SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan patung Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr. H. Moehammad Jasin, pahlawan nasional yang dikenal sebagai pendiri Brimob dan tokoh pejuang kepolisian, Kamis (21/8/2025). Peresmian tersebut dilakukan usai Kapolri memimpin langsung Upacara Hari Juang Polri 2025 yang digelar di Surabaya.
Patung yang berdiri di kawasan Polisi Istimewa, Jalan Dokter Soetomo, Surabaya, menggambarkan sosok M. Jasin dengan postur tegap dan penuh wibawa. Sebelum peresmian, Kapolri sempat menyapa keluarga M. Jasin serta memberikan tali asih kepada keluarga dan para veteran.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, menyebut peresmian patung tersebut sebagai simbol penghormatan sekaligus motivasi bagi generasi penerus Polri.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneladani semangat perjuangan beliau dan menjadikannya motivasi bagi Polri di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Putri sulung M. Jasin, Rubiyanti yang turut hadir, mengungkapkan rasa bangga sekaligus haru. Ia menilai patung tersebut sangat merepresentasikan sosok ayahnya yang ramah, disiplin, dan peduli kepada masyarakat kecil.
“Bapak selalu smiling, ramah kepada siapa pun, terutama yang miskin. Tapi juga sangat tegas dan disiplin, terutama dalam mendidik anak-anaknya,” kenangnya.
Rubiyanti menambahkan, mendiang M. Jasin selalu berpesan agar Polri menjadi institusi yang profesional, jujur, lurus, dan peduli pada masyarakat. Pesan itu diharapkan dapat terus menjadi pegangan bagi Polri dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Jawa Timur. Jenderal Sigit mengatakan, Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.
Upacara digelar di di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025). Sejumlah mantan Kapolri hingga Pati Polda Jatim turut hadir dalam kegiatan ini seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.
Upacara ini juga dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri yakni Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.
Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, hingga Wakajati Hari Wibowo. Kemudian ada juga keluarga M Jasin, dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.
Upacara ini diikuti oleh 977 personel. Setelah upacara selesai, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin). Kemudian, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin.
Sejarah Singkat Hari Juang Polri
Pada 21 Agustus Tahun 1945 pukul 07.00 WIB bertempat di halaman markas Polisi Istimewa Surabaya, Inspektoer Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi sebagai bentuk kesetiaan Polisi Istimewa kepada Negara Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Adapun isi dari Proklamasi Polisi yaitu ”Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia”.
Setelah melakukan Ikrar Proklamasi Polisi, Moehammad Jasin dan anggota Polisi Istimewa melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan Pamflet Proklamasi Polisi.
Selanjutnya pasukan Polisi Istimewa melakukan pelucutan senjata tentara Jepang dan membagikan senjata kepada para pejuang yang menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Peristiwa proklamasi di Surabaya berpengaruh terhadap perjuangan di beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta.
Selain itu, ikrar proklamasi polisi menjadi momentum dalam membangun semangat anggota Polri untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan pada berbagai peristiwa bersejarah seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945, Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1849.
Trenggalek, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini Polres Trenggalek menggelar Upacara memperingati Hari Juang Polri. Dalam Upacara tersebut turut dibacakan Proklamasi Polisi dan sejarah singkat hari juang Polri. Kamis, (21/8).
Bagaimana dan seperti apa kisahnya, hingga tanggal 21 Agustus ditetapkan sebagai Hari Juang Polri akan kita bahas secara singkat tanpa mengurangi esensi tahapan tiap persitiwa yang terjadi di masa revolusi kemerdekaan RI.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dikumandangkan pada tanggal 17 Agustus 1945, PPKI melaksanakan sidang kedua pada tanggal 19 Agustus 1945. Sidang ini membahas tentang pembagian Provinsi, pembentukan Komite Nasional Daerah dan penetapan 12 Departemen.
Oto Iskandar Dinata mengusulkan agar segera menetapkan status Polisi dimasukkan ke dalam kekuasaan pemerintah indonesia. Kemudia, pada tanggal 20 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin yang saat itu menjabat sebagai Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama dengan beberapa anggota melakukan rapat untuk membahas kedudukan Polisi pasca proklamasi Kemerdekaan RI.
Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa pada tanggal 21 Agustus 1945 Polisi menyatakan sikap kesetiaannya kepada negara Republik Indonesia dengan menyusun teks Proklamasi Polisi.
Pada tanggal 21 Agustus 1945 Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin memimpin apel pagi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya, dan membacakan teks Proklamasi Polisi yang diikuti oleh seluruh anggota.
Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin kemudian memberikan perintah agar melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan pamflet Proklamasi Polisi.
Peristiwa tersebut merupakan momentum penting, yang dapat memicu semangat anggota Polisi untuk mendukung dan mempertahankan Kemerdekaan RI, dengan cara melakukan pelucutan senjata terhadap gudang senjata jepang, membagi-bagikan senjata kepada badan-badan perjuangan dan mengirim sebagian senjata ke wilayah lain untuk membantu perjuangan, melakukan perlawanan terhadap kedatangan sekutu sampai dengan terjadinya peristiwa 10 November 1945, serta terlibat dalam menghadapi agresi militer Belanda I dan II.
Peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya juga berpengaruh pada peristiwa perjuangan di beberapa daerah, antara lain di Aceh dipelopori oleh Komisaris Polisi I.N. Hasjim melakukan perlawanan terhadap Jepang, Sumatera Utara dipelopori oleh Inspektur Polisi I Mas Kadiran melakukan perlawanan pada saat agresi militer Belanda.
Sementara di Sumatera Barat dipelopori oleh Komisaris Polisi Sulaeman Effendi melakukan pengibaran bendera merah putih, Sulawesi dipelopori oleh Komisaris Polisi Lanto Daeng Pasewang melakukan perlawanan terhadap Jepang, Jambi dipelopori oleh Komisaris Polisi Mohamad Insja menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan bendera merah putih, Palembang dipelopori oleh Komisaris Polisi Mursodo melakukan perlawanan pada saat agresi militer Belanda.
Kemudian, di Jakarta dipelopori oleh Komisaris Polisi Sosrodanukusumo melakukan pengibaran bendera merah putih, Jawa Barat dipelopori oleh Komisaris Polisi Enoch Danubrata melakukan perlawanan terhadap tentara sekutu, Jogjakarta dipelopori oleh Komisaris Polisi R.P. Soedarsono melakukan perebutan senjata di kota baru.
Peristiwa-peristiwa tersebut membuktikan bahwa Polisi sangat berperan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sehingga perlu dikenang dan diwujudkan dalam sebuah peristiwa bersejarah.
Mendasari hal tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri. Penetapan ini dituangkan dalam Keputusan Kapolri No.: Kep/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024.
SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini menjadi inspektur upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Jawa Timur. Jenderal Sigit mengatakan, Hari Juang Polri bukan hanya sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai simbol dedikasi dan komitmen Polri untuk terus mengabdi dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.
Upacara digelar di di Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8/2025). Sejumlah mantan Kapolri hingga Pati Polda Jatim turut hadir dalam kegiatan ini seperti Jenderal (Purn) KPH Roesdihadrdjo, Jenderal (Purn) S Bimantoro, hingga Jenderal (Purn) Sutarman.
Upacara ini juga dihadiri oleh pejabat utama Mabes Polri yakni Kabaharkam Polri Irjen Karyoto, Kalemdiklat Polri Komjen Chryshnanda Dwilaksana, Dankorbrimob Komjen Imam Widodo, AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho, hingga Kapusjarah Polri.
Turut hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Prawansa, Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Pangkoarmada II Laksda TNI GP Alit Jaya, hingga Wakajati Hari Wibowo. Kemudian ada juga keluarga M Jasin, dan Moekar, juga veteran penghargaan Seroja Timor Timur.
Upacara ini diikuti oleh 977 personel. Setelah upacara selesai, Jenderal Sigit memberikan santunan kepada veteran Polri, keluarga M Jasin, dan putri Moekari (Ajudan M Jasin).
Kemudian, Jenderal Sigit juga meresmikan patung M Jasin.
Sejarah Singkat Hari Juang Polri
Pada 21 Agustus Tahun 1945 pukul 07.00 WIB bertempat di halaman markas Polisi Istimewa Surabaya, Inspektoer Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi sebagai bentuk kesetiaan Polisi Istimewa kepada Negara Republik Indonesia. Peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Juang Polri berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024 tentang Hari Juang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Adapun isi dari Proklamasi Polisi yaitu ”Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia”.
Setelah melakukan Ikrar Proklamasi Polisi, Moehammad Jasin dan anggota Polisi Istimewa melaksanakan pawai siaga untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur menghadapi reaksi Jepang serta menempelkan Pamflet Proklamasi
Polisi.
Selanjutnya pasukan Polisi Istimewa melakukan pelucutan senjata tentara Jepang dan membagikan senjata kepada para pejuang yang menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Peristiwa proklamasi di Surabaya berpengaruh terhadap perjuangan di beberapa daerah seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat, Jogjakarta. Selain itu, ikrar proklamasi polisi menjadi momentum dalam membangun semangat anggota Polri untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan pada berbagai peristiwa bersejarah seperti Hari Pahlawan 10 November 1945, Pertempuran 5 hari di Semarang pada 15-19 Oktober 1945, Bandung Lautan Api 23 Maret 1946, dan Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1849.
JAKARTA – Maspolin.id|| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap IV tahun 2025 di SMA Islam Said Naum, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/8).
“Menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap IV,”
Bantuan pemutihan ijazah tahap IV diberikan kepada 1.897 peserta didik dengan total nilai Rp7.698.788.800 yang akan diserahkan dalam tiga gelombang.
“Baru saja saya menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap IV tahun 2025,” kata Pramono.
Dengan penyerahan ijazah tahap IV ini, total bantuan yang sudah disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sebanyak 3.212biro siswa dengan nilai sekitar Rp12 miliar. Pramono menargetkan program pemutihan ijazah pada tahun ini mencapai 6.652 siswa.
Dikatakan Pramono, program ini sangat penting bagi siswa yang ijazahnya tertahan karena masalah biaya. Sebab menurutnya, tak sedikit ijazah para siswa yang tertahan selama bertahun-tahun. Karena itu melalui bantuan pemutihan ijazah ini, ia berharap para siswa tersebut bisa melanjutkan pendidikannya atau mendapatkan pekerjaan untuk memperbaiki kehidupannya.
Untuk membantu pendidikan warga Jakarta, Pemprov DKI Jakarta juga telah membagikan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Pramono berharap, jaminan pendidikan yang diberikan Pemprov DKI bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para siswa.
Sekaligus dalam acara ini, Pramono secara simbolis melepas 1.102 siswa penerima KJP dari jenjang SD hingga SMK untuk mengikuti edukasi trip ke beberapa museum di Jakarta.
“Hari ini kita memulai edukasi trip yang pertama kali untuk 1.102 siswa penerima KJP dalam jejang pendidikan SD, SMP, SLTA, SMK dan ada 215 guru pendamping yang difasilitasi secara penuh oleh Pemerintah DKI Jakarta,” ucap Pramono.
Program edukasi trip ini dirancang untuk membuka wawasan anak-anak Jakarta dengan mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan edukatif.
Pelaksanaan edukasi trip pada hari ini akan mengunjungi sejumlah museum, di antaranya Museum MH Thamrin, Museum Joang ’45, Museum Wayang, Museum Tekstil, Museum Bahari, Museum Seni dan Keramik, serta Perpustakaan HB Jassin.
“Saya memang meminta kepada Bu Nana (Nahdiana), Kepala Dinas Pendidikan supaya anak-anak penerima KJP yang belum pernah sama sekali melihat museum, melihat tempat-tempat wisata di Jakarta secara planning, periodik dilakukan,” jelasnya.
Pramono pun menyampaikan apresiasinya kepada Badan Amil Zakat Nasional Provinsi DKI Jakarta atau Baznas (Bazis) yang bekerja sama dengan Pemprov DKI memfasilitasi terselenggaranya acara ini.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana menyampaikan, bantuan pemutihan ijazah tahap IV tahun 2025 ini diberikan kepada 1.897 siswa dengan total nilai Rp7.698.788.800, yang akan disalurkan dalam tiga gelombang.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan penyerahan bantuan pemutihan ijazah tahap 1, 2, dan 3 kepada 1.315 peserta didik dengan nilai bantuan Rp 4.338.796.771 mulai bulan April,” ungkap Nahdiana.
Penyerahan gelombang pertama dilakukan pada hari ini kepada 774 siswa. Dengan demikian, total bantuan pemutihan ijazah tahun 2025 telah diberikan kepada 3.212 siswa dengan nilai bantuan sebesar Rp12.037.585.571.
Selain itu, Nahdiana juga melaporkan terkait kegiatan edukasi trip untuk para penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMK mengikuti wisata edukasi ke berbagai museum dan perpustakaan di Jakarta.
“Peserta edukasi trip berangkat dari 8 titik kecamatan menggunakan bus sekolah dengan tujuan museum-museum di Jakarta dan perpustakaan,” lanjut Nahdiana.
Sebanyak 215 guru akan ikut mendampingi para siswa dalam kegiatan ini serta akan didampingi oleh 45 pemandu wisata dari SMK Negeri 27 dengan jurusan usaha layanan wisata. Kegiatan edukasi trip ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran secara konstektual dan memberikan suasana belajar di ruang kelas dengan fasilitas-fasilitas yang dimiliki Pemprov DKI.
Salah satu penerima bantuan pemutihan ijazah, Nata Nugra (19) dari SMA Cahaya Fadilah di Jakarta Barat menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemprov DKI atas bantuan yang diberikan. Ia berharap Pemprov DKI terus menyalurkan berbagai program bantuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga ke depannya makin banyak program-program yang lain yang bisa bermanfaat untuk masyarakat-masyarakat kecil, menengah,” kata Nata.
Ia mengaku ijazahnya telah tertahan di sekolah selama hampir satu tahun. Meskipun saat ini sudah bekerja, namun ia berencana untuk melanjutkan pendidikannya menggunakan ijazah yang sudah diterimanya hari ini.
“Mungkin tahun depan baru ikut Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK),” tandas dia.
JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya menggelar acara serah terima jabatan Kapolda Metro Jaya pada Rabu (20/8/2025). Irjen Pol Asep Edi Suheri resmi disambut sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, sementara Komjen Pol Karyoto dilepas dengan penuh kehormatan.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat di Gedung Promoter dan Gedung BPMJ, dihadiri oleh Pejabat Utama (PJU) Polda Metro Jaya, para Kapolres jajaran, pengurus Bhayangkari, serta seluruh personel kepolisian.
Prosesi diawali pukul 13.30 WIB dengan tradisi penyambutan di Pintu Gerbang Jagatama, ditandai pengalungan bunga kepada Irjen Pol Asep Edi Suheri beserta Ibu. Selanjutnya, pada pukul 13.50 WIB digelar penyerahan Pataka Polda Metro Jaya bertajuk “Jaya Dharma Sevaka” di Lobby Gedung Promoter.
Agenda berlanjut dengan Laporan Kesatuan (Lapsat) pukul 14.20 WIB di Aula Gedung Promoter lantai 2, kemudian serah terima jabatan Ibu Asuh Polwan pukul 15.30 WIB di Gedung BPMJ.
Sore harinya, kegiatan pisah sambut Kapolda Metro Jaya dilaksanakan pukul 16.30 WIB di Gedung BPMJ, sebelum akhirnya ditutup dengan tradisi pelepasan pejabat lama, Komjen Pol Karyoto, yang digelar pukul 17.30 WIB di halaman depan Gedung BPMJ.
Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan prosesi ini merupakan bagian dari tradisi Polri untuk menjaga semangat pengabdian dan kesinambungan kepemimpinan di tubuh institusi.
“Pergantian jabatan Kapolda Metro Jaya ini adalah hal yang biasa dalam dinamika organisasi Polri. Kita menyambut Irjen Pol Asep Edi Suheri dengan penuh semangat, dan di saat yang sama melepas Komjen Pol Karyoto dengan rasa hormat atas dedikasi beliau selama menjabat di Polda Metro Jaya,” ujar Ade Ary.
Ade Ary menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh khidmat. Ia berharap kepemimpinan Irjen Pol Asep Edi Suheri dapat semakin membawa Polda Metro Jaya lebih dekat dengan masyarakat serta terus memberikan pelayanan terbaik.
“Kami percaya, dengan pengalaman dan dedikasi Irjen Pol Asep Edi Suheri, Polda Metro Jaya akan semakin solid, humanis, dan responsif dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Ibu Kota,” pungkasnya.
Keterangan gambar: Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (Beritasatu.com/ANTARA/Fauzan)
JAKARTA, KOMPAS.com –Maspolin.id|| Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel pada Rabu (20/8/2025) malam.
“Benar,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/8/2025).
Fitroh menyebutkan, ada 10 orang yang terjaring dalam OTT semalam.
“10 orang,” kata dia.
Fitroh melanjutkan, OTT KPK ini terkait dengan kasus pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
“Pemerasan terhadap perusahaan-perusahaan terkait pengurusan sertifikasi K3,” ujar dia. KPK punya waktu 1×24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum terhadap Noel.
** Berita ini dikutip dari Kompas.com edisi, Kamis 21 Agustus 2025.
JAKARTA – Maspolin.id|| Karolabdokkes Pusdokkes Polri Brigjen Pol. Sumy Hastry Purwanti menegaskan, tes DNA yang dilakukan pihaknya terhadap anak Lisa Mariana telah dilakukan sesuai dengan keilmuan. Dalam hal ini, sampel DNA juga dicocokan dengan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK).
“Hasil pemeriksaan DNA bidang laboratorium DNA Rolabdokes Pusdokes Polri disampaikan dengan sebenar- benarnya sesuai keilmuan yang sebaik-baiknya,” ujar Brigjen Pol. Sumy, Rabu (20/8/25).
Ia menyebut, tahapan pengambilan sampel yang diambil adalah air liur dan darah dari ketiga pihak. Sampel itu dianalisa dalam kurun waktu dari 8 sampai 12 Agustus.
Dijelaskannya, hasilnya adalah profil DNA anak CA cocok dengan separuh profil DNA Lisa Mariana Presly Zulkandar. Namun, separuh profil DNA CA lainnya tidak cocok dengan separuh profil DNA Muhammad Ridwan Kamil
“Dari hasil analisis terhadap seluruh profil DNA yang diperoleh, maka telah dibuktikan secara ilmiah bahwa secara genetik, CA adalah anak biologis Lisa Mariana Presly Zulkandar, bukan anak biologis Muhammad Ridwan Kamil,” jelasnya.
Tuban, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan silaturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Ubaidillah Faqih atau Gus Ubed. Jenderal Sigit dalam silaturahmi itu juga memberikan bantuan kepada santri yatim piatu yang ada di pesantren itu.
Silaturahmi digelar di Ponpes Langitan, Tuban, Jawa Timur, Rabu (20/8/2025) pukul 11.15 WIB. Sejumlah ulama hadir dalam acara tersebut, mereka adalah Masyayikh pengurus Ponpes Langitan yakni KH Ali Marzuki, KH Muhammad, KH Abdullah Habib, KH Abdurrahman, serta ada Ketua MUI Kabupaten Tuban KH Abdul Matin Djawahir, serta pimpinan Ponpes Nurussalam Walisongo Gomang Singgahan, Tuban, Prof Dr KH Nur Nasroh Hadiningrat.
Dalam kegiatan ini Kapolri didampingi oleh AS SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadivpropam Irjen Abdul Karim, Kadivhumas Irjen Sandi Nugroho, Kakorlantas Irjen Agus Suryonugroho. Kemudian ada Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa, serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto, lalu Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky.
Selain itu, Kapolres Tuban AKBP William Cornelis Tanasale dan Dandim 0811/Tuban Letkol Inf Dicky Purwanto juga turut mendampingi.
Acara ini dihadiri lebih dari 5.000 santri. Pesantren ini memiliki jumlah santri terbanyak di Jawa Timur.
Adapun bantuan yang diberikan kepada anak yatim dari Jenderal Sigit berupa perlengkapan belajar. Bantuan itu diberikan kepada 30 santri yatim piatu di pesantren itu.
Karawang (ANTARA) – Maspolin.id|| Sejumlah rumah dan gedung pemerintahan di wilayah selatan Kabupaten Karawang, Jawa Barat dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 4,9 yang berpusat di tenggara Bekasi, Jabar, Rabu malam.
Sesuai dengan informasi dari BMKG, gempa terjadi di titik lokasi: 6.48 LS, 107.24 BT (14 kilometer Tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat), di kedalaman:10 kilometer dengan Magnitudo: 4.9, pada Rabu malam pukul 19:54:55 WIB.
Camat Pangkalan, Bunawan, saat dihubungi di Karawang, mengatakan untuk sementara ini dilaporkan bahwa daerahnya mengalami dampak gempa paling parah dibandingkan dengan daerah lain di wilayah Karawang.
Selain membuat panik warga, getaran gempa juga mengakibatkan sejumlah rumah warga, gedung perkantoran dan gedung sekolah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Ia menyampaikan, sesuai dengan pendataan sementara sejumlah rumah di wilayah Kecamatan Pangkalan dilaporkan mengalami kerusakan.
Kemudian gedung kantor kecamatan dan satu unit gedung sekolah juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Sebagian besar kerusakan akibat gempa tersebut ialah di bagian atap dan dinding yang mengalami retak. Selain itu, aula kantor Kecamatan Pangkalan juga dilaporkan ambruk.
“Untuk sementara seperti itu. Kami masih melakukan pendataan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, getaran gempa yang terjadi pada Rabu malam itu cukup terasa di wilayah Karawang. Termasuk di wilayah perkotaan. Bahkan beberapa kali terjadi getaran.
Sejumlah warga berhamburan ke luar rumah saat terjadi getaran yang cukup terasa. Termasuk di sejumlah pusat perbelanjaan, sejumlah warga panik dan berhamburan ke luar pertokoan.
“Sangat terasa getaran gempanya, ada sekitar 4-5 detik,” kata Nana, salah seorang warga Kecamatan Karawang Timur, Karawang.
1win Bet Download – Your Practical Start‑up Guide
Why 1win Stands Out in the Crowd
When you search for a reliable sportsbook and casino platform, 1win...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.