Danramil 03/Serengan Besuk Anak Anggota yang Sedang Sakit

Surakarta,Maspolin.id – Danramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Trisakti Kristyoso bersama Ketua Persit Ranting Koramil 03/Serengan, dan anggota serta ibu Persit mengunjungi sekaligus membesuk anak dari Serka Junaidi (M.Panji) yang beberapa hari terbaring sakit di RS Slametriyadi Surakarta, Kamis (14/11/2019).

Kedatangan Danramil beserta rombongan merupakan bentuk kepedulian sekaligus sebagai contoh kepada anggotanya

“Kedatangan kami untuk menjenguk Putra dari Serka Junaidi yang sedang sakit. Kita ingin memberikan support, dan semangat untuk kesembuhannya sehingga bisa berkumpul lagi bersama keluarga,” ujar Danramil.

Danramil juga menyampaikan titipan taliasih berupa parcel dan salam serta Doa dari Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf. Wiyata Sempana Aji SE.MDS. Semoga Putra Pelda Komi segera di beri kesembuhan, dan bisa beraktifitas seperti biasa.

Sementara itu, Serka Junaidi mengaku sangat terharu mendapat perhatian dari Komandan Kodim, Danramil beserta Ketua Persit.

“Terimakasih Danramil atas kepeduliannya membesuk anak saya. Semoga kepedulian Danramil beserta seluruh anggota dan ibu persit menjadikan berkah dan mendapat balasan dari Allah SWT,” doa Serka Junaidi.

(Agus Kemplu)

SEJARAH BRIMOB

    Peran Dan Tugas Brimob Dari Masa Ke Masa

    Korps Brimob Polri sebagai pelaksana utama Mabes Polri yang khusus menangani kejahatan berintensitas dan berkadar tinggi, memiliki sejarah panjang dalam pengabdiannya membela dan menjaga bangsa Indonesia. Sepanjang perjalanannya, Brimob Polri andil dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa, baik dalam merebut kemerdekaan maupun melawan pemberontak di masa-masa awal berdirinya Republik Indonesia. Korps Brimob Polri juga tidak terlepas dari tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri.

    Korps Brimob Polri yang merupakan cikal bakal organisasi bentukan Jepang  mengalami beberapa kali perubahan nama mulai dari Tokubetsu Kaisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade) dan Brimob (Brigade Mobil) kala itu perannya mulai kelihatan ketika pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sebelumnya Belanda telah menjajah Indonesia kurang lebih tiga setengah abad lamanya. Serah terima kekuasaan dari Belanda ke Jepang dilakukan oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Letnan Jenderal Pooten yang merupakan Panglima tertinggi angkatan perang Belanda di Indonesia. Sedangkan Jepang diwakili oleh Panglima Tentara keenam belas, Letnan Jenderal Imamura.

    Kegembiraan dan rasa suka-cita bangsa Indonesia karena dibebaskan oleh saudara tua dari belenggu penjajahan ternyata tidak berlangsung lama. Kebaikan Jepang sejak awal pendekatan hingga keberhasilannya menduduki Indonesia  semata-mata hanyalah merupakan kedok dan tipu daya. Sasaran Jepang yang utama adalah untuk memperoleh dukungan dan bantuan dari bangsa Indonesia dalam program invasinya. Hal itu, terbukti sekitar setelah dua minggu berada di Indonesia, sifat dan tujuan sebagai imperialis mulai tampak dengan jelas.

    Dengan dalih untuk mempermudah pengambilalihan kekuasaan dan pemerintahan, permerintah militer Jepang secara berturut-turut mengeluarkan peraturan-peraturan imperialisnya yaitu Undang-Undang Nomor 2 Tanggal 8 Maret 1942 dan Undang-Undang Nomor 3 Tanggal 20 Maret 1942. Isi pokok kedua undang-undang tersebut adalah melarang semua bentuk kegiatan pergerakan. Semua organisasi politik dan berbagai organisasi pergerakan yang ada di Indonesia dibekukan. Pembekuan ini dilakukan dengan alasan untuk menciptakan kestabilan keamanan. Bendera merah putih dilarang dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dilarang diperdengarkan dan dinyanyikan.

    Setelah sekitar dua bulan Jepang menduduki Indonesia, situasi perang Asia Timur Raya mulai berbalik. Keunggulan pasukan Jepang di berbagai fron telah berbalik manjadi kekalahan. Hal ini terbukti bahwa armada Jepang di Laut Karang dapat dihancurkan oleh sekutu pada tanggal 7 Mei 1942 dan pada 7 Agustus 1942 pasukan sekutu berhasil menduduki kawasan Kepulauan Salomon di Samudera Pasifik. Dikarenakan dua kekalahan yang berturut-turut serta keterbatasan personel  akhirnya Jepang memutuskan untuk mengubah strategi perangnya. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga bantu militer, Jepang secara intensif mulai Maret 1943 sampai Desember 1944, telah membentuk beberapa organisasi semimiliter dan militer contohnya seperti Seinendan (Barisan Pemuda)yang bertugas untuk membantu pemerintah militer Jepang dalam hal peningkatan produksi maupun pengamanan garis belakang.Keibodan (Barisan Pemuda Pembantu Polisi),bertugas memelihara keamanan dan ketertiban daerah setempat. Heiho (Pembantu Prajurit ), bertugas untuk membantu tentara Jepang, baik di garis depan maupun belakang. Peta (Pembela Tanah Air), merupakan organisasi militer penuh yang dibentuk atas kehendak bangsa Indonesia. Karena pemerintah militer Jepang menghendaki bantuan militer sebanyak-banyaknya dari penduduk Indonesia. Karena tuntutan dari dalam dan luar negeri terus menekan, pemerintah militer Jepang menginginkan adanya tenaga cadangan polisi yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas yang tinggi. Jika keadaan memerlukan, cadangan Polisi ini juga diharapkan dapat berperan sebagai tenaga tempur. Keinginan pemerintah militer Jepang akhirnya terealisasi, Jepang berhasil membentuk satuan Polisi Khusus yang disebut Tokubetsu Keisatsu Tai.

    Tokubetsu Keisatsu Tai

    Proses kelahiran Brimob berlangsung pada periode 1943-1944, masa-masa pembentukan organisasi dan barisan militer yang digerakkan oleh pemerintah militer Jepang, sebagai bagian dari strategi perang Asia Timur Raya. Pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan yang dapat digerakkan dengan cepat dan memiliki mobilitas tinggi. Inilah yang kemudian melahirkan Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944.  

    Tokubetsu Keisatsu Tai beranggotakan para polisi muda dan pemuda polisi serta didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera. Tokubetsu Keisatsu Tai memiliki persenjataan yang lebih lengkap dari pada polisi biasa. Para calon anggotanya pun diasramakan dan memperoleh pendidikan serta latihan kemiliteran dari tentara Jepang. Maka dari itu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa anggota Tokubetsu Keisatsu Tai adalah pasukan polisi yang terlatih, berdisiplin tinggi dan terorganisasi dengan rapi.

    Di setiap Karesidenan, pada akhir tahun 1944 telah dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsu tai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang, tergantung pada situasi wilayah dan Kompi tersebut berada di bawah kekuasaan Polisi Karesidenan. Pada umumnya Komandan Kompi Tokubetsu Keisatsu Tai berpangkat Itto Keibu ( Letnan Satu ).

    Ketika Jepang menyerah kalah kepada sekutu dan kemudian Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, pada saat itu pula masa penggemblengan Tokubetsu Keisatsu Tai telah cukup. Bersama-sama dengan rakyat dan berbagai kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai telah bahu-membahu dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

    Sejak Jepang menyerah kepada sekutu, maka seluruh satuan semimiliter dan militer di Indonesia dibubarkan. Satu-satunya kesatuan yang masih boleh memegang senjata adalah Tokubetsu Keisatsu Tai. Keadaan inilah yang menempatkan anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pioner dalam awal perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Satuan ini juga yang mensponsori pembukaan gudang-gudang senjata secara paksa. Pada kelanjutannya, senjata-senjata itu dibagi-bagikan kepada mantan anggota semimiliter dan militer serta para pejuang lainnya.  

    Tepat pada tanggal 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Tk. I. Mohammad Jasin, saat berlangsung apel pagi yang diikuti oleh semua anggota Polisi Istimewa dan pegawai lainnya di Markas Kesatuan Polisi Istimewa, membacakan teks Proklamasi dari pasukan Polisi Istimewa yang berbunyi,“Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945, dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia“.Polisi Istimewa adalah cikal bakal berdirinya Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang pada saat pemerintahan Jepang di sebut dengan Tokubetsu Keisatsu Tai. Setelah menyatakan Proklamasi Kepolisian, lalu Polisi Istimewa memperbanyak dan menyebarluaskan teks Proklamasi tersebut dengan cara ditempelkan di tempat-tempat yang ramai, dapat dibaca dan dapat dikunjungi orang. Selain menempelkan teks Proklamasi Kepolisian, Polisi Istimewa juga menempelkan teks Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia. Tindakan selanjutnya adalah mengganti pimpinan Polisi Istimewa dari Jepang yaitu Sidookan Takata dan Fuko Sidookan Nishimoto. Kepemimpinan di Markas Polisi Istimewa kemudian berada di bawah kendali Inspektur Polisi Tingkat I Mohammad Jasin.

    Setelah setahun lebih Polisi Istimewa berkiprah di garda depan dalam aneka perebutan fasilitas militer dan tempat-tempat strategis di pulau Jawa dan Sumatera, pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig) atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).

    Bedasarkan surat keputusan Departemen Kepolisian Negara No. Pol. 13 / MB / 1959 tanggal 25 April 1959 maka kesatuan Mobile Brigade (Mobrig) diubah susunannya menjadi tingkat Batalyon. Koordinator Mobile Brigade daerah menjadi Komandemen Daerah dan koordinator Mobile Brigade Jawatan Kepolisian Negara diubah menjadi Komandemen Mobile Brigade Pusat (Komopu). Dalam menghadapi tantangan, terutama karena banyaknya pemberontakan dan separatisme, pimpinan Mobrig memandang perlu pembentukan pasukan khusus yang mempunyai kemampuan khusus pula. Maka, sekitar tahun 1954-1959 mulai dirintis pembentukan pasukan Ranger (Pelopor). Setelah selesai mengikuti pendidikan di SPMB Porong Watu kosek, sebagai penutup rangkaian proses pendidikan para siswa pendidikan Ranger wajib mengikuti tes mision atau praktik langsung ke medan perang. Jika ujian akhir bisa dilewati dengan baik, selesailah proses pendidikan Ranger.

    Pasca pendidikan Ranger angkatan pertama, segera dilakukan evaluasi. Evaluasi dilanjutkan dengan penyempurnaan pendidikan. Dengan persiapan yang lebih baik, segera dimulailah pendidikan Ranger angkatan ke-2 dan ke-3. Dengan demikian, pada akhir 1959 SPMB mampu membentuk tiga Kompi Ranger. Ketiga Kompi Ranger itu adalah Kompi 5994 dengan Komandan Kompi AKP Loemy, Kompi 5995 dengan Komandan Kompi AKP Anton Soedjarwo dan Kompi 5996 dengan Komandan Kompi AKP Saim. Karena AKP Saim ditugaskan ke luar negeri, Komandan Kompi 5996 lalu dijabat oleh AKP Hudaya Sumarya.

    Pendidikan Ranger terakhir angkatan ke-6 berlangsung pada tahun 1961. Setelah itu, Ranger berubah nama menjadi Pelopor. Setelah berubah nama menjadi Pelopor, sejak tahun 1962-1968 dilangsungkan pendidikan Pelopor angkatan I – VIII. Pada 13 Maret 1961 Kompi Pelopor dikembangkan menjadi Batalyon Pelopor. Selanjutnya dikembangkan lagi menjadi Resimen Pelopor (Menpor).

    Berdasarkan surat order Y. M. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961 ditetapkan bahwa tanggal 14 November 1961 merupakan hari Mobile Brigade ke-16.  Pada tanggal 14 November 1961 tersebut, Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno selaku Irup upacara menganugerahkan Pataka “Nugraha Cakanti Yana Utama“ sebagai penghargaan pemerintah atas pengabdian dan kesetiaan Mobile Brigade. Saat itu pula Presiden RI secara resmi mengubah nama satuan ini dari Mobile Brigade menjadi Brigade Mobile. Pengubahan nama ini dilakukan dengan alasan penyesuaian nama Brigade Mobile yang berkaidah bahasa Indonesia. Itulah sekilas perjalanan nama organisasi ini dari Tokubetsu Keisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobile Brigade sampai saat ini menjadi Brigade Mobile (Brimob).

    Peran Brimob Menjaga Kamdagri 

    Diera reformasi, Polri mendapatkan dukungan publik yang begitu luas, ditandai dengan keputusan politik memisahkan Polri dari institusi dan garis komando TNI pada 1 April 1999. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Tap MPR/VI/2000 tentang pemisahan ABRI (TNI dan Polri) serta Tap MPR/VII/2000 tentang peran kedua lembaga tersebut dengan menempatkan TNI di bawah Departemen Pertahanan, khusus Polri berada langsung di bawah Presiden. Tindak lanjut dari keluarnya kedua Tap MPR tersebut adalah dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan UU No. 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara, yang berkaitan juga dengan peran dan posisi TNI dalam peran perbantuannya pada Polri.

    Setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, secara resmi polisi memisahkan diri dari tubuh TNI dan menjadi Polisi Sipil. Perjalanan reformasi Polri secara garis besar dijelaskan bahwa Polri memiliki fungsi pemerintahan negara yang bertujuan dan berperan untuk mewujudkan keamanan dalam negeri yang meliputi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) serta menegakkan hukum guna terpeliharanya keamanan dalam negeri dalam kultur Polisi sipil.  

    Korps Brimob Polri sebagai bagian integral Polri juga memiliki tugas pokok dan fungsi untuk melaksanakan dan menggerakkan kekuatan Brimob Polri dalam menanggulangi gangguan Kamtibmas berkadar tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan terorganisasi bersenjata api, bom, bahan kimia, biologi dan radioaktif yang pelaksanaan tugas Brimob tersebut dilandaskan atas fungsi Brimob Polri sebagai satuan pamungkas Polri (Striking Force) yang memiliki kemampuan spesifik penanggulangan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi dan penyelamatan masyarakat yang didukung oleh personel terlatih dan memiliki kepemimpinan yang solid, peralatan dan perlengkapan dengan teknologi modern. Sedangkan peran Brimob Polri dalam organisasi adalah melakukan maneuver, baik secara individual atau dalam kelompok dengan daya gerak, daya tembak dan daya sergap untuk membatasi ruang gerak, melumpuhkan, menangkap para pelaku kejahatan beserta saksi dan barang bukti dengan cara : membantu, melengkapi, melindungi, memperkuat dan menggantikan satuan kepolisian yang ada.

    Brimob Polri ditugaskan menjaga keamanan dalam negeri dari ancaman kejahatan yang berintensitas tinggi. Keberhasilan Korps Brimob Polri dalam menanggulangi ancaman Kamtibmas di Indonesia, tidak terlepas adanya dukungan dari masyarakat bangsa dan negara yang menginginkan rasa aman dan nyaman tercipta di negeri ini. Korps Brimob Polri juga memiliki kemampuan Search and Rescue (SAR) yang digunakan dalam tugas-tugas kemanusiaan dalam membantu dan mengevakuasi korban bencana alam yang terjadi di Indonesia.

    Intensitas perlibatan kekuatan Brimob Polri dalam penanggulangan tindak pidana terorisme di Indonesia meningkat pasca serangan teror Bom Bali I. Disamping dilibatkan dalam operasi-operasi kepolisian lainnya, khususnya dalam menghadapi kejahatan berintensitas tinggi. Seperti keberhasilan Polri dalam mengungkap dan menangani kasus terorisme di wilayah Poso Sulawesi Tengah baru-baru ini juga tidak terlepas dari adanya peran Korps Brimob Polri yang tergabung dalam operasi Tinombala bersama dengan TNI.

    Polri juga dihadapkan pada tugas menangani kejahatan transnasional. Hal ini konsekuensi atas perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi, transportasi dan informasi yang kini batas-batas fisik suatu negara menjadi sesuatu hal yang maya. Kompleksitas pelaku dan objek perbuatan serta kesulitan akibat perbedaan hukum positif antar negara merupakan ciri khas dari kejahatan transnasional. Seperti, money loundering, illegal fishing, human traffickingdandrugs trafficking.

    Dalam menghadapi ancaman tugas diera modern seperti itulah, Polri dibawah kepimpinan Jenderal Polisi Drs M. Tito Karnavian, MA, Ph.D menjawab dengan strategi delapan misi, sebelas program prioritas dan sepuluh komitmen. Promoter (Profesional, Modern dan Terpercaya) menjadi visi Kapolri yang harus ditindaklanjuti seluruh jajaran Polri termasuk Korps Brimob Polri telah membuat rencana aksi program prioritas Kapolri fungsi Brimob sebanyak 8 program terdiri dari 23 kegiatan dan quick wins dengan 7 kegiatan.

    ***

    Letkol Laut (T) Erwin Andhi Saputra Resmi Jabat Kadisharkan Lantamal V

    Lantamal V, Maspolin.id – Letnan Kolonel Laut (T) Erwin Andhi Saputra resmi menjabat Kepala Dinas Pemeliharaan Pangkalan (Kadisharkan) Lantamal V menggantikan Letnan Kolonel Laut (T) Dadang Agus Dwitjahjono setelah melaksanakan upacara Serah Terima Jabatan yang digelar di Serambi Gedung Yos Sudarso, Mako Lantamal V, Surabaya, Kamis (14/11).

    Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal V) Laksamana Pertama TNI Tedjo Sukmono, S.H., CHRMP. memimpin langsung jalannya Upacara Serah Terima Jabatan Kadisharkan Lantamal V ini.

    Tampak hadir dalam acara tersebut para Asisten Danlantamal V, Para Kasatker/ Kepala Dinas dijajaran Lantamal V, Ketua Korcab V Ny. Yoeliana Tedjo Sukmono beserta Pengurus Inti Korcab V DJA ll.

    Menurut Danlantamal V, Serah terima Jabatan Kadisharkan Lantamal V adalah bagian dari pembinaan organisasi dan personel, sekaligus merupakan simbol penyerahan tugas, wewenang dan tanggung jawab jabatan.

    Searah dengan fungsi dan tugas pokok Lantamal V sebagai komando pelaksana dukungan bagi unsur-unsur operasional Koarmada ll maupun unsurunsur TNI AL lainnya lanjutnya, Lantamal V mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis.

    “Oleh karena itu, sebagai pengemban tugas jabatan di jajaran Lantamal V, kita dituntut untuk dapat menempatkan kedudukan ini secara proporsional dengan selalu berupaya melaksanakan fungsi dan tugas pokok secara keseluruhan dan terus menerus mengupayakan peningkatan pelayanan secara profesional,” pintanya.

    Disharkan Lantamal V tambahnya, merupakan unsur pelaksana pada tingkat Lantamal V yang bertugas melaksanakan pemeliharaan tingkat menengah serta perbaikan darurat alat utama Komando Armada II dan alat utama TNI AL lainnya.

    Pada kesempatan teraebut, Danlantanal V atas nama pemimpin TNI AL dan seluruh Jajaran Lantamal V mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Letkol Laut (T) Dadang Agus Dwitjahjono atas pengabdian dan prestasi yang telah diberikan selama melaksanakan tugas di Lantamal V.

    Selanjutnya kepada Letkol Laut (T) Erwin Adhi Saputra, Ia juga mengucapkan selamat atas jabatan yang telah dipercayakan, hendaklah disadari bahwa tugas ini merupakan wujud amanah dan kepercayaan yang diberikan pemimpin TNI AL.

    “Tugas ini bukanlah tugas yang ringan, namun dengan dibekali pengalaman dan niat yang tulus, saya percaya saudara akan mampu melaksanakan amanah ini dengan baik,” terang Danlantamal V.

    Kadispen Mayor Rohman Arif

    Polsek Sumberrejo Lakukan Pengamanan Pensi HUT SMAN 1 Sumberrejo ke 40

    Bojonegoro,Maspolin.id – Anggota Polsek Sumberrejo Polres Bojonegoro mengamankan kegiatan Pentas Seni (Pensi) dan hari jadi SMAN 1 Sumberrejo ke 40 tahun 2019 bertempat di halaman SMAN I Sumberrejo, Sabtu (14/11/2019)

    Pengamanan di lakukan oleh Aiptu Sutaji bersama Bripka Ngali dan Brigadir Puji Styono.

    Menurut Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Kanafi, S.H, pihaknya memberikan pengamanan pada acara Pentas Seni dan hari jadi SMAN I Sumberrejo ke 40, karena yang hadir pada acara pentas seni bukan hanya dari Sekolah SMAN 1 Sumberrejo saja, namun juga perwakilan Osis dari luar Sumberrejo.

    “Mengingat lokasi SMAN I Sumberrejo yang berada di tepi jalan raya, dengan banyaknya tamu undangan yang hadir kita fokuskan pada penyeberangan keluar masuk tamu untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ucap AKP Imam Kanafi, S.H.

    Selain fokus pada pengaturan lalu lintas, pihaknya juga memberikan Pengamanan pada acara yang berlangsung dengan tujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pelajar sehingga pelaksanaan pensi dapat berjalan lancar.”Pungkasnya.

    Kepala sekolah SMAN 1 Sumberrejo Drs H.Soebintarto,MM. menerangkan, bahwa acara pentas seni yang rutin dilaksanakan setiap tahun sekali ini bertujuan untuk menggali potensi anak dalam mengembangkan bakatnya di bidang seni.”Terangnya.

    Pensi dan hari jadi ke 40 SMAN I Sumberrejo dimeriahkan dengan berbagai penampilan, seperti Fashion show, Seni tari, Paduan suara, Band, Electone, Dance, Teater, Drama, Hadra, Seni Tari , Reog Nusantara dan berbagai pentas dari siswa-siswi sendiri.”Imbuh H Soebintarto Mm.

    Acara dihadiri oleh Kepala Sekolah, para Guru serta Siswa siswi SMAN I Sumberrejo dan Undangan dari Perwakilan Osis sekolah lain, sekitar 1000 orang yang menghadiri acara Pensi dan hari jadi ke 40 SMAN I Sumberrejo.

    Didik Semprol

    Harapan Danramil di Musrenbangdes Karangpucung

    Cilacap, Maspolin.id – Komandan Koramil (Danramil) 15/Karangpucung, Kapten Inf Umar Juhepa hadir di Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Penetapan RKP Desa Tahun 2020.

    Acara tersebut digelar di Balai Desa Karangpucung, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019).

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Karangpucung, Diana Heri Utama menyampaikan program-program yang telah dan belum dilaksanakan.

    Sementara, Danramil 15/Karangpucung, Kapten Inf UmarJuhepa berharap agar dalam pelaksanaan tugas, pimpinan di wilayah sebagai pelayan masyarakat hendaknya dapat terus menjalin kerja sama, komunikasi, dan sinergitas yang baik dengan semua pihak, demi kemajuan desa yang ada di wilayah Kecamatan Karangpucung. “Ini yang harus terus kita lakukan,” tandasnya.

    Acara dihadiri sekitar 80 orang, dari tim monitoring Musrenbangdes, yaitu Camat Karangpucung, Danramil 15/Karangpucung, dan Kapolsek Karangpucung, Kepala Desa Karangpucung serta perangkatnya, lembaga desa, Ketua RT/RW se-Desa Karangpucung, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (Awan)

    Ketua TP PKK Trenggalek : Perempuan Ujung Tombak Pembangunan Bangsa

    Novita Hardini, Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek (Foto: Fals Yudistira)

    Trenggalek, Maspolin.id– Perempuan merupakan ujung tombak pembangunan bangsa, ungkap Novita Hardini Mochamad Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek saat melakukan evaluasi 10 program pokok PKK di Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Kamis (14/11/2019). Kenapa demikian, menurut istri Bupati Trenggalek ini karena perempuan yang berkualitas akan mendidik anak yang berkualitas. Anak yang dididik  dengan cara yang baik, kualitasnya dijaga, maka anak ini akan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa juga yang berkualitas. “Kalau ada anak yang dididik oleh ibu yang berkualitas maka ini menjadi modal yang besar untuk membangun sebuah negara yang berkualitas,” ungkap ibu tiga anak ini saat dikonfirmasi awak media. Tentunya untuk mendorong para perempuan ini berkualitas, memerlukan peran dan campur tangan pemerintah dan beberapa pihak lainnya diantaranya PKK. Apalagi saat ini Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin sangat getol menyelenggarakan pemerintahan beprespektif gender. Perempuan dan kelompok rentan diberikan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan melalui Musyawarah Perempuan, Anak, Disabilitas dan Kelompok Rentan Lainnya yang biasa disebut dengan Murenakeren. Terus ada lagi sekolah perempuan yang ditujukan agar perempuan ini bisa lebih berdaya. Semua itu dilakukan oleh Bupati Trenggalek bukannya karena tidak beralasan, karena menurutnya berdasarkan survey suatu lembaga, bila perempuan ini berpenghasilan, cenderung sebagian besarnya penghasilannya akan diinvestasikan kembali kepada keluarga, untuk pendidikan anak, gizi anak dan yang lainnya. Dengan memberdayakan perempuan diharapkan permasalahan stunting dan yang lainnya bisa teratasi dengan baik. Novita menambahkan, “yang didorong oleh PKK dan didukung juga oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek saat ini adalah Inovasi Sepeda Keren. Inovasi Sepeda Keren ini adalah mengisi kekosongan atau kesenjangan para perempuan yang ditinggal oleh orang tua pendahulu yang menganggap para  perempuan itu tidak penting untik mendapatkan  pendidikan,” terangnya. “Kita menginginkan pendidikan itu untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak melihat batasan usianya, karena sejatinya perempuan itu berapapun usiannya tetap harus diisi dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan,” lanjut wanita cantik ini menjelaskan. Harapan saya output dari Sepeda Keren ini nantinya dapat menghasilkan dan melahirkan perempuan-perempuan yang tangguh, yang bisa menjadi pemimpin desa atau daerahnya masing-masing, maupun dikeluarganya, untuk menghadapi semua tantangan perekonomian, tantangan sosial, tantangan kehidupan yang ada di era sekarang, era globalisasi yang tantangannya semakin komplek, makin heterogen. “Dengan lahirnya Sepeda Keren ini juga saya harapkan juga bisa melahirkan para perempuan yang siap menghadapi tantangan era globalisasi dengan baik,” tandasnya.

    Penulis: Fals Yudistira

    Danlanal Cilacap Buka Rapat Kesiapan Latihan Penanggulangan Bencana Alam

    Cilacap, Maspolin.id – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cilacap, Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana SSos membuka rapat Kesiapan Latihan Penanggulan Bencana Alam Lanal Cilacap Tahun Anggaran 2019, di Gedung Sebaguna Lanal Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (14/11/2019).

    Mengawali rapat, Danlanal menginstruksikan beberapa hal.

    Pertama, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, sebelum kejadian untuk memberikan peringatan serta tanda-tanda dan pelatihan-pelatihan terhadap masyarakat secara rutin dan berkesinambungan, dalam menghadapi suatu bencana. “Karena untuk TNI, bisanya diterjunkan pasca bencana itu terjadi,” katanya.

    Kedua, diharapkan pada latihan kali ini bisa dibuat suatu produk yang bisa menjadi pegangan dan petunjuk bagi masyarakat di Cilacap, apabila terjadi gempa atau tsunami sehingga tahu tindakan apa yang harus dilakukan.

    “Pelatihan-pelatihan seharusnya lebih diutamakan untuk masyarakat yang tinggal di pesisir dan daerah-daerah rawan bencana. Serta setelah latihan ini lakukan evaluasi apa yang kurang untuk segera dilengkapi,” ujar Danlanal.

    Kegiatan rapat ini dihadiri berbagai instansi terkait, diantaranya Kodim 0703/Cilacap, Polres Cilacap, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas Cilacap, kantor navigasi, PT Pelindo III, RAPI, Orari, Diskominfo, Tagana, PSDKP, para relawan, dan organisasi masyarakat. (Estanto)

    TNI-Polri Amankan Demo Warga di PLTU

    Cilacap, Maspolin.id – Ratusan warga Dusun Winong dan Semampir, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, melakukan aksi unjuk rasa di depan PLTU Cilacap di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan.

    Mereka menuntut janji pihak PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku pengelola PLTU yang telah disepakati pada 19 Desember 2018 lalu, Kamis (14/11/2019).

    Sementara, anggota Koramil 06/Kesugihan yang bertugas dan bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, turun ke lapangan agar demo warga berjalan tertib, lancar, dan aman.

    Dipimpin Danramil, Kapten Inf Sueb mereka bersama anggota Polres Cilacap turut melaksanakan pengamanan kegiatan.

    Sedangkan Koordinator Aksi, Boyin Supriyono menyampaikan tuntutan warga, yakni perbaikan akses jalan menuju Dusun Winong, pengobatan gratis bagi warga Dusun Winong dan Semampir, pembentukan koperasi, perekrutan tenaga lokal untuk menjadi tenaga kerja PLTU, pembagian benih pertanian bagi kelompok tani Pantang Mundur, selesaikan pembangunan tanggul irigasi untuk pertanian, pindahkan ash yard (kolam limbah B3) PLTU, menyelesaikan dampak lingkungan terutama penghijauan, serta proses operasional PLTU yang harus memperhatikan masyarakat di Ring 1.

    Sementara pihak PLTU melalui GM Unit I dan II, Sugeng dan GM Unit III A, Agus Gunanto bertemu pendemo, dan menyampaikan akan memenuhi tuntutan pendemo.

    Pihak PLTU menyatakan akan membantu pertanian, namun diimbau agar para kelompok tani mengajukan proposal ke PLTU.

    Sedangkan untuk akses jalan dan tanggul saluran irigasi, pembangunannya sudah dilaksanakan. Tetapi hingga kini belum selesai, karena dilakukan bertahap.

    “Untuk yang lainnya, seperti bantuan koperasi agar dibikin koperasinya dulu, pengobatan gratis juga sudah direncanakan dan akan dimulai pada 28 November 2019 nanti,” kata Sugeng.

    Untuk tenaga kerja, silakan mengajukan lamaran dan akan diterima sesuai kebutuhan serta keterampilannya.

    Demo berjalan lancar dan aman, serta akan dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya antara pihak PLTU dengan warga Dusun Winong dan Semampir di dusun mereka. Pihak PLTU akan datang mulai hari Senin mendatang. (*/Estanto)

    Kemendagri Sukses Selenggarakan Rakornas Terbesar Bertajuk Indonesia Maju

    Kemendagri Sukses Selenggarakan Rakornas Terbesar Bertajuk Indonesia Maju

    Jakarta, Maspolin.id—Kementerian Dalam Negeri sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda. Rakornas tersebut bahkan disebut-sebut sebagai Rakornas terbesar dan terpenting yang pernah dialami Presiden Joko Widodo. Pujian itu dialamatkannya saat membuka Rakornas secara resmi.

    “Apresiasi juga datang dari Bapak Presiden dan juga para menteri. Pak Presiden menyampaikan bahwa Rakornas tersebut merupakan Rakor terbesar dan terpenting yang pernah beliau laksanakan. Di masa lima tahun pertama (Pemerintahan) belum pernah terkumpul sebanyak itu dengan Forkopimda,” kata Mendagri Tito Karnavian saat penyerahan DIPA di Sasana Bhakti Praja Gedung C Kemendagri, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

    Bagaimana tidak, hampir 3.000 orang memadati Sentul International Convention Center (SICC) untuk menyamakan persepsi soal pelaksanaan dan prioritas pembangunan nasional kedepan. Mereka terdiri atas Kepala Daerah dan seluruh unsur Forkopimda.

    “Dengan hubungan mereka yang berangkat bersama-sama dengan Forkopimda yang lain, membuat mereka semakin akrab, dan semakin mempererat hubungan antara kepala daerah dan Forkopimda,” ujarnya.

    Tak ayal, penyelenggaraan Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda ini juga mendapatkan apresiasi dari para peserta yang diberikan kesempatan untuk menerima arahan dan penjabaran arah pembangunan ke depan.

    “Ini saya kira banyak memberikan manfaat terutama bagi peserta. Oleh karena itu mereka juga memberikan apresiasi karena kita memfasilitasi untuk bisa menerima (arahan) dari presiden, menko, para menteri, dan narasumber lainnya,” jelas Mendagri.

    Mendagri pun turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajarannya yang telah mempersiapkan hingga mengeksekusi penyelenggaraan acara dengan profesional.

    “Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Kemendagri karena Rakornas berjalan dengan baik, dan dalam pandangan saya dari mulai perencanaan, pelaksanaan, sampai selepas acara saya melihat jajaran Kemendagri sangat profesional. Bukan saya memuji, tapi fakta hampir tidak ada cacat,” kata Mendagri.

    Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat pada Rabu (13/11/2019). Rakornas diselenggarakan untuk melakukan sinkronisasi antara arah Pembangunan Nasional dan Pemerintah Daerah. Acara dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo dan ditutup secara resmi oleh Wapres KH. Ma’ruf Amin.

    Tim Maspolin

    Puspen Kemendagri

    Polres Tanjungbalai Perketat Penjagaan Pasca Bom Bunuh Diri di Medan

    Polres Tanjungbalai Perketat Penjagaan Pasca Bom Bunuh Diri di Medan

    Tanjungbalai, Maspolin.id—Polres Tanjungbalai memperketat penjagaan pasca insiden bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/2019).

    Tampak penjagaan ketat yang dilakukan personel polisi bersenjata api, lengkap dengan rompi anti peluru. Para personel menjaga masing-masing pintu masuk dan keluar secara ketat.

    “Memang penjagaan diperketat. Personel yang berjaga melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan masyarakat yang berkunjung,” kata Kapolres Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, Kamis (14/11/2019).

    Kepada personel yang melakukan penjagaan di piket mako, Kapolres menghimbau untuk tidak meninggalkan tempat.

    “Kita juga mengimbau kepada personel untuk tidak membolehkan masuk driver ojol, serta periksa barang yang dibawa dan antarkan kepada yang memesan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, pengamanan yang dilakukan selama ini sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Artinya, jika ada tamu yang hendak masuk ke mako akan terlebih dahulu diperiksa di pos penjagaan.

    “Personel juga akan memeriksa barang bawaan dan menanyakan keperluan dari tamu yang datang,” ungkapnya.

    Kapolres mengatakan, langkah polisi memperketat pengamanan tidak mengurangi pelayanan Polres Tanjungbalai terhadap masyarakat.

    “Kita tetap memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Personel yang melaksanakan pemeriksaan dengan sopan kepada masyarakat yang berkunjung ke mako,” pungkasnya.

    Novian Harhara

    Sumber: Humas

     

     

     

     

     

    Jangan Lewatkan

    Kepemimpinan Korlantas Polri Berganti, Irjen Pol. Wibowo Ingatkan Personel Tetap Jaga...

    KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Irjen Pol. Wibowo meminta seluruh personel tetap menjaga kekompakan, komunikasi, dan kerja sama dalam menjalankan tugas. Hal ini dikatakan...
    Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.