Cilacap, Maspolin.id – Pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Cilacap tahun 2019, secara resmi ditutup.
Bupati Cilacap melalui Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Cilacap Heroe Harjanto yang juga selaku ketua penyelenggara pelatihan, menutup pelatihan tersebut di Aula Diklat Praja, Jalan Jenderal Soedirman, Cilacap, Jateng, Minggu (18/8/2019).
Kegiatan dihadiri Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian mewakili Dandim, Pasipers Kodim Kapten Cpm Agus Santoso, para pembina dan pelatih Paskibraka, dan diikuti seluruh anggota Paskibraka Kabupaten Cilacap.
Dalam sambutan tertulis Dandim yang dibacakan Kasdim menyebutkan, memberi apresiasi kepada anggota Paskibraka yang telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai pelaksana pada prosesi yang sakral ini. “Citra Paskibra yang disemangati jiwa Proklamasi ini agar tetap dijaga, sehingga mampu menjadi suri tauladan sebagai generasi muda Indonesia yang berwawasan kebangsaan dan cinta Tanah Air,” kata Kasdim.
Dandim menambahkan, “Jadikan pengalaman yang diperoleh untuk menanamkan rasa disiplin, karena disiplin harus dilatih serta sebagai dasar menumbuhkan cinta Tanah Air,” paparnya.
Selaku Dandim 0703/Cilacap, Letkol Inf Wahyo Yuniartoto mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota dan instruktur yang telah melatih dan mendukung dalam pelaksanaan upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan ke-74 RI yang diselenggarakan di Alun-alun Cilacap telah berjalan tertib, aman, dan lancar.
Upacara penutupan pelatihan Paskibraka ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Kepala Disporapar Cilacap dan penyerahan piagam penghargaan secara simbolis dari Kodim 0703/Cilacap kepada anggota Paskibraka, yang diserahkan kepada Rahmat Bangun Jiandita dari SMA Negeri 2 Cilacap dan Sherly Nur Haizin dari SMK Negeri 1 Binangun.
Di akhir kegiatan, seluruh yang hadir baik dari Kodim 0703/Cilacap, penyelenggara, dan para pembina Paskibraka menyalami satu persatu anggota Paskibraka, yang diwarnai isak tangis antara pembina, pelatih dengan anggota Paskibraka sendiri.
Antar anggota Paskibraka juga saling berpelukan karena mereka berasal dari 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap yang diwakilinya. (Estanto)
Surakarta,Maspolin.id – Hari Minggu (18/08/2019) Pukul 06.00 WIB Babinsa Kelurahan Kepatihan Wetan Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Serka Saparudin dan Koptu Budiono Babinkamtibmas Bripka Joko Ryanto melaksanakan Pam Jalan Santai Dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Rt.06 Rw.02 Kelurahan Kepatihan Wetan Kec.Jebres Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut di Hadiri oleh Bp.Hartanto.SE selaku Lurah Kepatihan Wetan,Tokoh masyarakat dan Warga masyarakat Kelurahan Kepatihan Wetan sekitar 150 Orang .
Babinsa bersinergi dengan Bhabinkamtibmas guna mengamankan kegiatan jalan santai serta kelancaran aktivitas pengguna jalan hingga berakhirnya acara.
Dalam kesempatan tersebut selain mengamankan kegiatan jalan santai sepanjang route Jl. Suryopranoto mengitari Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Arifin kembali sampai finish Jl. Suryopranoto juga disampaikan himbauan kamtibmas kepada para peserta jalan santai agar seluruh warga untuk meningkatkan kekompakan,dan saling hormat menghormati dan tetap menjaga kamtibmas.
Surakarta,Maspolin.id – Babinsa Kelurahan Sewu Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta Sertu Suryanto melaksanakan Pam jalan santai dalam rangka menyemarakkan HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia Kelurahan Sewu Kec. Jebres Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut di hadiri Agung Riyadi SH selaku Camat Jebres, Bapak Hasan selaku Kasi Permas Kelurahan Sewu, Tokoh masyarakat dan Warga masyarakat Kelurahan Sewu sekitar 400 Orang.
Camat menyampaikan dalam sambutanya kepada seluruh masyarakat Sewu agar selalu hidup sehat dengan berolah raga yang teratur dan tidak hanya pada moment tertentu saja.
Semarak HUT ke 74 Kemerdekaan RI ini merupakan ajang untuk mempererat antar warga agar hidup guyup rukun di lingkungan Kelurahan Sewu.
Babinsa mengamankan kegiatan jalan santai serta kelancaran aktivitas pengguna jalan hingga berakhirnya acara.
Surakarta,Maspolin.id – Dalam rangka ikut memeriahkan rangkaian kegiatan lomba memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 74 di wilayah binaan, Babinsa kel Jayengan Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Sertu Junaidi mengikuti kegiatan jalan sehat bersama warga masyarakat kel Jayengan kecamatan Serengan kota Surakarta, Minggu pukul 06.30 WIB (18/8/2019).
Kegiatan jalan sehat ini merupakan puncak acara rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 74 tahun 2019 warga kel Jayengan yang merupakan salah satu kelurahan binaan Koramil 03/Serengan, kegiatan jalan sehat ini di Starkan oleh Lurah Jayengan, (Drs. Aris Herjito) yang ikuti oleh seluruh warga masyarakat kel Jayengan dengan jumlah sekitar 200 Orang, yang digagas oleh Karang taruna Jayengan acara tersebut di meriahkan dengan pembagian door price dan hiburan musik bersama warga.
Dalam sambutan sebagai tamu kehormatan sebagai Babinsa, Sertu Junaidi Menyampaikan apresiasi kepada warga dusun Kel Jayengan yang sangat antusias mengikuti jalan sehat ini, terbukti dengan banyaknya warga yang hadir, dan juga mengucapkan terimakasih kepada karang taruna yang sudah menjadi penggerak kegiatan ini, semoga persatuan dan kesatuan tetap terjaga dan terciptanya kerukunan hidup antar sesama warga sehingga kondusifitas di wilayah kel Jayengan tetap terbina. Babinsa berpesan mari kita tumbuh kan rasa nasionalisme terhadap NKRI, jaga persatuan dan kesatuan serta hidup rukun antar sesama. TNI kuat bersama Rakyat, Rakyat Kuat bersama TNI.
Lampung,Maspolin.id – Kota Bandar Lampung. Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74, Polresta Bandar Lampung berkompetisi dalam berbagai lomba penuh tawa dari pengurus PWI Provinsi Lampung dan para awak media dari berbagai media dengan tujuan untuk menguatkan kebersamaan, Sabtu, (17/08/2019)
Semarak begerapa lomba ynag dilakukan, misalnya volly sarung, cabut koin dari semangka, makan kerupuk hingga lari karung diikuti oleh perwakilan personel baik Polres, Polsek serta Bhayangkari. Perlombaan ini diadakan di Lapangan Mapolresta Bandar Lampung, setelah melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI ke – 74.
Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol Wirdo Nefisco, S.I.K., M.Si., mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai wujud memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74, dan untuk memupuk kerjasama serta kebersamaan dengan rekan-rekan awak media yang biasa meliput kegiatan kegiatan di Polresta Bandar Lampung ataupun di Polsek jajaran.
“Perlombaan yang diadakan bersama para rekan awak media ini, merupakan rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74, dimana bersama-sama kita ikut mengenang jasa para pahlawan kita, dan melalui perlombaan ini diharapkan akan timbul kekompakan dan kebersamaan antara jajaran Polresta Bandar Lampung dan rekan-rekan Media,” ucap Kombes Pol Wirdo Nefisco.
Mewakili dari rekan awak media, Ketua PWI Provinsi Lampung Hi. Nizwar yang juga ikut dalam lomba tersebut, memberi apresiasi kepada Polresta Bandar Lampung, dengan diadakannya kegiatan ini.
“Kita bersama, berharap dan berupaya supaya hubungan baik yang sudah ada bisa terus ditingkatkan,” kata Nizwar.
Selesai rangkaian seluruh lomba, piala juara dibagikan. Polwan, awak media, Bhayangkari, para Pejabat Utama Polresta hingga PNS Polresta Bandar Lampung, kompak mengangkat piala kemenangan saat diajak Kapolresta Bandar Lampung saat foto bersama.
Lampung,Maspolin.id – Kota Bandar Lampung. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 dilaksanakan di halaman Polresta Bandar Lampung, Sabtu (17/08/2019).
Bertindak selaku Inspektur Upacara, Kabag Ops Polresta Bandar Lampung Kompol Ujang Supriyanto, S.E, dan Komandan Upacara Ipda Mangara Panjaitan, S.Tr.K.
Suasana keheningan membuat pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dalam kekhusyukan dan kesucian rasa, merenungkan arti semangat juang pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa.
Hadir dalam upacara tersebut seluruh Pejabat Utama (PJU) Polresta Bandar Lampung, Kapolsek jajaran serta pengurus Bhayangkari Cabang Kota Bandar Lampung lainnya.
Sedangkan yang menjadi peserta upacara yaitu seluruh personel Polresta Bandar Lampung dan perwakilan Polsek jajaran.
Pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 74. Inspektur upacara membacakan amanat dari Kapolri tentang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 74, menjadi momentum bagi kita untuyk bersyukur, atas seluruh karunia Tuhan Yang Maha Esa serta momentum untuk berterima kasih kepada seluruh pahlawan kusuma bangsa, atas seluruh perjuangan, pengabdian dan pengorbanan kepada masyarakat, bangsa dan negara.
“Pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke 73 tahun 2019, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan instruksi kepada institusi Polri yang salah satunya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing yang akhirnya secara lebih rinci menjadi penjabaran renja pemerintah tahun 2020 yaitu peningkatan sumber daya manusia untuk pertumbuhan berkualitas dan dengan terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, maka Indonesia akan meraih kemajuan dan kesejahteraan, sesuai dengan tema peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 tahun 2019 ini,” tutup Kompol Ujang.
Setelah selesai upacara kemudian acara dilanjutkan dengan lomba-lomba menarik seperti tarik tambang, balap karung dan masih banyak lagi yang pesertanya terdiri dari personel Polresta Bandar Lampung, serta rekan awak media Polresta Bandar Lampung.
Konten video Ustadz A. Somad (UAS) sungguh tidak sensitif terhadap simbol suci kalian. Meski disampaikan dalam forum tertutup, namun melihat lelaki ini memaparkan opininya disertai mimik merendahkan dan disambut tawa meremehkan dari pendengarnya membuatku pilu.
Aku tahu pasti banyak di antara kalian yang kuat mendengar ocehan sinis UAS, namun tetap saja aku membayangkan akan sangat banyak warga Kristen mendidih darahnya dan terluka saat simbol dan junjungannya diolok.
UAS telah secara tepat mengcopy-paste pandangan para Islamist klasik menyangkut salib. Sangat mungkin mereka dan dirinya pernah punya pengalaman kelam berkaitan dengan salib. Barangkali mereka pernah kesurupan, susah tidur, atau mendadak adem panas ketika melihatnya.
Atau, bisa juga mereka memang melihat jin “kafir,” raksasa muncul mengiringi salib. Jika demikian halnya, kita malah justru harus mengasihani dan mendorong mereka; agar mau belajar mengetahui lebih banyak lagi, agar tidak kesurupan lagi.
Tapi, namanya juga orang kesurupan, mereka pasti tidak ingat jika Alloh SWT. telah mewanti-wanti umat Islam agar tidak menghina sesembahan agama lain.
“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. 6:108)
Bayangkan jika junjungan Islam, Allah dan Nabi Muhammad, direndahkan setara dengan apa yang dilakukan UAS terhadap salib dan Yesus. Rasanya pasti sangat melukai.
Namun aku harus jujur kepada kalian. Apa yang UAS sampaikan merupakan doktrin mainstream di kalangan Islam Indonesia, setidaknya yang beraliran Sunni. Sangat banyak orang Islam yang mengikuti doktrin tersebut, tidak hanya pengikut mantan 02 namun juga eks 01.
Kita tak perlu menjadi seorang ilmuwan untuk mampu menyatakan bahwa doktrin seperti ini akan merawat cara pandang bias dan prasangka Islam terhadap kekristenan dengan implikasi yang sangat serius; perendahan, diskriminasi, intoleransi dan, yang paling menakutkan, tegaknya negara Islam di Indonesia.
Sayangnya, hingga hari ini, rasanya belum ada satu pun sarjana Islam Indonesia yang berani mengajukan wacana tanding atas konservatisme hukum Islam (fiqh) menyangkut salib. Ini agak menyedihkan manakala kita tahu Negara kita, melalui pajak yang kita bayar, telah mengeluarkan triliunan rupiah guna membiayai beasiswa ribuan Muslim agar lebih rasional dan berani bertindak adil.
Konservatisme pandangan Islam atas salib senyata telah menjadikan banyak muslim bak drakula dan vampire dalam film-film Hollywood. Keduanya kerap lari terbirit-terbirit ketika salib disorongkan ke muka mereka berdua. Menggelikan.
Aku berdosa jika mengatakan aku tidak pernah dirawat dalam konservatisme tersebut. Benarlah adanya, aku memang pernah dijaga dan dirawat sangat lama olehnya, hingga kemudian bisa mengkonfirmasi keberadaan “jin kafir,” sebagaimana tuduhan UAS.
Lebih dari 15 tahun terakhir ini aku, dengan segenap keislaman dan kesantrianku, blusukan ke gereja, kuburan Kristen, paroki, rumah warga Kristen, maupun pastori. Bahkan, tak jarang aku menginap, membuat acara dan makan bersama orang-orang Kristen. Aku pasti menemukan banyak salib dalam berbagai ragam.
Yang mengejutkanku, tak pernah sekalipun aku bertemu jin kafir –baik dalam arti metafisik maupun metaforik. Metafisik merujuk pada perwujudan bentuk gendruwo atau aneka reinkarnasi makhluk jahat adi-kodrati. Sedangkan metaforik bermakna simbolisasi kejahatan dan keangkaramurkaan yang dianggap melekat pada siapa saja yang mengimaninya.
Justru sebaliknya aku menjumpai hangatnya persahaban dan tulusnya persaudaraan. Mereka memperlakukanku dengan sangat baik. Tidak sekalipun mereka berupaya mengkonversiku masuk agamanya. Malahan tak sedikit yang cukup gigih mengingatkanku saat waktu shalat tiba.
Saat berjumpa dengan mereka, aku belajar banyak hal positif dalam Alkitab, utamanya menyangkut budi pekerti, kemanusiaan dan cinta kasih serta keadilan. Sungguh benarlah adanya firman Alloh SWT. yang meminta Muslim untuk menaruh perhatian serius (mengimani) kitab-kitab suci sebelum alQuran, sebagaimana disinggung QS. 2:1-4. Bagiku, ayat itu sangat sakti; bisa memprosesku dari drakula menjadi manusia.
UAS mungkin tidak memiliki teman Kristen yang cukup sehingga tidak pernah mencecap pengalaman itu. Sekali lagi, ia harus dikasihani. Usulku, lawatlah dia. Ajak ngopi dan undang dia berbicara di gereja, semoga ia cukup berani.
Aku sepenuhnya menyadari ketakutan banyak umat Islam terhadap salib lebih dikarenakan dogma klasik berbasis pengalaman masa lalu. Bagiku, satu-satunya cara mematahkan dogma tersebut adalah melalui perjumpaan Islam-Kristen secara terus menerus. Harus ada keberanian untuk melakukan hal itu.
Berbekal pengalaman yang aku punyai, dalam kurun waktu 3 tahun ini, aku telah mengajak ratusan anak muda Islam berhijrah; mengunjungi gereja, bertemu salib dan mempersilahkan mereka memandanginya.
Alhamdulillah, mereka tidak hanya tetap muslim namun justru semakin teguh pada iman barunya; iman yang memahami, bukan menyalahpahami. Dengan demikian berarti mereka sudah sembuh, tidak lagi seperti drakula yang kelimpungan ketika menjumpai salib. ِMaka nikmat Tuhan kami yang manakah yang kami dustakan?
Teman-temanku Katolik dan Protestan, ampunilah UAS meski aku tahu ini sangat tidak mudah. Percayalah, hanya sosok rendah hati yang akan mewarisi bumi Indonesia. Bukan para drakula.
Surakarta,Maspolin.id – Bertempat di Stadion R. Maladi Sriwedari Jl. Bhayangkara, Kel. Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta telah berlangsung Upacara Penurunan Bendera dalam rangka peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 pemerintah kota Surakarta, bertindak selaku Irup Letkol Inf Ali Akhwan, SE.(Komandan Kodim 0735/Ska), dan selaku Danup Kapten CBA Kurdi (Danramil 05 Pasarkliwon/Ska) yang di hadiri lk 2000 orang.
Turut hadir dalam kegiatan upacara tersebut FX. Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta), Dr. Acmad Purnomo, Apt (Wakil Walikota Surakarta), Ir. Ahyani M.A (Sekretaris Daerah Kota Surakarta), Drs. Teguh Prakoso (Pimpinan Sementara DPRD Kota Surakarta), Abdul Ghofar Ismail, S.Si (Wakil Pimpinan Sementara DPRD Kota Surakarta), Krosbin Lumban Gaol, SH., MH. (Ketua Pengadilan Negeri Kota Surakarta), Kombes Pol Ribut Hari Wibowo S.I.K (Kapolresta Surakarta),Letkol Inf Ali Akhwan, SE (Dandim 0735/Ska), AKBP Andi Rifa’i (Waka Polresta Surakarta), Letkol CTP Sarifudin (Dansatdikba Pusdiktop), Kompol Ahmad Setiadi SIK (Danyon Brimob Den C Pelopor Surakarta).
Sementara Susunan kegiatan Upacara tersebut meliputi Penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara, Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, Penurunan Bendera Merah Putih, Andhika Bhayangkari, Laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, dan Penghormatan pasukan kepada Inspektur upacara.
Kesatuan-Kesatuan Upacara pada penurunan bendera tersebut adalah Korsik : Ajenrem 074/Warastratama Surakarta, Satgab I, terdiri 1 SST Denpom IV/4 Ska, 1 SST Grup 2 Kopasus, 1 SST Brigif 6 Kostrad, 1 SST Korem 074/Wrt, 1 SST Kodim 0735/Ska, 1 SST Lanud Adi Soemarmo, 1 SST Depohar 50,1 SST Brimob Den C Pelopor, 1 SST Polresta Surakarta.
Untuk Satuan Gabungan (Satgab II), terdiri dari 1 SST Dishub Kota Surakarta, 1 SST Damkar Kota Surakarta, 1 SST Satpol PP Kota Surakarta, Gabungan KORPRI Kota Surakarta, 1 SST Linmas Kota Surakarta, 1 SST FKPPI Kota Surakarta, 1 SST Pemuda Pancasila Kota Surakarta, 1 SST Satgas PDI P Surakarta, 1 SST Satgas Partai Golkar Surakarta.
Dan untuk Satgab III, meliputi 1 SST Satgas MTA, 1 SST Satgas LDII, 1 SST Satgas RAPI, 1 SST Satgas SENKOM, 1 SST KOKAM Surakarta, 1 SST Menwa Jagal Abilawa UNS, 1 SST Purna Bhakti PPI, dan 1 SST PMS.
Surakarta,Maspolin.id – Bertempat di Stadion R. Maladi Sriwedari Jl. Bhayangkara, Kel. Sriwedari, Kec. Laweyan, Kota Surakarta telah berlangsung Upacara Pengibaran Bendera Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati HUT ke 74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 pemerintah kota Surakarta dengan tema ” SDM Unggul Indonesia Maju ” bertindak selaku Irup FX Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta), dan selaku Danup Kapten Kal Rahmad Budi Aji (Kepala Pengadaan Lanud Adi Soemarmo) yang di hadiri lk 3000 orang.
Turut hadir dalam kegiatan upacara tersebut FX. Hadi Rudyatmo (Walikota Surakarta), Dr. Acmad Purnomo, Apt (Wakil Walikota Surakarta), Drs. Teguh Prakoso (Pimpinan Sementara DPRD Kota Surakarta), Abdul Ghofar Ismail, S.Si (Wakil Pimpinan Sementara DPRD Kota Surakarta), Krosbin Lumban Gaol, SH., MH. (Ketua Pengadilan Negeri Kota Surakarta), Kolonel Inf Rafael Granada Baay (Danrem 074/Wrt), Kolonel Pnb Adrian P. Damanik, S.T. ( Danlanud Adi Soemarmo ), Kombes Pol Ribut Hari Wibowo S.I.K (Kapolresta Surakarta), Letkol Inf Ali Akhwan, SE (Dandim 0735/Ska), AKBP Andi Rifa’i (Waka Polresta Surakarta), Letkol Cpm Gunawan Setiadi, S.H (Dandenpom IV/4 Ska), Letkol CTP Sarifudin (Dansatdikba Pusdiktop), dan juga Kompol Ahmad Setiadi SIK (Danyon Brimob Den C Pelopor Surakarta).
Inspektur upacara dalam amanatnya membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Ke – 74 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2019, seperti ungkapannya Gus Dur, orang tak akan bertanya apa agamamu, apa sukumu ketika berbuat baik. Dalam masa perjuangan setelah kemerdekaan ini sudah semestinya kita tidak membedakan suku, agama atau pun ras. Tak peduli warna kulit, rambut, jenis kelamin, kaya atau pun miskin. Semua sama di mata negara. Founding fathers bangsa ini telah memberi contoh lewat laku, bukan sekadar gembar gembor persatuan. Mereka berdarah-darah menegakkan kemerdekaan. Sebenarnya kita pun mewarisi semangat itu. Namun karena kadang kita memupuk “borok” dalam dada, membuat kita terlena hingga dengan rasa tanpa dosa saling menghina dan mencerca, bahkan ada nekat hendak mengganti Pancasila.
Pancasila inilah sebagai induk semangnya negara ini, yang di dalamnya bersemayam ajaran-ajaran agama: Hindu, Budha, Islam, Katolik, Kong Hu Chu dan Kristen. Yang di dalamnya bersemayam spirit-spirit berasaskan kebudayaan Nusantara. Kalaulah sistem pemerintahannya pernah berubah, toh akhirnya jiwa-jiwa yang telah menyatu dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Rote tidak bisa dipisahkan. Sejarah mencatat, setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945 sistem pemerintahan sempat berganti menjadi Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949 Namun akhirnya sejak 17 Agustus 1950 Tanah Air ini kembali tegak berdiri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sampai kapan? Seperti ungkapan Bung Karno, “Di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia yang kekal dan abadi.
Bung Karno mengatakan, Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan gotong royong. Gotong-royong adalah pembantingan – tulang bersama, pemerasan – keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!” Tekad kebersamaan, senasib sepenang-gungan inilah yang terus kita emban untuk menghadapi zaman. Sejak dilahirkan Indonesia mendapat berbagai tantangan dan persoalan berat, mulai dari seringnya bencana alam, korupsi, konflik sosial, gerakan separatisme dan radikalisme. Belum lagi tantangan modernisasi yang bergerak seiring dentang jam.
Wahai pemuda, persiapkan mental dan akalmu. Jangan melempem berhadapan dengan bangsa lain, jangan lembek ketika ada yang mengejek. Kepalkan tekadmu, bulatkan semangatmu. Saudara – saudaraku, semua hal itu akan mampu kita hadapi dengan satu senjata, kebersamaan. Kita ini diciptakan atas satu jalinan sebagai sapu lidi, yang jika lepas ikatannya ambyar kebangsaan kita, ambyar negara kita, ambyar Indonesia Raya. Sejarah telah mengikat kuat kita, perasaan senasib sepenanggungan telah menyatukan kita, dan Pancasila telah mendasari kita sebagai bangsa dan negara yang besar. Yakinlah kecemerlangan bangsa ini takkan lama lagi. Indonesia akan berjaya seribu windu lamanya.
Cilacap, Maspolin.id – Pelaksanaan rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Cilacap, dari upacara pengibaran dan penurunan bendera Sang Merah Putih hingga malam resepsi yang telah digelar tadi malam, berlangsung lancar dan penuh khidmat.
Pada Resepsi Peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Pendopo Wijayakusuma Sakti, kompleks Pemkab Cilacap, Sabtu (17/8/2019) dihadiri khusus Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian bersama perwira staf dan Danramil jajaran Kodim.
Kegiatan juga dihadiri Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Ketua Sementara DPRD Taufik Nurhidayat, Wakil Ketua Sementara DPRD Helmi Busthomi, Palaksa Lanal Cilacap Letkol Laut (P) Bambang Hartono, Sekda Cilacap Farid Ma’ruf, Asisten I Sekda Dian Setyabudi, Asisten III Sekda Indro Cahyono, para kepala OPD di lingkungan Pemkab Cilacap, perwakilan BUMN/BUMD, para pelatih, dan anggota Paskibraka serta para orangtua dari anggota Paskibraka.
Bupati mengatakan, peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI ini diharapkan dapat membangkitkan semangat dan motivasi kita serta seluruh elemen masyarakat Kabupaten Cilacap.
“Kemerdekaan yang kita raih ini tidak datang begitu saja, selain berkat rahmat Allah SWT juga merupakan hasil jerih payah dan perjuangan para pejuang dan para pendiri bangsa dalam melawan penjajah dan kolonialisme, sehingga Indonesia mampu meraih kemerdekaan,” Kata Tatto.
Kepada anak-anak muda generasi penerus bangsa, Bupati mengajak untuk mengisi kemerdekaan ini dengan belajar dan terus bekerja secara sungguh-sungguh, sehingga apa yang dicita-citakan para pendahulu kita dapat terwujud.
Tak lupa Tatto mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak dan seluruh masyarakat Kabupaten Cilacap, mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat RT dan RW yang begitu antusias melaksanakan berbagai kegiatan positif dalam menyambut HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Kepada rivalnya di Pemilu yakni Ketua Sementara DPRD Taufik Nurhidayat, Tatto berkomitmen dengan DPRD untuk menepati waktu (on time) pada saat rapat paripurna ke depannya. Karena Bupati melihat, pelaksanaan rapat paripurna kadang tidak tepat waktu.
Di akhir acara diisi dengan pembagian doorprize dan penyerahan hadiah, kemudian dilanjutkan dengan hiburan.
Seluruh yang hadir terlihat senang karena pelaksanaan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI berjalan dengan lancar dan sukses. (Estanto)
BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita lima aset berupa tanah dan/atau bangunan yang berkaitan dengan perkara dugaan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.