Kabupaten Tangerang (Banten),Maspolin.id – Pelaksanaan kegiatan apel konsolidasi BKO Polda Metro Jaya dan apel pergeseran pasukan, Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Banten, dibawah komando Komandan Satuan Brimob Kombes Pol Reza Herasbudi, melaksanakan pengamanan di wilayah hukum Polres Kota Tangerang dan wilayah hukum Polres Lebak, Senin, (21/10/2019).
Pada kesempatan tersebut, Kombes Pol Reeza Herasbudi, mengatakan pelaksanaan kegiatan apel konsolidasi personel BKO pengamanan ini merupakan representasi dari kesiapan Polri atas tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan oleh negara dan seluruh rakyat Indonesia untuk menjamin keamanan, ketertiban dan kelancaran usai mengawal pengambilan sumpah dan pelantikan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dan Wapres RI KH. Ma’ruf Amin periode 2019-2024.
“Kegiatan dalam rangka apel pergeseran pasukan ini, saya ucapan terima kasih kepada anggota atas pelaksanaan pengamanan BKO Polda Metro Jaya yang dilaksanakan dengan disiplin, tertib dan humanis, sejak 5 bulan yang lalu,” terang Kombes Pol Reeza.
Lanjut, Kombes Pol Reeza, mengatakan, apel konsolidasi ini untuk mengecek kondisi alutsista, kondisi kesehatan dan kelengkapan personel, selama dan setelah pelaksanaan pengamanan BKO.
“Personel Satuan Brimob Polda Banten, juga akan dilibatkan dalam pengamanan pilkades di wilayah hukum Polresta Tangerang dan wilayah hukum Polres Lebak. Adapun personel yang di terjunkan untuk dua lokasi tersebut, sejumlah 2 (dua) Satuan Setingkat Kompi (SSK), yaitu 200 orang personel Brimob,” kata Kombes Pol Reeza Herasbudi.
“Apel pergeseran pasukan tersebut selain untuk melihat kekuatan dari personel, juga bertujuan melihat alutista yang digunakan. Dalam pengamanan di lapangan, ketika ada kendala, dapat diatasi sesuai dengan prosedur yang ada,” kata Kombes Pol Reeza Herasbudi.
Gresik,Maspolin.id – Jajaran Unit Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Kedamean Polres Gresik berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayahnya pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober 2019 sekira pukul 02.00WIB. Kejadian yang dilaporkan oleh korbannya pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2019 sekira jam 14.00 WIB tersebut berhasil diungkap setelah dilakukan penyelidikan oleh anggota dan berhasil mengamankan dua pelaku.
Adapun identitas para pelaku yaitu berinisial DW bin IG (30) dan EA (40) keduanya merupakan warga Desa Manunggal Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Sedangkan korban Sunaryo warga Dusun Kemuning RT 4 RW 5 Desa Manunggal Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik.
Menurut Kapolsek Kedamean AKP Nur Amin menerangkan kronologi kejadiannya yaitu pada hari Selasa tanggal 15 Oktober 2019 sekira jam 14.00 WIB, dirumah korban yang sedang ditinggal pemiliknya ibadah umroh telah terjadi pencurian dengan pemberatan yang dilakukan oleh kedua pelaku berinisial DW bin IG (30) dan EA (40) dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis kemudian masuk ke kamar dan mengambil barang berharga milik Sunaryo.
“Kedua pelaku berhasil mengambil barang berupa uang tunai Rp. 1.000.000,- , kalung emas dan 2 gros rokok surya 12” terang Kapolsek Kedamean.
Kapolsek menambahkan, Usai mendapatkan melakukan aksinya kedua pelaku pergi ke pasar Krian membawa hasil curian berupa Kalung emas untuk menjual emas berupa kalung di toko Emas S di Sidoarjo.
“Dari hasil penjualan emas tersebut pelaku berhasil mengantongi uang senilai Rp. 12.000.000,-. Dan hasil penjualan kalung pelaku DW mendapat bagian Rp. 7.000.000.-sedangkan pelaku EA mendapat bagian Rp. 5.000.000,-
Dari kejadian tersebut, anggota Reskrim Polsek Kedamean berhasil menindaklanjuti laporan yang masuk dari pelapor Mukholifatin (53) warga Dusun Kemuning RT 4 RW 5 Desa Manunggal Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik merupakan tetangga korban Sunaryo.
“Setelah melalui penyelidikan oleh anggota kedua pelaku DW bin IG (30) dan EA (40) berhasil diamankan pada Jum’at (18/10/19) pada pukul 22.00 WIB”, ungkap AKP Nur Amin kepada media Tribratanewsgresik, Senin (21/10/19).
Oleh patugas, ketiga pelaku pencurian dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 1 ke 4e, 5e KUHP tentang pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.
Banten,Maspolin.id – Kabupaten Serang (Banten). Dalam rangka Hari Ulang Tahun Ketua Bhayangkari Cabang Serang Ny. Widya Indra Gunawan, mengadakan tasyakuran dengan do’a bersama sekaligus santunan anak yatim, bertempat di rumah dinas Kapolres Serang, Senin, (21/10/2019).
Hadir dalam acara tersebut, Kapolres Serang, Wakapolres Serang, para Kabag, para Kasat, para Kasi Polres Serang, para Kapolsek jajaran Polres Serang, Ketua MUI Kecamatan Cikeusal, para Pengurus Bhayangkari cabang Serang dan personel Polres Serang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.IK., MH, mengucapankan selamat ulang tahun ke 36 kepada sang istri (Ny. Widya Indra Gunawan-red). Dan ucapan terima kasih kepada rekan – rekan yang telah hadir dan seluruh tamu yang datang hari ini.
“Rasa syukur kepada Allah SWT, karena hari ini merupakan Ulang tahun Ny. Widya Indra Gunawan yang ke 36. Mudah – mudahan diberikan umur yang panjang serta diberkahi oleh Allah SWT,” ucap AKBP Indra Gunawan, kepada istrinya.
“Saya mendo’akan kepada istri saya, agar selalu sehat, panjang umur, dilapangkan rezekinya serta sukses,” kata AKBP Indra Gunawan.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Cikeusal KH. Jalil, dalam tausiyahnya, dirinya menyampaikan selamat kepada Ny. Widya Indra Gunawan yang telah berulang tahun ke 36.
“Mari kita do’akan, mudah – mudahan Ny. Widya Indra Gunawan, diberikan umur panjang, dapat limpahan keberkahan, kesehatan dan diluaskan rezeki dari Allah Swt,” ujar KH. Jalil.
Menurutnya, ibadah yang menyenangkan Allah SWT adalah ibadah infaq shodaqoh. Dan, alhamdulilah pada saat ini, acara infaq shodaqoh itu sedang berlangsung dalam rangka memperingati ulang tahun ibu Kapolres Serang.
“Intinya pada hari ini, ibu Kapolres Serang dengan keluarga ingin membuat Allah SWT senang dengan mengadakan acara seperti ini. Alhamdulillah,” kata KH. Jalil.
Kegiatan berlangsung dengan do’a bersama, pemotongan nasi tumpeng oleh Ny. Widya Indra Gunawan, serta pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu.
Sidoarjo,Maspolin.id – Komandan Polisi Militer Lantamal V Kolonel Laut (PM) Joko Tri Suhartono meresmikan dimulainya Program Bantuan Bedah Rumah Warga Tidak Mampu tahun 2019 dari Polisi Militer Lantamal V di Desa Semambung Kidul, Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.
Program bedah rumah ini dimulai pengerjaannya dengan ditandai pernyataan resmi dari Danpom Lantamal V dilanjutkan dengan pelepasan “gedek bambu rumah” milik Pak Suntoro yang terlihat sudah reot dan tidak layak huni dibantu oleh beberapa aparat desa setempat yang hadir dalam acara tersebut.
Joko-sapaan akrabnya mengatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap warga yang tidak mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni. Lebih lanjut dikatakan bahwa hal ini menunjukkan bahwa masih banyak disekitar kita warga yang tidak mampu hidup dalam rumah yang tidak layak huni. Dengan dasar inilah, Polisi Militer Lantamal V mengambil inisiatif untuk bergerak membantu dalam melakukan renovasi rumah tersebut guna memberikan warga tidak mampu mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas dengan rumah yang layak huni.
“Alhamdulillah rumah kami sekarang dilaksanakan renovasi dari Bapak Komandan PM Lantamal V” kata Pak Suntoro dengan wajah sumringah. Tak lupa dia pun mengucapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dalam merenovasi rumahnya tersebut.
Hadir dalam peresmian dimulainya bedah rumah tersebut Wadanpom Lantamal V, Kadisgakkum, Kadislidkrim dan aparat perangkat Desa Setempat, Babinsa dan Babinkamtibmas.
Banjarnegara, Maspolin.id – Penyebab tingginya angka kematian dan kecacatan terhadap penyakit tidak menular hingga 80 persen dalam kurun waktu 9 tahun sejak 2010, dikarenakan perilaku yang kurang sehat yaitu merokok, kurang mengonsumsi sayuran dan buah, hingga kurang aktivitas fisik dan stres, menjadi bahasan utama Sosialisasi Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular, Senin (21/10/2019), di Aula Puskesmas Rakit, Banjarnegara, Jateng.
Hal tersebut juga disampaikan dr Eri Rosita, Kabid P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara.
Menurutnya, penyakit seperti jantung, kanker, stroke, dan diabetes, merupakan penyebab terbesar kematian dan kecacatan.
Untuk menghindari penyakit tersebut, imbuh Eri, perlu melaksanakan pola hidup sehat dengan cara Cerdik, yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, diet sehat kalori seimbang, istirahat yang cukup, dan kendalikan stres.
Acara tidak hanya menyosialisasikan penyakit tidak menular, namun juga memaparkan edukasi mengenai posbindu, bahaya merokok, deteksi dini kanker leher rahim, dan kanker payudara, serta diabetes mellitus dan hipertensi.
Dihadiri pula camat Rakit, camat Punggelan, PKK kecamatan, perwakilan Kades dan PKK desa di Kecamatan Rakit dan Kecamatan Punggelan, serta BPD, FKD, serta kader kesehatan. (Awan)
Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal V ) Laksma TNI Tedjo Sukmono, S.H.,CHRMP. membuka Bhakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) TH. 2019 peringati HUT ke-74 TNI AL, Hari Kesehatan TNI AL, HUT Kowal dan Hari Jadi Kab. Bangkalan ke 488 di Puskesmas Tanah Merah, Kab. Bangkalan, Senin (21/10).
Usai pembukaan, Danlantamal V didampingi Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, Drs H Mohni .MM. Wakil Bupati, Forkompinda Bangkalan, para Asisten Danlantamal V meninjau pelaksanaan Bhaksos yang di laksanakan didua tempat.
Untuk layanan Operasi Katarak, Bedah minor, Khitanan massal dan pengobatan gigi dilaksanakan di Puskesmas Tanah Merah, sedangkan pengobatan umum dan pelayanan KB yang diikuti sedikitnya 500 orang peserta dilaksanakan di Kantor Kecamatan Tanah Merah.
Danlantamal V disela peninjauan mengatakan bahwa pelaksanaan Baksoskes ini digelar dalam rangka HUT ke-74 TNI AL, Hari Kesehatan TNI AL dan hari jadi Kabupaten Bangkalan ke 488 tahun 2019.
Ini merupakan salah satu upaya pembinaan potensi maritim diwilayah kerja Lantamal V dan juga sebagai wujud sinergitas Lantamal V dengan pemerintah daerah Kabupaten Bangkalan.
Dengan Baksoskes ini diharapkan dapat menbantu dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah Bangkalan, khususnya masyarakat yang berada di Kecamatan Tanah Merah.
Bakti sosial kesehatan kali ini lanjutnya melayani Operasi Katarak, Operasi Bedah Minor. Khitanan Masal, Pengobatan Umum, Pengobatan Gigi dan Pelayanan Keluarga Berencana.
Kegiatan bakti sosial kesehatan ini lanjutnya, juga diharapkan dapat menggugah dan memupuk komitmen rasa persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa, hidup saling tolong menolong atas dasar kesetiakawanan sosial, saling menghormati dan selalu bahu membahu untuk membangun negara dan bangsa tercinta.
Tampak hadir dalam acara tersebut Kadiskes Lantamal V, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Teguh Wibowo, M.Tr. Hanla, Karumkit Oepomo Lant V, Danyonyarhanlan V, dan Kadiskum Lantamal V, Dandim 0829 Bangkalan, Kapolres Bangkalan, Kajari Bangkalan, Drs. Abdul Samad, MM Kepala Pengadilan Agama Kab Bangkalan, Kepala Pengadilan Negeri Bangkalan, Camat Se Kab. Bangkalan dan Toga serta Tomas kec. Tanah Merah.
Surabaya,Maspolin.id – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Ungkap Kasus Perjudian Dan Miras, Barang Bukti yang diamankan terkait Kasus perjudian berupa uang sebesar Rp. 28.687.000,- , 8 Hp, 27 Buah Mata Dadu, 6 Buah Kaleng, 8 Buah lepekan, 8 lembar beberan, 3 kantong kain, Kalkulator, 2 Buah Batok kelapa, alas dadu, 22 koin kayu, mangkok kecil, 5 bendel rekapan, 8 lembar rekapan togel, dan Kartu Remi.
Sedangkan kasus miras berhasil mengamankan 24 barang bukti diantaranya, 1 Unit mobil Nissan Serena, 1 Botol Miras Merk Alchiro, 1 unit Botol merk Newport, 196 Botol Miras merk Vodka.
Kompol Ketut PS, Kabagbin Opsnal Ditreskrimum Polda Jatim Diantaranya didampingi AKP M Aldy Sulaiman, Menegaskan bahwa ungkap kasus miras dan perjudian di tempat yang berbeda di jawa timur, Kasus itu melibatkan 12 tersangka kasus miras dan Kasus perjudian 18 tersangka diamankan.
Modus Operandi perjudian menjual Kupon putih (Togel), Dadu Dan Remi. Sedangkan untuk kasus miras pelaku menjual atau mengedarkan Miras tanpa ijin edar atau ilegal.
Cilacap, Maspolin.id – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cilacap, Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana SSos memimpin apel khusus prajurit Lanal Cilacap, dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan peserta apel di Lapangan Apel Mako Lanal, Cilacap, Jateng, Senin (21/10/2019).
Dalam apel, Danlanal juga melakukan pemeriksaan pasukan didampingi Palaksa dan Perwira Staf Lanal Cilacap, dan pemeriksaan dimulai dari peleton Perwira, peleton Bintara, dan Tamtama. Diakhiri peleton ASN Lanal Cilacap.
Pemeriksaan tersebut difokuskan kepada kelengkapan diri pribadi sebagai personel TNI AL, terutama prajurit Lanal Cilacap baik kelengkapan dan kerapian berpakaian, maupun kerapian perseorangan.
“Hal ini merupakan jati diri prajurit TNI AL. Jangan lupakan Tri Sila TNI AL dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, dimana sudah merupakan penekanan oleh pucuk pimpinan TNI AL,” kata Adi.
Danlanal juga menyampaikan beberapa penekanan dari Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto SE MM kepada seluruh prajurit Lanal Cilacap, diantaranya agar tetap semangat, disiplin, jaga kebersihan, tertib administrasi, dan profesional di bidang masing-masing.
Dia menandaskan akan melanjutkan apa yang telah dilaksanakan oleh pejabat lama, agar apa yang sudah menjadi aturan dan kebijakan tidak terputus.
Juga tak kalah penting, pembinaan terhadap Keluarga Besar TNI AL, utamanya ibu-ibu Jalasenastri agar lebih bijak dalam meggunakan media sosial, terutama untuk tidak mengomentari hal-hal yang bisa merugikan diri sendiri dan organisasi.
Menurut Danlanal, ada beberapa hal yang menjadi perhatian Pangkoarmada II, yaitu bidang intelijen dimana dalam pelaksanaan tugasnya bisa mengantisipasi kejadian sebelum terjadi, hal-hal yang merugikan instansi dan negara, serta menginformasikan kepada Komando Atas di wilayah kerja masing-masing.
Untuk bidang operasi pada setiap kegiatan, laksanakan prosedur zero accident terkait pengoperasian kapal Angkatan Laut (KAL), Patkamla, Secoci untuk tingkat Lanal.
Sementara bidang potensi maritim (Potmar) diimbau menjaga kondusivikasi di daerah kerja masing-masing dengan instansi lain baik Pemda, Kodim, Polres dan instansi maritim lainnya. (Estanto)
Tangerang – Banten, maspolin.id Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif terpilih menjadi ajudan Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin. Sabilul terpilih setelah menjalani serangkaian tes seleksi bersama beberapa kandidat lain.
Sabilul menerangkan, rangkaian tes seleksi yang ia jalani mulai dari tes kesehatan fisik di RSPAD Gatot Soebroto, tes kesehatan jiwa juga di RSPAD Gatot Soebroto. Kemudian tes psikologi di Dispsiau Halim Perdana Kusuma, security clearance di BAIS TNI Kalibata, kompetensi bahasa di Pusdiklat Bahasa Kemenhan, hingga wawancara performa di Setmilpres.
“Mohon doanya agar semoga selalu diberikan yang terbaik dan diberi kesempatan untuk meniti karier,” kata Sabilul, Minggu (20/10/19).
Terpilihnya Sabilul sebagai Ajudan Wapres diperkuat dengan Keputusan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Nomor 286 Tahun 2019 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan Ajudan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ajudan Istri Presiden Republik Indonesia, dan Ajudan Istri Wakil Presiden Republik Indonesia
Surat keputusan itu ditandatangani dan dikeluarkan pada 18 Oktober 2019. Sehingga pada tanggal 20 Oktober 2019, pada saat Pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, Sabilul sudah mulai melaksanakan tugasnya mendampingi RI-2.
*Polisi Inovatif*
Sabilul dikenal sebagai polisi yang inovatif. Di mana pun ia ditugaskan, selalu ada gagasan untuk membuat inovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan. Di Polres Kota Tangerang, Polda Banten, ia merumuskan program Tangerang Jawara.
Sematan kata “Jawara” adalah akronim dari “Jadikan Wilayah Aman, Nyaman, dan Kreatif”. Sehingga bila digabung “Tangerang Jawara” adalah “Tangerang Jadikan Wilayah Aman, Nyaman, dan Kreatif”.
Program Tangerang Jawara adalah program yang menghimpun 8 program turunan. Kedelapan program turunan itu adalah Polisi Cermah Kamtibmas Sebelum Salat Jumat/kepada Jemaat (Pos Khidmat); Polisi Peduli Perempuan dan Anak (Pos Purna); Polisi Cinta Siswa, Pemuda, dan Edukasi (Pos Cisadane), dan Polisi Peduli Pekerja dan Penganggur (Pos Jagur).
Selain itu, ada Polisi Ngobrol Koordinasi Bersama Warga Jaga Kampung (Pos Ngariung); Polisi Patroli Santai Bersama Masyarakat (Pos Laksa); Polisi Bersama Komunitas dan Netizen Tangerang (Pos Benteng); dan Tangerang Police Online.
“Delapan program itu adalah astha karya tama yang dirancang untuk meniadakan jarak antara polisi dan masyarakat,” terang Sabilul.
Bukan hanya program, Sabilul juga merilis beberapa inovasi berbasis teknologi informasi. Inovasi dalam bentuk aplikasi itu diantaranya Elektronic Monitoring Alokasi Dana Desa (E-MADD), M-Patko Sabhara, M-Lantas, Elektronic Criminal Justice System (E-CJS), Elektronic Public Address (EPA), dan interface gateway yang dapat mengubah fungsi telepon genggam layaknya HT.
Sebelum mengukir inovasi di Polres Kota Tangerang, Sabilul juga sudah melahirkan berbagai inovasi pada penugasan sebelumnya.
Saat menjabat Kepala SPKT Polda Jatim, ia menggagas Aplikasi Jawa Timur dalam Genggaman Berbasis Satu Desa Satu Polisi. Aplikasi itu diresmikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada Juni 2012. Aplikasi itu juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia(MURI) dan mendapat hak atas kekayaan intelektual (HAKI).
Kemudian, saat dirinya menjabat Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, ia juga membuat terobosan dalam bidang lalu lintas. Terobosan itu ia desain sebagai langkah pendekatan kepada masyarakat.
Sabilul pun membuat program inovasi Kanalisasi Lajur Kiri (Kalkir), Jangan Menerobos dan Menghambat Lampu Merah (Jembatan Merah), Surabaya Taat Marka Jalan (STMJ) Kendaraanku Sehat dan Lengkap (Slaman Slumun Slamet dan Ransel).
Saat menduduki jabatan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya itulah Sabilul kembali mencatatkan rekor saat melakukan penindakan kendaraan roda dua yang tidak sesuai spesifikasi teknis pada malam Tahun Baru 2013. Saat itu ia menindak 1131 kendaraan dalam waktu 4 jam yang masuk rekor MURI.
Perjalanan karier membawa Sabilul untuk menahkodai Polres Bondowoso. Ia kembali melakukan gebrakan inovasi dengan tagline “Bondowoso Kota Tape”. Kata “Tape” adalah akronim dari tertib, aman, proaktif, dan peduli, serta religius.
Seperti halnya Tangerang Jawara, program Bondowoso Kota Tape pun memiliki turunan program yaitu Polisi Siaga Setiap Pagi (Pos Tape), Polisi Sabtu Sinergi Kemitraan dengan Masyarakat (Pos Sagita), Bersama Polisi Ciptakan Keamanan Tanpa Anarki dan Pelanggaran (Besek Tape), dan Pos Khidmat.
Setelah dari Bondowoso, Sabilul dialihtugaskan ke Polres Jember. Seperti pada penugasan sebelumnya, di Jember ia pun merumuskan program inovasi. Di Polres Jember, ia namakan program inovasi dengan nama Nawa Karya Tama atau 9 karya utama.
Kesembilan karya utama itu eliputi Polisi Patroli Tiap Pagi dan Sore (Pos Proltape), Polisi Warga Cangkrukan dan Koordinasi (Pos Wedang Cor), Polisi Peduli Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa (Pos Papuma), Pos Jagur, dan Pos Khidmat.
Selain itu, ada Polisi Peduli Pariwisata dan Dunia Kreatif (Pos Perwira), Pos Sagita, Jember Police Online (Jempol), We are Ready (WAR), dan E-CJS. Tiga inovasi terakhir adalah inovasi berbasis teknologi informasi.
*Diganjar Beragam Penghargaan*
Atas berbagai inovasi dan program yang digagasnya, perwira kelahiran Gresik, 27 Juni 1975 ini pun diganjar berbagai penghargaan yaitu Kompolnas Award 2015 sebagai Nominator Polisi Terbaik atas Program Inovasi Jember Suwar Suwir.
Kemudian Penghargan Pelayanan Prima Berbasis IT Melalui Aplikasi “War” (We Are Ready) dari Kementrian PAN RB tahun 2016. Lalu Penghargaan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Dari Kementrian PAN RB tahun 2016. Disusul Penghargaan Bersama Kementerian PAN RB Mewakili Indonesia dalam Forum Inovasi Pelayanan Publik Pada Gov 3.0 Global Forum di Busan Korea Selatan, tahun 2016.
Tidak hanya itu, Penghargan atas Kepedulian terhadap Pemuda dan Pendidikan dalam Lomba Robotik di Jember dari Kementrian PAN RB tahun 2016. Serta Penghargaan atas Prestasi Ungkap Kasus Uang Palsu Terbesar dalam Satu Kejadian Sebesar Rp. 12 Milyar dari Gubernur Bank Indonesia tahun 2016.
Dan yang prestisius adalah penghargaan atas gagasannya sehingga seluruh Anggota Polres Jember Mendapat Kenaikan Tunjangan Kinerja Sebesar 80 persen Atas Predikat WBK tahun 2017.
*Polisi Santri yang Dekat dengan Ulama*
Selain dikenal inovatif, Sabilul juga dikenal sebagai sosok polisi yang religius. Bahkan masyarakat menyebut Sabilul dengan predikat polisi santri. Hal itu tak lepas dari rajinnya Sabilul membangun komunikasi dengan kalangan ulama dan komunitas pondok pesantren.
Pada Peringatan Hari Santri tahun 2017, Sabilul menginisiasi wakaf 1000 kitab kuning untuk para santri. Langkah itu sebagai bentuk kepeduliannya terhadap proses pembelajaran di dunia pesantren.
Hal itu tak lepas dari latar belakang pendidikan Sabilul yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Sehingga jiwa santri mengalir di darahnya. Karena itu pula, ia tak pernah canggung menunjukkan takzim pada para ulama.
Sabilul dikenal dekat dengan Habib Luthfi bin Yahya. Bahkan, suatu waktu Sabilul pernah diberi uang oleh Habib Luthfi. Uang itu dapat dikatakan sebagai modal awal untuk menggelar tablig akbar di Kabupaten Tangerang.
“Saya menghadiri ceramah Habib Luthfi di daerah Curug, Tangerang. Usai ceramah, saya menghampiri beliau. Lalu beliau memberi saya sejumlah uang dan meminta saya memimpin kegiatan tablig akbar dengan tema haul akbar ulama dan pejuang Tangerang. Alhamdulillah acara dapat terlaksana,” kenang Sabilul.
Ia juga dekat dengan kalangan pemuka agama lainnya. Sabilul beberapa kali menghadiri kegiatan di gereja. Bahkan saat Misa Natal tahun 2017, Sabilul menyampaikan sambutan di hadapan ribuan jemaat di Gereja Santa Odilia, Panongan, Tangerang. Kehadirannya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat saat melaksanakan ibadah.
“Suatu hari saya pernah tiba-tiba dikunjungi Uskup Agung Jakarta Romo Ignatius Suharyo yang sekarang sudah menjadi Kardinal,” ucap Sabilul.
*Tegas dan Responsif*
Tipikal lain yang melekat pada sosok Sabilul adalah tegas dan responsif. Dia disebut tegas terutama dalam menegakkan aturan hukum. Sabilul tercatat sebagai Kapolresta Tangerang pertama yang menindak hukum pelaku main hakim sendiri kepada orang yang dituduh berbuat asusila atau dikenal dengan istilah persekusi.
Sebelumnya di Tangerang, pelaku persekusi tidak pernah dijerat hukum. Kasus persekusi di Cikupa adalah kasus persekusi pertama yang pelakunya diproses hukum.
Sabilul juga tegas menindak oknum-oknum yang mencoba membuat perpecahan. Sabilul pernah turun tangan menyelesaikan kasus surat edaran diskriminatif kepada warga non Muslim di daerah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Sabilul pula yang mengawal dan menetralisir gerakan massa akibat hoaks pembangunan gereja terbesar se-Asia Tenggara di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
Selain tegas, Sabilul juga adalah sosok yang responsif. Ia yang aktif di media sosial selalu menjadi tempat mengeluh dan mengadu netizen. Keluhan dan aduan itu selalu direspons Sabilul. Seperti halnya kasus penembakan anjing ataupun peristiwa oknum polisi yang menendang pengendara saat operasi Patuh Kalimaya. Dua peristiwa itu sempat viral di media sosial.
*Berani Membuat Terobosan*
Dalam dimensi lain, Sabilul juga adalah sosok yang berani membuat terobosan. Diantaranya, gagasan mengembalikan sisa dana hibah pengamanan Pilkada Kabupaten Tangerang tahun 2017. Langkah itu menuai respons positif dari banyak kalangan.
Ia juga melakukan terobosan dengan memerintahkan anggota bhabinkamtibmas menginap di kediaman para ulama atau ustaz. Saat itu, sedang berkembang isu penyerangan terhadap ustaz dan ulama. Ia juga kemudian mengamankan beberapa orang yang menderita gangguan jiwa agar tidak menjadi sasaran amuk massa.
Dua minggu berselang, turun perintah dari atasan Sabilul untuk melakukan kegiatan menginap di rumah ulama atau ustaz serta mengamankan orang dengan gangguan jiwa. Sabilul 2 minggu sebelum perintah itu turun sudah melaksanakannya bahkan sudah diliput beberapa media lokal dan nasional.
*Dekat dengan Masyarakat*
Aktif di media sosial, inovatif, dan responsif menjadi modal kuat Sabilul sehingga ia begitu dekat dengan masyarakat. Beberapa warga Kabupaten Tangerang mengutarakan, Sabilul adalah Kapolresta Tangerang pertama yang namanya dikenal masyarakat. Ia juga Kapolres pertama yang mau blusukan ke tengah-tengah masyarakat.
Setiap Jumat, Sabilul rutin melaksanakan salat Jumat di wilayah hukumnya. Maka, Polres Kota Tangerang pun kebanjiran surat permintaan agar Sabilul melaksanakan salat Jumat di mesjid lingkungannya. Permintaan itu ada yang melalui surat adapula yang lewat pesan singkat.
“Pak Kapolres, mohon minggu ini salat Jumat-nya di mesjid kami,” demikian bunyi salah satu pesan SMS warga seperti yang diceritakan Sabilul.
Setiap usai salat Jumat, Sabilul tak pernah bisa langsung pulang atau kembali ke kantor. Pasalnya, selalu saja ada warga yang menyiapkan makan siang untuknya. Tentu berat bagi Sabilul menolak undangan makan siang itu.
“Biasanya setelah makan siang, warga mengucapkan terima kasih kepada saya. Padahal seharusnya, saya yang berterima kasih kepada warga,” kaya Sabilul.
Kedekatan Sabilul dengan masyarakat juga dapat dilihat ketika ia mengundang ratusan warga untuk makan bersama di halaman Mapolresta Tangerang. Saat itu, sedikitnya 500 orang datang meski undangan hanya disebar lewat media sosial.
Sabilul menyebut, perjalanan kariernya itu tidak lepas dari doa dan dukungan dari keluarga yakni orang tua, istri, anak, adik, dan lainnya, serta sahabat.
“Saya pun senantiasa mendoakan sahabat semua semoga senantiasa sehat dan merengkuh sukses dalam tugas dan karier,” tandas Sabilul.
Oleh: Brigjend Pol purn Drs Siswandi, Ketua Umum GPAN
JUDUL itu tidaklah mengada-ada, hanya Presiden (Jokowi) yang mampu membersihkan Indonesia tercinta dari bahaya narkoba. Sangat beralasan, sebab Kebijakan Presiden memiliki kekuatan amat dahsyat baik melalui Peraturan Pemerintah, Inpres, Perpu, hingga Diskresi seperti Titah Sang Raja.
Ada harapan besar di kalangan pegiat anti narkoba sesaat setelah Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin dilantik untuk periode 2019-2024. Harapan besar itu antara lain presiden dimohon mengeluarkan Diskresi soal pemberantasan narkoba.
Serta merehabilitasi para korban penyalahgunaan maupun pecandu Narkoba.
Atas Diskresi Pemberantasan Narkoba itu, tidak saja menteri kabinet yang harus tunduk, semua elemen dan stakeholder yang tujuannya membumihanguskan peredaran dan bahaya narkotika, juga mesti taat.
Pada perjalannya, hampir semua para pemimpin negeri ini sepakat untuk memberantas peredaran narkoba hingga sebersih-bersihnya. Di zaman Presiden SBY pernah mengatakan dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun Hari Anti Narkotika Internasional (HUT HANI) tahun 2011 lalu bahwa Negara tidak boleh Kalah melawan Penjahat apalagi Sindikat Narkoba.
Periode berikutnya kepemimpinan nasional dipegang Joko Widodo alias Jokowi. Pada periode Jokowi dalam sebuah kata sambutannya, beliau pernah mengatakan bahwa Indonesia Darurat Narkoba. Kalimat yang dilontarkan Presiden Jokowi waktu itu muatannya sangat berat. Peredaran narkoba hingga korbannya dialami anak usia SD dan merembes sampai ke desa-desa.
Bahaya, jika sudah darurat narkoba, artinya rakyat Indonesia bisa senewen gara-gara barang haram itu. Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol Purn. Drs Siswandi langsung angkat statemen bahwa kini “Indonesia Bencana Narkoba”. Lebih parahnya, korban bencana narkoba sulit dipulihkan, belum lagi sebagian korban dan pecandu harus mendekam di penjara bukan di panti rehabilitasi.
Data sementara tahanan dan napi Narkoba di Indonesia adalah;260.000 total narapidana secara keseluruhan, 120.000 adalah tahanan narkoba yang 40%-nya adalah korban penyalahguna dan pecandu Narkoba yang seharusnya direhabilitasi.
Bencana Narkoba, kata Siswandi, tidak hanya menimbulkan banyak korban yang sulit dipulihkan, tetapi regulasi yang termaktub dalam UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, tidak sepenuhnya diejawantahkan secara utuh oleh penegak hukum, khususnya di tingkat peradilan. Siswandi mengaku sedih dan sempat menangis melihat kondisi generasi bangsa (korban) yang makin hari semakin banyak.
Dengan kehadiran pemimpin Nasionalis-Agamis yang terbentuk dalam wujud Presiden-Wapres RI yang hebat tahun ini, melalui lembaga GPAN, Siswandi sangat berharap Presiden dapat mengeluarkan Diskresi.
“Kami sangat berharap kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI saat sekarang, bersihkan Indonesia dan bangsa kita dari bahaya narkoba,” kata Siswandi.
DESA BENAR.
Pihaknya akan terus berupaya membangun jaringan generasi anti narkoba hingga ke tingkat desa. Orang awam menyebutnya Desa Bersih Narkoba (Desa Benar). Tidak ada kata kompromi dengan narkoba. Barang berbahaya itu harus musnah dari Bumi Pertiwi ini.
Dulu, Desa Benar pernah menjadi program unggulan BNN. Tujuannya mengajak seluruh kepala desa dan pemerintah provinsi berkomitmen dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah masing-masing.
Jika desanya kuat, maka negeri ini pun akan kuat. Indikasi keberhasilan Indonesia adalah jika seluruh desanya kuat dan makmur. Jika seluruh desanya bersih dari narkoba, maka negeri ini akan otomatis menolak seluruh bentuk peredaran narkoba yang memiliki 92 varian itu.
“Seluruhnya harus kuat. Dimulai dari rakyat, pemerintahan desa, hingga seluruh stakeholer, Insya Allah negeri ini akan kuat. Generasinya akan hebat,” kata Harri Safiari, tokoh Pers Jawa Barat yang getol dalam kegiatan Lingkungan Hidup (Gerakan Hejo) dan Anti Narkotika, yang dihubungi secara terpisah.(ISUR)
KALTIM - Maspolin.id|| Ditresnarkoba Polda Kaltim bersama Polresta Balikpapan menggelar razia di kawasan Gunung Bugis, Kecamatan Balikpapan Barat, yang dikenal sebagai salah satu kawasan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.