Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang KM 91, 6 Orang Meninggal Dunia

Purwakarta, Maspolin.id – Kecelakaan beruntun terjadi di ruas Cipularang KM 91, Tol Purbaleunyi arah Jakarta. Akibatnya 6 orang meninggal dunia dan 8 orang terluka.

“Data sementara, 6 orang meninggal dan 8 orang terluka dalam kecelakaan,” kata petugas NTMC Polri, Denden saat dimintai konfirmasi pada Senin (2/9/2019) pukul 13.40 WIB.

Kecelakaan terjadi di Kecelakaan melibatkan sejumlah truk, kendaraan pribadi dan bus. Beberapa di antaranya terbakar.

“Truknya sampai terbakar. Ada kendaraan pribadi dan bis juga,” kata Denden.
Hingga kini petugas masih melakukan evakuasi kendaraan dan korban yang mengalami kecelakaan tersebut. Bahkan ada korban yang masih tergeletak di lokasi kejadian.

Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan melibatkan banyak kendaraan ini. Berdasarkan pantauan di tempat kejadian, ada 15 kendaraan yang terlibat. Sebanyak 9 kendaraan beragam jenis yang ringsek akibat persitiawa ini. Sisanya atau enam kendaaran terbakar.

NTMC Polri Nusantara

Papua, Ahok, dan Gus Dur

Oleh: Lazuardi Ansori

Sejak tanggal 19 Agustus 2019, orang-orang Papua tumpah ke jalan untuk menyatakan protes. Gelombang aksi demonstrasi tersebut terjadi di sejumlah kota, di Jayapura, ibu kota Papua, dan di Manokwari, ibu kota Papua Barat, serta Kota Sorong.

Hampir dua minggu sejak itu, aksi demonstrasi belum juga padam. Bahkan seperti di laporkan kompas.com, Kamis (29/8/2019), aksi unjuk rasa di Jayapura berjalan dengan cukup panas. Massa membakar Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) dan menjebol Lembaga Pemasyarakatan Abepura. Kemudian, massa merusak pertokoan di Abepura, serta membakar pertokoan di kawasan Entrop, Jayapura. Bahkan massa juga dikabarkan membakar mobil dan beberapa perkantoran di Kota Jayapura.

Segala gejolak yang terjadi Papua tersebut bermula dari perlakukan rasis yang diterima oleh beberapa mahasiswa Papua di Surabaya. Jumat (14/8/2019), Asrama Mahasiswa Papua yang berlokasi di Jalan Kalasan 10 Surabaya didatangi sejumlah aparat dan beberapa anggota ormas. Peritiwa tersebut berujung pada keluarnya kata-kata yang dinilai rasialis. Warga Papua tersinggung.

Media massa serta media social ketika itu ramai mengangkat video yang berisi insiden rasial di Surabaya tersebut. Bahkan sampai pada perdebatan mengenai ormas-ormas yang ketika itu berada dilokasi dan dituding sebagai bagian dari pelaku tindakan tak pantas tersebut.

Papua membara. Gelombang unjuk rasa terjadi di hampir seluruh kota di Papua. Pemerintah bahkan harus membatasi akses internet di pulau paling timur Indonesia tersebut.

Ketika gejolak sudah sedemikian kuat, diskusi di ruang publik masih mengenai hal-hal yang permukaan saja. Bahwa benar insiden di Surabaya tersebut adalah pemicu atas meletupnya rentetan aksi protes warga Papua. Namun kita tidak boleh naif dengan menganggap masalah utama Papua adalah teriakan rasial di Surabaya tersebut.

Penggiat media sosial baik yang dari pendukung pemerintah serta pihak oposisi lebih sibuk berdebat kusir perihal siapa ormas yang ikut dalam pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya. Kedua kubu saling menyalahkan. Front Pembela Islam (FPI) disebut-sebut sebagai salah satu ormas yang ada di lokasi dan itu menjadi bahan perdebatan.

Kelompok lain menagih Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) untuk berani bertindak atas tindakan warga Papua yang mengibarkan bendera Bintang Kejora. Tentu saja menagih Banser tersebut hanya sebuah sindirian saja.

Perdebatan-perdebatan para influencer media sosial hanya berkutat pada hal-hal kulit. Bahkan cenderung ada kesan memanfaatkan momentum ini untuk “menyerang” kelompok rival. Hingga akhirnya yang dipertengkarkan hanya soal FPI, Banser, HTI dan hal-hal serupa itu. Tentang Papua sendiri, sangat minim -jika tidak bisa dikatakan tidak pernah- dibicarakan secara serius oleh mereka.

Fenomena ini mirip dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang tersandung kasus penistaan agama. Persoalan Ahok yang kemudian memunculkan gerakan demonstrasi yang kini dikenal dengan 212 hingga pada proses peradilan yang membuat mantan gubernur DKI Jakarta tersebut mendekam di penjara.

Ketika itu fokus sebagian besar orang hanya terpaku pada pernyataan Ahok di Pulau Seribu yang dianggap telah menistakan Alquran. Perdebatan sengit di media didominasi oleh persoalan tersebut saja. Analisis utamanya bergrafitasi pada kalimat-kalimat yang dilontarkan Ahok.

Padahal kalo berani untuk jujur, persoalan utamanya bukan pada hal tersebut. Ada banyak hal-hal yang mendasarinya hingga sampai lahirnya polarisasi politik di masyatakat yang sedemikan kuat sampai saat ini. Insiden di Pulau Seribu hanya pemantik yang membakar sekam yang telah lama disiram bensin.

Meski Ahok telah dihukum, apakah gelegarnya sudah usai? Tidak, sebab tidak pernah ada yang sebegitu serius menyelesaikan akar masalahnya.

Kembali ke masalah Papua. Membawa insiden rasial di Surabaya ke ranah hukum adalah sesuatu yang tepat. Akan tetapi jangan mengira hal itu akan menuntaskan persoalan. Oleh sebab itu, kita semua mestinya mulai menahan diri untuk meperdebatkan insiden tersebut. Sama-sama berdialog dan berdiskusi secara mendalam mengenai Papua. Mulai dari sudut ekonomi, sosial, kebudayaan, politik dan lain sebagainya.

Komedian asal Fakfak, Papua, Mamat Alkatiri, menyarankan agar pemerintah mulai mempelajari cara pendekatan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam menghadapi Papua. Menurutnya, Gus Dur ketika menjadi Presiden Republik Indonesia, berhasil menenangkan warga Papua. Selama Gus Dur memimpin negara, tidak ada gejolak di Papua.

Apa yang dilakukan Gus Dur untuk Papua hingga rakyat Papua sangat hormat kepadanya?

“Waktu Gus Dur tidak terdengar orang Papua ditembak,” kata Aktivis Papua Merdeka, Filep Karma, Jumat (15/2/2019), dikutip dari cnnindonesia.com.

Ia menyatakan bahwa Gus Dur adalah Presiden RI yang paling baik. “Tahun 1999-2000, dia (Gus Dur) ingin menyaksikan matahari terbit pertama di Indonesia, di Papua. Beliau ke sana. Di situlah nama Papua kami dikembalikan,” ucap pria yang pernah dibui sebagai tahanan politik selama 11 tahun tersebut.

“Dulu kalau kami sebut kata Papua saja, ‘Wah, kamu separatis’ katanya. Cuma istilah Papua, nama Papua, itu (disebut) separatis. Belum kata ‘merdeka’, baru Papua, ‘Oh kamu separatis, kamu OPM’, langsung dituduh. Dan, itu perlakuan yang kami dapat. Intimidasi terus,” kata Filep.

Sementara itu, mengutip dari artikel yang dipublikasi NU Online 12 Desember 2018, Manuel Kaisiepo, Menteri Negara Percepatan Kawasan Timur Indonesia era Presiden Megawati itu mengisahkan, ketika Kongres Rakyat Papua akan diselenggarakan, maka Gus Dur menyetujui kongres tersebut dilaksanakan. Meski banyak ditentang, Gus Dur kukuh untuk menyetujuinya, bahkan memberikan bantuan pendanaan.

“Gus Dur menegaskan bahwa semua yang ada di Papua adalah saudara-saudara dirinya, saudara sebangsa dan sesama manusia. Hal ini dilakukan Gus Dur tak lain untuk membangun kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah,” tulis situs resmi NU tersebut.

Harus segera menemukan formula yang tepat untuk menghadapi permasalahan Papua, salah satunya dengan mempelajari sikap Gus Dur. Tokoh besar NU tersebut bisa masuk ke hal-hal utama yang bisa membahagiakan orang Papua, tidak menghabiskan energi pada hal-hal kulit saja.

Presiden Jokowi punya modal dengan kemenangan telak di Papua pada Pilpres 2019, yang jika diterjemahkan secara awam artinya rakyat Papua sangat percaya dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu. Tinggal bagaimana bisa copy paste kearifan Gus Dur hingga akhirnya rakyat Papua bisa bahagia.

*) Penulis dan pemilik website lazuardi.id

Selamatkan Aset, Bupati Kampar Lakukan MoU Dengan Kejati Riau

Kampar, Riau,Maspolin.id – Guna menyelematkan Aset Pemerintah Daerah seutuhnya, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar melakukan Memorendum Of Understending (MoU) dengan Kejaksaan Tinggi melalui Kejaksaan Negeri Kampar bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN).

Dimana MoU yang lakukan pemda kampar bersama Kejati Riau tersebut dilaksanakan di Ballroom Dang Merdu Gedung Bank Riau Kepri Pekanbaru, senin (2/9/19).

Disaksikan Gubernur Riau Drs Syamsuar, M.Si, Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto,SH secara simbolis tandatangani MoU bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Negeri Riau Uung Abdul Syakur SH MH dan Kepala Kejaksaan Negeri Kampar Suhendri, SH,MH.

Usai penandatangana nota kesepahaman tersebut, Catur Sugeng Susanto didampingi Asisten II Setda Kampar Ir. Azwan, MM dan Kepala PDAM Tirta Kampar Rusdi sekaligus mengikuti Sosialisasi tentang Peranan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam pemulihan dan Penyelamatan Aset Pemerintah Daerah.

Dengan dilaksanakannya MoU tentang Perdata dan Tata Usaha Negara, Bupati Kampar megatakan melalui kerjasama dengan Kejati Riau diharapkan segala permasalahan hukum perdata maupun tata usaha negara yang terjadi dilingkup pemerintah kabupaten kampar bisa cepat diatasi, sehingga tidak sampai meluas ke ranah yang lain.

“Pemda butuh pendampingan agar semua mengetahui peraturannya, sebab setiap aplikasi dasar hukum harus diketahui sehingga tetap berjalan pada koridornya,” Ungkap Catur.

Penulis : Canggih/rls

Jhonson Lumban Toruan Angkat bicara Menanggapi Peryataan Gubsu Edy Rahmayadi Tentang Wisata Halal Dikawasan Danau Toba

Danau Toba,Maspolin.id – Wisata Halal dan Benturan Peradaban
Sudah lama terminologi “benturan peradaban” ini kucermati.Karena fenomena sosial masa kini nyata di depan mata. Samuel Huntington( Ahli politik Amerika) memang hebat menganalisa sekaligus meramalkan perkembangan sosial politik yang akan terjadi.

“Wisata Halal”

Begitu keluar pernyataan Gubernur Sumut tentang rencana wisata halal di kawasan Danau Toba. Hampir semua orang batak, atau setidaknya yang berdiam di kawasan Danau Toba Protes! Kontroversial.Tetapi cenderung menolak.

Ada dua kepentingan( Budaya vs Agama) yang ber benturan. Satu pihak ingin agamanya dilindungi, satu pihak lagi ingin budayanya dilestarikan.Sehingga muncul masalah: Siapa yang menentukan terhadap siapa? Disinilah terjadi benturan.

Masalah ini bisa rumit dan semakin terbentur, bila tidak dicarikan solusi yang bijaksana. Namun bisa menjadi sederhana, bila ada saling pengertian. Intinya: Jangan ada pihak yang dikorbankan atas kepentingan pihak lain.

Apa Urgensi Wisata halal?

Bila alasannya untuk kenyamanan pelancong umat Islam dalam beribadah, apakah harus membuat kawasan syariah? Selama ini Bali tidak ditetapkan sebagai kawasan wisata Halal, toh umat Islam nyaman2 saja berkunjung ke Bali.

Saya yakin, bila ada umat Islam yang berkunjung ke Kawasan Danau Toba, tidak ada Orang Batak yang menyodor-nyodorkan saksang, Panggang B2, atau yang haram lainnya supaya aqidahnya terganggu! Atau sengaja ada yang menjebak untuk merusak aqidah agamanya. Tidak ada. Karena Orang Batak sangat toleran terhadap perbedaan agama.

Lalu, untuk apa kuatir? Kalau mau beribadah, toh saudara kita muslim bisa sholat dimana saja. Kalau harus ke Mesjid, sudah ada di kota2 sekitar danau Toba: Balige, Siborong2, Dolok Sanggul, Samosir, dll. Maka bila muncul istilah kawasan halal, persepsi orang bisa menjadi negatif: “Apa Maksud?”. Justru dengan adanya wacana: Haram/ halal ini, resistensi Orang Batak menjadi muncul, yang tadinya, mungkin tidak ada.

Orang Batak dikawasan Danau Toba diajak untuk memahami tentang kebutuhan umat beragama lain di kampungnya, tidak sesimpel yang kita bayangkan. Secara psikologis, Orang Batak Kristen sudah banyak menanggung perilaku intoleransi dari saudara Islam di perantauan.

Kini, mau dibuat seperti itu dikampung Halamannya? Oh, No! Itu reaksi spontan dari orang yang sudah lama ditindas. Psikologis itu mestinya dipahami pemerintah.

Saya yakin, semua Orang Batak dikawasan Danau Toba mendukung Pariwisata di Daerah itu. Meskipun mental dan karakter masih banyak yang harus dibenahi, tetapi lambat laun akan bisa berubah.Tetapi, khusus yang menyinggung peradaban, sebaiknya jangan dipaksakan.

agar masalah ini tidak berlarut-larut, sebaiknya bupati2 se kawasan Danau Toba tegas menolak wacana wisata halal, tetapi menjamin, bahwa umat beragama lain yang berkunjung ke Danau Toba akan nyaman dalam menjaga aqidah agamanya.

FHL.

Kapolsek Sumberrejo Bersama Bhabinkamtibmas Koordinasi Dengan Panitia Bola Voli Semi Open Jatigede Cup 2019

Bojonegoro,Maspolin.id – Akan dimulainya pertandingan bola voli semi open yang akan merebutkan piala Jatigede Cup 2019 yang akan dimulai pada tanggal 10 September 2019 nanti, Kapolsek Sumberrejo AKP Imam Kanafi bersama Bhabinkamtibmas Desa Jatigede Brigadir Agung berkoordinasi dengan penitia penyelenggara pada hari Senin (02/09/2019) siang tadi di rumah Ketua Panitia yang sekaligus Kepala Desa Jatigede terpilih Kastari.

Selain dihadiri oleh Kastari sekalu Ketua panitia, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bajuri selaku Wakil Ketua Panitia dan Suhadak selaku sekretaris panitia.

Kapolsek Sumberrejo kepada media ini seusai pertemuan mengatakan bahwa pertemuan bersama panitia merupakan bentuk silaturrahmi dengan panitia sekaligus memetakan kerawanan – kerawaan yang akan terjadi selama pertandingan dilaksanakan.

Selain itu juga, dengan melakukan koordinasi lebih awal juga bisa menentukan bentuk dan skema pengaman yang akan dilakukan oleh anggota saat pertandingan berlangsung.

“Dalam kegiatan tersebut, nantinya direncakan akan mengundang club – club bola voli dari luar desa, sehingga kami berharap Jatigede akan menjadi tuan rumah yang baik dan humanis”, ucap Kapolsek.

Dari pertemuan antara Polsek Sumberrejo dengan panitia juga diperoleh hasil bahwa Polsek Sumberrejo bisa mendeteksi lebih dini kerawanan yang akan timbul ketika pertandingan dilaksanakan, sehingga nantinya bisa diminimalisir kerawanan – kerawanan tersebut.

Selain itu juga, Kapolsek meminta kepada panitia bahwa kenyamanan penonton haeus diutamakan ketika menonton pertandingan dengan penempatan parkir yang aman dan memadai.

“Selain itu juga tribun penonton harus yang nyaman, dan sambutan masyarakat lokal harus yang humanis”, pesan Kapolsek.

Gus

Tingkatkan Sinergitas, Danramil 03/Serengan jalin Silaturahmi dengan Camat Serengan

Surakarta,Maspolin.id – Komandan Koramil (Danramil) 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta Kapten Inf Trisakti Kristiyoso melaksanakan komsos atau Silaturahmi dengan Camat Serengan (Dra. Islamtini) bersama pegawai Kecamatan Serengan yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Serengan Kota Surakarta.

Camat Serengan beserta Staf Kecamatan menyambut dengan hangat kedatangan Danramil dan anggota yang sengaja datang untuk bertatap muka dan melaksanakan perkenalan dengan Camat. Menyikapi perkembangan situasi dan kondisi di wilayah kec Serengan terkait dengan kejadian di Surabaya tentang pengusakan asrama Papua maka Sinergitas TNI-POLRI dan aparat pemerintah sangatlah diperlukan. (2/9/2019)

Selain sebagai wahana silaturahmi juga sangat bermanfaat sebagai sarana bertukar pikiran dan informasi tentang situasi dan kondisi wilayah serta sebagai sarana untuk mengambil keputusan dalam mengantisipasi masalah-masalah sosial dan gangguan keamanan yang terjadi di wilayah kec Serengan. Kegiatan seperti hendaknya sering di lakukan untuk menambah keakraban antara anggota Koramil, dan pihak Kecamatan yang harus selalu bersinergi untuk melayani masyarakat.

Kapten Inf Trisakti dalam kegiatan komsos kali ini mengatakan, Koramil 03/Serengan sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Camat Serengan dan sangat siap bersinergi dalam mendukung terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sehingga masyarakat dapat melakukan aktivitas dengan aman dan nyaman.

(Agus Kemplu)

Dua Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan, Satu Pengendara Asal Nganjuk Tewas

Jombang,Maspolin.id – Kecelakaan Lalulintas yang melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan Honda Supra terjadi di Jalan Raya Perempatan Dusun Gempolan, Desa Gempol Legundi, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (02/9/2019) pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Akibat kejadian itu, pengendara sepeda motor Supra tewas dilokasi kejadian.

Korban tewas, diketahui bernama Wahyu Yosiamanda (25) pengendara sepeda motor Honda Supra nopol AG 3425 XQ, asal Dusun/Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Kanit Lakalantas Polres Jombang, Iptu Sulaiman mengatakan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat nopol S 2026 ZZ, yang dikendarai Rahayu (51) perempuan asal Dusun/Desa Japanan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, masuk jalan utama berjalan menyebrang dari arah barat ketimur, namun tidak memperhatikan arus lalulintas dari arah selatan.

Tanpa disadari oleh pengendara Honda Beat, dari arah selatan datang Honda Supra melaju keutara yang dikendarai Wahyu Yosiamanda, sehingga menabrak sepeda motor Honda Beat. Akibatnya, pengendara Honda Supra meninggal di lokasi kejadian.

“Korban meninggal satu orang, yaitu pengendara Honda Supra. Sedangkan faktor kecelakaan, diduga pengendara sepeda motor Honda Beat tidak memperhatikan arus lalulintas dari arah selatan saat menyebrang,” kata Iptu Sulaiman.

Sementara, pengendara Honda Beat selamat dan tidak mengalami luka. Peristiwa itu pun, ditangani langsung anggota kepolisian dari Satlantas Polres Jombang. Oleh petugas, kedua sepeda motor yang terlibat kecelakaan dibawa ke kantor Polisi, sedangkan korban meninggal dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang.

“Korban meninggal dibawa ke RSUD Jombang. Sedangkan kedua sepeda motor yang terlibat kecelakaan, sudah kita amankan di Satlantas Polres Jombang, untuk penyidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Sulaiman.

jajang

Masan, Muhtamat Dan Sandung Hidayat Siap Mendorong Pedagang Dan UMKM Kudus

Kudus,Maspolin.id – Kudus salah satu Kota Kabupaten di Jawa Tengah yang terkenal sebagai kota Industri, terutama industri rokok kretek. Hampir di seluruh kecamatan di Kudus banyak berdiri pabrik – pabrik diantaranya pabrik rokok, kertas dan plastik dan masih banyak yang lainnya. Di samping sebagai kota industri dan kota santri Kudus,juga terkenal sebagai kota UMKM, ada banyak sekali jenis – jenis produk yang di hasilkan dari industri rumahan tersebut, mulai dari baju, genteng sampai kerajinan yang terbuat dari logam.

Kudus juga memiliki pasar yang dalam hal ini termasuk salah satu pasar grosir pakaian terbesar di pulau jawa yaitu Pasar Kliwon.

Mengingat begitu banyaknya potensi dari produk UMKM di Kudus yang di pasarkan. Selama ini sistem pemasaran yang dilakukan terbilang masih manual atau menggunakan cara lama, dirasa perlu di tingkatkan dengan mengarahkan dan memberikan pemahaman kepada para pedagang dan pelaku UMKM untuk memasarkan barang dagangannya secara On-line.

Dengan harapkan kedepan penghasilan dari pedangang dan penggiat UMKM tersebut bisa meningkat, sehingga perekonomian masyarakat Kudus juga semakin makmur.

Salah satu anggota DPRD yang terpilih di PILEG kemarin dan juga kebetulan sebagai Ketua DPRD sementara periode 2019 – 2024. Membeberkan rencana posifnya, terkait peningkatan penjualan dan produksi UMKM. Langkah yang di lakukan dengan memberikan pelatihan manajemen usaha dan Pelatihan berjualan dengan memanfaatkan sistem On-line.

Harapan beliau kedepan Pemda Kudus dan Dinas terkait bisa memberikan pelatihan kepada para pedagang dan pelaku UMKM di Kudus.

Pernyataan Bapak Masan SE terkait gagasan positifnya tersebut di sampaikan pada awak media di Gedung DPRD Lantai Dua ” Saya berharap kedepan Pemda Kudus dan dinas terkait, meperhatikan betul – betul, terhadap pedagang grosir dan eceran di pasar – pasar di Kudus untuk di berikan pelatihan berjualan dengan cara online, sebab jika pedagang dan pelaku UMKM tersebut bisa merebut pangsa pasar online secara maksimal, tentunya penghasilan mereka akan meningkat, dan Kudus akan menjadi Kabupaten yang lebih makmur” ucap bapak Masan selaku pimpinan sementara DPRD Kudus.

Hal senada juga disampaikan oleh politisi dari Partai Nasdem,yang juga terpilih sebagai Anggota DPRD Kudus di Pileg kemarin ” kami sependapat atas apa yang di sampaikan oleh Bapak Masan terkait, Pedagang dan UMKM di Kudus harus bisa merebut pangsa pasar On-line, sebab pangsa pasar On-line memiliki peluang yang sangat menjanjikan sekali” ucap Bapak Muhtamat

Politisi dari partai Gerindra Sandung Hidayat juga memiliki pemikiran yang sama terkait hal tersebut ” saya sangat setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Bapak Masan dan Bapak Muhtamat, pedagang dan pelaku UMKM di Kudus tidak boleh hanya mengandalkan cara lama dalam memasarkan produk dan barang dagangannya, berjualan dengan sistem online juga harus di jalankan. Sebap kedepan pemeran online akan menguasai sistim jual beli di dunia dan kita tidak boleh ketinggalan” ucap Sandung Hidayat di Gedung DPRD Kudus Lantai Dua.

Report: Rudy Syafii

1 MUHARRAM 1441 HIJRIYAH MOMENTUM PENGUATAN SOLIDARITAS SOSIAL

BOJONEGORO,Maspolin.id – Momentum pergantian tahun baru Islam 1441 Hijriyah. Kepala MTsN 5 Bojonegoro, Drs. Abdur Rozak, Z,  M. Pd.I, berpandangan tahun baru Islam 1441Hijriyah adalah momentum untuk melakukan mengubah dan perbaikan pola pikir, pola prilaku sosial dan pola kemasyarkatan.

” Pola pikir berarti usaha dan amalan pribadi dalam menilai kesalehan spiritual, seperti evaluasi diri atas dosa-dosa dan kesalahan di masa lalu, bertobat atas segala dosa, dan memperbaiki diri dengan senantiasa berbuat kebajikan, Senin (02/8/2019).

Rozak menjelaskan, prilaku sosial berarti usaha-usaha untuk mengevaluasi kehidupan sosial. Mengevaluasi bagaimana hubungan muamalah diri ini dengan sesama umat manusia dan masyarakat secara luas. 

Terutama  melakukan penilaian terhadap masalah-masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan, dengan menebarkan kasih sayang,  berbagi kepada anak yatim dan fakir miskin. 

Dia mengingatkan, pada momentum 1 Muharram 144 Hijriah merupakan titik awal untuk melakukan perbaikan spiritual, sosial dan kemasyarakatan. 

“Secara pribadi maupun kemasyarakatan, bangsa Indonesia dan umat Islam perlu meningkatkan kesalehan sosial dan kemasyarakatan,” ujarnya.

Selain itu, perlu juga ada upaya peningkatan soliditas dan solidaritas sosial dengan komitmen saling berbagi dan tolong menolong kepada sesama.

(ekoS).

HUT Ke-58 Korem 071/Wk, Kodim Ikuti Lomba dan Tasyakuran

Banyumas, Maspolin.id – Memeriahkan HUT ke-58 Korem 071/Wijayakusuma, Komandan Kodim (Dandim) 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto serta anggota TNI dan Persit Cabang XVIII Dim 0703/Cilacap, ambil bagian dalam lomba yang digelar di Lapangan Makorem, Jalan Gatot Subroto, Sokaraja, Banyumas, Jateng, Senin (2/9/2019).

Kegiatan berbagai lomba ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Korem yang tujuannya untuk mempererat hubungan antara anggota Makorem 071/Wijayakusuma dengan anggota Kodim jajaran Korem 071/Wijayakusuma.

Demikian dikatakan Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana saat memimpin apel lomba antar satuan di hadapan seluruh Dandim dan anggota TNI serta Persit jajaran.

“Pada intinya, kegiatan ini bertujuan untuk lebih mempererat persaudaraan, silaturahmi di antara anggota Korem 071/Wijayakusuma dengan para anggota Kodim jajaran. Selain itu, anggota-anggota Kodim juga lebih tahu dan mengenal lebih dekat pejabat-pejabat yang ada di Korem 071/Wijayakusuma,” kata Danrem.

Menurut Danrem, kegiatan ini juga merupakan sarana silaturahmi serta membangkitkan semangat bagaimana menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat mencintai satuan.

“Ini bukan untuk mencari prestasi atau kejuaraan, namun untuk mengenal lebih dekat anggota Korem 071/Wijayakusuma dengan para anggota Kodim di jajaran. Untuk itu saya berharap, kegiatan lomba ini dilaksanakan dengan penuh kegembiraan,” tandasnya.

Berbagai lomba yang digelar Korem 071 diantaranya bola voli putra, tenis lapangan putra, wood ball, sunggih tampah, balap tendang bola dengan menggunakan sarung, gigit kelereng, dan memindahkan tepung yang dilakukan secara estafet oleh tim dari masing-masing Persit jajaran Korcab Rem 071 PD IV Diponegoro.

Di akhir kegiatan dilaksanakan tasyakuran yang dipimpin Danrem dengan ditandai pemotongan tumpeng, dan diberikan kepada prajurit termuda.

Pemotongan tumpeng disusul oleh para Dandim jajaran. Selanjutnya semua prajurit TNI dan Persit jajaran Korem duduk bersama-sama menikmati nasi tumpeng yang disediakan dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. (Estanto)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

1xbet telechargement application : guide du bonus et exigences de mise

Introduction à l'application 1xbetTéléchargement et installation de 1xbet telechargement applicationInscription et vérification d'identitéBonus de bienvenue et exigences de miseMéthodes de paiement et vitesse de...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.