Pemprov DKI Gelar Perpanjangan SIM Gratis bagi Perempuan

JAKARTA – Maspolin.id|| Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan program perpanjangan SIM gratis khusus bagi perempuan di halaman Balai Kota DKI Jakarta dalam rangka Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April.

Program ini diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada para perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Kuota program ini dibatasi untuk 100 orang peserta.

Ketua DWP Provinsi DKI Jakarta, Komariah Marullah mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Ia juga berharap agar para istri ASN yang telah memperpanjang SIM dapat menjadi pelopor tertib berlalu lintas.

“Alhamdulillah kami mengumpulkan sebanyak 60 peserta, namun yang gagal memenuhi syarat ada beberapa, jadi yang ikut sebanyak 50 peserta. Kami dari Dharma Wanita Persatuan Provinsi DKI Jakarta mengucapkan banyak terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Pak Gubernur dan Pak Wakil kepada istri-istri ASN Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya, Senin (21/4).

Sementara itu, Plt Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati menyampaikan, peringatan Hari Kartini tidak harus dilakukan secara seremonial, melainkan dapat diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti layanan publik gratis.

Suharini juga berharap kolaborasi dengan DWP terus berlanjut dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat di masa mendatang.

“Merayakan Hari Kartini tidak harus dalam kondisi berkebaya. Ini adalah salah satu bentuk apresiasi dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur. Kami menyelenggarakan layanan perpanjangan SIM gratis untuk anggota DWP dan ASN perempuan,” katanya.

Layanan perpanjangan SIM gratis ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta, Eka Herawati menyampaikan, apresiasinya atas inisiatif tersebut.

Eka ingin agar pelayanan jemput bola seperti ini bisa terus dilaksanakan di kesempatan-kesempatan lain demi mempermudah kebutuhan administrasi warga.

“Alhamdulillah banget ada kegiatan ini. Perpanjangan SIM ini adalah apresiasi dari Bapak Gubernur kepada istri-istri ASN atau Dharma Wanita Persatuan DKI Jakarta. Layanannya sangat cepat. Dipanggil, difoto, langsung dicetak. Saya hanya butuh 15 menit untuk perpanjangan dua SIM,” ungkapnya.

 

Pemprov Jakarta

bjak/mpl/ma

 

Gubernur Pramono: Wafatnya Paus Fransiskus Pengabdiannya akan Selalu Dikenang

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, pada Senin (21/4).

“Pengabdiannya kepada umat akan selalu dikenang,”

“Duka cita yang mendalam dan turut berbelasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus,” tulis Pramono melalui akun media sosial pribadinya.

Pramono mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok pemberani dan penuh pengabdian terhadap umat Katolik. Paus Fransiskus merupakan pemimpin pertama Gereja Katolik Roma yang berasal dari Amerika Latin.

Ia menambahkan, kepemimpinan Paus Fransiskus yang penuh kasih akan terus dikenang oleh banyak orang.

“Kepemimpinan beliau yang penuh kasih, keberaniannya, dan pengabdiannya kepada umat akan selalu dikenang,” tutur Pramono.

Pada kesempatan itu, Pramono berharap umat Katolik diberikan kekuatan dalam menghadapi masa duka ini.

“Semoga umat diberi kekuatan dalam masa berduka ini,” tandasnya.

 

Pemprov Jakarta

bjak/mpl/ma

Paus Fransiskus Wafat, Kedubes Vatikan Terbuka Bagi yang Ingin Berbelasungkawa untuk Paus

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan bahwa Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta akan membuka pintunya bagi mereka yang ingin menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus.

“Kedutaan Besar Vatikan akan membuka kedutaannya supaya tamu-tamu yang ingin mengucapkan belasungkawa bisa masuk dan menuliskan pesan-pesan di buku tamu mulai besok pagi hingga Kamis sore,” kata Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo di Jakarta, Senin (21/4).

Kardinal Ignatius juga mengatakan bahwa Kedubes Vatikan di Jakarta akan menyampaikan pernyataan resmi berkaitan dengan wafatnya Paus Fransiskus besok pagi.

Kardinal Ignatius menyebutkan bahwa hal yang patut diingat dari Paus Fransiskus adalah kesederhanaannya.

“Kesederhanaan itu tampak di dalam pilihan-pilihan hidupnya,” kata Kardinal seraya menambahkan bahwa Paus Fransiskus tidak tinggal di Istana Kepausan tetapi tinggal di apartemen sederhana di Vatikan.

Kesederhanaan Paus Fransiskus juga ditunjukkan saat dia berkunjung ke Indonesia pada September 2024, salah satunya dengan memilih untuk memakai mobil yang banyak dipakai masyarakat Indonesia, kata Kardinal.

Dia juga menyampaikan bahwa Paus Fransiskus senang sekali bisa berkunjung ke Indonesia.

“Beliau selalu mengatakan ‘saya selalu melihat wajah-wajah dengan senyum, tidak ada wajah-wajah yang sangar, marah, selalu dengan senyum’,” ujar Kardinal.

Kardinal Ignatius juga menceritakan bahwa ada seorang uskup dari Kamerun yang merasa heran melihat foto Imam Besar Nasaruddin Umar mencium kepala Paus Fransiskus yang terpasang di kalender katedral.

Kardinal mengatakan uskup Kamerun itu adalah Ketua Konferensi Wali Gereja Kamerun untuk hubungan antar umat beragama, dan uskup itu meminta agar foto tersebut bisa dibawa pulang ke Kamerun.

Vatikan mengumumkan Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun di kediamannya pada pukul 7.35 pagi waktu Vatikan pada Senin.

Disebutkan bahwa masa berkabung akan berlangsung selama 9 hari dimulai hari ini dan pemakaman akan dilakukan secara sederhana setelahnya.

Diketahui bahwa Paus telah dirawat di rumah sakit di Roma sejak Februari 2025 setelah menderita bronkitis selama beberapa hari.

 

Antara

red/mpl/nn

Presiden RI ke 5 Megawati Kirim Ucapan Dukacita mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, pada usia 88 tahun, Senin (21/4) pukul 07.35 pagi waktu setempat.

Ungkapan dukacita Megawati disampaikan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Duta Besar Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia dan ASEAN, Piero Pioppo. Dalam suratnya Megawati menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus.

“Saya dan rakyat Indonesia lainnya merasa sangat kehilangan atas kepergian Yang Mulia Sri Paus Fransiskus. Beliau bukan saja tokoh agama bagi umat Katolik, namun juga bagi dunia yang dikagumi karena pemikiran dan kiprah beliau dalam membangun persaudaraan dan kesetaraan antar umat manusia se-dunia,” kata Megawati dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin petang.

Megawati juga menyinggung pengalaman pribadinya bersama Paus Fransiskus, termasuk saat dirinya dipercaya menjadi juri Zayed Award for Human Fraternity tahun 2024 yang digagas oleh Paus Fransiskus bersama Imam Besar Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Ahmed el-Tayeb.

Tak hanya itu, Megawati juga mengingat pertemuan khusus dengan Paus Fransiskus di Casa Santa Marta, Vatikan, pada 7 Februari 2025, serta kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Scholas Occurrentes Indonesia dan Asia, sebuah jaringan pendidikan global yang berada di bawah naungan Paus.

“Selamat jalan Sri Paus Fransiskus, saya dan bangsa Indonesia akan selalu mengenang jasa-jasa Holy Father kepada dunia. Semoga arwah almarhum Sri Paus Fransiskus damai dan mendapat tempat yang mulia di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin,” pungkasnya.

Surat dukacita Megawati tersebut juga ditembuskan ke Konferensi Wali Gereja Indonesia di Jakarta.

 

Antara

red/mpl/sss

Kasus Ridwan Kamil: Bareskrim Dalami Laporan Ridwan Kamil Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik di Media Sosial

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Bareskrim Polri tengah mendalami laporan yang diajukan oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial. Laporan tersebut ditujukan kepada akun atas nama Lisa Mariana yang diduga menyebarkan informasi pribadi tanpa dasar hukum yang jelas dan sempat viral di dunia maya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima oleh Bareskrim dan saat ini masih dalam proses penanganan.

“Laporan sudah diterima oleh Bareskrim Polri dan saat ini masih dalam tahap pendalaman. Substansi laporan sedang dikaji oleh penyidik untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Trunoyudo, Senin (21/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa proses pendalaman dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.

“Jika memenuhi unsur pidana, nantinya akan ditentukan direktorat mana yang berwenang untuk menangani. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pendalaman selesai,” tambahnya.

Polri menegaskan, seluruh proses penanganan laporan dilakukan secara profesional dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Tokoh Pemuda Suku Kamoro Apresiasi TNI-Polri atas Evakuasi Korban Kekerasan KKB di Yahukimo

Mimika, PAPUA – Maspolin.id|| Tokoh Pemuda Suku Kamoro, Bapak Edison Manikiuta, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kinerja aparat TNI-Polri dalam operasi penyelamatan dan evakuasi korban kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap masyarakat pendulang emas di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Edison dalam kegiatan yang digelar di kediamannya di Jalan Nawaripi, Kabupaten Mimika, Sabtu (19/4) pukul 14.00 WIT.

“Kami sebagai tokoh-tokoh intelektual, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh adat dari Suku Kamoro, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bekerja keras mengevakuasi para korban – baik yang telah meninggal dunia maupun yang masih selamat – dari lokasi kejadian hingga ke rumah sakit, dan kemudian diserahkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Edison.

Ia menegaskan bahwa tindakan brutal yang dilakukan oleh KKB tidak dapat dibenarkan dari sisi kemanusiaan maupun agama. Edison mengutuk keras aksi pembunuhan tersebut yang dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

“Perbuatan saudara-saudara kami yang tergabung dalam KKB, yang membunuh masyarakat pendulang – yang notabene hanya mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka – adalah tindakan tidak manusiawi. Mereka berjuang demi anak-anak yang sekolah, demi keluarga yang hidup pas-pasan. Namun mereka diperlakukan dengan kejam. Hati kecil kami tidak bisa menerima itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Edison menyerukan agar masyarakat Papua dapat hidup dalam damai tanpa kekerasan, serta mengajak semua pihak untuk menghargai nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

“Agama manapun tidak membenarkan pembunuhan, apalagi terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Agama melarang fitnah dan kekerasan. Oleh karena itu, kami mendorong agar semua pihak bersatu, menolak aksi teror, dan menjaga Papua sebagai tanah damai,” tambahnya.

Operasi Damai Cartenz-2025 mendapat dukungan luas dari tokoh-tokoh adat dan masyarakat sipil di Papua. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan, serta melindungi warga sipil dari ancaman kelompok bersenjata.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Keberhasilan Ops Damai Cartenz Tuntas Evakuasi dan Identifikasi Korban Kekejaman KKB, FKDM Mimika Berikan Apresiasi

Mimika, PAPUA – Maspolin.id|| Tokoh masyarakat Mimika yang juga menjabat sebagai Sekretaris Forum Komunikasi Dewan Mahasiswa (FKDM) Kabupaten Mimika, Arnold Ronsumbre menyampaikan pernyataan resmi yang penuh empati dan harapan dalam menanggapi aksi kekerasan yang terjadi di wilayah Papua, khususnya di daerah pendulangan emas Kabupaten Yahukimo

Dalam pernyataannya, Arnold Ronsumbre mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Republik Indonesia, melalui aparat TNI-Polri khususnya Operasi Damai Cartenz, atas keberhasilan dalam mengevakuasi para korban dari wilayah rawan konflik.

“Saya mewakili masyarakat Mimika dan seluruh elemen yang mencintai kedamaian mengucapkan terima kasih atas dedikasi TNI-Polri dalam menjalankan tugasnya. Aksi kekerasan di tanah Papua adalah pelanggaran HAM yang tidak bisa ditolerir,” ujar Arnold dalam penyampaiannya, Sabtu (19/4).

Ia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan. Menurutnya, peristiwa yang terjadi bukan hanya mencederai nilai kemanusiaan, tetapi juga mencoreng citra Tanah Papua dan Indonesia secara keseluruhan.

“Kami mendukung penuh langkah hukum terhadap oknum-oknum yang terlibat dalam aksi-aksi tersebut. Ini adalah pelanggaran nyata terhadap hak hidup manusia. Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan kekerasan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua,” tegasnya.

Lebih lanjut, sebagai tokoh masyarakat dan ketua paguyuban, Arnold Ronsumbre menyampaikan imbauan moral berdasarkan ajaran agama agar seluruh masyarakat Papua menolak tindakan kekerasan dan tidak mengambil nyawa sesama.

“Dalam Injil, Tuhan melarang kita untuk membunuh. Maka sudah semestinya kita semua, khususnya kelompok-kelompok bersenjata, menghentikan tindakan kekerasan. Ingat, setiap tetes darah yang tumpah akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat,” katanya dengan nada serius.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Papua terutama Timika untuk bersatu, menjaga kedamaian, serta menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif, khususnya di wilayah Amungme dan sekitarnya.

“Timika adalah barometer kedamaian Papua. Jika Mimika aman, maka Papua akan damai. Mari kita bergandeng tangan membangun suasana persatuan, bukan perpecahan,” imbaunya.

Sebagai penutup, Arnold Ronsumbre kembali menegaskan bahwa konflik dan kekerasan hanya akan menyisakan luka dan mencoreng nama baik bangsa di mata dunia.

“Jangan sampai karena segelintir oknum, nama Indonesia tercoreng di mata internasional. Mari kita jaga Papua agar tidak lagi dilumuri darah. Kita rawat perdamaian ini bersama,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi suara penting dari akar rumput, menandakan harapan besar masyarakat lokal akan perdamaian yang hakiki dan tegaknya keadilan di tanah Papua.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Profil Paus Fransiskus, Wafatnya Sosok Reformis yang Membelah Opini Publik

London/Istanbul (ANTARA) – Ketika Jorge Mario Bergoglio terpilih menjadi Paus Fransiskus pada Maret 2013, banyak yang menilai pemilihannya sebagai pemimpin Gereja Katolik Dunia adalah kejutan.

Saat itu, usianya telah mencapai 76 tahun — lebih tua dari yang diperkirakan banyak orang.

Sebagai anggota ordo Jesuit asal Argentina, ia juga merupakan sosok yang relatif asing di kalangan petinggi Vatikan.

Namun, pemilihannya mencetak sejarah. Ia menjadi paus pertama yang berasal dari Amerika Latin dan juga paus pertama dari ordo Jesuit yang memimpin Gereja Katolik.

Lebih dari satu dekade menjabat, Fransiskus tetap menjadi sosok yang mengundang kekaguman sekaligus kontroversi.

Vatikan mengumumkan pada Senin bahwa ia wafat dalam usia 88 tahun setelah menderita sakit berkepanjangan.

Menurut pernyataan sebelumnya dari Vatikan, ia mengalami “krisis pernapasan berkepanjangan mirip asma” yang berhubungan dengan trombositopenia.

Hidup dalam iman dan perjuangan

Lahir di Buenos Aires pada 17 Desember 1936 dari pasangan imigran asal Italia, Jorge Mario Bergoglio sudah tertarik pada kehidupan religius sejak usia muda.

Ia menempuh pendidikan di Argentina dan kemudian di Jerman sebelum ditahbiskan sebagai imam Jesuit pada 1969.

Berbeda dengan banyak tokoh Vatikan lainnya, pengalaman internasional Bergoglio tergolong minim di awal kariernya.

Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di Argentina, tempat ia dikenal sebagai pemimpin yang sederhana dan bersahaja, serta memiliki komitmen kuat terhadap keadilan sosial.

Ia pernah menderita infeksi paru-paru yang parah dan harus kehilangan sebagian paru-paru kanannya.

Meski demikian, ia tetap aktif secara fisik dan akhirnya diangkat menjadi Uskup Agung Buenos Aires pada 1998.

Sebagai kardinal, Bergoglio dikenal dengan gaya hidup sederhananya. Ia kerap menggunakan transportasi umum alih-alih mobil dinas dengan sopir.

Dalam khotbahnya, ia sering menyinggung isu ketimpangan dan penderitaan kaum miskin, secara halus mengkritik pemerintah yang gagal melindungi kelompok paling rentan. Ia pun dikenal sebagai suara bagi inklusi sosial — tema yang kelak menjadi ciri khas kepemimpinannya sebagai paus.

Paus dari luar Eropa

Sebagai paus ke-266 dalam sejarah Gereja Katolik, Fransiskus adalah paus pertama non-Eropa sejak Gregorius III –yang lahir di wilayah yang kini menjadi Suriah dan terpilih pada tahun 731.

Ia memilih nama Fransiskus untuk menghormati Santo Fransiskus dari Assisi, seorang biarawan abad ke-13 yang dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin dan kasih sayangnya terhadap hewan.

Fransiskus menempuh pendidikan filsafat dan meraih gelar magister kimia dari Universitas Buenos Aires. Ia juga pernah mengajar sastra, psikologi, filsafat, dan teologi sebelum menjadi Uskup Agung Buenos Aires.

Masa mudanya diisi dengan kegiatan yang jauh dari gambaran rohaniwan. Ia gemar menari tango bersama kekasihnya sebelum akhirnya terpanggil menjalani hidup religius.

Ia pernah bekerja sebagai penjaga keamanan di sebuah bar dan sempat menjadi petugas kebersihan.

Selama menjabat sebagai uskup agung, ia dikenal karena tindakannya yang menyentuh: mencuci kaki pasien AIDS — sebuah tindakan yang mengingatkan pada kisah Yesus yang membasuh kaki para murid-nya.

Kepausan bernafas reformasi

Sejak awal masa kepausannya, Paus Fransiskus membawa suasana yang berbeda. Ia menolak tinggal di Istana Apostolik dan lebih memilih kediaman tamu yang sederhana di Vatikan.

Ia juga menanggalkan banyak protokol formal yang melekat pada jabatan paus, menandai perubahan gaya kepemimpinan yang lebih membumi dan mudah didekati.

Popularitasnya pada masa awal semakin meningkat berkat fokusnya pada reformasi. Ia bergerak cepat menanggulangi korupsi finansial di dalam Vatikan, terutama yang melibatkan Bank Vatikan yang sarat skandal.

Ia merestrukturisasi Kuria — badan administratif gereja — dengan merampingkan birokrasi dan meningkatkan transparansi.

Salah satu tantangan terbesar dalam kepemimpinan Paus Fransiskus adalah penanganan skandal pelecehan seksual anak yang melibatkan para imam.

Ia mencopot sejumlah uskup yang dituduh menutup-nutupi kasus pelecehan, serta membentuk komisi khusus di Vatikan untuk menangani isu ini. Namun, para pengkritiknya menilai langkah-langkah tersebut belum cukup — proses keadilan bagi para korban dinilai berjalan lambat.

Paus Fransiskus juga kerap menyuarakan pendapatnya mengenai isu global di luar lingkup gereja. Ia mengkritik kapitalisme pasar bebas, yang menurutnya “membunuh” kaum miskin.

Ia mendesak pemerintah dunia agar mengambil langkah lebih tegas terhadap perubahan iklim, dan menjadi pembela hak-hak migran — bahkan pernah membandingkan pusat-pusat penahanan migran di Eropa dengan kamp konsentrasi. Pernyataan-pernyataan itu memicu kritik dari kalangan politisi konservatif dan para pemimpin bisnis.

Meski kerap dianggap sebagai paus progresif, Fransiskus tetap teguh dalam sejumlah ajaran pokok Gereja Katolik. Ia mempertahankan sikap tradisional terkait aborsi, pernikahan sesama jenis, dan peran perempuan dalam gereja — menunjukkan bahwa ia bukanlah seorang liberal seperti yang dibayangkan sebagian pihak.

Keputusannya mengganti sejumlah kardinal konservatif dengan sosok-sosok progresif semakin memperuncing penolakan. Beberapa kalangan dalam Vatikan menuduhnya meminggirkan kaum tradisionalis demi menjalankan agenda reformasi.

Kontroversi masa lalu

Jauh sebelum menjadi paus, peran Bergoglio selama masa kediktatoran militer Argentina (1976–1983) sempat menjadi perdebatan.

Sebagai kepala ordo Jesuit di negara itu, ia dituduh gagal melindungi dua imam yang diculik. Tuduhan lain menyebut ia tidak menindaklanjuti permintaan untuk mencari bayi dari seorang perempuan yang diculik dan dibunuh oleh rezim.

Vatikan membantah keras tuduhan bahwa ia terlibat dalam kesalahan apa pun.

Peraih Nobel Perdamaian dan aktivis hak asasi manusia Adolfo Perez Esquivel — yang pernah ditahan dan disiksa selama masa diktator — membela Paus Fransiskus dan menyatakan tidak ada bukti bahwa ia bekerja sama dengan rezim militer.

Sejak menjadi paus, Fransiskus telah mengambil langkah-langkah untuk mengakui peran gereja dalam masa kelam Argentina.

Ia memulai proses beatifikasi bagi para imam yang dibunuh rezim, dan memerintahkan Vatikan membuka arsip-arsipnya bagi para korban dan keluarga mereka.

Yang pasti, Paus Fransiskus akan dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam Gereja Katolik global.

Dorongan reformasinya mengundang pujian sekaligus penolakan keras. Pandangan sosial dan ekonominya terus memecah opini, dan gaya kepemimpinan Paus Fransiskus telah membentuk kembali Vatikan dengan cara yang akan berdampak panjang.

Sumber: Anadolu

Antara

pemred/mpl/0425

Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus

JAKARTA, ISTANA KEPRESIDENAN – Maspolin.id|| Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus, yang berpulang pada Senin pagi waktu Vatikan, 21 April 2025. Dalam pernyataan resminya, Presiden Prabowo mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok panutan dunia yang tulus memperjuangkan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan.

“Dengan rasa duka yang mendalam, saya menerima kabar mangkatnya Sri Paus Fransiskus. Dunia kembali kehilangan sosok panutan yang memiliki komitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataan yang ditayangkan kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 21 April 2025.

Presiden Prabowo juga mengingat kembali momen istimewa ketika Sri Paus mengunjungi Jakarta pada tahun 2024. Menurutnya, kunjungan tersebut meninggalkan jejak yang kuat bukan hanya di kalangan umat Katolik, tetapi juga di hati seluruh rakyat Indonesia.

“Kunjungan Sri Paus Fransiskus ke Jakarta tahun lalu telah memberi kesan yang mendalam, tidak hanya di kalangan umat Katolik namun di hati seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut memuji nilai-nilai yang senantiasa diperjuangkan oleh Paus Fransiskus sepanjang kepemimpinannya. Mulai dari kesederhanaan, keberpihakan terhadap kaum miskin, serta kepedulian lintas agama dan bangsa.

“Pesan kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan kepada orang miskin, dan kepedulian Sri Paus terhadap sesama akan selalu menjadi teladan bagi kita semua,” kata Presiden.

Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo pun memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin Gereja Katolik tersebut.

“Selamat jalan Sri Paus, pesanmu untuk menjaga kemanusiaan dan perdamaian akan selalu membekas di hati kita,” tutup Presiden Prabowo. 

Setkab RI

pemred/mpl/0425

Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun

VATICAN – Maspolin.id||  Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik Roma, meninggal dunia dalam usia 88 tahun pada Senin.

Menurut laporan Vatican News, Kardinal Kevin Farrell mengumumkan bahwa Paus Fransiskus meninggal di kediamannya pada 7:35 pagi waktu Vatikan.

“Hidupnya telah dibaktikan bagi melayani Tuhan dan Gereja. Beliau telah mengajarkan kita supaya hidup dengan nilai-nilai Injil dengan iman, keberanian, dan cinta kasih bagi semua, terutama kepada mereka yang paling miskin dan terpinggirkan,” ucap Kardinal Farrell.

Pada awal Februari 2025, Paus Fransiskus dirawat di Rumah Sakit Gemelli setelah menderita bronkitis selama beberapa hari. Kondisi klinis pemimpin Gereja Katolik tersebut semakin memburuk, dan pada Selasa (18/2), Paus didiagnosis menderita pneumonia bilateral. Paus Fransiskus akhirnya pulang ke kediamannya setelah dirawat selama 38 hari.

Pada April 2024, Paus Fransiskus dilaporkan menyetujui pembaruan pada buku liturgi untuk prosesi pemakaman kepausan yang akan memandu Misa pengebumian Paus yang akan diumumkan kemudian.

Edisi kedua Ordo Exsequiarum Romani Pontificis mencantumkan sejumlah elemen baru, termasuk bagaimana jasad sang paus ditangani setelah meninggal. Prosedur baru juga mencantumkan supaya jasad sang paus dipastikan kondisinya di kapel setelah meninggal dunia dan segera ditempatkan di peti mati.

Uskup Agung Diego Ravelli juga menyatakan bahwa Paus Fransiskus telah menginstruksikan penyederhanaan prosesi pemakaman.

 

Antara

sss/042521

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

OnlyFans Free No Sign Up: What to Know

What Is OnlyFans and Why Users Search for “Free No Sign Up”Legal and Ethical ConsiderationsCommon Myths About Accessing Content Without an AccountLegitimate Ways to...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.