Festival Hadroh Bojonegoro 2019 Resmi Dibuka

Bojonegoro,Maspolin.id – Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Yayan Rohman Buka Festival Hadroh /rebana 2019 Se Kabupaten Bojonegero yang ditempatkan di Lapangan Depan Kecamatan Baureno Bojonegoro, Senin pukul 20:00 WIB (27/05/2019).

Dengan ditandai pukul kentongan secara bersama-sama, festival Hadroh 2019 resmi dibuka. Dalam acara dihadiri PJ.Sekda Bojonegoro mewakili Bupati Bojonegoro Hj. Anna Muawanah, OPD terkait, Forkopimka Baureno, Camat Se Kabupaten Bojonegero, Kepala Desa Se Kecamatan Baureno serta diikuti sebanyak 42 peserta dari 28 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro, yang direncanakan digelar 3 hari (27-29 mei 2019).

Amir Sahid selaku ketua panitia dalam sambutannya mengatakan bahwa giat festival Hadroh 2019 ini oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegero berkolaborasi dengan Fatayat NU kecamatan Baureno ini selain menjalin silaturahim serta syiar musik Islami bernuansa Sholawat dalam suasana Ramadhan 1440 H, juga dimaksudkan untuk menghidupkan kembali serta memasyarakatkan irama rebana (Hadroh) semoga semakin digemari masyarakat.

“Semoga dengan festival ini bisa menjalin silaturahim dan memasyarakatkan musik Hadroh,” ucapnya.

Sementara Yayan Rohman PJ. Sekda Bojonegoro dalam sambutannya sangat mengapresiasi giat festival Hadroh ini dan semoga menjadi agenda tahunan, selain itu pihaknya berharap dengan festival Hadroh ini, musik Hadroh semakin digemari dikalangan masyarakat seluruh Bojonegoro,

“Giat ini sangat positif dan semoga dicintai masyarakat dan menjadi agenda tahunan,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama Luluk Alifah Camat Baureno dalam sambutannya membenarkan bahwa giat festival Hadroh ini sangat positif sekali, disamping itu juga kecamatan Baureno berkesempatan ‘show on Action’ menampilkan dan memamerkan produk unggulan dari seluruh desa se kecamatan Baureno.

“Ini kesempatan positif, semoga bermanfaat bagi masyarakat Baureno Khususnya dan Bojonegoro pada umumnya.” Tegasnya. 

Ags/Dk

Stok BBM Hingga Lebaran Cukup, Konsumsi Jateng Terbanyak

Cilacap, Maspolin.id – Persediaan bahan bakar minyak (BBM) di Pertamina RU IV hingga Lebaran 2019 nanti masih mencukupi. Dan, Provinsi Jawa Tengah paling banyak mengonsumsi BBM-nya dibanding provinsi lain di Pulau Jawa.

Hal itu dikatakan General Manager Pertamina RU IV Cilacap Joko Priyono, usai acara silaturahmi dan buka bersama dengan insan pers dan Forkopimcam Cilacap, Minggu (26/5/2019) petang.

Diungkapkan Joko, saat ini dalam penyaluran BBM kita harus menggunakan satgas. Artimya, penyalurannya melalui marketing operation di Semarang.

“Untuk mudik, Jawa Tengah ini nomor satu. Sebab, mudik centralnya di Jawa Tengah, hampir semua orang mudiknya ke Jawa Tengah. Konsumsinya paling banyak, yakni hingga 20 persen,” bebernya.

Untuk itu, katanya, pihak Pertamina harus menjaga keandalan kilangnya agar tetap bisa beroperasi dengan aman dan terkendali dalam menyuplai BBM kepada masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Barat, karena akan melayani pemudik dari H-15 hingga H+15. “Kilang harus aman dan terkendali,” ucap Joko.

Saat ini persediaan premium dan pertamax cukup hingga 50 hari. Sedangkan avtur cukup hingga 140 hari.

Kenapa avtur terbanyak, menurut Joko karena harga tiket pesawat sedang tinggi, sehingga pemudik beralih ke angkutan darat dan berdampak kepada solar.

Menghadapi lonjakan pada premium dan pertamax juga solar, pihak Pertamina RU IV Cilacap menaikkan produksi hingga 5 persen. Sedangkan avtur aman.

Selain itu saat ini Pertamina membangun SPBU sekitar 12 titik. Juga mulai diberlakukan layanan mobile dengan mendirikan Pertashop guna mengantisipasi jika di SPBU tidak terlayani.

Melimpahnya stok avtur di RU IV membuat Pertamina hendak mengekspornya. “Tapi kita izin dulu ke pemerintah, boleh atau tidak. Dan kita tak mau impor, kasihan pemerintah,” terang Joko. (Estanto)

Patroli PGOT, Muthohar; Selanjutnya Akan Kami Evaluasi

SEMARANG,Maspolin.id – Pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Kota Semarang saat ini terus ditertibkan. Dari patroli yang dilakukan oleh Tim Penjangkauan Dinsos (TPD) Kota Semarang terungkap berbagai persoalan sosial yang mesti disikapi oleh semua pihak.

Diungkapkan oleh Koordinator TPD bahwa hasil patroli tersebut terus dipelajari berbagai motif sehingga dapat dimunculkan solusinya. Sebagaimana kasus Mimi, bukan nama sebenarnya. Perempuan berusia 48 tahun warga Jalan Mugas Barat IX no. RT/RW 03/03, Kelurahan Mugasari, Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang tersebut kedapatan tengah membersihkan kaca mobil, akan tetapi saat diangkut TPD mengaku jualan mainan kopat atau owoh-owoh.

“TPD memergoki perempuan tersebut di lampu merah Fatmawati Pedurungan sedang membersihkan pintu mobil di jalan raya dengan sulaknya,” kata Tiwi.

Setelah dimintai keterangan selanjutnya ia mengaku mendapatkan sekitar Rp. 70.000 dari menjual kopat atau owoh-owoh. Ia juga mengaku terpaksa beraktifitas di jalan lantaran suaminya hanya bekerja sebagai penarik becak, sementara dia harus membiayai 2 orang cucunya yang masih SLTP.

Dari hasil aktifitasnya, ia juga mengaku tengah menderita sakit jantung lemah. “Menurutnya, ia berjualan guna mencari penghasilan untuk pengobatannya setiap seminggu sekali,”

Kata Tiwi, saban hari, peremouan tersebut berangkat kerja dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00. Saat barang bawaannya diperiksa, ia membawa tas selempang depan, kemoceng, dompet berisi KTP, KIS, listrik pintar, kartu berobat di RSUP dr Karyadi, dan uang senilai Rp. 228.000.

Hasil tangkapan lain, sebut saja Maman yang terjaring saat mengemis di area Indomart Srondol, Banyumanik. Warga Lempongsari 1 Rt 2/3 Lempongsari Gajahmungkur tersebut mengaku terdesak oleh kebutuhan hidupnya. Pria 76 tahun tersebut di awal bulan Ramadhan kembali mengemis. Ia harus menyambung hidup dengan menanggung seorang istri dan 2 orang cucunya.

“Dulu anaknya sering kasih jatah tapi beberapa bulan ini sudah tidak lagi kasih jatah untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga ia terpaksa turun lagi ke jalan,” bebernya. Ketika barang bawaannya diperiksa, ia membawa sebuah dompet berisi uang sejumlah Rp.101.900, dan E-KTP.

Selain dua orang warga Semarang, terdapat pula warga luar Kota Semarang. Diakuinya, dalam patroli bulan ini mereka yang terjaring dalam patroli didominasi warga luar Kota Semarang dan tanpa identitas. Seperti orang yang mengaku bernama Mudasir.

Pria yang terjaring patroli saat tiduran di tepi jalan samping pintu keluar tol Krapyak tersebut sulit diajak berkomunikasi.

“Karena tiduran di pinggir jalan dan membahayakan pengguna jalan maka tim segera membawanya,” ucapnya. Dari pria tersebut didapati uang senilai Rp.14.600 dan sebuah korek api.

Kasie TSPO, Anggie Ardhitia saat diminati keterangan mengatakan, dalam pelepasan atau pengembalian kelayan tahap pertama yang terjaring Patroli Ramadhan ada beberapa yang sudah pernah terjaring.

“Dalam tahap pertama ini kami kembalikan sekitar 25 orang. Mereka yang terjaring Dinas Sosial akan dibina minimal 15 hari. Apabila yang sudah pernah terjaring akan kami tindak lebih tegas,” tandasnya.

Anggie melanjutkan, kami Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Sosial akan selalu berusaha keras untuk membersihkan Kota Semarang dari Anjal PGOT. Bagi mereka yang terjaring khususnya untuk warga kota Semarang akan kami bantu untuk mencarikan solusi supaya tidak turun kembali ke jalan.

Anggie menegaskan, Dinsos telah berkoordinasi lintas OPD supaya dapat bergerak bersama untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Ia berharap peran aktif dari masyarakat untuk tidak memberikan sesuatu kepada pengemis, tidak membeli koran kepada anak yang berjualan koran dan ikut mendukung Perda kota Semarang no 5 tahun 2014

Sementara, Kepala Dinsos Semarang, Muthohar menyatakan perlunya menambah materi pada para kelayan selama ada di asrama. Selain itu, dirinya juga mengingatkan akan bahaya dan dampak negatif perilaku orang yang terbiasa hidup menggelandang di jalanan. Karenanya ia berharap agar keluarga juga turut bertanggung jawab dalam membina kelayan.

“Selanjutnya akan kami evaluasi proses patroli sampai nanti keluarga menjemput di Among Jiwo,” pungkasnya.

Admin/IPJT

Iseng Membahayakan, Baut Jembatan Trucuk Banyak Yang Hilang

Bojonegoro,Maspolin.id – Pasca Di fungsikannya Jembatan Sosrodilogo atau yang terkenal dengan jembatan Turbo (Trucuk Bojonegoro),  Kini keindahan Dan Keutuhan Kontruksinya ternodai akibat ulah Ulah tangan Jahil yang tidak bertanggung Jawab.

Hal ini nampak dengan banyaknya Baut Baut Besi Pengikat Sandaran Jembatan yang ada di sisi samping kanan dan kiri jembatan banyak yang hilang dilepas oleh tangan tangan jahil yang tidak bertanggung Jawab.

Melihat Hal yang memprihatinkan ini Arief Nanang Sugianto S.STP Selaku Kasatpol PP Bojonegoro merasa Miris dan membuat pihaknya segera berkoordinasi dengan PU Binamarga Dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro.

” Banyaknya Baut Jembatan Sosrodilogo  Yang hilang sudah kita koordinasikan dengan Pihak PU Binamarga Dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, dan sejak itu pula Langsung dilakukan Pengelasan Baut yang masih utuh, dan untuk sementara yang sudah hilang Kedepannya akan langsung di tindak lanjuti agar segera di berikan baut yang baru lagi, Ujarnya. 
Masih menurut Kasat, bahwasanya Mungkin mereka Hanya iseng saja karena Baut itupun tidak ada nilainya.

” Saya yakin yang ngambil hanya iseng saja, tidak ada niatan mencuri baut yang nilainya gak seberapa, meskipun demikian kedepannya saya berharap pencurian baut di jembatan trucuk setelah nanti di ganti baru tidak terjadi. Lagi, karena jelas ini akan membahayakan Kita semua meskipun jangka Waktunya lama, pungkasnya. 

Agus Kuprit

Tergeletak Lemas, Gelandangan Asal Malang Dibawa Ke RSUD Oleh Pihak Satpol PP Bojonegoro

Bojonegoro, Maspolin.id – Satpol PP Yang di kenal Kebanyakan oleh warga Masyarakat Petugas Daerah Yang sering Melakukan Penggusuran ternyata juga memiliki Jiwa sosial Yang tinggi.

Hal ini nampak dilakukan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Bojonegoro, Pada senin 27 mei 2019 mendatangi seorang Gelandangan Yang tergeletak lemas di wilayah Desa Buntalan Kecamatan Temayang, yang tidak memiliki identitas untuk segera di tolong dan di rujuk ke RSUD Bojonegoro.

“Tadi siang kita dapat laporan bahwa Ada Seorang Gelandangan Wanita sepuh yang tanpa ada identitas Tergeletak Lemas di wilayah Desa Buntalan Kecamatan Temayang, ujar Arief Nanang Sugianto S.STP Selaku Kasatpol PP Bojonegoro.
Masih kata nanang, Bahwasannya setelah Dilakukan pertolongan Selanjutnya Gelandangan tersebut segera di Bawa Ke RSUD untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.

“Kita bawa ke RSUD Bojonegoro Guna Perawatan Intensif Untuk kesembuhannya, Dan setelah Agak Sadarkan Diri Kita Tanya dan kita dapatkan Namanya Ninik Sumiati (60) asal dari Desa Gondanglegi Kabupaten Malang, tambahnya.

Melalui media ini Nanang berharap Dengan kegiatan ini pihaknya berupaya menyampaikan pesan bahwa pemerintah harus hadir untuk membantu rakyat, apapun kondisinya dari manapun dia, ini tanggung jawab pemerintah supaya memiliki rasa keadilan sosial.

“Setelah kita antar ke RSUD bojonegoro, selanjutnya Semua kita serahkan ke Dinas Sosial untuk menindak lanjutinya, Pungkasnya.

Agus Kuprit

Tak Hiraukan Larangan Berjualan, PKL Di Trotoar Jembatan Trucuk Kembali Dirazia


Bojonegoro,Maspolin.id – Satpol PP Kota Bojonegoro, Senin (27/05/2019) pukul 21.30 wib kembali menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang Mangkal di trotoar Jembatan Sosrodilogo (Jembatan Turbo), Hal ini dilakukan guna mengantisipasi Laka Lantas dan menjaga Keindahan Serta Kebersihan Di wilayah Jembatan Tersebut.

Kurang lebih 7 personil Satpol PP Kota Bojonegoro Melakukan Patroli Guna merazia PKL yang Mangkal Di Sepanjang Jembatan Trucuk, Penertiban pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya ini dilakukan petugas semata-mata menjaga ketertiban serta keindahan Jembatan Tersebut. 

“Kita Sudah Seringkali memberikan Sosialisasi dan bahkan teguran secara langsung terkait larangan berjualan di trotoar Sepanjang Jembatan Trucuk, namun Malam ini masih kita jumpai ada pedagang yang masih bandel mangkal di Tempat yang kita larang, oleh karena itu kita Adakan Razia Malam ini, Ada beberapa PKL yang Mangkal langsung kita Berikan teguran dan membawa beberapa Terpal dan tikar, Ujar Ags salah satu petugas Satpol PP. 

Ditambahkan olehnya bahwasannya Terpal dan tikar yang dibawa Petugas nantinya pedagang bisa mengambilnya ke kantor satpol PP sekalian membuat surat Pernyataan. 

“Nanti bagi pedagang yang tikar dan Terpalnya kita bawa,bisa di ambil di kantor satpol PP sekaligus membuat surat pernyataan tidak akan berjualan lagi di trotoar Jembatan Trucuk, tambahnya. 

Senada dengan hal tersebut Arief Nanang Sugianto S.STP Selaku Kasatpol PP Bojonegoro saat dihubungi melalui selulernya mengatakan bahwasannya Operasi tersebut merupakan operasi Rutin dengan sasaran Lingkungan Masjid, Seputaran Alun alun dan tempat Tempat umum lainnya. 

” Itu patroli gabungan biasa mas, kita memang sehari patroli 3 kali, Lingkungan Masjid, Alun alun dan tempat berkumpul banyak orang kita awasi, khusus di Jembatan sosrodilogo memang perlu d buatkan tempat yang strategis untuk PKL seputaran Jembatan, dan mungkin Konsep seperti taman yang ada di Jembatan Padangan cocok di terapkan Pula di Jembatan Yang menghubungkan Bojonegoro – Trucuk tersebut sehingga PKL tidak mengganggu pengguna jembatan yg melintas,Pungkas Arif. 

Agus kuprit

Sebar Ujaran Kebencian Saat Aksi 22 Mei, Dua pelaku Ojol Ditangkap Polisi

Jakbar,Maspolin.id – Polisi unit Cyber Polres Metro Jakarta Barat kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebar ujaran kebencian melalui media sosial. Setelah sebelumnya anggota polisi besutan Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH telah menangkap oknum seorang pilot.

Kali ini, anggotanya menangkap dua pelaku menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama, ras dan antar golongan (SARA) dengan kata-kata yang tidak senonoh kepada aparat TNI maupun Polri saat melakukan pengamanan aksi 22 Mei 2019.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH mengatakan, kedua pelaku tersebut yakni HW (32) dan DS (26), mereka ditangkap di dua tempat berbeda, satu pelaku ditangkap di kawasan Bekasi Jawa Barat dan satu Pelaku ditangkap di kawasan Jatinegara Jakarta Timur.

Mereka ditangkap lantaran kedapatan memprovokasi dengan menyebut kan dan melemparkan Kotoran Manusia kepada aparat Keamanan melalui media sosial baik melalui, whatsapp, instagram, maupun facebook.

“Melalui Patroli dan penyelidikan oleh anggota Siber Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Oleh Kanit Krimsus Akp Rulian Syauri dan Kasubnit Cyber Iptu Rizky berhasil dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka,” ujar Kombes Hengki, Senin (27/05/19).

Hengki menambahkan, kedua pelaku ini berprofesi sebagai pengemudi ojek online.

Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan patroli siber terhadap orang- orang yang melakukan tindak pidana ITE, karena memang sangat mengkhawatirkan apakah ini sifatnya hoax atau memprofokasi

Banyak kejadian-kejadian di lapangan semakin brutal akibat provokasi. Oleh sebab itu, kita harus memberikan efek jera.

” jarimu akan mengantarkanmu ke penjara jika tidak kamu pergunakan secara tepat,”Tegasnya.

Masih dikatakannya, dari penangkapan itu, barang bukti yang disita antaranya satu unit ponsel, satu buah helm, dan satu buah jaket.

“Mereka kita jerat pasal 45 A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 perubahan atas UURI No 1 1 tahun 2008 tentang ITE,” Tandasnya.

Admin

Lakukan Penipuan, Warga Asal Trenggalek Terciduk…..

Jombang,Maspolin.id – Farid Susanto (41) warga asal Dusun Nglongah, Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Trenggalek diringkus Unit Reskrim Polsek Peterongan di halaman Minimarket Jalan Gubernur Suryo, Jombang. Sabtu (25/5/2019) pukul 15.00 WIB.

Pasalnya, Pria yang ngontrak di Perum Mutiara Asri B-9 Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini, melakukan penipuan dengan Modus bisa memasukkan sebagai karyawan sebuah bank dengan uang pelicin, namun tidak ada realisasinya.

Penangkapan tersangka berdasarkan laporan dua orang warga Jombang yang menjadi korban tipu muslihatnya. Kasus ini terjadi, bermula pada Minggu (3/3/2019) lalu, sekitar pukul 10.00 WIB. “Tersangka yang biasa membeli jamu di tempat usaha korban, menawarkan bisa memasukkan anak korban sebagai karyawan di bank BRI dengan syarat harus menyertakan sejumlah uang sebagai pelicin, kata Kapolsek Peterongan, AKP Sugianto.

Korban rupanya berminat dengan tawaran tersangka, meski menggunakan uang pelicin. Setelah terjadi kesepakatan, korban pun menyerahkan sejumlah uang yang diminta tersangka Farid.

“Tersangka, juga memberikan kwitansi penerimaan uang dan pernyataan pengembalian uang jika anaknya tidak berhasil masuk sebagai karyawan BRI,” kata Kapolsek, Minggu (26/5/2019).

Hingga tanggal yang dijanjikan, tersangka tak kunjung memberi kepastian pada korban apakah anaknya diterima atau tidak sebagai karyawan. Upaya korban menghubungi tersangka pun dilakukan, mulai mencari keberadaan tersangka hingga menghubungi tersangka via ponselnya namun ponsel tersangka selalu mati.

Geram dengan kondisi ini, korban pun kemudian melapor ke Polsek Peterongan. Polisi yang mendapat laporan, segera melakukan penyelidikan. Hingga kemudian, polisi berhasil meringkus dan membawa tersangka Farid ke Polsek Peterongan, guna menjalani proses pemeriksaan.

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa, 1 lembar kwitansi penerimaan uang, dan selembar pernyataan pengembalian uang.

“Diduga, ada sejumlah korban yang terperdaya oleh modus tersangka. Kita masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus ini. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 372 dan atau 378 KHUP tentang Penggelapan dan atau Penipuan,” pungkas AKP Sugianto.

(kar/hms)

H-7 Lebaran, Dishub Bersama Kapolres Dan Dandim Bojonegoro Sidak Terminal Bojonegoro


Bojonegoro,Maspolin.id – Kapolres Bojonegoro bersama Dandim 0813 Bojonegoro, dan Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro turun langsung melakukan inspeksi mendadak di terminal Rajekwesi Bojonegoro untuk memeriksa kelaikan bus menjelang mudik lebaran 2019, Senin (27/05/2019) siang.

Kapolres bersama Dandim, Kadishub, dan anggota mengecek dan memeriksa langsung bus AKDP, mulai dari kelengkapan surat, kondisi fisik termasuk ban.

Disampaikan oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli bahwa, pelaksanaan kegiatan itu dalam rangka mengecek kesiapsiagaan terutama armada bus apakah sudah siap atau belum.

“Harapan kita semua bisa berjalan lancar sehingga keselamatan penumpang bisa terjamin,” terang Kapolres.

Setelah dilakukan pemeriksaan uji kelaikan, bus yang layak dan tidak ditemukan kerusakan pada fisik diberi stiker layak jalan oleh petugas dan ditempel di kaca bagian depan.

Sementara para sopir Bus juga tak luput dari pemeriksaan, mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan dilakukan tes urine. 

“Sejauh ini tidak ditemukan adanya bus yang rusak dan masih layak jalan,” terang Kapolres. 

Agus/Hum

Danramil 04/Jebres Kunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Surakarta,Maspolin.id – Danramil 04/Jebres Kapten Inf Edi Susilo bersama Sertu Aswan Ahiri Babinsa Mojosongo Koramil 04/Jebres Kodim 0735/Surakarta melaksanakan Silaturahmi di lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Putri Cempo Mojosongo Jebres Surakarta dan diterima langsung oleh Project Manager (PM) PT’ PP (Tbk) Gangga Wahyudi (27/5/2019).

Proyek PLTSa Putri Cempo merupakan salah satu proyek percontohan Nasional dalam pengelolaan sampah menjadi sumber listrik dan proyek tersebut sudah berjalan kurang lebih selama 2 tahun.

Dalam kesempatan tersebut pihak Project Manajer memberikan penjelasan dan kesempatan untuk meninjau mesin pengolahan sampah menjadi listrik dan proses pengolahan tersebut bisa menghasilkan sumber Listrik sebesar 5 MW.

(Agus Kemplu Pendim Solo)

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.