadi penting,” ujar Pramono di Universitas Jakarta Internasional (UNIJI), Gedung Jakarta International Tower, Selasa (2/9).

Dikatakan Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung melakukan langkah percepatan pemulihan, salah satunya dengan mengoperasikan seluruh layanan moda transportasi publik seperti MRT, Transjakarta, dan LRT, sejak kemarin.

Semua layanan transportasi yang dikelola Pemprov DKI Jakarta pun digratiskan hingga 8 September, seiring dengan perbaikan seluruh halte Transjakarta dan stasiun MRT.

“Sekarang ini semua yang menggunakan transportasi yang dimiliki atau dikelola oleh Pemerintah Jakarta baik itu Transjakarta, kemudian MRT, mau kemana saja kami gratiskan sampai dengan tanggal 8 September,” katanya.

Terdapat 22 halte Transjakarta dan satu stasiun MRT yang terdampak aksi unjuk rasa. Salah satu fasilitas infrastruktur yang mengalami kerusakan parah yakni seperti Halte Senen.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono pun mengapresiasi kerja sama gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat dalam memperbaiki fasilitas yang rusak ini menunjukkan bahwa seluruh pihak turut menjaga bersama Jakarta.

Pramono juga menyoroti gerakan Jaga Jakarta yang kini mulai diikuti oleh berbagai kota lainnya, seperti Surabaya dan Kediri. Menurutnya, hal ini menunjukkan bangkitnya kembali rasa memiliki masyarakat terhadap tempat tinggal mereka.

“Saya bersyukur bahwa sekarang ini di Jakarta, gotong royongnya muncul lagi dan kuat sekali. Yang tidak pernah saya bayangkan selama ini, RT/RW-nya muncul, tokoh-tokoh masyarakatnya berkumpul, mereka mendeklarasikan untuk jaga kampung masing-masing,” jelasnya.

Kebersamaan untuk menjaga masing-masing wilayah ini dinilainya sangat penting dan menjadi kekuatan dalam kondisi seperti saat ini. Dengan demikian, situasi Jakarta kini bisa kembali normal.

“Sekarang kalau dilihat karena kerja keras, gotong royong, kebersamaan. Hampir semua orang kaget kok Jakarta kemarin sudah kelihatan normal. Apalagi hari ini,” tandas Pramono.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Polda Jabar Mohon Maaf Soal Dampak Pengamanan Aksi Unjuk Rasa

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf terkait dampak yang ditimbulkan saat pengamanan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di sejumlah lokasi sejak Sabtu hingga Minggu (30-31/8/2025). Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, kepolisian tetap berkomitmen menjaga keamanan.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk kembali tenang dan menahan diri. “Terima kasih kepada masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Jawa Barat yang terus menyampaikan imbauan agar kita bisa sama-sama tenang dan menjaga stabilitas keamanan, baik di Jawa Barat maupun Indonesia,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, dalam pengamanan aksi, sebanyak 54 anggota kepolisian mengalami luka. Meski begitu, Polda Jabar menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang mungkin terdampak, baik akibat gas air mata maupun benturan di lapangan.

“Mungkin karena gas air mata, sama-sama kita pedih di lapangan. Ada juga benturan saat menghalau tindakan anarkis. Kami mohon maaf karena kami pun terluka, banyak anggota yang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Polda Jabar mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, serta elemen pemuda untuk menggelar doa bersama demi keselamatan dan ketenangan wilayah Jawa Barat maupun Indonesia.

Polda Jabar berharap semua pihak dapat menahan emosi, mengutamakan kedamaian, dan menjaga situasi tetap kondusif demi kenyamanan masyarakat. Dengan adanya permohonan maaf ini, diharapkan dapat meredakan ketegangan dan menciptakan suasana yang lebih kondusif di Jawa Barat.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/he

Menurut Polisi, Kericuhan di Bandung Bukan Aksi Penyampaian Aspirasi

Gambar: Kabid Humas Polda Jabar

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Jawa Barat membeberkan perkembangan terbaru terkait kericuhan yang terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung dalam dua hari terakhir tepatnya pada Jumat (29/8) dan Sabtu (30/8) kemarin. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menjelaskan, secara rinci bagaimana aksi tersebut berlangsung, kerugian yang ditimbulkan, hingga proses penangkapan dan pembebasan sebagian orang yang diamankan.

Hendra menegaskan, bahwa apa yang terjadi dalam aksi demonstrasi dan berujung kericuhan di beberapa daerah bukan murni penyampaian aspirasi sebagaimana lazimnya unjuk rasa. Bahwa aspirasi ini hampir sama sekali tidak ada orasinya penyampaian pendapat. Tetapi tiba di lokasi pada umumnya langsung lempar-lempar, baik itu batu, kayu, maupun molotov. Ribuan molotov dari botol minuman keras dan juga benda-benda besi lainnya digunakan, ungkap Hendra di Mapolda Jabar, Minggu (31/8/2025).

Kericuhan ini menimbulkan kerugian besar. Hendra menyebutkan, banyak kendaraan milik masyarakat hingga fasilitas publik yang jadi sasaran dan dirusak massa yang berbuat kericuhan. Ada 10 unit kendaraan roda dua milik masyarakat, pedagang, tukang parkir, bahkan ojek online yang terbakar. Satu unit mobil di depan DPRD juga terbakar. Belum lagi pos-pos pelayanan masyarakat, CCTV, dan traffic light yang dirusak, jelasnya.

Hendra menuturkan, dari kejadian kericuhan di Kota Bandung yakni di kawasan Jalan Diponegoro di depan Gedung Sate dan Kantor DPRD, ada 147 orang yang diamankan petugas. Dari jumlah itu, 110 orang merupakan orang dewasa dan 37 lainnya adalah anak di bawah umur. 147 orang itu diamankan petugas saat melakukan aksi selama dua hari dengan rincian 23 orang di tanggal 29 Agustus dan 124 orang di tanggal 30 Agustus. Untuk mereka yang diamankan di tanggal 29, Hendra menyebut pihaknya telah membebaskan yang bersangkutan.

Selama berada di kantor polisi, Hendra memastikan para remaja tersebut justru mendapat perhatian dan pembinaan. ‘Mereka kita rawat, kita berikan makanan, dan kita berikan perawatan kesehatan. Yang penting pembinaan ini masuk agar mereka tidak ikut terlibat lagi, katanya. Adapun sisa dari orang-orang yang diamankan, akan menyusul untuk dipulangkan pada Senin (1/9) besok.

Hendra menekankan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi anak-anak, terutama karena mayoritas diamankan pada malam hingga dini hari. Dia mengharapkan setelah diberi pembinaan, mereka tidak lagi terlibat dalam aksi kericuhan. Hendra juga berpesan agar orang tua dan masyarakat ikut berperan membantu pembinaan terhadap anak-anak remaja sehingga peristiwa serupa tidak terulang.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/adr

Terkait Demo Ricuh di Kota Bandung Polda Jabar Tangkap 147 Orang

Kabid Humas Polda Jabar

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Jawa Barat menangkap sebanyak 147 orang terkait aksi unjuk rasa yang berujung ricuh di Kota Bandung pada 29 hingga 31 Agustus 2025. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, aksi massa tersebut sejak awal tidak diwarnai dengan penyampaian aspirasi.

Massa justru melakukan tindakan anarkis dengan melemparkan berbagai benda berbahaya ke arah petugas. Ada sebanyak 147 orang yang kami amankan, terdiri 110 orang dewasa, dan 37 orang anak berkisar 13 sampai 17 tahun,” kata Hendra di Bandung, Minggu.

Hendra menjelaskan selain menyerang petugas, massa juga merusak sejumlah fasilitas umum yang berada di Gedung DPRD Jawa Barat hingga kawasan Dago. Menurut dia, kendaraan roda dua yang terparkir menjadi sasaran pembakaran.

Selain itu, fasilitas layanan masyarakat seperti pos polisi, CCTV, hingga traffic light juga mengalami kerusakan. “Akibat perusakan traffic light itu, ada titik-titik jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan,” ujarnya.

Hendra berharap situasi pascakericuhan dapat segera pulih. Ia juga berharap seluruh pihak dapat menahan diri agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.

Dirinya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah dan mendoakan keselamatan bangsa. Polda Jabar memastikan akan terus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Aparat kepolisian berkomitmen memperbaiki pola pengamanan dalam menghadapi aksi unjuk rasa ke depan.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/adr

Saat Amankan Aksi Anarkis di Jawa Timur Puluhan Personel Polri Terluka dan 18 Diantaranya Jalani Rawat Inap

Bid. Humas Polda Jatim

SURABAYA, JAWA TIMUR  – Maspolin.id|| Aksi unjuk rasa anarkis yang terjadi di Enam wilayah Jawa Timur pada 29–30 Agustus 2025 lalu tidak hanya menimbulkan kerugian materiil hingga Rp124 miliar, tetapi juga menelan korban dari pihak aparat Kepolisian.

Berdasarkan data Biddokes Polda Jatim, tercatat sebanyak 83 personel Polri mengalami luka-luka saat melaksanakan pengamanan massa.

Dari jumlah tersebut, 65 personel menjalani rawat jalan dan 18 personel harus dirawat inap akibat luka yang cukup serius.

Dari 18 personel tersebut, 15 personel dirawat di RS Bhayangkara Surabaya dengan kondisi luka robek, patah tulang, hingga cedera otak ringan.

Sementara itu 1 personel dirawat di RSSA Malang Kota akibat patah tulang selangka, 1 personel dirawat di RS Mitra Keluarga Surabaya karena luka robek di kepala dan 1 personel Polwan dirawat di RS Bhayangkara Kediri dengan luka robek di bagian depan kepala.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, melalui Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan apresiasi atas dedikasi para personel yang tetap profesional di tengah resiko besar dalam pengamanan aksi unjuk rasa itu.

“Personel kami menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban. Mereka menghadapi risiko serius, mulai dari lemparan benda keras, serangan fisik, hingga upaya pembakaran fasilitas kepolisian,” ujar Kombes Pol Abast, Senin (1/9/2025).

Selain jatuhnya korban dari aparat kepolisian, aksi anarkis tersebut juga menimbulkan trauma sosial.

Puluhan Pos Polisi rusak, kantor pemerintahan mengalami kerusakan, hingga jalan protokol sempat lumpuh akibat blokade massa.

Situasi itu menimbulkan kekhawatiran warga, terutama di pusat kota Surabaya, Malang, dan Kediri.

Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan bersama seluruh elemen masyarakat.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah persatuan.

“Kami mengapresiasi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya secara swakarsa dengan gerakan serentak warga jaga warga,kata Kombes Pol Abast.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim ini, gerakan warga jaga warga ini bukan hanya terlihat di Surabaya, tetapi juga di berbagai kota dan kabupaten lain di Jawa Timur.

Kesadaran kolektif inilah yang menjadi kunci untuk Jogo Jatim agar Jawa Timur ini tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/ls

Akibat Aksi Anarkis Kerugian Capai 154 Miliar, Polda Jatim Tindak Tegas dan Amankan 580 Orang

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Polda Jawa Timur mengambil langkah tegas dalam menangani aksi anarkis yang terjadi di Enam wilayah, yakni Surabaya, Malang Kota, Malang Kabupaten, Kediri Kota, Kediri Kabupaten, dan Sidoarjo.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Polda Jatim, hingga kini ada sebanyak 580 orang diamankan, dengan rincian 89 orang diproses hukum,12 orang masih dalam pemeriksaan dan 479 orang dipulangkan setelah pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan penindakan hukum dilakukan secara selektif dan terukur.

“Kami pastikan siapa pun yang terbukti melakukan perusakan dan tindak pidana anarkis akan diproses sesuai hukum. Sementara yang tidak terbukti, kami serahkan kembali ke keluarga maupun pendamping LBH,” tegasnya, Senin (1/9/2025).

Berikut data yang dihimpun dari Polda Jatim terkait penanganan pelaku anarkis :

Polda Jatim : 66 orang diamankan; 9 diproses hukum, 57 dipulangkan. (TKP Gedung Grahadi & Mapolda Jatim).

Polres Kediri Kota: 20 orang diamankan; 7 diproses hukum, 13 dipulangkan. (TKP Gedung DPRD Kediri Kota).

Polrestabes Surabaya: 288 orang diamankan; 22 diproses hukum, 266 dipulangkan. (TKP 18 Pos Polisi, Polsek Tegalsari, Gedung Grahadi).

Polres Malang Kota: 61 orang diamankan; 13 memenuhi unsur pidana namun tidak ditahan, 48 dipulangkan. (TKP Mapolres Malang Kota, 12 Pos Lantas, Pos Sabhara, Kantor Laka Lantas, Pos Polisi).

Polres Kediri Kabupaten: 124 orang diamankan; 23 diproses hukum, 12 orang masih dalam pemeriksaan dan 89 dipulangkan. (TKP Kantor Samsat Kediri, Simpang 4, Polsek Kepung).

Polres Malang Kabupaten: 13 orang diamankan; seluruhnya diperiksa, namun tidak ditahan dan dipulangkan. (TKP Pos Lantas Kebonagung, Polsek Pakis Aji, Pos Pantau Kepanjen, Pos Laka Lantas).

Polresta Sidoarjo: 8 orang diamankan; 2 diperiksa tanpa penahanan, 6 dipulangkan. (TKP Pos Waru).

Dampak kerusuhan ini tidak hanya berupa kerugian sosial, tetapi juga ekonomi.

Berdasarkan hasil pendataan, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp124,250 miliar.

Kerusakan meliputi puluhan Pos Polisi yang dibakar, fasilitas umum yang dirusak, hingga kendaraan dinas operasional yang menjadi sasaran amuk massa.

Untuk memberikan efek jera, aparat kepolisian menjerat para pelaku dengan sejumlah pasal pidana, antara lain Pasal 363 KUHP: Pencurian dengan pemberatan, Pasal 170 KUHP: Kekerasan terhadap orang/barang.

Selain itu juga ada yang dijerat UU Darurat No. 12 Tahun 1951 Pasal 2 Ayat 1: Kepemilikan senjata tajam, Pasal 212 KUHP: Melawan petugas,Pasal 351 Ayat 1 KUHP: Penganiayaan yang menyebabkan luka berat,Pasal 187 bis jo 53 KUHP: Percobaan pembakaran dan Pasal 406 KUHP: Perusakan barang.

Kabid Humas Polda Jatim juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi maupun memprovokasi dengan adanya situasi yang terjadi akhir – akhir ini.

Mari kita bersatu menjaga lingkungan masing – masing, menciptakan damai dan sejuk sehingga rasa aman dan nyaman bisa terwujud,ujar Kombes Abast.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi masyarakat dengan Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek sangat membantu terciptanya keamanan bersama.

Peristiwa anarkis beberapa waktu lalu justru menumbuhkan kesadaran warga untuk menjaga warga, untuk itu kami apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat atas kepeduliannya,” pungkas Kombes Abast.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Pos Polisi yang Dibakar Massa di Surabaya, Warga dan Ojol Kompak Membersihkan

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id||  Warga bersama driver ojol membersihkan pos polisi yang dibakar massa aksi pada Jumat (29/8/2025) dini hari. Mereka menyapu, mengepel, hingga membersihkan serpihan kaca di lokasi. Terdapat 3 pos penjagaan yang dibersihkan pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Yakni Pos Lantas Bundaran A. Yani atau Taman Pelangi, Raya Darmo atau Taman Bungkul, dan Wonokromo atau sisi timur KBS.

Di sana, ada puluhan driver ojol dan warga yang bergotong royong membersihkan pos lantas di 2 lokasi. Mereka terlihat begitu kompak membersihkan serpihan pecahan kaca, mengepel lantai, hingga mengecat ulang dinding yang sempat terbakar dan divandalisme oleh massa aksi. Aksi tersebut pun mendapat dukungan dan apresiasi dari pengendara yang melintas. Bahkan, tak sedikit pengendara yang berhenti untuk mengabadikan momen tersebut.

Seperti halnya Septinda. Warga Banyuurip Surabaya itu mengaku senang melihat para driver ojol bersama sama dengan warga membersihkan pos yang sebelumnya menjadi sasaranpengerusakan massa aksi.

Ini tadi pas lewat kok banyak driver ojol ngecat, terus sama teman saya berhenti, sempat ngerekam sebentar. Mereka terlihat kompak sekali, kata wanita berusia 31 tahun itu di Wonokromo, Sabtu (30/8/2025).

Sementara itu, seorang pengemudi ojol Eko Setiawan mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan yang terjadi. Pria yang yang telah berprofesi sebagai ojol selama 9 tahun itu mengaku miris dengan ulah oknum peserta aksi yang merusak fasum.

Demo boleh, tapi tolong jangan rusak kota ini. Surabaya ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah, kata Eko saat ditemui, Sabtu (30/8/2025).

Driver ojol berusia 50 tahun itu mengaku aksi bahu-membahu untuk membersihkan puing-puing dan serpihan bekas kerusuhan itu dilakukan secara spontan. Mereka mengumpulkan sampah, menyapu jalanan, serta membersihkan sisa-sisa pembakaran. Untuk biaya kegiatan pembersihan, ia mengaku sepenuhnya ditanggung secara swadaya. Terutama oleh para pengemudi ojol.

Ini tadi kami patungan, swadaya (biaya untuk membersihkan lokasi), ujarnya.

Pembagian wilayah pembersihan dilakukan berdasarkan lokasi pos polisi yang dirusak dan dibakar. Setiap pos polisi diisi oleh 10 hingga 20 orang pengemudi ojol.

Mereka bekerja dengan semangat gotong royong untuk memulihkan kondisi kota Surabaya.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Gedung DPRD NTB Dibakar Massa Aksi

(Foto: Indosatunews)

 

MATARAM, NTB – Maspolin.id|| Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dibakar masa aksi pada Sabtu (30/8/2025). Kobaran api membumbung tinggi membakar seluruh kantor DPRD NTB di Jalan Udayana, Kota Mataram.  Masa masuk ke Gedung DPRD NTB melalui pintu gerbang selatan yang sudah jebol pada demo sebelumnya.  Suasana semakin memanas saat masa meringsek masuk dan melempar batu serta membakar sejumlah kursi dan membakar Gedung DPRD NTB.

Kabag Umum Humas DPRD NTB, Muhamad Erwan mengatakan, situasi demo pada siang ini tidak terkendali.  Gedung DPRD Kota Makassar Membara, Sejumlah Kendaraan  Terbakar Artikel Kompas.id “Demo siang ini tidak terkendali sehingga masa aksi melakukan perusakan, termasuk penjarahan dan pembakaran sehingga situasinya saat sekarang ini kantor gedung DPRD terbakar,” kata Erwan.

Ketua DPRD NTB Jamin Pendemo tak Diteror dan Ditahan Erwan mengatakan, saat ini pemadam kebakaran masih kesulitan mengakses kantor dewan.  “Semoga tidak merembet ke area lainnya,” Kata Erwan.  Erwan mengatakan, saat kejadian, seluruh staf dan anggota dewan tidak berada di gedung DPRD NTB.

Hingga saat ini, suasana di Jalan Udayana masi memanas. Aparat Brimob dan TNI tampak berjaga dan menghalau masa yang mencoba mendekat ke lokasi kebakaran. Masyarakat juga tampak memenuhi Jalan Udayana untuk melihat suasana terkini di gedung dewan.

** Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Massa Aksi Bakar Gedung DPRD NTB”, edisi Sabtu 30 Agustus 2025.

red/mpl/nn

Gedung DPRD Sulsel Dibakar Massa Damkar Tertahan Massa

(Foto: Bone Pos)

 

MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Maspolin.id|| Kebakaran hebat melanda Gedung DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Jumat (29/8/2025) malam.

Api baru berhasil dipadamkan setelah sembilan jam upaya petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar, dibantu aparat TNI. Kepala Bidang Operasi Pemadaman Damkar Makassar, Cakrawala, mengatakan, proses pemadaman berlangsung dramatis.

Petugas harus bertaruh nyawa menghadapi kobaran api yang melalap hampir seluruh bangunan. “Armada sudah merapat saat informasi datangnya massa, tapi karena massa sangat banyak, armada sempat tertahan,” ujar Cakrawala, Sabtu (30/8/2025).

Menurutnya, armada pemadam baru bisa masuk setelah mendapat pengawalan TNI. Begitu mendapat akses, petugas langsung berjibaku memadamkan api yang menjalar dari lantai satu hingga lantai lima. Baca juga: Situasi Makassar Terkini: Massa Terobos Kantor DPRD dan Kejati Sulsel, Mobil Pejabat Dibakar Kerusakan Gedung DPRD Sulsel Cakrawala menyebutkan, api merusak hampir seluruh ruangan di Gedung DPRD Sulsel, mulai dari ruang paripurna, ruangan pimpinan dewan, hingga sembilan sekretariat fraksi.

** Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Kebakaran Gedung DPRD Sulsel di Makassar, Pemadaman Butuh 9 Jam, Damkar Sempat Tertahan Massa”, edisi Jumat 30 Agustus 2025.

 

red/mpl/nn

 

 

Gedung Cagar Budaya Grahadi Dibakar Massa dan Dijarah Isinya

(Foto Kompas).

 

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Situasi di Gedung Grahadi tidak terkendali pasca terbakar. Massa yang berada di Gedung Grahadi terlihat membawa kabur sejumlah barang dari bagian sisi barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025) malam.

Pantauan ANTARA di lokasi, sekitar pukul 22.25 WIB tampak beberapa orang berpakaian hitam berjalan ke arah Jalan Basuki Rahmat sambil membawa karpet, meja, serta kardus bergambar alat cetak atau printer.

Selain itu, terdapat pula yang membawa kardus berisi berkas, kasur, kursi kantor, sebuah komputer jinjing, hingga tabung alat pemadam api ringan (APAR) jenis mobile.

Saat melintas di tengah kerumunan warga, sejumlah orang tersebut diteriaki dengan seruan “cair, cair cak” oleh masyarakat di sekitar Jalan Gubernur Suryo menuju Jalan Basuki Rahmat.

Gedung Terbakar usai Gubernur Khofifah Temui Demonstran

Diberitakan sebelumnya, Gedung Negara Grahadi dilaporkan terbakar pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 21.50 WIB akibat aksi ribuan massa yang melakukan unjuk rasa di depan gedung yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Peristiwa pembakaran gedung tersebut itu terjadi setelah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui para demonstran di depan gedung tersebut.

Ruangan yang terbakar antara lain ruang kerja Wakil Gubernur Jatim, ruang biro rumah tangga, ruang biro umum, serta ruang wartawan kelompok kerja (Pokja).

Terpantau, suasana di sekitar Jalan Gubernur Suryo Surabaya masih dipenuhi massa yang mengambil gambar dan video peristiwa kebakaran tersebut.

Sebelum terjadi kebakaran di gedung tersebut, sempat terdengar beberapa kali letusan petasan yang berasal dari kerumunan massa menuju ke dalam area gedung tersebut.

Hingga pukul 23.02 WIB, terlihat massa masih memenuhi jalan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Bahkan, massa juga masih menyalakan kembang api yang diarahkan ke Gedung Negara Grahadi.

Tepat pukul 23.06 WIB, massa terlihat membubarkan diri karena sejumlah truk dan mobil kepolisian datang dari arah Jalan Tunjungan.

 

** Berita ini sudah dimuat di Liputan6.com, edisi 31 Agustus 2025.

 

red/mpl/nn

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.