Polri Ungkap Kecurangan Tiga Produsen Minyakita, Isi Tak Sesuai Label

SATGAS PANGAN POLRI – Maspolin.id|| Satgas Pangan Polri menemukan dugaan kecurangan oleh tiga produsen minyak goreng merek Minyakita yang tidak mengisi produk sesuai ukuran yang tertera pada label kemasan.

Kasatgas Pangan Polri Brigjen Helfi Assegaf mengungkapkan bahwa ketiga produsen tersebut hanya mengisi minyak sebanyak 700-900 mililiter, meski label kemasan mencantumkan ukuran 1 liter.

“Telah ditemukan minyak goreng merek Minyakita yang secara langsung dilakukan pengukuran, tidak sesuai dengan yang tercantum di dalam label kemasan,” ujar Helfi dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2025).

Adapun tiga produsen yang diduga melakukan kecurangan ini adalah PT Artha Eka Global Asia di Depok, Jawa Barat; Kelompok Terpadu Nusantara di Kudus, Jawa Tengah; dan PT Tunas Agro Indolestari di Tangerang, Banten.

Helfi menegaskan bahwa pihaknya telah menyita produk-produk yang tidak sesuai label tersebut sebagai barang bukti. Selain itu, penyidik juga telah memulai proses penyelidikan untuk mengusut dugaan tindak pidana dalam kasus ini.

“Atas temuan dugaan ketidaksesuaian antara label kemasan dan isi tersebut telah dilakukan langkah-langkah berupa penyitaan barang bukti dan proses penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menemukan kasus serupa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3). Amran menegaskan bahwa perusahaan yang terbukti melanggar harus ditutup dan izinnya dicabut.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kabareskrim dan Satgas Pangan. Jika terbukti ada pelanggaran, perusahaan ini harus ditutup dan izinnya dicabut. Tidak ada ruang bagi pelaku usaha yang sengaja mencari keuntungan dengan cara yang merugikan rakyat,” tegas Amran dalam keterangan resmi, Sabtu (8/3/2025).

Kasus ini menjadi peringatan bagi pelaku industri pangan untuk tidak bermain curang dalam distribusi produk kebutuhan pokok masyarakat. Satgas Pangan memastikan akan terus mengawasi praktik bisnis yang berpotensi merugikan konsumen.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polri Buka Hotline 110 untuk Beri Pelayanan Maksimal Bagi Pemudik

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo mengingatkan masyarakat untuk tidak sungkan melapor kepada hotline Polri yang telah disediakan. Hal itu disampaikan mengingat dalam waktu dekat akan terjadi arus mudik dan balik Lebaran 2025.

“Untuk pelayanan terhadap kegiatan masyarakat yang melaksanakan mudik, kita juga mensosialisasikan layanan hotline 110,” ujar Jenderal Sigit usai rakor persiapan mudik Lebaran 2025, Senin (10/3/25).

Jenderal Sigit menjelaskan, dalam mempersiapkan mudik yang lancar, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai antisipasi mencegah kemacetan. Salah satunya adalah diskon tarif tol 20% di sejumlah titik.

Kemudian, sejumlah rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan, salah satunya oneway yang akan disesuaikan dengan situasi. Selain itu, ada juga pembatasan kendaraan sumbu 3, kecuali pengangkut bahan baku, BBM, dan yang dikecualikan lainnya.

“Ini semua dimaksud agar masyarakat bisa melaksanakan mudik dengan aman dan lancar,” ungkap Kapolri.

Diketahui, Kapolri menyatakan bahwa Operasi Ketupat 2025 akan digelar berdasarkan dua wilayah operasi.

Untuk wilayah Lampung sampai Bali, ujar Kapolri, akan diselenggarakan selama 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda lainnya akan diselenggarakan selama 14 hari.

“Akan dilaksanakan 14 hari dimulai dari tanggal 23 untuk yang 8 Polda dan tanggal 26 Maret untuk yang 28 Polda lain,” ujar Kapolri.

Jenderal Sigit menyebut, arus mudik diprediksi terjadi antara tanggal 28 Maret 2025 sampai dengan 30 Maret 2025. Sedangkan puncak arus balik di tanggal 5-7 April 2025.

Dijelaskan Kapolri, dalam operasi ini terdapat 2.835 posko yang akan didirikan. Jika dirinci, terdiri dari 1.738 pospam, 788 posyan, dan 309 pos terpadu.

“Dan mengamankan 126.736 obyek pengamanan,” jelas Kapolri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Polri Dirikan 2.835 Posko Pengamanan Antipasi Puncak Arus Mudik Diprediksi Mulai 28 Maret

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat lintas sektoral dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2025. Ia memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 terjadi mulai 28 Maret.

“Arus mudik antara 28 sampai dengan 30 Maret,” ujar Kapolri, Senin (10/3/2025).

Polri juga telah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2025. Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada 5-7 April mendatang.

“Puncak arus balik di tanggal 5 sampai 7 April 2025. Oleh karena itu, kita melaksanakan rencana kegiatan Operasi Ketupat yang dibagi menjadi dua versi,” jelas Kapolri.

Ia mengatakan Operasi Ketupat 2025 digelar dengan penyesuaian di sejumlah wilayah. Wilayah Lampung sampai Bali akan menggelar Operasi Ketupat 2025 selama 17 hari.

“Sedangkan untuk polda yang lain akan dilaksanakan 14 hari dimulai tanggal 23 (Maret) untuk yang 8 polda dan tanggal 26 Maret untuk yang 28 polda lain,” ujar Kapolri.

Kapolri menjamin jajarannya siap mengamankan jalannya arus mudik dan arus balik Lebaran 2025. Total 2.835 posko Lebaran akan didirikan selama Operasi Ketupat berlangsung.

“Secara umum tadi dilaporkan bahwa kegiatan pengamanan kita kali ini melibatkan kurang lebih 2.835 posko terdiri dari 1.738 pospam, 788 posyan, dan 309 pos terpadu dan mengamankan 126.736 objek pengamanan,” terang Kapolri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Operasi Ketupat Akan Dibagi Dua Wilayah Operasi

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral terkait kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Rakor ini dipimpin oleh Menko Polkam Budi Gunawan.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyatakan Operasi Ketupat 2025 akan digelar berdasarkan dua wilayah operasi. Wilayah Lampung sampai Bali, akan diselenggarakan selama 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda lainnya akan diselenggarakan selama 14 hari.

“Kita melaksanakan rencana kegiatan Operasi Ketupat yang dibagi menjadi dua versi, untuk operasi di wilayah mulai dari Lampung sampai Bali, itu akan dilaksanakan 17 hari. Sedangkan untuk 28 Polda yang lain akan dilaksanakan 14 hari,” ujar Kapolri usai rakor di Auditorium Mutiara STIK, Jakarta Selatan, Senin (10/3/2025).

Kapolri menuruturkan, pihakya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi mudik Lebaran. Kapolri berjanji akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada pemudik.

“Kami tetap mempersiapkan berbagai macam persiapan rekayasa lalu lintas, mulai dari bagaimana kita melaksanakan kegiatan ganjil genap, contraflow sampai dengan one way,” tuturnya.

Adapun Kapolri memprediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini terjadi pada 28-30 Maret 2025. Untuk arus balik terjadi pada 5-7 April 2025.

Untuk mengantisipasi kemacetan di jalur mudik, Kapolri mengatakan Polri juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk pelaksanaan pola work from anywhere (WFA) terhadap para pekerja.

“Kemudian terkait dengan beberapa upaya untuk mengurai kemacetan, pemerintah juga memberikan insentif bagi masyarakat antara lain WFA (work from anywhere),” katanya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polri Dirikan Ribuan Pos Pengamanan Lebaran 2025

JAKARTA – Maspolin.id|| Korlantas Polri telah mendirikan ribuan pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Pos pengamanan itu dibuat di setiap Polres di seluruh Indonesia guna untuk mengawal keamanan mudik Lebaran 2025.

“Ada 2.400 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di Indonesia. Itu kami akan melayani dengan sepenuh hati,” kata Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryo Nugroho kepada wartawan, Senin, 10 Maret 2025

Agus menjelaskan, fungsi dari pos pengamanan, nantinya kendaraan roda dua yang melintas di pos tersebut akan dihentikan pada pos tertentu untuk dikawal dan diserahkan ke polres tetangga.

“Ini sudah kita rumuskan seperti itu. Betul-betul kita mengawal duta-duta mudik dan balik, ini harus aman,” ucap Agus.

Setelah itu, kata dia, pihaknya juga akan mengawal kembali para pemudik, dan bahkan saat menjelang maghrib berbuka puasa pihaknya telah menyediakan makanan berbuka untuk para pemudik yang melintas.

“Jadi, negara harus hadir untuk melayani, melindungi masyarakat sampai dia harus merasa aman,” ujarnya.

Oleh karena itu, jenderal polisi bintang dua ini menuturkan dengan berbagai kesiapan-kesiapan mudik, pihaknya berharap tak akan ada kemacetan mudik lebaran tahun ini, melainkan hanya perlambatan yang disebabkan kepadatan dari mobilitas masyarakat yang melakukan mudik.

“Harapan kita (mudik tahun ini) tidak akan ada kemacetan mudik lebaran,” tuturnya.

Seperti diketahui, Polri akan menyelenggarakan Operasi Ketupat 2025 yang akan dmulai 24 Maret-8 April 2025. Jumlah personel yang dikerahkan dalam operasi ini ada 164.278 personel gabungan yang terdiri dari personel Mabes Polri sendiri ada 1.165 orang, kemudian dari jajaran Polda sekitar 90 ribu lebih, kemudian instansi terkait ada 70 ribu orang lebih.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Mulai 24 Maret 2025 Korlantas Lakukan Pembatasan Kendaraan Sumbu Tiga

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait kesiapan pengamanan Idul fitri 1446 H, Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Korlantas Polri dan Polisi lalu lintas siap memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik.

“Korlantas Polri dan jajaran tentunya sudah siap dalam rangka menyiapkan kesiapan Operasi Ketupat 2025. Kami telah melakukan berbagai survei, mitigasi, serta koordinasi dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan untuk menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik,” ujar Irjen Pol. Agus Senin (10/3/2025).

Lebih lanjut, ia menegaskan sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas, Korlantas Polri akan menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas secara situasional mulai dari sistem contraflow dan one way.

“Kami merencanakan penerapan contraflow jika volume kendaraan di gerbang tol mencapai 5.000 hingga 6.000 kendaraan per jam, dari KM 70 hingga KM 414. Jika jumlah kendaraan meningkat hingga 8.000 kendaraan per jam atau mendekati angka tersebut, maka sistem one way akan diberlakukan,” jelasnya.

Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral terkait kesiapan pengamanan Idul fitri 1446 H, Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa Korlantas Polri dan Polisi lalu lintas siap memastikan kelancaran lalu lintas selama periode mudik.

Selain itu, kendaraan sumbu 3 mulai 24 Maret 2025 akan dilarang beroperasi di jalan arteri maupun tol, khususnya di ruas Trans Jawa.

“Pembatasan kendaraan sumbu 3 berlaku mulai tanggal 24 Maret, baik di jalur arteri maupun tol di Trans Jawa. Bahkan, kendaraan dengan sumbu 2 juga akan dibatasi,” tegas Kakorlantas.

Aturan ganjil-genap (gage) akan diberlakukan selama Operasi Ketupat 2025, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah disepakati.

“Ganjil-genap akan diterapkan selama masa Operasi Ketupat, sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan dalam SKB,” tambahnya.

Sementara itu, terkait perayaan Hari Raya Nyepi Irjen Pol. Agus menyampaikan bahwa akses dari Banyuwangi menuju Bali akan ditutup mulai 28 Maret 2025 hingga pukul 17.00 WIB, sementara dari arah Bali menuju Banyuwangi tetap dibuka hingga 29 Maret 2025.

“Nyepi ini sudah disepakati ya tadi sama pak kapolri jadi tanggal 28 arah Banyuwangi ke Bali ditutup sampai jam 17.00, dari arah Bali menuju ke Banyuwangi masih tetap buka sampai tanggal 29,” pungkasnya.

Dengan berbagai skenario yang telah disiapkan, Kakorlantas Polri berharap arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

Bareskrim Polri Tangkap Direktur Persiba Balikpapan Terkait Penyalahgunaan Narkoba

(Foto Garuda TV)

 

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Direktur Persiba Balikpapan, Catur Adi, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Penangkapan dilakukan kemarin (9/3/25).

“Iya (benar dilakukan penangkapan),” ungkap Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Mukti Juharsa kepada wartawan, Senin (10/3/25).

Brigjen. Pol. Mukti menjelaskan, saat ini proses pemeriksaan masih dilakukan. Pemeriksaan sendiri dilakukan penyidik Subdit V Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polro.

Ia memastikan, kronologi penangkapan akan dijelaskan usai proses pemeriksaan selesai dilakukan.

“Nanti pas lengkapnya saat doorstop,” ujarnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Cegah Penumpukan Kendaraan Pemudik di Rest Area Korlantas Polri Kerahkan Polisi Wanita

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengungkapkan sejumlah strategi untuk mengatasi penumpukan kendaraan pemudik di rest area dan pinggir jalan tol yang sering menyebabkan kemacetan saat musim mudik Lebaran. Salah satu upaya yang disiapkan adalah melibatkan polisi wanita (polwan) untuk memberikan imbauan agar pemudik tidak berhenti terlalu lama di rest area.

Dalam Rapat Koordinasi Teknis yang digelar di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Kamis (6/3), Irjen Pol Agus menjelaskan bahwa ada waktu-waktu tertentu, seperti saat berbuka puasa dan salat Magrib, yang mengharuskan pemudik berhenti.

“Itu mobil itu tidak bisa dikendalikan. Dia harus berhenti di pinggir jalan, dia harus salat,” ungkapnya.

Kakorlantas menekankan bahwa penumpukan kendaraan di rest area adalah masalah klasik yang sering terjadi selama mudik Lebaran. Untuk itu, pihaknya akan menugaskan polwan untuk memberikan imbauan yang humanis kepada pemudik agar tidak menghabiskan waktu terlalu lama di rest area.

“Yang bisa menegur itu bukan polki [polisi laki-laki], polwan. Jadi saya minta pleton polwan, bentuk pleton polwan. Imbau dengan baik. Termasuk juga jajaran, silakan,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kecerdasan dalam mengatur arus lalu lintas. Salah satu solusi yang akan diterapkan adalah penerapan sistem contra flow untuk mengurangi kemacetan di sekitar rest area yang padat.

“Operasi ini adalah operasi kemanusiaan, jadi kita harus cerdik dalam bertindak,” tambahnya.

Agus juga mengimbau pemudik agar tidak hanya bergantung pada rest area untuk beristirahat.

“Jika rest area sudah penuh, pemudik dapat keluar tol dan mencari tempat beristirahat di kabupaten terdekat, lalu melanjutkan perjalanan setelahnya,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polri berharap dapat meminimalkan kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan pemudik, menjadikan mudik Lebaran 2025 lebih aman dan nyaman.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Hangatnya Kebersamaan: Mama-Mama Pegunungan Bintang dan Personel Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Saling Berbagi

Pegunungan Bintang, PAPUA – Maspolin.id|| Momen penuh kehangatan dan kebersamaan terjadi di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Seorang Mama Papua dengan penuh ketulusan berbagi hasil panennya dengan personel Operasi Damai Cartenz 2025, menunjukkan kuatnya ikatan sosial antara masyarakat dan aparat keamanan.

Pada siang hari Sabtu (8/3), seorang wanita paruh baya bernama Mama Elliyah berjalan menuju pos personel Damai Cartenz 2025 dengan memikul noken, tas tradisional khas Papua. Di dalamnya, berisi umbi-umbian singkong segar yang panjang. Dengan senyum tulus, ia menyerahkan singkong tersebut kepada para personel yang tengah bertugas sebagai bentuk kepedulian dan jalinan silaturahmi, terlebih di bulan Ramadan.

“Saya sering lihat bapak-bapak polisi selalu menjaga kami di sini. Saya senang bisa berbagi hasil kebun ini, supaya mereka juga bisa merasakan apa yang kami makan di rumah. Kita harus saling bantu, biar damai dan rukun,” ujar Mama Elliyah dengan penuh kehangatan.

Salah satu personel yang menerima pemberian tersebut, Bripda Abdulrohman Wahyu Saputra, menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Ini bentuk kasih sayang yang luar biasa dari masyarakat. Kami merasa dihargai dan diterima sebagai bagian dari mereka,” ungkapnya.

Sebagai bentuk balasan, personel Damai Cartenz 2025 menawarkan sekardus mi instan kepada Mama Elliyah, sebagai wujud perhatian kepada masyarakat yang telah menunjukkan kebaikan hati mereka.

Wakil Kepala Operasi (Wakaops) Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut mengapresiasi kejadian ini.

“Momen seperti ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Papua dan aparat keamanan bisa hidup berdampingan dalam bingkai persatuan dan kemanusiaan. Kebaikan yang ditunjukkan oleh Mama-mama Papua adalah contoh nilai luhur yang harus terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Peristiwa ini mencerminkan hubungan yang semakin erat antara aparat keamanan dan masyarakat Pegunungan Bintang. Operasi Damai Cartenz 2025 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di Papua, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat. Momen kebersamaan ini kembali menegaskan bahwa di tengah keberagaman Indonesia, nilai gotong royong dan persatuan tetap menjadi perekat yang kuat, sebagaimana tertuang dalam sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Satgas Ops Damai Cartenz-2025 Gagalkan Penyelundupan Senjata ke KKB di Puncak Jaya

POLDA PAPUA – Maspolin.id|| Satgas Operasi Damai Cartenz-2025 bersama Polda Papua berhasil menggagalkan penyelundupan senjata api dan amunisi yang diduga akan disalurkan kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Puncak Jaya, yang dipimpin oleh Lerimayu Telengen.

Operasi ini merupakan hasil pemantauan yang dilakukan sejak 1 hingga 7 Maret 2025, mengungkap pergerakan senjata dari Jayapura menuju Puncak Jaya. Berdasarkan informasi intelijen, senjata tersebut akan diserahkan oleh tersangka utama, Yuni Enumbi (29 tahun), yang akhirnya berhasil ditangkap dalam operasi ini.

Pada 6 Maret 2025, tim Satgas Ops Damai Cartenz-2025 menangkap Yuni Enumbi di KM 76, Kabupaten Keerom. Selain itu, dua orang lainnya turut diamankan:

1. Yudhi Kalalo – Sopir lajuran yang mengangkut barang.

2. Matius Payokwa – Helper lajuran.

Dari hasil operasi, sejumlah barang bukti berhasil diamankan, antara lain:

1. Senjata dan Amunisi:
– 2 pucuk senjata api laras panjang (belum terangkai).
– 4 pucuk pistol G2 Pindad.
– 632 butir amunisi kaliber 5,56 mm.
– 250 butir amunisi 9 mm.

1 pucuk senapan angin (belum terangkai), beserta:
– 1 paket laser senter + mounting.
– 1 teleskop + peredam.
– 1 popor kayu warna coklat.
– 1 laras dan tabung senapan angin.

2. Barang Lainnya:
– 1 unit air compressor bertuliskan United Waran Biru (tempat penyimpanan senjata).
– 1 unit handphone Vivo Y19S.
– 1 buah pompa dan 1 tas angin.
– 1 kunci T dan 1 paket gurinda portabel.

Beberapa tas, termasuk tas senapan angin dan tas selempang berisi identitas diri serta kartu ATM.

3. Uang Tunai:
– Rp369.600.000 (Tiga ratus enam puluh sembilan juta enam ratus ribu rupiah).

Berdasarkan keterangan tersangka, bahwa senjata tersebut dibeli dengan harga Rp1,3 miliar dari luar Papua dan akan diserahkan kepada KKB di Puncak Jaya. Sementara itu, sopir dan helper yang diamankan mengaku tidak mengetahui isi muatan yang mereka bawa.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa operasi ini masih berlanjut.

“Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari penyelidikan lebih lanjut. Kami akan terus menelusuri asal-usul senjata ini dan siapa saja yang terlibat,” ujar Kombes Yusuf.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, memberikan apresiasi atas kerja keras tim dalam menggagalkan penyelundupan ini.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tim, kami berhasil menggagalkan penyelundupan berbagai jenis senjata dan amunisi yang rencananya akan disuplai kepada KKB di Puncak Jaya,” ungkapnya.

Dengan keberhasilan operasi ini, diharapkan upaya kelompok bersenjata dalam memperoleh persenjataan ilegal dapat ditekan, sehingga stabilitas keamanan di Papua semakin terjaga.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

1xbet telechargement application : guide du bonus et exigences de mise

Introduction à l'application 1xbetTéléchargement et installation de 1xbet telechargement applicationInscription et vérification d'identitéBonus de bienvenue et exigences de miseMéthodes de paiement et vitesse de...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.