Temui Pimpinan Mall, Kapolres Beri Himbauan Terkait Keamanan

Gresik,Maspolin.id – Sejumlah pusat perbelanjaan (mall) mulai menarik perhatian pengunjung. Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro SH SIK MSi mengingatkan soal keamanan di sekitar pusat keramaian. Pengamanan perlu ditingkatkan.

Hal itu disampaikan kapolres saat menemui pimpinan Gresik Supermall (Gress Mall) di RM Sushi Kamis (10/1). Kanit Intel Polsek Kebomas Iptu Jito ikut mendampingi.

Kapolres ditemui kepala pemasaran Gress Mall Dedik dan Kepala HED Nela. AKBP Wahyu menyatakan pertemuan tersebut dalam rangka menjalin silaturahmi dan kerjasama antara pihak pengelola mall dengan kepolosian. Khususnya terkait keamanan di sekitar lingkungan pusat perbelanjaan.

Sebab, kata AKBP Wahyu, pusat keramaian kerap dimanfaatkan para pelaku tindak kejahatan beraksi. Langkah-langkah antisipasi perlu dilakukan. Salah satunya, memasang kamera close circuit televission (CCTV) aktif di setiap sudut. Dengan demikian, para penjahat yang hendak beraksi akan berfikir dua kali.

Selain itu, larangan dan himbauan untuk pengunjung mall juga harus diperjeleas. Minimal, itu bisa mejadi informasi tambahan bagi masyarakat. “Jadi perlu diperjelas informasi tambahan untuk pengunjung,” tutur alumnus Akpol 1998 itu.

Yang tidak kalah penting, yakni standar operating prosedure (SOP) para pekerja di mall. Semuanya harus sesuai aturan. “Setiap bagian-bagian kerja harus sesuai SOP dan aturan yanh berlaku,” jelas AKBP Wahyu.

Setelah melakukan pertemuan dengan pimpinan manajemen mall, Kapolres mengajak semuanya untuk salat maghrib. AKBP Wahyu memimpin salat berjamaah di musola Gress Mall. Setelah itu, rombongan bergeser ke Randuagung untuk melanjutkan aktivitas.

(Hum/Gondrong)

Curi Las, Pria Asal Sampang Dibekuk Polisi

Gresik,Maspolin.id – Tertangkap tangan saat sedang berusaha membawa lari hasil curiannya, RF (52) warga Desa Rabasan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Menganti Polres Gresik, pada Rabu (9/1).

Kepada media Tribratanews-gresik.com Kapolsek Menganti AKP Ramadhan Nasution, SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim Polsek Menganti Aiptu Agus S. Margono, mengatakan Pelaku RF (52) diduga melakukan pencurian las listrik disebuah bengkel las yang terletak di Jalan Raya Desa Setro Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik.

“Saat ini pelaku berhasil diamankan di Mapolsek Menganti untuk proses penyidikan lebih lanjut” ungkap Kapolsek.

Dari keterangannya, Kapolsek menjelaskan pada Rabu sekitar pukul 12.00 WIB, Pelaku RF (52) tertangkap tangan oleh warga yaitu Erni yang melihat RF (52) membawa las listrik yang diletakkan di sepeda motor Vario Warna Merah, melihat gerak gerik mencurigakan Erni berteriak maling, mendengar teriakan warga anggota Reskrim Polsek Menganti yang sedang melaksankaan kring serse langsung mendatangi TKP.

“Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan satu las listrik merk Lakoni type Falconi 120 e 900 watt warna biru dan satu unit sepeda motor merk Honda Vario 150 warna Merah dengan Nomor polisi : L 30XX PL beserta kunci dan STNK” terang AKP Ramadhan pada Kamis (10/1).

Atas kejadian tersebut, korban Heriyanto (42) pemilik las listrik mengalami kerugian sebesar Rp. 1.200.000 ( satu juta dua ratus ribu rupiah ). Pelaku RF (52) dijerat Pasal 362 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara.

(Hum/Gondrong)

Simpan Daun Ganja 1 Kg Lebih, Pria Paruh Baya Diringkus Polisi

Padangsidimpuan,Maspolin.id — Polres Padangsidimpuan mengamankan pria berinisial MHL (55), warga Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Rabu malam (9/1/2019) kemarin. Pelaku ditangkap di Jalan Mawar, tepatnya di belakang Stadion HM Nurdin, Kota Padangsidimpuan.

Dari tangan tersangka, petugas kepolisian berhasil menyita 1 ball daun ganja berbalut lakban berwarna coklat seberat 1,1 Kg. Selain itu, turut disita enam bungkus kertas nasi warna coklat, yang diduga keras berisi narkotika jenis ganja seberat 54,85 gram.

“Memang benar, penyelidikan perkara berdasarkan informasi masyarakat. Tersangka sendiri ditangkap saat tengah mengendarai sepeda motor,” ujar Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya kepada wartawan, Kamis (10/1/2019).

Ketika dilakukan pencegatan dan digeledah, lanjut Kapolres, petugas menemukan barang bukti daun ganja yang disembunyikan di dalam baju yang sedang dikenakan tersangka. Selanjutnya pengembangan kasus mengarah kerumah tersangka.

“Di dalam rumah tersangka, tepatnya di atas pintu dapur, petugas kepolisian kembali menemukan satu buah kotak rokok berisi enam bungkus kertas nasi. Diduga keras, bungkusan tersebut berisi daun ganja,” beber Kapolres.

Guna pertanggungjawaban dimata hukum, tersangka beserta barang bukti diamankan petugas untuk proses lebih lanjut.

(warsha/Novian)

BERITA FOTO: Wakil Wali Kota Depok Hadiri Sidang Promosi Doktor

MASPOLIN.ID.-DEPOK- Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna foto bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian yang menjadi salah satu penguji sidang promosi doktor Sidratahta Muchtar di Aula Juwono Sudarsono Gedung FISIP Universitas Indonesia, Kamis (10/01/2019). Sidang Promosi Doktor Sidratahta Muchtar dengan judul disertasi Kebijakan Anti-Terorisme Di Era Demokratisasi: Studi Proses Politik Dalam Perumusan UU No.15 Tahun 2003 Tentang Pemberantasan Terorisme di Indonesia. (AR/Debar)

Lakukan Aksi Tipu, Perempuan Asal Rembang Terciduk…

TUBAN,Maspolin.id – Kapolsek Bancar AKP Chakim Amrullah,SH. MH , bersama Kanit Reskrim Aiptu Nurnahari, Bripka H. Hendra, Bripka Cucuk Sumulyo berhasil ringkus pelaku kejahatan penipuan. Selasa pukul 22:00 WIB (08/01).

Berdasarkan laporan korban Siti Alfiah(29) warga Desa Banjarjo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban yang melaporkan Tersangka SUMARI binti SARJI (53) perempuan asal Desa Sambong Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang dengan disaksikan oleh
LASMANI(60) warga Desa Dadapmulyo Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, pihak Polsek Bancar lakukan pengejaran terhadap pelaku.

Bermula hari Senin 7 Januari 2019, sekira Pukul 13.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban, dengan maksud minta diantar ke pantai Boom/TPI Bulu dengan tujuan membuang pakaian ke pantai karena “Nadzar’ setelah sakitnya sembuh.

Kemudian saksi SITI ALFIAH menyuruh anaknya dan keponakanya yang bernama AJENG dan ANITA untuk mengantar tersangka, setelah berangkat, keduanya diajak naik kendaraan Roda tiga/Tosa (angkutan umum) Jurusan Bulu-Kragan, hingga sampai/turun di Masjid Al Utsman Desa Plawangan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang.

Saat itu kalung yang dipakai anak/korban AJENG oleh tersangka disuruh melepas , kemudian di bawa tersangka, dengan alasan banyak penjahat, saat di Masjid, oleh tersangka kedua anak tersebut disuruh mandi di kamar mandi, setelah kedua anak masuk kamar mandi, oleh tersangka pintunya dikunci dari luar, kemudian ditinggal pergi, beberapa saat kemudian kedua anak bisa keluar dan menangis di halaman Masjid lalu di tolong oleh warga sekitarnya, selanjutnya diantar pulang oleh warga Lasmani (Selaku Saksi).

Dengan berkordinasi pihak Polsek Kragan Polres Rembang, didapat petunjuk pelaku penipuan tersebut bernama SUMARI, dan kemudian tersangka berhasil ditangkap di rumahnya Desa Sambong Kecamtan Sedan Kabupaten Rembang, dan pelaku selanjutnya dibawa ke Polsek Bancar untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Pihak kami berkordinasi dengan Polsek Kragan Polres Rembang, alhasil pelaku berhasil ditangkap dirumahnya, “tegas Kapolsek Bancar.

Dari penangkapan di atas didapatkan Barang bukti Seuntai kalung emas berat 10 gram, yang terdapat tulisan AJENG (nama korban),dari penangkapan dan penyidikan tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP(tentang Penipuan).

Mam/Gondrong

Nekat Jual Sabu, NSD Ditangkap Polisi

Paluta,Maspolin.id –Nekat memperjualbelikan narkotika jenis sabu, pemuda berinisial NSD (22) ditangkap Polres Tapanuli Selatan di kampungnya sendiri, Desa Sihopuk Baru Kecamatan Halongonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Rabu (9/1/2019) kemarin.

“Iya benar, tersangka NSD kita amankan di Sihopuk Baru Paluta, tepatnya di area perkebunan STM sekira pukul 17.00 WIB kemarin,” jelas Kapolres Tapsel AKBP Irwa Zaini Adib, disampaikan Kasat Resnarkoba AKP Zulfikar kepada wartawan.

Dikatakan Kasat, penangkapan bermula dari informasi masyarakat seputar maraknya peredaran narkoba di Desa Sihopuk Baru. Petugas kemudian diterjunkan guna mencari kebenaran informasi tersebut, dan melihat keberadaan seorang pemuda mencurigakan.

Saat di interogasi dan dilakukan pemerikasaan, sambung Kasat, petugas akhirnya menemukan satu bungkus plastik klip yang didalamnya berisi empat bungkus plastik klip kecil berisikan shabu seberat 0,34 gram yang disembunyikan tersangka di dalam saku celana bagian depan.

“Berdasarkan pengakuan NSD kepada petugas kepolisian, sabu sebanyak 1/2 setengah dji Ia beli dari pria bernama Kumis (DPO) seharga Rp. 600 ribu untuk dijual kembali. Apabila semua sukses terjual, pelaku menangguk keuntungan senilai Rp. 200 ribu,” ujar AKP Zulfikar.

Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tapanuli Selatan guna penyelidikan lebih mendalam.

(Novian/warsha)

Guna ciptakan Pelayanan Prima Bebas Korupsi,ini program Polres Tulungagung

Tulungagung,Maspolin.id –Kepolisian Resort Tulungagung mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Kamis (10/01) di halaman Mapolres setempat . Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Pencanangan pembangunan zona integritas ditandatangani oleh Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung yang juga ikut menandatangani pakta integritas.

Dalam sambutannya, Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar menegaskan pihaknya benar-benar serius dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi, tidak pungli dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Kami berharap dengan dilaksanakannya penandatanganan fakta integritas dan pencanangan ini agar dapat berkomitmen bersama- sama untuk mewujudkan Polres Tulungagung menjadi WBK dari segala aspek yang dapat merusak citra dan nama baik Polri di masyarakat,” ucap Tofik .

Dia menambahkan, Polres Tulungagung juga akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui inovasi dan penambahan fasilitas lainnya yaitu penambahan sarana dan prasarana untuk dilakukan inovasi seperti pelayanan pengurusan SIM ,STNK ,SPKT ,SKCK dan yang lainnya.

“Hal tersebut kita lakukan untuk meminimalisir praktik percaloan dan pungli,” tegasnya.

Masih menurut Kapolres, seluruh polsek jajaran di wilayah Polres Tulungagung wajib untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang bebas dari korupsi.

“Kami mengajak semua pihak untuk mewujudkan Polres Tulungagung menuju WBK dan WBBM. Kami juga minta masyarakat bisa mengingatkan, jika masih ada oknum anggota yang berbuat tidak sesuai aturan, sehingga kedepannya pelayanan publik di Polres Tulungagung semakin baik, cepat, bersih serta transparan,” pungkasnya.

Soim

Pamit Shalat , Penjual Es Tebu Dan Batagor Ditemukan meninggal Dunia

TULUNGAGUNG,Maspolin.id – Penjual Batagor dan Es tebu yang sehari-hari mangkal ditepi jalan raya dusun Bantar Desa/Kecamatan Campurdarat ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya berpamitan pulang untuk sholat dzuhur.

Korban diketahui bernama Yani , 59 , Alamat Rt 01/11 dusun Campurkuntul Desas/ Kecamatan Campurdarat Tulungagung.Saat pertama kali ditemukan pertamakali oleh saksi sudah meninggal dunia di papan atas Sumur dalam rumahnya .

Kapolsek Campurdarat AKP I Nengah Sutedja Kamis ( 10/01/2019)saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian tersebut.

” Sekitar pukul 12.00 wib korban seperti biasanya bersama istrinya berjualan Batagor dan Es tebu ditepi jalan raya dusun Bantar Desa Campurdarat , saat menjelang shalat Dhuhur, korban berpamitan kepada istrinya Suparti mau Shalat,” terang Kapolsek.

“Namun setelah lama ditunggu korban tidak kembali ke tempat jualannya hingga pukul 16.30 wib kemudian istri korban meminta tolong kepada Suyanto pemilik bengkel yang berdekatan dengan jualanya untuk melihat di rumah korban , ” Imbuhnya.

Masih menurut Tedja , setelah Suyanto tiba di rumah korban dan mengetuk pintu depan, tidak ada jawaban dari korban.merasa kawatir , Yanto lantas mengintip ,dan korban diketahui tengah terbaring telentang di papan yang berada diatas sumur tanpa busana .

Yanto lantas meminta tolong kepada Yoyok yang kebetulan ada di rumahnya ,dan mendobrak pintu. Dilihatnya korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Mengetahui kejadian tersebut saksi lantas memberitahuan kejadian ke Mapolsek terdekat.

” Setelah dilakukan VER oleh team Inavis Polres Tulungagung tidak terdapat tanda penganiayaan, menurut keluarga , korban mengidap darah tinggi dan menerima kejadian meninggalnya korban.” pungkas Kapolsek.

Soim

Isu Babi Ngepet Di Jombang Adalah Hoax, Dan Ini Yang Benar….

Jombang,Maspolin.id — Kasus pencurian yang sempat meresahkan warga perumahan Astapada dan perumahan Tambakrejo Asri, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Akhirnya bisa terungkap, dengan di tangkapnya seorang pelaku oleh unit Resmob I Polres Jombang, Jawa Timur, pada hari Senin lalu.

Pelaku tersebut bernama Suprapto (38), warga Desa Jokerto, Kecamatan Perang, Kabupaten Magetan. Dengan ditangkapnya pelaku, bisa mengungkap pencuri sebenarnya yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) bahwa pelaku adalah ,babi ngepet, seperti asumsi warga sebelumnya, ternyata bukan.

Hal itu diungkapkan warga bukan tanpa sebab, karena ulah unik pelaku saat melancarkan aksi jahatnya di salah satu rumah warga. Dirinya keperegok pemilik rumah saat mencuri, akhirnya pelaku menakut-nakutinya dengan berjalan merangkak layaknya seekor babi. Bahkan pelaku juga melepas semua pakaiannya dan hanya tinggal mengenakan celana dalam.

Menurut Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyobudi, pelaku yang belakangan diketahui sebagai penjual kelapa, dia melakukan aksinya seperti itu, karena dirinya merasa takut setelah ketahuan saat mencuri, dan agar warga yang mengetahui aksinya berbalik menjadi takut dan berasumsi bahwa itu babi ngepet.

“Pelaku ini tidak menggunakan ilmu gaib saat beraksi, tapi pelaku ketakutan saat ketahuan mencuri. Akhirnya dia menakut-nakuti warga dengan cara merangkak serta melepas baju dan celananya. Jadi pelaku bukan babi ngepet,” terangnya, saat Press Release di Polres Jombang, Rabu (9/1/2019)

Lanjut Gatot, dari hasil interogasi pelaku telah mengakui perbuatannya. Dan menurut pengakuannya, pelaku sudah melancarkan aksinya sebanyak sembilan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dari dua lingkungan perumahan setempat. Bahkan sebelumnya, tersangka ini merupakan seorang resedivis, dan dia pernah ditahan di Solo karena menjadi penadah hasil kejahatan. Dengan sangkaan pasal 480 KUHP karena pertolongan kejahatan.

Dalam aksinya, pelaku mencari rumah tingkat lantai dua yang rata-rata tidak terkunci, dengan cara memanjat tembok rumah. Bahkan, salah satu rumah yang jadi sasaranya milik anggota polisi, dan dari situ pelaku berhasil menggondol uang sebesar Rp 60 juta.

“Sasaranya adalah rumah tingkat lantai dua yang tidak terkunci, dengan hasil kejahatannya bervariasi dari Rp 500 ribu dan yang terbanyak Rp 60 juta, tapi ada juga barang bukti berupa Handphone,” pungkasnya.

Kini, tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatanya. Dan akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang ancaman hukumanya tujuh tahun penjara.

Jajang

Sempat Ditawari Kopi, Pria Ini Meninggal di Teras kios kerjanya

Tulungagung, Maspolin.id – Eko Susanto (58), warga Dusun Genengan RT 36,RW 10 Desa Pojok Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di Ruko servis elektronik pasar Ngemplak Kelurahan Botoran Kabupaten Tulungagung, Kamis (10/1/2019), pukul 06.10 WIB.

Saat itu, warga tidak mengira jika Eko Susanto sudah meninggal. Warga sekitar yang lewat hanya mengira jika ia hanya tertidur akibat kecapekan.

“Saya kira pria ini tertidur, ternyata justru meninggal,” kata Warsito (45), saksi yang merupakan warga Desa Sedayu Kecamatan Sendang Tulungagung.

Warga yang mengetahui kondisi Eko Susanto yang sudah meninggal itu pun langsung menginformasikan kepada masyarakat lainnya, agar segera mendapat pertolongan atau tindakan.

“Ada tokoh masyarakat yang langsung menghubungi petugas kepolisian, selanjutnya dibawa ambulan,” pungkasnya.

Lanjut Warsito, menyatakan, Kematian Eko Susanto tidak ada yang mengira. Sebab, waktu dibuatkan kopi ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” sambungnya.

Belum diketahui apa penyebab pasti Eko Susanto meninggal, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan. Namun dari penuturan warga di lokasi.

Sementara itu Kanit polsek kota Tulungagung Iptu Haryono membenarkan kejadian tersebut .

“Sesampai di TKP polisi melakukan evakuasi jenasah korban untuk dibawa ke RSUD Dr Iskak guna dilakukan VER guna memastikan penyebab kematiannya ” terang Haryono .

Soim

Jangan Lewatkan

MENGKRITIK POLISI.

Oleh: S Stanley Sumampouw   Mengkritik polisi sekarang sedang jadi mode. Di grup WhatsApp, media sosial, atau obrolan warung kopi, menjelek-jelekkan polisi kadang menjadi semacam olahraga intelektual. Yang...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.