Pencarian Terhadap Iptu Tommy Samuel Marbun, Kapolda Papua Barat Pimpin Misi Kemanusiaan Operasi AB Moskona 2025

PAPUA BARAT – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi “AB Moskona 2025” di Lapangan Apel Polres Teluk Bintuni. Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., sebagai bentuk kesiapan dalam melanjutkan misi kemanusiaan pencarian terhadap Iptu Tommy Samuel Marbun yang hilang saat menjalankan tugas negara.

Dalam arahannya, Kapolda mengajak seluruh peserta apel untuk bersyukur atas kesempatan dan kekuatan yang masih diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa, seraya menekankan bahwa operasi lanjutan ini merupakan bentuk nyata pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Keamanan dan keselamatan personel yang terlibat dalam pelaksanaan pencarian harus menjadi prioritas utama,” tegas Kapolda.

Operasi ini direncanakan berlangsung selama 14 hari, mulai dari tanggal 21 April hingga 3 Mei 2025, melibatkan 274 personel dari Operasi AB Moskona 2025 dan 236 personel gabungan dari Operasi SAR Polda Papua Barat. Personel ini dilengkapi dengan berbagai alat canggih, seperti spit, long boat, helikopter, drone, serta alat SAR lainnya untuk mempermudah dan mempercepat proses pencarian.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Danpas Pelopor Korbrimob Polri, Karo Binops Sops Polri, Pangdam XVIII/Kasuari, Kepala Kantor SAR, Komandan Lantamal, Danpasmar-3, serta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni atas dukungan dan sinergitas yang ditunjukkan dalam mendukung operasi berskala nasional ini.

Kapolda juga mengingatkan bahwa tantangan geografis di wilayah Teluk Bintuni cukup berat dan memerlukan kesiapan fisik, mental, dan logistik. Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam penggunaan peralatan, komunikasi, serta kepatuhan terhadap SOP, khususnya bagi personel yang membawa senjata api.

“Catur Prasetya adalah pedoman kerja kita, yang secara tegas menyatakan bahwa sebagai insan Bhayangkara, kehormatan tertinggi kita adalah berkorban untuk masyarakat, bangsa, dan negara,” tambah Kapolda.

Sebagai bentuk komitmen moral dan spiritual, kegiatan dilanjutkan dengan doa lintas agama yang dipimpin oleh para pemuka agama setempat, memohon keselamatan dan kelancaran dalam pelaksanaan operasi. Usai apel dan doa bersama, dilaksanakan pengecekan perlengkapan, peralatan, dan kesiapan personel secara menyeluruh, mengingat mendatangkan helikopter dan peralatan lainnya sangat mahal.

Operasi pencarian ini merupakan tahap ketiga, setelah sebelumnya pencarian tahap I dilaksanakan pada 18–31 Desember 2024 dan tahap II pada 27 Januari – 2 Februari 2025. Dengan semangat kemanusiaan dan pengabdian, diharapkan pelaksanaan Operasi AB Moskona 2025 ini dapat menemukan titik terang terhadap keberadaan Iptu Tommy Samuel Marbun, serta seluruh personel yang bertugas senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Pasukan Ops Moskona 2025 Dikerahkan Cari Iptu Tomi Marbun

Dalam rangka mendukung upaya Pencarian dan Penyelamatan terhadap Iptu Tomi Marbun, Kasatreskrim Polres Teluk Bintuni Polda Papua Barat, Korps Brimob Polri melaksanakan Pergeseran Pasukan (Serpas) menuju Papua Barat dalam Operasi “AB Moskona-2025”.

Sebanyak 77 Personel Gabungan dari Mako Korbrimob, Mako Pasukan Pelopor, Resimen I, dan Resimen II Pasukan Pelopor diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada Minggu (20/4/2025) malam.

Pergeseran ini diawali dengan Apel Persiapan di masing-masing Kesatuan pada pukul 19.00 WIB, sebelum diberangkatkan menuju Bandara Soekarno Hatta untuk melaksanakan prosedur Pengamanan dan Pengecekan Perlengkapan. Personel diberangkatkan menggunakan pesawat Lion Air JT. dengan tujuan Manokwari, Papua Barat, pada pukul 24.00 WIB.

Pengerahan Pasukan dalam Operasi ini merupakan bagian dari Komitmen Korps Brimob Polri dalam Menjalankan Tugas Kemanusiaan serta memberikan Bantuan dalam Situasi Darurat di Lapangan.

Operasi “AB Moskona-2025” dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan Pelopor Korbrimob selaku Kepala Operasi Brigjen Pol Gatot Mangkurat Putra, P.J., yang akan mengoordinasikan seluruh unsur Pasukan dalam Pencarian serta Pengamanan wilayah sekitar lokasi kejadian di Papua Barat.

“Korps Brimob Polri Selalu Siap Siaga menghadapi setiap Tantangan Tugas, Termasuk dalam Misi Pencarian dan Penyelamatan Anggota Polri yang tengah melaksanakan Tugas Negara. Dengan Berharap Proses Pencarian berjalan Aman dan Lancar,” ujar Danpas Pelopor.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Kapolsek Bukit Raya dicopot, Irjen Herry Heryawan: Peringatan Keras ke Jajaran agar Tidak Mentolerir Aksi Premanisme

PEKANBARU, RIAU – Maspolin.id|| Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan atensi penuh terhadap kasus dugaan pengeroyokan yang terjadi di halaman Mapolsek Bukit Raya, yang telah menimbulkan keresahan dan menjadi perhatian publik luas.

“Saya menegaskan bahwa Polda Riau tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan kamtibmas, termasuk tindakan premanisme berkedok debt collector,” sebut Irjen Herry Heryawan, Senin (21/4/2025) malam.

Setiap pelanggaran hukum, kata dia, baik dilakukan oleh masyarakat umum maupun yang terjadi di lingkungan institusi kepolisian akan ditindak secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

“Mutasi terhadap Kapolsek Bukit Raya adalah langkah tegas yang diambil sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas kepemimpinan, pengawasan, dan respons dalam penanganan situasi di wilayah hukumnya,” tuturnya.

Ini juga merupakan peringatan keras bahwa pimpinan di tingkat Polsek dan jajaran wajib memastikan wilayahnya aman, personelnya disiplin, serta mampu menjawab ekspektasi masyarakat.

Mutasi ini bukan hanya bagian dari rotasi rutin, namun juga mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga kualitas dan integritas pelayanan publik.

“Setiap anggota Polri wajib memahami bahwa jabatan adalah amanah, dan kepercayaan masyarakat tidak boleh dikhianati oleh kelalaian, pembiaran, atau ketidaktegasan dalam bertinda,” tambah Kapolda.

“Saya instruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, kecepatan bertindak, dan kepekaan terhadap situasi kamtibmas. Jangan beri ruang sedikit pun kepada pelanggaran hukum, apalagi yang mencederai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Polda Riau akan terus mengedepankan penegakan hukum yang adil, tegas, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.

Tidak ada tempat bagi pembiaran, kompromi, atau kelengahan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.

 

Humas Polda Riau

red/mpl/sss

Empat Debt Collector Yang Terlibat Pengrusakan dan Intimidasi didepan Polsek Bukit Raya ditangkap Polda Riau

PEKANBARU, RIAU – Maspolin.id|| Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat debt collector yang melakukan tindakan brutal di halaman Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Riau.

Empat debt collector yang ditangkap adalah A alias Kevin (46) dan tiga anak buahnya MHA (18), R alias Riau (46), dan RS alias Garong (34). Mereka berasal dari Debt Collector Fighter Pekanbaru.

“Ketuanya adalah E alias Kevin. Dari pendataan kita, ada 11 orang dan 7 debt collector masih buron,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, Selasa (22/4/2025). Ia pun meminta kepada 7 debt collector yang kabur agar menyerahkan diri.

Sementara itu, kondisi korban yakni Ramadani Putri alias RP (30) mengalami luka luka akibat dikeroyok dan masih syok.

Kejadian bermula saat suami korban dan para debt collector ribut di depan sebuah hotel di Jalan Sudirman pada 18 April 2025 malam, lantaran pekerjaan. Kemudian keributan itu dilerai polisi.

Tetapi masalah itu tidak selesai. Kemudian kedua belah pihak sepakat bertemu di Jalan Parit Indah dekat Polsek Bukit Raya. Ternyata sampai di lokasi E alias Kevin membawa banyak temannya. Di sana terjadi lagi keributan dan mobil korban di tendang-tendang.

Ketakutan, korban mengajak suaminya pergi. Mereka pun kabur dengan mobil dikejar oleh para pelaku.

Untuk mencari keselamatan, istri korban meminta suaminya meminta bantuan ke Polsek Bukit Raya. Namun bukannya takut, para melaku terus mengejar hingga halaman Polsek Bukit Raya. Di sanalah para pelaku menyerang korban dengan merusak mobil dengan benda-benda tumpul dan menganiaya RP.

Namun, dari video yang beredar di media sosial, tak satupun anggota polisi yang terlihat melerai.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki mengatakan, bahwa saat kejadian ada 11 anggota polsek yang berdinas.

“Saat kejadian sebenarnya ada anggota yang coba melerai, tapi tidak tersorot di dalam video itu. Kalau tidak anggota di sana maka aksi mereka akan berlangsung lama,” ungkap Kapolresta.

 

Humas Polda Riau

red/mpl/sss

Pramono Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2036. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Rapat Anggota Komite Olimpiade Indonesia 2025 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (22/4).

“Saya terus terang memberikan support,”

Dalam acara tersebut, Pramono menyampaikan langsung dukungannya kepada Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

“Saya terus terang memberikan support, dukungan kepada saudara Okto sebagai Presiden Olimpiade Indonesia untuk meningkatkan prestasi olahraga, terutama olahraga-olahraga yang akan diadakan di Jakarta,” ujar Pramono.

Ia juga menyambut baik penyelenggaraan berbagai ajang olahraga di Jakarta. Menurutnya, Jakarta bertekad menjadi destinasi wisata olahraga kelas dunia.

“Seperti yang saya sampaikan bahwa Jakarta sangat berkeinginan untuk menjadi destinasi wisata olahraga. Maka momen-momen olahraga besar kami persilakan untuk diadakan di Jakarta,” imbuhnya.

Selain mendukung ajang olahraga internasional, Pramono memastikan bahwa Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen terhadap kegiatan olahraga nasional. Ia menegaskan kesiapan Jakarta menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII.

“Rencananya diadakan di Sumatera Utara dan Aceh. Kalau memang mereka tidak sanggup dan kekurangan fasilitas, maka Jakarta terbuka,” tandasnya.

 

Pemprov Jakarta

bjak/mpl/apl

Korban Kekerasan Seksual Dokter RS Persada Lapor ke Polresta Malang Kota

Malang Kota, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kuasa hukum korban dugaan kekerasan seksual berinisial QAR resmi melaporkan oknum dokter RS Persada Hospital Malang, dr. AYP, ke Polresta Malang Kota, Jumat (18/4/2025) malam. Laporan tersebut dilayangkan karena dokter yang bersangkutan dinilai tidak menunjukkan itikad baik, termasuk permintaan maaf kepada korban.

Kuasa hukum korban, Satria M.A. Marwan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen RS Persada. Menurutnya, sikap manajemen dinilai arogan dan tidak bertanggung jawab, padahal telah menonaktifkan dr. AYP dari tugasnya.

“Kami melaporkan dr. AYP karena diduga melanggar Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual terhadap klien kami yang terjadi pada 2022. Beberapa bukti juga telah kami siapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, korban dan keluarganya mengalami tekanan psikologis akibat kasus yang kembali mencuat ke publik.

“Korban merasa syok dan gelisah karena ini pengalaman pertamanya melapor. Butuh keberanian besar setelah tiga tahun memendam,” tegasnya.

Menurut Satria, laporan ini diharapkan menjadi pembelajaran agar tidak ada lagi korban berikutnya. Pihaknya juga menyebut ada dugaan korban lain dengan pola serupa di RS Persada.

“Saya pikir, terlalu sombong jika tidak mau minta maaf. Kami menerima informasi ada kemungkinan empat korban lain dari dokter yang sama,” ungkapnya.

Satria juga menilai manajemen RS Persada tidak menunjukkan penyesalan.

“Penonaktifan dokter itu artinya mereka mengakui ada masalah. Tapi hingga kini tidak ada permintaan maaf resmi kepada korban,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, drh. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM, menilai kasus ini sangat memprihatinkan. Ia menekankan pentingnya kode etik profesi bagi tenaga kesehatan.

“Dokter itu disumpah menjaga etik profesinya. Kalau ada pelanggaran seperti ini, jelas itu perbuatan oknum. Laporan ke polisi adalah langkah yang tepat,” katanya dilansir dari laman  rri.co.id.

Puguh, yang juga pendiri RSU Wajak Husada, mengingatkan bahwa perlindungan pasien diatur dalam regulasi seperti UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, Permenkes No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien, serta UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Pasien berhak atas keamanan dan kenyamanan selama menerima layanan. Jika terjadi pelecehan, wajib dilaporkan agar ada penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga mendukung adanya tes kesehatan mental dan fisik rutin bagi tenaga medis sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan publik.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/gg

 

Kapolda Jatim Berikan Arahan Strategis kepada Personel Polres Tuban, Tekankan Profesionalisme dan Inovasi dalam Pelayanan

Tuban, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si, memberikan sejumlah arahan penting kepada seluruh personel Polres Tuban dalam kunjungan kerjanya pada Senin (21/4/2025).

Dalam arahannya, Kapolda menekankan pentingnya introspeksi, perbaikan berkelanjutan, serta peningkatan profesionalisme dan sinergi baik internal maupun eksternal.

Irjen Pol Nanang Avianto mengawali dengan ajakan untuk melakukan introspeksi terhadap kinerja masing-masing personel dan memperbaiki segala kekurangan yang ada agar tidak terulang.

“Jangan pernah merasa cukup. Evaluasi dan perbaikan harus terus dilakukan agar selalu ada kemajuan dalam pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mensyukuri amanah tugas yang diemban dengan penuh rasa tanggung jawab dan semangat kebersamaan. Kapolda Jatim mengajak seluruh anggota untuk memperkuat soliditas internal, dengan menjaga kekompakan dan hubungan harmonis di lingkungan satuan.

Tidak hanya itu, sinergi dengan pihak luar juga ditekankan. “Bangun kolaborasi yang positif dengan berbagai elemen masyarakat dan stakeholder eksternal untuk menunjang pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.

Kapolda juga mendorong personel untuk terus mengembangkan diri, berpikir kreatif, dan melakukan inovasi. Menurutnya, perubahan zaman menuntut kemampuan berpikir out of the box agar kepolisian tetap adaptif dan responsif.

Dalam era digital seperti sekarang, Kapolda mengingatkan agar berhati-hati terhadap penyebaran informasi negatif.

“Jangan sampai ada perbuatan yang bisa merusak citra Polri. Satu kesalahan bisa viral dan berdampak besar,” katanya.

Untuk mencegah hal itu, ia menekankan pentingnya budaya saling mengingatkan antarsesama anggota sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan internal. Ia menambahkan bahwa anggota tidak perlu tersinggung jika diingatkan.

Selain itu, Kapolda menegaskan pentingnya menjaga nama baik institusi dan mengingat kembali perjuangan untuk menjadi anggota Polri.

“Menjaga marwah Polri harus dibuktikan dengan tindakan nyata, bukan sekadar slogan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pemahaman terhadap prinsip dasar Polri seperti Catur Prasetya, agar tidak hanya dibaca sebagai formalitas, namun dilaksanakan dalam tugas sehari-hari.

Menyoroti situasi lokal, Kapolda meminta agar permasalahan berulang seperti konflik antarperguruan silat di Tuban segera diidentifikasi dan dicarikan solusi permanen.

“Jangan sampai kita hanya bersikap reaktif seperti pemadam kebakaran,” tegasnya.

Kapolda juga mengingatkan pentingnya memahami konteks strategis nasional dan global, karena dinamika tersebut dapat berdampak langsung pada situasi kamtibmas di daerah.

Menjelang agenda besar seperti May Day, ia meminta agar seluruh personel bersiap dengan analisa intelijen, pendekatan persuasif, serta komunikasi efektif untuk meminimalisir risiko dalam pengamanan aksi massa.

Selain itu, ia juga meminta agar isu-isu nasional seperti pembahasan RUU disosialisasikan dengan benar kepada masyarakat agar tidak terjadi salah tafsir maupun provokasi.

Kapolda juga menekankan pentingnya kesadaran disiplin, dengan mencontoh budaya positif seperti di Jepang, serta mendukung program-program pemerintah seperti penanggulangan stunting demi menciptakan generasi bangsa yang lebih baik.

Menutup arahannya, Kapolda Jatim mengajak seluruh anggota Polres Tuban untuk mencintai tugas dengan sepenuh hati dan bekerja dengan penuh keikhlasan.

“Dengan keikhlasan dan rasa cinta pada tugas, pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan dan bermakna,” pungkasnya.

Arahan tersebut menjadi pengingat sekaligus pemacu semangat bagi seluruh personel untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga nama baik institusi Polri.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/gg

Patroli Drone, Polres Pasuruan Kota Berhasil Identifikasi dan Bongkar Lokasi Sabung Ayam

Pasuruan Kota, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Gerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat, Polres Pasuruan Kota Polda Jatim bersama TNI dan warga melakukan pembongkaran dan pembakaran terhadap bangunan semi permanen yang diduga menjadi lokasi sabung ayam ilegal di Dusun Sebalong Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Lokasi tersebut telah lama dicurigai menjadi tempat berlangsungnya praktik perjudian sabung ayam yang meresahkan warga.

Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Davis Busin Siswara, S.I.K., M.I.Kom., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polres Pasuruan Kota Polda Jatim dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Pembongkaran ini tidak hanya bersifat simbolis, tapi menjadi peringatan keras bahwa kami tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk praktik perjudian,” tegasnya.

Menariknya, dalam operasi ini, Polres Pasuruan Kota Polda Jatim juga memanfaatkan teknologi berupa drone udara untuk melakukan patroli dengan pemantauan secara intensif.

Hasil tangkapan udara dari drone digunakan untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi yang dicurigai, termasuk mendeteksi keberadaan para pelaku, kendaraan yang digunakan, serta aktivitas mencurigakan di sekitar area target.

Dengan dukungan teknologi ini, Polres Pasuruan Kota Polda Jatim berhasil memetakan area secara detail sebelum melakukan tindakan pembongkaran.

Drone juga menjadi alat bukti visual untuk mendukung langkah hukum ke depan bila ditemukan pelanggaran lainnya.

Bangunan yang dibongkar merupakan struktur sementara berbentuk arena tertutup yang diduga kuat digunakan sebagai lokasi sabung ayam.

Setelah dilakukan pembongkaran, puing-puing bangunan dibakar agar tidak dapat digunakan kembali.

Warga setempat menyambut baik tindakan tegas ini. Mereka mengaku resah dengan adanya aktivitas yang kerap kali berlangsung secara sembunyi-sembunyi dan disinyalir mengundang keributan serta pelanggaran hukum lainnya.

“Terima kasih kepada pak polisi yang sudah menindak tegas. Kami sebagai warga merasa lebih aman dan nyaman. Semoga tidak ada lagi kegiatan seperti ini di lingkungan kami,” ujar salah satu tokoh masyarakat.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

4 Debt Collector Ditangkap Karena Mengamuk dikantor Polisi

PEKANBARU, RIAU – Maspolin.id|| Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru menangkap empat debt collector yang pelakukan tindakan brutal di halaman Polsek Bukit Raya Pekanbaru, Riau.

Empat debt collector yang ditangkap adalah A alias Kevin (46) dan tiga anak buahnya MHA (18), R alias Riau (46), dan RS alias Garong (34). Mereka berasal dari Debt Collector Fighter Pekanbaru.

“Ketuanya adalah E alias Kevin. Dari pendataan kita, ada 11 orang dan 7 debt collector masih buron,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, Selasa (22/4/2025). Ia pun meminta kepada 7 debt collector yang kabur agar menyerahkan diri.

Sementara itu, kondisi korban yakni Ramadani Putri alias RP (30) mengalami luka luka akibat dikeroyok dan masih syok.

Kejadian bermula saat suami korban dan para debt collector ribut di depan sebuah hotel di Jalan Sudirman pada 18 April 2025 malam, lantaran pekerjaan. Kemudian keributan itu dilerai polisi.

Tetapi masalah itu tidak selesai. Kemudian kedua belah pihak sepakat bertemu di Jalan Parit Indah dekat Polsek Bukit Raya. Ternyata sampai di lokasi E alias Kevin membawa banyak temannya. Di sana terjadi lagi keributan dan mobil korban di tendang-tendang.

Ketakutan, korban mengajak suaminya pergi. Mereka pun kabur dengan mobil dikejar oleh para pelaku.

Untuk mencari keselamatan, istri korban meminta suaminya meminta bantuan ke Polsek Bukit Raya. Namun bukannya takut, para melaku terus mengejar hingga halaman Polsek Bukit Raya. Di sanalah para pelaku menyerang korban dengan merusak mobil dengan benda-benda tumpul dan menganiaya RP.

Namun, dari video yang beredar di media sosial, tak satupun anggota polisi yang terlihat melerai.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki mengatakan, bahwa saat kejadian ada 11 anggota polsek yang berdinas.

“Saat kejadian sebanarnya ada anggota yang coba melerai, tapi tidak tersorot di dalam video itu. Kalau tidak anggota di sana maka aksi mereka akan berlangsung lama,” ungkap Kapolresta.

Humas Polda Riau

red/mpl/nn

Polres Depok Ungkap Dasar Penangkapan TS Ketua Ormas di Harjamukti

Polres Depok menjelaskan awal mula penangkapan Ketua GRIB Harjamukti berinisial TS yang berujung aksi penghalangan-halangan oleh sejumlah orang. TS ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana penganiayaan, pengancaman, dan juga sekaligus kepemilikan senjata api tanpa izinz

“Perlu kami sampaikan bahwa awal mula kejadian ini di mana pada saat PT PP Property akan melaksanakan pemagaran di Kampung Baru, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok ini dihalangi oleh saudara TS beserta pengikutnya dengan melakukan tadi yang kami sampaikan pengancaman, intimidasi kepada karyawan ataupun petugas eskavator dari PT Property yang akan melakukan pemagaran,” jelas Kapolres Depok Kombes Pol. Abdul Waras dalam konferensi pers, Senin (21/4/25).

Pada saat itu, ujarnya, TS memberikan ancaman akan melakukan tembakan sebanyak 3 kali yang mengenai kaca beco hingga menyebabkan kaca pecah dan mengenai kaki dari operator beco. Dalam proses penyidikan kasus ini, TS pun tidak kooperatif dengan penyidik.

“Selama proses pelaporan di kami, ada beberapa laporan polisi juga yang masih kami tangani yang terindikasikan dilakukan oleh saudara TS,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, atas dasar itu penyidik melakukan tindakan menjemput TS. Lalu, pada saat dilakukan penjemputan terjadi upaya dari TS dan para pengikutnya penghalangan penyidikan dan juga pengrusakan terhadap mobil operasional penyidik.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ma

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

OnlyFans Free No Sign Up: What to Know

What Is OnlyFans and Why Users Search for “Free No Sign Up”Legal and Ethical ConsiderationsCommon Myths About Accessing Content Without an AccountLegitimate Ways to...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.