PM Tailan Anutin Charnvirakul Tiba di Jakarta, Awali Kunjungan Resmi ke Indonesia

Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan, Anutin Charnvirakul tiba di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026, dalam rangka melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

JAKARTA – Maspolin.id|| Perdana Menteri (PM) Kerajaan Tailan, Anutin Charnvirakul tiba di Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026, dalam rangka melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Pesawat yang membawa PM Tailan beserta delegasi mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 16.05 WIB.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, PM Tailan disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Tailan Hari Prabowo, Duta Besar Kerajaan Tailan untuk Republik Indonesia Prapan Disyatat, Atase Pertahanan Tailan untuk Indonesia Sittirat Pusongchai, serta Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman.

Setelah turun dari pesawat, PM Tailan mengikuti prosesi penyambutan kenegaraan oleh pasukan jajar kehormatan. Mengiringi prosesi tersebut, korps musik memainkan instrumental, sementara meriam salvo dilepaskan sebagai bentuk penghormatan kepada kepala pemerintahan sahabat yang tengah melakukan kunjungan resmi ke Indonesia.

Suasana penyambutan makin semarak dengan penampilan tari tradisional Indonesia yang dipersembahkan sebelum PM Tailan memasuki kendaraan VVIP. Suguhan budaya tersebut menjadi wujud penghormatan sekaligus cerminan keramahan Indonesia dalam menyambut tamu negara.

Usai prosesi penyambutan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, PM Tailan beserta delegasi melanjutkan perjalanan menuju Istana Merdeka, Jakarta. Di Istana Merdeka, PM Tailan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto guna membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Tailan di berbagai bidang serta isu-isu strategis yang menjadi perhatian bersama.

Kunjungan resmi PM Tailan ke Indonesia diharapkan makin mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Tailan, sekaligus memperkuat kemitraan kedua negara dalam menghadapi berbagai tantangan dan peluang di kawasan maupun tingkat global. (BPMI Setpres)

red/mpl/pr

“Cuma Dekat”, Alasan Lama yang Tak Pernah Berubah Dipakai untuk Melanggar Lalin

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Jarak yang dekat masih sering dijadikan alasan untuk mengabaikan keselamatan. Di kawasan Pasar Poncol, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026) sejumlah pengendara sepeda motor kedapatan melintas tanpa mengunakan helm, ketika dihentikan petugas jawabannya hampir sama semua “cuma dekat.”

Ada yang hendak berbelanja, mengantar pesanan, hingga sekedar pulang ke rumah, bagi mereka perjalanan yang hanya beberapa ratus meter dianggap terlalu singkat untuk memakai helm. Padahal, kecelakaan lalu lintas tidak pernah memilih tempat maupun jarak, dalam hitungan detik, benturan bisa terjadi tanpa memberi kesempatan untuk bersiap.

Alasan tersebut sesungguhnya bukan cerita baru, lebih dari lima puluh tahun lalu, Jenderal Hoegeng Iman Santoso sudah menghadapi pola pikir yang sama. Saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Hoegeng mendorong penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat.

Gagasan itu tidak langsung diterima. Banyak orang menilai helm merepotkan, membuat gerah, mengganggu penampilan, bahkan dianggap tidak perlu jika hanya berkendara dalam jarak dekat. Penolakan pada kebijakan itu bahkan sempat muncul dari berbagai kalangan, bagi sebagian masyarakat saat itu, mengenakan helm dianggap sebagai sesuatu yang asing.

Namun Hoegeng tetap meyakini bahwa keselamatan tidak boleh ditawar hanya karena alasan kenyamanan atau kebiasaan. Ia percaya, melindungi kepala berarti memberi kesempatan lebih besar bagi seseorang untuk selamat ketika kecelakaan terjadi.

Keyakinan Hoegeng bukan tanpa alasan. Saat itu angka kecelakaan sepeda motor terus meningkat, sementara cedera kepala menjadi salah satu penyebab utama korban meninggal dunia. Dari pengamatannya, banyak korban sebenarnya dapat memiliki peluang lebih besar untuk selamat apabila menggunakan pelindung kepala yang layak. Karena itu, ia memilih tetap memperjuangkan penggunaan helm meski kebijakan tersebut menuai kritik dan penolakan.

Perlahan, pandangan masyarakat mulai berubah. Apa yang dahulu dianggap merepotkan akhirnya menjadi kebutuhan. Kesadaran bahwa helm mampu mengurangi risiko cedera kepala semakin diterima, hingga penggunaan helm berkembang menjadi budaya keselamatan di jalan raya.

Semangat yang diperjuangkan Hoegeng kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Aturan tersebut mewajibkan setiap pengendara maupun penumpang sepeda motor menggunakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Ketentuan itu hadir bukan semata-mata untuk memberikan sanksi, melainkan sebagai upaya melindungi masyarakat dari risiko cedera kepala yang dapat berakibat fatal.

Selain membahayakan diri sendiri, pengendara yang tidak menggunakan helm juga melanggar ketentuan hukum. Pasal 291 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengatur bahwa pengendara yang tidak mengenakan helm SNI dapat dipidana dengan kurungan paling lama satu bulan atau dikenai denda paling banyak Rp250.000. Ketentuan yang sama berlaku bagi pengendara yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm.

Pesan Hoegeng sesungguhnya tidak pernah berubah, keselamatan bukan ditentukan oleh seberapa jauh seseorang berkendara, melainkan oleh keputusan yang diambil sebelum memutar kunci kontak. Helm bukan sekadar pelengkap atau simbol kepatuhan terhadap aturan, tetapi perlindungan yang dapat menentukan perbedaan antara selamat dan kehilangan nyawa ketika kecelakaan datang tanpa diduga.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

Polda Sumbar Gerak Cepat Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Padang

POLDA SUMBAR – Maspolin.id|| Hingga Senin (3/8) malam, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih terus bekerja di lapangan mengevakuasi warga yang terdampak banjir akibat tingginya curah hujan di sejumlah wilayah Kota Padang. Sejak pukul 15.00 WIB, Polri mengerahkan 71 personel SAR Brimob yang terbagi dalam lima tim ke sejumlah titik terdampak untuk melakukan penyelamatan masyarakat, sementara proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara paralel dengan operasi evakuasi.

Operasi kemanusiaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Rencana Kontinjensi Aman Nusa II Tahun 2026. Sebanyak lima tim SAR Brimob diterjunkan ke sejumlah lokasi terdampak, yaitu Kuranji (Kampung Lapau Munggu Guo), Air Pacah, Tunggul Hitam, serta Perumahan Villa Bukit Gading III Sungai Sapih.

Personel yang dikerahkan terdiri atas:

* Tim 1 sebanyak 10 personel dipimpin Aipda Masrizal, bertugas di Kuranji, Kampung Lapau Munggu Guo.
* Tim 2 sebanyak 13 personel dipimpin Iptu Ferry Siahaan, bertugas di Air Pacah.
* Tim 3 sebanyak 18 personel dipimpin Iptu M. Yusuf, S.H., bertugas di Tunggul Hitam.
* Tim 4 (Den Gegana) sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Hendra Eka Putra, bertugas di Perumahan Villa Bukit Gading III, Sungai Sapih.
* Tim 5 sebanyak 15 personel dipimpin Ipda Andi Susandi, bertugas di Air Pacah.

Dalam operasi ini, Brimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai perlengkapan SAR, antara lain lima unit perahu karet, mesin tempel, life jacket, helm SAR, tali karmantel, pelampung, alat komunikasi HT, genset, kendaraan operasional, serta perlengkapan penyelamatan lainnya untuk mempercepat proses evakuasi di wilayah yang masih tergenang banjir.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan yang dilakukan Polri.

“Saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan masyarakat. Personel Polri bersama tim gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Untuk jumlah korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan terus berkembang,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menjelaskan bahwa proses pendataan korban dan pengungsi dilakukan secara bersamaan dengan operasi penyelamatan agar bantuan dapat segera diberikan secara tepat sasaran.

“Kami sedang mendata jumlah korban serta warga yang mengungsi. Namun, upaya yang paling penting saat ini adalah segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir ke tempat yang aman. Pendataan pengungsi dilakukan secara paralel dengan proses penyelamatan sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi,” jelasnya.

Menurut Brigjen Pol. Trunoyudo, penanganan bencana dilakukan melalui sinergi seluruh unsur agar proses evakuasi berjalan cepat dan efektif.

“Anggota kami hingga saat ini masih terus bekerja di lapangan untuk mengevakuasi masyarakat yang terdampak banjir. Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami bekerja sama dengan BPBD, Basarnas, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh stakeholder terkait dan masyarakat agar proses evakuasi, pendataan pengungsi, dan penyaluran bantuan dapat berjalan secara optimal hingga situasi kembali aman,” tegasnya.

Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terdapat warga yang membutuhkan pertolongan. Hingga berita ini diterbitkan, personel SAR Brimob Polda Sumatera Barat masih melaksanakan evakuasi dan bersiaga di lokasi-lokasi terdampak banjir sebagai bagian dari komitmen Polri untuk hadir melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dalam situasi darurat.

Kapolda Jatim Sampaikan Duka atas Kecelakaan Kapal Laut di Perairan Sumenep, Pencarian Korban Hilang Terus Dilakukan

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nanang Avianto menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa KMP Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep pada Minggu (2/8/2026).

Irjen Pol Nanang memastikan, proses pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan termasuk SAR Ditpolairud Polda Jatim.

Pernyataan tersebut disampaikan Irjen Nanang Avianto didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau para korban kecelakaan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (3/8/2026).

Dalam peninjauan itu, Nanang didampingi Wakapolda Jawa Timur Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir untuk memberikan dukungan kepada para korban dan keluarga.

“Kami atas nama Polda Jawa Timur turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan kapal laut ini. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Irjen Nanang.

Kapolda Jatim mengatakan, seluruh informasi dan keterangan yang diperoleh akan didalami sebagai bagian dari proses investigasi.

“Saat ini penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami akan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait untuk mengungkap penyebab insiden ini secara menyeluruh,” kata Irjen Nanang.

Selain memastikan penanganan terhadap para korban berjalan optimal, Kapolda Jatim juga menegaskan bahwa tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

“Korban yang belum ditemukan masih terus kami cari bersama tim gabungan. Kami berharap dan berdoa agar proses pencarian berjalan lancar sehingga seluruh korban yang masih dicari dapat segera ditemukan,” pungkas Irjen Nanang.

Kehadiran Kapolda Jawa Timur bersama Gubernur Jawa Timur, Wakapolda, dan jajaran Polda Jatim di lokasi penanganan korban menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan aparat keamanan dalam memberikan dukungan moril kepada para korban serta memastikan seluruh proses penanganan, pencarian, dan investigasi berjalan secara maksimal.

 

Humas Polda Jatim

red/mpl/vs

Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa 2 Polda Jatim Terjunkan 30 Personel SAR Polairud dan Almatsus

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bergerak cepat menangani kecelakaan laut dengan menerjunkan 30 personel SAR Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) serta menyiagakan Alat Material Khusus (Almatsus) untuk mengevakuasi para korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep Madura.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Polda Jatim langsung menginstruksikan tim SAR Ditpolairud untuk menuju koordinat kecelakaan sesaat setelah menerima laporan darurat, dengan menerjunkan personel yang terlatih dalam penyelamatan air.

Selain itu Polda Jatim juga mengerahkan armada kapal patroli cepat dan peralatan penyelamatan penyelaman untuk mempercepat proses penyisiran.

“Langkah taktis ini diambil guna memastikan seluruh penumpang dan kru kapal dapat diselamatkan dengan cepat dan aman dari lokasi kejadian,” ujar Kombes Abast, Senin (3/8/2026).

Untuk mendukung efektivitas operasi di lapangan, Polda Jatim membawa Almatsus penanggulangan kecelakaan air meliputi Perahu karet bermesin untuk menjangkau titik evakuasi sempit, Kantong mayat dan perlengkapan medis darurat untuk penanganan pertama korban, Alat penerangan bawah air dan deteksi sonar untuk mengantisipasi pencarian di kondisi visibilitas rendah serta Peralatan selam lengkap bagi personel yang melakukan penyisiran di sekitar lambung kapal.

Kabid Humas Polda Jatim menerangkan, prioritas utama dari penugasan 30 personel SAR Ditpolairud adalah menyisir area sekitar KMP Mutiara Sentosa 2, menyelamatkan penumpang yang masih bertahan, serta mengevakuasi korban ke posko kesehatan terdekat.

Polda Jatim juga terus berkoordinasi secara intensif dengan Basarnas, TNI AL, dan pihak otoritas pelabuhan demi kelancaran operasi kemanusiaan ini.

“Saat ini kami fokus pada evakuasi korban. Kami mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan memantau perkembangan informasi melalui posko resmi yang telah disediakan di pelabuhan terdekat,”pungkas Kombes Abast. (*)

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Perusahaan Pemilik KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar Bakal Dievaluasi, Pernah Kecelakaan Sebelumnya

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di Perairan Sumenep. Pemerintah akan mengevaluasi perusahaan pemilik kapal berdasarkan hasil investigasi KNKT, Senin (3/8/2026)(KOMPAS.com/JACK ROBBY DAMARJATI)

Sidoarjo, JAWA TIMUR (KOMPAS.com) – Maspolin.id|| Pemerintah akan mengevaluasi perusahaan pemilik KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di Perairan Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026). Evaluasi akan dilakukan setelah pemerintah memperoleh hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait penyebab kecelakaan kapal tersebut. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah perlu mengetahui penyebab kecelakaan secara pasti sebelum menentukan langkah terhadap perusahaan pelayaran.

Hasil investigasi KNKT nantinya juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan aspek keselamatan transportasi laut.

“Kami akan evaluasi ya, tapi yang paling penting kami akan lihat dulu sebab-sebabnya yang kami harus dapatkan dari KNKT,” kata Dudy, Senin (3/8/2026). Menurut Dudy, hasil investigasi KNKT akan menjadi bahan pembelajaran bagi perusahaan pemilik kapal. Pemerintah akan melihat temuan investigasi untuk menentukan aspek keselamatan yang perlu dievaluasi. “Jadi, ini juga akan menjadi lesson learned buat kita, bahan evaluasi kepada perusahaan yang bersangkutan,” ujarnya. Dudy mengatakan, pemerintah akan memeriksa data dan hasil investigasi sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Ia juga menyebutkan, perusahaan pemilik KMP Mutiara Sentosa 2, berdasarkan data yang dimilikinya, pernah mengalami kecelakaan sebelumnya. “Jadi terhadap perusahaan, kami akan selalu melakukan evaluasi. Melihat dari data yang ada, kalau tidak salah dua kali,” jelasnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih menunggu hasil investigasi KNKT. Pemerintah akan menggunakan hasil investigasi tersebut sebagai salah satu dasar untuk mengevaluasi perusahaan pemilik kapal dan penyelenggaraan pelayaran.

** Berita ini juga dimuat di Kompas.com, edisi 3 Agustus 2026.

red/mpl/pr

Den Turangga Ditpolsatwa Polri Salurkan Bantuan Beras untuk Warga Kelapa Dua, Tebar Kebaikan di Pagi Hari

Depok, PMJ – Maspolin.id|| Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri kembali membuktikan bahwa tugas kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum. Melalui unit Detasemen Turangga (Den Turangga), jajaran aparat kepolisian ini menggelar aksi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di akar rumput.

Aksi kepedulian sosial tersebut diwujudkan dengan membagikan bantuan sembako berupa paket beras kepada warga yang membutuhkan. Pembagian bantuan ini difokuskan di sekitar kawasan pemukiman Kelapa Dua, Kota Depok, pada Senin pagi (03/08/2026).

Kegiatan kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini dipimpin secara langsung oleh Kompol Kadarman yang bertindak selaku Ketua Tim (Katim). Beliau turun langsung menyapa warga dengan didampingi oleh dua perwira lainnya, yakni Iptu Yunus dan Ipda Yayuk.

Operasi kebaikan di pagi hari tersebut turut diperkuat dengan pelibatan 10 personel aktif dari Den Turangga Korps Sabhara Baharkam Polri. Seluruh personel tampak saling bergotong royong memastikan bantuan sampai tepat sasaran ke tangan warga.

Secara terpisah, Komandan Detasemen (Kanden) Turangga turut memberikan tanggapannya mengenai kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa aksi turun ke jalan ini merupakan agenda strategis guna mempererat ikatan emosional antara institusi Polri dan masyarakat sipil.

Lebih dari itu, pembagian sembako ini juga dimaknai sebagai wujud rasa syukur atas terpeliharanya situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang terus berjalan kondusif di wilayah tersebut.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum dan penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat yang siap membantu dalam segala situasi. Kegiatan berbagi sembako ini adalah salah satu bentuk ikhtiar kami untuk terus hadir membawa manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan,” ujar Kanden Turangga dalam keterangan resminya.

Pimpinan Den Turangga itu juga menegaskan sebuah komitmen penting dari satuannya. Ia memastikan bahwa jajaran Ditpolsatwa akan terus menyelenggarakan rentetan aksi kemanusiaan serupa secara berkala di berbagai titik wilayah penugasan mereka.

Sementara itu dari pantauan di lapangan, alur distribusi beras yang dikomandoi oleh Kompol Kadarman terpantau sangat rapi. Meskipun antusiasme warga yang hadir sangat tinggi, proses penyaluran tetap berjalan dengan sangat tertib.

“Kami berharap bantuan beras ini dapat sedikit meringankan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari warga di sekitar Kelapa Dua. Alhamdulillah, berkat kerja sama tim dan kesadaran warga, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif,” ungkap Kompol Kadarman bersyukur.

Kehadiran personel Den Turangga di tengah-tengah gang pemukiman warga rupanya disambut dengan sangat hangat oleh masyarakat setempat. Senyum bahagia warga menjadi bayaran atas jerih payah para personel di pagi buta.

Kegiatan humanis ini pada akhirnya menjadi bukti autentik atas komitmen Baharkam Polri. Institusi ini terus berupaya membangun fondasi sinergitas yang kuat bersama masyarakat demi mewujudkan lingkungan sosial yang aman, damai, dan sejahtera.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Wakapolri: Bergabungnya Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo ke UBISA Perkuat Jejaring Nasional Pusat Studi Kepolisian

HUMAS POLRI – Maspolin.id|| Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri, resmi bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika Universitas Bima Sakapenta (UBISA), Senin (3/8/2026).

Bergabungnya salah satu penggerak pengembangan Pusat Studi Kepolisian tersebut mendapat apresiasi dari Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Menurutnya, kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA bukan hanya bentuk kepedulian terhadap pendidikan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi Polri dengan perguruan tinggi.

“Saya mengucapkan selamat kepada Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo atas bergabungnya di Universitas Bima Sakapenta. Kehadiran beliau akan semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan tinggi serta memperluas jejaring Pusat Studi Kepolisian yang terus kita bangun bersama perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia,” ujar Wakapolri.

Wakapolri mengatakan, Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo melalui perannya sebagai Kasatgas Pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah menjadi salah satu motor penggerak dalam membangun jejaring akademik Polri. Hingga saat ini, pembentukan Pusat Studi Kepolisian telah didorong di 79 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di berbagai daerah di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 40 Pusat Studi Kepolisian telah beroperasi, 5 dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses menuju pembentukan dan kerja sama.

“Ini bukan sekadar soal jumlah. Yang lebih penting adalah bagaimana Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang bertemunya pengalaman praktis kepolisian dengan kekuatan akademik kampus. Dari sana kita ingin lahir riset, inovasi dan rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan yang dapat menjawab persoalan keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Wakapolri.

Menurut Wakapolri, jejaring tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem Police Science yang semakin terbuka dan kolaboratif. Perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi mitra pendidikan, tetapi juga menjadi mitra strategis Polri dalam mengembangkan evidence-based policing dan menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks di era digital.

Sementara itu, Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo mengatakan keputusannya bergabung dengan UBISA dilandasi semangat untuk ikut mendukung perguruan tinggi yang sedang tumbuh dan berkembang.

“Mendukung perguruan tinggi yang sedang bertumbuh bukan sekadar membantu sebuah institusi, melainkan ikut menanam benih masa depan bangsa. Perguruan tinggi merupakan salah satu pilar utama dalam membangun peradaban. Di dalamnya lahir sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, inovasi, dan berbagai solusi bagi persoalan bangsa,” ujar Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo.

Menurutnya, perguruan tinggi besar tidak lahir dalam waktu singkat. Dibutuhkan gotong royong, kepercayaan masyarakat, dedikasi para pendidik, dukungan pemerintah, serta kontribusi alumni dan mitra strategis agar sebuah kampus dapat tumbuh menjadi pusat keunggulan.

Kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo di UBISA diterima langsung oleh Ketua Yayasan Khafdilah, S.Kom., S.H., M.H., Sekretaris Yayasan Maylane Boni Abdillah, Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T., Wakil Rektor II Dra. Surtiati, M.Pd., jajaran Program Studi Hukum, serta sivitas akademika UBISA.

Rektor UBISA Drs. Agus Supriyadi, M.T. menyambut kehadiran Irjen Pol. Susilo Teguh Raharjo dan berharap pengalaman serta jejaring akademiknya dapat memberikan energi baru bagi perkembangan universitas.

“Selamat bergabung di Universitas Bima Sakapenta. Semoga kehadiran beliau menginspirasi sekaligus memperkuat langkah UBISA dalam melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, berbudi luhur, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor UBISA.

Dengan semangat “Mlesat Mabur Duwur, Nggayuh Adab Luhur”, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem akademik UBISA, tetapi juga membuka ruang yang semakin luas bagi sinergi perguruan tinggi dengan Polri.

Bagi Polri, berkembangnya jejaring Pusat Studi Kepolisian di berbagai kampus menjadi investasi jangka panjang untuk membangun kepolisian yang semakin berbasis ilmu pengetahuan, riset, inovasi, dan kebutuhan masyarakat.

“Polri masa depan harus semakin dekat dengan ilmu pengetahuan. Kampus adalah mitra strategis kita. Semakin kuat kolaborasi Polri dan perguruan tinggi, semakin kuat pula fondasi transformasi Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Wakapolri.

 

HUMAS 0POLRI

red/mpl/sss

Polri Pastikan Situasi Keamanan Pusat-Pusat Ekonomi Nasional Tetap Kondusif

HUMAS POLRI – Maspolin.id|| Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai pusat kegiatan ekonomi nasional tetap berada dalam kondisi aman dan terkendali. Kepastian tersebut disampaikan seiring meningkatnya perhatian publik terhadap penguatan sistem pengamanan di sejumlah kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan objek vital nasional di Jakarta maupun daerah lainnya.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa Polri terus mengedepankan langkah-langkah preventif guna memastikan aktivitas masyarakat dan roda perekonomian nasional berjalan dengan baik.

“Polri terus melaksanakan patroli rutin, penguatan kegiatan intelijen, deteksi dini, pengamanan objek vital nasional, patroli siber, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Seluruh langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Langkah antisipatif tersebut dilakukan secara berlapis dengan melibatkan seluruh satuan kewilayahan, mulai dari tingkat Mabes Polri, polda, polres, hingga polsek. Pengamanan difokuskan pada kawasan strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Selain itu, Polri juga terus melakukan pemantauan secara real time melalui berbagai sistem yang dimiliki, termasuk Daily Operational Reporting System (DORS) yang menjadi sarana pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dari seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data DORS, situasi keamanan secara umum berada dalam kondisi terkendali dan tidak ditemukan adanya kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan nasional maupun aktivitas perekonomian masyarakat.

“Data yang kami peroleh melalui DORS menunjukkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat hingga saat ini masih terkendali. Tidak terdapat kejadian menonjol yang berdampak terhadap stabilitas keamanan secara nasional. Seluruh personel di lapangan juga terus melaksanakan langkah-langkah pencegahan secara maksimal,” kata Johnny.

Menurutnya, peningkatan pengamanan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan maupun pengelola kawasan usaha merupakan langkah antisipatif yang lazim dilakukan untuk memastikan keselamatan pekerja, perlindungan aset, dan kelancaran operasional perusahaan.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, terutama narasi yang berpotensi menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Pengalaman dari berbagai peristiwa pada masa lalu menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini. Oleh karena itu, kami memastikan bahwa setiap potensi gangguan akan ditangani secara cepat, tepat, dan profesional sehingga situasi yang kondusif dapat terus terjaga,” ujarnya.

Polri menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat. Dengan kesiapan personel, dukungan teknologi, serta koordinasi yang terus diperkuat dengan berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat tidak perlu merasa khawatir. Polri akan terus bekerja untuk menjaga keamanan dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tutup Johnny.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Aipda Ahmad Nadhif Harumkan Nama Korps Brimob Polri di Malaysia MBW International Taekwondo Championship 2026

KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Maspolin.id|| Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Korps Brimob Polri di kancah internasional. Pada ajang MBW International Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Negeri 9 Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, personel Brimob berhasil mempersembahkan medali bagi Indonesia. Salah satu atlet yang menjadi sorotan adalah Aipda Ahmad Nadhif, personel Provos Batalyon B Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri, yang sukses meraih medali perunggu pada nomor Poomsae Master Class Pair, sekaligus menegaskan komitmen Korps Brimob Polri dalam mencetak personel berprestasi di tingkat internasional.

MBW International Taekwondo Championship merupakan kejuaraan tahunan yang diselenggarakan menjelang Hari Kemerdekaan Malaysia. Memasuki penyelenggaraan yang keenam, ajang ini diikuti sebanyak 3.935 atlet dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Timor-Leste, Korea Selatan, India, China, Pakistan, Filipina, Thailand, dan Australia. Jumlah peserta tahun ini sedikit berkurang karena bertepatan dengan sejumlah kejuaraan internasional lainnya, termasuk G2 Asian Open Taekwondo Championship di Jakarta.

Kejuaraan berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Juli hingga 2 Agustus 2026, dengan mempertandingkan berbagai nomor pada 12 arena pertandingan setiap harinya. Upacara pembukaan secara resmi dibuka oleh Grand Master Dhanaraj Rassiah selaku Technical Chairman of Taekwondo Malaysia.

Kontingen Indonesia mengirimkan 34 tim, sementara Korps Brimob Polri turut mengirimkan dua personel Brimob, satu Bhayangkari, serta sepuluh atlet pelajar binaan untuk memperkuat kontingen Indonesia.

Pada kejuaraan tersebut, Aipda Ahmad Nadhif tampil pada nomor Poomsae Master Class Pair bersama istrinya. Pasangan ini berhasil melewati babak penyisihan dengan mengalahkan pasangan dari India dan Brunei Darussalam sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah Malaysia pada babak perebutan medali. Hasil tersebut mengantarkan Aipda Ahmad Nadhif mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia sekaligus mengharumkan nama Korps Brimob Polri.

Prestasi juga diraih Bripda Daffa Wilda yang turun pada nomor Poomsae Senior Pair. Dengan penampilan yang impresif, ia berhasil mengalahkan pasangan dari Timor-Leste di babak penyisihan, menundukkan pasangan Malaysia, dan melaju hingga partai final. Meski harus mengakui keunggulan pasangan Filipina pada laga puncak, Bripda Daffa sukses mempersembahkan medali perak bagi Indonesia.

Aipda Ahmad Nadhif mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam menghadapi kejuaraan internasional bukan hanya persaingan dengan atlet dari berbagai negara, tetapi juga membagi waktu antara tugas kedinasan sebagai anggota Brimob dengan program latihan yang intensif. Untuk meningkatkan peluang meraih prestasi, dirinya memilih turun pada kategori Pair, yang memiliki jumlah peserta lebih sedikit dibandingkan nomor individu.

Bagi Aipda Ahmad Nadhif, prestasi tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Menjelang usia 50 tahun, dirinya tetap konsisten menjalani peran sebagai anggota Brimob, pelatih, sekaligus atlet Taekwondo yang terus membawa nama Korps Brimob Polri dan Merah Putih di pentas internasional.

“Di usia yang sudah tidak muda lagi, mungkin saya tidak lagi berada di medan penugasan seperti dahulu. Namun melalui olahraga Taekwondo, saya masih bisa berjuang membawa nama Korps Brimob, bangsa, dan negara di tingkat internasional. Ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi bagi generasi muda Brimob agar terus meningkatkan kemampuan, disiplin, dan prestasi,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa prestasi olahraga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Brimob dan masyarakat. Menurutnya, melalui pembinaan Taekwondo, anggota Brimob tidak hanya meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga berkontribusi membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sehat, berkarakter, dan berprestasi.

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan Korps Brimob Polri yang selama lebih dari dua dekade secara konsisten membina cabang olahraga Taekwondo. Sejak tahun 2001, pembinaan Taekwondo di lingkungan Korps Brimob terus berjalan dan telah melahirkan banyak atlet yang mampu mengharumkan nama kesatuan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pembinaan tersebut juga berkembang hingga melibatkan putra-putri anggota Brimob sebagai bagian dari pembentukan karakter, mental, fisik, serta prestasi olahraga.

Ke depan, Aipda Ahmad Nadhif berharap pembinaan olahraga bela diri di lingkungan Korps Brimob Polri terus mendapat dukungan sehingga semakin banyak personel yang mampu mengukir prestasi di berbagai ajang internasional.

“Harapan kami, seluruh anggota Brimob terus didukung untuk meningkatkan kemampuan bela diri. Dengan begitu, selain siap menjalankan tugas operasional, mereka juga mampu mengharumkan nama Korps Brimob Polri melalui jalur prestasi olahraga. Taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga yang hingga kini tetap konsisten berkembang di Korps Brimob dan sangat diminati oleh generasi muda,” pungkasnya.

 

HUMAS BBPOLRI

red/mpl/nn

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.