AKU KABUR DARI PERDEBATAN ISLAM DAN KRISTEN

Oleh: Lazuardi J Ansori

Saya sudah menghindari perdebatan agama sejak duduk di bangku SMP. Ketika ada teman yang kristen kemudian berdiskusi dengan teman saya yang lain yang beragama Islam.

Pertama, karena itu adalah obrolan anak SMP, maka tentu saja yang diperdebatkan sesuatu yang absurd dan membahasanya secara sangat dangkal. Maklum masih terhitung anak-anak, kedua pihak sama-sama tak punya kemampuan yang cukup dalam tentang yang dibahas.

Kedua, saya melihat teman saya yang kristen ini seperti sedang ‘dikeroyok’. Sebab dia sendiri di antara beberapa teman saya yang Muslim lainnya. Tak pernah saya ketahui siapa yang memulai, namun terlihat jelas teman kristen mulai keteteran dalam berargumen sebab terus dicecar. Teman Muslim lain juga ada yang tak paham dengan beberapa istilah yang diutarakan oleh si Kristen.

Tak butuh waktu lama, saya kabur begitu saja tanpa pamit. Karena sudah jelas bahwa perdebatan itu tidak akan pernah ada akhirnya. Sudah pakai dua kacamata dan cara pandang yang cukup berbeda secara fundamental. Apa yang perlu diperdebatkan?

Jika saja nuansanya adalah keinginan untuk saling belajar atau mencoba saling memahami keyakian orang lain, saya masih terima. Itupun tidak mudah, sebab secara dasar sudah bertentangan. Orang memutuskan jadi Muslim karena menolak Kristen, begitu juga sebaliknya. Lantas apa yang diperdebatkan?

Saya sendiri bukan anti dalam mempelajari keyakinan orang lain. Meski lahir di keluarga Islam yang cukup tradisional, sejak kelas enam SD secara sembunyi-sembunyi saya membaca Injil. Saya tidak sengaja menemukan Kitab Suci orang Kristen tersebut lantas saya baca beberapa halaman.

Tidak untuk apa-apa, hanya mengobati rasa penasaran saja. Itupun saya lakukan dengan sangat hati-hati, mengingat kalau ketahuan keluarga saya, bisa runyam.

Saya memang tidak suka dan cenderung menghindari diskusi yang membahas tentang agama orang. Karena saya merasa diri saya sudah selesai dengan keyakinan saya.

Sejak kecil hidup di lingkungan orang Islam, satu kampung 100 persen muslim. Mendapat doktrin mengenai keislaman mulai masih balita dan tidak sekalipun pernah dirayu oleh orang dari agama lain untuk jadi murtad. Lantas apa urgensinya bagi saya untuk berdebat dengan orang non-muslim soal keyakinan yang saya peluk?

Saya tidak butuh pengakuan dari orang, karena agama bagi saya sangat pribadi. Jangankan dengan orang non-muslim, dengan sesama orang Islam pun saya memahami jika setiap pribadi akan menemukan getaran-getaran Tuhan melalui metodologi, jalur, peristiwa-peristiwa yang berbeda satu sama lainnya.

Bagi saya, soal agama sudah selesai. Saya hanya berdoa agar Allah melindungi dan menjaga keimanan ini. Tidak pernah berusaha mempertebal keyakinan dengan jalan mengungkap titik lemah kayakinan orang lain secara demonstratif.

Apa tidak berfikir untuk menyebarkan agama Islam? Saya menghargai orang-orang yang rela menafkahkan waktunya untuk membuat orang-orang non-muslim masuk Islam, akan tetapi saya memilih memperbaiki sikap saya saja dulu. Saya mengislamkan diri saja dulu.

Pernah saya menolak ajakan seorang teman yang ingin membuat pacarnya masuk Islam. “Terimakasih, saya masih belum pantas mengislamkan orang lain, perilaku saya saja masih sangat jauh dari ajaran Rasulullah” kataku.

Saya mempercayai satu hal, bahwa dengan berperilaku secara islami maka orang non-muslim akan berkesan. Perilaku yang menarik, sikap yang baik akan menimbulkan rasa penasaran hingga akhirnya melahirkan tanya: “Apa itu Islam?” di hati mereka. Pencarian seperti ini bagi saya jauh lebih baik dibanding mereka tanpa ada sentuhan-sentuhan sebelumnya tiba-tiba dicecar dengan pengetahuan tentang keislaman.

Inilah yang mendorong saya untuk tidak ikut-ikutan menyukai para penceramah agama yang menggunakan metode berdebat dengan keyakinan orang lain. Dilakukan secara demonstratif, disiarkan di berbagai media secara langsung.

Karena saya sendiri belum bisa menabung kesabaran yang cukup besar jika kemudian yang dikupas habis ‘sisi buruknya’ adalah keyakinan saya. Bukan soal iman yang goyah, semoga saja tidak, namun ceramah dengan model seperti itu sangat mendekati dengan harga diri yang terusik.

Tolok ukurnya bukan benar dan salah, akan tetapi pantas atau tidak. Takarannya tentang patut ataukah tidak patut. Ada yang tersinggung ataukah tidak.

Sebab, kita sendiri sebagai umat Islam belum mampu membangun kekuatan batin yang mumpuni untuk siap diperlakukan sebaliknya. Misalnya jika ajaran Islam yang dicari-cari ‘kelemahannya’ dan disiarkan secara gegap gempita. Siap?

Jadi Inspekstur Upacara Penurunan Bendera, Kapolsek Benai : Jaga Persatuan dan Kesatuan

Kuansing, Riau,Maspolin.id – Kapolsek Benai, Iptu. Dadan Wardan Sulia pimpin upacara penurunan bendera Merah Putih peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 Tahun 2019, di lapangan kantor Camat Benai kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing, Red) sekira pukul 17.00 WIB.

Upacara Peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 ini mengusung tema “Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Indonesia Maju”.

Hadir pada upacara penurunan bendera ini, diantaranya Camat Benai Drs. Masnur Judin, MM, Anggota DPRD Kuansing Drs. Darmizar, Kepala UPTD se kecamatan Benai beserta staf, Kepala sekolah SD, SMP dan SMA se kecamatan Benai berserta staf, seluruh Staf kantor Camat Benai, Kepala desa se kecamatan Benai beserta Staf, Ketua BPD se kecamatan Benai beserta anggota, 8 orang personel Polsek Benai, Tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama se kecamatan Benai, serta diikuti oleh sekitar 150 orang peserta upacara.

Kapolsek Benai, Iptu Dadan Wardan Sulia, SH kepada erapublik.com menyampaikan agar seluruh elemen masyarakat se kecamatan Benai dapat mengambil hikmah dari peringatan HUT RI yang ke 74 Tahun 2019 ini.

“Ingat tidak mudah pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, untuk itu mari kita ingat dan kenang jasa para pahlawan kemerdekaan dengan menjaga serta meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan,” ungkap Kapolsek.

Kegiatan Upacara penurunan bendera merah putih peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 di kecamatan Benai ini selesai sekira pukul 17.30 WIB, dan selama upacara berlangsung situasi terdapat dalam keadaan khidmat, aman, dan berjalan dengan tertib dan lancar.

Kapolsek Perhentian Raja Pimpin Upacara Penurunan Bendera Peringatan HUT RI ke 74

Kampar, Riau,Maspolin.id – Kapolsek Perhentian Raja, Iptu. Zulfatriano, SH pimpin upacara penurunan bendera Merah Putih peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 Tahun 2019 di lapangan kantor camat Perhentian Raja desa Perhentian Raja, Sabtu (17/8/19) sekira pukul 17.00 WIB.

Pantauan awak media, bertindak sebagai Inspektur Upacara Iptu. Zulfatriano, SH, sebagai Perwira Upacara, Ipda. Bandot Rianto dan sebagai Komandan Upacara Bripka. Desrizal, SH.

Turut hadir dalam upacara penurunan bendera ini, UPIKA se Kecamatan Perhentian Raja, Sekcam Perhentian Raja Emrifna Yeni, Danramil 06 Siak Hulu yang diwakili oleh Peltu Ramadhan, Kepala Desa Perhentian Raja Khamarud zaman, TNI – POLRI, Instansi Pemerintahan, serta diikuti oleh sekitar 100 orang peserta upacara.

Kapolsek Perhentian Raja, Iptu. Zulfatriano, SH kepada erapublik.com, menyampaikan harapannya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat se kecamatan Perhentian raja untuk memeperat talisilaturahmi, dan menamankan serta meningkatkan jiwa nasionalisme dan patriotisme

“Melalui momentum peringatan HUT RI ini, mari bersama-sama kita tingkatkan silaturahmi, dan menumbuhkan serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme,” ungkap Kapolsek.

Kegiatan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih ini selesai sekira pukul 17.40 WIB, dan selama upacara berlangsung situasi terdapat dalam keadaan aman, terkendali, tertib dan lancar.

Penulis : Canggih

Kebun Tebu Seluas 1 Hektar Di Lalap Si Jago Merah

Kudus,Maspolin.id – Kebakaran lahan tebu yang sudah siap di panen seluas 1 hektare di lalap si jago merah.Berdasarkan informasi dari warga dan pemilik lahan,kebakaran terjadi sekitar pukul 17 : 07 WIB yang berlokasi di RW 03 Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Provinsi Jateng.Kerugian di taksir sekitar lebih dari 50 juta rupiah karena sudah siap panen.Dari informasi warga yang berada di lokasi, jika api tidak padam selama 30 menit kedepan,di perkirakan lahan yang terbakar akan semakin luas.

Kebakaran lahan tebu di Hadipolo bisa di padamkan dengan sempurna sekitar pukul 18 : 40 WIB dengan bantuan 4 mobil damkar, 2 dari BPBD, 1 dari Pemda dan 1 lagi dari PT Nojorono.Informasi dari warga tersebut sama dengan apa yang di sampaikan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas Desa Hadipolo pada kami.

” Salah satu warga Hadipolo RT 02 yang melintas di jalan dengan sepeda motor melihat kepulan asap di lahan tebu yang terbakar, kemudian menelpon kepala Dusun M. Saeful A. Kemudian kepala Dusun berkoordinasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas menelpon Damkar BPBD dan Pemda serta PT Nojorono untuk minta bantuan” ucap Sertu Nurrohim.

Hal senada juga di sampaikan oleh Babinkamtibmas Desa Hadipolo ” setelah kami mendapat laporan dari Kepala Dusun, kami kemudian menelpon pihak Damkar, dan di lanjutkan membantu proses pemadaman api” ucap Babinkamtibmas Hadipolo Muslimin.

Salah satu warga yang lahan tebunya terbakar juga menyampaikan pada kami terkait taksiran kerugian yang di alaminya ” perkiraan kerugian dari lahan saya yang terbakar sekitar Rp 35 sampai 40 juta, jika kebakaran ini masih belum bisa di padamkan kerugian bisa lebih dari itu, dikarenakan ada lahan tebu milik orang selain saya yang bisa terbakar juga” ucap Bapak H.Mukmin di lokasi kejadian.

Dalam kesempatan lain Kepala Desa Hadipolo Juga menyampaikan himbauannya” saya tadi juga mendatangi lokasi kebakaran, saya sangat berharap seluruh masyarakat di musim kemarau yang panas dan angin kencang seperti ini, harap berhati hati jika melakukan pembakaran sampah atau sisa hasil panen di sawah, harap berhati hati dan kalau bisa cari solusi lain, untuk sisa panen daun tebu atau padi supaya tidak di bakar, sebab sisa hasil pembakaran jika terbang terbawa angin bisa berpotensi terjadi kebakaran di lahan yang belum di panen ” ucap Wawan Setiawan di kantor Balai Desa saat kita konfirmasi.

Report: Rudy Syafii

Upacara Penurunan Bendera Sang Saka Merah Putih Di Alun – Alun Simpang 7 Kudus

Kudus,Maspolin.id – Setelah dikibarkan dalam Upacara peringatan Detik – Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu ( 17/8/2019) pagi di Alun – Alun Simpang Tujuh Kudus,pada sore hari ini di gelar upacara penurunan bendera Sang Saka Mereh putih yang masih dalam satu rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun ( HUT ) Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 74 di Alun – Alun Simpang 7 Kudus.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Kodim 0722/ Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo. Turut hadir juga FORKOPIMDA (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan Jajaran OPD ( Organisasi Perangkat Daerah ) Pemkab Kudus serta tamu undangan yang hadir.

Upacara penurunan bendera yang di mulai pukul 16 : 30 tersebut, di awali persembahan lagu-lagu perjuangan dari puluhan pelajar di Kudus. Kemudian di lanjutkan dengan penurunan Bendera Merah Putih yang di lakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka( Paskibraka) Kabupaten Kudus. Acara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih berlangsung sangat khidmat dengan di iringi lagu Indonesia Raya.

Dalam kesempatan yang sama setelah selesainya acara penurunan Bendera Merah Putih, salah satu anggota Paskibraka menyampaikan rasa harunya dari wilayah Kaliwungu Kudus.

” saya sangat terharu dan bangga bisa tergabung dalam anggota Paskibraka, acara seperti ini membuat saya berfikir betapa berat dan perihnya perjuangan yang di lakukan oleh para pejuang untuk meraih kemerdekaan, sebagai generasi muda dan penurus kemerdekan, saya akan selalu mendoakan para pejuang yang telah gugur dan akan mengisi kemerdekaan ini dengan giat – giat yang positif” ucap Riko Arya salah satu anggota Paskibraka dari SMA N 2 Kudus.

Dalam waktu yang sama dan tempat sama pula Sekdin Disdagsar memberikan apresiasi positif kepada anggota Paskibraka tersebut

” sebagai generasi muda yang berprestasi dan memiliki pemikiran maju dan positif seperti kalian, hendaklah hal itu di imbangi dengan belajar yang giat. Sebab untuk kedepan tanggung jawab untuk menjaga dan membuat bangsa ini menjadi besar berada pada pundak kalian semua. Dengan acara seperti ini kita dapat mengenang perjuangan dan pengorbanan dari para leluhur dan pejuang kemerdekaan, sehingga kedepan kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan giat – giat yang positif yang bermanfaat bagi Agama dan Bangsa serta bermanfaat bagi keluarga” ucap Andi dengan santun kepada pelajar yang tergabung dalam pasukan Parkibraka.

Report : Rudy Syafii

Danlanal Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-74 RI

Cilacap, Maspolin.id – Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Cilacap Kolonel Laut (P) Adi Lumaksana memimpin upacara penurunan bendera Sang Merah Putih dalam rangka HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI yang digelar di Alun-alun Cilacap, Sabtu (17/8/2019) sore.

Upacara dihadiri Forkopimda Kabupaten Cilacap, Kasdim 0703/Cilacap Mayor Inf Ahmad Rofik Alfian, dan seluruh pejabat dinas instansi baik sipil, militer maupun kepolisian di Kabupaten Cilacap, juga para veteran.

Dalam pelaksanaan upacara penurunan bendera, seluruh peserta dan undangan terlebih dahulu dihibur oleh penampilan display Marching Band Bahana Kulina Khadijah MTs VIP Queen Al Khadijah dan Marching Band SMK Negeri 2 Cilacap.

Selain itu, penampilan regu koor dari SMK Yos Sudarso yang menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Sarinade, serta pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia.

Pukul 16.30 WIB, upacara penurunan bendera Sang Merah Putih dimulai setelah perwira upacara Kapten Laut Yana Handayana melaporkan kesiapan.

Upacara ini merupakan upacara senja setelah diadakannya upacara penaikan bendera Sang Merah Putih pagi tadi dalam rangka memperingati HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Bertindak selaku komandan upacara adalah Kapten Laut Imam Makfud.

Di akhir upacara, Danlanal Cilacap mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta serta undangan yang hadir dan mendukung seluruh rangkaian upacara penurunan bendera Sang Merah Putih ini.

“Dengan penuh rasa bangga mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras panitia dan seluruh peserta upacara, sehingga pelaksanaan upacara dari pagi hingga sore ini dapat berjalan dengan aman dan lancar. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, dan karunia-Nya kepada kita sekalian dan bangsa Indonesia,” ucapnya.

Danlanal lantas melanjutkan, “Mari kita wujudkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia maju, Dirgahayu ke-74 Republik Indonesia. Merdeka…! Merdeka…! Merdeka…!” pekik Danlanal sebelum meninggalkan mimbar. (Estanto)

Bakti Sosial Polres Serang, Masyarakat Desa Domas dan Wanayasa Pontang Terbantu Dapat Air Bersih

Bakti Sosial Polres Serang, Masyarakat Desa Domas dan Wanayasa Pontang Terbantu Dapat Air Bersih

Banten, Maspolin.id—Kabupaten Serang. Rangkaian peringatan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, tak melulu menggelar upacara bendera maupun perlombaan. Di hari kemerdekaan ini Satuan Samapta Polres Serang juga melakukan bakti sosial dengan menyalurkan air bersih untuk warga Desa Domas dan Wanayasa di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Sabtu (17/8/2019).

Yaitu pengiriman air bersih dilakukan dengan menggunakan 4 kendaraan taktis Armor Water Canon (AWC) dan bantuan kendaraan pemadam kebakaran. Kecamatan Pontang yang terletak di pesisir utara Kabupaten Serang ini merupakan salah satu daerah yang terdampak musim kemarau.

Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan mengatakan, apa yang dilakukan oleh Polres Serang dengan mengirim bantuan air bersih adalah salah satu bagian dari kegiatan bakti sosial. Tersebut sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih.

“Pengiriman bantuan air bersih merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial Polres Serang. Mudah-mudahan bantuan air bersih ini dapat membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih,” kata AKBP Indra Gunawan.

Tambah, Kapolres Serang mengatakan, pembagian air bersih tersebut merupakan program berjenjang hasil dari deteksi daerah yang dinilai kekurangan air bersih karena kemarau panjang. Ia memastikan program tersebut akan terus berjalan, karena Polres Serang juga akan melakukan pemetaan di titik lain yang membutuhkan air.

“Kebetulan kami punya fasilitas kendaraan taktis AWC dengan kapasitas 5000 liter. Kita enggak punya kendaraan tangki khusus untuk menyalurkan air, tetapi kami mendapat bantuan kendaraan dari Pemkab Serang untuk mengatasi pengiriman air lebih banyak,” kata Kapolres Serang, saat di lokasi distribusi air bersih tersebut.

“Jika membutuhkan distribusi air, masyarakat bisa menghubungi personel Bhabinkamtibmas atau bisa datang langsung ke Mapolsek setempat. Nantinya, personel Polsek atau Bhabinkamtibmas akan melaporkan ke Kapolsek untuk diteruskan ke Mapolres Serang. Kami siap mengirimkan bantuan ke lokasi yang membutuhkan,” terang AKBP Indra Gunawan.

Terlihat, warga Desa Wanayasa nampak membawa berbagai macam tempat penampungan air mulai dari ember kecil hingga drum plastik berukuran puluhan liter. Meski demikian, pembagian air bersih yang dilakukan Polres Serang berjalan lancar, tidak terjadi saling serobot dan tertib.

Agus/Tim

Ramah-tamah dengan Pejuang Kemerdekaan, Dandim Sapa dan Salami Para Veteran

Cilacap, Maspolin.id – Pasca Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Alun-alun Cilacap, Forkopimda Kabupaten Cilacap menggelar ramah-tamah dengan para perintis kemerdekaan, veteran, purnawirawan, PWRI, dan Angkatan 45 di Pendopo Wijayakusuma Sakti, kompleks Pemkab Cilacap, Sabtu (17/8/2019).

Dalam kegiatan tersebut terlihat Dandim 0703/Cilacap Letkol Inf Wahyo Yuniartoto bersama Bupati Tatto Suwarto Pamuji dan unsur Forkopimda Kabupaten Cilacap membaur penuh keakraban dengan mereka.

Juga hadir Sekda Cilacap Farid Ma’ruf, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Cilacap H Saefuddin Turmuzy, para kepala OPD Kabupaten Cilacap, serta perwakilan BUMN dan BUMD Kabupaten Cilacap.

Di awal kegiatan itu, sebagai orang yang lebih muda, Dandim menyapa dan menyalami, serta mendatangi satu persatu para veteran yang duduk di kursi undangan, sebagai bentuk penghormatan.

“Mereka salah satu pejuang bangsa. Tanpa andil mereka, kita tidak bisa seperti sekarang ini,” kata Dandim.

Ketua LVRI Kabupaten Cilacap Kapten Inf (Purn) Suharman mengatakan, secara pribadi merasa senang karena pemerintah telah memberikan bantuan dana kepada para veteran. Namun demikian, menurutnya, hal itu masih kurang mengingat masih banyak pakaian seragam veteran yang tidak sama sehingga dia mengharapkan ada perhatian yang lebih dari pemerintah daerah.

Para veteran yang notabene sudah sepuh ini, tampak tetap semangat dan tidak kalah dengan kaum muda.

Bahkan, saat Suharman memimpin memekikkan kata “Merdeka”, mereka dengan lantang meneriakkannya penuh semangat. “Pekikan kata merdeka harus penuh semangat, tidak boleh di bibir saja. Walaupun kami sudah sepuh, tetapi semangat dan jiwa juang kami masih tinggi,” kata Suharman.

Mewakili purnawirawan lainnya, dia menitip pesan kepada para generasi penerus untuk tidak meninggalkan sejarah, serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. “Tetap jaga persatuan dan kesatuan, pendapat boleh beda tetapi harus tetap bersatu demi lestarinya bangsa dan negara ini,” tutupnya.

Sementara, mewakili Forkopimda, Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto menyatakan siap melaksanakan arahan dari para sesepuh, para veteran untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Unsur TNI, Polri, dan Pemkab Cilacap selalu berkoordinasi, silaturahmi, dan bersama-sama menjaga keutuhan kesatuan dan persatuan untuk kemajuan Kabupaten Cilacap khususnya, dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Para veteran ini memang layak mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Terlebih pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia kali ini.

Bukan hanya perorangan, namun organisasi yang menaungi mereka juga harus diperhatikan. (Estanto)

Ardiansyah Anggota DPRD Riau Terpilih Tegaskan Akan Perjuangkan Beasiswa Prestasi Untuk Paskibra

Ardiansyah Anggota DPRD Riau Terpilih Tegaskan Akan Perjuangkan Beasiswa Prestasi Untuk Paskibra

Kampar, Maspolin.id—Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 74 Tahun 2019 yang diselenggarakan di kecamatan Kampar berlangsung dengan khidmat dan sudah berjalan dengan cukup maksimal.

Demikian disampaikan oleh Anggota DPRD Provinsi Riau terpilih, Ardiansyah, usai mengikuti pelaksaan Upacara peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 yang diselenggarakan di lapangan depan kantor Camat Kampar, Sabtu (17/8/19).

“Melalui momentum Upacara peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 ini, mari jadikan pelajaran bersama untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah bersusah-payah mengorbankan harta dan nyawa untuk mengibarkan bendera sang merah putih,” ujar Ardiansyah.

Terkait usulan anggota Dewan Kampar mengenai beasiswa prestasi dan reward bagi Paskibra, Anggota DPRD Provinsi Riau Terpilih, Ardiansyah menegaskan bahwa usulan ini juga akan menjadi prioritasnya ke jenjang pemerintah Provinsi Riau nantinya.

“Selama ini terkait beasiswa dan reward untuk Paskibra yang belum diatensi hingga saat ini, menjadi kelalaian dari pemerintah,” terang Ardiansyah.

Menurut Ardiansyah, perjuangan yang telah diberikan oleh para Paskibra selama ini tidak ada tanggapan dari pemerintah hingga saat ini.

“Seperti yang dikatakan pak Syafii Anggita Dewan Kampar akan memperjuangkan terkait beasiswa dan reward untuk Paskibra khususnya di Kabupaten Kampar, dan kita juga akan memperjuangkan khususnya di tingkat pemerintah Provinsi Riau,” tegasnya.

Penulis : Canggih

Berita poto : Tampak, Anggota DPRD Riau Terpilih, Ardiansyah (mengenakan Jas Hitam) tengah mengikuti Upacara Peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 di kecamatan Kampar.

Anggota Dewan Syafii Samosir Minta Pemkab Kampar Berikan Beasiswa Prestasi Kepada Paskibra

Anggota Dewan Syafii Samosir Minta Pemkab Kampar Berikan Beasiswa Prestasi Kepada Paskibra

Kampar, Maspolin.id—Anggota DPRD Kampar, Syafii Samosir turut serta menghadiri dan mengikuti Upacara Peringatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 di lapangan depan Kantor Camat Kampar, Sabtu (17/8/19).

Anggota DPRD kampar, Syafii Samosir menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya upacara peringatan HUT RI yang ke 74 Tahun 2019 di kecamatan Kampar dengan khidmat dan lancar.

Syafii Samosir juga mengatakan, melalui momentum HUT RI ke 74 tahun 2019 ini diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat bersatu padu didalam mensukseskan agenda-agenda pemerintah daerah.

Anggota DPRD Kampar juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah daerah kabupaten Kampar agar membuat progran terhadap pelaksanaan upacara Peringatan HUT RI, terutama untuk pasukan pengibar Bendera (Paskibra).

“Harus ada motivasi bagi anak-anak didik, terutama bagi Paskibra, kalau perlu diberikan semacam reward dan beasiswa prestasi,” ujar Syafii.

Menurut Syafii, hal ini penting dilaksanakan guna mendorong para siswa untuk lebih disiplin, karena menjadi Paskibra ini merupakan bentuk mendisiplinkan diri.

“Selama ini Pemkab Kampar kurang peka dan kurang memperhatikan Paskibra ini, bukan mudah menjadi Paskibra, saya sendiri bahkan kalian tidak bisa seperti mereka, nah inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama, kedepan kami selaku anggota DPRD Kampar akan menyampaikan kepada Pemkab Kampar terkait program ini, harus ada motivasi untuk Paskibra ini, harus ada semacam beasiswa prestasi dan reward,” pungkas Syafii.

Canggih

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Sita Lima Aset Terkait Kasus PT Dana Syariah Indonesia

BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita lima aset berupa tanah dan/atau bangunan yang berkaitan dengan perkara dugaan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.